Pamen Polisi Terseret Banjir Sambelia

Kendaraan Pamen Polisi yang jadi korban terseret banjir di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia fa4kydh. (Foto BBDB/Gra)

MATARAM.lombokjournal.com — Seorang perwira menengah (Pamen) polisi, AKBP Lenap SH (56), menjadi korban banjir di Kecamatan Sambelia Lombok Timur.

“Kendaraan korban terseret arus banjir di Sambelia, pada Sabtu (11/2), menyebabkan korban meninggal dunia,”kata KabidHumas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti.

AKBP Lenap SH, merupakan tenaga pendidik di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda NTB yang berlokasi di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Dijelaskan, berdasarkan laporan pihak Polsek Sambelia, pada hari Sabtu sekitar pukul 03.00 Wita, korban yang tinggal di Asrama SPN di Desa Belanting, berusaha menyeberangi aliran air di Jembatan Dusun Pedamekan, Desa Belanting dengan mengendarai mobil jenis Suzuki Karimun. Namun tiba-tiba datang air bah sehingga menghanyutkan korban beserta kendaraannya.

Korban ditemukan warga sekitar pukul 07.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia.

Banjir terjadi di sejumlah kawasan di Kecamatan Sambelia dan Sembalun, Lombok Timur akibat hujan deras dan cuaca ekstrim pada Jumat hingga Sabtu (11/2).  Hingga kini sejumlah warga terdampak masih mengungsi di lokasi yang lebih aman.

gra




Banjir Sambelia , 500 Orang Mengungsi

Pamen Polisi Terseret Banjir

MATARAM.lombokjournal.com – – Banjir yang terjadi di sejumlah kawasan di Kecamatan Sambelia, LombokTimur, Sabtu (11/2), menyebabkan sekitar 500 orang masih mengungsi ke lokasi-lokasi yang lebih aman.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan, hingga Minggu (12/2), pengungsian masih terjadi di tiga lokasi yaitu di bangunan SDI Kolah Sepang, 170 jiwa, di Dara Kunci 155 jiwa, dan Menanga Reak, 178 jiwa.

“Ketiga lokasi ini dalam kondisi terisolir karena jembatan menuju lokasi putus akibat banjir,” kata KepalaBPPD NTB, Muhammad Rum, Minggu (12/2).  Banjir juga Merusak Rumah dan Sejumlah Jembatan.

Berdasarkan data BPPD NTB, banjir di Sambelia juga merusak sejumlah sarana dan prasana termasuk rumah penduduk dan jembatan. Di Desa sambelia tercatat sebuah jembatan  putus, akses jalan terputus, dan 13 rumah hanyut terseret arus banjir.

Di Desa Sugian, tanggul sungai kokok Pedek jebol, dan akses jalan terganggu, satu SD rusak berat, dan 75 rumah warga rusak ringan. Di Desa Darakunci, akses jalan terputus menyebabkan warga di Dusun Batusela terisolir.

Di Desa Belanting, jembatan di Dusun Pademekan terputus sehingga mengakibatkan korban jiwa. (Pamen Polisi). Di Desa Madayin, jembatan beburung terputus yang menyebabkan gangguan upaya tanggap darurat pengungsian, talut di sepanjang jembatan ini juga rusak parah. Di Desa Obel-Obel, talut sepanjang jalan di desa ini rusak parah.

Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum mengatakan, saat ini sejumlah upaya dilakukan untuk menangani bencana banjir itu. BPBD didukung unsur terkait TNI/Polri dan Basarnas terus berupaya membuka akses jalan pada beberapa jembatan yang putus dengan membuat tangga darurat dan jalan darurat.

“Tim gabungan juga sudah mengevakuasi warga ke titik-titik pengungsian serta membangun dapur umum bekerjasama dengan berbagai pihak,” katanya.

Menurut Rum, BPBD NTB juga sudah mengirimkan bantuan logistik berupa : 750 air mineral, mi instan 550, lauk pauk 60, tambahan gizi 12, selimut, 20, matras 20,terpal 20, Family kit 30, alat kesehatan 10, sandang 5 paket, kids ware 6 paket.

BACA : Pamen Polisi Terseret Banjir Sambelia

gra




Pemerintah Bentuk Kawasan Ekonomi Khusus untuk Pemerataan Pembangunan

Pemerintah RI membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sejumlah daerah di Indonesia untuk pemerataan dan percepatan pembangunan serta meminimalisir  ketimpangan antar daerah.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com —  Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Sabtu (11/2), saat meninjau progres pembangunan KEK Pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, NTB.

“KEK atau pun yang lebih spesifik Kawasan Industri, itu adalah bagian dari kebijakan pemerintah untuk memadukan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. Paling tidak  pemerataan antar wilayah,” katanya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang didorong pemerintah dengan pembentukan KEK, termasuk di KEK Pariwisata Indonesia.

“Kenapa pariwisata?. Karena pariwisata itu tidak hanya di Jakarta dan Jawa saja, tapi potensinya menyebar berdasarkan sumber daya yang ada di setiap daerah,” katanya.

Saat ini sekitar 10 KEK  yang telah ditetapkan pemerintah, tengah dipercepat proses  pembangunannya. Empat diantaranya merupakan KEK Pariwisata, termasuk Mandalika.

Menurut Darmin, pembentukan KEK dilakukan agar upaya pembangunan kawasan dan juga upaya menarik investor lebih mudah dan bisa cepat dilakukan.

“KEK dibuat sebagai jalan pintas untuk mengundang investor. Kalau tidak dengan KEK maka mengundang investor  ke Lombok ke Sumbawa itu lama. Jadi harus ada daya penariknya. Kira-kira begitu,”katanya.

Gra




Sirkuit MotoGP di Mandalika Selesai 2019

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – – PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN yang mengelola dan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, akan membangun sirkuit balap MotoGP di kawasan itu yang ditargetkan selesai pada 2019.

Direktur Utama PT ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, sirkuit balap international itu  akan dibangun bekerjasama dengan Roadgrip Motorsports UK Ltd dan Mrk1 Consulting, dua perusahaan perancang, pengembang, dan operator sirkuit balap motor dunia.

“KEK Mandalika ini mendapat perhatian dari badan olahraga tingkat dunia MotoGP, sebagai salah satu lokasi yang dinilai bisa jadi sirkuit. Jenis sirkuitnya Street Race Circuit atau sirkuit jalan raya dengan standar internasional,” kata Abdulbar, Sabtu (11/2) di hotel Novotel Lombok, Lombok Tengah.

Ia mengatakan pembangunan sirkuit balap itu dapat meningkatkan tingkat kunjungan dan minat investasi di kawasan Mandalika ke depan.

Berdasarkan pengalaman di lokasi sirkuit internasional lain, satu event balap kelas dunia bisa mendatangkan hingga 50 ribu orang.

Menurutnya, sirkuit tersebut akan menjadi sirkuit jalan raya pertama di dunia yang yang dibangun dari tahap konsep dan akan dicanangkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Balap Motor ‘Grand Prix Mandalika’ pada 2019.

“Dalam waktu dekat akan melaporkan ke Menpora sehingga bisa melangkah lebih lanjut. Sehingga bisa mendatangkan pebalap dunia di Mandalika pada 2019,” katanya.

Ia menjelaskan, sirkuit balap MotoGP di Mandalika merupakan sirkuit jalan raya yang tidak tertutup. Lintasan sirkuit merupakan jalan raya di dalam kawasan KEK Mandalika, yang akan ditutup jika digunakan untuk balapan.

“Sirkuit ini bukan tertutup. Tetap berfungsi sebagai jalan biasa seperti juga sirkuit jalan raya yang ada di Singapura dan Macau,” katanya.

Menurutnya, keuntungannya tidak membuat sirkuit tertutup adalah tidak membuat suatu daerah tidak bisa diakses oleh umum.

Selain itu, sirkuit balap di Mandalika juga memiliki nilai tambah karena menggunakan konsep “green circuit”, dimana lintasannya mengelilingi bukit-bukit dan juga melewati pantai di dalam kawasan.

Gra




KEK Mandalika Akan Dilengkapi Fasilitas Marina

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengalami inovasi.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer

PT Pengembang Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), merencanakan akan melengkapi kawasan Mandalika itu dengan fasilitas Marina. Ini adalah pelabuhan khusus untuk kapal pesiar jenis Yacth, yang akan dilengkapi pula dengan berbagai sarana yang dibutuhkan.

“Di kawasan Mandalika ini kami juga akan membangun Marina, yang akan digunakan untuk menangkap trafic Australia yang jalan ke Langkawi (Malaysia),” kata Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, Sabtu (11/2) di hotel Novotel Lombok, saat menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution .

Menurut Abdulbar, untuk rencana pembangunan Marina ini, ITDC sudah menerima kunjungan dari utusan perwakilan  Kementerian Investasi dan Pariwisata Australia yang menunjukan minat mereka.

“Kami sudah kedatangan perwakilan dari Australia, mereka datang untuk meninjau lokasi Marina yang direncanakan. Pihak Australia akan mendatangkan  operator Marina dan pemilik atau anggota klub Yacth ke depannya,”katanya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan Marina itu sudah disampikan pula pada Menteri BUMN, Rini Soemarno saat berkunjung di hari ulang tahun BUMN di Kuta Mandalika beberapa waktu lalu.

“Pembangunan Marina di KEK Mandalika ini akan dilakukan oleh BUMN, PT Waskita Karya,” katanya.

Abdulbar menegaskan, keberadaan fasilitas Marina di KEK Mandalika akan membuat kawasan ini berbeda dengan kawasan resort wisata lain di Indonesia.

Gra




Wewenang Perizinan KEK Mandalika Dilimpahkan ke Administrator KEK

Wewenang perizinan investasi dan pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok Tengah, NTB,  mulai dilimpahkan ke pihak Administrator KEK Mandalika.

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Semula wewenang dan perizinan yang berkaitan dengan investasi dan pembangunan di kawasan Mandalika ada di BKPM RI, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemda Lombok Tengah. Untuk mempermudah pembangunan dan investasi di kawasan pariwisata itu, mulai saat ini ditangani Administrator KEK Pariwisata Lombok Tengah.

“Dengan pelimpahan ini, maka semua urusan perizinan investasi di Mandalika akan menjadi lebih mudah karena cukup dilakukan melalui satu pintu yaitu Administrator KEK Pariwisata Mandalika,” kata Menteri Koordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution, kepada wartawan, Sabtu (11/2) usai meninjau progres pembangunan KEK Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB.

Menurutnya, Administrator KEK Pariwisata Mandalika yang dibentuk  terdiri dari 30 orang anggota dari unsur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, serta unsur Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Lombok Tengah.

Selain pelayanan yang lebih terfokus di satu tepat, menurut Darmin, Administrator KEK juga memberikan fasilitas dan kemudahan yang  bagi para investor.

Kemudahan dan fasilitas itu antara lain fasilitas PPh Badan, Pembebasan PPh  Pasal 22 Impor, fasilitas PPN dan PPnBM, fasilitas Bea Masuk dan Cukai, fasilitas Kegiatan Utama Pariwisata, fasilitas Lalu Lintas Barang, fasilitas Ketenagakerjaan, fasilitas Keimigrasian, Fasilitas Pertanahan, serta fasilitas Perizinan dan Non Perizinan. “Hal itu tentunya memberikan kemudahan bagi investor, sehingga berdampak positif  terhadap upaya percepatan pembangunan kawasan Mandalika,” katanya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sabtu (11/2) meninjau progres pembangunan kawasan KEK Pariwisata Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, didampingi Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaedah, dan Dirut PT ITDC, Abdulbar M Mansoer.

Sejumlah lokasi pembangunan di kawasan yang dikelola ITDC yang sempat dikunjungi antara lain sarana pengolahan air dan air minum dengan proses desalinasi air laut menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), lokasi pembangunan Masjid Agung Mandalika, dan lokasi pembangunan Hotel Pullman Mandalika.

“Pemerintah sangat serius mengembangkan Mandalika. KEK Pariwisata Mandalika harus segera menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah dan perwujudan daya saing di wilayah ini dan Indonesia secara keseluruhan,” kata Darmin.

Tahun 2019, 1200 Kamar

Sementara itu Wagub NTB, Muhammad Amin mengatakan, Pemprov NTB mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang sudah berupaya melakukan akselerasi percepatan pembangunan KEK Mandalika.

Dengan pelimpahan kewenangan kepada Administrator KEK Mandalika, papar Amin, Pemprov NTB akan melimpahkan kewenangan di bidang perizinan di kawasan itu.

“Kami limpahkan sebagian kewenangan Pemerintah Provinsi, terutama kewenangan dalam pemberian izin di kawasan,” katanya.

Direktur Utama PT ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, saat ini sejumlah proses pembangunan infrastruktur dasar dan sarana pendukung kawasan, serta pembangunan sejumlah hotel tengah berjalan di kawasan Mandalika.

“Ada lima hotel yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan di kawasan. Kami menargetkan pada 2019 setidaknya sudah tersedia sekitar 1.200 kamar di kawasan KEK Pariwisata Mandalika ini,” katanya.

Abdulbar menjelaskan, resort dengan luas lahan mencapai 1.175 hektare dengan panjang garis pantai sekitar 16 Km itu akan dibangun dengan konsep eco tourism dan green infrastructure yaitu dengan menyediakan suplai air bersih dan air minum bagi resort dengan proses desalinasi air laut menggunakan teknologi SWRO. “Demikian pula dengan suplai tenaga listrik yang dirancang melalui pembangkitan energi tenaga surya,” katanya.

Kawasan Mandalika juga merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI, selain Candi Borobudur (JawaTengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Belitung). Gra




Biaya Pengobatan Bukan Beban Lagi Bagi Semua Karyawan NETRAL

NETRAL Mendapat penghargaan ‘Top 2 Company’ Dari BPJS Cabang Mataram

CV Harum Manis yang memproduksi air minum kemasan NETRAL, tahun 2016 menjadi salah satu perusahaan yang menerima penghargaan terbaik mengelola jaminan  kesehatan karyawannya.

Ahmad Lutfi, Wakil Kepala Bagian Personalia NETRAL

MATARAM.lombokjournal.com – Produktivitas karyawan bisa diukur dari tingkat kesehatan karyawannya. Karena itu, jaminan layanan kesehatan yang memadai harus menjadi prioritas perhatian perusahaan.

“Semua karyawan, tak terkecuali karyawan borongan (karyawan lepas), masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan,” kata Ahmad Lutfi, Wakil Kepala Bagian Personalia NETRAL, salah satu perusahaan air minum kemasan di Kota Mataram, Sabtu (11/2).

Menurut Lutfi, perusahaan NETRAL menyadari pentingnya jaminan kesehatan bagi karyawannya termasuk keluarganya. Salah satu alasan penting, biaya untuk perawatan kesehatan termasuk item pengeluaran yang besar dalam belanja keluarga karyawannya.

Dengan adanya program BPJS Kesehatan, masalah yang selama ini menjadi momok bila seorang karyawan sakit, bisa teratasi.  Dengan menjadikan karyawannya sebagai peserta BJS Kesehatan, minan bila karyawan sakit pihak perusahaan maupun karyawan tidak perlu memikirkan biaya pengobatan.

“Memang benar, kalau karyawan sakit masih memikirkan biaya pengobatan, sakitnya bisa bertambah,” tutur Lutfi.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Mataram, mengapresiasi perusahaan air minum kemasan NETRAL yang sangat peduli memperhatikan sekaligus memenuhi kewajiban kepesertaan karyawannya dalam rogram jaminan kesehatan. Sekitar 250 karyawan, mulai karyawan tetap, pekerja borongan maupun sales, sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Tahun 2016, BPJS Kesehatan Cabang Mataram memberi penghargaan “ “Top 2 Best Company” atas kepeduliannya pada jaminan kesehatan karyawannya. Penghargaan itu diberikan pada bulan Agustus 2016. Kriteria penerima penghargaan itu meliputi konsistensinya dalam membayar iuran jaminan kesehatan, dan jumlah peserta.

Tiap karyawan hanya membayar 1 persen yang dipotong dari gajinya.  Bagi yang menerima gaji mulai dari ketentuan UMP (Upah Minimum Provinsi) sampai Rp4 juta menjadi peserta kelas II.  Dan untuk yang menerima gaji Rp4 juta ke atas masuk peserta kelas I.  Perusahaan mensubsidi sebesar 4 persen yang dibayarkan ke BPJS Cabang Mataram.

“NETRAL konsisten memenuhi kewajiban program jaminan kesehatan karyawan. Lumayan besar yang mengikuti program BPJS, sekitar 250 karyawan  kami masukkan sebagai peserta,” ujar Lutfi.  Kalau karyawan sakit, BPJS Kesehatan menanggung seluruh biaya.

Memang, kadang-kadang dikeluhkan ada dokter mitra BPJS yang sering tidak praktik, atau libur pada hari dan jam yang mestinya melayani pasiennya.

“Keluhan ini sudah disampaikan ke pihak BPJS. Dan respon BPJS sangat bagus, langsung menyurati dokter atau rumah sakit yang menjadi mitranya,” jelas Lutfi.

Rr (Adv)




Mengerti Manfaat Sebagai Peserta BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan saat ini marak dibahas dan dibicarakan masyarakat. Program penjamin kesehatan masyarakat yang berasal dari pemerintah ini memang dinilai memberikan alternatif atau solusi lain bagi masyarakat agar bisa hidup sehat selalu.

MATARAM.lombokjournal.com

BPJS Kesehatan yang hadir sejak 1 Januari 2014, diluncurkan pemerintah untuk membawa angin segar bagi masyarakat, khusunya dalam penanganan kesehatan. Sejak pertama hadir, BPJS Kesehatan langsung menjadi pilihan favorit masyarakat. Beberapa hari setelah peluncuran, kantor BPJS langsung kebanjiran pendaftar.

Dalam mengantisipasi animo masyarakat yang luar biasa ini, maka kemudian pemerintah membuka beberapa kantor cabang BPJS di beberapa kota besar di Indonesia.

Animo yang besar itu bisa dipahami. Selama ini, biaya terbesar yang dikeluarkan masyarakat (dan sering tak terduga) adalah biaya perawatan kesehatan. Hadirnya BPJS memberi solusi untuk mengatasi kecemasan masyarakat (terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi masih lemah) selama ini, sebab ketika sakit masyarakat menganggap biaya pengobatan sering tak terjangkau.

Apa Manfaat Peserta BPJS Kesehatan?

Biaya kesehatan yang melambung membuat kesehatan menjadi hal yang ‘mewah’. Asuransi kesehatan yang ditawarkan perusahaan swasta tentu terlalu mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia. Saat BPJS Kesehatan hadir, masyarakat menemukan jalan keluar.

Mari kita memahami, apa saja kelebihan BPJS Kesehatan.

  • Murah
    BPJS Kesehatan adalah biaya atau iuran yang murah meriah. Meskipun murah, bukan berarti layanan bagi peserta jadi ‘murahan’. Iuran pada BPJS Kesehatan terbilang murah (informasi biaya atau iuran peserta bisa diperoleh dari kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat). Dengan iuran yang terjangkau rata-rata  masyarakat seseorang bisa mendapat layanan atau perlindungan kesehatan dari pemeriksaan, rawat inap, pembedahan, obat dan lain sebagainya secara cuma-cuma. Bahkan cuci darah dan biaya persalinan bisa didapat oleh peserta dengan gratis.
  • Wajib
    BPJS Kesehatan yang diselenggarakan langsung dari pemerintah atau negara ini memang sebuah program yang diwajibkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kenapa wajib? Karena ini Undang-Undang dan peraturan pemerintah mengatur kewajiban ini. Seseorang ikut asuransi swasta maka Anda juga diharuskan juga mendaftar asuransi BPJS kesehatan.
  • Tanpa Medical Check Up
    Bila mendaftar pada asuransi kesehatan swasta, Anda dikenai medical check up terlebih dahulu. Bila terkena penyakit kritis dan sudah berumur di atas 40 tahun, maka premi Anda makin mahal. Kemungkinan terburuk, pengajuan polis yang ditolak sangat mungkin terjadi. Namun, bila mendaftar BPJS, di umur berapa pun Anda boleh mendaftar dan tanpa adanya medical check up bahkan bayi yang masih dalam kandungan saja bisa di daftarkan.
  • Dijamin Seumur Hidup
    Hanya BPJS yang berani menanggung proteksi peserta hingga seumur hidup. Sedang asuransi swasta hanya bisa melindungi pesertanya maksimal pada usia 100 tahun, itu pun belum ada orang yang memberikan testimoni atau kabar ada asuransi yang berani menanggung hingga umur 100 tahun.
  • Tidak Ada Pengecualian
    BPJS Kesehatan adalah tidak adanya pengecualian. Dalam pendaftaran asuransi swasta, seseorang yang terkena penyakit kronis akan ditolak. Kalaupun diterima, premi yang dibebankan sangat mahal. Klaim dana bisa jadi sangat sulit ketika Anda dianggap melakukan pembohongan saat mendaftar. Nah, di BPJS Anda bisa mendaftar tanpa ada ditanyakan penyakit yang tengah diderita.
  • Saat ini, dengan maraknya para pendaftar BPJS Kesehatan, menjadi bukti bahwa BPJS menyimpan banyak kelebihan.

Masyarakat perlu memahami kelebihan atau manfaat menjadi peserta BPJS. Meski demikian, masyarakat juga perlu mengetahui beberapa hal terkait pengobatan selaku peserta BPJS.

Berikut beberapa hal yang kadang-kadang masyarakat merasa ‘kurang nyaman’ bila berobat selaku peserta BPJS Kesehatan, misalnya;

  • Metode Berjenjang
    Di BPJS, di luar keadaan darurat, peserta diharuskan memeriksakan penyakitnya ke faskes 1 terlebih dahulu. Faskes 1 ini sendiri berupa puskesmas atau klinik. Setelah dari di faskes 1 dan pasien memang dirasa harus ke rumah sakit, maka pasien atau peserta BPJS baru bisa ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Di asuransi lain, Anda bisa langsung memeriksakan sakit ke rumah sakit yang sudah bekerja sama.
  • Hanya Indonesia
    Layanan kesehatan BPJS memang hanya bisa melindungi diri di wilayah Indonesia saja. Berbeda dengan asuransi swasta yang bisa memproteksi kesehatan pesertanya di rumah sakit yang bekerja sama hingga di seluruh dunia.
  • Antri
    Untuk mendaftar atau melakukan pengubahan data di kantor BPJS, harus bersiap antri. Selain melakukan perubahan data, ketika peserta berobat ke rumah sakit, peserta juga harus antri.

Selain yang disebutkan itu, kadang-kadang masyarakat mengeluh karena jarang dapat kesempatan fasilitas kelas 1, meski menjadi peserta kelas 1.

Namun dari tahun ke tahun, BPJS Kesehatan terus menerus melakukan perbaikan sistem layanan bagi pesertanya. Dengan mengetahui informasi ini masyarakat bisa lebih bijak untuk menentukan pilihan asuransi yang akan Anda gunakan untuk melindungi atau memproteksi kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Rr (Adv)

Sumber: BPJS Kesehatan




Lombok Sumbawa Great Sale, Hunian Hotel Kota Capai 80 Persen

Bulan diskon pariwisata, Lombok Sumbawa Great Sale 2017, yang sudah berjalan memasuki pekan kedua, ternyata mampu mendongkrak tingkat hunian kamar hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM.lombokjournal.com – Promosi yang dilakukann terkait Lombok Sumbawa Great Sale ternnyata berhasil  mendongkrak hunian hotel di Mataram.  “ini sudah mendongkrak tingkat hunian hotel khususnya di Kota,” kata Ketua Assosiasi Hotel Mataram (AHM) Ernanda Agung, dalam rapat evaluasi Lombok Sumbawa Great Sale 2017, Jumat (9/2) di Hotel Fave Mataram.

Menurut Ernanda, pengaruh positif dengan Great Sale ini dirasakan pada tingkat hunian di akhir pekan, untuk city hotel di Mataram. Tingkat hunian yang biasanya 40-50 persen di musim low season, tapi sejak Great Sale menjadi 80-85 persen.

“Jadi event Great Sale ini cukup membantu city hotel, terutama di saat musim low season seperti bulan-bulan ini,”katanya.

Rapat evaluasi Great Sale Lombok Sumbawa 2017, dihadiri Assisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar RI, Lokot Ahmad Enda, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, Ketua Badan Promosi Pariwisata NTB, Affan Ahmad, Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi Faisal, dan GM Lombok City Center Mall, Daniel B Kristiawan.

Dalam rapat itu terungkap, event Lombok Sumbawa Great Sale yang digelar 1-28 Februari ini, juga mampu meningkatkan omzet rumah makan dan outlet souvenir di Lombok, NTB hingga 25 persen.

“Dalam sepekan terakhir, unit usaha yang ada di Lombok City Center (LCC) Mall, juga merasakan dampak great sale ini,” kata  GM Lombok City Center Mall, Daniel B Kristiawan.

Menurut Daniel, event Great Sale cukup membantu di saat low season seperti sekarang ini untuk menarik kunjungan wisata ke NTB.

“Analisa kami, setiap tahun itu ada dua kali musim low season, yakni di bulanFebruari dan di bulan Agustus.Februari biasanya paling parah, namun dengan Great Sale ini saya pikir cukup membantu,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, rapat evaluasi dilakukan untuk mengetahui dampak positif Great Sale yang sudah berjalan memasuki pekan kedua ini.

“Target kita selama great sale ini, bisa mendatangkan minimal 3 juta wisatawan, dengan target uang berputar yang dibelanjakan minimal Rp18 Miliar. Dan baru satu pekan lebih berjalan ternyata sambutannya positif, sehingga kami yakin bisa mencapai target,” katanya.

Gra

 




24 Kapal Pesiar akan Singgah di Lombok

Sedikitnya 24 unit kapal pesiar jenis cruise akan singgah di Lombok melalui pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, sepanjang tahun 2017 ini. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu yang tercatat sebanyak 18 cruise.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sepanjang tahun 2017  sebanyak 24 kapal pesiar jenis cruise sudah konfirm  akan singgah di Lombok lewat pelabuhan Lembar.  “Penumpangnya akan menikmati one day trip di sejumlah destinasi di Lombok khususnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, Jumat (10/2) di Mataram.

Faozal mengatakan, cruise dari negara-negara eropa dan juga singapura itu umumnya berkapasitas 3000-5000 penumpang, sehingga potensi kunjungan wisatawan mancanegara yang tercatat melalui kedatangan cruise tersebut bisa mencapai lebih dari 50 ribu wisatawan.

Selain berwisata sehari menggunakan fasilitas paket wisata yang dikelola travel agent di Lombok, para wisatawan penumpang kapal juga akan disuguhi berbagai atraksi seni dan budaya yang disediakan Dinas Pariwisata NTB di sejumlah lokasi.

“Wisatawan akan dijamu dengan atraksi musik dan tari tradisional, kami sediakan di Museum Negeri NTB dan Taman Budaya NTB di Mataram,” katanya.

Sementara itu, GM PT Pelindo III Pelabuhan Lembar, Baharuddin membenarkan adanya jadwal 24 kapal pesiar itu singgah di Lombok melalui pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Iya, tahun ini ada sekitar 24 call yang sudah konfirmasi. Dibanding tahun lalu, ini meningkat karena tahun 2016 hanya ada 18 call,”katanya.

Baharuddin mengatakan, sejak Januari hingga Februari ini tercatat sudah masuk tiga kapal pesiar. Yang terbaru pada Selasa (7/2) lalu, kapal pesiar Volendam berbendera Belanda yang mengangkut sekitar 1.968 orang penumpang dan awak kapal.

“Volendam berbendera Belanda singgah di Lembar Selasa pagi hingga malam. Jadi ribuan penumpang yang merupakan wisatawan dari eropa itu sempat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lombok,” Baharuddin.

Gra