Kuota Haji NTB Tahun Ini 4.476 Orang

Kuota haji dari wilayah yang diberangkatkan tahun 2017 mencapai 4.476 orang

Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Wilayah NTB, Ma’ ad Umar (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com –Hal itu dikatakan Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Wilayah NTB, Ma’ ad Umar. “Tahun ini kuota haji di wilayah Provinsi NTB mencapai 4.476 orang,” jelasnya.

Kuota haji untuk NTB sudah kembali normal. “Tadinya  sebanyak 3.572, kemudian tahun ini  dikembalikan normal  menjadi 4.454 dan ada tambahan sebanyak 12 sehingga jumlahnya menjadi 4.476 orang,” katanya kepada Lombok Journal, Senin (13/3) di Mataram.

Hanya saja, papar Umar, terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji,  sampai saat ini pemerintah belum menetapkan besaran biaya, baik melalui BPIH atau pun ONH.

“Belum ditetapkan biayanya, namun kami dari Kemenag tetap melakukan langkah-langkah persiapannya,” katanya.

Langkah itu antara lain menyiapkan data calon jemaah haji termasuk seluruh lembar setoran awal untuk kemudian dilakukan penertiban paspor jamaah calon haji di pihak Imigrasi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima sudah lebih dari 50 persen paspor yang sudah terbit. Target kami pertengahan April atau akhir April paspor untuk jemaah calon haji kita sudah selesai diterbitkan,” katanya.

Ia menambahkan, jika nantinya pemerintah sudah mengumumkan besaran biaya haji, maka Kemenag akan mengirimkan  data setoran lunas jemaah calon haji asal NTB, untuk bisa diterbitkan visanya.

AYA

 




Ribuan Permohonan Paspor Calon TKI Ditunda

MATARAM.lombokjournal.com — Selain 85 permohonan paspor calon TKI yang ditolak, secara nasional berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian Dirjen Imigrasi, Kemenkumham RI, tercatat 1.167 permohonan paspor yang ditolak di 59 Kantor Imigrasi di sejumlah Provinsi di Indonesia untuk periode Januari hingga Maret.

Penolakan pemberian Paspor RI oleh kantor Imigrasi dengan alasan akan bekerja di luar negeri tanpa dilengkapi oleh dokumen/perizinan yang sah atau non prosedural.

Kantor Imigrasi Mataram termasuk kedua  tertinggi mencapai 85 kasus. Kanim Batam tercatat paling tinggi 118 kasus, disusul Kanim Kediri 70 kasus,  Kanim Jember 63 kasus,  Kanim Wonosobo 61 kasus, Kanim Cilacap 53 kasus, Kanim Blitar 47 kasus,  Kanim Polewali Mandar 43 kasus, Kanim Pamekasan 42 kasus, Kanim Cirebon 31 kasus, dan sejumlah Kanim lain yang rata-rata dibawah 10 kasus.

Kepala Divisi Humas Kementerian Hukum dan HAM RI, Efendy BP menjelaskan, penolakan permohonan paspor itu dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir praktik pemberangkatan TKI ilegal atau non prosedural ke luar negeri.

“Ditolak, karena persyaratan menjadi TKI kurang. Ini sifatnya penundaan, jadi yang bersangkutan harus melengkapi syarat TKI. Ini dilakukan untuk mencegah TKI non prosedural,” kata Efendy, Kamis (9/3) saat berkunjung ke kantor Imigrasi Mataram.

Menurut Efendy, tindakan itu juga dilakukan demi keamanan dan keselamatan kerja para TKI di luar negeri, agar mereka tidak menemi kesulitan dan masalah saat berada di negara tujuan.

“Ya harus dipahamilah, kan harus lengkap dulu semua syarat baru bisa diproses. Prinsip kami tidak akan ada larangan bagi siapapun untuk keluar negeri , tapi untuk yang bekerja ke luar negeri harus melengkapi persyaratan yang ada agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tukasnya.

YAT




Imigrasi Tolak Pembuatan 85 Paspor Calon TKI

Kantor Imigrasi Mataram menolak sedikitnya 85 permohonan pembuatan paspor RI untuk keperluan calon TKI asal NTB, sepanjang Januari hingga awal Maret.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak 85 permohonan pembuatan paspor yang ditolakdengan alasan tidak lengkapnya persyaratan. “sehingga diduga untuk menjadi TKI illegal atau TKI non prosedural,” kata Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Romi Yudianto, Kamis (9/3) di Mataram.

Menurut Romi, 85 orang yang ditolak pembuatan paspornya adalah warga Indonesia asal Lombok, NTB yang memohon paspor ke luar negeri dalam rangka bekerja.

Namun dalam tahap wawancara keimigrasian, diketahui mereka tidak melalui prosedur yang ditetapkan peraturan undang-undang, karena ternyata persyaratan untuk jadi TKI yang dibawa tidak lengkap.

“Seperti tidak menyertakan rekomendasi Dinas Tenaga Kerja, BP3TKI, selain dokumen identitas untuk membuat paspor,” katanya.

Romi menjelaskan, pembuatan paspor di Imigrasi saat ini memang diperketat untuk mencegah praktek TKI ilegal atau non prosedural. Salah satu motif berangkat ke luar negeri akan didalami pada tahap wawancara.

“Kalau ternyata mereka mau jadi TKI, dan nyatanya dokumen tidak lengkap, maka permohonan paspor kami tolak. Tindakan ini untuk mencegah TKI illegal, lebih baik mencegah daripada menangani (kasus TKI Ilegal), ” katanya.

BACA : Ribuan Permohonan Paspor Calon TKI Ditunda

YAT




Festival Desa Inovatif, Menggelar Inovasi Di Desa NTB

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar Festival Desa Inovatif, yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan inovasi yang tumbuh dan berkembang di Desa-Desa yang ada di NTB

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dukcapil NTB, Rusman. (foto: Yat)

MATARAM.lombokjournal.com  —  Festival Desa Inovatif akan digelar di Taman Budaya NTB di Kota Mataram, pada 30-31 Maret 2017 mendatang.

Festival tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi guna mendorong kemajuan pembangunan di desa, menuju NTB sebagai destinasi wisata pengetahuan dan inovasi di tanah air.

“Festival Desa Inovatif ini lahir dari hasil diagnosa yang dilakukan oleh pelaku program Generasi sehat dan cerdas di beberapa wilayah di NTB, ” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas PMPD-Dukcapil) Provinsi NTB, Rusman, Kamis (9/3) di Mataram.

Menurut Rusman, berdasarkan diagnosa ternyata banyak ditemukan kegiatan-kegiatan inovatif yang dilakukan atas inisiatif masyarakat.  Termasuk Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten terutama inovasi dalam mengembangkan kegiatan Pelayanan Sosial Dasar (PsD) pendidikan dan kesehatan.

“Meski begitu, kegiatan-kegiatan tersebut (yang inovatif) hanya berseliweran di desa-desa, atau bahkan hanya di benak para pelakunya, belum diketahui oleh khalayak, karena belum dikelola dengan baik,” katanya.

Melihat potensi tersebut, Pemprov NTB melalui Dinas PMPD-Dukcapil, bekerjasama dengan Generasi, mencoba mengembangkan sebuah model pengelolaan inovasi yang ada.

Festival Desa Inovatif, papar Rusman,  merupakan tahapan kegiatan yang tak terpisahkan dari atas model pengelolaan pengetahuan dan inovasi yang coba dilakukan ini.

YAT




Jajaki Peluang Ivestasi, Delegasi Bisnis Indonesia-Australia Kunjungi KEK Mandalika

Rombongan delegasi Indonesia Australia Bussiness Week (IABW), Rabu sore (8/3), berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, NTB.

Delegasi Bisnis Indonesia-Australia di KEK Mandalika

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com —  Selain menjajaki peluang investasi, kunjungan delegasi bisnis itu juga menunjukan perhatian pemerintah Australia untuk pengembangan Mandalika sebagai kawasan pariwisata strategis Indonesia.

Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dinilai sebagai lokasi yang sangat bagus, dan ada potensi bagis pebisnis dari Australia berinvestasi.

“Kedutaan Australia di Jakarta akan fokuskan perhatian di Lombok, termasuk untuk meningkatkan standar kawasan pariwisata,” kata Trade Commisioner Kedutaan Besar Australia, Christ Bandie, di KEK Mandalika, Lombok Tengah.

Sekitar 18 orang delegasi IABW terdiri anggota Kedubes Australia, konsultan, dan perwakilan investor, yang berkunjung ke Mandalika, merupakan bagian dari pertemuan IABW yang diselenggarakan di Jakarta 6-10 Maret.

Dalam kunjungan itu, rombongan delegasi IABW bersama jajaran PT ITDC sebagai pengelola kawasan, sempat meninjau sejumlah lokasi potensial di KEK Mandalika, seperti kawasan pantai Kuta Mandalika, kawasan Tanjung Aan, dan bukit Merese.

Menurut Christ, kunjungan ke Mandalika dilakukan agar delegasi bisa lebih mengerti dan mengetahui potensi apa yang ada di KEK Mandalika.

“Selain di Mandalika, mereka juga ingin mengerti lokasi lain di Lombok, apa di tempat lain juga ada untuk lokasi konstruksi atau investasi. Kunjungan ini agar lebih tahu tentang semua di Lombok,” kata Christ.

Direktur Pengembangan ITCD, Edwin Darmasetiawan mengatakan, pertemuan IABW di Jakarta melibatkan lebih dari 100 orang konsultan dan pengusaha Australia, dan sudah mengeksplore beragam peluang investasi di Indonesia.

“Delegasi Australia yang datang ini, mereka sudah beberapa hari di Jakarta untuk mengeskplore peluang investasi di Indonesia, dan tertarik dengan Mandalika,” kata Edwin, saat mendampingi rombongan delegasi di KEK Mandalika.

Menurut Edwin, sebagian besar delegasi merupakan konsultan bisnis dari Australia yang memiliki hubungan dengan investor di Australia. Kunjungan awal itu akan di follow up dengan kunjungan-kunjungan selanjutnya yang akan mengarah pada rencana investasi.

GRA




Mataram Great Sale Dongkrak Tingkat Hunian Hotel

Mataram Great Sale (MGS) 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Mataram bersama Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) 1-31 Maret, sudah berhasil mendongkrak tingkat hunian hotel di Mataram

Yusril Arwan, Ketua BP2KM, Yusril Arwan

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam sepekan terakhir. Tingkat hunian hotel di Mataram tercatat mencapai rate 60 persen. “Ini lumayan meningkat, sebab biasanya di saat low season seperti ini rate hanya 30-40 persen,” kata Ketua BP2KM, Yusril Arwan, Kamis (9/3) di Mataram.

Ia mengatakan, di sejumlah hotel tingkat hunian juga ada yang tercatat penuh dan full booking untuk sepekan ke depan. Misalnya, hotel Grand Inn di Ampenan, Kota Mataram.

Mataram Great Sale 2017 dilaksanakan sepanjang Maret ini, melibatkan sekitar 25 hotel berbintang di Kota Mataram, dengan pemberian diskon khusus berkisar 20 hingga 60 persen dari tarif normal.

Selain hotelier, MGS 2017 juga melibatkan lebih dari 120 tenant dan outlet di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, belasan pusat souvenir, dan lebih dari 100 industri kecil  menengah (IKM) yang ada di Mataram.

Yusril mengatakan, target MGS yang paling utama adalah untuk meningkatkan tingkat hunian hotel di Kota Mataram hingga rata-rata 65 persen sepanjang Maret ini.

“Kami optimis target bisa tercapai, apalagi sepanjang Maret ini banyak juga event yang digelar di Kota Mataram,” katanya.

GRA




OJK NTB Dorong Perbankan Suport UMKM Pariwisata

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama yang bergerak di sektor pariwisata di wilayah NTB akan dapat kemudahan kredit.

Kepala OJK NTB, M Yusri

MATARAM.lombokjournal.com – – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mendorong Perbankan di NTB untuk mensuport dan memberikan kemudahan akses kredit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama yang bergerak di sektor pariwisata di wilayah NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala OJK NTB, M Yusri, kepada wartawan, Rabu (8/3), usai bertemu Wagub NTB, Muhammad Amin di kantor Gubernur NTB.

“Kita punya program kegiatan dengan Perbankan. Kita mengarahkan perbankan NTB di tahun 2017 untuk melakukan pembiayaan UMKM yang ada, khususnya di sektor pariwisata,”kata Yusri.

Menurutnya, program pembiayaan UMKM yang akan diluncurkan pekan depan, akan melibatkan sekitaar 4 ribu pelaku UMKM  ada sektor pariwisata di seluruh NTB.

“Dengan pak Wagub, tadi juga sudah kami sampaikan program ini. Ya kita juga minta arahan agar Pemprov NTB juga bisa mendukung,” katanya.

Yusri menjelaskan, OJK dan Perbankan akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata NTB dan stakeholders terkait dalam program ini.

Keterlibatan perbankan dinilai penting dalam pengembangan UMKM di NTB, terutama dalam hal akses pinjaman modal usaha maupun pengembangan usaha.

Ia menambahkan, 4 ribu UMKM pariwisata yang menjadi sasaran program tahun ini  umumnya bergerak di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan rumah tangga seperti tenun dan lainnya.

“Perbankan sudah berkomitmen dengan OJK bagaimana perbankan ikut mengembangkan sektor pariwisata di NTB. Kami meminta kepada masyarakat agar memanfaatkan perbankan dengan sebaik baiknya,” kata Yusri.

YAT




IWAPI Pastikan Kawal Dian Lestari, Demi Harumnya Nama NTB

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) memastikan akan mengawal perjalanan karir Dian Lestari hingga meraih sukses di ajang kontes Putri Indonesia 2017.

Ketua IWAPI Lombok Barat, Niniek Green bersama Dian Lestari, finalis Putri Indonesia asal NTB.(foto: GRA)

MATARAM.lombokjournal.com – Hal itu dikatakan Ketua DPC IWAPI Lombok Barat, Niniek Green.  “Kami dari IWAPI sudah komit mengawal Dian dalam ajang Putri Indonesia 2017, karena ini potensi yang dimiliki NTB,” kata Niniek, Selasa (7/3), saat mendampingi Dian Lestari di Kantor Dinas Pariwisata NTB.

Niniek menjelaskan, mendampingi dan mensupport Dian Lestari di ajang Putri Indonesia 2017 merupakan panggilan organisasi pengusaha wanita, untuk turut mensukseskan keberhasilan finalis Putri Indonesia itu di tingkat nasional. Kalau Dian berhsil, tentu akan mengharumkan nama NTB.

“Pada ajang serupa tahun lalu, finalisnya kan didampingi EO dan kurang berhasil. Nah, kali ini IWAPI merasa terpanggil, ini juga demi mengharumkan nama NTB,” katanya.

Menurut Niniek, targetnya agar Dian bisa sukses terpilih sebagai Putri Indonesia 2017. Atau setidaknya kiprah Dian dalam ajang tersebut bisa meraih Putri Kepulauan, salah satu kategori Putri Indonesia.

“Kemampuan Dian tidak diragukan dan kami berharap dia bisa terpilih sebagai Putri Indonesia. Minimal bisa meraih Putri Kepulauan,” katanya.

Untuk bisa meraih predikat Putri Kepulauan dalam ajang Putri Indonesia 2017, Dian Lestari butuh dukungan masyarakat luas melalui vote.

Nah disinilah IWAPI bersama Dinas Pariwisata NTB akan mendukung dengan sosialisasi ke masyarakat NTB.  “Kami sangat bangga dan mengapresiasi dukungan Dinas Pariwisata NTB juga,” kata Niniek.

GRA




NTB Akan Promosikan Potensi Investasi ke Timur Tengah

Bulan April, NTB mempromosikan beragam potensi investasi Lombok dan Sumbawa di Abudhabi, Dubai

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) NTB, H Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu provinsi yang diundang dalam pertemuan The Arabian Investor Meeting (AIM), awal April mendatang di Abudhabi, Dubai. Kesempatan itu akan digunakan sebaik-baiknya untuk mempromosikan beragam potensi investasi di Lombok dan Sumbawa.

Provinsi NTB menjadi salah satu dari hanya beberapa provinsi di Indonesia yang diundang dalam AIM, awal April mendatang . “Tentu ini moment yang baik untuk kami mempromosikan potensi investasi di NTB, baik Lombok maupun Sumbawa,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) NTB, H Lalu Gita Aryadi, Selasa  (7/3) di Mataram.

Gita menambahkan, momen kunjungan raja Salman ke Indonesia juga sangat memiliki arti strategis bagi potensi investasi di NTB.

Meski secara formal, Raja Salman dan rombongan berlibur ke Bali, namun menurut Gita Aryadi, sejumlah tim rombongan juga berkunjung ke Lombok dan bertemu dengan Gubernur NTB, M Zainul Majdi.

Dalam pertemuan dengan tim rombongan raja Salman, akhir pekan lalu, Gubernur NTB, M Zainul Majdi juga menawarkan kawasan moslem friendly di KEK Mandalika.

“Mereka (Tim rombongan Salman) tanya dimana lokasi potensi investasi untuk resort, dan pak Gubernur kasih pemaparan di KEK Mandalika, disana sudah ada lokasi yang disiapkan, dan investor juga bisa dapat banyak kemudahan-kemudahan investasi,” kata Gita Aryadi.

Beberapa kemudahan yang ada di KEK Mandalika antara lain, kesiapan lahan, dan kemudahan perizinan satu pintu melalui administrator KEK. Pemprov NTB juga memberi keringanan pajak investasi hingga potongan 50 persen.

“Tim rombongan juga sempat meninjau lokasi di KEK Mandalika. Ya harapan kami di NTB kunjungan Raja Salman ini bisa membuat minat investasi Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya ke NTB, jadi bukan hanya investasi di bidang Migas saja tetapi juga investasi di bidang pariwisata dan lainnya,” katanya.

GRA




Target Produksi Padi NTB Meningkat Jadi 2,5 Juta Ton

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi mengatakan, NTB menargetkan  produksi 2,5 juta ton padi gabah kering panen (GKP) sepanjang tahun 2017 ini.

Target tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar 2,4 juta ton GKP. Husnul mengatakan, saat ini para petani di NTB mulai melakukan panen tanaman padi di bulan Maret.

“Realisasi produksi pada Maret baru mencapai 1.500 ton. Tapi kami optimistis target tahun ini  bisa dipenuhi pada masa tanam di musim kemarau mendatang,” katanya, Selasa (7/3) di Mataram.

Menurutnya, harga Gabah Kering Panen (GKP) dari petani kepada pengusaha saat ini berkisar di angka Rp 2.200 per kilogram (kg) hingga  2.500 per kg. Angka tersebut masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berada di angka Rp 3.700 per kg.

“Oleh karena itu Pemprov meminta Divisi Regional Bulog NTB untuk segera memanfaatkan masa awal panen ini agar tidak dimanfaatkan pada spekulan yang membeli harga di bawah HPP,” katanya.

GRA