Wagub NTB: Jangan Ada Lagi Pemadaman Listrik

Wagub Amin meminta agar jangan ada lagi pemadaman listrik PLN di wilayah NTB, apalagi dengan alasan kekurangan daya.

LOMBOK BARAT .lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengapresiasi kinerja PLN yang terus melakukan peningkatan sistem kelistrikan di NTB.  Dengan daya mampu PLN NTB yang mencapai 318 MW dengan cadangan mencapai 61 MW, tak boleh lagi ada pemadaman listrik PLN di wilayah NTB, apalagi dengan alasan kekurangan daya.

“Jangan ada lagi pemadaman karena kurang daya. Ya kalau padam karena ada pemeliharaan atau kerusakan atau akibat gangguan bencana ya bisa dimaklumi,” kata Wagub Muhammad Amin, Sabtu (18/3) usai konferensi video peresmian MPP Jeranjang di Lombok Barat.

Amin mengatakan, kemampuan daya PLN saat ini akan menjadi katalisator yang baik bagi iklim investasi di wilayah NTB yang saat ini tengah bergiat membangun sektor pariwisata.

“Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dibutuhkan selain air dan jalan. Jadi dengan kesiapan listrik saat ini, kita punya cadangan 61 MW saya pikir NTB siap menerima kehadiran investor lebih banyak lagi,” katanya.

Ketersediaan listrik ini, menurut Amin, akan mengimbangi angka pertumbuhan industri pariwisata di NTB yang rata-rata mencapai 21 persen pertahun.

GRA




Rasio Kelistrikan di NTB Meningkat Jadi 77 Persen

Meski masih di bawah angka rata-rata nasional, namun rasio kelistrikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat  meningkat dari 73,83 persen di tahun 2015 menjadi 77,68 persen di tahun 2016.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Ada peningkatan rasio kelistrikan cukup baik di NTB dari 73,83 persen menjadi 77,68 persen. “Tapi memang masih dibawah rata-rata nasional yang mencapai lebih dari 80 persen,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, Sabtu (18/3) usai konferensi video peresmian MPP PLN Jeranjang di Lombok Barat.

Rasio kelistrikan merupakan prosentase masyarakat pelanggan listrik PLN dibanding jumlah penduduk di suatu daerah, yang menggambarkan seberapa luas masyarakat di daerah itu sudah bisa mengakses listrik PLN.

Machrizon menjelaskan, peningkatan rasio terjadi karena kemampuan daya PLN di wilayah NTB terus ditingkatkan, salah satunya dengan program 35 ribu MW listrik nasional dimana NTB mendapat jatah sekitar 500 MW hingga 2019 mendatang.

Ia menambahkan, hingga awal tahun 2017 ini tercatat pelanggan PLN di wilayah NTB mencapai 1,1 juta pelanggan, tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa. Saat ini, paparnya, dengan bertambah pasokan daya sebesar 50 MW dari MPP Jeranjang, maka kapasitas daya mampu PLN untuk wilayah NTB mencapai 318 MW, di mana beban puncak rata-rata berkisar 257 MW. “Kita masih memiliki cadangan sekitar 61 MW atau sekitar sepertiga dari beban puncak rata-rata,” katanya.

GRA




MPP PLN di Jeranjang Diresmikan Presiden

Mobile Power Plant (MPP) PLN berkapasitas 2×25 MW di Dusun Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Sabtu (18/3) menjadi salah satu dari MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Seremoni persemian 8 unit MPP tersebar dengan total kapasitas 500 MW dan 9 infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat, dipusatkan di lokasi MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

Sementara di lokasi MPP Jeranjang, Lombok Barat, proses peresmian disaksikan melalui konferensi video langsung, yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, didampingi  General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat, Mukhtar, dan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama,serta masyarakat sekitar kawasan.

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri menjelaskan, kehadiran MPP Jeranjang sebesar 2 x 25 MW berdampak positif pada keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.

“Saat ini kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 318 MW dengan beban puncak mencapai 257 MW. Sehingga saat ini Pulau Lombok mengalami cadangan daya sebesar 61 MW,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan daya yang cukup besar ini dapat mendorong peningkatan investasi di Pulau Lombok. Mengingat Lombok adalah salah satu destinasi favorit wisatawan  baik asing maupun domestik.

Sehingga infrastruktur kelistrikan sangatlah penting untuk menarik investor. Investor tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Lombok, karena listrik di NTB sudah siap,” kata Machrizon.

Delapan unit MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu siang (18/3) antara lain:

  1. MPP Jeranjang- Lombok, kapasitas ( 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.
  2. MPP Air Anyir- Bangka, kapasitas (2×25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016
  3. MPP Tarahan – lampung (4×25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016
  4. MPP Nias (1×25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016
  5. MPP balai Pungut-Riau, kapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016
  6. MPP Suge- belitung (1×25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016
  7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016.
  8. MPP Pontianak kapasitas (4×25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalu penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak di groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu.

“Pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari 8 triliun rupiah. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW,”kata Machrizon.

GRA

 




Wagub; Perawat Ujung Tombak Kesehatan

Selain dokter dan bidan, perawat menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com — Wagub Amin meminta agar momentum hari peringatan PPNI tahun ini harus bisa dijadikan sebagai ajang Introspeksi dan evaluasi bagi PPNI, “Perawat juga ujung tombak kesehatan, terutama di sejumlah unit layanan kesehatan vital seperti puskesmas dan rumah sakit,” katanya, hari Jum’at (17/03)

Wagub mengatakan, salah satu tolak ukur keberhasilan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat adalah kualitas pelayanan tenaga medis kepada masyarakat. “Termasuk sejauh mana perawat kita memberikan kualitas pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu,  diharapkannya agar seluruh perawat khususnya di wilayah NTB, terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya, guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di bidang pelayanan kesehatan.

“Kualitas Pelayanan yang baik ditambah kompetensi yang bagus, menjadi bagian penting bagi perawat dalam rangka meningkatkan derajat dan kualitas hidup masyarakat” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB,  Panca Yunita mengatakan, pihaknya  terus berupaya mendukung program pemerintah meningkat kualitas dan derajat kesehatan masyarakat di NTB.

“Baik melalui peningkatan kemampuan dan kompetensi tenaga perawat yang ada maupun penyeberangan tenaga medis secara merata terutama darah terpencil dan pedesaan,” katanya.

Dipaparkan, saat ini jumlah perawat di NTB yang tersebardi seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta termasuk klinik di 10 daerah Kota/Kabupaten sewilayah NTB mencapai 104.318 orang perawat.

AYA




Perut Bayi 10 Bulan Diduga Mengandung Janin

Seorang bayi 10 bulan berinisial MAZ, dirawat di RSUD Provinsi NTB dengan dugaan “Fetus in Fetu” atau mengandung janin di dalam perutnya.

MATARAM.lombokjournal.com —  Direktur RSUD Provinsi NTB, Dr H Lalu Hamzi Fikri, dalam keterangan pers, Jumat sore (17/3) di Mataram menjelaskan, bayi MAZ dirawat di RSUD Provinsi NTB sejak 11 Maret setelah dirujuk dari RSUD Selong, Lombok Timur dengan keluhan mengalami pembengkakan di bagian perut.

Fetus in Fetu; kelainan sejak lahir, bayi yang mestinya lahir kembar

Pada 15 Maret, hasil pemeriksaan yang dilakukan melalui CT scan dan foto radiologi ditemukan sesuatu yang ganjil. “Dalam perut bayi itu temukan cairan dan massa atau benda asing di dalam perut bayi, secara visual mirip janin tapi sudah tidak bergerak,” katanya.

Menurut Hamzi, untuk memastikan dugaan dan menangani kasus tersebut pihak RSUD Provinsi NTB sudah membentuk sebuah tim terdiri dari 5 orang dokter spesialis, antara lain ahli kandungan, ahli bedah, ahli radiologi, dan anastesi.

“Saat ini tim dokter masih bekerja. Untuk melakukan langkah pembedahan dan pengangkatan benda asing itu kami masih memastikan dulu kondisi bayi agar benar-benar stabil,”katanya.

Bayi MAZ merupakan anak pasangan Usman (50) dan Asmani (45), warga Desa Letok,Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB.

Hamzi mengatakan, MAZ dirawat di RSUD Provinsi NTB menggunakan BPJS mandiri, sehingga seluruh proses perawatan dan biaya-biaya akan ditanggung BPJS.

“Tapi kita belum bisa pastikan, apakah benar ini kasus Fetus in Fetu, atau ada penyebab lain,”katanya.

Sementara itu, dokter spesialis kandungan yang juga anggota tim dokter RSUD Provinsi NTB, H Agus Rusdi Hamid SpOG, menjelaskan, dari hasil CT scan dan foto radiologi terhadap bayi MAZ, terlihat massa atau benda asing berbentuk mirip janin di dalam perutnya.

“Teknisnya saat membaca hasil foto scan memang harus digambarkan kemiripannya, ini kebetulan mirip janin,”katanya.

Agus menjelaskan, secara medis  tumbuhnya janin di dalam bayi bisa terjadi dengan istilah medis Fetus in Fetu.

Fetus in Fetu menurutnya merupakan kelainan sejak lahir, dimana seharusnya bayiitu kembar, namun kembarannya justru tumbuh di salah satu organ tubuh bayi bersangkutan.

“Tapi Fetus in Fetu ini tergolong kasus yang langka karena selama ini baru 200 kasus dilaporkan di seluruh dunia. Jadi untuk memastikan harus menunggu hasil pembedahan,” katanya.

Berdasarkan standar kesehatan, papar dia, rumah sakit baru bisa memastikan benda asing yang ada dalam tubuh seseorang setelah dilakukan pemeriksaan pasca pembedahan dan pengangkatan.

“Setelah pengangkatan maka benda asing itu akan diperiksa lagi, apakah memang benar merupakan janin kembarannya, atau tumbuh dari organ lainnya,” katanya.

Untuk kasus yang diderita MAZ , Agus menjelaskan, tim dokter masih melakukan observasi dan menunggu kondisi bayi stabil sebelum melakukan pembedahan.

GRA




Festival Rakyat Bangsal Menggawe, 11 Seniman Berkarya Bersama Masyarakat

BANGSAL MENGGAWE, salah satu program utama Komunitas Pasir Putih (Yayasan Pasir Putih) yang digagas sebagai acara tahunan sejak tahun 2016, menjadi sarana warga masyarakat di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, menyalurkan ekspresi kulturalnya dalam bentuk Pesta Rakyat.

LOMBOK UTARA — lombokjournal.com

Bangsal Menggawe tahun 2017 akan di selenggarakan di Pelabuhan Bangsal, tanggal 2 April, di Pelabuhan Bangsal mengangkat tema Siq-Siq O Bungkuk. Tema ini di angkat untuk meningkatkan toleransi dan kebersamaan antar warga Pemenang yang memiliki 3 kepercayaan; Islam, Hindu dan Budha.

Dalam siaran pers Yayasan Pasir Putih yang diterima Lombok Journal dijelaskan, Pelabuhan Bangsal dipilih sebagai latar kegiatan karena pelabuhan tersebut menghubungkan narasi dan memori kolektif warga tentang kultur kehidupanya di Pemenang.

Ada banyak kegiatan dari komunitas-komunitas lokal yang masih hidup hingga sekarang di Pemenang, dan semuanya bermula di Pelabuhan Bangsal. Meskipun digagas oleh  Komunitas Pasir Putih, namun Bangsal Menggawe atau Pesta Rakyat Bangsal Menggawe merupakan milik seluruh warga dan penduduk yang ada di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Komunitas Pasir Putih bekerjasama dengan berbagai komunitas lokal lainnya yang ada di Pemenang, serta dengan berbagai lembaga pemerintahan daerah, menjadi fasilitator demi terselenggaranya pesta rakyat tahunan tersebut.

Bangsal Menggawe tahun ini mengundang 11 seniman untuk residensi selama 1 bulan. YakniHaji Muzahar (pelukis), Zakaria (PenariRudat), Ryan Riyadia ka The Popo (senimanjalanan/street artist), Serrum (perupa), Hamdani (Seniman Video), NiaAgustina (Penari), Fatih Kudus Jaelani (Penulis), Irawita (Aktor), Daniel Emet (Street Artist), Citra Sasmita (Pelukis).

11 seniman tersebut akan berkolaborasi membuat karya seni dengan warga Pemenang.

Semua seniman dengan warga sudah mulai menggarap karya mereka seperti Irawita menggali potensi perempuan lewat teater pemberdayaan, citra Sasmita meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat dengan membuka kelas kursus bahasa inggris dan karya wayang Kasunda.

Kegiatan Teater Pemberdayaan di Gedung Tempat Evakuasi Seniman (TES) bersama warga Dusun KarangPangsor, oleh seniman teater Irawita

Ada yang menarik bagi wisatawan, yaitu Daniel Emet. Ia menyedot perhatian wisatawan menggunakan cidomo melalui lomba cidomoh hias. Sedang penyair muda Fatih Kudus Jaelani, melakukan  deklarasi Persatuan Pemuda Pemenang melalui buku pemuda Pemenang dan instalasi bola harapan. Tak ketinggalan tokoh seniman Pemenang, Zakaria dengan Tari Rudat masal bersama warga Pemenang.

Demikian pula Hamdani memetakkan potensi warga Pemenang dengan Karyanya 30 hari Pemenang di dalam bingkai kamera. Seorang penari, Nia Agustina melakukan kolaborasi tarian tiga agama. Haji Muzahar dengan lukisan yang mengilustrasikan Siq-Siq o Bungkuk sebagai rasa toleransi dan kebersamaan masyarakat Pemenang. Ryan Ryadi dengan street art bersama warga dan Serrum dengan projek pasar Ilmu melalui FGD (Focus Group Discussion).

Karya seni tersebut akan dipertunjukkan/dipamerkan pada hari puncak Bangsal Menggawe tahun ini.

Ka-eS

 




Arus Logistik Masih Aman

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia mengatakan, arus logistik yang masuk ke wilayah NTB melalui pelabuhan Lembar, Lombok Barat, masih aman.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.om —  “Arus logistik tetap lancar. Jadi masih aman, tidak terganggu dengan kerusakan dermaga Padangbai,”kata Bayu, Jumat (17/3) di Mataram.

Menurut dia, meski trip kapal di rute Lembar-Padangbai dikurangi akibat kerusakan dermaga II Padangbai yang masih diperbaiki, namun kendaraan bermuatan logistik dan komiditi mendesak tetap menjadi prioritas pemberangkatan.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan NTB,  Hj Putu Selly Andayani mengatakan, ketersediaan stok logistik di NTB secara umum masih aman.

“Stok kita di NTB masih aman sampai satu minggu ke depan,” katanya.

AYA




Dishub NTB Minta Percepatan Perbaikan Dermaga Padangbai

Kerusakan dermaga II pelabuhan Padangbai, Bali, belum berdampak signifikan pada arus logistik ke wilayah NTB melalui pelabuhan Lembar.

Kadishub NTB, Lalu Bayu Windia (foto : AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Namun, perbaikan dermaga II Padangbai tetap perlu dipercepat untuk mencegah menumpuknya antrian kendaraan di pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Kami sudah diminta pak Gubernur untuk bersurat ke Kementerian Perhubungan agar perbaikan dermaga Padangbai bisa dipercepat,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia, Jumat (17/3) di Mataram.

Bayu mengatakan, berdasar pantauan tim Dishub NTB hingga Jumat pagi, masih terjadi antrian kendaraan terutama roda empat di pelabuhan penyeberangan Lembar.

Kendaraan yang sebagian besar berjenis truk tersebut, sedianya hendak menyeberang ke Bali, tapi pemberangkatan tertunda lantaran trip kapal Lembar-Padangbai terganggu akibat kerusakan di dermagaII Padangbai.

“Masih banyak kendaraan yang ada di pelabuhan saat ini, terutama yang roda empat,”katanya.

Bayu mengatakan, informasi dari ASDP Lembar memperkirakan perbaikan dermaga II Padangbai membutuhkan waktu 7sampai 10 hari ke depan.

BACA : Arus Logistik Masih Aman

AYA




Akhir Maret, Disperindag Gelar Pasar Murah

Dinas iPerindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram  bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, bakal menggelar Pasar Murah dalam rangka menyambut hari raya Nyepi, akhir Maret mendatang.

MATARAM.lombokjournal.com — Pasar murah akan digelar untuk meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhannya. “Khususnya yang akan merayakan Nyepi, menyusul naiknya harga sejumlah bahan pokok saat ini,” kata Kepala Disperindag Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, Kamis (16/3) di Mataram.

Menurutnya, lokasi pasar murah akan digelar di kompleks taman Mayura, Cakranegara.

Dalam gelaran pasar murah itu, masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga jual relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran umum. Sebab dalam pasar murah, harga barang yang dijual disesuaikan dengan harga distributor.

“Sedikitnya ada 20 distributor yang akan ambil bagian dalam pasar murah nanti, sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhannya dengan harga distributor,” katanya.

Selain distributor sembako yang menyediakan bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, pasar murah juga akan melibatkan distributor sayur dan buah-buahan, serta produk UMKM.

AYA




Atasi Hoax, Samalas Institute Gelar Diskusi Publik

Samalas Institute menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Media menghadapi Hoax demi keutuhan NKRI”, Kamis (16/3) di Aula MAN 2 Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com — Kegiatan yang melibatkan sejumlah pelajar, mahasiswa dan pelaku media itu, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur, H Imhal.

“Masyarakat hendaknya mulai tanggap atas pemberitaan yang ada saat ini, untuk kita cek dan ricek atas kebenaran, keabsahan dan sumber yang jelas. Intinya bijak, untuk memilah mana berita yang jelas dan mana yang Hoax,” kata H Imhal, dalam sambutannya.

Menurut Imhal, dewasa ini berita hoax sudah  merambah ke semua kalangan masyarakat akibat kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat.

Sehingga untuk menghindari hoax terasa tidak mungkin dilakukan, selain berupaya untuk lebih teliti dan bijak menyerap informasi, atau pun menyebarkan informasi ke publik.

“Mari kita berusaha menyebarkan berita kebaikan, informasi bermanfaat untuk melawan pemberitaan yang menyesatkan/hoax,” tukas Imhal.

Ketua IJTI NTB, Herman Zuhdi mengatakan, media massa selama ini juga terus berupaya melawan hoax.

“Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia telah serius dan berusaha menjalankan amanah ini sesuai koridor,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informasi Statistik (Diskominfotik) NTB,  Tarmidzi S.Kom mengatakan, darisisi regulasi pemerintah Provinsi NTB sudah melakukan upaya pencegahan dan penangkalan berita Hoax melalui Surat Edaran Gubernur No 550/002/Kominfotik 2017 tentang Implementasi E-Government dan Penggunaan Medsos di lingkup Pemprov NTB.

SE itu mengatur tiap lembaga dinas dan instansi lingkup Pemprov, dan juga jajaran aparat sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB untuk menerapkan  email resmi Pemprov, memiliki akun Medsos.

Selain itu juga diminta menyebarkan informasi pembangunan, share ke web resmi Pemprov NTB,  wajib blokir konten negatif, tidak copas berita hoax dan semua kegiatan ini termasuk dalam laporan kinerja ASN,” kata Tarmidzi.

Tarmidzi mengajak semua audiens yang kebanyakan hadir dari kalangan pelajar dan mahasiswa itu untuk maju bersama memerangi Hoax.

“Mari selamatkan bangsa ini dan jaga kebersamaan demi NKRI, andalah generasi muda harapan bangsa ini yang mampu untuk itu,” katanya.

AYA