Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Rabu pagi (22/3) mengguncang wilayah Bali dan NTB. Masyarakat di Mataram dan sekitarnya, sempat dibikin panik.
MATARAM.lomkjournal.com — Data BMKG menyebutkan, gempa bumi tektonik terjadi pada pukul 07.10 Wita dengan kekuatan 6,4 SR dengan episenter terletak pada koordinat 8.88 LS dan 115.24 BT, sekitar 23 Km arah Tenggara Kota Denpasar, pada kedalaman 117 km.
Kepala Badan Geofisika Mataram, Agus Riyanto mengatakan, guncangan gempa bumi mencapai skala intensitas cukup kuat yakni III-V MMI. Dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan luas di pulau Bali, antara lain dikota Denpasar, Kuta, Gianyar, Negara, Amlalpura. Guncangan kuat juga terasa di Kota Banyuwangi di pulau Jawa dan Mataram pulau Lombok, juga Sumbawa.
“Guncangannya cukup besar, sehingga di daerah Mataram, Lombok juga sebagian Sumbawa guncangan gempa bumi dirasakan oleh hampir semua orang,” kata Agus, Rabu (22/3).
Menurutnya, banyak warga Mataram dan Lombok yang dilaporkan terkejut dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan gempa bumi ini.
Dijelaskan, ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Ia mengatakan, guncangan III-V skala MMI berpotensi merusak bangunan. Hanya saja, hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan.
Agus mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.
“Khusus masyarakat di daerah pesisir Selatan Timur Bali hingga Barat Lombok dihimbau agar tidak terpancing isu karena gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” katanya.
AYA
Cuci Darah Juga Menjadi Jaminan Kesehatan BPJS
Layanan Hemodialisa atau Cuci Darah dengan BPJS dapat digunakan oleh Peserta BPJS baik yang terdaftar di kelas 1 , kelas 2 atau kelas 3, yang penting dalam status aktif (tidak ada tunggakan) dan mengikuti prosedur berobat.
MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan merupakan bentuk gotong royong antar peserta, peserta yang sehat membantu mereka yang sakit. Bayangkan, untuk membayar sekali cuci darah saja dibutuhkan iuran yang berasal dari 40 orang yang sehat. Dengan catatan, orang tersebut membayar iurannya dengan besaran Rp 25.000.
Dalam satu bulan, jika 1 pasien melakukan cuci darah melalui BPJS minimal 4 kali. Layanan kesehatan cuci darah membutuhkan dana dari 160 orang sehat untuk membayarkan satu pasien cuci darah per bulan.
Karena itu, semua penduduk Indonesia harus mendaftar BPJS Kesehatan dan membayar iuran peserta setiap bulan berdasarkan kelas yang diambil. Tapi kenyataannya masih ada peserta yang tidak membayar iuran (menunggak), atau hanya ingat BPJS ketika sakit.
Pengalaman seorang Ibu dari 3 orang anak yang menjadi peserta BPJS Kesehatan ini, Rolen Br Panjaitan, perlu disimak. Ia divonis doketer menderita gagal ginjal pada bulan Agustus 2015, sehingga harus menjalani cuci darah 8 (delapan) kali dalam sebulan. Membayangan mahalnya biaya pengobatan rumah sakit, membuat keluarganya putus asa.
Dengan penghasilan suami pas-pasan membuat Rolen Br Panjaitan pasrah, sangat tipis harapannya bisa mendapatkan perawatan hingga sembuh. Biaya cuci darah begitu besar, baru 4 kali cuci darah di rumah sakit dikenakan biaya biaya Rp 8.500.000.
Belum terhitung biaya rawat inap selama seminggu.Kalau ditotal, sedikitnya mencapai Rp 16.000.000. Keluarganya harus menghutang kiri kanan, dan jumlahnya terus menumpuk, guna membiayai perawatannya.
Singkat cerita, kemudian Rolen mendapat informasi mengenai BPJS Kesehatan. Mulailah keluarganya mendaftarkan Rolen pada BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri dengan hak perawatan kelas III, dengan membayar iuran Rp 25.500 per bulan.
Semula Rolen mengaku pesimis bisa mendapatkan layanan kesehatan memuaskan dari rumah sakit, sebab ia sering mendapat cerita ada perbedaan layanan yang diberikan kepada pasien BPJS dengan Pasien Umum.
Tapi apa yang terjadi? Ternyata, Rolen merasa puas setelah mendapatkan pelayanan berobat cuci darah dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, dengan memahami prosedur dan tidak segan bertanya kepada Petugas BPJS Kesehatan, maka manfaat yang diperoleh juga akan optimal.
“Pertama sempat takut akan ditelantarkan karena peserta JKN Mandiri kelas III. Tapi ternyata saya dilayani dengan baik. Semua perawat ramah, petugas BPJS Kesehatan Center-nya juga memberikan informasi dengan ramah.” tuturnya.
Rolen Br Panjaitan, kini tidak lagi dipusingkan biaya pengobatannya. Keluarga besarnya juga merasa tenang karena Rolen masih memiliki harapan sembuh dengan tetap menjalani cuci darah dengan rutin.
Jadwal cuci darah Rolen di Rumah Sakit Vita Insani pada hari Senin dan Kamis masing-masing selama 4 jam. Ia merasa bersyukur, tanpa menjadi peserta BPJS mungkin ia tidak akan bertahan hingga hingga sekarang.
“Keluarga saya juga akan jadi semrawut karena terus menerus terlilit hutang. Kami benar-benar terselamatkan,,” katanya.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi terus menguat. Penguatan bagi rupiah yang didukung sentimen yang ada, terutama pergerakan dolar yang masih cenderung melemah
JAKARTA.lombokjournal.com — Penguatan rupiah ini dimunginkan dengan terapresiasinya laju euro dan poundsterling terhadap dolar yang cenderung melaju di zona merah.
Terapresiasinya penguatan Euro, seiring sentimen debat Presiden Prancis yang dilihat pelaku pasar calon Presiden yang mantan Menteri Ekonomi, Macron, berpeluang memenangi pemilihan.
Di sisi lain, pergerakan euro juga terbantukan pergerakan poundsterling yang menguat seiring rilis data-data Inggris yang cukup positif, inflasi dan retail price index mulai naik. Asumsinya, daya beli masyarakatnya meningkat
Para pengamat memprediksi, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.334 hingga Rp13.278 per dolar AS.
Adanya ruang penguatan bagi rupiah seperti diungkapkan para pengamat. Imbas dari pertemuan The Fed mulai mereda, sementara itu pelaku pasar mencermati imbas dari pertemuan G20. Pertemuan tersebut dinilai tidak adaa hasil yang cukup positif.
Saat ini AS tetap bersikukuh dengan kebijakan proteksionismenya, hal ini dipersepsikan akan menghambat kerja sama perdagangan di antara para anggotanya. Pergerakan dolar cenderung melemah setelah merespons pertemuan tersebut.
Rr
Kapal Pesiar Seabourn Encore, Wisata Setengah Hari di Lombok
Lebih dari 600 orang wisatawan penumpang kapal pesiar MV Seabourn Encore, menghabiskan waktu setengah hari untuk berwisata di Lombok, NTB, Selasa (21/3).
LOMBOK BARAk lombokjournal.com — Kapal pesiar itu mengangkut 556 orang wisatawan dan 410 orang crew kapal. “Data arus penumpang yang turun sekitar 624 orang. Ya, mereka berwisata ke beberapa destinasi di Lombok,” kata General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Lembar, Baharuddin, Selasa sore (21/3).
Kapal jenis cruise berbendera Bahamas, itu tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Selasa pagi sekitar pukul 09.00 Wita, setelah sebelumnya singgah di pulau Komodo, Flores, NTT.
Dari data manifest penumpang kapal, tercatat para wisatawan itu berasal dari beragam negara, namun di dominasi Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Baharuddin menjelaskan, para penumpang yang turun diangkut menggunakan bus dan mobil travel yang disediakan travel agent lokal, menuju sejumlah destinasi wisata di Lombok Barat dan pusat souvenir kerajinan Mutiara di Kota Mataram.
“Mereka berkesempatan setengah hari menikmati keindahan destinasi wisata di Lombok. Rute kapalnya memang dari Komodo kemudian singgah di Lombok dan dilanjutkan ke Bali via pelabuhan Benoa,” katanya.
Kapal pesiar MV Seabourn Encore, kemudian meninggalkan pelabuhan Lembar, Selasa malam sekitar pukul 19.30 Wita, menuju pelabuhan Benoa Bali.
Baharuddin mengatakan, kedatangan kapal pesiar MV Seabourn Encore, itu diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata di Lombok dan NTB secara umum.
“Secara langsung terdapat nilai yang didapat oleh mitra dan masyarakat kita, baik mitra Pelindo III Lembar terutama travel agent dan biro perjalanan serta pengusaha lainnya,” kata Baharuddin.
Selain itu, tambahnya, secara tidak langsung akan mempromosikan Lombok dan NTB secara umum ke negara asal para wisatawan, jika kesan baik mereka terima selama berwisata di Lombok.
AYA
Lombok Travel Mart Dimanfaatkan Asosiasi Pelaku Pariwisata Untuk Eksplor Potensi NTB
Penyelenggaraan Lombok Travel Mart dijadikan momentum para pelaku pariwisata untuk mengeksplor potensi pariwisata yang dimiliki NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB terus berupaya mengeksplor dan mempromosikan potensi wisata di NTB. Salah satunya melalui kegiatan rutin tahunan, Lombok Travel Mart (LTM).
“Lewat LTM kami ingin eksplore NTB, jadi lokasi pun kami gelar berpindah-pindah tiap tahun. Tahun ini merupakan tahun ke empat LTM kami gelar, dan tahun ini kita eksplore kawasan Gili dan Lombok Utara secara umum,” kata Ketua ASPPI NTB, JN Wirajagat.
Dijelaskannya, LTM pertama kali digelar pada 2014 silam dengan mengambil lokasi di Museum Negeri NTB di Mataram. Saat itu ASPPI mengeksplor potensi wisata di kawasan Kota Mataram.
Kemudian LTM II tahun 2015, ASPPI mencoba mengeksplore potensi wisata di kawasan Lombok Barat terutama di kasawan Sekotong dan pulau-pulau di selatan. Pada LTM III, ASPPI mengeksplor keindahan dan potensi wisata di kawasan selatan Lombok Timur, terutama di sekitar Tanjung Ringgit dengan ikon eksotik, pantai Pink.
Lebih lanjut Wirajagat menjelaskan, hal ini dilakukan ASSPI NTB agar para peserta LTM yang sebagian besar merupakan buyers dari luar negeri dan domestik bisa mengenal dan memiliki informasi yang cukup untuk mempromosikan NTB di negara atau daerah mereka.
“Makin banyak buyers terutama travel agent luar negeri yang tahu tentang potensi NTB maka akan semakin bagus, mereka bisa menawarkan paket-paket wisata di negaranya,” kata Wirajagat.
AYA
Lombok Travel Mart di Gili Air Akan Diisi Aksi Bersih-bersih Pantai
Aksi peduli bersih pantai para pelaku pariwisata akan mewarnai penyelenggaraan Lombok Travel Mart (LTM) yang akan berlangsung minggu akhir bulan
MATARAM.lombokjournal.com — Bukan semata urusan bisnis, gelaran Lombok Travel Mart (LTM) IV yang akan berlangsung di Gili Air, Lombok Utara, 24-26 Maret mendatang, juga akan diisi dengan kegiatan bersih-bersih pantai (beach clean up).
Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB, JN Wirajagat mengatakan, aksi beach clean up ingin menunjukan bahwa para pelaku pariwisata tidak hanya melulu berpikir soal bisnis semata, tetapi juga peduli pada lingkungan.
“Pesan lainnya adalah kegiatan bersih pantai itu akan mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kebersihan,” kata Wirajagat, di Mataram.
Ia menjelaskan, kegiatan bersih pantai itu akan dilaksanakan usai pertemuan bisnis table top LTM di Hotel Ombak Paradise, Gili Air, Kabupaten Lombok Utara.
Para peserta yang terdiri dari ratusan buyers dan sellers, dipastikan ikut dalam kegiatan tersebut.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat total realisasi uang tebusan amnesty pajak di Provinsi NTB dan NTT mencapai Rp304,5 Miliar, hingga menjelang akhir program amnesty pajak.
MATARAM.lombokjournal.com — Menjelang akhir amnesti pajak, hingga pertengahan Maret, DJP membukukan total realisasi uang tebusan amnesti pajak sebesar Rp304,5 untuk NTB dan NTB.
“Total wajib pajak yang ikut amnesty itu sekitar 11.634 wajib pajak untuk NTB dan NTT,” kata Kepala DJP Nusa Tenggara, Suparno, dalam jumpa pers Selasa (21/3) di Mataram.
Dirincikannya, di NTB program amnesty pajak membukukan realisasi sebesar Rp159,38 Miliar dengan melibatkan sekitar 5.479 wajib pajak. Sedang di NTT membukukan sebesar Rp145,16 Miliar, melibatkan sekitar 6.155 wajib pajak.
Suparno mengatakan, dari data tersebut bisa dilihat sisi peningkatan animo dan kesadaran wajib pajak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB dan NTT untuk turut memanfaatkan program Amnesty Pajak.
Di NTB, sekitar Rp48,91 Miliar dari total realiasi didapat dari sekitar 3.286 wajib pajak sektor UMKM. Sementara di NTT, sekitar Rp47,63 Miliar dari total realisasi didapat dari sekitar 4.210 wajib pajak di sektor UMKM.
PihakKanwil DJP Nusa Tenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan demi keberhasilan program amnesty pajak.
“Untuk yang belum memanfaatkan masih ada waktu sampai 31 Maret. Kami juga terus mengimbau agar ini dimanfaatkan,” katanya.
Diharapkannya, setelah program amnesti pajak ini, setiap wajib pajak dapat meningkatkan komitmen untuk menjadi wajib pajak yang patuh. DJP Nusa Tenggara akan fokus dan konsisten dalam menjalankan Pasal 18 Undang-undang Pengampunan Pajak.
Bila ditemukan data dan atau informasi Harta Wajib Pajak sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajb Pajak pada saat ditemukannya.
“Dan akan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan,” tegas Suparno..
Era keterbukaan informasi pajak juga akan mulai diberlakukan dengan dilaksanakannya Automatic Exchange of Information (AEOl), dan diikuti dengan revisi UU Perbankan mengenai keterbukaan data perpajakan paling lambat tahun 2018.
“Sistem ini menjadikan Wajib Pajak tidak bisa lagi menyembunyikan asetnya,” katanya.
AYA
Tak Bingung Bayar Biaya Kesehatan, Setelah Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Akhmad Mukhibun, sebelum menikah pernah bekerja di Korea dan Malaysia. Setelah beristri ia buka usaha genteng, dan istrinya jualan makanan. Seiring usia yang makin bertambah, ia pun mulai sering sakit-sakitan. “Saya bersyukur ada program jaminan kesehatan BPJS. Ini bener-bener membantu. Kalau tidak ada BPJS ya enggak tahu lagi harus kemana cari uang untuk berobat,” katanya.
lombokjournal.com
Akhmad Mukhibun, Peserta BPJS KEsehatan
Menderita sakit memang “cobaan” yang harus diterima dengan ihlas. Namun, meski demikian tetap membutuhkan biaya, apalagi harus menjalani pengobatan dalam waktu lama.
Ini pengalaman Akhmad Mukhibun. Bermula tahun 2010, ia hanya merasakan sakit perut, seperti sakit maag. Kemudian, ia pergi ke Rumah Sakit, ternyata hasil diagnosa dokter ia sakit usus buntu, dan ia harus segera dioperasi.
“Saya operasi usus buntu, biayanya sekitar Rp3juta-an,” cerita Akhmad. Dan operasi itu pun dijalaninya. Tapi tidak beres cukup sampai disitu. Setelah operasi usus buntu, Akhmad masih merasakan tidak enak di bagian perutnya.
Setelah itu ia hanya berobat jalan, tapi tidak sembuh-sembuh. Setelah diperiksa beberapa kali, lalu dirontgen, ternyata Akhmad mengalami radang usus besar. Ia harus menjalani perawatan beberapa hari, biayanya sekitar Rp6 juta. Dengan kondisi ekonomi pas-pasan, ia tak membayangkan dari mana ia harus memperoleh uang sebesar itu.
Setelah operasi, biaya yang harus dikeluarkannya pun terus mengalir. Obatnya ada tujuh macam, yang harus diminum tiap hari selama enam bulan. Harga obatnya sekali tebus Rp300.000 sampai Rp400.000. Obatnya ini untuk satu minggu saja.
“Jadi tiap minggu saya harus kontrol ke dokter,” cerita Akhmad. Katanya memang masih rawat jalan, dan dalam pengawasan dokter.
Untung Jadi Peserta BPJS Kesehatan.
Bagaimana Akhmad Mukhibun membiayai pengobatannya, “Ya, untung saya sudah jadi peserta BPJS Kesehatan,” jelas Akhmad.
Kalau belum menjadi peserta BPJS, Akhmad mengaku enggak tahu harus cari uang kemana untuk berobat. Apalagi ia tidak bisa bekerja berat, karena kondisi kesehatannya sedang tidak normal.
Akhmad menjelaskan, sebagai peserta BPJS Kesehatan Kelas III ia harus membayar iuran premi Rp25.500 tiap bulan, yang disetorkannya di Bank BRI. Selama menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah tiga kali keluar masuk rumah sakit, dirawat sekitar 10 hari.
Yang terakhir ini, ia dirawat karena HB (haemoglobin) 2,2, jadi Akhmad harus transfusi darah, darahnya habis lima kantong. “Sekarang, masih lemes,” katanya, tapi kesehatannya main membaik.
Tapi ia harus makan semua makanan yang direbus, minum obat teratur, istirahat cukup, belum boleh bekerja yang berat, dan tidak boleh merokok. Intinya, menjalani hidup bersih dan sehat. Meurutnya, ini pelajaran bagi yang belum sakit. Penting menjaga pola makan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Bagaimana pelayanan kesehatan yang diberikan setelah menjadi peserta BPJS Kesehatan?
Menurut Akhmad, pelayanan kesehatan cukup bagus. Ia dirawat di kelas 3, sesuai iuran yang dibayarnya yaitu Rp25.500 pervbulan. Ia dirawat di ruangan kelas 3 berisi 6 tempat tidur, antar tempat tidur disekat oleh pembatas korden. “Saya tidak pernah dipersulit. Saya ditangani dokter spesialis penyakit dalam,” ungkapnya.
Akhmad mengungkapkan rasa syukurnya, hadirnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberi harapan menanggulangi kesehatan masyarakat Indonesia.
Harapannya, ia bisa mengajak anak isterinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Karena kondisinya serba pas-pasan, sementara ia baru bisa membayar iuran untuk dirinya sendiri. Tapi kalau ia sudah bisa bekerja normal, menjadi peserta BPJS Kesehatan akan menjadi prioritasnya,
“Jaminan kesehatan itu penting. Saya menyarankan teman-teman yang belum jadi peserta BPJS Kesehatan dan mampu bayar iuran, segera saja mendaftar jadi peserta. Bener loh, repot banget kalau sudah sakit seperti saya ini. Saya bukan pegawai (karyawan) jadi tidak punya jaminan apa-apa,” katanya.
Lombok Travel Mart di Gili Air Akan Dibuka Menteri Pariwisata
Lombok Travel Mart (LTM) IV yang akan digelar di Hotel Ombak Paradise, Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, pada 24 Maret hingga 26 Maret, dipastikan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya.
MATARAM.lombokjournal.com — “LTM IV akan dibuka Pak Menteri (Pariwisata) di Gili Air,” kata Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, JN Wirajagat, Senin (20/3) di Mataram.
Ia menjelaskan, LTM IV akan diikuti oleh 254 buyers dari dalam dan luar negeri, dan sekitar 40 sellers dari hotel dan travel agent di NTB.
Buyers luar negeri antara lain 10 travel agent dari Australia, 10 India, 19 Singapura, dan 10 Malaysia.
Sementara buyers domestik sekitar 204 berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Bali dan sebagainya.
“Tahun ini LTM IV kita targetkan menciptakan transaksi hingga Rp60 Miliar,” kata Wirajagat.
AYA
Bicara di IGIF, Gubernur Paparkan Konsep Pembangunan Ramah Lingkungan di NTB
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi memaparkan konsep pembangunan ramah lingkungan di NTB, saat menjadi pembicara dalam International Green Island Forum (IGIF) ke IV, Senin (20/3) di kota Jeju, Provinsi Kepulauan Jeju, Korea Selatan.
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB TGB. H.M. Zainul Majdi bersama rombongan hari ini menghadiri Ekspo Electric Vehicle (kendaraan listrik) terbesar di dunia yang diselenggarakan di Jeju Korea Selatan.
“Dalam konferensi IGIF itu, Gubernur diminta menjadi salah satu pembicara utama untuk membagi pengalaman implementasi konsep pengembangan hijau di NTB,” kata Karo Humas Pemprov NTB, Yusron Hadi, melalui rilis, Senin sore (20/3).
Ia menjelaskan, dalam presentasinya, Gubernur Majdi menyampaikan bahwa pengalaman NTB menunjukkan konsep pembangunan hijau tidak menghambat pertumbuhan bahkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pertumbuhan NTB selama tiga tahun berturut-turut selalu diatas rata-rata nasional dengan indeks makro yang terus membaik.
Pembangunan hijau berkorelasi kuat juga dengan pengembangan halal tourism serta pertanian yg menjadi basis ekonomi NTB.
“Namun Gubernur juga menegaskan bahwa NTB masih berada pada tahap awal implementasi konsep pembangunan hijau sehingga masih sangat banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan. Termasuk belajar dari Korea Selatan khususnya Provinsi Jeju yang telah berhasil menerapkan konsep pembangunan hijau,” jelasnya.
Dalam forum itu, papar Yusron, Gubernur Majdi juga menyebut Mandalika, Samota dan Global Hub Kayangan sebagai proyek-proyek masa depan NTB yang menyandarkan diri pada konsep pembangunan hijau. Selain kawasan Tiga Gili, Sekotong, Mandalika, teluk Ekas, Samota, Hu’u, Sape, Gili Banta termasuk pengembangan transportasi ramah lingkungan di Mataram.
Tentu saja pengusulan geopark Rinjani dan menjadikan Tambora sebagai geopark nasional adalah satu bentuk komitment nyata Pemerintah daerah membangun NTB yg lebih hijau dan berkelanjutan.
“Kerjasama pembangunan hijau dengan banyak pihak ke depan sangat terbuka di banyak tempat di NTB,”katanya.
Semua itu merupakan komitmen Pemerintah NTB untuk memastikan pembangunan NTB dapat berkelanjutan dengan menjaga daya dukung lingkungan secara maksimal.