Luas Panen Padi Tahun 2020, Mengalami Penurunan

Ada tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi terendah adalah Kota Bima, Kota Mataram, dan Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com

Pada tahun 2020,  luas panen padi diperkirakan sebesar 272,19 ribu hektar, yang berarti mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan 2019 sebesar 281,67 ribu hektar.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, penurunannya mencapai jumlah sebanyak 9,47 ribu hektar atau 3,36 persen. Hal itu lantaran awal periode panen sedikit mengalami pergeseran.

Kepala BPS NTB, Suntono menerangkan, berdasarkan hasil Survei KSA puncak panen raya pada 2020 masih sama dengan 2019, yakni pada bulan April.

Namun awal periode panen sedikit mengalami pergeseran. Pada 2019 panen raya dimulai sejak Maret dan berakhir pada Mei.

Sedangkan tahun 2020, panen raya dimulai pada April. Realisasi luas panen padi sepanjang Januari-September 2020 sebesar 250,63 ribu hektar, atau menurun sebesar 8,22 ribu hektar (3,17 persen) dibandingkan 2019 mencapai 258,85 ribu hektar.

“Potensi luas panen sepanjang Oktober – Desember 2020 sebesar 21,56 ribu hektar. Sehingga total potensi luas panen pada 2020 mencapai 272,19 ribu hektar, atau mengalami penurunan sekitar 9,47 ribu hektar,” ujar Suntono.

Luas panen tertinggi pada 2020 terjadi pada April, yaitu sebesar 82,51 ribu hektar. Sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 4,96 ribu hektar.

Luas panen yang menurun tersebut berdampak pada hasil produksi padi menurun. Sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan  sekitar 1,19 juta ton (Gabang Kering Giling) GKG, atau menurun sebesar 83,98 ribu ton (6,58 persen) dibandingkan 2019 mencapai 1,28 juta ton GKG.

Potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 0,12 ton GKG.

“Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 1,31 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 92,42 ribu ton atau 6,59 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 1,40 juta ton GKG,” terangnya.

Sementara itu, ada tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi GKG tertinggi pada 2020, yaitu Lombok Tengah, Sumbawa, dan Lombok Timur.

Kemudian ada tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi terendah adalah Kota Bima, Kota Mataram, dan Lombok Utara. Adapun kenaikan produksi padi GKG terbesar, selama Januari hingga Desember 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2020, terjadi di Lombok Barat sebesar 8,28 ribu ton, Kota Mataram 1,29 ribu ton, dan Kota Bima 1,25 ribu ton.

“Untuk penurunan produksi  terbesar terjadi di Lombok Tengah sebesar 40,59 ribu ton, Lombok Timur sebesar 24,21 ribu ton, dan Kabupaten Bima sebesar 15,06 ribu ton,” jelasnya.

Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020, diperkirakan sebesar 742,13 ribu ton. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 52,37 ribu ton atau 6,59 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 794,5 ribu ton.

Aya