Kisah Manggar Pengidap Kanker Payudara, Dengan Kartu JKN-KIS Ia Bisa Dilayani Radioterapi

“Saya sudah tidak pusing lagi soal biaya, ternyata semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan”

lombokjournak.com —

MAARAM   ;     Kanker Payudara merupakan salah satu pembunuh perempuan terkejam. Ia datang diam-diam, menggerogoti tubuh, menyakiti, kemudian membunuh.

Bukan hal yang mudah untuk menghadapi kanker. Inilah cerita Manggar Dwi Ningtyas (50), seorang pekerja swata dan survivor Kanker Payudara yang sempat divonis berada di stadium 1.

Manggar mengaku terdeteksi Kanker Payudara sekitar tahun 2018. Begitu tahu kabar ini, Ia langsung memberanikan diri untuk memeriksakan lebih lanjut ke dokter agar dapat kepastian apakah benar iia menderita Kanker.

Setelah dilakukan pemeriksaan, semua gejala sudah mengindikasikan apa yang diidapnya yaitu Kanker Payudara. Dokter itu bilang, Kanker Payudara Manggar sudah stadium 1 dan harus dilakukan tindakan secepatnya, yaitu langkah pertama akan dilakukan biopsi dan selanjutnya operasi pengangkatan benjolan yang ada di payudaranya.

“Mendengar kata dokter itu saya merasa takut dan langsung terpikirkan biaya yang harus saya keluarkan karena setahu saya tindakan itu sangat mahal.” ceritanya.

Pada bulan Februari 2018 dilakukan biopsi di RSUD Provinsi NTB, lalu selang 1 bulan tepatnya pada bulan Maret 2018 diiakukan operasi pengangkatan benjolan.

“Setelah saya melakukan serangkaian tindakan itu dokter menyarankan untuk melakukan radioterapi, sedangkan di NTB ini belum ada Rumah Sakit yang memiliki alat Radioterapi pada tahun 2018 itu. Akhirnya saya dirujuklah ke Rumah Sakit di Surabaya. Dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan saat itu saya mengumpulkan uang untuk membayar transportasi ke Surabaya, saya kira sampai di Surabaya saya akan langsung mendapatkan tindakan radioterapi, tapi ternyata saya harus melakukan serangkaian pemeriksaan kembali dan itu memakan waktu lama,” tutur Manggar mengingat saat yang sulit itu.

Sedangkan di Surabaya ia tidak memiliki sanak saudara untuk menumpang tinggal sementara. jadi Manggar harus mengeluarkan dana lagi untuk penginapannya.

“Sudah hampir 1 minggu saya tinggal di Surabaya tapi belum dilakukan tindakan radioterapi akhirnya anak saya pun memutuskan untuk kembali ke Mataram untuk melakukan pengobatan disana,” ungkap Manggar saat ditemui tim Jamkesnews saat pembukaan pelayanan radioterapi di RSUD Provinsi NTB, Senin (19/08) 2019.

Dengan rasa cemas akan biaya yg cukup mahal untuk tindakan radioterapi, manggar memutuskan untuk melakukan radioterapi.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah dapat pelayanan radioterapi di RSUD Provinsi NTB dengan menggunakan Kartu JKN-KIS. Saya sudah tidak pusing lagi soal biaya, ternyata semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Terima Kasih BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi NTB yang telah menambah pelayanan radioterapi dan menjamin biaya seluruh biaya pengobat untuk peserta penderita kanker,” tambah Manggar.

Ay/yn/Jamkesnews

narasumber : Manggar dwi ningtyas