Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia

MATARAM.LombokJournal.com ~  Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.

Jemaah umrah itu  mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.

BACA JUGA :  Dana Guru non ASN dan Honor Madrasah Sudah Cair 

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. 

Para jemaah umrah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. 

BACA JUGA : Mudik Gratis Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Proses penjadwalan ulang penerbangan tengah dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. 

Saat ini proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan oleh pihak maskapai dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

BACA JUGA : Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia. 

Sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.

Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah umrah dapat berjalan dengan baik dan