Forum Pimpinan Daerah-Pimpinan Media, Humas KLU Gelar Diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’
Forum diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah
MATARAM.lombokjournal.com –
Tema diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’ dipilih Humas dan Protokol Setda KLU, menandai jalinan kerjasama harmonis Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan beberapa media masa di NTB, dalam Forum Pimpinan Daerah dan Pimpinan Media.
Diskusi dengan moderator Kabag Humas dan Protokol, Mujaddid Muhas itu, diformat dalam acara silaturahmi, berlangsung di Hotel Amarvati, Malaka Pemenang Barat, Lombok Utara, Kamis (03/12/20) siang.

Hadir sebagai narasumber Pelaksana Tugas (PLT) Bupati KLU H. Sarifudin, Penjabat Sekretaris Daerah KLU, H. Raden Nurjati dan wartawan senior yang juga pimpinan harian Suara NTB H. Agus Talino.
Dalam pengantarnya, Sarifudin menyampaikan, beberapa hal terkait dengan capaian pembangunan di KLU selama kurun waktu kepemimpinannya. Termasuk menyampaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) di KLU yang ia harapkan pengerjaannya dilanjutkan oleh pemimpin KLU mendatang.
PR tersebut diantaranya angka kemiskinan yang masih tinggi dan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak proporsional dengan beban kerja, sehingga berdampak pada pendayagunaan tenaga kontrak yang justru membebani anggaran daerah.
“ASN 2600, kontrak 3800. Idealnya memiliki ASN di struktural maupun fungsional, idealnya 4000 ASN,” terang Sarifudin.
Raden Nurjati yang berbicara selepas Sarifudin memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program-program yang menjadi program prioritas daerah yang musti mendapat sokongan anggaran, termasuk menurunnya estimasi pendapatan daerah disebabkan dua bencana beruntun yang menimpa KLU, yakni gempa bumi dan pandemi Covid-19.
“Pendapatan daerah kami mengalami banyak penurunan dibandigkan tahun-tahun sebelumya,” kata Nurjati.
Angka kemiskinan NTB
Agus Talino sebagai narasumber yang notabene mewakili perusahaan media lebih menekankan, bagaimana cara seorang pemimpin daerah dalam menjalankan roda organisasi pemerintahannya.
Pemimpin soyogyanya memiliki kemampuan istimewa. Ia menggambarkan bagaimana pada salah satu forum yang pernah dihadirinya di Jakarta, ia mendapat pemaparan bagaimana luar biasanya Gubernur NTB periode sebelumnya, Dr. TGH. Zainul Majdi, MA dalam menurunkan angka kemiskinan di NTB.
“Secara teori, sekedar mengapung, ikan mati juga bisa mengapung. Jadi, pemimpin itu harus ada sesuatu yang luar biasa,” terangnya memberi perumpamaan.
Terkait dengan sinergi membangun daerah sebagai tema, Agus menyampaikan bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa dikerjakan tanpa adanya kerjasama. Begitu pula dengan pembangunan di KLU. Harus selalu terjalin kerjasama yang harmonis antara pemerintah dengan media. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya profesionalisme masing-masing pihak dalam bekerja.
Agus mengingatkan, media yang diajak bekerjasama haruslah yang profesional. Untuk itu, pemerintah tidak boleh disalahkan jika tidak memilih jalin kerjasama dengan media yang tak memenuhi unsur profesionalisme.
“Kalau potensi KLU luar biasa. Tapi masih hanya potensi. Baru bisa berfaedah kalau sudah dikerjakan bersama. Termasuk kerjasama antara Pemda denga masyarakat pers,” paparnya.
Pada sesi diskusi, ada beberapa pimpinan media yang mengajukan saran, pendapat dan komentar. Beberapa di antaranya terkait kemiskinan di KLU yang berbanding terbalik dengan kekayaan alamnya.
Juga muncul pertanyaan bagaimana strategi Pemerintah Daerah menjawab tantangan pariwisata di masa pandemi, termasuk belum optimalnya pengelolaan pariwisata yang belum berbanding lurus dengan kekayaan potensi pariwisatanya. Juga muncul isu dampak pernikahan dini terhadap peningkatan kemiskinan di Lombok Utara.
Salah seorang peserta diskusi, memberikan masukan pentingnya menjadikan potensi kebudayaan sebagai tonggak perekonomian daerah, dengan penerbitan Perda yang mendukung praktek ekonomi berbasis budaya.
“Brem Bayan bisa jadi salah satu sumber pendapatan. Kalau Miras lokal dilarang beredar, kenapa minuman keras luar bebas beredar. Padahal sama-sama haram tetapi yang lokal diinjak-injak,” terang H. Adil dari Lombok Post.
Kegiatan silaturahmi Pimpian Daerah dan Pimpinan Media yang berlangsung di hotel Amarsvati itu merupakan kegiatan ketiga dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Menurut Mujaddid Muhas, yang dikenal dekat dengan kalangan media, kegiatan forum itu diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah.
Untuk menunjang hal tersebut, maka peserta yang diundang pun cukup lengkap dengan menghadirkan pimpinan media elektronik, cetak dan media online.
“Forum sudah tiga kali berjalan. Diinisiasi oleh Humas Protokol Setda KLU atas saran dari beberapa pimpinan media,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas.
AST