FITRIA,  Anak Pedagang Sayur Yang Tertolong JKN-KIS

Peserta JKN-KIS diingatkan untuk selalu membayar iuran setiap bulan secara rutin sebelum tanggal 10, karena dengan iuran tersebut dapat menolong masyarakat atau peserta JKN-KIS yang sedang terkena musibah sakit

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sangat dirasakan oleh Fitria (11).

Anak kecil bertubuh mungil dan berkulit cokelat manis yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar ini mengaku, bersyukur sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pasalnya pada awal Maret  tahun 2019 yang lalu  pernah berobat di Puskesmas dengan penyakit  yang dideritanya yaitu gangguan pada telinga.

Gejala awal yang dirasakan oleh Fitria lemas tidak bertenaga, dan yang pasti Fitria benar-benar kehilangan senyumnya berhari-hari. Keluarganya pun nampak sedih dan berharap agar Fitria  segera sembuh dan  dapat kembali menjadi penyejuk keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Satu-satunya hal yang melegakan adalah Fitria mendapatkan perawatan sangat baik oleh tenaga medis di salah satu Puskesmas.

“Saat ini kondisi Fitria berangsur pulih dan kian membaik. Keceriaan di raut muka Fitria pun sudah Nampak seperti anak kecil pada umumnya.” Ujar orang tua Fitria, Ayu.

Ayu sebagai orang tua dari Fitria pun berharap, program JKN-KIS ini bisa terus ada sehingga bisa menolong seluruh peserta dari berbagai kelompok usia dan kalangan yang memang membutuhkan pengobatan.

Fitria dan keluarga terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2019.

Selama menjadi peserta JKN-KIS ia selalu berusaha untuk tidak lalai dalam melakukan pembayaran iuran walaupun ia hanya mengandalkan uang dari berjualan sayur di pasar.

Kata Ayu Ini merupakan salah satu bentuk syukur dari Ayu karena adanya jaminan kesehatan dengan iuran terjangkau, ia dan keluarga bisa hidup dengan tenang. Biaya hidup keluarganya sehari-hari didapatkan hanya melalui berjualan sayur dipasar setiap pagi.

Menurutnya, sakit tidak pernah bilang kapan mau berkunjung, jadi kita harus siap untuk jaminan kesehatannya. Apalagi untuk keluarga saya yang penghasilannya per bulannya tidak tetap ini.

“Biaya berobat makin hari makin mahal, kalau tidak punya tabungan, yang sakit malah makin sakit. Jadi, dengan menjadi peserta JKN-KIS adalah salah satu bentuk tabungan kami ketika sewaktu-waktu sakit datang. Selain itu, dari iuran yang kami bayarkan juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan biaya berobat,” tutup Ayu sambil berlinang air mata mengingat buah hatinya yang pernah tertolong oleh Kartu JKN-KIS.

Berbekal dari pengalamannya tersebut, Ayu pun menghimbau kepada seluruh masayrakat yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga.

Dia juga berpesan kepada peserta JKN-KIS untuk selalu membayar iuran setiap bulan secara rutin sebelum tanggal 10, karena dengan iuran tersebut dapat menolong masyarakat atau peserta JKN-KIS yang sedang terkena musibah sakit seperti anaknya.

“Jangan ragu untuk segera mendaftar JKN-KIS dan bagi peserta JKN-KIS lainnya agar rutin membayar iuran tepat waktu karena iuran tersebut sangat banyak membantu peserta JKN-KIS lain yang sedang sakit. Saya kagum dengan slogan BPJS Kesehatan yang sempat saya baca di media sosial yaitu Dengan Gotong Royong Semua Tertolong. Dan ini memang betul karena saya juga sudah merasakan sendiri,” tutup Ayu sambil tersenyum.

Sama hal seperti ibunya, Fitria gadis yang berkulit manis ini pun tersenyum kepada team jamkesnews saat beranjak pulang.

Senyum yang mengartikan seribu terima kasihnya kepada peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran tepat waktu sehingga ia dan peserta JKN-KIS yang membutuhkan pertolongan, dapat tertolong.

ay/PR/jamkesnews