Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok,

Di wilayah Kabupaten Lombok Barat dampak cuaca ekstem mengakibatkan tanah longsor. Longsor parah pada Senin (23/02)  

MATARAM, LombokJournal.com ~ Dampak cuaca ekstrem yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa hari ini, menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Dampak cuaca ekstrem itu berupa banjir, tanah longsor, dan ratusan rumah terendam melanda tiga kabupaten di Pulau Lombok, pada 23-24 Februari 2026. 

Cuaca kstrem ini juga mengakibatkan infrastruktur jalan terputus dan seorang anak dilaporkan hilang.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB, dampak terparah terjadi di Kabupaten Lombok Timur. 

Hujan lebat pada Selasa (24/02) merendam puluhan desa di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Selong, dan Sakra Timur. 

Nahas, seorang anak berusia 4 tahun bernama Azril hilang terseret arus selokan di Kelurahan Selong dan masih dalam tahap pencarian. 

Luapan banjir ini bahkan turut merendam halaman Kantor Bupati Lombok Timur.

Di Kabupaten Lombok Tengah, dampak banjir merendam sedikitnya 675 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat. 

Selain itu, angin puting beliung merusak sejumlah rumah dan pertokoan di Kecamatan Batukliang Utara, Praya, dan Pujut.

Di wilayah Kabupaten Lombok Barat dampak cuaca ekstem mengakibatkan tanah longsor. Longsor parah pada Senin (23/02)  malam memutus jalan kabupaten sepanjang 75 meter di Sekotong. 

Sehari berselang, longsor dan banjir juga melanda Narmada dan Gerung, merendam 35 KK serta membuat sejumlah badan jalan amblas.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya gelombang MJO, Kelvin, dan Low Frequency. 

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan Tagana saat ini telah dikerahkan ke lokasi untuk evakuasi dan mendistribusikan bantuan darurat seperti tenda dan logistik.

Masyarakat diimbau terus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis, mengingat NTB sedang memasuki puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026 ini.(dan)