Wagub NTB; Keluarga Support Terbaik Perempuan dalam Karir

Wagub minta, perempun jangan pernah merasa kecil dan berbeda, jangan minta untuk diperlakukan lebih atau istimewa. Jika kita sudah melakukan itu semua, tidak akan ada yang menghambat kita untuk mencapai apa yang kita mau

MATARAM.lombokjournal.com —  Posisi perempuan tidak berada di bawah, melainkan sejajar dengan laki-laki, hanya saja memiliki porsi yang berbeda.

Keluarga merupakan support terbaik dalam karir, karena perempuan harus membangun kesepahaman dan komunikasi yang jelas di dalam keluarganya.

“Posisi karir kita itu memang penting untuk keluarga, bukan dari sisi materinya tetapi eksistensinya, manfaatnya, itu sangat penting,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat,  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, saat membuka Acara Seminar Hari Perempuan Internasional, di Hotel Lombok Astoria (08/03).

Dalam Seminar dengan tema Balance For Better ini, Ummi Rohmi menyampaikan, perempuan harus menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu dan profesional di dunia kerja.

Perempuan juga akan mendapatkan hasil yang baik ketika bekerja, karena perempuan adalah sosok yang sabar, melihat sesuatu secara komperhensif, lebih detail dan tidak melakukan sesuatu dengan setengah-setengah.

Seorang engineers sendiri memiliki cara berpikir yang sistematis, jadi untuk mencapai goals harus melalui tahap-tahap yang jelas dan hal tersebut memiliki manfaat yang besar.

“Jadi mohon, jangan pernah merasa kecil dan berbeda, jangan minta untuk diperlakukan lebih atau istimewa. Jika kita sudah melakukan itu semua, tidak akan ada yang menghambat kita untuk mencapai apa yang kita mau,” pintanya.

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi juga mengarahkan Society of Women Engineers untuk terus aktif dan berkarier, dalam arti sukses rumah tangga dan pekerjaan. Sehingga ketika semuanya seimbang, kita memiliki kepuasan lahir bathin.

“Perempuan harus mempersiapkan diri untuk bisa bersaing karena akan semakin banyak perempuan yang memiliki kompetensi, yang menempati posisi yang baik, yang sukses secara karier dan keluarganya,” ujarnya.

Kita juga harus bisa menyeimbangkan diri, tambah ummi rohmi.

“Keseimbangan itu letaknya pada prinsip. Kalau kita punya komitmen, kedisiplinan, kerja keras pasti kita akan bisa atur waktu,” pungkasnya.

Fera F. Salsabila, S.T., M.T selaku ketua Society of Women Engineers (SWE) menjelaskan,  SWE adalah organisasi terbesar di internasional yang memiliki jumlah anggota 37.000 engineers dari seluruh dunia.

Visi Society of Women NTB adalah menjadikan sumber kekuatan dan menguatkan wanita dalam bidang teknik dan teknologi. Misinya, mendorong wanita untuk saling mendukung dalam karier sebagai insinyur, memotivasi wanita untuk memaksimalkan potensi diri dalam bidang teknik dan teknologi, memperluas pengetahuan dan meningkatkan kapasitas wanita insinyur.

“Insinyur perempuan sangat penting dalam bidang teknik dan teknologi, seperti hasil penelitian yang di lakukan oleh The Guardian bahwa 51% populasi wanita di Inggris hanya 8% yang bekerja sebagai insinyur profesional di bidang teknik, ini juga terjadi di Indonesia,” tuturnya.

Fera berharap semoga setelah kegiatan ini diadakan, akan banyak insinyur perempuan yang bergabung dan bersama-sama berupaya meningkatkan jumlah insinyur perempuan khususnya di Provinsi NTB.

Agar dapat meningkatkan minat anak perempuan untuk terjun ke dunia keteknikan.

AYA

 




Hj Niken; Perlu Kampanye Memperbanyak Produk Berbahan Dasar Ikan

 Mengajak semua unsur masyarakat dan pemerintahan agar gemar memakan ikan sehingga dapat menjadi budaya, agar tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S. E., M.Sc pagi ini di Pendopo Gubernur NTB, menerima Sosialisasi Badan Ketahanan Pangan dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan), Selasa (05/03).

Hj. Niken menyampaikan kesiapannya sebagai Ketua TP. PKK sekaligus sebagai Ketua Forikan NTB untuk bekerjasama dengan stake holder terkait dalam mendukung program pemerintah.

“Saya siap mensukseskan program gemar makan ikan dan program-program PKK lainnya”, tegas Hj. Niken.

Menurutnya, perlu adanya sosialisasi untuk mengkampanyekan dan memperbanyak produk berbahan dasar ikan, misalkan olahan nugget, otak-otak, cilok dan berbagai panganan bahan dasar ikan lainnya.

“Banyak yang bisa kita lakukan dan disinergikan bersama, mengingat kita juga memiliki masalah lain, yakni stunting yang patut menjadi perhatian bersama,” tambah Hj. Niken.

Kadis Kelautan dan Perikanan, Lalu Hamdi menjelaskan kegiatan Forikan yang rutin diadakan tiap tahun ini, mengajak semua unsur masyarakat dan pemerintahan agar gemar memakan ikan sehingga dapat menjadi budaya, agar tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas.

Namun, menurut Hamdi, tantangan yang dihadapi di masyarakat saat ini adalah tingkat konsusmsi makan ikan di NTB yang masih sangat kurang.

Dengan adanya Forikan, diharap dapat merubah pola pikir masyarakat agar mau mengajak keluarga mengkonsumsi ikan sejak dini.

AYA/Hms

 




Wagub Motivasi Perempuan Agar Lebih Berpartisipasi Membangun NTB

Perempuan harus dapat menyeimbangkan antara karir pekerjaan dan juga keluarga.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menerima audiensi dari Society of Woman Engineers (SWE) di ruang Wakil Gubernur, Selasa (5/3/2019).

Kunjungan audiensi sekaligus silaturahim ini membahas mengenai komunitas SWE yang mewadahi serta menyatukan para perempuan insinyur yang pada minggu ini akan mengadakan seminar dengan tema ”Balance For Better”.

Wakil Gubernur berharap SWE dapat meningkatkan motivasi para perempuan untuk dapat lebih berpartisipasi dalam membangun NTB.

”Society of Woman Engineers harus dapat menjadi motivasi bagi perempuan, terutama perempuan di NTB untuk berperan besar dalam pembangunan dan kemajuan di NTB ini” harap Hj. Rohmi.

“Dengan adanya SWE semoga bisa membagikan kebaikan pada semuanya, pada bidang pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Perwakilan dari SWE, Fera Fitri Salsabila mengatakan bahwa perempuan harus dapat menyeimbangkan antara karir pekerjaan dan juga keluarga.

”SWE dibentuk untuk menyatukan para perempuan insinyur yang ada di NTB dan memberikan edukasi bahwa perempuan harus bisa menyeimbangkan antara karir mereka dan juga keluarganya,” jelas Fera.

AYA/Hms




Hj. Niken Saptarini Nilai Warga KLU Mampu Hadapi Cobaan Berat

Diharapkan silaturrahmi antara Salimat, ACT dan warga Desa Selenger dapat terus terjalin selayaknya keluarga besar

KLU.lombokjournal.com  — Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri peresmian bantuan kemanusiaan korban gempa berupa sekolah, masjid, MCK, dan shelter

Hj Niken menyalami warga

.Bantuan kemanusiaan itu diberikan oleh Persatuan Muslimah atau Salimah kepada2 masyarakat Desa Selenger, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (02/03).

Hj. Niken mengungkapkan, masyarakat KLU adalah masyarakat yang sangat kuat dan mampu menghadapi cobaan yang berat seperti gempa bumi berkepanjangan ini.

“Tidak mungkin Allah memberikan cobaan kepada orang-orang yang tidak mampu menerima cobaan-Nya, Allah pasti tau bahwa masyarakat KLU ini adalah masyarakat yang kuat untuk menerima cobaan ini,” kata Hj. Niken.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Organisasi Kemanusiaan yaitu Salimat yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat KLU yang nota bene masih memerlukan uluran tangan.

“Saya berterima kasih kepada sahabat saya ustadzah sekaligus hafidzah ibu Sitti Faizah yang telah datang ke NTB untuk memberikan bantuan kepada masyarakat3 kami khususnya di Desa Selenger ini, mudah-mudahan bangunan yang disumbangkan ini dapat menjadi cahaya, dan sebagai titik dakwah salimah menebar kebaikan,” harapnya.

Ia menceritakan, kisah nabi Muhammad SAW yang ketika berhijrah, bangunan yang pertama didirikan adalah Masjid. Kemudian masjid tersebut dijadikan tempat untuk merencanakan pembangunan yang berkelanjutan, ia mengharapkan cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat Desa Selenger.

Pengurus Pusat Salimat, Uztadzah Sitti Faizah yang ikut dalam acara tersebut berkata,  bantuan-bantuan ini adalah bentuk realisasi dari pada tujuan Salimat untuk memajukan kaum perempuan dan anak-anak,.

Ia berharap3 dengan bantuan ini, anak-anak dan kaum perempuan dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik.

Pimpinan ACT NTB, Lalu Alfian yang mana telah menjadi partner bagi Salimat untuk membangun masjid, sekolah, dan shelter ini mengungkapkan terima kasihnya kepada Salimat dan berharap kerja sama seperti ini akan terus berlanjut.

“Hadirnya salimah sangat memberikan spirit bagi kami yang ada disini, keluarga besar masyarakat lombok kgususnya, semoga apa yang dilakukan di sini dapat memberikan baroqah dan manfaat kepada masyarakat kami di sini,” kata Alfian.

Tidak lupa pula Sekretaris Desa Selenger, Sudiarti mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Salimat dan ACT atas partisipasinya untuk membangun kembali Desa Selenger.

Ia berharap dengan pertemuan ini, silaturrahmi antara Salimat, ACT dan warga Desa Selenger dapat terus terjalin selayaknya keluarga besar.

“Ucapan ribuan terimakasih kami sampaikan atas bantuan dan partisipasi dari donatur telah memberikan sumbangan, bukan disini saja namun hampir d semua wilayah KLU, dengan pertemuan dan bantuan ini kami selaku warga Desa Selenger berharap silaturrahmi tetap terjaga diantara kita” katanya.

AYA




Promosikan Kain Tenun, Perlu Tingkatkan Kualitas

Prospek kain tenun NTB sangat bagus dari sisi desaign, namun perlu memerbaiki lagi kain tenun tersebut dari segi kUalitas

MATARAM.lombokjournal.com — Semenjak pencanangan kain tenun NTB beberapa waktu lalu oleh Gubernur NTB dr. Zulkifliemansyah, membuat para penenun di NTB mendapat banyak pesanan baik itu dari pejabat daerah maupun dari Luar NTB.

“Dengan meningkatnya permintaan akan Tenun NTB ini  menjadi nilai yang positif bagi perekenomian NTB terlebih bagi penenun lokal,” ujar Kepala Dinas PerdagangAN  NTB, Hj. Putu Selly Andayani saat mengadakAn kurasi kan tenun dengan dekranasda ,Senin (18/2) di kantor Dinas Perdagangan .

Selly menambahkan,melalui Dekranasda (Dewan KerajinaN Nasional Daerah) Provinsi NTB akan melakukan kiat bagaimana tenun serta kain songket NTB bisa bangkit lagi seperti dulu. Kain NTB mempunyai Ciri khas tersendiri.

“Inilah kearifan lokal yang akan kita angkat, karena nanti kita akan mengikuti festival tenun di pusat,,disana kita akan mempetkenalkan tenun NTB kita,” ungkap  Selly

Sellly menambahkan,  upaya yang dilakukan Disdag adalah memasarkan dan mempromosikan tenun yang sudah ada .

“Dari itulah kita mengadakan acara ini dengan ketua dekranasda untuk mengkurasi kain tenun NTB dibantu oleh tim ahli Kurator dari dinas pariwisata, untuk  memilih dari sekian bnyak tenun  yang ada Akan dipilih kain mana yang menceritakan tentang kearifan lokal NTB. Itu diserahkan  ke Jakarta,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda NTB ,Hj .Niken Saptarini Widyawati mengatakan, prospek kain tenun NTB sangat bagus dari sisi desaign ,Namun perlu memerbaiki lagi kain tenun tersebut dari segi kUalitas .

Hj .Niken Saptarini Widyawati

“Kita akan perbaiki kin tenun dari sisi kwalitas agar tidak mudah Luntur dan awet sehingg bis bersaing dipasaran,” ungkap Niken.

Ia  menambahkan, dalam waktu dekat   Dekranasda NtB  akan ikut di beberapa acara di pusat untuk memperkenalkan kain  khas NTB .

“Di Jakarta  nanti  kita akan mempromosikan dan memperkenalkan kain khas NTB,karena seperti diketahui kain kita memiliki keunggulan, Namun untuk saat ini kain tenun dari LomboK Tengah, Lombok Timur dan Bima yang paling maju atau menonjol dibandingkan daerah lain  di NTB,” kata Niken

AYA




Dukung Recovery Pascagempa Miss World Kunjungi Warga Lombok Utara

Warga korban gempa DIingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan

KLU.lombokjournal.com —  Miss World 2018, Vanessa Ponce De Leon, bersama Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaja, mengunjungi warga korban gempa di Lombok Utara, Rabu (13/2).

Rombongan Miss World, menyerahkan bantuan paket sembako dan paket pendidikan kepada warga di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang, kecamatan Gangga.

Dalam kunjungannya, rombongan Miss World dan Miss Indonesia menyaksikan sendiri kondisi terkini masyarakat korban gempa Lombok Utara. Mereka menangkap kesan, masyarakat sudah mulai bangkit di tengah keterpurukan.

Tokoh masyarakat, Aprianto, pada kesempatan tersebut berterima kasih atas kepedulian Yayasan Miss Indonesia dan Founder Miss World, atas bantuan kepada masyarakat.

MNC Peduli bekerjasama dengan Yayasan Miss Indonesia, memberi bantuan paket sembako kepada 500 KK dan 200 paket pendidikan untuk anak-anak.

“Warga penerima bantuan di 500 KK memperoleh masing-masing satu paket sembako. Dan bantuan paket pendidikan diberikan kepada anak-anak, termasuk yang mengaji di Yayasan Al Fatih (Dusun Gondang Timur,” ujar Aprianto.

Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaya mengatakan, Miss Indonesia dan Miss World memiliki koneksi dan keterikatan satu dengan yang lainnya. Miss Indonesia bukan hanya bergerak pada ajang kecantikan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial.

Yayasan Miss Indonesia berbuat untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bersyukur bias melakukan bakti sosial tidak sekali dua kali, tetapi konsisten melalui proyek peningkatan kapasitas. Di Miss World, beauty even first, tetapi kami mengajukan beberapa proyek seperti MCK, kesehatan. Dan kita menangkan penghargaan 4 kali di Miss world,” ujar Liliana.

Sebagai kaum perempuan, Liliana berharap bisa memberi sesuatu yang lebih besar dari yang dilakukan sejauh ini.

Khusus kepada warga korban gempa, ia mengingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan.

Ia juga mengajak warga untuk tidak berlama-lama memikirkan keterpurukan, dan bekerja lebih baik demi negeri dan masa depan.

“Kita memiliki iman yang kuat, dan pada saat kita memiliki kekuatan kita akan membangun negeri ini dengan lebih baik lagi. Harapan kami, masyarakat di sini tetap melakukan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Mrs. Julia Evelyn Morley , memberi empati yang tinggi kepada warga setempat. Hal ini ditunjukkannya saat memeluk warga, karena menyadari gempa 7.0 magnitudo pada 5 Agustus 2018 memakan korban jiwa mencapai 478 orang.

“Ini yang terjadi hari ini. Dan saya ingin anda tahu, saya berkunjung hari ini untuk mengetahui dan belajar lebih banyak, dan berpikir penuh dari sudara Aprianto. Apa yang terjadi telah dijelaskan  bahwa setiap orang telah merasakan apa yang terjadi (gempa),” ujarnya.

Julia mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa kehidupan itu berjalan panjang. Namun demikian, setiap orang di dunia ini turut memikirkan warga Lombok Utara.

“Dan kami ingin kalian lebih baik lagi, membangun kembali, dan ajaklah anak-anak anda ke sekolah. Kami sesungguhnya menyadari betapa beratnya memulai, dan kami juga ingin kembali lagi kemari,” hiburnya.

Kunjungan itu dihadiri Managing Director of Star Media Nusantara, Lina Priscilla Tanaya, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Julia Evelyn Morley, Direktur Miss World, Stephen Douglas Morley, Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina. Hadir pula Bupati pertama Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, perwakilan Pemda KLU, H. Faisol, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.

AYA

 




Emak-emak Harus Kreatif Membangun Ketahanan Pangan

Peran emak-emak dalam rumah tangga terlibat dalam diversifikasi pangan. Jangan lagi menjadikan beras sebagai konsumsi utama

lombokjournal.com —

MATARAM;  Setiap turun ke lapangan, H. Bambang Kristiono (HBK) selalu disertai istrinya, Hj. Dian Bambang Kristiono. Banyak hal yang diserap Hj. Dian BK dari cerita emak-emak yang ditemuinya dalam membangun keluarga.

“Ada emak-emak yang kesehariannya fokus pada urusan dapur, rumah tangga,  dan anak saja,” katanya, Senin  (26/11).

Padahal, menurut Hj. Dian BK, emak-emak ini memiliki peran penting untuk terlibat langsung dalam membangun ketahanan pangan di keluarga. Mulai dalam soal penyediaan kebutuhan pangan mandiri, hingga mengolah pangan keluarga bergizi tapi murah.

“Siapa bilang emak-emak tidak bisa berperan soal ketahanan pangan dari rumah,” lanjutnya.

Ketahanan pangan ini, lanjutnya, dimulai dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam aneka sayur mayur maupun buah. Dengan begitu, uang untuk membeli sayur bisa dipakai membeli kebutuhan lain seperti kebutuhan protein nabati ataupun hewani.

“Sayangnya, pemanfaatan pekarangan ini belum banyak dipandang. Masih diabaikan dan belum mendapat perhatian,” ucapnya.

Berikutnya, sambung Hj. Dian BK peran emak-emak dalam rumah tangga terlibat dalam diversifikasi pangan. Jangan lagi menjadikan beras sebagai konsumsi utama.

“Bisa mengolah jagung atau singkong jadi makanan. Kandungan vitaminnya tidak kalah dengan beras”, tegasnya.

Penguatan ketahanan pangan dari keluarga, diakuinya, akan ikut menunjang sektor pertanian. Hasil bumi yang biasa dijual mentah, bisa diolah dulu oleh para ibu rumah tangga. Dengan begitu nilai jual hasil pertanian kita kian kompetitif.

“Para petani ini, yang bapak-bapak, sebaiknya jangan jalan sendiri, libatkan juga para ibu,” tambahnya.

Me




Ketua GOW Lotim Diminta Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Mendekat bersama masyarakat, dengan cara turun bertemu masyarakat melihat langsung kondisi di bawah

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masa bhakti 2018-2023 resmi dilantik untuk menggantikan Ketua GOW Lotim masa bhakti 2013-2018.

Pelantikan itu dilakukan oleh Dewan Pengurus GOW Kabupaten Lombok Timur, Hj. Hartatik Sukiman Azmy, di Pendopo 2 Wakil Bupati, Selong, Kamis (22/11).

Dewan Penasehat GOW Lotim, Hj. Hartatik Sukiman Azmy, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pengurus GOW periode sebelumnnya yang menjalankan tugas dan tanggung jawab sampai akhir periode,  dan menyampaikan selamat kepada pengurus yang telah dilantik.

Hartatik mengatakan, pengurus GOW yang baru harus bekerja lebih baik bagi organisasi dan masyarakat.

“Organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam  pelaksanaan pembangunan, termasuk gabungan organisasi seperti GOW,” ungkapnya.

Menurut Hartatik, GOW sebagai organisasi kemasyarakatan harus mendekatkan diri, dengan cara turun bertemu masyarakat, meresapi dan melihat secara langsung kondisi di bawah.

“Kedekatan yang terjalin dengan masyarakat tidak saja akan membantu merumuskan program yang lebih baik ke depan, tapi juga memberikan motivasi langsung kepada masyarakat untuk turut aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Hal tersebut akan berdampak terhadap citra positif GOW sebagai organisasi yang mampu mendorong perempuan sebagai motivator, dan penggerak masyarakat demi kehidupan yang lebih berkualitas.

“Saya percaya kekuatan perempuan di tengah masyarakat apabila diberdayakan secara optimal dapat menjadi kekuatan dengan daya dorong yang tinggi,” terang Hartatik.

Hartatik mengingatkan semua pengurus menyadari, di dalam GOW ini terdapat organisasi wanita dari berbagai peran dan profesi.

Apalagi GOW merupakan perpanjangan tangan pemerintah, utamanya dalam hal pemberdayaan masyarakat.

“Karenanya saya berharap kiprah GOW dapat terus ditingkatkan, mengingat masih banyaknya persoalan yang kita hadapi saat ini,” ingatnya.

Pengurus baru diminta mengevaluasi berbagai program yang telah dan belum terlaksana di tahun-tahun sebelumnya.

Dewan Pengurus GOW berpesan kepada pengurus baru harus menjalankan tugas dengan senang, disiplin, kompak dan penuh loyalitas.

“Kita harus istiqomah, lurus sesuai kesepakatan yang telah disetujui bersama,” jelas Hartatik.

Acara tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan dan seluruh perwakilan organisasi wanita.

Saat itu juga dilakukan penandatangan berita acara dan penyerahan memori serah terima jabatan dari Ketua GOW yang baru kepada Ketua GOW lama, dan penyerahan kenang-kenangan kepada pengurus GOW Lotim sebelumnya.

Razak




Hj Niken Buka Bimtek Kader PKK

Bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widiawati, SE., M.Sc, membuka kegiatan Bimbingan Teknis bagi Kader PKK, Pendamping PAUD di Pendopo Gubernur, Senin (19/11).

Dalam sambutannya Hj Niken mengatakan, karena anak akan tumbuh menjadi penerus bangsa, periode emas tumbuh kembang anak harus benar-benar diperhatikan.

Maksudnya, pendidikan anak usia dini (PAUD), menjadi sarana yang tepat memaksimalkan proses tersebut.

Hj. Niken menekankan, usia di bawah 6 tahun, merupakan saat tepat menanamkan nilai dan pendidikan, termasuk karakter dan mental anak, yang akan dibawanya hingga usia dewasa. Delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia tersebut.

Dijelaskan, kegiatan bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota.

“Dalam upaya menuju Paud Integral Holistik, peran PKK sebagai organisasi yang memiliki kader hingga ke tingkat desa menjadi demikian penting,” jelas Hj. Niken.

Melalui bimtek ini, diharapkan ibu-ibu bisa menambah ilmu, tentang cara menjadi kader pendamping PAUD yang baik dan benar.

“Menjadi pendamping, bersama guru dan orang tua anak di paud, ibu-ibu bisa mengambil peran sebagai “coach”, termasuk dapat memberi masukan, kritik dan saran yang berguna bagi kemajuan PAUD di masa mendatang,” kata Hj. Niken.

AYA/Hms




Istri Gubernur Siap Jadi Penjamin Penundaan Eksekusi Putusan Kasasi MA

Persoalan Nuril membuktikan lemahnya penegakan hukum terhadap perempuan

Baiq Nuril (kanan),

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam jumpa pers langkah hukum yang akan diambil kuasa hukum Baiq Nuril di Fakultas Hukum Universitas Mataram, Sabtu (17/11), Hj. Niken Zulkieflimansyah menyatakan kesiapannya menjadi penjamin Baiq Nuril untuk penundaan eksekusi putusan kasasi MA oleh Kejaksanaan Negeri Mataram..

Istri Gubernur NTB itu mengaku belum ada permintaan ke saya sebagai penjamin untuk penundaan eksekusi ataupun penangguhan penahanan bagai Biq Nuril.

“Saya siap menjadi penjamin bagi bu Nuril kalau di minta, sampai hari ini belum ada permintaan ke saya sebagai penjamin untuk penundaan eksekusi ataupun penangguhan penahanan,” ujarnya.

Hj. Niken mengatakan, persoalan Nuril membuktikan lemahnya penegakan hukum terhadap perempuan.

Kasus Nurilpun harus mendapat perhatian khusus bagi legislatif maupun pembuat undang undang, untuk lebih membuat aturan dan undang undang yang lebih melindungi perempuan pada kasus pelecehan seksual.

“Ini menjadi momentum bagi DPR atau pembuat undang undang, untuk lebih melihat kesetaraan gender dan melindungi posisi perempuan pada kasus kasus pelecehan seksual atau pencabulan,” katanya.

Kejaksaan sendiri berencana akan melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung terhadap Baiq Nuril pada Rabu depan.

Seperti di beritakan sebelumnya, Baiq Nuril di putuskan bersalah oleh MA melalui putusan kasasi. Dalam putusan tersebut selain dinyatakan bersalah melanggar UU ITE, Baiq Nuril dikenakan hukuman penjara 6 bulan, denda 500 juta subside 3 bulan kurungan penjara.

AYA