Ketua TP.PKK NTB Atensi Masalah Kesehatan Mental 

Hj. Niken diminta menjadi Keynote Speaker dalam acara seminar Psikologi Klinis yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang

MATARAM.lombokjournal.com —  Masalah  gangguan mental menjadi kekhawatiran bersama, karena dampak dari gangguan ini tidak hanya bagi diri sendiri, namun berdampak bagi orang lain.

“Kita perlu khawatir, karena kondisi mental tidak hanya berdampak pada si penderita, tapi juga orang yang berada di sekitarnya,” kata Ketua TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc .

Hal itu diungkapkannya waktu menerima audiensi Ikatan Psikolog Klinis (IPK)  Indonesia, terkait kasus kesehatan mental anak dan remaja di NTB Rabu (16/10) 2019 sore, di Pendopo Gubernur NTB.

Audiensi ini membahas permasalahan remaja yang membutuhkan pengayoman dalam segi psikologi dan kerohanian.

Ketua Hj. Niken juga menyarankan untuk menggandeng para pakar psikologi di NTB dan melibatkan mahasiswa lulusan ilmu psikologi untuk terjun langsung sampai ke desa-desa, untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

Ikatan Psikolog Klinis Indonesia meminta kesediaan Hj. Niken untuk menjadi Keynote Speaker dalam acara seminar Psikologi Klinis yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.

Sri Helmi Hayati, selaku koordinator seminar menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi, kepada remaja akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menjadi wadah bagi para remaja yang memiliki gangguan psikologis.

“Seminar ini akan memberikan informasi kepada remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan bagaiamana cara menjaganya,” ungkap Sri Helmi Hayati.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas seminar lalu selesai, namun pihaknya akan terus mem-follow up.  Bahkan membentuk tim koordinasi, baik di tingkat kabupaten sampai dengan desa.

”Sehingga para remaja setidaknya mengetahui tujuan mereka saat mereka memiliki masalah,” kata Sri.

AYA/HmsNTB

 




Kaum Perempuan Diajak Sukseskan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih dan fasilitas sanitasinyapun kurang memadai

MATARARAM.lombokjournal.com —  Kaum perempuan dan para kader PKK di NTB diajak aktif dan terlibat langsung dalam mensukseskan program Sanitasi Total berbasis masyarakat (STBM), program yang memiliki hubungan erat mewujudkan masyarakat sehat dan generasi cerdas

Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, menyampaikan ajakan itu karena peran dan potensi perempuan di NTB, jumlahnya sangatlah besar.

Dari total penduduk NTB yang mencapai 5,6  juta jiwa lebih, keberadaan perempuan usia produktif 14 – 24 tahun jumlahnya mendominasi.

“Ini merupakan potensi yang perlu diberi ruang dan diberdayakan secara optimalkan,” ungkap Hj. Niken, Rabu (16/10) 2019 di hotel Green Legi Mataram.

Hj Niken mengatakannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Workshop  Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bersama Yayasan Plan International Indonesia,

Dikatakannya, dalam praktek kehidupan sehari-hari kaum ibu dan perempuan pada umumnya menjadi pemeran kunci mewujudkan lingkungan rumah tangga yang bersih dan sehat.

Bahkan pada program Dasa Darma PKK melalui kader-kadernya, kini terus mengkampayekan Gerakan hidup sehat, termasuk kebersihan lingkungan dan sanitasi.

“ Ini program rutin ibu-ibu PKK, insya Allah akan dapat mengubah perilaku masyarakat kita menuju perilaku yang bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia menyadari tantangannya tidaklah kecil. Sebab masih banyak masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih dan fasilitas sanitasinyapun kurang memadai. Misalnya tidak ada air bersih dan tidak ada jamban. Kondisi itu ditambah lagi dengan ketidaktahuan mereka bagaimana menjaga kesehatan, ujarnya.

Karena itu sentuhan edukasi menurutnya perlu terus digiatkan melalui berbagai pola dan pendekatan agar tumbuh kesadaran dan pemahaman yang memadai tentang Gerakan hidup bersih dan sehat.

“Ini tantangan dan tugas kita ke depan untuk terus mengkampanyekan hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Niken mendorong peran kepemimpinan perempuan meningkatatkan akses sanitasi di masyarakat. Ia juga mengajak Tim PKK yang ada di wilayah dampingan project YPII untuk memimpin gerakan peningkatan sanitasi di tingkat desa melalui strategi penguatan pengasuhan berbasis keluarga.

Keterlibatan aktif perempuan dalam kegiatan sanitasi diharapkannya dapat meningkatkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan STBM di Provinsi NTB.

Ketidakadilan gender

Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan,Deputi Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Lieska Prasetya, M. Sc menjelaskan, masih ada kesenjangan yang menimbulkan ketidakadilan gender dalam masyarakat.

Ketidakadilan gender itu sendiri merupakan sistem dan struktur yang mengakibatkan salah satu gender, apakah itu perempuan ataupun laki-laki, termasuk yang disabilitas dan lansia menjadi korban.

Wujud Ketidakadilan gender itu menurutnya beragam. Di antaranya marginalisasi atau peminggiran hak-hak, dimana hak salah satu gender terabaikan karena kepentingan gender yang lain ataupun karena kepentingan politis yang lebih besar.

Maka Pengarusutamaan gender (puG) Merupakan solusi dan strategi  mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan.

Pengintegrasian perspektif gender tersebut, dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.

Sedangkan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali Sp.KO mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada para pemangku kepentingan sehingga dapat menciptakan sinergi untuk mencapai kesetaraan gender dan inklusi dalam pelaksanakaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Lebih jauh lagi ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 2016 pasal 74 bahwa Pemerintah wajib menjamin akses bagi Penyandang Disabilitas terhadap pelayanan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak. Pembangunan kesehatan yang inklusif tidak hanya berdasarkan kriteria ketimpangan wilayah akan tetapi bahwa kesehatan dipastikan bisa diakses baik oleh semua masyarakat termasuk diantaranya adalah penyandang disabilitas,” katanya.

AYA/HmsNTB




IWAPI NTB Ajak Kaum Perempuan Berusaha & Mandiri

Harus Mandiri, Baiq Diyah Ganefi: macak cih beli bedak harus nunggu suami!

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Ikatan Wanita Pangusaha Indonesia (IWAPI) NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., mengajak kaum perempuan yang memiliki usaha baik UMKM level pemula, atau usaha menengah dan mandiri untuk bergabung mengembangkan usahanya di IWAPI.

“IWAPI merupakan wadah bagi perempuan/ ibu-ibu yang ingin mengembangkan usahanya, ibu

rumah tangga yang punya ketrampilan segera bergabung ya,” ajaknya di Mataram, Rabu (16/10) 2019.

Saat ini IWAPI telah memiliki kedai “69” untuk membantu menampung produk ibu-ibu rumah tangga seperti produk makanan dan minuman yang dijual kembali dengan harga terjangkau.

“Kedai 69 merupakan wadah bagi UMKM binaan IWAPI, sebanyak 27 orang ibu-ibu telah menjadi pemasok makanan, kopi, beras dll, kami menunggu siapa saja kaum perempuan yang punya produk untuk dibantu pemasarannya di kedai ini,” imbuhnya.

Senator dua periode ini selalu memotivasi pengurus dan anggotanya untuk terus berwirausaha  mengikuti kebutuhan zaman.

Apalagi di era digitalisasi ini berwirausaha sangat mudah, hanya dengan modal Handphone usaha bisa dilakukan drumah.

“Manfaatkan tekhnologi dong, saya selalu bilang sama pengurus dan anggota bahwa perempuan harus bekerja, perempuan harus berpenghasilan dan Mandiri, macak cih mau beli bedak nunggu dikasi uang sama suami,” ledeknya.

Ia menegaskan perempuan harus membantu ekonomi keluarga sebab sekarang semua serba mahal, pendidikan, sandang, papan, pangan.

“Jadi melalui IWAPI insyallah yang tadinya jualan kue hanya 50 buah sehari sekarang bisa 100 lebih, bayangkan keuntungan bisa berapa itu ken banyak dan sangat membantu mereka, malah saya yakin kalau semua rajin berusaha walaupun niat awalnya sampingan lambat laun bisa jadi usaha tetap dan bisa menjadi besar,” katanya.

Sebagai ketua organisasi, Baiq Diyah memastikan organisasi yang dipimpinnya harus tetap berinovasi agar para perempuan semangat dalam berniaga.

Sebelumnya, IWAPI NTB Telah banyak memberikan pelatihan keterampilan dibidang penjualan bahkan beberapa waktu lalu IWAPI telah menggelar pelatihan IT meliputi cara mempromosikan produk lewat media sosial seperti fesbuk dan pelatihan laju digital.

“Bagi yang belum memiliki keterampilan namun punya bakat dan minat serta niat merubah ekonomi keluarga kami tetap menerima jika ingin bergabung dengan IWAPI,” pungkas wanita hebat NTB yang dikenal dengan sebutan BDRG ini.

AYA




KPID Beri Panggung Dekranasda NTB, Promosikan Produk Budaya & Kerajinan

Momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran

MATARAM.kombokjournal.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB akan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) NTB untuk mengenalkan berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB, pada  rangkaian kegiatan perayaan dan menyambut malam puncak penganugerahan lembaga penyiaran NTB, bertajuk siaran sehat untuk NTB Gemilang, yang akan digelar  7 November 2019.

Keikutsertaan Dekranasda NTB dalam ajang bergengsi KPID NTB tersebut, untuk mendorong Lembaga-lembaga penyiaran publik, baik TV maupun Radio agar aktif menyuguhkan kontens lokal. Terutama berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB yang kaya dan beragam.

Salah satunya, dalam puncak acara penganugrahan tersebut, Dekranasda NTB, akan mengisi acara fashion show yang menampilkan karya-karya terbaik para desainer menggunakan pakaian berbahan kain tenun khas NTB.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, S.T. M.Pd. beserta  jajarannya usai menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ketua Deskranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly di Galeri Kriya Deskranasda NTB Mataram, Selasa sore (8/10-2019) menjelaskan keiutsertaan Dekranasda.

Keikutsertaan Dekranasda dalam AJANG penganugerahan KPID NTB ini  adalah momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran, khususnya media TV berjaringan (SSJ).

“Diharapkan dengan keikutsertaan semua media masa di daerah pada ajang ini termasuk KPI Pusat, akan dapat membantu mempromosikan  kerajinan kita di seluruh Indonesia,” jelas Yusron Saudi.

Menurutnya, Antusiasme  pengelola media TV dan radio cukup besar untuk menyuguhkan kontens budaya dan kerajinan lokal ini.

TVRI NTB sendiri bahkan membuat acara khusus mengenai kelokalan di daerah, ujarnya.

Demikian juga, SCTV yang memuat siaran lokal juga tak mau ketinggalan sama-sama menggaungkan daerah kita, tandas Yusron.

Ketua Dekranasda yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan kerja sama kemitraan dari KPID dan seluruh lembaga penyiaran publik yang  bersiaran di NTB.

Istri Gubernur Dr. Zulkieflimansyah itu juga berjanji akan memfasilitasi dan menyiapkan narasumber bagi media yang hendak meliput mengenai kerajinan tradisional di seluruh Wilayah NTB.

Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk  komitmen lembaga penyiaran dalam memenuhi undang-undang penyiaran dalam hal isi siaran yang berkualitas.

Terutama dalam hal memenuhi sepuluh persen konten lokal.

Terlebih dalam kegiatan malam anugerah penyiaran itu,  sebanyak 67 lembaga penyiaran (Tv dan Radio) lokal akan diundang dan berpartisipasi pada gelaran  tersebut.

AYA/HmsNTB




Penghargaan Pembina Dekranasda Terbaik Untuk Hj Niken

Empat kriya binaan Dekranasda NTB juga mendapatkan penghargaan sebagai karya kriya unggulan pada acara Dekranas Award

MATARAM.lombokjournal.com —  Penghargaan Pembina Dekranasda Terbaik se-Indonesia Tahun 2019 diraih Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, selaku Ketua Dekranasda NTB

Dekranasda NTB dipandang mampu bekerjasama dengan baik dengan kabupaten kota se-NTB.

Tak hanya itu, Hj. Niken juga dinilai mampu mengembangkan produk unggulan di NTB yang berbasis budaya dan kekayaan lokal, serta berdaya saing di kancah Nasional hingga Mancanegara.

Hj. Niken mendapatkannya di tahun pertama sebagai Ketua Dekranasda NTB. Penghargaan langsung diserahkan oleh Ketua Umum Dekranasda, Hj. Mufidah Jusuf Kalla saat pembukaan pameran Kriyanusa Dekranasda 2019 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (11/09) 2019.

“Alhamdulillah, penghargaan ini diraih atas kerjasama Dekranasda Provinsi NTB dan Dekranasda 10 kabupaten kota di NTB. Saya dedikasikan juga untuk para perajin di NTB atas karya-karyanya yang sangat baik dan berkualitas,” ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken berharap, semoga prestasi yang telah diraih makin meningkatkan semangat semua pihak untuk berkarya.

“Semakin kreatif dan semakin percaya diri untuk berdaya saing global,” tuturnya.

Selain penghargaan yang diterima Ketua Umum Dekranasda NTB, empat kriya binaan Dekranasda NTB juga mendapatkan penghargaan sebagai karya kriya unggulan pada acara Dekranas Award.

Karya tersebut antara lain adalah tas ransel wanita kategori serat alam karya desainer Amrul Hadi dari Ermina.

Untuk kategori material asli alami lain, NTB mampu meraih tiga penghargaan melalui produk mutiara yakni, piring kue (motif daun kates) dari Lamops Craft Works karya Desainer Efdalius Ruswand.

Dua lainnya diborong Riana Melia dari Lombok NTB Pearls dengan karyanya bros Daun kates dan bros liontin pipa daun anggur.

Hadir dalam acara tersebut Ibu Iriana Joko Widodo beserta istri para Menteri Kabinet Kerja.

AYA/HmsNTB

 




Asisten III Buka Sosialisasi Pos Perlindungan Perempuan di Lombok Utara

Pos pengaduan diarahkan pada edukasi kritis terhadap dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak

lombokjournal —

TANJUNG  ;   Dinas Sosial, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lombok Utara (KLU)  melaunching dan sosialisasi Pos Perlindungan Perempuan tahun 2019.

Pelaksanaan sosialisasi sebagai kepedulian dan perhatian terhadap penanganan korban kekerasan dalam rumah tangga, khususnya di Kabupaten Lombok Utara tersebut itu, dibuka Asisten III Setda KLU, Ir. H. Melta di Jenggala Tanjung (21/8).

Hadir pula Direktur Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Mitra (LPSDM NTB) H. Bahran Helmi, Camat Tanjung Syamsul Bahri, MM., beberapa Pimpinan OPD, Para Camat lingkup Pemda KLU dan Kelompok Sekolah Perempuan se-KLU.

Bupati Lombok Utara yang diwakili Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi itu. dan diharapkannya penanganan korban kekerasan dapat membantu upaya perlindungan perempuan, terutama istri dan anak dari aneka bentuk kekerasan.

“Kekerasan dalam rumah tangga  bukan hanya urusan rumah tangga tetapi dapat dipidanakan,” UCAP h Melta.

Peserta yang mengikuti sosialisasi diharapkan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, dalam upaya penanganan korban kekerasan, dengan bekal pemahaman dan pengetahuan tentang upaya perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan.

Ditegaskan, agar masyarakat ikut berperan bersama pemerintah dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan,  juga membentuk agen kader/perubahan dan transformasi budaya serta paradigma untuk meminimalisir adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dengan demikian terbentuk keluarga dan masyarakat harmoni yang damai dan cinta sesama,” tandasnya.

Direktur Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Mitra (LPSDM NTB), H. Bahran Helmi menyampaikan, sekolah perempuan merupakan strategi terbaru dalam pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Adanya pos pengaduan diarahkan pada edukasi kritis terhadap dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

“Ada empat desa di Lombok Utara yang telah memiliki interaksi baik terhadap perlindungan kaum perempuan. Keempat desa desa tersebut mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah desa setempat. Diantaranya Desa Medana, Desa Sokong, Fesa Teniga dan Desa Sesait,” katanya.

Camat Tanjung Samsul Bahri, MM., memaparkan fungsi kecamatan sebagai tempat pengaduan masyarakat juga. Baik itu bagi kaum perempuan ataupun kaum laki-laki, ketika memiliki atau terjadi masalah.

Dikatakannya, bersyukur karena telah terbentuknya pos pengaduan sekolah perempuan pada berbagai desa di Kabupaten Lombok Utara ini, khususnya di Kecamatan Tanjung.

Kegiatan launching dan sosialisasi berlangsung dialogis dilanjutkan dengan diskusi.

msa/humaspro




IWAPI & UMKM di NTB Diminta Optimalkan Fasilitas IT

Saat ini, hampir semua proses dalam bisnis, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pemasaran hasil produk dan memperluas koneksi, bisa dilakukan dalam genggaman

Penyerahan cindramata kepada Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah oleh Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Dyah Anita Prihapsari MBA di dampingi Ketua DPD IWAPI NTB Hj. Baiq Diah Ratu Ganefi, usai membuka Musda IV DPD IWAPI NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Di Era revolusi industri 4.0, akan membawa pergerakan informasi dan transaksi yang cepat, bahkan bisa dilakukan dalam hitungan detik.

Hal ini menjadi kunci kemajuan dari sebuah bisnis. Bisnis skala kecil bisa tumbuh menjadi besar, berkat penggunaan Informasi Teknologi (IT).

Sebaliknya, tidak sedikit, perusahaan besar yang gulung tikar, akibat kalah dalam kompetisi bisnis, karena masih bersifat konvensional.

Mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi pada Perempuan Pengusaha dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) diminta mengoptimalkan fasilitas informasi teknologi (IT) digital.

Khususnya  dalam meningkatkan jaringan pemasaran bisnisnya di tingkat nasional dan internasional.

Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah emngungkapkan itu, saat membuka Musda IV DPD IWAPI NTB, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/8),

Menurut Wagub, penggunaan IT menjadi kunci sukses utama dalam mengembangkan bisnis di era digital.

Saat ini, hampir semua proses dalam bisnis, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pemasaran hasil produk dan memperluas koneksi, bisa dilakukan dalam genggaman,.

“itu semua berkat kemajuan dari informasi teknologi,” jelasnya.

Wagub berharap, keberadaan DPD IWAPI NTB, dapat menjadi lokomotif sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di NTB.

“IWAPI harus juga ambil bagian dalam melahirkan wirausaha-wirausaha muda NTB yang nantinya akan mampu menciptakan lapangan kerja baru yang akan berdampak terhadap bertambahnya lapangan kerja baru dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat NTB,” jelasnya.

Selain bidang bisnis, DPD IWAPI NTB juga diharapkan menjadi agen yang berperan aktif dalam mendukung suksesnya program-program kerja pemerintah saat ini. Seperti program Revitalisasi Posyandu sebagai kunci utama peningkatan kualitas kesehatan keluarga, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Selain program revitalisasi Posyandu, yang tidak kalah pentingnya dan akan menjadi kunci dari kemajuan ekonomi di NTB, partisipasi semua elemen dalam mensukseskan program Zero Waste. Ketika NTB sudah bersih akan menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah kita untuk dikunjungi orang, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami yakin IWAPI adalah mitra strategis dalam mensukseskan program revitalisasi Posyandu dan Zero Waste di NTB,” kata wagub.

AYA/HmsNTB

 




Balai Kriya Dekranasda Diharapkan Kembangkan Kerajinan di NTB

Kantor Dekranasda yang baru diresmikan dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM Pengrajin dan dapat menunjang sektor pariwisata khususnya dalam penyediaan souvenir

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembangunan Balai Kriya di Kantor Dekranasda disambut baik untuk menjalankan pembinaan dan pengembangan produk kerajinan di NTB.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), Hj. Mufidah Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi  kepada Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, saat meremikan dan penandatanganan prasasti oleh Ketua umum Dekranas, Rabu (14/8).

Saat persmian itu, Hj Mufidah didampingi Ketua Dekranasda Provinsi NTB, dan disaksikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,

Pembangunan Balai Kriya itu membuktikan keseriusan Dekranasda NTB dalam menjalankan tugasnya.

“Kita ketahui bahwa industri kerajinan kriya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat hampir diseluruh pelosok tanah air tidak terkecuali di NTB yang memiliki potensi sangat besar,” jelasnya.

Hj. Mufidah mengatakan, persaingan regional maupun internasional sangat ketat, maka diperlukan upaya-upaya nyata untuk mendorong para UKM Pengrajin agar lebih giat lagi dan bersaing di pasaran.

Menyadari pengrajin yang skala usahanya kecil dan menengah memiliki keterbatasan dari segi pemasaran, permodalan, dan manajemen usaha.

“Maka diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk melakukan upaya pembinaan dan pengembangan usaha pengrajin dalam mengatasi berbagai kelemahan dan permasalahan dihadapi oleh pengrajin, ” harap Hj. Mufidah

Kantor Dekranasda yang baru diresmikan dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM Pengrajin dan dapat menunjang sektor pariwisata khususnya dalam penyediaan souvenir.

Serta memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan melalui website, dan semakin berperan dalam kemajuan bangsa melalui pengembangan dan pembinaan produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Dengan mengikuti trend pasar yang sedang berlaku dapat pula dengan membuka website yang telah dimiliki oleh Dekranasda. Tidak kalah pentingnya juga agar Dekranasda NTB memanfaatkan pemasaran online, baik secara mandiri atau melalui market place seperti buka lapak dan shopee dan lainnya,” katanya.

Beri inspirasi dan semangat baru

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih kepada Hj Mufidah Jusuf Kalla.

“Mudah-mudahan ibu-ibu memberikan inspirasi dan semangat baru bagi di NTB untuk kerja lebih maksimal lagi dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” kanya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc , Ketua Umum Dekranasda. NTB memaparkan khasanah budaya dari 2 pulau di NTB. Beberapa hal yg bisa menjadi kebanggaan NTB memiliki kekhasan pada tenunnya masing-masing.

Sebagian besar dari tenun tersebut, masih dilakukan secara tradisional, karena itu kita masih membutuhkan arahan dari Dekranas.

“Kami sangat membutuhkan bantuan, bimbingan dan arahan dari pusat, agar tenun NTB bisa sejajar dengan tenun lain dan diterima diberbagai kalangan” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan, pasca gempa yang mengguncang Lombok, Dekranasda NTB melakukan recovery dari beberapa UKM dan membantu untuk menghadirkan karya mereka di dalam maupun luar negeri.

“Kami tetap membuat berbagai kegiatan pameran, sekali di Dubai yang berkenaan dengan Lombok-Sumbawa Recovery Night, di Malaysia dan rencananya dalam bulan agustus nanti ada undangan dari konjen RI di Darwin dan di Perth,” jelasnya.

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memberikan bantuan stimulan kepada pelaku industri kreatif yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

AYA/HmsNTB




Wagub: Ibu Berperan Kunci Dalam Ketahanan Keluarga

Ibu-ibu sangat besar perannya untuk mensukseskan program-program pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Peran perempuan dalam pembangunan cukup besar, apalagi pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal pembangunan berkelanjutan, hanya bisa berhasil jika penanganannya dari hulu, dari sumber dan dari akarnya. Salah satu kunci keberhasilannya adalah ketahanan keluarga.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd mengatakan itu saat  menjadi pembicara pada seminar Peran Organisasi Wanita Dalam Pemberdayaan Perempuan Serta Peran Perempuan Dalam Revitalisasi Posyandu, di Hotel Fave Mataram, Jum’at (19/07) 2019.

Dikatakannya, tentang ketahanan keluarga, yang memiliki peran besar dalam hal tersebut adalah seorang ibu.

“Jika peran seorang ibu lemah, betapa anak-anak kita bergantung dari cara ia menerima pendidikan dan arahan dari seorang ibu, begitu pun kesehatan dan pendidikannya,” ungkap Wagub.

Menurutnya, BKOW (Badan Koordinasi Wanita) harus bersinergi dengan GOW (Geraka Organisasi Wanita), supaya saling memperkuat.

Itu salah satu fungsi pertemuan hari ini dan besok, katanya..

Dalam merencanakan pembangunan harus memperhatikan kearifan lokal yang ada di NTB, akuntabilitas, dan berwawasan lingkungan.

Wagub sebagai Ketua BKOW NTB menyampaikan, seminar ini adalah untuk memperkuat peran ibu-ibu, baik dari sisi edukasi/pendidikan dan dari sisi-sisi lainnya.

Pendidikan tidak hanya berasal dari sisi formal, tetapi juga non formal.

Sebelumnya di tempat yang sama, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, dukungan penuh terhadap kegiatan ini, perempuan hars bisa berkontribusi untuk semua kebaikan.

“Ibu-ibu disini sangat besar perannya untuk mensukseskan program yang dibuat oleh pemerintah, saya selaku Ketua TP. PKK menyadari tidak semua desa atau wilayah PKK nya sudah bagus,” ucap Hj Niken.

Hj Niken berharap, semua bersama bergandengan tangan, harus peduli kepada sesama perempuan.

Perempuan harus peduli terhadap sesama, banyak kasus yang terjadi yang merugikan perempuan karena ketidakpedulian terhadap sesama.

“Kalau kita peduli Insyallah semua masalah bisa diselesaikan bersama dan bersama menuju NTB Gemilang”, tutup Hj Niken.

Usai memberikan arahan dalam seminar tersebut, Wagub membuka sesi tanya jawab, yang direspon antusias ibu-ibu mengenai program pemerintah terkait visi dan misi NTB Gemilang.

AYA/Hms NTB




Hj. Niken Serahkan Hadiah Untuk Pemenang Lomba Foto dan Vlog Harganas

Pengakuan pemenang, untuk bahagia bersama keluarga ternyata modal yang paling utama yang dirasakannya selama ini adalah ilmu dan iman

Wawan Herman Husdiawan datanng bersama keluarga

MATARAM.lombokjournal.com — Para pemenang Lomba Foto dan Vlog momen-monen bahagia bersama keluarga yang merupakan salah satu kegiatan memperingati hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi NTB tahun 2019, telah  menerima hadiah.

Hadiah Lomba Foto dan Vlog itu berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp.5 juta untuk Juara I,  Rp.3 juta untuk juara II, dan Rp.2 juta untuk juara III. Total hadiah yang diterima seluruh pemenang Rp.20 juta.

Hadiah diserahkan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB yang juga penggagas Lomba, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M.Sc di Pendopo Gubernur di Mataram, Jumat pagi (05/07) 2019.

Hj. Niken memang mengundang secara khusus dan memberi jamuan kepada para juara lomba Vlog dan foto dengan tema bahagia bersama keluarga  menuju NTB Gemilang tersebut, di rumah dinasnya.

Pemenang Lomba Foto masing-masing;

  • Juara 1 lomba foto berhasil diraih Agus Kurniawan;
  • Juara 2 diraih oleh Juliadin Kuswara, dan
  • Juara 3 diraih oleh Alfian Pebriadi.

Pemenang untuk kompetisi Vlog masing-masing;

  • juara 1 diraih oleh Wawan Herman Husdiawan;
  • Juara 2 diraih oleh Lalu Rendi Suteja, dan
  • Juara 3 diraih oleh Herman Jayadi.

Keenam pemenang dengan penuh kebahagiaan, diterima Hj.Niken di ruang tamu kehormatan. Diawali dengan pertanyaan seputar kisah keluarga bahagia  di balik hasil karya seni foto dan video pendek (Vlog) yang ditampilkan.

Sehingga berhasil memenangkan lomba yang disukai banyak netizen dan menginspirasi  banyak keluarga untuk bisa bahagia bersama keluarga.

Saking senangnya, Wawan Herman Husdiawan pemenang terbaik I Lomba Vlog, bahkan memboyong keluarga kecilnya yang bahagia, yakni istri dan 2 anaknya ikut hadir menerima hadiah.

Ia menceritakan kisah di balik video pendek adalah aktivitas rutin dalam kehidupan keseharian bersama keluarganya.

Untuk bahagia bersama keluarga ternyata modal yang paling utama yang dirasakannya selama ini adalah ilmu dan iman. Dengan ilmu dan iman itu, dapat membantunya merajut kasih sayang dan bahagia bersama keluarga.

Cerita berbeda diungkapkan, Alfian Pebriadi, juara 3 lomba Foto. Pemuda yang masih lajang ini, terinspirasi dari kehidupan seorang keluarga tetangganya, yang hidup sangat sederhana, tetapi selalu rukun dan bahagia.

Kehidupan keluarga itu kemudian diabadikannya kedalam sebuah foto dan berhasil menyisihkan ratusan foto lainnya. Ternyata untuk bahagia, tidak butuh mewah atau mahal, ujarnya.

Demikian juga pemenang lainnya, masing-masing menceritakan kisah di balik karya itu,  merupakan potret dan kisah nyata para keluarga yang mereka dapatkan dilingkungan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mereka menyatakan sangat auntusias dan berterima kasih atas pelaksanaan lomba, yang baru pertama kali mereka tahu diadakan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Ini sungguh menginspirasi kami dan tidak sedikit yang telah meng-inbox kami, karena terinspirasi dan rindu akan keluarga bahagia, ungkap mereka.

Setelah menyimak cerita para pemenang, Hj. Niken tampak sangat senang. Istri Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah SE, M. Sc itu kemudian menyampaikan selamat kepada pemenang.

Ternyata untuk bahagia itu, tidak selalu harus mahal. Dengan cara sederhana, meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga, saling mengasihi dan memberi perhatian kepada keluarga, mampu mewujudkan bahagia, ungkapnya.

Karenanya, Hj. Niken menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang jumlahnya lebih dari 400 orang. Mereka telah ikut berpartisipasi pada lomba foto dan Vlog hari keluarga Nasional tingkat Provinsi Tahun 2019, dengan menampilkan karya-karya yang luar biasa.

Karya-karya para peserta itu, ungkap Hj. Niken sungguh menginspirasi dan menjadi momen yang sangat baik untuk terus dikembangkan dalam mendorong tumbuhnya  kreativitas keluarga-keluarga di NTB untuk selalu bahagia bersama keluarga demi terwujudnya NTB Gemilang.

Penghargaan dan terima kasih juga d