TP PKK Ajak Masyarakat NTB Sukseskan Hari Keluarga Nasiona

Selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah, ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com — Seluruh keluarga di NTB diajak mensukseskan Hari Keluarga Nasional (Harganas), dengan meningkatkan kualitas keluarga, pengasuhan, hingga kesehatan.

Dihrapkan  juga masyarakat menggunakan moment pandemi Covid-19, sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan ajakan itu, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Bincang Hangat yang disiarkan secara langsung oleh Lombok TV, Sabtu (27/06/20) malam.

Talkshow yang bertemakan “Hari Keluarga Nasional ke-27 di Provinsi Nusa Tenggara Barat”, membahas bagaimana keikutsertaan dan kontribusi masyarakat dalam perayaan Harganas yang akan digelar pada Senin, 29 Juni 2020.

Bunda Niken mengatakan,  Tim Penggerak PKK selalu berperan aktif dalam mensukseskan program-program pemerintah, terutama masalah kesehatan dan keluarga.

Tim Penggerak bertugas menggerakkan masyarakat untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dan memastikan masyarakat melaksanakan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Tentu saja di sini masuk juga pola asuh anak, pendidikan usia dini, menanam tanamanan sehat yang dibutuhkan keluarga di pekarangan rumah,” jelasnya.

Dalam Talkshow tersebut, Bunda Niken mengatakan, TP-PKK Provinsi NTB bersinergi dengan organisasi wanita lainnya dalam membantu pemerintah, khususnya dalam kesejahteraan keluarga.

“Ini sudah dilaksanakan di beberapa kegiatan, maka kami juga berharap organisasi wanita mendukung program-program PKK di antaranya Dasa Wisma yang kemarin kita coba untuk mengaktifkan kembali,” ungkap Bunda Niken.

Fokus pada keluarga

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, dr. Rusnawi F yang juga hadir sebagai narasumber menjelaskan tema Harganas tahun ini yaitu “BKKBN Baru, dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluarga”.

BKKBN tentunya akan fokus pada keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga yang tentunya juga didukung semua masyarakat.

“Meskipun di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan Covid-19 akan tetap digunakan dan selalu memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan penyebaran virus tersebut,” jelasnya.

Rusnawi mengatakan di Harganas tahun ini akan diberikan pelayanan KB serentak sejuta akseptor dan tercatat sebagai Rekor Muri. Untuk mendukung hal tersebut, pendataan akan dilakukan secara quick count agar langsung terlihat hingga ke pusat.

“Untuk mencapai Rekor Muri tersebut, akan dilakukan live streaming di seluruh fasilitas kesehatan yang mewakili, baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan Praktek hingga ke Desa,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah.

Hal ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga dan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kepada anggota keluarga untuk mengerjakan GERMAS.

“Sebetulnya gerakan-gerakan yang kita lakukan dalam protokol kesehatan, sebagaian besar adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, makan buah dan sayur dan berolahraga teratur.” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Bunda Niken Hadiri Wisuda SDLB Pelangi Lombok Care

Segala sesuatu bisa terjadi, mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses karena dukungan dari orang tua khususnya doa dari para ibU

LOBAR.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati mengaku bahagia menghadiri acara wisuda SDLB Pelangi Lombok Care.

Acara itu disebutnya penuh keberkahan, nikmat dan anugerah. Yayasan Lombok Care hari ini, tepat berusia 8 tahun dan hari ini juga menyelengarakan wisuda perdana untuk 6 siswa-siswinya.

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul di tempat ini dan dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki semangat yang sama,” tutur Hj. Niken, Jum’at 26 Juni 2020.

Pada kesempatan tersebut Hj. Niken memberikan semangat serta mengucapkan selamat kepada orangtua yang selama ini telah bersabar,  hingga anak-anaknya lulus dengan penuh perjuangan bertahun-tahun melalui tantangan yang tidak mudah.

“Kita tetap harapkan ibu-ibu tetap semangat mendampingi anak-anak titipan dari Tuhan. Ibaratnya mereka diutus pada ibu-ibu dengan sebuah tujuan, artinya ibu-ibu mampu menjadi ibu untuk anak-anak yang luar biasa,” ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken yang kerap disapa Bunda Niken tersebut menyampaikan, segala sesuatu bisa terjadi, mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses karena dukungan dari orang tua khususnya doa dari para ibu.

Salah satu yang wisuda hari ini bercita-cita menjadi polisi, Bunda Niken sangat mendukung dan mendoakan agar Allah memberikan jalan.

“Kalian sudah tahu hari ini sudah lulus SD, suatu saat nanti Ibunda bertemu dengan kalian sudah lulu SMP, SMA dan tidak menutup kemungkinan kalian bisa lulus sarjana,” kata Bunda Niken.

Kemudian, untuk Yayasan Lombok Care Bunda Niken berharap agar niat baik dan upaya yang dilakukan sampai pada titik ini, ia percaya tidak bisa dinilai dengan uang atau harta.

“Saya atas nama masyarakat NTB dan atas nama Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terima kasih dan tentu saja tetap semangat kepada Ketua Yayasan, Kepala Sekolah serta guru-guru. Karena dengan melihat orang lain bahagia tentu saja itu sebuah kebahagian tersendiri,” katanya.

Semangat berkembang

Pemilik Yayasan Lombok Care, Nindi berpesan untuk tidak bersaing dengan dunia luar ataupun orang lain melainkan bersainglah dengan diri sendiri. Menurutnya, semua orang telah mengetahui kemampuan dan perubahan dari siswa-siswinya.

“Memulai dari motto “where there is a will, there is a way”, sekarang saya benar-benar menyadari bahwa bukan hanya saya yang punya keinginan yang kuat tetapi anak-anak ini juga memiliki semangat dan keinginan untuk dicintai dan berkembang,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, 25 orang karyawan yang berjuang untuk menciptakan hari ini untuk wisuda. Ia berharap agar siswa-siswinya tetap semangat, terus berjuang semoga kedepan bisa membantu, menjadi contoh dan menginspirasi anak-anak lainnya dan begitupula dengan orang tuanya.

“Karena banyak sekali orang tua yang sudah berbagi emosi dan menceritakan isi hatinya satu sama lain dan berani membawa anaknya ke tempat ini, itu sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Kepala SDLB Pelangi Lombok Care, Rasyid Ridho mengaku haru dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 6 tahun yang lalu siswa-siswinya masih kecil dan diajarkan untuk membaca dan berhitung.

“Kami juga sebagai guru memacu dan mendorong agar tidak menyerah. Perjuangan kalian menjadi anak yang luar biasa karena kalian adalah keajaiban,” jelasnya.

Acara wisuda yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik ini kemudian dilanjutkan penyerahan secara simbolis bantuan paket nutrisi dan sembako untuk 99 anak berkebutuhan khusus.

AYA/HmsNTB

 

 




Ribuan ‘Paket GemarIkan’ Diserahkan ke Posyandu di Lotim

Paket Gemarikan ini diberikan kepada 16 Posyandu yang terdapat di Lombok Timur. Jumlah paket Gemarikan yakni sebanyak 5.650 paket.

LOTIM.lombokjournal.com —  Lebih dari tiga bulan, Negara Indonesia termasuk Provinsi NTB mengalami pandemi Covid-19.

Hal itu menimbulkan dampak pada berbagai aspek, baik ekonomi, sosial dan segala aktivitas masyarakat di luar rumah.

Dengan kondisi pandemi tersebut Tim Penggerak PKK Provinsi NTB berkomitmen untuk mendukung serta membatu pemerintah dan masyarakat dengan program-program unggulan yang dimilikinya.

“Secara umum saya bagi kegiatan Tim Penggerak PKK itu ada dua hal, yang pertama sosialisasi edukasi tentang Covid ini dan yang kedua adalah mengenai penanggulangan dampaknya,” terang Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB,  Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc saat menyerahkan paket Gemarikan ke TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Kamis (25/06/20).

Paket Gemarikan ini diberikan kepada 16 Posyandu yang terdapat di Lombok Timur. Jumlah paket Gemarikan yakni sebanyak 5.650 paket. Paket ini akan menyasar ibu hamil dan anak stunting.

Tidak hanya paket Gemarikan yang diberikan, beberapa paket bantuan lainnya juga disalurkan seperti face shield, paket screen house dan paket Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).

“Memang saat ini masih persiapan, belum new normal karena memang kita belum memenuhi syarat untuk new normal. Untuk itu tentu saja kita tetap memberdayakan apa yang kita bisa, apa yang kita mampu,” terangnya.

Bunda Niken menjelaskan,  TP PKK bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB mengelola ikan dan didistribusikan kepada masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu upaya dalam membantu masyarakat khususnya nelayan yang juga terkena dampak dari pandemi ini.

“Kami titipkan paket paket ikan ini kepada ibu Tim Penggerak PKK di Kabupaten dan Kecamatan untuk di sampaikan untuk anak anak kita di sini sehingga minimal bisa dibantu dengan bentuk bentuk dari gizi ikan yang sebenarnya melimpah ini,” ujarnya  di Kantor Camat Sakra, Kabupaten Lombok Timur itu.

TP PKK juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian, mengupayakan agar bisa dibagikan bibit- bibit tanaman, sehingga ibu-ibu dapat menanamnya di perkarangan. Bibit-bibit ini akan didistribusikan melalui posyandu-posyandu yang ada di NTB.

“Ke depan juga kita harapkan ada juga bantuan berupa unggas atau ayam petelur untuk ibu-ibu yang memiliki anak yang kekurangan sumber pangan protein, kita akan sampaikan bantuan unggas ini ke mereka, dengan syarat agar mereka memelihara ayam itu agar bisa dikonsumsi telurnya setiap hari untuk anak-anaknya,” lanjutnya.

Melalui kesempatan itu pula Bunda Niken menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya untuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur, karena upaya gotong royong dalam penanganan pandemi ini sangat baik. Hal itu diharapkan mampu ditiru oleh TP-PKK Kabupaten/Kota lainnya.

“Kami juga berharap agar Covid ini segera berlalu.Namun berlalunya harus melalui beberapa proses lagi, beberapa bulan lagi, dan Pemerintah pusat belum mengizinkan untuk sekolah sekolah dibuka, kita khawatir akan menjadi pusat penyebaran covid di anak-anak,” ucapnya.

Langkah mengaktifkan kembali 10 program TP PKK di Kecamatan dan Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur ini diapresiasi oleh Bunda Niken. Ia menilai langkah ini sudah tepat.

Bunda Niken mengingatkan untuk selalu menaati protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan selalu menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak.

Senada dengan itu, Camat Sakra Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Subhan, SH mengucapkan terima kasih kepada Bunda Niken yang berkenan hadir dalam giat tersebut.

“Mudah-mudahan kehadiran di sini menjadi energi kami dalam membangun Kecamatan Sakra,” ungkapnya.

Remaja dan Pemuda bantu sosialisasi

Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Hartati menyampaikan paparannya terkait 10 program PKK yang akan mulai diaktifkan kembali.

10 program ini akan disandingkan juga dengan protokol Covid-19.

“Kami berkegiatan tidak melulu 10 program pokok kegiatan, tapi kami sandingkan dengan protokol Covid-19. Sehingga anak remaja dan pemuda membantu kita agar memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa kita masih harus tetap menjalankan protokol ini dan sambil membagi masker,” ujarnya.

“Kami sangat bangga sekali kepada Ibu Ketua PKK Provinsi, sangat besar bantuan serta perhatian kepada kami semua, kami sudah berkali kali mendapat bantuan dari ibu, dan ini yang ke empat kalinya,” tutupnya

Acara diakhiri dengan pelepasan bibit ikan oleh Bunda Niken pada kolam yang terdapat di Kantor Camat Sakra, Kabupaten Lombok Timur,  kemudian ditutup dengan demo hidroponik dengan media pasir.

AYA/HmsNTB




Hj. Niken Ingatkan Kader Posyandu Soal Protokol Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati menyambut hangat kunjungan  Ketua TP-PKK Provinsi Lombok Barat (Lobar), Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, BKKBN Provinsi NTB dan DP3AP2KB Lombok Barat di Ruang Tamu Pendopo Gubernur, Rabu (24/06/20).

Hj. Khaeratun mengundang Ketua TP-PKK Provinsi NTB,  Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, yang bertema “BKKBN Baru Dengan Cara Baru Dan Semangat Baru Hadir Di Dalam Keluargamu”.

Perayaan tersebut, dilaksanakan di dua tempat yaitu di Kabupaten Lombok Barat dan tempat lainya di Provinsi NTB dan.

Pada kesempatan pertemuan itu, Hj. Niken mengingatkan agar penyelenggaraannya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dimanapun.

“Khususnya pada kader Posyandu ketika berhubungan langsung dengan bayi,” jelasnya.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dra. Baiq Nurhayati mengatakan, pelaksanaan hari keluarga dipusatkan dengan kegiatan Pelayanan KB serentak di seluruh Faskes.

“Sosialisasi 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di 10 Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam pengasuhan,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Bunda Niken Serahkan Hadiah Masker Challenge TP-PKK NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di NTB kian mengkhawatirkan.

Karena itu Tim Penggerak PKK Provinsi NTB memberi perhatian khusus puluhan anak-anak yang terpapar virus Corona itu.

Gerakan maskerisasi untuk anak-anak, yang dicanangkan oleh TP-PKK merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran virusnya.

TP-PKK juga menggelar “Masker Challenge Tim Penggerak PKK Provinsi NTB”. Lomba tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat agar anak menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc mengumumkan sekaligus menyerahkan hadiah pemenang lomba Masker Challenge di Aula Pendopo Gubernur NTB, Rabu (24/06/20).

Ketua TP-PKK yang akrab dengan sapaan Bunda Niken tampak bahagia, sebab ia merupakan sosok yang sejak awal telah aktif bersama DP3AP2KB Prov. NTB, LPA Prov. NTB dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB. Dan aktif mengkampanyekan gerakan masker pada anak.

“Terimakasih atas partisipasinya, atas sambutannya, atas semua upayanya untuk menyadarkan masyarakat memberikan masker pada anak anak,” ucapnya.

Diingatkan, agar masyarakat terus dapat saling bahu membahu bersama pemerintah dalam melindungi anak dari paparan virus Corona i. Dengan sinergi yang baik itu, anak anak di NTB dapat terhindar dari virus.

“Mudah mudahan apa yang dilakukan bapak, ibu, pendamping dan anak anak disini menjadi sebuah contoh bahwa anak anakpun memiliki kemauan dan kesadaran, apalagi kisah yang juara 1-nya, anaknya yang inisiatif untuk membuat masker sendiri,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta agar gerakan memakai masker pada anak ini dapat terus berlanjut dan ditularkan kepada lingkungan sekitarnya.

“Mudah mudahan masker challenge ini memberikan inspirasi juga bagi anak anak NTB yang lainnya. Kita tetap bersabar dengan menggunakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan dimanapun kita berada. Mudah-mudahan apa yang diterima sebagai hadiah menjadi sedikit pemicu semangat untuk belajar dan kita hari ini senang sekali dapat bertemu dengan anak anak,” harapnya.

Bunda Niken juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala DP3AP2KB Prov. NTB, Ketua LPA Prov. NTB, dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB dan terus dapat bersinergi dalam memberikan dan memperjuangkan hak hak anak anak di NTB.

Juara lomba

Juara I lomba Masker Challenge TP-PKK Prov. NTB dengan nama pendamping Sri Idawati, nama anak Qonita Fredella Yusda, Khayla Arsyifa Yusda, Fatta Artanabil Yusda.

Juara II dengan nama pendamping Isnaini Yulia Nita Hafi, nama anak Denting Teatra dan Alundi Abinaya. Juara III dengan nama pendamping Dwi Yulianda, nama anak Saskia Adinda Prihatini dan Meli Ana Ayu. Juara IV dengan nama pendamping Lia Widyanova Afianti, nama anak Deya Almira Cetta Sudibyo.

Salah satu pemenang, yakni Isnaini Yulia Nita Hafi, mengutarakan rasa terimakasihnya kepada Bunda Niken. Ia bercerita bahwa anak-anaknya berinisiatif membuat masker sendiri bersama teman-temannya di teras rumah.

Tentu yang terpenting, lanjut Isnaini, dari momen ini ialah memupuk motivasi pada anak anak.

“Kami mengucapkan terimakasih untuk perlombaan yang diadakan. Semoga kedepan banyak lagi lomba lomba yang diadakan yang melibatkan interaktif antara anak dan orang tua,” ungkap Isnaini saat menceritakan kisahnya di hadapan Bunda Niken.

Anak anak tampak bersemangat dan antusias berbincang bincang. Banyak hal yang mereka utarakan. Mulai dari merindukan sekolah hingga bermain mulai mengenakan masker di luar rumah.

AYA/HmsNTB

 




Wagub; Penting Dukungan Keluarga untuk Perempuan

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com —  Saat ini wanita Indonesia merupakan mitra yang sejajar dengan kaum pria.

Perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan keluarga.

Dengan terciptanya kesempatan perempuan memegang peranan sebagai kepemimpinan dapat membawa dampak yang positif.

Kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam bekerja.

Wakil Gubernur NTB,  Dr. Sitti Rohmi Djalilah salah satu perempuan NTB yang hampir 10 tahun bekerja di dunia pertambangan.

Hal tersebut kemudian turut memperkuat keyakinannya, perempuan dan laki-laki dapat bekerjasama dalam bingkai kesetaraan.

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga.

“Bagi saya keluarga adalah support luar biasa dalam karir saya, kalau tidak ada mereka saya tidak mungkin berada di kondisi sekarang. Keluarga segala-galanya, luar biasa sangat mendukung bahkan menjadi teman diskusi yang sangat produktif untuk saya,” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat menjadi pembicara dalam Webinar Women in Engineering (WIE) Institute of Electrinical and Electronic Engineers (IEEE) Indonesia, dengan tema “Woman in Leadership” webinar ini dilakukan secara daring di Ruang Kerjanya, Senin (2206/20).

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menjawab pertanyaan dari moderator terkait strategi pemimpin perempuan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, untuk menangani penyebaran Covid-19 ini adalah dengan mengubah pola pikir masyarakat dan menumbuhkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di era kenormalan baru.

“Menyediakan sarana prasarana bisa kita lakukan dengan baik, tapi untuk membuat masyarakat disiplin dengan menerapkan protokol Covid-19 ini tidak mudah dan untuk mewujudkannya butuh konsistensi,” jelasnya.

Umi Rohmi sangat mengapresiasi webinar tersebut karena mendapat banyak masukan dan meningkatkan optimisme bahwa perempuan tidak boleh dibeda-bedakan dengan laki-laki.

Menurutnya, kekhasan pemimpin perempuan adalah lebih detail, teliti, disiplin, dan konsisten. Tak lupa, perempuan rata-rata memiliki kemampuan multi tasking.

“Itu juga yang saya rasakan di pekerjaan saya dulu, perempuan sudah terbiasa di rumah memiliki tanggungjawab dasar yang harus diselesaikan. Melatih, meng-handle dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik juga,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi sejak kecil telah dididik untuk pandai bersyukur dan selalu positif thinking.

Dua hal itu menjadi bekalnya hingga saat ini. Mengingat sabda Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

“Jadi kita tidak melihat pekerjaan itu dari titlenya atau menjadi apa kita, tetapi seberapa besar sih kontribusi yang bisa kita lakukan dalam posisi itu,” katanya.

Bersamaan dengan itu, Agustina Erni selaku Deputi Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan meskipun kualitas perempuan dan laki-laki sejalan, namun di Indonesia kepemimpinan perempuan terbilang masih kurang.

“Jika dilihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG), perempuan dalam mengambil keputusan masih rendah. Ini yang menjadi tugas bagi kita karena kualitas perempuan bervariasi,” jelasnya.

Agustina mengaku senang dengan Webinar ini, karena dihadiri oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Ia berharap dalam seminar tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam dunia teknologi seperti berjualan online, dan manajemen keuangan ketika masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita mengajak perempuan di Indonesia agar dapat memberdayakan UMKM,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wisnu jatmiko selaku Ketua IEEE Indonesian Election mengaku takjub dan luar biasa dengan perempuan yang menjadi lokomotif di Indonesia.

“Acaranya luar biasa karena dengan kebersamaan kita bisa banyak menggali ilmu yang luar biasa,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




NTB Akan Dijadikan Model Kesetaraan Gender Nasional

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” kata Ummi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – NTB akan dijadikan model bagaimana perempuan diberikan peran tak hanya di ranah domestik namun juga di berbagai bidang termasuk pemerintahan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Ir. Agustina Erni, M.Sc, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyampaikan itu mewakili Menteri KPPPA,saat membuka acara webbinar WIE IEEE “Women in Leadership”, Senin (22/06/20).

Dalam webbinar yang diikuti 549 peserta se-Indonesia tersebut, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik hal tersebut.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya menceritakan bagaimana perempuan di Provinsi NTB sudah masuk ke berbagai bidang profesi. Tak hanya di bidang pemerintahan, namun juga di bidang engineering dan sains.

Data terakhir Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja dan TPAK Menurut Jenis Kelamin di Provinsi NTB pada tahun 2018 menunjukan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada tahun 2018 sebesar 54,25 persen.

Angka ini memang lebih rendah bila dibandingkan dengan TPAK penduduk laki-laki sebesar 78,83 persen. Dalam rilis BPS Statistik Gender NTB 2018 menyebutkan ini wajar terjadi, karena penduduk laki-laki umumnya yang menjadi tulang punggung keluarga (bread winner) dalam sistem patriarkal.

Namun data TPAK perempuan sebesar 54,25 persen menunjukan perempuan sudah banyak yang terjun di bidang profesi.

Masuknya perempuan di ranah profesional, dikatakan Ummi Rohmi, sudah cukup diterima oleh masyarakat.

Meskipun masih menyisakan PR stigma negatif di kalangan masyarakat, namun biasanya perempuan yang sudah terjun ke dalam dunia profesi tak akan terganggu dengan stigma negatif tersebut.

Perempuan-perempuan tersebut akan membuktikan bahwa mereka mampu membagi peran antara keluarga dan jabatan.

Sehingga dengan bukti nyata tersebut lama-lama akan mengikis stigma negatif yang ada.

“Saya tidak terlalu terganggu dengan stigma perempuan yang sering diremehkan, karena memulai dari dunia professional. Kita bisa menunjukan kepada masyarakat melalui aksi nyata,” kata Wagub yang pernah menjabat sebagai General Foreman di PT Newmont Nusa Tenggara (2000—2009) tersebut.

Ummi Rohmi yang juga merupakan alumni  Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengaku, background pendidikan engineering yang dimilikinya sangat bermanfaat pada setiap jenjang karier yang dimilikinya.

Ditambah perannya sebagai perempuan dalam rumah tangga yang menuntutnya untuk selalu disiplin dan multitasking. Hal tersebutlah yang mengantarkannya mendapatkan berbagai capaian yang dimilikinya sekarang. Sehingga Ummi Rohmi berharap dapat menginspirasi perempuan-perempuan yang lain.

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” tandasnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Ajak IWAPI NTB Sosialisasikan Penerapan Protokol Kesehatan

Wagub mengajak seluruh anggota Iwapi Provinsi NTB untuk bersinergi memberikan sosialiasi, pemahaman terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com —  Pandemi Covid-19 mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih, dan sehat.

Kesehatan menjadi kebutuhan dalam membentengi diri dari wabah virus Covid-19.

Wagub Hj Sitti Rohmi dan Baiq Diyah

“Covid yang hingga kini masih kita perangi, mengajarkan kita betapa pola hidup besih dan sehat, itu hukan hanya selogan tapi itu kebutuhan kita sekarang dan seterusnya,” ungkap Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Hal itu dikatakan Wagub saat memberikan sambutan dalam Halalbihalal DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) di Aston Hotel, Mataram, Sabtu (20/06/20).

Wagub mengingatkan, menerapkan pola hidup sehat dan bersih menjadi kunci utama.

Bila seluruh elemen bahu membahu dan berkomitmen menerapkan protokol kesehatan Covid-19, maka optimis NTB mampu melawan virus ini.

“Mengubah cara berpikir kita ini perlu memang kerja sama semua pihak. Anggota Iwapi ini Insya Allah saya sangat percaya disini, untuk ibu-ibu yang berdaya ya ibu-ibu yang punya power, punya keahlian, punya kemampuan berdiri di atas kaki sendiri, ya untuk benar-benar bisa bermanfaat baik bagi keluarganya, bagi lingkungannya, bagi masyarakat memiliki peran yang besar dalam mensosialisasikan hal positif termasuk protokol covid-19,” ungkapnya.

Wagub mengajak seluruh anggota Iwapi Provinsi NTB untuk bersinergi memberikan sosialiasi, pemahaman terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Semakin cepat penerapan dan komitmen segala pihak akan protokol kesehatan maka cepat pula menerapkan kenormalan baru.

“Ingin cepat pulih ekonomi kita, ingin kita hidup seperti biasa, seperti dulu maka mari kita taati protokol Covid-19, seperti apa yang dicontohkan dengan Iwapi pada pagi hari ini. Jadi semuanya itu tergantung dari kita, seberapa cepat ekonomi pulih ini tergantung pada dari kita,” ungkapnya

Lanjut, Wagub mengapresiasi segala bentuk komitmen Iwapi Provinsi NTB dalam bahu membahu bersama pemerintah dalam menangani pandemi ini.

Wagub tidak henti-hentinya mengingatkan betapa pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan.

Bersinergi, mempersiapkan segalanya sesuai kapasitas masing-masing sehingga kita dapat melaju pada kondisi kenormalan baru.

Senada dengan hal itu, Ketua DPD Iwapi Provinsi NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi menyampikan rasa bangganya kepada Wakil Gubernur yang mana telah memberikan contoh dan semangat yang begitu baik bagi para kaum perempuan di NTB khususnya Iwapi dalam memerangi covid-19.

Baiq Diyah mengungkapkan, dirinya gencar mengingatkan anggotanya dalam menaati protokol kesehatan Covid-19.

Baiq Diyah juga menyampaikan kabar gembira, bahwa seluruh anggota Iwapi tidak satupun terkena atau positif virus Covid-19. Ia berharap agar pandemi ini lekas berlalu, dan perekonomian NTB mulai menggeliat kembali.

Ketua DPC Iwapi Kota Mataram, Onny Ekadana, menyampaikan komitmennya dalam melangkah bersama pemerintah memerangi pandemi Covid-19.

“Kita semua telah memahami bahwa kita saat ini sedang mengalami musibah besar yakni Covid-19, atas nama organiasasi bahwa dalam menghadapi Covid-19 ini kita bersama-sama pemerintah ikut bahu membahu bersama pemerintah melawan pandemi ini,” kata Baiq Diyah.

AYA/HmsNTB




Anak-anak Diingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

“Sebelum makan cuci tangan, keluar kamar mandi cuci tangan, kalau selesai main-main harus cuci tangan juga, dan sebelum tidur juga harus cuci tangan, agar kita terhindar dari COVID-19 ini ya,” kata Bunda Niken

LOBAR.lombokjournal.com —  Pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini terus digalakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Bekerjasama dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB mengunjungi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Peduli anak di Desa Langko Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Kamis (18/06/20).

 Hj Niken menjelaskan, betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah semua anak-anak sudah pakai masker, semua sudah tau kan ya, ada sesuatu yang tidak terlihat tapi bisa sakit. Pesan bunda kepada anak-anak adalah sering cuci tangan, pakai sabun dan jangan lupa pakai masker,” ungkapnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya menjelaskan cara mencuci tangan yang benar dan waktu-waktu yang tepat untuk cuci tangan di tengah pandemi ini.

“Sebelum makan cuci tangan, keluar kamar mandi cuci tangan, kalau selesai main-main harus cuci tangan juga, dan sebelum tidur juga harus cuci tangan, agar kita terhindar dari COVID-19 ini ya,” kata Bunnda Niken.

Bunda Niken yang juga Ketua LKKS Provinsi NTB ini meminta kepada anak-anak yang ada di LKSA tetap menerapkan protokol kesehatan dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir.

Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak yang ada di LKSA tersebut, untuk tetap belajar dengan giat dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa khususnya NTB.

“Anak-anak yang ada di sini harus bersekolah dengan baik ya, agar cita-citanya dapat tercapai, insyaallah anak-anak kalau sudah besar, cita-citanya terwujud, kuncinya adalah rajin brlajar,” tuturnya.

Perhatian Pada Anak

Kepala Dinas Sosial, H. Akhsanul Khalik yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa LKSA adalah salah satu lembaga yang penting karena LKSA adalah tempat bernaung anak-anak yang akan berperan besar bagi masa depan bangsa.

Karena itu , Dinas Sosial memberi perhatian besar pada LKSA.

“Anak-anak adalah kehidupan daerah dan bangsa ini ke depan, maka saya mengajak semua pihak memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di NTB, mulai dari keluarga masing-masing, dan terhadap anak-anak yang kurang beruntung seperti di Yayasan Peduli Anak,” tuturnya.

Akhsanul Khalik berpesan kepada semua pihak baik yang ada dalam lingkaran Pemerintah maupun yang di luar Pemerintah, untuk memberikan perhatian kepada lembaga yang menjadi tempat dididiknya anak-anak masa depan bangsa.

“Mari kita bangkitkan semangat sosial kita untuk memberikan perhatian bagi kelangsungan hidup, pendidikan, dan juga wawasan keagamaan bagi mereka, agar kelak mereka menjadi manusia bermanfaat bagi bangsa kita,” ajaknya.

Ketua LKSA Peduli Anak, Nurdiana mengungkapkan, LKSA ini menaungi 150 anak yang mana 90 di antaranya tinggal ti LKSA ini. Usia anak-anak binaan di LKSA ini mulai dari tingkatan pendidikan TK hingga perguruan tinggi.

LKSA ini memiliki Fasilitas Pendidikan berupa PAUD, SD, dan SMP serta memiliki 14 Gedung asrama.

LKSA ini juga dilengkapi dengan tempat bermain anak, pusat olahraga dan juga kebun organik. LKSA ini adalah LKSA satu-satunya LKSA dengan akreditasi A di NTB dan peringkat 15 di Indonesia.

Acara ini diakhiri dengan berkeliling LKSA, pemberian masker dan bantuan paket sembako kepada anak-anak yang berada di LKSA tersebut.

AYA/HmsNTB

 




Anak Butuh Bimbingan Memahami Protokol Covid-19

Prinsip pencegahan Covid-19 pada anak-anak adalah memberikan pemahaman bagaimana menjaga jarak, menggunakan masker tidak boleh lebih dari 4 jam dan tidak sembarangan menyentuh benda-benda di sekitar

MATARAM.lombokjournal.com —   Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menjadi narasumber webinar forum anak Lombok Utara, yang diinisiasi oleh Forum Anak Kabupaten Lombok Utara, dan diikuti seluruh Forum Anak yang tersebar di NTB.

Acara bertema “Pola Pengasuhan Anak Untuk Pencegahan Penularan Covid-19”,  berlangsung secara daring. Hj. Niken menghadiri pertemuan secara daring tiu dari Pendopo Gubernur, Kamis (18/06/20).

Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hj. Niken mengungkapkan, PKK juga turut andil dan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada keluarga, termasuk pola asuh anak untuk pencegahan penularan Covid-19 di NTB.

“Hal ini sudah menjadi tanggung jawab dan masalah bersama, InsyaAllah kita juga harus sama-sama menghadapinya,” katanya.

Ia memberikan edukasi kepada anak-anak terkait Covid-19 merupakan tantangan besar, mengingat kasus Covid-19 pada anak di NTB mulai meningkat.

Menurutnya, prinsip utama dalam pencegahan Covid-19 pada anak-anak adalah memberikan pemahaman bagaimana menjaga jarak, menggunakan masker tidak boleh lebih dari 4 jam dan tidak sembarangan menyentuh benda-benda di sekitar.

“Karena virus ini tidak kelihatan, kalau kelihatan tentu saja mudah kita menghindarinya. Oleh karena itu kita perlu ekstra hati-hati. Saat ini peran dari guru, kakak, dan orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anak kita yang masih kecil untuk tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain,” jelasnya.

Diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mengasuh dan membesarkan seorang anak. Tidak hanya orang tua tetapi juga diperlukan dukungan dari lingkungan yang baik agar anak bisa tumbuh jadi anak yang baik.

“Tentu saja ini juga menjadi tantangan bagi kita di masa pandemi Covid-19 ini, tetapi saya pikir selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari segala situasi,” tutur Hj. Niken.

Dikatakan, selain memberikan edukasi hidup bersih dan sehat kepada anak, nilai-nilai kedisiplinan juga sangat penting.

Sehingga mereka  disiplin melakukan pencegahan Covid-19. Selain itu juga yang paling penting yaitu kemampuan untuk belajar hal-hal baru dan beradaptasi dengan situasi yang ada.

“Ini tentu saja membuka peluang kita untuk bekerja sama dan begandengan dengan lintas lembaga dan lintas institusi untuk bergandengan tangan, sehingga menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Anak-anak tumbuh dengan sehat dan baik dan terwujudnya masyarakat NTB Gemilang,” tutup Hj. Niken.

 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak NTB H. Sahan, SH sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Forum Anak KLU yang menginisiasi seminar daring itu.

Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat mengedukasi anak-anak terkait Covid-19, apalagi virus tersebut sudah menyebar di anak-anak NTB.

“Bersama kita bergerak bersama, bersemangat dan waspada. Tetap memperhatikan diri meskipun akan diterapkannya new normal, kita harus tetap menjaga diri,” katanya.

AYA/HmsNTB