Hj Niken; Qasidah Bisa Menguatkan Sosialisasi Penanganan Covid-19

Adanya wabah Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia

LOTIM.lombokjournal.com —  Tantangan bagi Lembaga Seni dan Qasidah Islam (Lasqi) untuk menguatkan nilai-nilai islam dan dakwah Islam dapat tersebar kepada masyarakat.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sebagai Ketua Umum DPW LASQI NTB mengatakan itu, ketika menghadiri pelantikan LASQI Kabupaten Lombok Timur dan  menyerahkan bantuan kepada pelaku seni, di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur, Rabu (08/07/20).

“Tentu saja menjadi tantangan bagi pengurus Lasqi, bagaimana kaum muda bisa melihat seni dan qasidah Islam tersalurkan melalui Lasqi,” ujar

Hj. Niken mengatakan, dengan adanya Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia.

Hal ini mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, salah satunya pada aspek ekonomi. Dengan kondisi seperti saat ini,  tidak mematahkan semangat pekerja seni untuk tetap berkarya dan memberikan semangat kepada masyarakat.

“Para seniman tetap membuat sebuah karya atau lagu qasidah yang memberikan semangat kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dari pemerintah. Seperti mengikuti protokol kesehatan, memiliki jiwa optimisme dan pesan-pesan dakwah yang lain,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken meminta agar Lasqi Lombok Timur berperan tidak hanya dalam qasidah tradisional saja, tetapi juga dapat berperan dalam qasidah kolaborasi yang melibatkan seni musik dan seni tari.

Sehingga para seniman musik tradisional khas Lombok Timur bisa dikreasikan dan menjadi sebuah pertunjukan yang unik dan khas bagi Lombok Timur.

“Kita bisa menunjukan kepada para wisatawan yang datang, bahwa inilah wisata halal itu termasuk pertunjukannya, tariannya, lagu-lagu bersifat dakwah dan tentu saja kita semua memiliki kekhasannya,” tutupnya.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi SJ menyampaikan hal senada, Lembaga qasidah harus dibudayakan, mengingat qasidah adalah seni yang bernafaskan Islam.

Para pengurus Lasqi yang baru dilantik diminta melakukan regenerasi, sehingga bukan hanya orang tua namun anak-anak muda Lombok Timur juga dapat berkontribusi dan mengenal seni qasidah.

“Supaya mata memandang senang, telinga mendengar indah. itu yang kita inginkan supaya melatih putra-putri kita yang ada ini supaya ibu-ibu PKK mengintervensi anak-anak kita ini,” harapnya.

Ia menyampaikan agar masyarakat terbiasa hidup dalam pandemi Covid-19 ini, namun harus waspada dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dan makan-makanan yang bergizi.

“Sehingga kita tidak tertular dengar virus corona ini,” jelasnya.

Ketua DPD Lasqi Lombok Timur mengaku bangga dengan anggota Lasqi Lombok Timur, meskipun di usia yang tidak muda lagi bukan menjadi hambatan untuk terus berkreasi dan berperan serta dalam membangun masyarakat.

“Kepada para pengurus, saya mengajak untuk terus bersemangat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan beserta saling menghargai satu sama lain bahwa keberhasilan kita adalah keberhasilan Lombok Timur,” katanya.

AYA/HmsNTB




‘700 paket Sembako Non JPS’, Disalurkan Program Peduli Dharma Wanita NTB

Paket bantuan itu menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB meluncurkan program peduli untuk meringankan beban warga, menggunakan dana yang bersumber dari program organisasi dan partisipasi anggotanya.

Tak tanggung-tanggung,  organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi partner setia para ASN ini, telah mendistribusikan 700  paket bantuan sosial sembako Non JPS kepada sejumlah kelompok masyarakat.

Di antaranya untuk penjaga malam, tukang kebun dan petugas kebersihan pada kantor- kantor pemerintah. Juga menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Hj. Lale Priyatni Gita Ariadi atau akrab disapa Hj. Lale, didampingi sejumlah pengurus DWP Provinsi NTB, mengatakan itu saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan lansia di Daerah Binaan Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (04/07/20).

Ia mengungkapkan, isi dari paket bantuan tersebut tak jauh beda dengan JPS Gemilang.

Satu paket bantuan sosial non JPS dari Dharma Wanita, berisi telur ayam 10 butir, minyak kelapa 2 liter, ikan asin, sabun dan beras 5kg.

“Semuanya merupakan produk dari usaha masyarakat, yaitu IKM dan UKM kita,” tutur Hj Lale.

Ia berharap bantuan sosial yang yang disalurkannya itu, bisa sedikit meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Tetap syukuri apapun bentuk kenikmatan yang berikan Allah walaupun itu hanya sedikit,” harapnya.

Istri Sekda NTB itu juga tidak lelahnya  menghimbau kepada warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak serta tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi saat ini.

“Meskipun ini sulit untuk dijalani, tetapi mari kita terus berikhtiar dan berdoa semoga kita semua tetap diberikan kesehatan,”  ajaknya

Sepekan terakhir, Organisasi DWP Provinsi NTB telah menyalurkan 700 Paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Di antaranya kepada petugas kebersihan, tukang kebun, dan  penjaga malam pada seluruh OPD Provinsi NTB.

Kemudian kepada masyarakat di bawah DWP Lombok Barat, Para petugas Islamic Center dan warga Daerah Binaan DWP yaitu di daerah Sayang-Sayang, Tanjung Karang, Karang Genteng, serta sejumlah masyarakat kurang mampu di Desa Puyung, Lombok Tengah.

(@kominfo)




Wagub; Posyandu Kunci Selesaikan Masalah Kesehatan Masyarakat

Jika posyandu keluarga telah berjalan aktif maka banyak pekerjaan rumah masalah kesehatan masyarakat terselesaikan

MATARAM.lombokjournal.com —  Progres perkembangan jumlah posyandu keluarga  di Provinsi Nusa Tenggara Barat  meningkat setiap bulannya.

Hal tersebut membuktikan bahwa program unggulan revitalisasi posyandu dalam visi NTB Gemilang pelan namun pasti akan segera terwujud.

Selama 6 bulan terakhir – periode Juli 2019 s.d Juni 2020 – telah terbentuk  454 posyandu keluarga. Sehingga total jumlah posyandu keluarga per Juni 2020 sebanyak 1.514 dari 7.379 posyandu se-NTB.

Merujuk hal tersebut, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan dalam mewujudkan revitalisasi posyandu.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB dalam rangka mengekspos progress program unggulan, Jum’at (03/07/20).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Daerah H. Lalu Gita Ariadi dan Asisten 1 Setda Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si.

Ummi Rohmi memaparkan, jika posyandu keluarga telah berjalan aktif maka banyak pekerjaan rumah masalah kesehatan masyarakat seperti pandemi Covid-19, stunting, permasalahan keamanan pangan, kematian ibu dan anak, dan permasalahan kesehatan masyarakat lainnya bisa terselesaikan.

Hal tersebut dikarenakan seringkali sumber masalah disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut.

“Jika posyandu keluarga sudah jalan aktif dan bagus selesai banyak PR kita. Karena edukasi jalan trus sehingga mindset masyarakat bisa terbangun. Banyak permasalahan kesehatan masyarakat kita belum terselesaikan bukan karena tidak mampu tapi karna ketidak mengertian dan ketidak tahuan,” jelas Ummi Rohmi.

Untuk mengaktifkan posyandu secara maksimal, Ummi Rohmi berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan para kader posyandu. Karena melalui kader yang baik maka posyandu dapat berjalan dengan baik juga.

Jika memiliki kader yang kompeten maka masyarakat akan senang hati ke posyandu tanpa merasa terpaksa. Selain terus mengupgrade kemampuan kader posyandu kembali mengingatkan untuk selalu memperhatikan kesejahteraan para kader.

“Minimal insensif kader 150 ribu sebulan, supaya kader kita merasa termotivasi untuk terus belajar dan mengedukasi masyarakat,” pesan Ummi Rohmi.

Lebih jauh Ummi Rohmi memaparkan, dalam masa pandemi covid-19 menjadi masa-masa yang berat bagi Dinas Kesehatan.

Namun dengan perencanaan program yang matang, sinergi yg baik, serta evaluasi yang tepat Dinas Kesehatan pasti mampu mengemban segala tugas dan menyelesaikan program-programnya dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Nurhandini Eka Dewi dalam persentasinya memaparkan beberapa hambatan yang dihadapi posyandu saat pandemi covid-19.

Di antaranya, Posyandu tidak terlaksana di bulan April-Mei 2020 di semua Kab/Kota diakrenakan pembatasan sosial selama masa covid-19. Update data triwulan II belum dapat dilaksanakan karena hampir semua petugas Puskesmas melaksanakan Tracing contak pasien Covid-19.

Serta, beberapa Kegiatan tidak terlaksana (Reward kader, pengadaan Dacin, Evaluasi kegiatan, dan media KIE Posyandu.

Namun beberapa strategi dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diantaranya, beberapa Kabupaten melaksanakan kegiatan Posyandu dengan kunjungan rumah oleh kader.

Dikes Provinsi menyurati Dinas Kesehatan Kab/Kota untuk mulai melaksanakan Posyandu dengan Protokol Copid-19 di awal juni 2020. Menyusun SOP Posyandu pada masa Pandemi Covid-19.

Mengalihkan beberapa kegiatan Promkes dari dana BOK menjadi kegiatan Posyandu. Menyebarkan berbagai tutorial terkait pelaksanaan Posyandu di masa Pandemi Covid-19. Serta, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kab/kota. ,

@diskominfotikntb




TP PKK Ajak Masyarakat NTB Sukseskan Hari Keluarga Nasiona

Selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah, ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com — Seluruh keluarga di NTB diajak mensukseskan Hari Keluarga Nasional (Harganas), dengan meningkatkan kualitas keluarga, pengasuhan, hingga kesehatan.

Dihrapkan  juga masyarakat menggunakan moment pandemi Covid-19, sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan ajakan itu, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Bincang Hangat yang disiarkan secara langsung oleh Lombok TV, Sabtu (27/06/20) malam.

Talkshow yang bertemakan “Hari Keluarga Nasional ke-27 di Provinsi Nusa Tenggara Barat”, membahas bagaimana keikutsertaan dan kontribusi masyarakat dalam perayaan Harganas yang akan digelar pada Senin, 29 Juni 2020.

Bunda Niken mengatakan,  Tim Penggerak PKK selalu berperan aktif dalam mensukseskan program-program pemerintah, terutama masalah kesehatan dan keluarga.

Tim Penggerak bertugas menggerakkan masyarakat untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dan memastikan masyarakat melaksanakan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Tentu saja di sini masuk juga pola asuh anak, pendidikan usia dini, menanam tanamanan sehat yang dibutuhkan keluarga di pekarangan rumah,” jelasnya.

Dalam Talkshow tersebut, Bunda Niken mengatakan, TP-PKK Provinsi NTB bersinergi dengan organisasi wanita lainnya dalam membantu pemerintah, khususnya dalam kesejahteraan keluarga.

“Ini sudah dilaksanakan di beberapa kegiatan, maka kami juga berharap organisasi wanita mendukung program-program PKK di antaranya Dasa Wisma yang kemarin kita coba untuk mengaktifkan kembali,” ungkap Bunda Niken.

Fokus pada keluarga

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, dr. Rusnawi F yang juga hadir sebagai narasumber menjelaskan tema Harganas tahun ini yaitu “BKKBN Baru, dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluarga”.

BKKBN tentunya akan fokus pada keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga yang tentunya juga didukung semua masyarakat.

“Meskipun di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan Covid-19 akan tetap digunakan dan selalu memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan penyebaran virus tersebut,” jelasnya.

Rusnawi mengatakan di Harganas tahun ini akan diberikan pelayanan KB serentak sejuta akseptor dan tercatat sebagai Rekor Muri. Untuk mendukung hal tersebut, pendataan akan dilakukan secara quick count agar langsung terlihat hingga ke pusat.

“Untuk mencapai Rekor Muri tersebut, akan dilakukan live streaming di seluruh fasilitas kesehatan yang mewakili, baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan Praktek hingga ke Desa,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah.

Hal ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga dan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kepada anggota keluarga untuk mengerjakan GERMAS.

“Sebetulnya gerakan-gerakan yang kita lakukan dalam protokol kesehatan, sebagaian besar adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, makan buah dan sayur dan berolahraga teratur.” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Bunda Niken Hadiri Wisuda SDLB Pelangi Lombok Care

Segala sesuatu bisa terjadi, mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses karena dukungan dari orang tua khususnya doa dari para ibU

LOBAR.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati mengaku bahagia menghadiri acara wisuda SDLB Pelangi Lombok Care.

Acara itu disebutnya penuh keberkahan, nikmat dan anugerah. Yayasan Lombok Care hari ini, tepat berusia 8 tahun dan hari ini juga menyelengarakan wisuda perdana untuk 6 siswa-siswinya.

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul di tempat ini dan dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki semangat yang sama,” tutur Hj. Niken, Jum’at 26 Juni 2020.

Pada kesempatan tersebut Hj. Niken memberikan semangat serta mengucapkan selamat kepada orangtua yang selama ini telah bersabar,  hingga anak-anaknya lulus dengan penuh perjuangan bertahun-tahun melalui tantangan yang tidak mudah.

“Kita tetap harapkan ibu-ibu tetap semangat mendampingi anak-anak titipan dari Tuhan. Ibaratnya mereka diutus pada ibu-ibu dengan sebuah tujuan, artinya ibu-ibu mampu menjadi ibu untuk anak-anak yang luar biasa,” ungkap Hj. Niken.

Hj. Niken yang kerap disapa Bunda Niken tersebut menyampaikan, segala sesuatu bisa terjadi, mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses karena dukungan dari orang tua khususnya doa dari para ibu.

Salah satu yang wisuda hari ini bercita-cita menjadi polisi, Bunda Niken sangat mendukung dan mendoakan agar Allah memberikan jalan.

“Kalian sudah tahu hari ini sudah lulus SD, suatu saat nanti Ibunda bertemu dengan kalian sudah lulu SMP, SMA dan tidak menutup kemungkinan kalian bisa lulus sarjana,” kata Bunda Niken.

Kemudian, untuk Yayasan Lombok Care Bunda Niken berharap agar niat baik dan upaya yang dilakukan sampai pada titik ini, ia percaya tidak bisa dinilai dengan uang atau harta.

“Saya atas nama masyarakat NTB dan atas nama Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terima kasih dan tentu saja tetap semangat kepada Ketua Yayasan, Kepala Sekolah serta guru-guru. Karena dengan melihat orang lain bahagia tentu saja itu sebuah kebahagian tersendiri,” katanya.

Semangat berkembang

Pemilik Yayasan Lombok Care, Nindi berpesan untuk tidak bersaing dengan dunia luar ataupun orang lain melainkan bersainglah dengan diri sendiri. Menurutnya, semua orang telah mengetahui kemampuan dan perubahan dari siswa-siswinya.

“Memulai dari motto “where there is a will, there is a way”, sekarang saya benar-benar menyadari bahwa bukan hanya saya yang punya keinginan yang kuat tetapi anak-anak ini juga memiliki semangat dan keinginan untuk dicintai dan berkembang,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, 25 orang karyawan yang berjuang untuk menciptakan hari ini untuk wisuda. Ia berharap agar siswa-siswinya tetap semangat, terus berjuang semoga kedepan bisa membantu, menjadi contoh dan menginspirasi anak-anak lainnya dan begitupula dengan orang tuanya.

“Karena banyak sekali orang tua yang sudah berbagi emosi dan menceritakan isi hatinya satu sama lain dan berani membawa anaknya ke tempat ini, itu sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Kepala SDLB Pelangi Lombok Care, Rasyid Ridho mengaku haru dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 6 tahun yang lalu siswa-siswinya masih kecil dan diajarkan untuk membaca dan berhitung.

“Kami juga sebagai guru memacu dan mendorong agar tidak menyerah. Perjuangan kalian menjadi anak yang luar biasa karena kalian adalah keajaiban,” jelasnya.

Acara wisuda yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik ini kemudian dilanjutkan penyerahan secara simbolis bantuan paket nutrisi dan sembako untuk 99 anak berkebutuhan khusus.

AYA/HmsNTB

 

 




Ribuan ‘Paket GemarIkan’ Diserahkan ke Posyandu di Lotim

Paket Gemarikan ini diberikan kepada 16 Posyandu yang terdapat di Lombok Timur. Jumlah paket Gemarikan yakni sebanyak 5.650 paket.

LOTIM.lombokjournal.com —  Lebih dari tiga bulan, Negara Indonesia termasuk Provinsi NTB mengalami pandemi Covid-19.

Hal itu menimbulkan dampak pada berbagai aspek, baik ekonomi, sosial dan segala aktivitas masyarakat di luar rumah.

Dengan kondisi pandemi tersebut Tim Penggerak PKK Provinsi NTB berkomitmen untuk mendukung serta membatu pemerintah dan masyarakat dengan program-program unggulan yang dimilikinya.

“Secara umum saya bagi kegiatan Tim Penggerak PKK itu ada dua hal, yang pertama sosialisasi edukasi tentang Covid ini dan yang kedua adalah mengenai penanggulangan dampaknya,” terang Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB,  Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc saat menyerahkan paket Gemarikan ke TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Kamis (25/06/20).

Paket Gemarikan ini diberikan kepada 16 Posyandu yang terdapat di Lombok Timur. Jumlah paket Gemarikan yakni sebanyak 5.650 paket. Paket ini akan menyasar ibu hamil dan anak stunting.

Tidak hanya paket Gemarikan yang diberikan, beberapa paket bantuan lainnya juga disalurkan seperti face shield, paket screen house dan paket Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).

“Memang saat ini masih persiapan, belum new normal karena memang kita belum memenuhi syarat untuk new normal. Untuk itu tentu saja kita tetap memberdayakan apa yang kita bisa, apa yang kita mampu,” terangnya.

Bunda Niken menjelaskan,  TP PKK bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB mengelola ikan dan didistribusikan kepada masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu upaya dalam membantu masyarakat khususnya nelayan yang juga terkena dampak dari pandemi ini.

“Kami titipkan paket paket ikan ini kepada ibu Tim Penggerak PKK di Kabupaten dan Kecamatan untuk di sampaikan untuk anak anak kita di sini sehingga minimal bisa dibantu dengan bentuk bentuk dari gizi ikan yang sebenarnya melimpah ini,” ujarnya  di Kantor Camat Sakra, Kabupaten Lombok Timur itu.

TP PKK juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian, mengupayakan agar bisa dibagikan bibit- bibit tanaman, sehingga ibu-ibu dapat menanamnya di perkarangan. Bibit-bibit ini akan didistribusikan melalui posyandu-posyandu yang ada di NTB.

“Ke depan juga kita harapkan ada juga bantuan berupa unggas atau ayam petelur untuk ibu-ibu yang memiliki anak yang kekurangan sumber pangan protein, kita akan sampaikan bantuan unggas ini ke mereka, dengan syarat agar mereka memelihara ayam itu agar bisa dikonsumsi telurnya setiap hari untuk anak-anaknya,” lanjutnya.

Melalui kesempatan itu pula Bunda Niken menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya untuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur, karena upaya gotong royong dalam penanganan pandemi ini sangat baik. Hal itu diharapkan mampu ditiru oleh TP-PKK Kabupaten/Kota lainnya.

“Kami juga berharap agar Covid ini segera berlalu.Namun berlalunya harus melalui beberapa proses lagi, beberapa bulan lagi, dan Pemerintah pusat belum mengizinkan untuk sekolah sekolah dibuka, kita khawatir akan menjadi pusat penyebaran covid di anak-anak,” ucapnya.

Langkah mengaktifkan kembali 10 program TP PKK di Kecamatan dan Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur ini diapresiasi oleh Bunda Niken. Ia menilai langkah ini sudah tepat.

Bunda Niken mengingatkan untuk selalu menaati protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan selalu menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak.

Senada dengan itu, Camat Sakra Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Subhan, SH mengucapkan terima kasih kepada Bunda Niken yang berkenan hadir dalam giat tersebut.

“Mudah-mudahan kehadiran di sini menjadi energi kami dalam membangun Kecamatan Sakra,” ungkapnya.

Remaja dan Pemuda bantu sosialisasi

Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Hartati menyampaikan paparannya terkait 10 program PKK yang akan mulai diaktifkan kembali.

10 program ini akan disandingkan juga dengan protokol Covid-19.

“Kami berkegiatan tidak melulu 10 program pokok kegiatan, tapi kami sandingkan dengan protokol Covid-19. Sehingga anak remaja dan pemuda membantu kita agar memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa kita masih harus tetap menjalankan protokol ini dan sambil membagi masker,” ujarnya.

“Kami sangat bangga sekali kepada Ibu Ketua PKK Provinsi, sangat besar bantuan serta perhatian kepada kami semua, kami sudah berkali kali mendapat bantuan dari ibu, dan ini yang ke empat kalinya,” tutupnya

Acara diakhiri dengan pelepasan bibit ikan oleh Bunda Niken pada kolam yang terdapat di Kantor Camat Sakra, Kabupaten Lombok Timur,  kemudian ditutup dengan demo hidroponik dengan media pasir.

AYA/HmsNTB




Hj. Niken Ingatkan Kader Posyandu Soal Protokol Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati menyambut hangat kunjungan  Ketua TP-PKK Provinsi Lombok Barat (Lobar), Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, BKKBN Provinsi NTB dan DP3AP2KB Lombok Barat di Ruang Tamu Pendopo Gubernur, Rabu (24/06/20).

Hj. Khaeratun mengundang Ketua TP-PKK Provinsi NTB,  Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, yang bertema “BKKBN Baru Dengan Cara Baru Dan Semangat Baru Hadir Di Dalam Keluargamu”.

Perayaan tersebut, dilaksanakan di dua tempat yaitu di Kabupaten Lombok Barat dan tempat lainya di Provinsi NTB dan.

Pada kesempatan pertemuan itu, Hj. Niken mengingatkan agar penyelenggaraannya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dimanapun.

“Khususnya pada kader Posyandu ketika berhubungan langsung dengan bayi,” jelasnya.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dra. Baiq Nurhayati mengatakan, pelaksanaan hari keluarga dipusatkan dengan kegiatan Pelayanan KB serentak di seluruh Faskes.

“Sosialisasi 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di 10 Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam pengasuhan,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Bunda Niken Serahkan Hadiah Masker Challenge TP-PKK NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di NTB kian mengkhawatirkan.

Karena itu Tim Penggerak PKK Provinsi NTB memberi perhatian khusus puluhan anak-anak yang terpapar virus Corona itu.

Gerakan maskerisasi untuk anak-anak, yang dicanangkan oleh TP-PKK merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran virusnya.

TP-PKK juga menggelar “Masker Challenge Tim Penggerak PKK Provinsi NTB”. Lomba tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat agar anak menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc mengumumkan sekaligus menyerahkan hadiah pemenang lomba Masker Challenge di Aula Pendopo Gubernur NTB, Rabu (24/06/20).

Ketua TP-PKK yang akrab dengan sapaan Bunda Niken tampak bahagia, sebab ia merupakan sosok yang sejak awal telah aktif bersama DP3AP2KB Prov. NTB, LPA Prov. NTB dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB. Dan aktif mengkampanyekan gerakan masker pada anak.

“Terimakasih atas partisipasinya, atas sambutannya, atas semua upayanya untuk menyadarkan masyarakat memberikan masker pada anak anak,” ucapnya.

Diingatkan, agar masyarakat terus dapat saling bahu membahu bersama pemerintah dalam melindungi anak dari paparan virus Corona i. Dengan sinergi yang baik itu, anak anak di NTB dapat terhindar dari virus.

“Mudah mudahan apa yang dilakukan bapak, ibu, pendamping dan anak anak disini menjadi sebuah contoh bahwa anak anakpun memiliki kemauan dan kesadaran, apalagi kisah yang juara 1-nya, anaknya yang inisiatif untuk membuat masker sendiri,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta agar gerakan memakai masker pada anak ini dapat terus berlanjut dan ditularkan kepada lingkungan sekitarnya.

“Mudah mudahan masker challenge ini memberikan inspirasi juga bagi anak anak NTB yang lainnya. Kita tetap bersabar dengan menggunakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan dimanapun kita berada. Mudah-mudahan apa yang diterima sebagai hadiah menjadi sedikit pemicu semangat untuk belajar dan kita hari ini senang sekali dapat bertemu dengan anak anak,” harapnya.

Bunda Niken juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala DP3AP2KB Prov. NTB, Ketua LPA Prov. NTB, dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB dan terus dapat bersinergi dalam memberikan dan memperjuangkan hak hak anak anak di NTB.

Juara lomba

Juara I lomba Masker Challenge TP-PKK Prov. NTB dengan nama pendamping Sri Idawati, nama anak Qonita Fredella Yusda, Khayla Arsyifa Yusda, Fatta Artanabil Yusda.

Juara II dengan nama pendamping Isnaini Yulia Nita Hafi, nama anak Denting Teatra dan Alundi Abinaya. Juara III dengan nama pendamping Dwi Yulianda, nama anak Saskia Adinda Prihatini dan Meli Ana Ayu. Juara IV dengan nama pendamping Lia Widyanova Afianti, nama anak Deya Almira Cetta Sudibyo.

Salah satu pemenang, yakni Isnaini Yulia Nita Hafi, mengutarakan rasa terimakasihnya kepada Bunda Niken. Ia bercerita bahwa anak-anaknya berinisiatif membuat masker sendiri bersama teman-temannya di teras rumah.

Tentu yang terpenting, lanjut Isnaini, dari momen ini ialah memupuk motivasi pada anak anak.

“Kami mengucapkan terimakasih untuk perlombaan yang diadakan. Semoga kedepan banyak lagi lomba lomba yang diadakan yang melibatkan interaktif antara anak dan orang tua,” ungkap Isnaini saat menceritakan kisahnya di hadapan Bunda Niken.

Anak anak tampak bersemangat dan antusias berbincang bincang. Banyak hal yang mereka utarakan. Mulai dari merindukan sekolah hingga bermain mulai mengenakan masker di luar rumah.

AYA/HmsNTB

 




Wagub; Penting Dukungan Keluarga untuk Perempuan

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com —  Saat ini wanita Indonesia merupakan mitra yang sejajar dengan kaum pria.

Perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan keluarga.

Dengan terciptanya kesempatan perempuan memegang peranan sebagai kepemimpinan dapat membawa dampak yang positif.

Kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam bekerja.

Wakil Gubernur NTB,  Dr. Sitti Rohmi Djalilah salah satu perempuan NTB yang hampir 10 tahun bekerja di dunia pertambangan.

Hal tersebut kemudian turut memperkuat keyakinannya, perempuan dan laki-laki dapat bekerjasama dalam bingkai kesetaraan.

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga.

“Bagi saya keluarga adalah support luar biasa dalam karir saya, kalau tidak ada mereka saya tidak mungkin berada di kondisi sekarang. Keluarga segala-galanya, luar biasa sangat mendukung bahkan menjadi teman diskusi yang sangat produktif untuk saya,” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat menjadi pembicara dalam Webinar Women in Engineering (WIE) Institute of Electrinical and Electronic Engineers (IEEE) Indonesia, dengan tema “Woman in Leadership” webinar ini dilakukan secara daring di Ruang Kerjanya, Senin (2206/20).

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menjawab pertanyaan dari moderator terkait strategi pemimpin perempuan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, untuk menangani penyebaran Covid-19 ini adalah dengan mengubah pola pikir masyarakat dan menumbuhkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di era kenormalan baru.

“Menyediakan sarana prasarana bisa kita lakukan dengan baik, tapi untuk membuat masyarakat disiplin dengan menerapkan protokol Covid-19 ini tidak mudah dan untuk mewujudkannya butuh konsistensi,” jelasnya.

Umi Rohmi sangat mengapresiasi webinar tersebut karena mendapat banyak masukan dan meningkatkan optimisme bahwa perempuan tidak boleh dibeda-bedakan dengan laki-laki.

Menurutnya, kekhasan pemimpin perempuan adalah lebih detail, teliti, disiplin, dan konsisten. Tak lupa, perempuan rata-rata memiliki kemampuan multi tasking.

“Itu juga yang saya rasakan di pekerjaan saya dulu, perempuan sudah terbiasa di rumah memiliki tanggungjawab dasar yang harus diselesaikan. Melatih, meng-handle dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik juga,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi sejak kecil telah dididik untuk pandai bersyukur dan selalu positif thinking.

Dua hal itu menjadi bekalnya hingga saat ini. Mengingat sabda Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

“Jadi kita tidak melihat pekerjaan itu dari titlenya atau menjadi apa kita, tetapi seberapa besar sih kontribusi yang bisa kita lakukan dalam posisi itu,” katanya.

Bersamaan dengan itu, Agustina Erni selaku Deputi Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan meskipun kualitas perempuan dan laki-laki sejalan, namun di Indonesia kepemimpinan perempuan terbilang masih kurang.

“Jika dilihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG), perempuan dalam mengambil keputusan masih rendah. Ini yang menjadi tugas bagi kita karena kualitas perempuan bervariasi,” jelasnya.

Agustina mengaku senang dengan Webinar ini, karena dihadiri oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Ia berharap dalam seminar tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam dunia teknologi seperti berjualan online, dan manajemen keuangan ketika masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita mengajak perempuan di Indonesia agar dapat memberdayakan UMKM,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wisnu jatmiko selaku Ketua IEEE Indonesian Election mengaku takjub dan luar biasa dengan perempuan yang menjadi lokomotif di Indonesia.

“Acaranya luar biasa karena dengan kebersamaan kita bisa banyak menggali ilmu yang luar biasa,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




NTB Akan Dijadikan Model Kesetaraan Gender Nasional

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” kata Ummi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – NTB akan dijadikan model bagaimana perempuan diberikan peran tak hanya di ranah domestik namun juga di berbagai bidang termasuk pemerintahan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Ir. Agustina Erni, M.Sc, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyampaikan itu mewakili Menteri KPPPA,saat membuka acara webbinar WIE IEEE “Women in Leadership”, Senin (22/06/20).

Dalam webbinar yang diikuti 549 peserta se-Indonesia tersebut, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik hal tersebut.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya menceritakan bagaimana perempuan di Provinsi NTB sudah masuk ke berbagai bidang profesi. Tak hanya di bidang pemerintahan, namun juga di bidang engineering dan sains.

Data terakhir Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja dan TPAK Menurut Jenis Kelamin di Provinsi NTB pada tahun 2018 menunjukan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada tahun 2018 sebesar 54,25 persen.

Angka ini memang lebih rendah bila dibandingkan dengan TPAK penduduk laki-laki sebesar 78,83 persen. Dalam rilis BPS Statistik Gender NTB 2018 menyebutkan ini wajar terjadi, karena penduduk laki-laki umumnya yang menjadi tulang punggung keluarga (bread winner) dalam sistem patriarkal.

Namun data TPAK perempuan sebesar 54,25 persen menunjukan perempuan sudah banyak yang terjun di bidang profesi.

Masuknya perempuan di ranah profesional, dikatakan Ummi Rohmi, sudah cukup diterima oleh masyarakat.

Meskipun masih menyisakan PR stigma negatif di kalangan masyarakat, namun biasanya perempuan yang sudah terjun ke dalam dunia profesi tak akan terganggu dengan stigma negatif tersebut.

Perempuan-perempuan tersebut akan membuktikan bahwa mereka mampu membagi peran antara keluarga dan jabatan.

Sehingga dengan bukti nyata tersebut lama-lama akan mengikis stigma negatif yang ada.

“Saya tidak terlalu terganggu dengan stigma perempuan yang sering diremehkan, karena memulai dari dunia professional. Kita bisa menunjukan kepada masyarakat melalui aksi nyata,” kata Wagub yang pernah menjabat sebagai General Foreman di PT Newmont Nusa Tenggara (2000—2009) tersebut.

Ummi Rohmi yang juga merupakan alumni  Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengaku, background pendidikan engineering yang dimilikinya sangat bermanfaat pada setiap jenjang karier yang dimilikinya.

Ditambah perannya sebagai perempuan dalam rumah tangga yang menuntutnya untuk selalu disiplin dan multitasking. Hal tersebutlah yang mengantarkannya mendapatkan berbagai capaian yang dimilikinya sekarang. Sehingga Ummi Rohmi berharap dapat menginspirasi perempuan-perempuan yang lain.

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” tandasnya.

AYA/HmsNTB