PKK NTB Jalin Sinergi, Perbaiki Dampak Sosial Akibat Pandemi

Sinergi antar lembaga sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi

MATARAM.lombokjournal.com – Masa pandemi Covid-19 ini berdampak kepada hampir semua lini kehidupan, baik itu dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya.

Hal ini menjadi salah satu perhatian TP-PKK Provinsi NTB yang menjadi mitra kerja Pemerintah. TP-PKK memperhatikan, salah satu dampak yang terasa adalah dampak sosial.

Dampak sosial yang cukup dirasakan adalah pola asuh anak yang mengalami perubahan di masa pandemi ini.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menyampaikan bahwa PKK memiliki kewajiban untuk membantu pemerintah dalam menangani dampak sosial dari Pandemi ini.

PKK Provinsi NTB melaksanakan Rapat koordinasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Masa Pandemi COVID-19 di Provinsi NTB, Rabu (26/08/20).

Dalam rapat, Hj. Niken menyampaikan, bawah sinergi antar lembaga sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi ini.

“Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk NTB Gemilang, sinergi adalah salah satu cara memecahkan masalah di sekeliling kita akibat pandemi COVID-19 yang dampaknya ternyata tidak hanya bidang kesehatan, ekonomi, namun juga berbagai sendi kehidupan,” ungkapnya.

TP-PKK NTB melibatkan berbagai Lembaga, baik dari lembaga pemerintahan hingga Lembaga Swadaya dalam rapat ini, di antaranya Kesbangpol, Biro Kesra Setda NTB, Kemenag NTB, BKKBN, LPA, Dikbud Provinsi NTB, DP3AP2KB Provinsi NTB, guna menangani masalah pendidikan dan pola asuh anak di masa Pandemi ini.

TP-PKK sendiri memiliki Program Pola Asuh Anak dan Remaja yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat, terkait pola pengasuhan yang baik untuk anak dan remaja di rumah.

Pola ini sangat bermanfaat bagi anak d an remaja sebagai bekal dalam menimba ilmu di luar rumah.

“Bagaimana pun, semua dimulai dari keluarga, orang tua yang sukses melakukan pengasuhan dan pendidikan kepada anak di rumah, anak-anak tidak akan sulit berkembang di sekolah,” terang Ketua Bunda Niken.

Untuk menjalankan program ini di tengah Pandemi, lanjutnya, perlu adanya penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, lembaga swadaya dan instansi pemerintah turut dilibatkan dalam program ini.

Bunda Niken berharap, dengan sinergi ini, dampak sosial Pandemi ini khususnya di bidang pendidikan dapat teratasi.

Dengan begitu, pendidikan dan pola asuh anak di NTB dapat berjalan dengan baik sehingga menghasilkan generasi muda yang dapat menjadikan NTB sebagai Provinsi yang jauh lebih baik dari yang lainnya.

Ketua Pokja I, Dini Haryati mengatakan, program Pola Asuh Anak dan Remaja ini, sesuai dengan visi Pokja I yakni, terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta sejahtera lahir dan batin.

Misi dari Pokja I ini adalah meningkatkan pembentukan karakter melalui penghayatan pengalaman Pancasila, kegotongroyongan serta kesetaraan dan keadilan gender.

“Untuk mewujudkan visi misi tersebut salah satunya adalah melaksanakan Program Pola Asuh Anak dan Remaja,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




Bunda Niken Blusukan ke Dusun-dusun, Dalam Kegiatan Gebrak Masker Bersama PKK Lobar

Seluruh stakeholder harus membantu mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, bersama-sama dalam menekan penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com — Dalam kegiatan Gebrak Masker (Gerakan Bersama Pakai Masker) bersama PKK Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (15/08/20), Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc,  blusukan ke dusun-dusun di Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan Gebrak Masker dimulai dari Dusun Dasan Daya, Dusun Bakong Dasan, Dusun Kebon Bongor, dan Dusun Lendang Jae.

Bunda Niken menilai, masih banyak masyarakat yang memandang enteng penggunaan masker di masa pandemi. Padahal, masker sangat ampuh untuk memproteksi masyarakat dari Covid-19.

“Masih ada masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan, tentu ini tidak baik, bisa membahayakan diri sendiri, keluarga, serta lingkungan yang ada” tutur Bunda Niken.

Sebelumnya, PKK juga sudah membuat Gerakan Maskerisasi.

“Beberapa kali juga sudah sosialisasi pentingnya protokol kesehatan, Ikhtiar tersebut harus terus kita jalankan,” ungkap perempuan yang ramah dan rendah hati ini.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo memberikan tugas kepada para kader PKK untuk mengkampanyekan Gerakan Bersama Pakai Masker di seluruh daerah di Indonesia.

“Kita semua berharap, dengan Gebrak Masker ini akan menyadari masyarakat akan pentingnya penggunaan masker untuk mengantisipasi Covid-19,” tambah Bunda Niken.

Tidak hanya PKK, seluruh stakeholder harus membantu mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, harus bersama-sama dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Kita semua harus kompak, bergandengan tangan, berjalan bersama dalam mensosialisasikan Gerakan Masker di daerah kita tercinta,” tambahnya.

Bunda Niken menginginkan seluruh masyarakat NTB ketika keluar rumah tetap menggunakan masker. Jangan sampai ada rasa malas, jangan sampai ada rasa lelah. Itu semua harus dilakukan untuk kesehatan bersama.

“Sekali lagi, mari, kami mengajak masyarakat semua untuk tetap menggunakan masker dan patuhi protokol Covid-19, tidak ada lain niat kita demi kesehatan kita bersama,” ujar Bunda Niken.

AYA/HmsNTB




Orang Tua Diminta Bersabar Mendidik Anak di Masa Pandemi

Jangan sampai karena sekolah dibuka, anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik, malah terpapar Covid-19

MATARAM.lobokjournal.com —  Anak-anak terdampak secara langsung akibat perubahan lingkungan dan disrupsi di berbagai sektor selama pandemi covid-19.

Termasuk sistem pendidikan, layanan perlindungan anak, kehidupan ekonomi keluarga, hingga perubahan interaksi sosial dalam masyarakat tempat mereka bertumbuh.

“Orang tua harus bisa menjadi guru, harus bisa mengawasi, mengajarkan, serta melihat anak-anak menyelesaikan tugasnya,” ujar Bunda Niken saat menjadi narasumber dialog dengan tema perlindungan anak di masa pandemi bertempat di Studio TVRI NTB, Senin (10/08/20).

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 menguji kita dari segala penjuru. Terutama menguji kesabaran orang tua.

Sabar untuk menjadi guru, serta sabar menjadi teman bermain untuk anak-anak semua. Tentunya, hal tersebut butuh banyak dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Saya berharap, tuan guru, tokoh agama, serta pendakwah kita, tetap meningkatkan topik tentang penting dan berkahnya sebuah kesabaran,” harap Bunda Niken.

Dikatakan, sebagai  ibu tentu kita ingin sekolah secepatnya dibuka. Tapi itu semua tidak mudah, perlu banyak pertimbangan.

Jangan sampai karena sekolah dibuka, anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik, malah terpapar Covid-19, ujarnya.

“Sebagai orang tua, kita butuh kesabaran yang paripurna. Sabar menjadi guru, sabar memberikan agenda kepada mereka, serta tidak jarang kita harus bersabar ketika menjadi teman bermain mereka,” tambah Bunda Niken.

Peran PKK di Masa Pandemi

PKK provinsi NTB sejak awal berpartisipasi dalam menangani Covid-19. Untuk masalah anak sendiri, PKK Provinsi NTB telah melakukan gerakan maskerisasi kepada anak.

“Jangan sampai, kita sebagai orang tua pakai masker, anak-anak kita lupa dipakaikan masker,” ungkap Bunda Niken.

Sampai sekarang, PKK provinsi NTB masih aktif menyosialisasikan kepada orang tua tentang bahaya Covid-19 terhadap anak, terutama kepada balita.

Jangan sampai, anak-anak yang masih balita dibawa berlama-lama di luar rumah.

“Untuk anak yang masih balita, kami sangat sarankan untuk tidak keluar rumah, karena belum bisa pakai masker. Itu semua harus konsisten dilakukan demi keselamatan anak kita,” katanya.

Tidak hanya itu, PKK provinsi NTB juga mengarahkan agar TP PKK kabupaten sampai ke tingkat desa untuk memberikan perhatian yang masksimal dan baik terhadap pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Termasuk di antaranya, melakukan penyuluhan, pemberian masker, serta mengedukasi anak-anak terkait protokol kesehatan.

“Selama pandemi ini, tidak ada Posyandu yang bisa dibuka, metodenya berbeda, tidak ada pelayanan kesehatan secara terpusat. Tetapi, kader yang langsung mendatangi warga yang membutuhkan layanan posyandu tersebut,” ujarnya.

Anak-anak adalah warisan kita untuk dunia dan peradaban masa mendatang. Tanggung jawab kita adalah memberikan anak-anak sepenuhnya hak mereka untuk bisa tumbuh, untuk bisa bahagia, untuk bisa sejahtera, dan mendapatkan pendidikan, kesehatan, serta lingkungan yang baik untuk pertumbuhan mereka.

“Kita jaga anak-anak kita, kita sayangi mereka, kita berikan mereka hak-haknya dengan baik,” kata Ketua TP PKK provinsi NTB tersebut.

Joko Jumadi, Ketua Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak Provinsi NTB setuju, pandemi Covid-19 ini benar-benar menguji kesabaran orang tua.

“Kesabaran orang tua benar-benar diuji. Biasanya, sejak pagi mengantarkan anak kesekolah, sekarang setiap hari, selain mengurus rumah tangga, orang tua dituntut menjadi guru untuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, kedekatan dengan orang tua, anak-anak ini bisa semakin nyaman. Tapi kenaikan kekerasan terhadap anak naik sampai 50 persen terutama kekerasan seksual.

Itu semua tak bisa dilepaskan dari maraknya penggunaan teknologi berbasis daring.

“Pandemi ini menambah kekerasan terhadap anak, sebagian besar berkaitan dengan dunia gadget,” tambahnya.

Joko melanjutkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, hampir semua hal bisa dilakukan melalui metode daring.

Mau tidak mau, suka tidak suka, banyak orang dipaksa untuk menggunakan gawai. Selanjutnya, tugas orang tua adalah untuk mengawasi. Tapi, ujarnya, yang harus digarisbawahi, pengawasan orang tua harus menghindari pendekatan kekerasan.

“Dunia anak ini dunia bermain, ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Orang tua dituntut kreatif. Tidak hanya memberikan anak-anak makan, tapi juga harus bisa menjadi teman bermain anak-anak kita sendiri,” tambah Joko.

Menurutnya, tempat terbaik untuk anak-anak adalah bermain dan belajar di rumah.

AYA/HmsNTB




Hj. Niken: Bangun Desa Melalui Peningkatan Kualitas PAUD dan PKK

Para Kades di seluruh NTB dapat memberikan perhatian dan dukungan yang optimal kepada TP PKK dan PAUD di daerah masing-masing

SUMBAWA. lombokjournal.com —  Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,SE, M.Sc mengajak para Kepala Desa (Kades) untuk memberikan perhatian kepada TP PKK dan PAUD yang ada di desa masing-masing.

Menurutnya, dengan memperhatikan dua poin tersebut, pembangunan manusia di desa akan semakin meningkat dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Hj. Niken saat mendampingi Gubernur NTB berkunjung dan silaturahmi dengan para Kades dan tokoh masyarakat di Taman Mangga  Kabupaten Sumbawa, Sabtu (01/08/20).

“Membangun desa bukan hanya membangun jembatan, membangun jalan dan membangun infrastuktur, tetapi juga membangun manusianya,” ungkap Bunda Niken.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para Kades untuk memberikan perhatian kepada TP PKK di desa dengan membantu program yang dijalankan.

“Saya meminta dukungan kepada bapak semua untuk memberikan perhatian, memberikan alokasi dana desa dan memberikan dukungan kepada kegiatan TP PKK di desa masing-masing, ”ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi NTB menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa adalah kabupaten yang cukup baik dalam pembangunan PAUD, namun yang juga perlu ditingkatkan adalah bagaimana agar PAUD ini berkualitas.

“Jadi tidak hanya ada PAUD, tetapi juga berkualitas karena anak-anak kita ini yang akan menggantikan kita, dan tentu saja mereka berhak mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” lanjutnya.

Di akhir arahannya Bunda Niken berharap para Kades di seluruh NTB dapat memberikan perhatian dan dukungan yang optimal kepada TP PKK dan PAUD di daerah masing-masing.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Perhatikan Olahan Pangan yang Sehat untuk Keluarga

Program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Bahan olahan pangan yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, menjaga gizi dan imun tubuh menjadi keharusan.

Topik inilah yang dibahas pada kegiatan Webinar Nasional sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) NTB tahun 2020.

 

Ummi Rohmi

Mengusung tema “Menakar Kondisi Ketahanan Pangan NTB”, webinar ini dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Umi Rohmi memberikan pandangan dan arahannya terhadap kondisi ketahanan pangan di NTB dalam mewujudkan pangan yang sehat dan bergizi.

Menurutnya, tantangan Pemprov NTB yakni mengubah pola pikir masyarakat. Pola pikir yang dimaksud,  bagaimana masyarakat NTB menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Ini kelihatannya sepele, kelihatan gampang, tapi tidak gampang untuk diterapkan, padahal itu bisa kita lakukan,” tegasnya.

Padahal, bagi Umi Rohmi menyediakan panganan atau olahan pangan yang sehat dan bergizi tidak melulu harus mahal.

Ia meminta masyarakat NTB agar selalu menyajikan panganan sehat bagi keluarganya.

Disinggung angka stunting yang masih tinggi di NTB. Edukasi yang masif harus digencarkan oleh pihak-pihak terkait.

Khususnya kepada ibu-ibu hamil yang diwajibkan untuk menjaga kesehatan agar anak-anak yang dilahirkan kelak tidak menderita stunting.

Terkait edukasi, program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB.

Itu memang terdengar sederhana, namun ini menurutnya akan memberikan pengaruh yang besar pada pola hidup masyarakat.

“Marilah kita lihat betapa kegiatan ini kalau kita intervensi dengan baik, maka ini pasti akan memberikan efek yang luar biasa, karena sifatnya sistematis,” jelas Umi Rohmi.

Ke depan, Ummi Rohmi ingin seluruh posyandu tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, melainkan dapat menyusur aspek kesehatan lainnya.

Sehingga, seluruh masyarakat, baik dari bayi hingga lansia dapat dilayani oleh posyandu.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini sudah hampir 1.600 posyandu keluarga yang terbentuk dari 7000 sekian poyandu, targetnya di 2023 semua posyandu menjadi posyandu keluarga,” lanjutnya.

Kepada Pergizi Pangan NTB, Ia berharap sinergi dengan pemerintah khususnya OPD terkait dapat terus terjalin. Peran dari pakar dan pemerhati gizi dinilai sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam ketersediaan panganan yang sehat dan bergizi di NTB.

“Semoga Pergizi NTB betul-betul bisa memberikan kontribusi dan pemikirannya kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk bagaimana kita melawan masalah-masalah gizi di NTB,” harapnya.

Kontribusi Pergizi

Sebelumnya, Ketua DPD Pergizi Pangan NTB, Ir. H. Rosiyadi H. Sayuti, Ph.D melaporkan, rangkaian proses pergantian kepungurusan Pergizi Pangan NTB telah rampung.

Ia kemudian berharap pengurus Pergizi Pangan NTB ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi bagi NTB.

“Khususnya bagi masyarakat kita di NTB yang dalam masa-masa beberapa bulan terakhir ini menghadapi persoalan pandemi bersama-sama dengan daerah lain,” terang Rosiady.

Begitu pula dengan kasus stunting, Ia menyebut bahwa persoalan ini sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi Pergizi Pangan.

Diharapkan, Pergizi Pangan NTB harus mampu memberikan cara pandang baru dalam menurunkan angka stunting tersebut.

“Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, Pergizi Pangan NTB akan lebih bergairah lagi dalam rangka berkontribusi untuk bangsa dan negara,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Ajak Pergizi dan Posyandu Keluarga Berkolaborasi

Hidup aman dan produktif, membutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilllah mengajak Persatuan Ahli Gizi dan Pangan NTB (Pergizi) mendukung dan berkolaborasi dengan  Posyandu Keluarga untuk meningkatkan pemahaman kesehatan dan gizi masyarakat.

Dikatakan Wagub, edukasi tentang ketahanan pangan dan gizi membutuhkan ikhtiar yang maksimal untuk merubah cara pandang masyarakat.

Pergizi NTB diharapkan dapat membantu 1.514 Posyandu Keluarga yang tersebar di seluruh NTB.

“Pekerjaan Rumah terbesar kita adalah bagaimana merubah mindset rumah tangga keluarga NTB tentang pentingnya gizi dan ketahanan pangan,” ungkap Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi menyampaikan sambutan dalam sambutan Webinar Nasional dan Musyawarah Daerah Pergizi NTB yang bertajuk Menakar Ketahanan Pangan NTB di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Menurut Alumni ITS tersebut, dengan dukungan para ahli gizi di kegiatan-kegiatan Posyandu dapat mempercepat pemahaman pemenuhan gizi keluarga dengan pangan yang tepat.

Ummi Rohmi juga menjelaskan, tidak ada kata tidak bisa dalam memenuhi ketersediaan pangan khususnya gizi. Terlebih NTB merupakan daerah yang subur dan kaya akan pangan.

Hanya saja, cara pandang masyarakat pada umumnya tentang pangan dan gizi masih minim. Sehingga perlu diperkaya dengan kontribusi para ahli gizi.

“Memenuhi gizi keluarga tidak harus mahal. Bahkan keluarga kaya sekalipun belum tentu memiliki pengetahuan tentang gizi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, saat ini telah terbentuk 454 posyandu keluarga selama 6 bulan terakhir (periode Juli 2019 s.d Juni 2020) sehingga total jumlah posyandu keluarga per Juni 2020 sebanyak 1.514 dari 7.379 posyandu Se-NTB.

Sebagai program unggulan, Posyandu Keluarga tidak hanya melayani ibu dan balita tapi seluruh anggota keluarga, seperti remaja dan lansia.

Selain itu, Posyandu Keluarga juga dapat membantu dalam pemberantasan masalah Stunting yang erat kaitannya dengan gizi ibu dan balita.

Melalui kegiatan Posyandu inilah kontribusi Pergizi dalam membangun daerah dapat dirasakan oleh masyarakat nantinya.

“Tidak bisa tidak. Merubah mindset itu harus intensif dan sistematis”, pungkas Wagub.

Wagub menambahkan, di masa pandemi Covid-19, ketahanan pangan menjadi prioritas setelah kesehatan.

Untuk hidup aman dan produktif, dibutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB.

Kepastian akses pangan

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Lalu Husni  mengatakan, ketahanan pangan dan gizi menjadi kajian para ahli gizi. Keduanya berkaitan erat dari sisi akses, keamanan, dan pemenuhannya di masyarakat.

Namun demikian, akses kepada pangan lebih menjadi masalah ketimbang ketersediaannya. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pangan terjangkau bagi seluruh warga masyarakat.

Ketua DPD Pergizi NTB, Rosiady Sayuti menambahkan, Pergizi NTB selalu siap memberikan kontribusi terlebih di masa pandemi, begitupun dengan stunting di NTB.

Rosiady mengatakan, selama sepuluh tahun berkiprah, kepengurusan Pergizi NTB akan menghadirkan formasi baru 2020 – 2025 untuk menghasilkan rekomendasi lebih baik lagi bagi NTB.

Musda dan webinar nasional Pergizi NTB juga dihadiri Ketua DPP Pergizi, Hardiansyah, para ahli gizi seperti Dr. Ir. Hayati, dr Deasy Irawati dan Ir Ahmad Syauqi dan lainnya dari beberapa universitas di Indonesia serta penasihat Pergizi NTB, Mansur Maksum, perwakilan OPD dan pemerhati gizi.

diskominfotikntb




Bunda Niken Serahkan Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumbawa

Bantuan berupa olahan makanan bakso ikan, 10.000 ribu ekor ayam peliharaan dan beberapa bantuan paket lainnya

SUMBAWA.lombokjournal.com — Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE,M.Sc bersama rombongan PKK Provinsi NTB menyerahkan bantuan masyarakat yang terdampak Covid-19 di NTB di Kabupaten Sumbawa di Aula Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (18/07/20).

Ketua TP. PKK NTB terus bersinergi bersama pemerintah daerah membantu, sebelumnya menyerahkan bantuan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hari Jumat.

Bunda Niken menyampaikan, kehadirannya di kabupaten Sumbawa dalam rangka silaturahim dan menyapa TP. PKK Kabupaten Sumbawa.

“Walaupun Covid-19 sudah menyapa selama empat bulan, Insya Allah PKK tak surut semangatnya untuk memberi perhatian kepada warga disini,” ungkapnya.

Pemberian bantuan ini adalah stimulan bagi masyarakat, untuk mendorong agar IKM selaku produsen agar tetap produktif dalam koridor Nurut Tatanan Baru.

Bantuan yang diberikan adalah berupa olahan makanan bakso ikan, 10.000 ribu ekor ayam peliharaan dan beberapa bantuan paket lainnya.

Dengan adanya pemberian bantuan ayam ini, Bunda Niken berharap ayam-ayam petelur tersebut dapat menghasilkan telur dan diberikan kepada anak dan keluarga, sehingga bisa memenuhi asupan gizi tiap harinya.

Bunda Niken juga menambahkan mudah-mudahan dengan silaturahim ini bisa memberi semangat dan Lasqi Kab. Sumbawa semakin maju, dan lebih banyak perhatian dari para pengurus agar kesenian kasidah dapat terus dilestarikan.

“Untuk para pengrajin kami juga tahu selama pandemi tentu semakin sedikit wisatawan yang hadir, tahun lalu kami sudah mengangkat tenun Sumbawa pada ajang bergengsi di Jakarta, akan lebih baik jika disini dilestarikan lagi tenunnya, lebih halus bahan dan harganya lebih terjangkau”, tambah Bunda Niken.

Ketua TP. PKK NTB mengatakan bahwa JPS Gemilang NTB merupakan pembelaan bagi UKM lokal agar bisa berdaulat di tanahnya sendiri.

“Dengan membeli barang di masyarakat kita, pak Gubernur memiliki keberanian untuk membeli langsung untuk UKM kita dan membagikannya ke masyarakat kita, ada 4300 UKM yang mengisi produk JPS Gemilang, semoga ini bisa membawa semangat untuk tetap bergiat bekerja, dan tetap istiqomah dalam kondisi sehat,” pungkasnya.

Ketua TP. PKK NTB yang saat itu diwakili Wakil Ketua II TP. PKK Kabupaten Sumbawa, Irine Silviani Wirawan mengatakan dalam sambutan yang dibacakan, sangat mengapresiasi kunjungan kerja ketua TP. PKK NTB yang dirangkaikan dengan penyeranan bantuan hari ini.

Selain meringankam beban keluarga penerima, juga sangat relevan dengan semangat yang kita gelorakan untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera di tengah pandemi Covid-19.

“Saya berharap peran tim penggerak PKK yang menyentuh kehidupan keluarga dan masyarakat secara langsung, dapat diarahkan dan diberdayakan secara lebih optimal,” tegasnya.

Turut hadir, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Peternakan, TP. PKK Kab Sumbawa, Perwakilan Pengrajin dan Lasqi Kab. Sumbawa.

AYA/HmsNTB

 




Hj Niken; Qasidah Bisa Menguatkan Sosialisasi Penanganan Covid-19

Adanya wabah Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia

LOTIM.lombokjournal.com —  Tantangan bagi Lembaga Seni dan Qasidah Islam (Lasqi) untuk menguatkan nilai-nilai islam dan dakwah Islam dapat tersebar kepada masyarakat.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sebagai Ketua Umum DPW LASQI NTB mengatakan itu, ketika menghadiri pelantikan LASQI Kabupaten Lombok Timur dan  menyerahkan bantuan kepada pelaku seni, di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur, Rabu (08/07/20).

“Tentu saja menjadi tantangan bagi pengurus Lasqi, bagaimana kaum muda bisa melihat seni dan qasidah Islam tersalurkan melalui Lasqi,” ujar

Hj. Niken mengatakan, dengan adanya Covid-19 menjadi tantangan, khususnya para pekerja seni dan seniman di seluruh Indonesia.

Hal ini mempengaruhi beberapa aspek kehidupan, salah satunya pada aspek ekonomi. Dengan kondisi seperti saat ini,  tidak mematahkan semangat pekerja seni untuk tetap berkarya dan memberikan semangat kepada masyarakat.

“Para seniman tetap membuat sebuah karya atau lagu qasidah yang memberikan semangat kepada masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan dari pemerintah. Seperti mengikuti protokol kesehatan, memiliki jiwa optimisme dan pesan-pesan dakwah yang lain,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken meminta agar Lasqi Lombok Timur berperan tidak hanya dalam qasidah tradisional saja, tetapi juga dapat berperan dalam qasidah kolaborasi yang melibatkan seni musik dan seni tari.

Sehingga para seniman musik tradisional khas Lombok Timur bisa dikreasikan dan menjadi sebuah pertunjukan yang unik dan khas bagi Lombok Timur.

“Kita bisa menunjukan kepada para wisatawan yang datang, bahwa inilah wisata halal itu termasuk pertunjukannya, tariannya, lagu-lagu bersifat dakwah dan tentu saja kita semua memiliki kekhasannya,” tutupnya.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi SJ menyampaikan hal senada, Lembaga qasidah harus dibudayakan, mengingat qasidah adalah seni yang bernafaskan Islam.

Para pengurus Lasqi yang baru dilantik diminta melakukan regenerasi, sehingga bukan hanya orang tua namun anak-anak muda Lombok Timur juga dapat berkontribusi dan mengenal seni qasidah.

“Supaya mata memandang senang, telinga mendengar indah. itu yang kita inginkan supaya melatih putra-putri kita yang ada ini supaya ibu-ibu PKK mengintervensi anak-anak kita ini,” harapnya.

Ia menyampaikan agar masyarakat terbiasa hidup dalam pandemi Covid-19 ini, namun harus waspada dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dan makan-makanan yang bergizi.

“Sehingga kita tidak tertular dengar virus corona ini,” jelasnya.

Ketua DPD Lasqi Lombok Timur mengaku bangga dengan anggota Lasqi Lombok Timur, meskipun di usia yang tidak muda lagi bukan menjadi hambatan untuk terus berkreasi dan berperan serta dalam membangun masyarakat.

“Kepada para pengurus, saya mengajak untuk terus bersemangat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan beserta saling menghargai satu sama lain bahwa keberhasilan kita adalah keberhasilan Lombok Timur,” katanya.

AYA/HmsNTB




‘700 paket Sembako Non JPS’, Disalurkan Program Peduli Dharma Wanita NTB

Paket bantuan itu menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB meluncurkan program peduli untuk meringankan beban warga, menggunakan dana yang bersumber dari program organisasi dan partisipasi anggotanya.

Tak tanggung-tanggung,  organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi partner setia para ASN ini, telah mendistribusikan 700  paket bantuan sosial sembako Non JPS kepada sejumlah kelompok masyarakat.

Di antaranya untuk penjaga malam, tukang kebun dan petugas kebersihan pada kantor- kantor pemerintah. Juga menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Hj. Lale Priyatni Gita Ariadi atau akrab disapa Hj. Lale, didampingi sejumlah pengurus DWP Provinsi NTB, mengatakan itu saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan lansia di Daerah Binaan Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (04/07/20).

Ia mengungkapkan, isi dari paket bantuan tersebut tak jauh beda dengan JPS Gemilang.

Satu paket bantuan sosial non JPS dari Dharma Wanita, berisi telur ayam 10 butir, minyak kelapa 2 liter, ikan asin, sabun dan beras 5kg.

“Semuanya merupakan produk dari usaha masyarakat, yaitu IKM dan UKM kita,” tutur Hj Lale.

Ia berharap bantuan sosial yang yang disalurkannya itu, bisa sedikit meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Tetap syukuri apapun bentuk kenikmatan yang berikan Allah walaupun itu hanya sedikit,” harapnya.

Istri Sekda NTB itu juga tidak lelahnya  menghimbau kepada warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak serta tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi saat ini.

“Meskipun ini sulit untuk dijalani, tetapi mari kita terus berikhtiar dan berdoa semoga kita semua tetap diberikan kesehatan,”  ajaknya

Sepekan terakhir, Organisasi DWP Provinsi NTB telah menyalurkan 700 Paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Di antaranya kepada petugas kebersihan, tukang kebun, dan  penjaga malam pada seluruh OPD Provinsi NTB.

Kemudian kepada masyarakat di bawah DWP Lombok Barat, Para petugas Islamic Center dan warga Daerah Binaan DWP yaitu di daerah Sayang-Sayang, Tanjung Karang, Karang Genteng, serta sejumlah masyarakat kurang mampu di Desa Puyung, Lombok Tengah.

(@kominfo)




Wagub; Posyandu Kunci Selesaikan Masalah Kesehatan Masyarakat

Jika posyandu keluarga telah berjalan aktif maka banyak pekerjaan rumah masalah kesehatan masyarakat terselesaikan

MATARAM.lombokjournal.com —  Progres perkembangan jumlah posyandu keluarga  di Provinsi Nusa Tenggara Barat  meningkat setiap bulannya.

Hal tersebut membuktikan bahwa program unggulan revitalisasi posyandu dalam visi NTB Gemilang pelan namun pasti akan segera terwujud.

Selama 6 bulan terakhir – periode Juli 2019 s.d Juni 2020 – telah terbentuk  454 posyandu keluarga. Sehingga total jumlah posyandu keluarga per Juni 2020 sebanyak 1.514 dari 7.379 posyandu se-NTB.

Merujuk hal tersebut, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan dalam mewujudkan revitalisasi posyandu.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB dalam rangka mengekspos progress program unggulan, Jum’at (03/07/20).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Daerah H. Lalu Gita Ariadi dan Asisten 1 Setda Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si.

Ummi Rohmi memaparkan, jika posyandu keluarga telah berjalan aktif maka banyak pekerjaan rumah masalah kesehatan masyarakat seperti pandemi Covid-19, stunting, permasalahan keamanan pangan, kematian ibu dan anak, dan permasalahan kesehatan masyarakat lainnya bisa terselesaikan.

Hal tersebut dikarenakan seringkali sumber masalah disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut.

“Jika posyandu keluarga sudah jalan aktif dan bagus selesai banyak PR kita. Karena edukasi jalan trus sehingga mindset masyarakat bisa terbangun. Banyak permasalahan kesehatan masyarakat kita belum terselesaikan bukan karena tidak mampu tapi karna ketidak mengertian dan ketidak tahuan,” jelas Ummi Rohmi.

Untuk mengaktifkan posyandu secara maksimal, Ummi Rohmi berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan para kader posyandu. Karena melalui kader yang baik maka posyandu dapat berjalan dengan baik juga.

Jika memiliki kader yang kompeten maka masyarakat akan senang hati ke posyandu tanpa merasa terpaksa. Selain terus mengupgrade kemampuan kader posyandu kembali mengingatkan untuk selalu memperhatikan kesejahteraan para kader.

“Minimal insensif kader 150 ribu sebulan, supaya kader kita merasa termotivasi untuk terus belajar dan mengedukasi masyarakat,” pesan Ummi Rohmi.

Lebih jauh Ummi Rohmi memaparkan, dalam masa pandemi covid-19 menjadi masa-masa yang berat bagi Dinas Kesehatan.

Namun dengan perencanaan program yang matang, sinergi yg baik, serta evaluasi yang tepat Dinas Kesehatan pasti mampu mengemban segala tugas dan menyelesaikan program-programnya dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Nurhandini Eka Dewi dalam persentasinya memaparkan beberapa hambatan yang dihadapi posyandu saat pandemi covid-19.

Di antaranya, Posyandu tidak terlaksana di bulan April-Mei 2020 di semua Kab/Kota diakrenakan pembatasan sosial selama masa covid-19. Update data triwulan II belum dapat dilaksanakan karena hampir semua petugas Puskesmas melaksanakan Tracing contak pasien Covid-19.

Serta, beberapa Kegiatan tidak terlaksana (Reward kader, pengadaan Dacin, Evaluasi kegiatan, dan media KIE Posyandu.

Namun beberapa strategi dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diantaranya, beberapa Kabupaten melaksanakan kegiatan Posyandu dengan kunjungan rumah oleh kader.

Dikes Provinsi menyurati Dinas Kesehatan Kab/Kota untuk mulai melaksanakan Posyandu dengan Protokol Copid-19 di awal juni 2020. Menyusun SOP Posyandu pada masa Pandemi Covid-19.

Mengalihkan beberapa kegiatan Promkes dari dana BOK menjadi kegiatan Posyandu. Menyebarkan berbagai tutorial terkait pelaksanaan Posyandu di masa Pandemi Covid-19. Serta, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kab/kota. ,

@diskominfotikntb