Roadshow TP PKK Dan IKAPTK di Kabupaten Bima, Putus Rantai Covid-19 Lewat Gebrak Masker

TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Upaya mengoptimalkan pencegahan penyebaran Covid-19, TP PKK Provinsi NTB menggelar Roadshow Hari Kedua, bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi dan Kabupaten Bima.

Sekaligus, melaksanakan kegiatan Gebrak Masker di Gedung Serba Guna Sape, Kamis (17/09/20).

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 6 bulan.

TP PKK sebagai mitra pemerintah selalu mendukung upaya pencegahan pandemi Covid-19 yang belum ditemukan vaksinnya. Hj. Niken pun mengapresiasi IKAPTK Provinsi maupun Kabupaten atas partisipasi dalam program Gebrak Masker.

Menurut Hj Niken,  sampai saat ini, virus ini masih belum ditemukan vaksinnya, sehingga cara mencegah penularan sebelum vaksin ditemukan yaitu menggunakan masker.

Katanya, TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker.

“Tentu saya juga berterimakasih kepada IKAPTK Provinsi bekerja sama dengan IKAPTK seluruh Kabupaten Kota seluruh NTB dan hari ini, dengan IKAPTK Kabupaten Bima menyumbangkan 4000 masker untuk PKK Kabupaten Bima, masker ini kami titipkan kepada ibu -ibu kader untuk mengingatkan masyarakat kita harus tetap  disiplin menggunakan masker, insyaAllah dengan masker penularan bisa dihindari,” ujar Bunda Niken.

Kemudian, Bunda Niken juga mengingatkan beberapa prioritas yang ditekankan di masa pandemi Covid 19 ini. Di antaranya, agar setiap Pokja dalam TP.PKK lebih mengoptimalkan dan memastikan agar seluruh program PKK dapat tercapai.

Dijelaskan, untuk pokja duadiharapkan agar UP2K PKK bisa bekerjasama lebih baik lagi memanfaatkan momen pandemi Covid ini untuk saling membeli, membela dan menggunakan produk dari IKM kita sendiri.

“Alhamdulillah pemerintah provinsi sudah mencontohkan dengan JPS Gemilang. Kemudian Pokja tiga, membahas dan memberikan pembinaan terkait pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah tangga, kemudian pokja Empat menegakkan kembali bahwa kader PKK bisa membantu  menyukseskan Posyandu keluarga dan melakukan sosialisasi pengelolaan Posyandu di masa pandemi dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken berpesan kepada seluruh kader PKK untuk membantu keberhasilan pemerintah baik di tingkat pusat, di kabupaten dan kota dalam menyukseskan program-program yang ada. Terlebih program pencegahan dampak Covid-19 di masa pandemi ini.

“Mudah mudahan pembinaan yang akan dilakukan oleh PKK provinsi bisa dirasakan dengan baik dan kesuksesan akan kami tunggu dari Kabupaten Bima. Terimakasih atas sambutan dan dukungan dari berbagai pihak. Kita bersabar ibu-ibu, mudah-mudahan kita dapat melalui pandemi Covid ini dengan segera,” tutupnya.

Membagi masker

Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ibu Hj. Rostiati, S.Pd mengucapkan terimakasih atas kunjungan TP.PKK Provinsi dan mengatakan bahwa roadshow PKK ini merupakan kali pertama dalam masa adaptasi kebiasaan baru Pandemi Covid-19 dan mengapresiasi IKAPTK

“Mudah mudahan kegiatan ini akan semakin mengeratkan kemitraan antara tim PKK Provinsi dan PKK kabupaten bima untuk membangun daerah tercinta dan  semoga kedepannya diharapkan PKK Kabupaten bima mampu mengatasi hambatan dan tantangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua TP.PKK Provinsi NTB  menyerahkan bantuan bagi 2 kelompok pangan lestari, 7 kelompok Posyandu di Kabupaten Bima dan diterima secara simbolis oleh ketua TP.PKK Kabupaten Bima.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Kepala BKKBN NTB, Ketua IKAPTK NTB dan IKAPTK Kabupaten Bima beserta seluruh jajarannya membagikan masker ke warga.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, kepala DPMPD Provinsi NTB, Asisten 2 Kabupaten Bima, Kader PKK dan Tokoh Masyarakat.

HmsNTB




Wagub Ajak Perempuan Tunjukkan Profesionalismenya

Tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja

MATARAM.lombokjournal.com

Perempuan di Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas diri, menunjukkan profesionalisme sehingga menjadi tenaga kerja yang kompetitif.

Kesempatan tenaga kerja wanita untuk berkiprah di Indonesia sudah terbuka lebar.

“Saya pernah bekerja di dunia profesional yang mana di lingkungan kerja saya, saya sendiri yang perempuan. Tetapi saya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka webinar yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (17/09/20).

Dalam webinar bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Wagub menyampaikan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dapat menjamin kelangsungan dari pekerja.

Karena itu, melalui webinar ini Wagub berharap sistem ketenagakerjaan ke depan makin baik.

“Sehingga kiprah perempuan NTB dan perempuan Indonesia dalam membangun NTB maupun Indonesia sudah tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan,” kata Wagub.

PR saat ini yang terkait isu perempuan harus ditangani bersama-sama.

Menurut Wagub, hal ini menyangkut cara pandang masyarakat tentang kekerasan, terhadap perempuan dan hal-hal yang berhubungan dengan isu perempuan.

Dengan adanya Jamsostek, diharapkan keberlangsungan pekerjaan-pekerjaan profesional itu bisa dijaga, dan lebih mendorong profesionalitasnya.

“Sehingga Jamsostek ini menjadi satu elemen penting untuk mendorong profesionalitas dan produktivitas daripada pekerja perempuan,” ungkap Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi menekankan tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja.

“Hal ini harus dimulai sejak dini dari keluarga tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Apapun cita-cita anak selama itu baik dan memberikan kontribusi positif terhadap bangsa harus didorong,” jelas Umi Rohmi dengan penuh semangat.

Di akhir, Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan NTB Gemilang.

Program Perisai

Ketua Pokja I TP-PKK Provinsi NTB, Yusmi Zustia mengatakan, PKK dan BPJS Ketenagakerjaan telah bersinergi melakukan program perisai dengan beberapa Kader Posyandu, Kader Dasawisma, maupun dengan seluruh Tim Penggerak PKK seluruh NTB.

“Sampai saat ini PKK bisa dikatakan semua pengurus PKK tingkat provinsi sudah ikut dalam program perisai. Kemudian PKK Kab/kota maupun tingkat desa sudah diimbau oleh Ibu Gubernur untuk mengikuti program BPJS ini,” jelasnya.

Ia mengajak semua perempuan NTB di masa pandemi ini untuk tetap produktif, karena pada masa seperti ini tugas perempuan khususnya seorang ibu untuk mendidik dan mengubah karakter anak dari yang biasa menjadi luar biasa.

“Maka kader-kader PKK yang berada di pedesaan itu diberikan pelatihan dengan keterampilan yang ada baik itu pembuatan kue, menjahit, dan keterampilan yang bisa menambah penghasilan,” pesannya.

Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK, Evi Afiatin mengaku terkejut dan mengapresiasi karena salah satu pimpinan di NTB adalah seorang perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas.

“Jaman dulu itu kesempatan bagi perempuan itu hanya ada di dalam rumah membantu suaminya. Tetapi bukan berarti perempuan itu tidak optimal, karena sebagai ibu rumah tangga perempuan sangat berperan untuk menunjang keberhasilan suami dan untuk mendidik anak-anaknya hingga berhasil,” katanya.

HmsNTB




Kuatkan Protokol Covid-19, TP. PKK NTB Gelar “Gebrak Masker” di Pulau Sumbawa

TP PKK dengan seluruh pokjanya berupaya mengatasi dampak Covid-19

DOMPU.lombokjournal.com

Setelah tuntas roadshow di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok, Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan di Pulau Sumbawa.

Hj Niken Saptarini mengawali roadshow  di Kabupaten Dompu dengan tema “Gerakan PKK Melawan Covid 19”, Rabu (16/09/20).

Kegiatan yang dirangkai dengan ‘Gebrak Masker’ atau Gerakan Bersama Memakai Masker, dengan menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), tujuannya mengoptimalkan pencegahan dan penularan Covid-19.

“Alhamdulillah ini adalah pertama kali saya bertemu kembali dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu pandemi yang baru dan tidak biasa sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa dan kami Tim PKK Provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar tim PKK berada di lapangan membantu pemerintah,” ungkapnya.

Bunda Niken berharap agar TP.PKK berupaya secara optimal dengan seluruh pokjanya mengatasi dampaknya dari Covid-19, bukan hanya pada sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Ditegaskan, kesehatan adalah prioritas utama, karena itu jaga kesehatan. Karena itu diharapkan,  ibu – ibu PKK mengupayakan anak-anak di rumah terjaga dengan baik selama masa pandemi Covid-19.

“Setelah ini PKK Provinsi bersama IKAPTK akan melaksanakan Gebrak Masker dalam rangka mengingatkan kembali masyarakat pentingnya penggunaan masker sebagai solusi penanggulangan Covid -19,” tutupnya.

Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu Hj. Eri Aryani berterima kasih atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB, yang sekaligus membagi masker kepada masyarakatnya.

Menurutnya, Gebrak Masker ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Dompu.

“Dan kami TP.PKK Kabupaten telah berupaya secara optimal dengan Pokja-pokja membantu penanggulangan Covid-19 ini,” kata Hj Eri.

Membagi 2.500 masker

Dalam kegiatan kali ini, IKAPTK akan membagi masker sebanyak 2.500 lembar. Masing-masing 1.000 masker yang diterima dari Ketua TP PKK Provinsi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dan 500 masker diterima Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Eri Ariyani.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, serta Ketua IKAPTK Kabupaten Dompu beserta rombongan, turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling menuju kelurahan Bada, untuk membagikan masker pada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan , Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Bupati Dompu, Ketua Organisasi Perempuan di Dompu, Ketua Tim Penggerak PKK se Kecamatan di Kabupaten Dompu, serta tokoh agama dan masyarakat.

HmsNTB




Pemprov NTB Beri Ruang Seluas-luasnya untuk Kreasi dan Inovasi Generasi Muda

NTB menjadi rumah yang nyaman bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Umum International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimasnyah memberikan motivasi kepada 20 Finalis OwnBeat Urban Festival 2020.

“Jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mengasah jiwa wirausaha, tanamkan niat yang baik, ikhtiar maksimal, InsyaAllah hasilnya pun menjadi sangat baik,” ujar Bunda Niken pada sambutannya di Hotel Vaganza, Jumat (11/09/20).

Pemerintah provinsi NTB, lanjut Bunda Niken, memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak muda NTB yang ingin berkarya dan berinovasi untuk NTB Gemilang.

“NTB menjadi rumah yang nyaman untuk generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” tambahnya.

Bunda Niken melanjutkan, momentum Ownbeat Urban Festival ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para finalis untuk memperkenalkan NTB ke seluruh pelosok negeri.

NTB punya alam yang indah, punya kerajinan yang bagus, serta memiliki adat dan budaya yang beragam.

“Selain ajang untuk belajar dan mengasah diri, jadikan momentum ini sebagai salah satu jalan untuk mengenalkan keindahan dan kekayaan alam provinsi NTB,” pesan Bunda Niken menutup sambutannya.

Sementara itu, salah satu Finalis Ownbeat urban festival, Novia Nirqobli merasa bangga dan senang mendengar motivasi dari Bunda Niken.

Ia mengatakan, motivasi yang disampaikan tadi menjadi pemacu untuk terus membangun daerah melalui minat masing-masing.

“Anak-anak muda NTB punya passion yang berbeda, tapi bagi saya, apapun passion kita, harus dimanfaatkan untuk membangun daerah,” ujarnya.

Perempuan berusia 18 tahun ini menilai, anak-anak muda NTB sudah didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita sudah diberikan ruang yang sangat luas, untuk selanjutnya kita abadikan kepada daerah kita tercinta,” ungkap perempuan asal Kota Mataram tersebut.

Lain lagi Saiful Bahri, Finalis asal Bima yang ikut ownbeat semata-mata untuk mengasah dan ingin memperkenalkan pariwisata di daerahnya.

Ia bercita-cita, jika terpilih menjadi duta ownbeat, Saiful akan menghibahkan dirinya untuk membangun daerah.

“Terpilih ataupun tidak menjadi duta ownbeat, sebagai putra daerah, kita punya cita-cita sama untuk membangun daerah dan bangsa tercinta,” ungkapnya dengan tegas.

Saiful yang juga saat ini merintis usaha kain tenun tersebut mengaku, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan dunia pariwisata dan dunia usaha.

Ia berpendapat, generasi muda menjadi ujung tombak dalam membangkitkan kembali pariwisata dan wirausaha meski di tengah pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 boleh saja menghentikan orang untuk berwisata. Tapi, pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan tekad kami untuk terus berkarya dan berubah menjadi lebih baik,” tutup pria berusia 21 tahun tersebut.

HmsNTB




Pesan Bunda Niken, 20 Finalis Ownbeat 2020 Harus Mencari dan Menggali Potensinya

Potensi Itu diharapkan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di kemudian hari

MATARAM.lombokjournal.com — Anak-anak muda  kreatif dan inovatif berpean memajukan  daerahnya, bahkan bagi kemajuan Indonesia.

Sukses tidaknya pembangunan suatu daerah. tidak lepas dari peran anak mudanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menegaskan, potensi yang dimiliki anak-anak muda yang biasa disebut milenial harus dapat terus digali dan dikembangkan.

Bunda Niken

Motivasi Bunda Niken itu diungkapkan kepada Duta Ownbeat 2020, di Hotel Lombok Vaganza, Jumat (11/20/20).

Ia mengajak para 20 Finalis Duta Ownbeat turut serta mewujudkan visi NTB Gemilang beserta keenam misinya.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, bergaul mencari teman dari berbagai kalangan, karena hal ini kelak akan memperkaya diri kita,” ujar Bunda Niken.

Dijelaskan,  saat ini Pemerintah Provinsi NTB fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditujukan bagi  anak-anak muda. Salah satu di antaranya yakni program Beasiswa Luar Negeri yang terus berlangsung.

“Anak-anak muda memiliki potensi yang luar biasa kalau kita bantu, mereka akan melejit, mereka akan menjadi luar biasa bahkan menjadi generasi yang lebih baik dari pada kita,” ucapnya optimis.

Bunda Niken berpesan, anak-anak muda NTB harus mampu mencari dan menggali potensi yang dimilikinya.

Potensi ini kemudian diharapkan dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat dikemudian hari.

“Mari kita mencari sisi positif pada diri kita yang kelak akan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Bunda Niken.

Masa depan mandiri

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Halus Mandala, M. Hum, mengatakan,  ajang Duta Ownbeat 2020 merupakan sarana mengembangkan kemampuan dan potensi dari anak-anak muda.

“Anak muda diharapkan memiliki wawasan dan masa depan mandiri dalam bidang wirausaha dan tidak bergantung kepada orang lain,” ungkapnya.

Halus pun berharap ke depan makin banyak anak muda berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan positif dan bertujuan membangun kapasitas diri.

“Semoga ke depan semakin banyak yang ikut Duta Ownbeat. Tahun ini yang mendaftar sekitar 70 peserta dan tersisa menjadi 20 finalis seperti sekarang,” jelasnya.

Duta Ownbeat sendiri merupakan ajang yang bertujuan mengasah jiwa wirausaha generasi muda.

Para finalis berasal dari seluruh kabupaten/kota  di NTB ini memiliki bakat dan keahlian di bidang lainnya.

HmsNTB

 




Road Show TP PKK, Bina Program Sambil Tekankan Penggunaan Masker

Hadirnya PKK beserta OPD terkait diharapkan memotivasi dan memberikan dukungan agar masyarakat bangkit dan produktif

MATARAM.lombokjournal.com —  Tim Penggerak PKK Provinsi NTB menjalin sinergi dengan PKK Kabupaten/Kota di dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Dari sosialisasi penerapan protokol kesehatan hingga bantuan stimulus diberikan PKK, guna mengajak masyarakat bersama-sama melawan wabah satu ini.

Kali ini, road show TP PKK Provinsi NTB berlanjut ke Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Kamis (10/09/20).

Bukan hanya sosialisasi penggunaan masker saja, kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pembinaan program pokok PKK.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menekankan pentingnya kedisiplinan melawan pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan tidak dapat dilakukan setengah-setengah, melainkan butuh komitmen dan konsistensi penuh dari masyarakat.

Kehadiran Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular diharapkan dapat menekan laju kasus positif Corona di NTB.

“Untuk itu, kita di Provinsi NTB pada tanggal 14 September mendatang akan mulai menerapkan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Penyakit Menular,” ungkapnya.

Bunda Niken mengajak masyarakat saling mengingatkan untuk mengedepankan protokol kesehatan saat beraktifitas.

Ia kemudian menyebut istilah “4M” dalam upaya melawan Corona, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Selain itu, Bunda Niken juga menyadari betul, pandemi Covid-19 bukan hanya mempengaruhi kesehatan saja, namun berdampak hingga ke aspek sosial dan ekonomi.

Hadirnya PKK beserta OPD terkait diharapkan dapat memotivasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu bangkit dan produktif kembali.

“Gerakan PKK tidak hanya mengenai masker saja, tetapi juga menggaungkan yang berkaitan langsung dengan efek dari sosial ekonomi maupun kesehatan,” jelas Bunda Niken.

Ia mengarahkan setiap Kelompok Kerja (Pokja) PKK agar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan baik.

Tugas masing-masing Pokja antara lain, sosialisasi dalam mendidik anak di masa pandemi Covid-19, pendekatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), penyuluhan pembuatan lubang biopori (budidaya tanaman) serta penyelenggaraan posyandu di masa pandemi.

Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Provinsi NTB yang memperhatikan PKK yang ada di Kabupaten/Kota.

Sama halnya dengan TP PKK NTB, dingkapkan bahwa TP PKK Kota Mataram juga melakukan berbagai program guna menekan dampak Covid-19.

“Kami memberikan edukasi kepada seluruh jajaran TP PKK, seluruh dasawisma melalui sepanduk agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tutur Hj. Suryani.

Bantuan-bantuan berupa sembako juga terus diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Sejumlah agenda pelatihan bagi PKK diakuinya terpaksa ditiadakan, anggaran untuk pelatihan tersebut kemudian dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Terima kasih TP PKK Provinsi NTB, semoga terus bersinergi dengan PKK di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB,” harapnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai pelayanan serta pameran yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) dan BKKBN.

Dalam road show kali ini, Ketua TP PKK Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

HmsNTB




Akibat Pandemi Covid-19, Naiknya Pernikahan Dini dan Kekerasan Pada Anak

Pemenuhan kebutuhan fisik, perhatian, kasih sayang, memfasilitasi dan mendampingi anak belajar dapat mendukung tumbuh kembangnya anak

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati atau akrab disapa Bunda Niken menyampaikan, pernikahan di usia remaja dipicu banyak hal.

Selain alasan budaya, alasan ekonomi pada orang tua, kasus hamil pada remaja turut andil dalam meningkatnya angka pernikahan di usia remaja di NTB.

Hj Niken Saptarini Widiawati

Hal itu dikatakannya pada webinar di Ruang Sidang Bacalah, Universitas Pendidikan Mandalika, Rabu (09/09/20).

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), NTB satu dari 13 Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan angka pernikahan di usia remaja atau sekolah.

“Salah satu alasannya adalah masalah budaya. Di NTB ada istilahnya merariq kodeq (menikah dini),” ungkap Bunda Niken.

Ia juga menyebut factor kurangnya pengawasan orang tua selama pembelajar di rumah. Aktivitas belajar di rumah yang mengakibatkan remaja memiliki keleluasan bergaul di lingkungan masyarakat, hingga minimnya informasi terkait kesehatan reproduksi bagi orang tua dan remaja juga menjadi faktor .

Karena itu, penguatan keluarga dalam pendidikan anak amat penting di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, peran dari segala pihak baik dari Pemerintah Provinsi hingga Desa, sangat diperlukan dalam mencegah pernikahan di usia dini.

Dukungan orang tua pada pendidikan anak di rumah seperti, pemenuhan kebutuhan fisik, perhatian, kasih sayang, memfasilitasi dan mendampingi anak belajar dapat mendukung tumbuh kembangnya anak.

Kekerasan pada anak

Data Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada bulan Januari – Juni, melaporkan terjadi kekerasan terhadap anak di Indonesia sebanyak 3.087 kasus.

Menurut Bunda Niken, angka tersebut disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya masalah ekonomi di tengah pandemi membuat orang tua cemas dan khawatir sehingga mudah marah dan setres.

“Selain itu, ketidaksiapan orang tua dengan kondisi tetap di rumah bersama dan mendampingi anak belajar selama berbulan-bulan, serta ketidaksiapan orang tua dalam mengasuh, membimbing dan mendidik anak,” ujar Bunda Niken.

Bunda Niken mengajak para orang tua untuk tetap semangat dalam mendampingi anak baik belajar dari rumah maupun beraktivitas.

Orang tua perlu memiliki berbagai strategi. Salah satunya, menciptakan suasana rumah yang nyaman dan aman, menciptakan disiplin dalam proses pendampingan anak hingga konsisten dalam kesepakatan yang dibuat.

Dalam waktu yang sama, Rektor Undikma Bapak Prof. Drs. Kusno mengatakan, pandemi COVID-19 dapat dikatakan sebagai bencana, wabah, maupun krisis. Karenanya,  diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Kita akan mencoba untuk mencari apa yang harus kita lakukan, khususnya untuk masyarakat NTB dalam menghadapi pandemi ini. Setidaknya harus ada solusi terkait kesehatan, pangan sandang, hingga pendidikan,” ungkap Prof. Kusno.

Prof. Drs. Kusno menyampaikan komitmen Undikma untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam pendidikan dan pemberdayaan keluarga melalui pengabdian kepada masyarakat.

Pada webinar tersebut TP-PKK NTB dengan Undikma melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman terkait pendidikan dan pemberdayaan keluarga serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor 1 Undikma, Dra. Ni Ketut Alit Suarti,  menyatakan selama pandemi covid-19 Undikma memberlakukan sistem online dan terus meningkatkan performa dalam penggunaan e-learning di mana para dosen melakukan pelatihan di bawah asuhan program studi pendidikan teknologi informatika.

Hal itu diharap mampu mempermudah mahasiswa menerima pelajaran.

Terkait nota kesepahaman antara TP PKK  NTB, Warek 1 berharap mampu menciptakan banyak hal yang bisa ditindaklanjuti terutama terkait SDM di UNDIKMA dan dapat membuka kerjasama dengan instansi-instansi lainnya.

HmsNTB

 




Cegah Covid-19, PKK NTB Gelar Road Show dan Gebrak Masker di Kuripan 

Kata Bunda Niken, Masker merupakan obat anti Covid-19 yang sangat mudah ditemui dan murah

LOBAR.lombokjournal.com —  Road show PKK Provinsi NTB dengan kegiatan Gebrak masker se-Indonesia, berlanjut dengan menyambangi Kantor Camat Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (03/09/20).

Menggunakan masker mampu mengurangi penularan Covid-19.

Karena  itu, TP PKK bersama beberapa unsur, juga melaksanakan Gebrak Masker bersama IKAPTK (Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamong Prajaan) NTB serta IKAPTK Lombok Barat.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi bantuan IKAPTK NTB dab Lombok Barat.

“Alhamdulillah sudah dibantu dari IKAPTK NTB maupun Lombok Barat. Biasanya kita setiap Road Show membawa sekitar 2.500 masker, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa diteruskan lagi oleh Tim PKK yang lain,” ujarnya.

Bunda Niken menekankan bahwa masker merupakan obat anti Covid-19 yang sangat mudah ditemui dan murah.

“Alhamdullilah obat anti Covid-19 sudah ditemukan, yaitu masker. Jadi ternyata untuk mencegah penularan ini kita harus menggunakan obat tersebut dengan tepat, seperti yang namanya obat, agar manjur harus digunakan dengan dosis dan cara pemakaian yang baik,” ujarnya.

Bunda Niken menJabarkan kegiatan PKK, Pokja Satu dalam  kegiatan pola asuh anak dan remaja bisa disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Efek pandemi Covid-19 bukan hanya pada kesehatan atau sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Para anak saat ini terpaksa harus belajar dari rumah, berada di rumah selama 24 jam dan belajar menggunakan handphone.

Hal ini memerlukan pengawasan orang tua, guna menghindari dampak negatif penggunaan telepon genggam.

Bunda Niken juga menekankan,  tidak boleh terjadi peningkatan pernikahan anak dan kekerasan pada anak. Karenanya, pola asuh anak dan remaja diharapkan dapat disampaikan kepada semua ibu-ibu di NTB.

Pokja Dua akan melakukan sosialisasi pembinaan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).

“Kita harapkan UP2K yang dilakukan oleh ibu-ibu dapat berkembang, bisa menjadi alternatif, dan itu semua bisa berjalan bila kita sendiri melakukan bela dan beli produk lokal UKM,” tambahnya.

Selanjutnya, Pokja Tiga, membahas dan memberikan pembinaan terkait biopori di rumah-rumah.

Hal ini merupakan tindak lanjut Visi NTB ‘Asri dan Lestari’ dengan program Zero Waste untuk melakukan pengolahan lebih lanjut, dari sampah rumah tangga dengan pembuatan biopori di rumah masing-masing.

Adanya biopori ini mampu mencegah terjadinya banjir, membuat tanah lebih gembur dan subur ditanami.

Kemudian, pada pokja Empat, PKK melakukan sosialisasi pengelolaan posyandu di masa pandemi Covid-19.

“Kita harapkan posyandu-posyandu tetap bisa berjalan dengan lancar, tentu saja dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Ia mengapresiasi inovasi Kabupaten Lombok Barat, yakni sistem pemantauan kesehatan bayi baru lahir berbasis keluarga.

“Kami sangat menyambut baik inovasi yang dilakukan Lombok Barat, adanya pemantauan kesehatan bayi baru lahir, mudah-mudahan bisa dicontoh oleh daerah yang lain,” tutupnya.

Ia sampaikan terimakasih kepada IKAPTK NTB, yang sejak awal bersama PKK Provinsi NTB melaksanakan Gebrak Masker. Juga BKKBN NTB yang memberikan layanan KB, agar warga NTB tetap bisa mendapat pelayanan KB secara baik, mencegah kelahiran yang tidak direncanakan.

Terapkan pprotokol kesehatan

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid S.Ag, M.Si menyampaikan, segala aktivitas diperbolehkan, tapi harus menerapkan protokol  kesehatan Covid-19.

“Covid-19 ini harus menjadi perhatian kita semua, efek ekonomi dan sosialnya sudah mulai kita rasakan, bahkan pertumbuhan ekonomi kita hingga minus,” pinta Bupati Lobar.

Fauzan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama konsen untuk mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 ini.

“Bila bersama-sama kita melawan, akan mudah melalui ini semua,” ucapnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua TP. PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun, S.HI menyampaikan,  Road Show HKG PKK ini merupakan kali pertama dalam masa adaptasi kebiasaan baru

Pandemi Covid-19. bertujuan mengetahui dan menyatukan pemahaman tentang peranan sektor/lembaga terkait dalam pengelolaan kegiatan kesatuan Gerak PKK dan upaya meningkatkan peran serta pemerintah dan swasta tentang penerapan fungsi keluarga.

Untuk mencapai kesejahteraan keluarga, hal yang diperlukan adalah mengerakkan segenap potensi, yaitu menggerakkan Kelompok-Kelompok PKK serta keluarga.

Melalui PKK bersama-sama meningkatkan SDM keluarga terutama para Ibu.

Pemantauan bayi baru lahir

Saat itu juga berlangsung peluncuran pelaksanaan Sistem Pemantauan Kesehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Keluarga di Kabupaten Lombok Barat.

Sistem ini memberdayakan para Ibu secara mandiri agar mampu memantau dan mendeteksi kondisi bayi baru lahir.  Sehingga secara dini menemukan tanda bahaya untuk dilakukan tindakan pengobatan yang diperlukan.

Hj. Khaeratun menjelaskan, pelaksanaan sistem ini sangat cocok di era Pandemi Covid-19 ini. Karena bayi baru lahir dapat tetap terpantau kesehatannya tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan beserta jajarannya memiliki komitmen menurunkan angka kematian bayi khususnya bayi baru lahir yang merupakan masa yang paling kritis.

Upaya ini dilakukan sejak hulu sampai hilir. Dari aspek hilir, diupayakan peningkatan akses maupun kualitas pelayanan baik tingkat dasar maupun rujukan (rumah sakit).

Bahkan untuk mempermudah dan mempercepat akses masyarakat, tujuan rujukan tidak hanya rumah sakit milik pemerintah saja, namun rumah sakit swasta melalui MoU dengan Dinas Kesehatan.

Inovasi ini lahir atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Unicef, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Pengda NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ikatan Dokter Anak (IDAI) NTB maupun PKK Kab Lombok Barat.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Lobar, Kepala BKKBN NTB, Ketua IKAPTK NTB, Camat Kuripan beserta seluruh jajarannya turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling kampung membagikan masker.

HmsNTB




Ratusan Ribu Masker Dibagikan, TP-PKK NTB Kampanyekan  Cegah Covid-19

PKK NTB tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja, tapi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota

LOTENG.lombokjournal.com —  Gerakan PKK Melawan COVID-19 digalakkan TP-PKK Provinsi NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menggelar Roadshow Kunjungan Kerja dimulai di Desa Marong Kabupaten Lombok Tengah..

“Kegiatan roadshow ini pertama kali kami lakukan di Lombok Tengah, karena rindu kami dengan Lombok Tengah dan semoga kegiatan kami ini bermanfaat” ujar Hj. Niken.

Menyambut kunjungan Hj Niken

Gerakan bagi-bagi masker ini sebagai bentuk kepedulian PKK terhadap pencegahan penularan COVID-19 di NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB menyampaikan bahwa protokol kesehatan adalah hal yang sangat penting dalam masa Pandemi saat ini.

“Masker adalah pertahanan kita, ini adalah salah satu usaha kita untuk pencegahan penularan COVID-19, maka dari itu, kami ke sini untuk melakukan gebrakan masker di desa ini,” ungkapnya.

Diharapkan, masker menjadi bagian dari pakaian masyarakat yang selalu digunakan ketika keluar rumah.

“Pentingnya menggunakan masker sama seperti pentingnya menggunakan baju ataupun hijab,” ata Hj Niken.

Bekerjasama dengan beberapa instansi, TP-PKK membagikan ribuan masker dan paket sembako, 300 paket suplemen untuk puskesmas desa marong serta 1000 unggas untuk masyarakat, dan para anggota PKK, Dasawisma yang terkena dampak Pandemi ini.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada para pihak yang ikut membantu kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam roadshow ini tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja tetapi tim penggerak PKK Provinsi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota.

Kesejahteraan masyarakat

Sebelumnya, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Lombok Tengah, Ir Nasrun,  mewakili  Bupati Lombok Tengah mengatakan, kegiatan PKK dengan kebijakan Pemda Lombok Tengah sangat berkesinambungan. Keduanya sama-sama memiliki perhatian lebih terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu misi Pemda Loteng itu Mewujudkan masyarakat Loteng yang sejahtera dan bermutu sedangkan kepanjangan dari PKK sendiri yaitu Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga, jadi kita sama, sama-sama ingin menyejahterakan masyarakat kita,” kata Nasrun.

Nasrun juga menyampaikan 5 pesan penting dari Gubernur NTB yang selalu ia ingat dan harus diterapkan oleh semua orang agar dapat terhindar dari Covid-19.

Yakni mencuci tangan dengan benar, mengkonsumsi makanan bergizi, khususnya yang mengandung vitamin C, menjaga aktivitas agar tidak terlalu capek, menjaga jarak minimal 1 meter dan selalu menggunakan masker ketika ke luar rumah.

HmsNTB




Kajian Akbar di IC, Isi Tahun Baru Hijriah dengan Spirit Kebaikan

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP.PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri acara Kajian Akbar dalam rangka Lombok Islamic Festival yang diadakan oleh komunitas Pemuda Hijrah Lombok.

Kagiatan dengan tema “Lelah Yang akan Menjadi Lillah” ini digelar di Islamic Center, Kamis (27/08/20).

“Saya melihat semangat pemuda pemudi untuk belajar, dan menuntut ilmu tidak pernah putus. Mudah – mudahan acara yang diselenggarakan hari ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat, semangat mengisi tahun baru hijriah dengan lebih baik lagi dari sisi ilmu, akhlak dari sisi amal perbuatan” ujar Hj. Niken saat memberikan sambutan.

Bunda Niken mengingatkan pandemi Covid-19 yang telah berbulan-bulan di NTB ini hendaknya disikapi dengan bijak.

Selain itu dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak untuk sama – sama menjaga kesehatan dan melakukan yang terbaik dalam penerapan protokol kesehatan.

“Insya Allah di seluruh NTB kita berupaya tidak ada lagi wilayah yang merah, dan ini semua bisa dilakukan dengan kontribusi dan peran aktif dari semua, terutama pemuda pemudi Islam agar bisa menjadi agen of change di lingkungan masing – masing,” ungkapnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Pemuda Hijrah Lombok mengucapkan terimakasih dan menyatakan, tujuan kegiatan kajian akbar ini untuk memberi semangat kepada pemuda untuk berkontribusi dalam dakwah demi kebaikan bersama,karena pemuda akan menjadi pemimpin untuk kedepannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kajian dan talkshow dengan beberapa pemateri diantaranya Ust. Fatih Karim, Ust. Syamsuri Firdaus, Habib Hasan Alaydrus dan ditutup dengan doa bersama.

AYA/HmsNTB