BKKBN Pusat Apresiasi Posyandu Keluarga

Provinsi NTB karena menjadi yang pertama dan satu-satunya provinsi yang mencanangkan Kampung Keluarga Berkualitas di Posyandu Keluarga

LOTIM.lombokjurnal.com

Program unggulan NTB Gemilang Posyandu Keluarga mendapat apresiasi Kepala Pusat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K).

dr Hasto mendukung dan siap mewujudkan Posyandu Keuarga. Pogram unggulan NTB Gemilang ini akan menjadi magnet bagi BKKBN di seluruh Indonesia, agar lebih efektif dan efisien membina keluarga dari bayi hingga lansia.

“Kami sangat mendukung dan kami siap untuk mewujudkan posyandu keluarga dalam hal ini di NTB yang sudah luar biasa, dan nantinya akan kita ekplorasi ke provinsi-provinsi lainnya,” ujar dr. Hasto.

Hal tersebut disampaikan dr. Hasto ketika memberikan sambutan pada acara Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas sekaligus menyosialisasikan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana di Kantor Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Sabtu (19/09/20).

Selain itu, dr. Hasto juga memuji Provinsi NTB karena menjadi yang pertama dan satu-satunya provinsi yang mencanangkan Kampung Keluarga Berkualitas di Posyandu Keluarga.

Hal ini merupakan upaya mengintegrasikan masalah kesehatan, sosial, ekonomi bahkan buruh ilegal di dusun atau desa tersebut.

“Sebetulnya masalah bisa selesai karena semua kita integrasikan di dalam posyandu itu. Ada masalah keluarga balita, keluarga remaja, dan keluarga lansia,” jelasnya.

Hasto kemudian meresmikan Kampung Berkualitas “Sinar Mulya”, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wakil Gubernur NTB karena posyandu di NTB menjadi Posyandu Keluarga, dan bersinergi dengan kampung KB yang diinisiasi oleh BKKBN.

“Mudah-mudahan Ibu Wakil Gubernur beserta jajarannya dan masyarakat NTB bisa terhindar dari Covid-19,” harap dr Hasto.

BACA JUGA;

Posyandu Keluarga, Melayani Bayi Hingga Lansia dan Jadi Pusat Edukasi

Angin segar

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Desa Embung Kandong sebagai salah satu desa yang merespon positif kebijakan dan program-program unggulan Pemerintah Provinsi NTB. Dan dengan sigap melaksanakan program tersebut hingga tingkat desa.

“Desa Embung Kandong ini bukan Desa biasa. Segala sesuatu yang positif itu mudah didorong di sini, tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, posyandunya, semuanya itu insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,” jelas Umi Rohmi sapaan akrabnya.

Menurutnya dengan hadirnya kampung KB membawa angin segar untuknya, karena dengan hal tersebut mampu mengedukasi masyarakat terkait bank sampah dan program unggulan NTB Gemilang lainnya.

“Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi kemudian meresmikan Posyandu Keluarga di Kabupaten Lombok Timur. Ia berharap seluruh posyandu di Lombok Timur mampu menjadi posyandu keluarga bisa melayani bayi hingga lansia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, beserta jajaran Forkopimda.

HmsNTB




Posyandu Keluarga, Melayani Bayi Hingga Lansia dan Jadi Pusat Edukasi

Posyandu Keluarga adalah terobosan pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia

LOTIM.lmbokjournal.com

Posyandu keluarga merupakan terobosan dalam menanggulangi masalah kesehatan berbasis pendekatan keluarga. Posyandu keluarga tidak hanya melayani Ibu dan bayi namun juga melayani remaja dan lansia.

“Edukasinya melalui Posyandu, jadi Posyandu kita akan menjadi pusat edukasi, Posyandu kita akan melayani dari bayi sampai lansia,” ujar Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi.

Wagub menyampaikan itu saat memberikan sambutan sekaligus meluncurkan posyandu keluarga di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Sabtu (19/09/20).

Pembangunan berbasis desa ini menjadi andalan Pemprov NTB, sehingga diperlukan sinergitas segala pihak terlebih kepala desa.

“Kepala Desa yang di bawah binaan bapak Camat ini menjadi kunci di dalam membangun desa kita, membangun Lombok Timur, membangun NTB,” tambah Umi Rohmi.

Umi Rohmi menilai Desa Embung Kandong sebagai desa yang luar biasa, menerima dan merespon hal positif dengan sigap.

“Desa Embung Kandong ini bukan Desa biasa, segala sesuatu yang positif itu mudah di dorong di sini, tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, posyandunya, semuanya itu insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,” ungkap Umi Rohmi

Lebih jauh, Umi Rohmi mengatakan, Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengeluarkan Peraturan Daerah Penanggulangan Penyakit Menular. Hal ini merupakan wujud kasih sayang pemerintah untuk menjaga masyarakat dari virus corona.

“Jangan dilihat Perda ini kemudian dilihat dari dendanya, jadi denda ini hajatnya adalah untuk bagaimana agar masyarakat kita semua pakai masker kalau di luar rumah, karena pandemi ini belum selesai dan kita tidak tahu kapan selesainya, selesainya adalah kalau vaksin sudah ditemukan,” ucap Umi Rohmi.

Dikatakan, langkah yang paling tepat dan bijak untuk saat ini, ialah memanfaatkan vaksin yang sudah ada, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Wujud kasih sayang kita adalah dengan menggunakan masker,” ucap Umi Rohmi.

BACA JUGA;  BKKBN Pusat Apresiasi Posyandu Keluarga

Perda Nomor 7 Tahun 2020 Penanggulangan Penyakit Menular ini  harus berbasis desa, sehingga seluruh masyarakat dapat kompak mematuhinya.

“Karena tidak mungkin hanya Kabupaten saja atau bahkan Provinsi, tidak mungkin kalau tidak berbasis Desa, InsyaAllah mari kita melakukan amalan terbaik saat ini, menggunakan masker, menghindari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dari bahaya,” ungkapnya.

Kampung KB

Menurut Umi Rohmi, hadirnya kampung KB sangat membahagiakan, sebab dapat diintegrasikan dengan program-program lainnya salah satunya bank sampah.

“Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,” urai wagub.

Umi Rohmi menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB sangat bangga dengan program BKKBN tersebut.

“Ini Insya Allah dengan sinergi, tidak ada yang sulit, dengan sinergi yang baik Insya Allah semuanya akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang terpenting doa dan ikhtiar itu kita jalankan,” tuturnya

Terakhir, dengan diluncurkannya Posyandu Keluarga di Kabupaten Lombok Timur, diharap seluruh posyandu di Lombok Timur menjadi Posyandu Keluarga, bisa melayani bayi sampai dengan lansia.

“Terima kasih sekali lagi untuk BKKBN, Kepala BKKBN terima kasih banyak, sudah berapa kali ke NTB, mudah-mudahan ini semua membawa berkah,” tutupnya.

Kepala BKKBN RI DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) menyampaikan apresiasinya terhadap Pemprov NTB atas terobosan Posyandu Keluarga.

Hasto menerangkan, Posyandu Keluarga adalah terobosan pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.

HmsNTB




Roadshow “Gebrak Masker” TP PKK NTB Sampai di Kota Bima

Gebrak Masker tidak hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, tapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemakaian masker yang benar

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Tim Penggerak PKK Provinsi NTB melanjutkan kegiatan roadshow dan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Kota Bima,Jum’at (18/09/20)

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengingatkan, pandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan, termasuk kebiasaan sehari-hari yang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Bunda Niken mengapresiasi TP.PKK Kota Bima yang selalu mendukung PKK Provinsi dalam setiap program dan selalu membawa perubahan yang signifikan.

Ia mengatakan gembira  dapat bersilatuahim kembali di tengah pandemi Covid. Dirakan, apa yang dilakukan provinsi mendapatkan dukungan, dan yang diprioritaskan wilayah yang membutuhkan dan memerlukan perubahan.

“TP PKK akan terus mengingatkan masyarakat agar semakin sadar untuk melindungi diri dan tidak menulari orang lain dengan cara tertib menggunakan masker di area-area publik dan kita harus terbiasa beradaptasi dengan kebiasaan baru” ujarnya.

Bunda Niken menjabarkan tugas – tugas yang dilakukan oleh tiap Pokja PKK, diantaranya Pokja Tiga, yang memberikan pembinaan pengelolaan sampah di rumah-rumah.

Ini sejalan dengan program Zero Waste untuk melakukan pengolahan lebih lanjut dari sampah rumah tangga dengan pembuatan lubang biopori di rumah masing-masing. Adanya biopori ini mampu mencegah terjadinya banjir serta membuat tanah lebih subur untuk ditanami.

Diharapkan, kegiatan Gebrak Masker tidak hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, tapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemakaian masker yang benar dan tepat serta dapat menjalankan 4 M protokol kesehatan.

“Ke depan kami berharap, semoga masyarakat disiplin memakai maskernya. Tidak hanya menggunakan masker, tetapi pakai dengan cara yang benar. Terimakasih banyak atas kehadirannya. Mengenai 4 M yang dimaksud adalah menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan” ungkapnya.

Edukasi pemakaian masker

Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Ellya HM Lutfi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

TP PKK akan mengupayakan banyak hal, salah satunya, memaksimalkan kader – kader PKK untuk mengedukasi pentingnya pemakaian masker kepada masyarakat.

Selanjutnya Bunda Niken menyerahkan bantuan bagi delapan kelompok Posyandu di Kota Bima senilai Rp. 45.600.000 dan diterima secara simbolis oleh Ketua TP.PKK Kota Bima

Setelah pelepasan,Tim Gebrak Masker merupakan gabungan dari kader PKK dan IKAPTK Kota Bima membagikan masker kepada masyarakat di  lingkungan pasar dan di Kelurahan Tanjung Kota Bima. Tampak masyakarat sangat antusias menerima masker – masker yang dibagikan tersebut.

HmsNTB




Roadshow TP PKK Dan IKAPTK di Kabupaten Bima, Putus Rantai Covid-19 Lewat Gebrak Masker

TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Upaya mengoptimalkan pencegahan penyebaran Covid-19, TP PKK Provinsi NTB menggelar Roadshow Hari Kedua, bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi dan Kabupaten Bima.

Sekaligus, melaksanakan kegiatan Gebrak Masker di Gedung Serba Guna Sape, Kamis (17/09/20).

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 6 bulan.

TP PKK sebagai mitra pemerintah selalu mendukung upaya pencegahan pandemi Covid-19 yang belum ditemukan vaksinnya. Hj. Niken pun mengapresiasi IKAPTK Provinsi maupun Kabupaten atas partisipasi dalam program Gebrak Masker.

Menurut Hj Niken,  sampai saat ini, virus ini masih belum ditemukan vaksinnya, sehingga cara mencegah penularan sebelum vaksin ditemukan yaitu menggunakan masker.

Katanya, TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker.

“Tentu saya juga berterimakasih kepada IKAPTK Provinsi bekerja sama dengan IKAPTK seluruh Kabupaten Kota seluruh NTB dan hari ini, dengan IKAPTK Kabupaten Bima menyumbangkan 4000 masker untuk PKK Kabupaten Bima, masker ini kami titipkan kepada ibu -ibu kader untuk mengingatkan masyarakat kita harus tetap  disiplin menggunakan masker, insyaAllah dengan masker penularan bisa dihindari,” ujar Bunda Niken.

Kemudian, Bunda Niken juga mengingatkan beberapa prioritas yang ditekankan di masa pandemi Covid 19 ini. Di antaranya, agar setiap Pokja dalam TP.PKK lebih mengoptimalkan dan memastikan agar seluruh program PKK dapat tercapai.

Dijelaskan, untuk pokja duadiharapkan agar UP2K PKK bisa bekerjasama lebih baik lagi memanfaatkan momen pandemi Covid ini untuk saling membeli, membela dan menggunakan produk dari IKM kita sendiri.

“Alhamdulillah pemerintah provinsi sudah mencontohkan dengan JPS Gemilang. Kemudian Pokja tiga, membahas dan memberikan pembinaan terkait pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah tangga, kemudian pokja Empat menegakkan kembali bahwa kader PKK bisa membantu  menyukseskan Posyandu keluarga dan melakukan sosialisasi pengelolaan Posyandu di masa pandemi dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken berpesan kepada seluruh kader PKK untuk membantu keberhasilan pemerintah baik di tingkat pusat, di kabupaten dan kota dalam menyukseskan program-program yang ada. Terlebih program pencegahan dampak Covid-19 di masa pandemi ini.

“Mudah mudahan pembinaan yang akan dilakukan oleh PKK provinsi bisa dirasakan dengan baik dan kesuksesan akan kami tunggu dari Kabupaten Bima. Terimakasih atas sambutan dan dukungan dari berbagai pihak. Kita bersabar ibu-ibu, mudah-mudahan kita dapat melalui pandemi Covid ini dengan segera,” tutupnya.

Membagi masker

Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ibu Hj. Rostiati, S.Pd mengucapkan terimakasih atas kunjungan TP.PKK Provinsi dan mengatakan bahwa roadshow PKK ini merupakan kali pertama dalam masa adaptasi kebiasaan baru Pandemi Covid-19 dan mengapresiasi IKAPTK

“Mudah mudahan kegiatan ini akan semakin mengeratkan kemitraan antara tim PKK Provinsi dan PKK kabupaten bima untuk membangun daerah tercinta dan  semoga kedepannya diharapkan PKK Kabupaten bima mampu mengatasi hambatan dan tantangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua TP.PKK Provinsi NTB  menyerahkan bantuan bagi 2 kelompok pangan lestari, 7 kelompok Posyandu di Kabupaten Bima dan diterima secara simbolis oleh ketua TP.PKK Kabupaten Bima.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Kepala BKKBN NTB, Ketua IKAPTK NTB dan IKAPTK Kabupaten Bima beserta seluruh jajarannya membagikan masker ke warga.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, kepala DPMPD Provinsi NTB, Asisten 2 Kabupaten Bima, Kader PKK dan Tokoh Masyarakat.

HmsNTB




Wagub Ajak Perempuan Tunjukkan Profesionalismenya

Tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja

MATARAM.lombokjournal.com

Perempuan di Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas diri, menunjukkan profesionalisme sehingga menjadi tenaga kerja yang kompetitif.

Kesempatan tenaga kerja wanita untuk berkiprah di Indonesia sudah terbuka lebar.

“Saya pernah bekerja di dunia profesional yang mana di lingkungan kerja saya, saya sendiri yang perempuan. Tetapi saya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka webinar yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (17/09/20).

Dalam webinar bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Wagub menyampaikan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dapat menjamin kelangsungan dari pekerja.

Karena itu, melalui webinar ini Wagub berharap sistem ketenagakerjaan ke depan makin baik.

“Sehingga kiprah perempuan NTB dan perempuan Indonesia dalam membangun NTB maupun Indonesia sudah tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan,” kata Wagub.

PR saat ini yang terkait isu perempuan harus ditangani bersama-sama.

Menurut Wagub, hal ini menyangkut cara pandang masyarakat tentang kekerasan, terhadap perempuan dan hal-hal yang berhubungan dengan isu perempuan.

Dengan adanya Jamsostek, diharapkan keberlangsungan pekerjaan-pekerjaan profesional itu bisa dijaga, dan lebih mendorong profesionalitasnya.

“Sehingga Jamsostek ini menjadi satu elemen penting untuk mendorong profesionalitas dan produktivitas daripada pekerja perempuan,” ungkap Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi menekankan tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja.

“Hal ini harus dimulai sejak dini dari keluarga tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Apapun cita-cita anak selama itu baik dan memberikan kontribusi positif terhadap bangsa harus didorong,” jelas Umi Rohmi dengan penuh semangat.

Di akhir, Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan NTB Gemilang.

Program Perisai

Ketua Pokja I TP-PKK Provinsi NTB, Yusmi Zustia mengatakan, PKK dan BPJS Ketenagakerjaan telah bersinergi melakukan program perisai dengan beberapa Kader Posyandu, Kader Dasawisma, maupun dengan seluruh Tim Penggerak PKK seluruh NTB.

“Sampai saat ini PKK bisa dikatakan semua pengurus PKK tingkat provinsi sudah ikut dalam program perisai. Kemudian PKK Kab/kota maupun tingkat desa sudah diimbau oleh Ibu Gubernur untuk mengikuti program BPJS ini,” jelasnya.

Ia mengajak semua perempuan NTB di masa pandemi ini untuk tetap produktif, karena pada masa seperti ini tugas perempuan khususnya seorang ibu untuk mendidik dan mengubah karakter anak dari yang biasa menjadi luar biasa.

“Maka kader-kader PKK yang berada di pedesaan itu diberikan pelatihan dengan keterampilan yang ada baik itu pembuatan kue, menjahit, dan keterampilan yang bisa menambah penghasilan,” pesannya.

Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK, Evi Afiatin mengaku terkejut dan mengapresiasi karena salah satu pimpinan di NTB adalah seorang perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas.

“Jaman dulu itu kesempatan bagi perempuan itu hanya ada di dalam rumah membantu suaminya. Tetapi bukan berarti perempuan itu tidak optimal, karena sebagai ibu rumah tangga perempuan sangat berperan untuk menunjang keberhasilan suami dan untuk mendidik anak-anaknya hingga berhasil,” katanya.

HmsNTB




Kuatkan Protokol Covid-19, TP. PKK NTB Gelar “Gebrak Masker” di Pulau Sumbawa

TP PKK dengan seluruh pokjanya berupaya mengatasi dampak Covid-19

DOMPU.lombokjournal.com

Setelah tuntas roadshow di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok, Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan di Pulau Sumbawa.

Hj Niken Saptarini mengawali roadshow  di Kabupaten Dompu dengan tema “Gerakan PKK Melawan Covid 19”, Rabu (16/09/20).

Kegiatan yang dirangkai dengan ‘Gebrak Masker’ atau Gerakan Bersama Memakai Masker, dengan menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), tujuannya mengoptimalkan pencegahan dan penularan Covid-19.

“Alhamdulillah ini adalah pertama kali saya bertemu kembali dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu pandemi yang baru dan tidak biasa sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa dan kami Tim PKK Provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar tim PKK berada di lapangan membantu pemerintah,” ungkapnya.

Bunda Niken berharap agar TP.PKK berupaya secara optimal dengan seluruh pokjanya mengatasi dampaknya dari Covid-19, bukan hanya pada sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Ditegaskan, kesehatan adalah prioritas utama, karena itu jaga kesehatan. Karena itu diharapkan,  ibu – ibu PKK mengupayakan anak-anak di rumah terjaga dengan baik selama masa pandemi Covid-19.

“Setelah ini PKK Provinsi bersama IKAPTK akan melaksanakan Gebrak Masker dalam rangka mengingatkan kembali masyarakat pentingnya penggunaan masker sebagai solusi penanggulangan Covid -19,” tutupnya.

Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu Hj. Eri Aryani berterima kasih atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB, yang sekaligus membagi masker kepada masyarakatnya.

Menurutnya, Gebrak Masker ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Dompu.

“Dan kami TP.PKK Kabupaten telah berupaya secara optimal dengan Pokja-pokja membantu penanggulangan Covid-19 ini,” kata Hj Eri.

Membagi 2.500 masker

Dalam kegiatan kali ini, IKAPTK akan membagi masker sebanyak 2.500 lembar. Masing-masing 1.000 masker yang diterima dari Ketua TP PKK Provinsi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dan 500 masker diterima Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Eri Ariyani.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, serta Ketua IKAPTK Kabupaten Dompu beserta rombongan, turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling menuju kelurahan Bada, untuk membagikan masker pada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan , Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Bupati Dompu, Ketua Organisasi Perempuan di Dompu, Ketua Tim Penggerak PKK se Kecamatan di Kabupaten Dompu, serta tokoh agama dan masyarakat.

HmsNTB




Pemprov NTB Beri Ruang Seluas-luasnya untuk Kreasi dan Inovasi Generasi Muda

NTB menjadi rumah yang nyaman bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Umum International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimasnyah memberikan motivasi kepada 20 Finalis OwnBeat Urban Festival 2020.

“Jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mengasah jiwa wirausaha, tanamkan niat yang baik, ikhtiar maksimal, InsyaAllah hasilnya pun menjadi sangat baik,” ujar Bunda Niken pada sambutannya di Hotel Vaganza, Jumat (11/09/20).

Pemerintah provinsi NTB, lanjut Bunda Niken, memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak muda NTB yang ingin berkarya dan berinovasi untuk NTB Gemilang.

“NTB menjadi rumah yang nyaman untuk generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi,” tambahnya.

Bunda Niken melanjutkan, momentum Ownbeat Urban Festival ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para finalis untuk memperkenalkan NTB ke seluruh pelosok negeri.

NTB punya alam yang indah, punya kerajinan yang bagus, serta memiliki adat dan budaya yang beragam.

“Selain ajang untuk belajar dan mengasah diri, jadikan momentum ini sebagai salah satu jalan untuk mengenalkan keindahan dan kekayaan alam provinsi NTB,” pesan Bunda Niken menutup sambutannya.

Sementara itu, salah satu Finalis Ownbeat urban festival, Novia Nirqobli merasa bangga dan senang mendengar motivasi dari Bunda Niken.

Ia mengatakan, motivasi yang disampaikan tadi menjadi pemacu untuk terus membangun daerah melalui minat masing-masing.

“Anak-anak muda NTB punya passion yang berbeda, tapi bagi saya, apapun passion kita, harus dimanfaatkan untuk membangun daerah,” ujarnya.

Perempuan berusia 18 tahun ini menilai, anak-anak muda NTB sudah didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita sudah diberikan ruang yang sangat luas, untuk selanjutnya kita abadikan kepada daerah kita tercinta,” ungkap perempuan asal Kota Mataram tersebut.

Lain lagi Saiful Bahri, Finalis asal Bima yang ikut ownbeat semata-mata untuk mengasah dan ingin memperkenalkan pariwisata di daerahnya.

Ia bercita-cita, jika terpilih menjadi duta ownbeat, Saiful akan menghibahkan dirinya untuk membangun daerah.

“Terpilih ataupun tidak menjadi duta ownbeat, sebagai putra daerah, kita punya cita-cita sama untuk membangun daerah dan bangsa tercinta,” ungkapnya dengan tegas.

Saiful yang juga saat ini merintis usaha kain tenun tersebut mengaku, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan dunia pariwisata dan dunia usaha.

Ia berpendapat, generasi muda menjadi ujung tombak dalam membangkitkan kembali pariwisata dan wirausaha meski di tengah pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 boleh saja menghentikan orang untuk berwisata. Tapi, pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan tekad kami untuk terus berkarya dan berubah menjadi lebih baik,” tutup pria berusia 21 tahun tersebut.

HmsNTB




Pesan Bunda Niken, 20 Finalis Ownbeat 2020 Harus Mencari dan Menggali Potensinya

Potensi Itu diharapkan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di kemudian hari

MATARAM.lombokjournal.com — Anak-anak muda  kreatif dan inovatif berpean memajukan  daerahnya, bahkan bagi kemajuan Indonesia.

Sukses tidaknya pembangunan suatu daerah. tidak lepas dari peran anak mudanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menegaskan, potensi yang dimiliki anak-anak muda yang biasa disebut milenial harus dapat terus digali dan dikembangkan.

Bunda Niken

Motivasi Bunda Niken itu diungkapkan kepada Duta Ownbeat 2020, di Hotel Lombok Vaganza, Jumat (11/20/20).

Ia mengajak para 20 Finalis Duta Ownbeat turut serta mewujudkan visi NTB Gemilang beserta keenam misinya.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, bergaul mencari teman dari berbagai kalangan, karena hal ini kelak akan memperkaya diri kita,” ujar Bunda Niken.

Dijelaskan,  saat ini Pemerintah Provinsi NTB fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditujukan bagi  anak-anak muda. Salah satu di antaranya yakni program Beasiswa Luar Negeri yang terus berlangsung.

“Anak-anak muda memiliki potensi yang luar biasa kalau kita bantu, mereka akan melejit, mereka akan menjadi luar biasa bahkan menjadi generasi yang lebih baik dari pada kita,” ucapnya optimis.

Bunda Niken berpesan, anak-anak muda NTB harus mampu mencari dan menggali potensi yang dimilikinya.

Potensi ini kemudian diharapkan dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat dikemudian hari.

“Mari kita mencari sisi positif pada diri kita yang kelak akan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Bunda Niken.

Masa depan mandiri

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Halus Mandala, M. Hum, mengatakan,  ajang Duta Ownbeat 2020 merupakan sarana mengembangkan kemampuan dan potensi dari anak-anak muda.

“Anak muda diharapkan memiliki wawasan dan masa depan mandiri dalam bidang wirausaha dan tidak bergantung kepada orang lain,” ungkapnya.

Halus pun berharap ke depan makin banyak anak muda berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan positif dan bertujuan membangun kapasitas diri.

“Semoga ke depan semakin banyak yang ikut Duta Ownbeat. Tahun ini yang mendaftar sekitar 70 peserta dan tersisa menjadi 20 finalis seperti sekarang,” jelasnya.

Duta Ownbeat sendiri merupakan ajang yang bertujuan mengasah jiwa wirausaha generasi muda.

Para finalis berasal dari seluruh kabupaten/kota  di NTB ini memiliki bakat dan keahlian di bidang lainnya.

HmsNTB

 




Road Show TP PKK, Bina Program Sambil Tekankan Penggunaan Masker

Hadirnya PKK beserta OPD terkait diharapkan memotivasi dan memberikan dukungan agar masyarakat bangkit dan produktif

MATARAM.lombokjournal.com —  Tim Penggerak PKK Provinsi NTB menjalin sinergi dengan PKK Kabupaten/Kota di dalam mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Dari sosialisasi penerapan protokol kesehatan hingga bantuan stimulus diberikan PKK, guna mengajak masyarakat bersama-sama melawan wabah satu ini.

Kali ini, road show TP PKK Provinsi NTB berlanjut ke Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Kamis (10/09/20).

Bukan hanya sosialisasi penggunaan masker saja, kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pembinaan program pokok PKK.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menekankan pentingnya kedisiplinan melawan pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan tidak dapat dilakukan setengah-setengah, melainkan butuh komitmen dan konsistensi penuh dari masyarakat.

Kehadiran Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular diharapkan dapat menekan laju kasus positif Corona di NTB.

“Untuk itu, kita di Provinsi NTB pada tanggal 14 September mendatang akan mulai menerapkan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Penyakit Menular,” ungkapnya.

Bunda Niken mengajak masyarakat saling mengingatkan untuk mengedepankan protokol kesehatan saat beraktifitas.

Ia kemudian menyebut istilah “4M” dalam upaya melawan Corona, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Selain itu, Bunda Niken juga menyadari betul, pandemi Covid-19 bukan hanya mempengaruhi kesehatan saja, namun berdampak hingga ke aspek sosial dan ekonomi.

Hadirnya PKK beserta OPD terkait diharapkan dapat memotivasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar mampu bangkit dan produktif kembali.

“Gerakan PKK tidak hanya mengenai masker saja, tetapi juga menggaungkan yang berkaitan langsung dengan efek dari sosial ekonomi maupun kesehatan,” jelas Bunda Niken.

Ia mengarahkan setiap Kelompok Kerja (Pokja) PKK agar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan baik.

Tugas masing-masing Pokja antara lain, sosialisasi dalam mendidik anak di masa pandemi Covid-19, pendekatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), penyuluhan pembuatan lubang biopori (budidaya tanaman) serta penyelenggaraan posyandu di masa pandemi.

Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Provinsi NTB yang memperhatikan PKK yang ada di Kabupaten/Kota.

Sama halnya dengan TP PKK NTB, dingkapkan bahwa TP PKK Kota Mataram juga melakukan berbagai program guna menekan dampak Covid-19.

“Kami memberikan edukasi kepada seluruh jajaran TP PKK, seluruh dasawisma melalui sepanduk agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tutur Hj. Suryani.

Bantuan-bantuan berupa sembako juga terus diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Sejumlah agenda pelatihan bagi PKK diakuinya terpaksa ditiadakan, anggaran untuk pelatihan tersebut kemudian dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Terima kasih TP PKK Provinsi NTB, semoga terus bersinergi dengan PKK di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB,” harapnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai pelayanan serta pameran yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) dan BKKBN.

Dalam road show kali ini, Ketua TP PKK Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

HmsNTB




Akibat Pandemi Covid-19, Naiknya Pernikahan Dini dan Kekerasan Pada Anak

Pemenuhan kebutuhan fisik, perhatian, kasih sayang, memfasilitasi dan mendampingi anak belajar dapat mendukung tumbuh kembangnya anak

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati atau akrab disapa Bunda Niken menyampaikan, pernikahan di usia remaja dipicu banyak hal.

Selain alasan budaya, alasan ekonomi pada orang tua, kasus hamil pada remaja turut andil dalam meningkatnya angka pernikahan di usia remaja di NTB.

Hj Niken Saptarini Widiawati

Hal itu dikatakannya pada webinar di Ruang Sidang Bacalah, Universitas Pendidikan Mandalika, Rabu (09/09/20).

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), NTB satu dari 13 Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan angka pernikahan di usia remaja atau sekolah.

“Salah satu alasannya adalah masalah budaya. Di NTB ada istilahnya merariq kodeq (menikah dini),” ungkap Bunda Niken.

Ia juga menyebut factor kurangnya pengawasan orang tua selama pembelajar di rumah. Aktivitas belajar di rumah yang mengakibatkan remaja memiliki keleluasan bergaul di lingkungan masyarakat, hingga minimnya informasi terkait kesehatan reproduksi bagi orang tua dan remaja juga menjadi faktor .

Karena itu, penguatan keluarga dalam pendidikan anak amat penting di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, peran dari segala pihak baik dari Pemerintah Provinsi hingga Desa, sangat diperlukan dalam mencegah pernikahan di usia dini.

Dukungan orang tua pada pendidikan anak di rumah seperti, pemenuhan kebutuhan fisik, perhatian, kasih sayang, memfasilitasi dan mendampingi anak belajar dapat mendukung tumbuh kembangnya anak.

Kekerasan pada anak

Data Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada bulan Januari – Juni, melaporkan terjadi kekerasan terhadap anak di Indonesia sebanyak 3.087 kasus.

Menurut Bunda Niken, angka tersebut disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya masalah ekonomi di tengah pandemi membuat orang tua cemas dan khawatir sehingga mudah marah dan setres.

“Selain itu, ketidaksiapan orang tua dengan kondisi tetap di rumah bersama dan mendampingi anak belajar selama berbulan-bulan, serta ketidaksiapan orang tua dalam mengasuh, membimbing dan mendidik anak,” ujar Bunda Niken.

Bunda Niken mengajak para orang tua untuk tetap semangat dalam mendampingi anak baik belajar dari rumah maupun beraktivitas.

Orang tua perlu memiliki berbagai strategi. Salah satunya, menciptakan suasana rumah yang nyaman dan aman, menciptakan disiplin dalam proses pendampingan anak hingga konsisten dalam kesepakatan yang dibuat.

Dalam waktu yang sama, Rektor Undikma Bapak Prof. Drs. Kusno mengatakan, pandemi COVID-19 dapat dikatakan sebagai bencana, wabah, maupun krisis. Karenanya,  diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Kita akan mencoba untuk mencari apa yang harus kita lakukan, khususnya untuk masyarakat NTB dalam menghadapi pandemi ini. Setidaknya harus ada solusi terkait kesehatan, pangan sandang, hingga pendidikan,” ungkap Prof. Kusno.

Prof. Drs. Kusno menyampaikan komitmen Undikma untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam pendidikan dan pemberdayaan keluarga melalui pengabdian kepada masyarakat.

Pada webinar tersebut TP-PKK NTB dengan Undikma melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman terkait pendidikan dan pemberdayaan keluarga serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor 1 Undikma, Dra. Ni Ketut Alit Suarti,  menyatakan selama pandemi covid-19 Undikma memberlakukan sistem online dan terus meningkatkan performa dalam penggunaan e-learning di mana para dosen melakukan pelatihan di bawah asuhan program studi pendidikan teknologi informatika.

Hal itu diharap mampu mempermudah mahasiswa menerima pelajaran.

Terkait nota kesepahaman antara TP PKK  NTB, Warek 1 berharap mampu menciptakan banyak hal yang bisa ditindaklanjuti terutama terkait SDM di UNDIKMA dan dapat membuka kerjasama dengan instansi-instansi lainnya.

HmsNTB