Para Perajin Diajak Tetap Produktif, dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Mencegah Covid-19 tidaklah sulit, asalkan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan

LOTIM.lombokjournal.com

Para perajin  NTB selama pandemi Covid-19 terdampak secara ekonomi. Sebab para pengrajin terpaksa harus mengurangi bahkan tidak berproduksi di awal Covid-19.

Namun tak akin terpuruk, para perajin mulai berkarya guna memulihkan kehidupan ekonominya. Perajin mulai bangkit dan melakukan pekerjaan, dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Hal inilah yang diharapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat mengunjungi Galeri Showroom Kain Tenun Tradisional Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (10/10/20).

Hidup aman dan produktif disebutnya menjadi pilihan masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Dengan hal ini, masyarakat akhirnya tetap mampu menjalankan aktifitas dan tetap menjaga diri agar terhindar dari virus Corona.

“Inilah yang menjadi tugas kami di Dekranasda, memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh pengrajin di NTB, di masa pandemi ini,” ucap Ketua Dekranasda NTB yang akrab disapa Bunda Niken tersebut.

Bunda Niken mengatakan, mencegah Covid-19 tidaklah sulit, asalkan disiplin diterapkan. Imbauan seperti menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sudah sangat ampuh untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

“Prinsip kita sekarang, bagaimana agar kita aman dan juga tetap produktif, caranya adalah tentu dengan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia minta perajin agar terus belajar dan menggali potensi yang dimiliki. Waktu luang yang banyak didapat saat pandemi berlangsung kemudian diharapkan menjadi momentum untuk terus mengasah diri.

“Tidak hanya belajar menenun, tapi kita bisa belajar membuat produk itu menjadi sesuatu yang bisa langsung digunakan, jadi tentu akan ada nilai tambahnya,” seru Bunda Niken.

Terakhir, Ia mengajak para pengrajin dan juga pengusaha pada umumnya untuk berani memanfaatkan teknologi di dalam memasarkan karyanya. Terlebih di situasi saat ini, digitalisasi menjadi keharusan agar usaha-usaha masyarakat dapat tetap bertahan dan terus berjalan.

Bunda Niken kemudian memperkenalkan aplikasi marketplace milik Pemda yaitu NTB Mall yang merupakan terobosan dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Melalui aplikasi ini, penjual dan konsumen tentunya dapat bertransaksi tanpa harus bertatap muka, sehingga akan mengurangi risiko terpapar Covid-19.

“Satu-satunya cara menjual produk kita saat ini adalah dengan menjualnya secara online, nanti karya bapak ibu bisa dijual melalui NTB Mall tersebut,” ajaknya.

Tak lupa juga, Ia tak bosan-bosannya kembali mengajak masyarakat NTB agar bangga dan cinta akan produk lokal. Ia menilai produk lokal yang tak kalah bagusnya, akan dapat bersaing apabila mulai dihargai dan dicintai oleh masyarakat di daerah itu sendiri.

Sebelumnya, Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Nurhidayati Taufik melaporkan saat ini ada ratusan perajin di Kabupaten Lombok Timur.  Adanya pandemi  Covid-19 membuat mata pencaharian mereka mendapatkan kesulitan.

“Untuk itu perlu upaya yang lebih dalam memulihkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Ia berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan agar pandemi segera berlalu.

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya di Pringgasela didalam beraktifitas agar tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Bunda Niken didampingi Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Sekdis Perdagangan Provinsi NTB serta pengurus Dekranasda NTB dan juga Lombok Timur. Ia meninjau langsung para penenun dan perajin di Pringgasela.

Selepas itu, Ia beserta rombongan melanjutkan perjalanannya menyusuri desa dalam rangka membagikan masker kepada warga setempat.

Rr/HmsNTB




Gubernur Dialog dengan PKK Se Kecamatan Badas 

Perwakilan PKK dari berbagai desa berlomba-lomba menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur

SUMBAWA.lombokjournal.com

Peran PKK dalam pembangunan di daerah dinilai penting, sehingga Pemprov NTB ingin terus bersinergi dengan PKK untuk mewujudkan program-program unggulan daerah.

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat silaturrahim degan Tim  penggerak PKK Se-kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, di aula Kantor Camat Labuhan Badas Kamis (08/10/20).

‘’Bagus tidaknya pembangunan suatu daerah tergantung dari PKK. Karena banyak program-program yang meyentuh dengan ibu-ibu. Misalnya masalah kesehatan. Maju-mundurnya suatu daerah tergantung dari hidup atau tidaknya PKK,’’ ujar Gubernur di tengah dialog dengan perwakilan PKK dari berbagai desa di Labuan Badas.

Dalam acara yang ini, Gubernur didampingi Pjs Bupati Kabupaten Sumbawa Zainal Abidin dan sejumlah Kepala Dinas Provinsi NTB. Di antaranya Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala DPMPD Dukcapil, Plt Kadis Perumahan dan Pemukiman, dan Karo Humas dan Protokol NTB.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Yulita Ratna Widiyanti berterimakasih atas kunjungan Gubernur dan bersilaturrahmi dengan anggota TP PKK Se-kecamatan Labuhan Badas.

Yulita yang baru menjabat selama sepekan sebagai Ketua PKK Kabupaten Sumbawa ini berharap, Pemerintah Provinsi mendukung program-program TP PKK se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sesi dialog, perwakilan PKK dari berbagai desa berlomba-lomba menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur. Melihat proposal yang diajukan, Gubernur langsung merespon saat itu juga.

Ada perwakilan PKK yang minta alat masak-memasak, diambil oleh oleh Pjs Bupati Sumbawa Zainal Abidin.

‘’Insya Allah kita anggarkan,’’ kata Pjs Bupati.

Rr/HmsNTB

 




Polwan Aipda Ismi Asuh Anak Saat Tugas, Dapat Penghargaan dari Gubernur

DOMPU.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengatakan, apapun tugas kita, kewajiban sebagai orang tua tidak boleh ditinggalkan.

Hal itu dikatakan Bang Zul saat memberikan penghargaan kepada Aipda Ismi di kediamannya di Dompu, Jln. Mahoni, Selasa (06/10/20).

Penghargaan ini bermula dari foto seorang Polisi Wanita (Polwan) yang tengah bertugas sambil memangku anaknya yang sedang  tertidur lelap beberapa waktu lalu viral di media sosial. Polwan tersebut adalah Aipda Ismi Andri Nurwati, Kanit Bintibmas, Polres Dompu, Provinsi NTB.

Foto tersebut diambil saat Aipda Ismi sedang bertugas mengamankan pelaksanaan sidang sengketa Pilkada di Bawaslu Dompu. Berkat foto itu, banyak masyarakat yang memberikan pujian, tak terkecuali Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul.

Ia menekankan, bukan hanya anak saja yang harus memenuhi kewajibannya pada orang tua. Melainkan kewajiban orang tua pada anak pun harus dipenuhi.

“Anak-anak punya hak untuk diberikan kasih sayang oleh orang tuanya,” ungkap Bang Zul.

Aipda Ismi saat diberikan penghargaan mengaku tak menyangka fotonya tersebar luas hingga sampai ke Gubernur dan Kapolda. Ia mengaku, kejadian tersebut spontanitas, tanpa rekayasa apapun.

“Anak saya yang paling bungsu tiba-tiba nangis, saat kondisi cukup kondusif, bibik saya mengantar anak saya ke Bawaslu Dompu,” ujar Aipda Ismi.

Aipda Ismi bercerita, saat dipangku, anaknya yang baru berusia 2,6 tahun tersebut tiba-tiba tertidur di pangkuanya. Dari jauh, suaminya yang juga anggota Polisi mengabadikan kejadian tersebut, kemudian disebarkan melalui medsosnya.

“Alhamdulilah, suami juga seorang anggota, saya lihat foto kami di posting, kemudian saya bagikan,” ungkap Aipda Ismi.

Kapolda NTB akan datang langsung ke Dompu untuk memberikannya penghargaan, kedatangan Kapolda juga sekaligus untuk melihat secara langsung kondusifitas Pilkada di Kabupaten Dompu.

“Pak Kapolda hubungi saya, dalam waktu dekat akan datang langsung ke Dompu, Alhamdulillah,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Tekankan Pentingnya Edukasi untuk Cegah Kanker Payudara

Posyandu Keluarga iterus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang juga sebagai Ketua Umum BKOW NTB mengatakan, kanker payudara bukan hal biasa, namun merupakan masalah besar dari segi kesehatan yang harus dapat ditangani bersama-sama.

Menurutnya, edukasi menjadi hal terpenting dalam penanganan kanker payudara, dan sebagain besar penyakit-penyakit yang menimpa masyakarat Indonesia.

Waggub Hj Sitti Rohmi

“Kunci utama adalah edukasi seperti apa yang dilakukan oleh YKPI selama ini. Terus menerus mengedukasi organisasi-organisasi wanita, melalui sekolah-sekolah dan kami NTB juga belajar dari itu,” ucap Wagub saat memberi sambutan pada acara Webinar , Selasa (06/10/20) di ruang kerjanya.

Dalam upaya menahan laju kanker payudara di Provinsi NTB, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

Lanjut Wagub, dengan edukasi  Pemprov NTB terus mengintervensi fasilitas-fasilitas atau kegiatan terkecil yangag dimaksu dilakukan secara reguler di seluruh dusun melalui Posyandu.

“Itulah yang kami lakukan di NTB. Kami mendorong untuk Posyandu kita di NTB ini, semuanya di setiap dusun itu, tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil, tetapi menjadi Posyandu Keluarga, yaitu melayani dari bayi sampai lansia, seluruh masyarakat di dusun tersebut terlayani,” ungkapnya.

Posyandu Keluarga ini terus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi. Dengan hal tersebut diharap dilakukan edukasi secara reguler.

“Di NTB juga kami mewajibkan untuk SMA, SMK, SLB itu juga ada pembelajaran tentang kesehatan reproduksi dan risiko-risiko yang mungkin akan mengenai mereka kalau mereka tidak aware dengan kesehatannya,” ungkapnya.

BKOW sebagai perkumpulan organisasi wanita dinilai memiliki peran yang sangat besar. Sehingga BKOW menggerakkan seluruh anggotanya untuk sungguh-sungguh bisa peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, terlebih mengenai kesehatan dan pendidikan.

“Sosialisasi, edukasi, itu yang terus menerus kita dorong sehingga kita harapkan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan untuk dirinya. Sehingga program-program pemerintah itu bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat itu sendiri, sehingga keinginan dari masyarakat timbul, sehingga kalau dari bawah program-program pemerintah akan sangat sukses,” ujarnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan webinar tersebut.

“Saya mengaprsiasi webinar ini, memang sosialisasi tidak boleh terhenti karena Covid, tetapi dengan teknologi kita semakin bisa memperkuat sosialisasi kita dan menjangkau jauh lebih luas lagi,” ujar Wagub.

Rr/HmsNTB




Di Masa Pandemi, Kelompok Wanita Tani Didorong Tetap Produktif

KWT Flamboyan bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Pagutan Kota Mataram yang diajukan sebagai lokasi pelaksanaan panen serentak nasional wilayah NTB pada Hari Kamis (24/09/20)

Kegiatan panen serentak nasional dilaksanakan untuk menyambut perayaan Hari Tani Nasional, dan Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan panen serentak Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan panen serentak P2L merupakan strategi Kementerian Pertanian untuk optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan serta kekompakan KWT Flamboyan. Kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19.

Hj Niken mengatakan, tentu ada kesulitan-kesulitan yang harus kita hadapi akibat dari pandemi ini, namun hari ini kita berada di sini untuk sama-sama melaksanakan panen serentak.

“Artinya apa yang dilakukan oleh ibu-ibu di KWT Flamboyan Ini adalah sebuah contoh inspirasi kesuksesan keteguhan dan ketangguhan ibu-ibu, untuk tetap melakukan kegiatan dengan bergotong-royong,” ungkapnya.

Kemudian, Bunda Niken berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi KWT lainnya. Agar  mengaktifkan kegiatan berkebun, kembali menghasilkan karya nyata di masa pandemi Covid-19 dan berharap menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi.

“Saya harap ini menjadi inspirasi untuk kelompok wanita tani di manapun yang ada di Nusa Tenggara Barat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ini. Karena memang kita saat ini sebenarnya punya lebih banyak waktu untuk di rumah dan lingkungan dan tentunya lebih aman bersama dengan orang-orang yang sudah kita ketahui dan kita bisa bersama-sama mengisi kesibukan waktu kita dengan hal-hal yang positif dengan berkebun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si menyampaikan laporan singkat bahwa KWT Flamboyan sudah selesai diberikan penilaian untuk mengikuti lomba nasional.

Ada dua yang diajukan dari NTB, yang pertama adalah KWT yang merupakan bantuan pemerintah melalui P2L diwakili oleh KWT Flamboyan Kelurahan Pagutan  Mataram.

Kemudian yang kedua merupakan, Kelompok Swadaya yang tidak diintreversi pemerintah dan diwakili oleh kelompok Hijau Berseri di Kabupaten Lombok Tengah.

“Banyak kendala di lapangan, apalagi kita masuk musim kemarau di mana air berkurang, kemudian hal-hal lain termasuk virus ini. Memang menjadi kendala kami di lapangan tetapi dengan program yang dicanangkan kembali untuk digugah oleh pemerintah pusat dan dengan program P2L didukung oleh pemerintah InsyaAllah bisa melakukan pembinaan bersama Dinas Pertanian baik itu di Provinsi atau Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se-NTB,”ujarnya.

HmsNTB




Road Show TP PKK NTB di KSB, Konsisten Beri Semangat dan Bangun Sinergi

Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya

KSB.lombokjournal.com

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan lokasi terakhir yang dikunjungi Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dalam rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB.

Kegiatan ini sekaligus rangkaian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker). Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Brang Ene,  kemudian menjadi dua daerah yang dikunjungi oleh TP PKK Provinsi NTB hari ini, Selasa (22/09/20.

Sebelumnya, Gebrak Masker yang merupakan kolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), telah melakukan sosialisasi dan pembinaan akan pentingnya menggunakan masker di kabupaten/kota se-NTB.

Selain itu, rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB ini memberi semangat, membangun sinergi dan kekompakan kader-kader PKK di seluruh wilayah NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh kader-kader PKK baik tingkat desa hingga kabupaten/kota,  yang telah bersama-sama membantu masyarakat.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, peran dan keterlibatan PKK begitu terasa ke seluruh aspek yang terdampak pandemi.

“Kabupaten Sumbawa Barat adalah titik terakhir di seluruh kabupaten/kota se-NTB dalam rangka memberikan motivasi, semangat dan dukungan kepada seluruh Tim Penggerak PKK di NTB, terutama untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19,” ucap Ketua TP PKK yang akrab disapa Bunda Niken tersebut.

Bunda Niken memuji KSB yang berhasil menekan laju kasus positif di daerahnya hingga saat ini. Ini bukti kekompakan dan sinergi yang baik seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Alhamdulillah, masyarakat di KSB ini adalah masyarakat yang betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan di dalam beraktifitas. Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya.

“Kami berterima kasih kepada seluruh Tim Penggerak PKK di KSB, yang sudah menggerakkan masyarakat KSB untuk selalu hidup sehat dan bersih,” sambung Bunda Niken.

Bunda Niken berharap, produk-produk lokal karya masyarakat KSB dapat terus berproduksi meskipun ditengah pandemi. Bahkan, Bunda Niken yang saat itu mengenakan pakaian tenun karya penenun-penenun asal Kertasari KSB, memuji kualitas lokal yang disebutnya tidak kalah dari daerah-daerah lain.

“Saya yakin produk lokal KSB tidak kalah bagusnya,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada OPD-OPD terkait dan IKAPTK yang telah membersamai Road Show PKK dari hari pertama hingga terakhir di KSB hari ini.

KSB tekan kasus positif Covid-19

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin memberikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB beserta jajaran yang tak kenal lelah membantu masyarakat.

“Kami sangat apresiasi atas kunjungan kerja ibu Ketua PKK yang tak bosan-bosan datang ke KSB untuk mensejahterakan warga NTB pada umumnya dan KSB khususnya,” tuturnya.

Musyafirin mengungkapkan, masyarakat di KSB merupakan orang-orang yang sangat patuh pada protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Hal inilah yang membuat KSB mampu menekan kasus-kasus positif baru pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah desa di KSB telah berhasil masuk 10 besar terkait lomba Kampung Sehat yang merupakan inisiasi Polda NTB.

Namun, Musyafirin menilai juara bukan menjadi prioritas melainkan kehidupan yang sehat secara berkelanjutan adalah tujuan utamanya.

“Juara itu bukan tumpuan terakhir, tapi bagaimana proses kita menciptakan kampung sehat ini. Alhamdulillah, ibu-ibu PKK sudah bersinergi didalam membangun Kampung Sehat ini,” terangnya.

Musyafirin kemudian berharap agar kader-kader PKK yang ada di KSB dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia pun berjanji akan terus membantu dan memberikan dukungan penuh untuk kesejahteraan para kader-kader PKK.

Sebelumnya, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanipah Musyafirin melaporkan bahwa hingga saat ini PKK KSB terus melaksanakan berbagai program pokok PKK tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Berbagai program itu seperti pembimbingan dan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada kelompok UMKM, kegiatan posyandu, penyuluhan pemanfaatan pekarangan, kegiatan Gebrak Masker di seluruh kecamatan hingga melakukan kegiatan pengajian.

“Terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini, peran serta PKK sangat terasa karena dengan semangat ibu-ibu kader PKK di desa memberikan semangat kepada keluarga di semua bidang,” jelas Hj. Hanipah.

Begitu pula dengan lomba Kampung Sehat yang saat ini mendapat dukungan penuh dari PKK KSB. Ia menilai Kampung Sehat merupakan implementasi dari keberhasilan 10 program pokok PKK.

“Ketika 10 program pokok PKK dijalankan dengan baik, menggerakkan masyarakat khususnya ibu-ibu dasawisma sangat membantu mewujudkan tujuan dari diadakannya Kampung Sehat,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken beserta rombongan juga turut meninjau pameran pangan lokal khas KSB.

Selanjutnya, rombongan TP PKK Provinsi NTB mengunjungi Desa Mura Kecamatan Brang Ene. Di sana, terdapat pelayanan KB, posyandu keluarga dan kelompok-kelompok dasawisma.

Desa Mura juga merupakan desa yang termasuk ke dalam 10 besar lomba Kampung Sehat.

Bunda Niken yang menyaksikan keindahan Desa Mura kemudian memberikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh jajaran pemerintah Desa Mura atas semangatnya dalam mewujudkan Kampung Sehat.

Dalam Road Show kali ini, Ketua TP PKK Provinsi NTB turut pula didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

Sama halnya dengan kabupaten/kota lainnya, OPD terkait dan IKAPTK juga memberikan bantuan berupa masker dan bantuan pokok untuk menyukseskan berbagai program PKK di KSB.

HmsNTB




‘Gebrak Masker’ Berlanjut ke Kabupaten Sumbawa

Tak henti-hentinya masyarakat diajak kompak dan patuh mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Road Show Tim Penggerak PKK Provinsi NTB sekaligus rangkaian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) berlanjut di Kabupaen Sumbawa..

Program yang bertujuan memberikan pembinaan, sosialisasi sekaligus pencegahan dampak pandemi Covid-19 sampai di Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, Senin (21/09/20).

Pelaksanaan program yang berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) ini, menjadi kan Desa Berare sebagai lokasi ke delapan yang dikunjungi dalam rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken mengapresiasi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov yang telah membersamai kunjungan PKK ke desa-desa di kabupaten/kota se-NTB.

Ia memuji kekompakan OPD terkait dalam memberikan edukasi kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok.

“Kita tidak ingin masyarakat kita menjadi masyarakat yang lemah dan menderita di rumah karena Covid-19 ini. Inilah mengapa Gerakan PKK masih bertemakan melawan Covid-19,” ungkapnya.

Bunda Niken mengatakan, kehadiran pandemi mengajarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Tak henti-hentinya masyarakat diajak kompak dan patuh mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

“Kita tidak pernah bosan, tidak pernah putus asa, mengingatkan kembali dan kembali untuk memakai masker,” ujar Bunda Niken.

Bunda Niken berharap, kehadiran PKK diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi kader-kader PKK yang ada kabupaten/kota.

Begitu juga, masyarakat diminta terus semangat dan produktif meskipun di masa pandemi Covid-19.

“Kita bangga kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, semoga terus menginspirasi ibu-ibu dan masyarakat yang ada di Sumbawa,” harap Bunda Niken.

Maskerisasi anak

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Amien Rahmani Husni Djibril dalam laporannya mengungkapkan, TP PKK Kabupaten Sumbawa terus melakukan upaya pencegahan demi meminimalisir dampak Covid-19.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan TP PKK Kabupaten Sumbawa disebutnya sesuai dengan arahan dari TP PKK Provinsi NTB.

“Salah satunya, launching maskerisasi untuk anak di Kabupaten Sumbawa dan itu terus kami lakukan,” jelasnya.

Hj. Amien mengatakan, maskerisasi pada anak sangat penting demi menekan laju positif Covid-19.

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak akan sangat rentan, bila terpapar virus karena belum memahami penyakit yang mereka derita.

“Untuk itu, kami mengapresiasi Ketua TP PKK Provinsi NTB yang telah melaunching maskerisasi untuk anak di kabupaten/kota se-NTB,” tutur Hj. Amien.

Seperti di kabupaten/kota sebelumnya, Road Show kali ini juga diisi dengan stand dan pameran pangan lokal oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

Ada pula pelayanan sekaligus pembinaan posyandu dan kelompok dasawisma, pelayanan KB oleh BKKBN hingga pameran produk lokal oleh UMKM Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan masker oleh TP PKK Provinsi NTB dan IKAPTK Kabupaten Sumbawa sekaligus sosialisasi Gebrak Masker.

Dalam kegiatan ini,  Ketua TP PKK Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

HmsNTB




BKKBN Pusat Apresiasi Posyandu Keluarga

Provinsi NTB karena menjadi yang pertama dan satu-satunya provinsi yang mencanangkan Kampung Keluarga Berkualitas di Posyandu Keluarga

LOTIM.lombokjurnal.com

Program unggulan NTB Gemilang Posyandu Keluarga mendapat apresiasi Kepala Pusat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K).

dr Hasto mendukung dan siap mewujudkan Posyandu Keuarga. Pogram unggulan NTB Gemilang ini akan menjadi magnet bagi BKKBN di seluruh Indonesia, agar lebih efektif dan efisien membina keluarga dari bayi hingga lansia.

“Kami sangat mendukung dan kami siap untuk mewujudkan posyandu keluarga dalam hal ini di NTB yang sudah luar biasa, dan nantinya akan kita ekplorasi ke provinsi-provinsi lainnya,” ujar dr. Hasto.

Hal tersebut disampaikan dr. Hasto ketika memberikan sambutan pada acara Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas sekaligus menyosialisasikan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana di Kantor Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Sabtu (19/09/20).

Selain itu, dr. Hasto juga memuji Provinsi NTB karena menjadi yang pertama dan satu-satunya provinsi yang mencanangkan Kampung Keluarga Berkualitas di Posyandu Keluarga.

Hal ini merupakan upaya mengintegrasikan masalah kesehatan, sosial, ekonomi bahkan buruh ilegal di dusun atau desa tersebut.

“Sebetulnya masalah bisa selesai karena semua kita integrasikan di dalam posyandu itu. Ada masalah keluarga balita, keluarga remaja, dan keluarga lansia,” jelasnya.

Hasto kemudian meresmikan Kampung Berkualitas “Sinar Mulya”, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wakil Gubernur NTB karena posyandu di NTB menjadi Posyandu Keluarga, dan bersinergi dengan kampung KB yang diinisiasi oleh BKKBN.

“Mudah-mudahan Ibu Wakil Gubernur beserta jajarannya dan masyarakat NTB bisa terhindar dari Covid-19,” harap dr Hasto.

BACA JUGA;

Posyandu Keluarga, Melayani Bayi Hingga Lansia dan Jadi Pusat Edukasi

Angin segar

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Desa Embung Kandong sebagai salah satu desa yang merespon positif kebijakan dan program-program unggulan Pemerintah Provinsi NTB. Dan dengan sigap melaksanakan program tersebut hingga tingkat desa.

“Desa Embung Kandong ini bukan Desa biasa. Segala sesuatu yang positif itu mudah didorong di sini, tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, posyandunya, semuanya itu insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,” jelas Umi Rohmi sapaan akrabnya.

Menurutnya dengan hadirnya kampung KB membawa angin segar untuknya, karena dengan hal tersebut mampu mengedukasi masyarakat terkait bank sampah dan program unggulan NTB Gemilang lainnya.

“Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi kemudian meresmikan Posyandu Keluarga di Kabupaten Lombok Timur. Ia berharap seluruh posyandu di Lombok Timur mampu menjadi posyandu keluarga bisa melayani bayi hingga lansia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, beserta jajaran Forkopimda.

HmsNTB




Posyandu Keluarga, Melayani Bayi Hingga Lansia dan Jadi Pusat Edukasi

Posyandu Keluarga adalah terobosan pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia

LOTIM.lmbokjournal.com

Posyandu keluarga merupakan terobosan dalam menanggulangi masalah kesehatan berbasis pendekatan keluarga. Posyandu keluarga tidak hanya melayani Ibu dan bayi namun juga melayani remaja dan lansia.

“Edukasinya melalui Posyandu, jadi Posyandu kita akan menjadi pusat edukasi, Posyandu kita akan melayani dari bayi sampai lansia,” ujar Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Rohmi.

Wagub menyampaikan itu saat memberikan sambutan sekaligus meluncurkan posyandu keluarga di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Sabtu (19/09/20).

Pembangunan berbasis desa ini menjadi andalan Pemprov NTB, sehingga diperlukan sinergitas segala pihak terlebih kepala desa.

“Kepala Desa yang di bawah binaan bapak Camat ini menjadi kunci di dalam membangun desa kita, membangun Lombok Timur, membangun NTB,” tambah Umi Rohmi.

Umi Rohmi menilai Desa Embung Kandong sebagai desa yang luar biasa, menerima dan merespon hal positif dengan sigap.

“Desa Embung Kandong ini bukan Desa biasa, segala sesuatu yang positif itu mudah di dorong di sini, tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, posyandunya, semuanya itu insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,” ungkap Umi Rohmi

Lebih jauh, Umi Rohmi mengatakan, Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengeluarkan Peraturan Daerah Penanggulangan Penyakit Menular. Hal ini merupakan wujud kasih sayang pemerintah untuk menjaga masyarakat dari virus corona.

“Jangan dilihat Perda ini kemudian dilihat dari dendanya, jadi denda ini hajatnya adalah untuk bagaimana agar masyarakat kita semua pakai masker kalau di luar rumah, karena pandemi ini belum selesai dan kita tidak tahu kapan selesainya, selesainya adalah kalau vaksin sudah ditemukan,” ucap Umi Rohmi.

Dikatakan, langkah yang paling tepat dan bijak untuk saat ini, ialah memanfaatkan vaksin yang sudah ada, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Wujud kasih sayang kita adalah dengan menggunakan masker,” ucap Umi Rohmi.

BACA JUGA;  BKKBN Pusat Apresiasi Posyandu Keluarga

Perda Nomor 7 Tahun 2020 Penanggulangan Penyakit Menular ini  harus berbasis desa, sehingga seluruh masyarakat dapat kompak mematuhinya.

“Karena tidak mungkin hanya Kabupaten saja atau bahkan Provinsi, tidak mungkin kalau tidak berbasis Desa, InsyaAllah mari kita melakukan amalan terbaik saat ini, menggunakan masker, menghindari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dari bahaya,” ungkapnya.

Kampung KB

Menurut Umi Rohmi, hadirnya kampung KB sangat membahagiakan, sebab dapat diintegrasikan dengan program-program lainnya salah satunya bank sampah.

“Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,” urai wagub.

Umi Rohmi menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB sangat bangga dengan program BKKBN tersebut.

“Ini Insya Allah dengan sinergi, tidak ada yang sulit, dengan sinergi yang baik Insya Allah semuanya akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang terpenting doa dan ikhtiar itu kita jalankan,” tuturnya

Terakhir, dengan diluncurkannya Posyandu Keluarga di Kabupaten Lombok Timur, diharap seluruh posyandu di Lombok Timur menjadi Posyandu Keluarga, bisa melayani bayi sampai dengan lansia.

“Terima kasih sekali lagi untuk BKKBN, Kepala BKKBN terima kasih banyak, sudah berapa kali ke NTB, mudah-mudahan ini semua membawa berkah,” tutupnya.

Kepala BKKBN RI DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) menyampaikan apresiasinya terhadap Pemprov NTB atas terobosan Posyandu Keluarga.

Hasto menerangkan, Posyandu Keluarga adalah terobosan pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.

HmsNTB




Roadshow “Gebrak Masker” TP PKK NTB Sampai di Kota Bima

Gebrak Masker tidak hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, tapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemakaian masker yang benar

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Tim Penggerak PKK Provinsi NTB melanjutkan kegiatan roadshow dan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Kota Bima,Jum’at (18/09/20)

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengingatkan, pandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan, termasuk kebiasaan sehari-hari yang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Bunda Niken mengapresiasi TP.PKK Kota Bima yang selalu mendukung PKK Provinsi dalam setiap program dan selalu membawa perubahan yang signifikan.

Ia mengatakan gembira  dapat bersilatuahim kembali di tengah pandemi Covid. Dirakan, apa yang dilakukan provinsi mendapatkan dukungan, dan yang diprioritaskan wilayah yang membutuhkan dan memerlukan perubahan.

“TP PKK akan terus mengingatkan masyarakat agar semakin sadar untuk melindungi diri dan tidak menulari orang lain dengan cara tertib menggunakan masker di area-area publik dan kita harus terbiasa beradaptasi dengan kebiasaan baru” ujarnya.

Bunda Niken menjabarkan tugas – tugas yang dilakukan oleh tiap Pokja PKK, diantaranya Pokja Tiga, yang memberikan pembinaan pengelolaan sampah di rumah-rumah.

Ini sejalan dengan program Zero Waste untuk melakukan pengolahan lebih lanjut dari sampah rumah tangga dengan pembuatan lubang biopori di rumah masing-masing. Adanya biopori ini mampu mencegah terjadinya banjir serta membuat tanah lebih subur untuk ditanami.

Diharapkan, kegiatan Gebrak Masker tidak hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, tapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemakaian masker yang benar dan tepat serta dapat menjalankan 4 M protokol kesehatan.

“Ke depan kami berharap, semoga masyarakat disiplin memakai maskernya. Tidak hanya menggunakan masker, tetapi pakai dengan cara yang benar. Terimakasih banyak atas kehadirannya. Mengenai 4 M yang dimaksud adalah menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan” ungkapnya.

Edukasi pemakaian masker

Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Ellya HM Lutfi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu bekerjasama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

TP PKK akan mengupayakan banyak hal, salah satunya, memaksimalkan kader – kader PKK untuk mengedukasi pentingnya pemakaian masker kepada masyarakat.

Selanjutnya Bunda Niken menyerahkan bantuan bagi delapan kelompok Posyandu di Kota Bima senilai Rp. 45.600.000 dan diterima secara simbolis oleh Ketua TP.PKK Kota Bima

Setelah pelepasan,Tim Gebrak Masker merupakan gabungan dari kader PKK dan IKAPTK Kota Bima membagikan masker kepada masyarakat di  lingkungan pasar dan di Kelurahan Tanjung Kota Bima. Tampak masyakarat sangat antusias menerima masker – masker yang dibagikan tersebut.

HmsNTB