Aktivis Perempuan Ajak Wagub Ikut Perjuangkan Kasus IRT di Lombok Tengah

Wagub diajak lebih peka terhadap nasib perempuan di NTB yang sering dikriminalisasi oleh hukum

MATARAM.lombokjournal.com

Kasus yang menjerat ibu rumah tangga di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, menuai keprihatinan publik.

Banyak pihak-pihak yang terlibat mengadvokasi empat IRT yang sempat ditahan Kejari Praya bersama balitanya.

Mahmudah Kalla

Di tengah hiruk pikuk perjuangan aktivis membela empat IRT, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah diminta ikut berkomentar terkait kasus yang menyentuh empati publik tersebut. Karena selama kasus tersebut bergulir, sama sekali belum ada tindakan maupun komentar Wagub.

Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi (LARD), Mahmudah Kalla, meminta agar Wagub Rohmi lebih sensitif gender dan memiliki sifat keibuan dari kasus empat IRT.

Dia meminta agar Wagub turut ambil bagian membela IRT sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan dan ibu di NTB.

“Mestinya harus menunjukkan sikap sensitif gender dan keibuan yang peduli terhadap perempuan dan anak,” kata Uda sapaan akrabnya, Selasa (23/02/21).

Uda mengatakan, dorongan agar Wagub turut ambil peran dalam memperjuangkan IRT, bukan bermaksud untuk mengkritisi, melainkan sebuah ajakan untuk bergabung bersama aktivis perempuan memperjuangkan empat IRT sekaligus anak-anak mereka.

“Ini sebagai ajakan, bukan merupakan kritikan. Kami mendorong perhatian Wagub sebagai perempuan untuk memerhatikan ibu-ibu ini,” ujarnya.

Dia melihat, kasus yang melibatkan ibu dan anak sudah tiga kali terjadi di Lombok Tengah. Bermula dari kasus online shop. Beberapa IRT dipidana karena menjual produk kosmetik yang dibeli melalui olshop ternama karena dinilai ilegal.

Faktanya produk yang dibeli dan dijual kembali oleh IRT telah terdaftar di BPOM.

Kemudian kasus menjerat IRT baru-baru ini terjadi di Lombok Tengah, seorang ibu yang memiliki bayi dipidana karena berkelahi dengan tetangga, hanya karena masalah utang piutang. Menyusul kemudian muncul lagi kasus empat IRT.

Uda kembali meminta agar Wagub lebih peka terhadap nasib perempuan di NTB yang sering dikriminalisasi oleh hukum.

“Sensitif gender lagi, karena kasus ini sudah tiga kali di Lombok Tengah. Dulu kasus olshop, sekarang empat IRT, sebelumnya ada seorang ibu ditahan bersama anak kasus nagih utang,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTB, Saidin Al-Farazi, juga menanyakan di mana posisi Wagub NTB saat kasus ini bergulir.

“Di daerah, Gubernur NTB turun tangan, Bupati terpilih pun demikian, tokoh-tokoh berkomentar. Ini tentu bentuk kepedulian mereka terhadap isu kemanusiaan. Tapi disaat isu yang tengah menyeret ibu-ibu dan anak bayinya, Ibu Wagub kita ini ke mana?” katanya.

Dia menyoroti janji kampanye Wagub saat maju mencalonkan diri menjadi Cawagub dulu. Rohmi pernah mengatakan dirinya bahkan menjadi figur perempuan yang akan memperjuangkan aspirasi perempuan NTB.

“Padahal beliau itu semenjak mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur NTB menyatakan dirinya sebagai figur perempuan NTB, sampai bersurat-surat dulu ke seluruh perempuan NTB. Tapi sekarang ke mana?” ujarnya.

Saidin juga mengatakan Wagub juga pernah dinobatkan sebagai tokoh perempuan inspiratif Indonesia 2019 oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Seharusnya, kata Saidin, sebagai tokoh perempuan maka Rohmi harus memperjuangkan nasib perempuan.

“Beliau dinobatkan sebagai tokoh perempuan inspiratif, kita senang dengan penghargaan itu tapi ketika ada persoalan seperti ini yang melanda perempuan NTB, beliau semestinya jangan menghilang,” katanya.

“Sekarang seperti yang kita lihat bersama, jangankan menjenguk sekedar berkomentar di media saja tidak pernah,” sesal Saidin.

Me

 




Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan Hari Ibu 2020

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH didampingi Pj Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs H Raden Nurjati, menghadiri peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020 di Aula Bupati (22/12/20).

Hadir pula Ketua TP PKK KLU Hj Rohani SPdI, Ketua GOW Nani Cahyani SE MM, Para Asisten, Camat Lingkup Pemda KLU, Organisasi Kewanitaan se-KLU serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH mengemukakan berbahagia berada di tengah-tengah para ibu.

“Hari ini adalah hari yang mulia, ibu kita adalah malaikat untuk kita semua,” kata Bupati Najmul.

Bupati berpesan kepada para ibu, baik sebagai istri maupun sebagai ibu untuk  lebih memerhatikan masa new normal, walaupun itu sulit.

“Berbeda covid dengan gempa, ketika gempa sumbangan itu mencari kita,  tetapi ketika covid ini tidak ada bantuan karena seluruh dunia mengalami. Disinilah peran ibu-ibu untuk mempertahankan ketahanan pangan keluarga, dengan mengikuti protokol covid. Selamat Hari Ibu,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Ibu, Ni Luh Tesy SPd dalam laporannya mengatakan, peringatan hari ibu yang ke-92 berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini sedang dalam bencana wabah Covid-19. Harus berjuang mencegah penyebaran Covid-19 serta bisa beradaptasi untuk bertahan di masa pandemi.

“Kondisi kita di tengah himpitan ekonomi, ternyata perempuan Indonesia banyak mengambil peran penting dalam semangat juang perempuan dari zaman ke zaman,” tuturnya.

Rangkaian Peringatan Hari Ibu dilanjutkan dengan penyerahan bunga oleh Ketua GOW kepada Bupati Najmul dan pemotongan tumpeng oleh bupati didampingi penjabat Sekda, Ketua TP PKK KLU, Ketua GOW KLU.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan kepada warga korban kebakaran di Dusun Lendang Galuh didampingi Kades Sigar Penjalin.

sas




Di Masa Pandemi, Perempuan Garda Terdepan Selamatkan Keluarga, Daerah dan Bangsa

Kaum  Perempuan harus jadi garda terdepan pelopori penegakkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjonurnal.com

Puncak perayaan Hari Ibu ke-92 bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”, yang juga rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, digelar di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (18/12/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, kaum perempuan di NTB bahkan di Indonesia untuk menjadi garda terdepan menyelamatkan diri, keluarga, daerahnya dan bangsanya dalam menegakkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“PR kita bersama adalah tentunya sekarang bagaimana semua itu tersinergi dalam melindungi keluarga kita bersama dan membantu pemerintah Provinsi NTB ini menjaga masyarakat dalam berkegiatan di masa pandemi ini dan tetap berdaya,” ungkap Umi Rohmi, sapaan Wagub NTB.

Umi Rohmi mengingatkan, seluruh organisasi wanita agar mampu memberdayakan seluruh ibu-ibu yang ada di lingkungan sehingga membentuk generasi emas demi masa depan NTB yang Gemilang.

“Ibu itu perannya luar biasa di dalam pembangunan keluarga dan lingkungan, suntikan energi dalam hal-hal positif terhadap keselamatan keluarga hingga paham betul tentang bagaimana menciptakan keluarga yang sejahtera dan anak yang cemerlang,” pesannya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sesepuh Organisasi Wanita NTB mengatakan bahwa perempuan adalah pelopor dalam membawa keluarga dan masyarakatnya kembali sehat, kembali produktif dan menuju cita-cita bersama yaitu NTB Gemilang dan Indonesia maju.

Bunda Niken menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Ibu yang ada di dunia ini atas perjuangan dan pengorbanannya untuk seluruh anak-anak di dunia ini.

Sebelumnya saat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi saat itu hadir sekaligus membacakan sejarah singkat Hari Ibu.

“jejak perjuangan para perempuan terdahulu telah menempuh jalan panjang untuk mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Puncak perayaan hari Ibu kali ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Smeeton bersama seluruh Organisasi Wanita kabupaten/kota se- NTB dan di rangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada tiga Perempuan Inisiator di Prov. NTB.

Rr/HmsNTB

 




Dukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Bersama Dharma Wanita di Era Digital

Era digital adalah masa atau zaman dimana seluruh bidang dan tatanan kehidupan kita sudah menggunakan tehnologi digital

MATARAM.lombokjournal.com

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 Dharma Wanita Persatuan (DWP), di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa (15/12/20).berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan kali ini dalam suasana yang penuh kesederhanaan dan keterbatasan peserta, karena harus memenuhi protokol kesehatan. Hal tersebut mendorong seluruh pihak khususnya DWP untuk memanfaatkan teknologi untuk ketahanan keluarga.

HUT ke 21 DWP kali ini mengusung tema “Peran Pemberdayaan Wanita Persatuan Dalam Dharma Perempuan Era Digital Untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Indonesia”.

Ketua DWP Provinsi NTB, Ny. Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi menyampaikan, DWP harus terdepan dalam penggunaan media digital untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTB dan DWP kabupaten/kota se NTB untuk kita bisa mewujudkan, bisa menterjemahkan tema tersebut untuk kita tuangkan dalam program/kegiatan kita tahun 2021,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, tema ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Karena era digital adalah masa atau zaman dimana seluruh bidang dan tatanan kehidupan kita sudah menggunakan tehnologi digital.

“Apalagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini yang melibatkan semua tatanan kehidupan mengalami goncangan dan keterpurukan khususnya lagi terkait dengan perekonomian,” terangnya.

Ia beharap, Dharma Wanita Persatuan dapat lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya dan membantu masyarakat dengan bekerjasama dengan organisasi wanita lainnya, OPD terkait di dalam pemberdayaan perempuan.

“Hal tersebut kita lakukan untuk mendukung terwujudnya ketahanan keluarga dengan memanfaatkan teknologi digital. Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir tetapi kita tidak boleh larut, berpangku tangan, saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana Upacara Virtual, Ny. Amalia Yusron menjelaskan, dalam rangka menyemarakkan HUT Dharma Wanita, DWP telah melaksanakan berbagai kegiatan – kegiatan antara lain zikir akbar dan doa bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Sosialisasi advokasi parenting di Kabupaten Lombok Utara, serta bakti sosial membersihkan pesisir pantai Batas Senja Ampenan.

Rr/HmsNTB




TP PKK NTB Dukung Partisipasi Aktif Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan Daerah

Paradigma terhadap para penyandang disabilitas sudah berganti menjadi subjek dan bagian dari pembangunan bangsa

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan,  setiap penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang beragam.

Keterampilan dan kreativitas yang mereka miliki merupakan potensi yang sangat penting untuk terus dikembangkan.

“Penyandang disabilitas harus diikutsertakan dalam seluruh aspek  pembangunan,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrabnya, saat mengisi Talkshow di TVRI NTB pada Kamis (03/12/20).

Talkshow bertema “Peran Organisasi Perempuan dalam Mendukung Partisipasi Aktif Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan” itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, PLAN Indonesia hingga perwakilan dari wirausaha disabilitas.

TP PKK sendiri, lanjut Bunda Niken telah berupaya memberikan pendidikan dalam pengasuhan anak yang berkebutuhan khusus. Bagaimanapun kondisi seorang anak, ia adalah karunia Tuhan yang harus dijaga.

“Kami di PKK Provinsi NTB, tidak menganggap disabilitas sebagai kekurangan. Sebagai warga negara, kita semua memiliki hak yang sama,” tambah Bunda Niken yang juga ketua Dekranasda Provinsi NTB tersebut.

Kini, paradigma terhadap para penyandang disabilitas sudah berganti menjadi subjek dan bagian dari pembangunan bangsa. Terlebih, sejak terbitnya sembilan peraturan turunan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 pada periode 2019-2020, maka Presiden Joko Widodo sangat mengharapkan keterlibatan penyandang disabilitas dan seluruh pihak terkait dalam proses pembangunan di Indonesia.

“Sesama anak bangsa, kita semua harus mampu mewujudkan tercapai-nya masyarakat yang dapat mengakomodasi perbedaan dan menghargai keberagaman,” kata Bunda Niken.

Rr/HmsNTB




Resmikan Rumah Perempuan KAMMI, Hj. Niken Berharap Jadi Pusat Edukasi

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc meresmikan Rumah Perempuan KAMMI Mataram, Senin (23/11/2020).

Rumah Perempuan KAMMI tersebut terletak di Jln Raya Sembada Asri Blok E No 1, Depan Masjid Perumahan Griya Sembada Asri, Kekalik Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Niken menyampaikan harapannya, agar Rumah Perempuan KAMMI Mataram ini bisa menjadi pusat edukasi terutama bagi masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar anak-anak dan sebagai tempat diskusi untuk membangun tradisi literasi.

“Saya berharap nantinya alumni Rumah Perempuan ini akan menjadi alumni yang hebat, mereka-mereka yang ditempa disini dan bukan hanya untuk para pengurus tapi bagaimana agar Rumah Perempuan ini jadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar anak-anak di sekitar lingkungan, baik belajar mengaji dan lain-lain” ujarnya.

Hj. Niken menanti  kolaborasi  bersama antara Rumah Perempuan KAMMI  dengan ibu-ibu PKK yang selama ini cukup aktif dengan berbagai kegiatan yang produktif.

“Saya tunggu kegiatan-kegiatan di sini, dan saya pikir harus ada kegiatan untuk anak-anak, remaja dan ibu-ibu, dan nantinya bisa juga berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK. Saya berharap semoga Rumah Perempuan KAMMI bisa berkah dan bermanfaat,” katanya. .

Ketua KAMMI Mataram Arif Rahman mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Ketua TP PKK NTB yang telah meluangkan waktunya untuk meresmikan Rumah Perempuan KAMMI Mataram.

“Saya membayangkan di ruangan sederhana ini saya berharap lahirnya perempuan perempuan pelanjut Bu Niken di masa yang akan datang” harapnya.

Peresmian Rumah Perempuan KAMMI Mataram ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Hj. Niken dan diakhiri dengan foto bersama seluruh Perempuan KAMMI Mataram.

Rr/HmsNTB




Memperjuangkan Keluarga Harmonis, Butuh Sinergi dan Terus Menerus

Masyarakat harus teredukasi dengan baik

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, memperjuangkan perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat, diperlukan kerjasama berbagai pihak.

Selain itu, edukasi yang konsisten terus menerus serta dilakukan di berbagai kesempatan.

Wagub mengatakan itu saat memberikan sambutan pada giat bimbingan teknis konseling keluarga, kesetaraan gender, dan hak anak bagi Kabupaten/Kota di Provinsi NTB, Kamis (12/11/20) di Jayakarta Hotel Senggigi, ombok Barat

“Menangani permasalahan-permasalahan kesetaraan gender, bagaimana membentuk keluarga yang harmonis, tidak mudah, tidak seperti membalik telapak tangan, semua ini tentunya butuh sinergi yang luar biasa, strategi yang jitu,” ujar Wagub.

Menurutnya, edukasi ialah mengubah cara pandang masyarakat. Mengubah cara pandang tu harus diakukan terus menerus.

Hingga waktu ke waktu itu dapat diyakini oleh masyarakat, untuk kemudian target dalam membentuk keluarga yang harmonis, mencegah pernikahan dini, mencegah adanya kekerasan dalam rumah tangga, dapat tercapai.

“Ini harus butuh betul-betul proses edukasi yang  tidak seremonial, tidak hanya dalam waktu-waktu tertentu, tapi bagaimana proses edukasi itu masuk ke sistem pengujian, dia bergulir secara reguler, menjadi satu kegiatan yang menyenangkan, maka bisa kita harapkan masyarakat kita teredukasi dengan baik,” ujarnya.

Wagub menyampaikan apresiasinya kepada kegiatannya tersebut, dan juga berharap  agar dalam berkegiatan terus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga dapat terus aktif dan produktif meski dalam masa pandemi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin, menerangkan bahwa penanganan-penanganan di lapangan memerlukan ahli, yaitu psikolog.

“Itulah sebabnya pada saat ini kita selama 2 hari akan melakukan bimbingan teknis, bagaimana menangani perempuan dan anak yang menjadi korban dari kekerasan,” ujarnya.

Apa yang didapatkan dalam Bimtek tersebut diharap dapat membantu para tim dalam menangani kasus-kasus di lapangan.

Rr/HmsNTB

 




Wagub Ziarah di Makam Maulana Syaikh

Pesan  Wagub, agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya

LOTIM.lombokjournal.com – –

Setelah memimpin langsung upacara ziarah nasional dan tabur bunga di TMPN Majeluk Mataram, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melanjutkan perjalanan ke Lombok Timur untuk upacara ziarah di makam pahlawan TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (10/11/20).

Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari NTB.

Giat yang berlangsung khidmat itu, diikuti pula oleh FKPD, Kepala OPD dan sejumlah instansi/lembaga Provinsi NTB,  berlangsung di Pancor, Selong, Lombok Timur.

Wagub yang memimpin langsung upacara tersebut berpesan, agar perjuangan para pahlawan dapat sungguh-sungguh diteladani.

“Di masa-masa beliau, berjuang jauh lebih sulit dari masa sekarang, karena kita sekarang sudah merdeka, kita mudah-mudahan pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah,” ungkap Wagub.

Selain mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, Wagub  berpesan agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya, tentunya yang sesuai dengan kapasitas diri masing-masing.

“Hal yang paling simpel ialah saat ini bagaimana kita bekerjasama, seluruh pihak bersinergi, untuk menghadapi pandemi Covid-19, menegakkan protokol Covid-19, saling mengingatkan satu sama lainnya, menghindari yang namanya hoaks, jangan percaya hoaks, jangan mudah terprovokasi yang namanya hoaks, ikuti anjuran pemerintah,” ujar Wagub.

Dengan meneladani perjuangan para pahlawan yang tanpa lelah dalam memperjuangkan tanah air, Wagub berharap agar hal itu dapat memberikan kekuatan dan juga semangat bagi pemerintah dan seluruh masyakat NTB dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Tanpa lelah, tanpa melihat hambatannya seperti apa, nah itulah yang harus betul betul menguatkan kita dimasa masa sulit seperti saat ini, perjuangan pahlawan kita, kita harus lebih kuat, bersama-sama berkolaborasi untuk membangun bangsa,” tutup Wagub.

Rr/HmsNTB

 




Bunda Niken Sarankan Para Perias Tetap Kreatif

Adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat orang hanya berdiam diri, namun harus semangat dalam belajar dan meningkatkan kapasitas diri

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Umum BKOW Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, membuka kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Sasak Baku bagi peserta didik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Endah Salon, di Aula Wisma BP PAUD Dikmas NTB, Sabtu (24/10/20).

Hj.Niken mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, sebab kegiatan itu sudah lama terkendala oleh pandemi Covid-19.

“Dan ini adalah suatu kegiatan yang harus diapresiasi karena kita sedang berupaya meningkatkan kualitas diri kita semua dan Alhamdulillah kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,”ujar Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Bunda Niken kemudian menyarankan dengan adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat orang hanya berdiam diri.

Namun harus harus semangat dalam belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Sasak Baku ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi tata rias yang menjadi bekal dalam meningkatkan usaha.

“Saya sangat senang mendengar dalam beberapa waktu akan datang, akan ada lagi uji kompetensi yang akan dilakukan. Ini menandakan kita mulai bergerak mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat” ujarnya.

Para peserta diingatkan agar terus meningkatkan kreatifitas dan dapat terus belajar meskipun telah mendapatkan sertifikat kompetensi.

Mereka juga disarankan agar memasarkan jasa melalui platform digital untuk memperoleh manfaat dari mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau sudah dapat sertifikat kompetensi, teruslah belajar dan jangan lupa memasarkan jasa yang sudah diperoleh ini ke berbagai pihak,untuk terus memperoleh pengalaman yang lebih baik, dan semoga dapat dibanggakan di wilayah masing-masing,” pesan Buda Niken.

Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Endah Salon, Hj. Titi Soeharto berterimakasih kepada seluruh tamu undangan serta mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai macam lembaga yang ada di sejumlah daerah di Lombok.

Titi Soeharto berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Rr/HmsNTB




Hj. Niken Dukung Pengentasan Kemiskinan Melalui Bimbingan Calon Pengantin

Pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal dan  kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga

MATARAM.lombokjournal.com

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, menggelar Diskusi Uji Coba Pengentasan Kemiskinan melalui Program Bimbingan Perkawinan Masa Nikah,  di Aula Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kamis (15/10/20), siang.

Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam diskusi itu, menyampaikan tingkat perkawinan di usia anak di NTB masih menjadi masalah besar, indikasinya akan cukup banyak pada beberapa sektor-sektor di NTB.

PKK NTB selama ini telah bersinergi bersama dengan para Perangkat Daerah lingkup NTB untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pembentukan keluarga sejahtera.

“Kami disini tentu saja senang sekali bisa ikut, karena kami akan memberikan masukan-masukan positif kami dari sistem pemerintah untuk membuat program-program yang lebih bermanfaat dan lebih tepat sasaran. Tentu saja dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kemenko PMK akan sangat kami butuhkan kedepannya,” ungkap Hj. Niken.

Ia menyambut baik upaya-upaya yang akan dilakukan dan menunggu tindak lanjut kegiatan ini.

Kegiatan ini selain sudah dipersiapkan jauh hari, juga akan dievaluasi secara menyeluruh dan Pemprov NTB siap bekerjasama dan tindak lanjut program ini.

Bimbingan calon pengantin

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menceritakan awal mula ide ini tercetus. Berawal dari pertemuan singkat Kakanwil Kemenag NTB dengan Staf Ahli Kemenko PMK yang menyampaikan beberapa gagasan tentang pembimbingan calon pengantin.

Menurutnyat, sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para pegawai Kemenag NTB.

Untuk diketahui, program ini juga menjadi  program Nasional, hanya saja perlu adanya penguatan lagi.

Zaidi Abdad berharap, mudah-mudahan sinergi ini bisa dilakukan terus menerus secara menyeluruh, sehingga dapat merealisasikan secara gotong royong apa yang diprogramkan.

Ghafur Dharmaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menambahkan, pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal. Sekaligus kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga, sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Kurangnya kesiapan menikah akan berdampak pada perselisihan dan ketidakharmonisan pasangan, masalah ekonomi, rendahnya kualitas pengasuhan, serta rendahnya kualitas perkembangan anak,” pungkas Ghafur mengakhiri arahannya.

Rr/HmsNTB