Bunda Niken: Dalam Menghadapi Bencana, Perempuan itu Penyelamat Keluarga

PKK NTB menyiapkan perempuan tangguh bencana

MATARAM.lombokjournal.com

Keberhasilan Keluarga PKK Gagah Bencana bisa tercapai bila ada pelibatan dan dukungan masyarakat, perencanaan yang matang, sosial dan budaya atau kearifan lokal, pembekalan dan supervisi, dukungan SDM, serta data dan pelaporan.

Hal ini disebutkan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, ketika menjadi narasumber pada webinar Sosialisasi Tangguh  dan Tanggap Bencana (Gagah Bencana) di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (06/04/21).

Bunda Niken menjelaskan, TP PKK Provinsi NTB telah menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders untuk menyiapkan perempuan tangguh bencana.

Menurutnya, dalam hal kebencanaan perempuan merupakan penyelamat anak-anak dan keluarga.

Perempuan berperan besar dalam menyelamatkan keluarga, karena perempuan memiliki kepekaan yang cukup tinggi terhadap situasi apapun termasuk persoalan kebencanaan.

Menurut Bunda Niken, adanya kemajuan teknologi informasi yang cepat melalui Medsos, perempuan-perempuan NTB sudah lebih cepat mendapatkan informasi dan langsung bertindak.

Dan berupaya melakukan upaya perlindungan dan penyelamatan terhadap keluarga dan lingkungannya masing-masing.

“Perempuan diharapkan bisa ikut tanggap dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” ujarnya.

Selain itu, perempuan diketahui merupakan sosok yang dinilai berperan besar dalam menghadapi bencana, setidaknya dalam menyelamatkan dan melindungi anak-anak dan keluarga sendiri.

Buktinya tidak sedikit perempuan yang sudah masuk dalam organisasi-organisasi yang berguna untuk mendapatkan pengetahuan dan sangat bermanfaat bagi pemberdayaan diri dan keluarganya, dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

Bunda Niken mengungkapkan, dalam menghadapi bencana perempuan harus memahami pra bencana, tanggap darurat bencana dan pasca bencana.

“Hal ini hendaknya harus benar-benar disadari dan dimengerti akan situasi dan kondisi daerah masing-masing bila terjadi bencana. Selanjutnya perempuan harus memahami penyebab atau gejala bencana yang akan terjadi mengingat bencana itu sendiri beragam. Demikian juga perempuan harus mengenali kapasitas bencana di lingkungan sekitarnya dalam upaya penanganan baik sebelum pada saat dan sesudah terjadinya bencana itu sendiri,” kata Bunda Niken.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, yang diwakili H. Rid menyatakan, kesiapsiagaan merupakan kunci penanggulangan bencana dan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Bila terjadi bencana hendaklah mengikuti prosedur perlindungan dan keselamatan masing-masing sesuai dengan prosedur penanggulangan bencana yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dikatakan, masyarakat harus bisa membantu dirinya lebih awal agar terhindar dari bencana. Dan BPBD NTB dalam lima tahun terakhir ini telah menempatkan para relawan yang berada di garda terdepan dalam penanggulangan bencana.

“Kami juga mengajak agar dalam menanggulangi bencana haruslah kompak dan bersama-sama baik dari pemerintah, masyarakat, kalangan mahasiswa, dunia usaha dan lainnnya.  Para Sarjana dari Perguruan Tinggi bisa dijadikan ujung tombak dalam membawa perubahan dan mengajak masyarakat untuk sadar dan tanggap terhadap bencana yang datang pada masyarakat sekitar,” kata Rido.

Her                                                                                                                              Kominfotik

 




Perlu Gotong Royong Wujudkan PAUD Holistik Integratif

PAUD di NTB cukup banyak di berbagai pelosok desa, sehingga anak bisa mendapatkan kebutuhan pendidikannya

MATARAM.lombokjournal.com –

Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak, demikian pepatah dari Afrika.
Itu berarti, tidak hanya orang tua ataupun sekolah tapi seluruh pihak harus bersinergi agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat. Dan mampu menjadi SDM yang membawa kesejahteraan dan masa depan lebih baik.

Bunda PAUD Nasional Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikannya saat mengisi Webinar bertajuk “Gotong Royong Membangun PAUD Holistik Integratif (HI) Berkualitas”, Selasa, (06/04/21).

“Berbagai macam institusi, masyarakat, dan pemerintah harus bersinergi membantu mendidik anak-anak kita. Ini sebuah investasi yg sangat penting dalam pengembangan SDM di masa depan,” jelas Bunda Niken sapaan akrabnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik Integratif, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak.

PAUD Holistik Integratif merupakan penanganan anak usia dini secara utuh, menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak.

Itu dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai di tingkat masyarakat, Pemerintah Daerah, dan pusat.

“Kami Provinsi NTB mengajak semua stakeholders bersama mendukung pelaksanaan pengembangan PAUD holistik. Kita mengajak semua unsur untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ajak Bunda Niken.

PAUD di NTB, menurut Bunda Niken, sudah cukup banyak di berbagai pelosok desa sehingga anak bisa mendapatkan kebutuhan pendidikannya.

Tapi kondisi PAUD beragam. Sehingga harus ditingkatkan secara terus menerus. Pihak desa bekerja sama dengan Posyandu keluarga, khususnya bersama stakeholders terkait . Seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, BKKBN, DP3AP2KB, dan lain sebagainya harus bergotong royong untuk mewujudkan PAUD HI di NTB.

“Disetiap kabupaten dan kota harus membentuk Pokja Bunda PAUD yang mana akan diikuti oleh pembentukan gugus tugas,” pesan Bunda Niken.

Webinar yang diselenggarakan oleh BP-PAUD dan Dikmas NTB ini sendiri merupakan salah satu acara rutin, One Week One Webinar (Owe Owe). Sebagai salah satu upaya untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan PAUD dan DIKMAS di Provinsi NTB demi terwujudnya PAUD HI.

novita
diskominfotikntb




Hj. Niken Ajak Kolaborasi Jaga Kesehatan Perempuan

Kesehatan perempuan diperlukan agar anak terhindar dari berbagai penyakit

MATARAM.lombokjournal.com –

Peran penting perempuan dalam menjaga dan melindungi keluarga tidak luput dari permasalahan kesehatan.

Hj. Niken Saptarini Widyawati, Selaku Ketua Organisasi Pita Putih Indonesia (PPI) NTB, ajakan Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersama berkolaborasi untuk mengurai permasalahan perempuan demi terwujudnya NTB Sehat dan Cerdas.

Hj Niken Saptarini Widyawati

“Kami melihat masalah perempuan yang ada di Provinsi NTB masih perlu didukung semua pihak. Masih ada celah-celah yang bisa kita isi untuk dapat berkontribusi meningkatkan kesejahteraan, kesehatan perempuan, anak dan keluarga, ”tutur Bunda Niken.

Hal itu disampaikannya saat memberikan kegiatan dalam kegiatan Koordinasi PPI NTB di Pendopo Timur Gubernur NTB, Selasa (30/03/21).

Kesehatan perempuan khususnya setelah menjadi seorang ibu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, istilah Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) bukan dimulai sejak bayi lahir, melainkan sejak pertama kali terjadi pembuahan.

Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 9 bulan dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Perkembangan otak massa 70-80 persen terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.
Tidak hanya penting sebagai dukungan atas 1000 HPK, kesehatan yang diperlukan agar kelak anak terhindar dari berbagai macam penyakit, salah satunya stuntingDengan terjaganya kesehatan perempuan, dapat mengurangi risiko kematian ibu dan anak.

Pentingnya menjaga kesehatan perempuan tersebut, Bunda Niken meminta peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan, pada saat nifas, angka kematian bayi baru lahir dan anak di Provinsi NTB.

“Masyarakat harus turut serta dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak di Provinsi NTB,” jelasnya.

Pita Putih Indonesia (PPI) merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional yang mendukung kesehatan ibu, melalui kampanye untuk dapat menggandeng lebih banyak sumber daya dan kebijakan yang tepat untuk mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir.

PPI telah menjadi bagian dari aliansi global bernama Global White Ribbon Alliance (GWRA) yang berpusat di Washington DC dan London. Saat ini 155 negara telah bergabung di dalamnya dan 15 di antaranya telah memiliki Sekretariat Nasional termasuk Indonesia.

Hubungan organisasi anggota APPI dengan GWRA dikoordinasikan melalui PPI Pusat, tetapi PPI Provinsi dan Kabupaten / Kota tetap dapat berkomunikasi langsung untuk informasi dan koordinasi.

Ser, November
@Diskominfotik




PKK Siap Gerakkan Program Srategis, Dukung Misi NTB Gemilang

Berbagai program yang akan di laksanakan di antaranya program strategis AKU HATINYA PKK

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, beberapa program strategis siap digerakkan untuk mendukung visi misi NTB Gemilang.

“Pengurus TP PKK NTB harus mau, harus tahu, dan harus mampu untuk menggerakkan keluarga-keluarga di NTB,” tegas Bunda Niken, sapaan akrab Ketua TP PKK NTB saat menutup Rakerda, Jumat (26/03/21).

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat sukses digelar di Gedung Graha Bhakti Praja pada 25-26 Maret 2021.

Isteri Gubernur NTB tersebut menjelaskan, berbagai program yang akan di laksanakan di antaranya program strategis AKU HATINYA PKK. Melalui program ini ketersedian kebutuhan rumah tangga dapat diwujudkan melaui pemanfaatan pekarangan rumah.

Hal ini dilakukan dengan menjalankan budidaya sayuran yang terintegrasi dengan ikan. Program ini dinilai mampu menurunkan angka stunting, sebab kebutuhan masyarakat akan sayur mayur serta protein dapat terpenuhi bilamana program ini dapat diseriusi.

Masa 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan buah hati juga menjadi fokus TP PKK. Kini tak hanya parenting yang turut diberdayakan, TP PKK disebutkan Bunda Niken mendapatkan tugas tambahan untuk memperhatikan 1000 HPK.

“Parenting bukan hanya mengasuh anak dan remaja, tapi 1000 HPK juga menjadi  tugas PKK yang lebih luas,” jelas Bunda PAUD Nasional tersebut.

Literasi keluarga tak luput dari sorotan, Bunda Niken berpesan kepada seluruh TP PKK Se-NTB dari Kabupaten/Kota hingga Desa untuk menggencarkan kampanye membaca minimal 30 menit dalam sehari.

TP PKK di Kabupaten dan Kota diminta harus menyelenggarakan seminar atau webinar terkait peningkatan minat baca masyarakat melalui keluarga.

“TP PKK di kabupaten dan kota harus menyelenggarakn seminar atau webinar agar minat baca masyarakat kembali timbul. Minimal baca 30 menit sehari membaca,” jelasnya.

Selain itu, program Keluarga GAGAH BENCANA (Keluarga NTB yang Tanggap dan Tangguh terhadap bencana), juga akan diseriusi oleh PKK. Sebab NTB juga merupakan salah satu daerah rawan bencana.

Karena itu kampanye terkait mitigasi bencana dan penanggulangan bencana juga diemban oleh TP PKK NTB ke depan.

Bunda Niken berharap, berbagai program strategis yang telah dirumuskan dalam Rakerda tersebut diharapkan Bunda Niken mampu digerakkan dan dijalankan oleh TP PKK NTB.

Komitmen, kekompakan, dan menjaga sinergitas dengan berbagai mitra dan stake holder terkait program strategis juga diharapkan terus dijunjung tinggi oleh setiap anggotanya.

novita

diskominfotikntb




Gubernur Optimis, PKK NTB Ikut Bergerak Wujudkan Visi NTB Gemilang

TP PKK NTB disebut mampu mengelola program dan keuangannya lebih efektif

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara mampu bergerak ikut membangun visi misi NTB Gemilang.

“Kalo PKK sudah bergerak saya yakin hasilnya luar biasa,” ungkap Gubernur saat menghadiri perayaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-49, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kamis (25/03/21).

Gubernur Zul

Hj Niken

Acara tersebut dihadiri Gubernur Zul yang mendampingi isteri tercinta, Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati YANG AKRAB DISAPA Bunda Niken..

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul mengaku optimis TP PKK NTB yang dipimpin oleh Bunda Niken.

Menurutnya, TP PKK NTB terbukti selalu mampu menjalankan berbagai program yang diembannya. Diisi oleh perempuan-perempuan hebat, TP PKK NTB disebut Bang Zul mampu mengelola program hingga keuangannya lebih efektif.

“Ibu PKK jarang korupsi. Keuangan lebih efektif,” ungkapnya.

Kemitraan dan sinergitas

Dalam kesempatan tersebut Bunda Niken membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian. Dalam sambutan itu ditekankan pentingnya kerjasama kemitraan dan  sinergitas antara TP-PKK dengan kementerian/lembaga dan pihak lainnya.

“TP PKK adalah sebuah gerakan yang mampu menginisiasi keluarga Indonesia melakukan perubahan,” ungkap Bunda Niken.

Rangkaian HKG TP PKK ke-49 TP PKK diisi pembagian 300 paket sembako kepada para lansia yang diberikan secara simbolis dalam acara tersebut.

Gerakan yang dilakukan TP PKK NTB sejauh ini, di antaranya, Program Revitalisasi Dasa Wisma yang merupakan bentuk komitmen PKK NTB dalam mendukung program prioritas revitalisasi posyandu.

Program ini ditandai dengan dilakukanya tanda tangan MOU dengan 13 organisasi perempuan, dalam mewujudkan percepatan pembentuk kelompok dasa wisma.

Selain itu, PKK NTB juga fokus pada pengembangan PAUD berkualitas yang berlayanan Holistik Integratif untuk mewujudkan Generasi Emas NTB yang sehat, cerdas, dan mandiri.

PKK NTB bekerjasama dengan PSPK, Kampus Guru Cikal dan Keluarga Kita di bawah pimpinan Ibu Najela Shihab, memberikan pembinaan kepada 100 orang tua penggerak, 100 guru penggerak dengan target 1.623 orang tua yang mengikuti kelas nonton bareng, 285 pendidik yang mengikuti sesi curhat, serta 2.751 anak PAUD yang menerima manfaat.

Dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik, PKK NTB menggandeng OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju), dan  Indonesia Heritage Foundation. Bersama OASE KIM dan IHF TP PKK NTB menyelenggarakan pelatihan akbar untuk 1.500 guru PAUD  di NTB.

Beragam kerajinan tenun  NTB juga tidak luput dari perhatian. Melihat potensi ini, Bunda Niken ikut berpartisipasi dalam acara muslim fashion festival yang diselenggarakan di jakarta tahun 2020.

TP PKK NTB serius mengembangkan industry busana muslim dari tenun-tenun khas NTB dengan menggandeng designer lokal maupun nasional.

Dalam membantu pencegahan penyebaran covid 19, TP PKK NTB ikut merespon secara masif melalui program gerakan maskernisasi dengan mengucurkan kurang lebih 150 ribu pcs masker.

TP PKK NTB juga menurunkan bantuan sosial berupa paket sembako sejumlah 2524 paket untuk kader posyandu, 976 paket untuk kader dasa wisma, 1.400 paket untuk guru PAUD non PNS, 1000 paket untuk pelaku seni, serta 276 paket untuk tenaga medis.

Novita

diskominfotikntb




Bunda Niken Mendorong Perempuan Berani Bicara

Berani bicara bukan untuk melawan lelaki maupun suami

LOTIM.lombokjournal.com

Mengatasi permasalah kehidupan dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk menyelesaikannya, salah satunya dengan mengedepankan komunikasi dan diskusi dalam mencari solusi.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengingatkan itu pada Sekolah Perempuan Tangguh di desa Montong Betok Kabupaten Lombok Timur.

“Saatnya Perempuan berani berbicara,” kata Bunda Niken sapaan akrab Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, ketika bersilaturahmi dan mengunjungi Sekolah Perempuan Tangguh, Selasa (23/03/2021) di Kantor Desa Montong Betok, Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Bunda Niken, berani berbicara bukan untuk melawan lelaki maupun suami. Kiprah dan peran perempuan bukan lagi hanya mengurus sumur, kasur dan dapur.

Tapi bisa berperan aktif dalam membangun ketahanan keluarga, isu gender dan pelibatan perempuan dalam pembangunan.

Berani menyampaikan pendapat dan argumentasi yang logis dan konkrit. Sebagai sebuah solusi menghadapi kehidupan berumahtangga atau bermasyarakat.

“Sehingga perempuan dapat memberikan kontribusi untuk keluarga dan bangsa dan negaranya,” katanya.

Bunda Niken dalam silaturrahmi itu didampingi Kadis Sosial H. Ahsanul Halik dan Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin.

Dalam lingkungan keluarga, perempuan harus banyak belajar tentang merawat dan menjaga ketahanan keluarga. Seperti mendidik anak dan berbagi peran dengan suami.

Bunda Niken berharap hal ini diperdalam dan dipelajari, agar perempuan setara haknya dalam memerankan perannya sebagai perempuan. Sehingga output yang dari sekolah ini melahirkan perempuan yang cerdas dan mandiri.

“Bisa mendidik anak dan lingkungan dengan lebih baik serta terlibat dalam aktifitas pembangunan di desa dan pada semua level,” ajak alumni UI ini.

Kaum perempuan didorong untuk mengasah dirinya agar berkualitas. Dapat dipercaya dan memiliki skil seperti kaum lelaki. Mampu pelopori usaha, berinovasi dan memiliki kreativitas.

“Sekolah Perempuan ini sangat butuhkan, agar perempuan dapat bicara dan sama hak dengan lelaki, Jangan dipendam. Tapi bicaralah,” pesannya di hadapan perempuan tangguh Montong Betok.

Ketua Dekranasda NTB ini mengajak Sekolah Perempuan untuk bersinergi dengan TP.PKK. Karna ada 4 pokja yang bergerak di sektor pemberdayaan keluarga.

“Misalnya 10 dasawisma PKK dapat bekerjasama dan berkolaborasi bersama Sekolah Perempuan untuk menanggulangi persoalan keluarga,” tutup ketua LKKS NTB ini.

Keadaan perempuan desa

Siska Hamidatul Aini yang  mewakili Sekolah Perempuan Tangguh desa Montong Bentok mengaku bangga dan senang atas kunjungan istri gubernur NTB ini.

Ia menceritakan awal mula Sekolah Perempuan Tangguh ini digagas, karena melihat kondisi perempuan dan keadaan di desanya. Banyak peremousn yang putus sekolah, menjadi buruh tani, ditinggal suami karena merantau menjadi TKI, kekerasan fisik maupun phisikis.

Sekolah ini berdiri pada tanggal 4 November 2014, hingga sekarang ada 125 anggota perempuan yang belajar disini.

“Sejak menimbu ilmu disini,kepekaan sosial dan sensitivitas jiwa kami tumbuh dalam melihat dan menyelesaikan setiap persoalan dalam kehidupan bermasyarakat,”tegasnya.

Karena itu, pemerintah desa akhirnya selalu melibatkan perempuan dalam merumuskan kebijakan didesa. Termasuk mengadvokasi dan mendampingi perempuan yang terlilit masalah ketidakadilan dan diskriminatif.

Selain itu Sekolah Perempuan memiliki pos pengaduan dikantor desa.

“Sudah banyak permasalahan yang kami selesaikan,” ucap Siska.

Anggota Sekolah Perempuan lain, Faujiah mengaku setelah bergabung di sekolah ini,  ia dapat meyakinkan suaminya untuk berbagi peran dalam rumahtangga.

“Sehingga berkat dukungan suami ini, saya dapat membantu orang lain selain keluarga, Ini karena berani berbicara,”tutupnya.

Usai pertemuan tersebut, Bunda Niken memberikan bantuan secara simbolis berupa masker, gula dan teh untuk sekolah tersebut.

Kegiatan Itu juga dihadiri KadiSos Lotim, Istri Sekda Lotim,  Wakil Direktur Program LPSDM (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra), Pemdes Montong Betok, toko agama, masyarakat, pemuda dan anggota Sekolah Perempuan Tanggu.

Edy

@diskominfotik_ntb




Bunda Niken Minta LKKS Tingkatkan Kemandirian

LKKS diminta mulai mandiri, mencari peluang usaha dalam mengelola lembaganya

LOTIM.lombokjournal.com

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghimbau pekerja dan Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, meningkatkan pengabdiannya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang sudah lebih setahun melanda dunia, imbasnya menyentuh berbagai sektor baik itu kesehatan, ekonomi bahkan sosial. Karena itu LKKS diminta meningkatkan kemandirian, dan memberi pelayanan kesejahteraan sosial yang baik kepada masyarakat.

“Terimakasih kepada lembaga dan pekerja sosial yang sudah dengan ikhlas mendedikasikan tenaga pikiran untuk masyarakat,” kata Bunda Niken.

Himbauan itu disampaikan Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB itu menyambaikan himbauannya saat kunjungan kerjanya ke LKSA Al Anshori Desa Jerowaru Kecamata Jerowaru, dan LKSA Islahul Qolbi, Desa Bageq Nyake Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Selasa (23/03/21).

Menurutnya, LKKS maupun pekerja sosial telah memiliki dan dibekali dengan SOP dan wawasan untuk meningkatkan pelayanan dalam mengelola lembaga maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.

Mngabdi masyarakat bukan saja pekerjaan pemerintah, tapi persoalan sosial menjadi tugas bersama baik masyarakat dan seluruh komponen lainnya.

Istri gubernur ini mengapresiasi ketulusan dan keihklasan pengurus LKS dan LKKS, bahwa pengabdiannya tanpa batas. Ini terbukti perhatiannya untuk mengurus anak-anak sebagai amanah.

Dikatakan, rasa optimis dan terus berusaha harus dibangun dan dijaga dalam bekerja. Bunda Niken juga menghimbau agar lembaga sosial juga mulai mandiri, mencari peluang usaha dalam mengelola lembaganya.

“Misalnya saat dilanda Covid kita Lebih kreatif membangun usaha kreatif dan mencari bantuan dari dermawan atau donatur lain, sehingga lebih mandiri mengelola lembaga,” ajak Ketua TP PKK Provinsi NTB ini.

Dalam mengelola Lembaga, Bunda Niken menyarankan lebih maksimal dan mengoptimalkan peran organisasi atau lembaga. Serta melakukan pemberdayaan ekonomi dan usaha kreatif dan membangun kemitraan, sinergi dan kerjasama dengan semua pihak.

“Bergandengan tangan dengan LKKS lain, pemda Kabupaten maupun provinsi sehingga lebih mudah untuk mencari solusi dan menyelesaikan semua persoalan dan masalah,” kata Bunda Niken.

Membangun usaha

Kepala Kadis (Kadis) Sosial Provinsi NTB H. Akhsanul Halik, Ia mengajak LKKS untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada pengurus LK.

 

Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi NTB menganggarkan bantuan sosial yang dihajatkan untuk kebutuhan dasar anak-anak maupun Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang (PMKS),

Namun, diakuinya sejak Covid anggaran ini menurun.

“Tapi saya yakin bila covid berlalu anggaran ini akan kembali bahkan bisa lebih banyak lagi,” kata Kadisos.

Mantan Kalak BPBD Provinsi ini mengajak LKKS untuk membangun usaha yang dapat menuju ke lembaga yang mandiri. Terutama sektor ekonomi kreatif.

“Namun kami ingatkan jangan mempekerjakan anak-anak,” kata Pak AK sapaan Akhsanul Halik.

Pak AK menjelaskan, telah menganggarkan bantuan alat untuk LKKS atau mengatasi persoalan sosial dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

“Saya berharap, selain tugas pemerintah, LKS dan LKKS ini kami dorong untuk mandiri, terus inovatif untuk mencari donatur yang memang mereka siap membantu,”tutup Kadisos.

Sekretaris Forum Informasi dan Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FIK LKS), Yunda Nurfitriani, S. Pd, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua LKKS NTB.

“Ini menjadi momentum sebagai penyemangat dan motifasi bagi lembaga LKKS yang dikelolanya,” kata LKSA Al Anshori Desa Jerowaru.

Fitri sapaannya berharap dukungan Pemda dalam meningkatkan mutu pelayanan di lembaganya. Misalnya kebutuhan dasar anak dalam hal panganan. Begitupun dalam hal mendorong inovasi dan kreatifitas untuk membangun usaha secara mandiri.

Hal yang sama disampaikan Ketua Forum Informasi dan Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FIK LKS) Zona Utara, H. Marzuki, bahwa untuk meningkatkan pelayanan dan kemandirian LKSS butuh perhatian pemerintah.

Ia berharap dukungan dan perhatian bukan hanya slogan, namun benar-benar diperhatikan dan dibantu.

Ia menyadari bahwa lembaga ini tidak mungkin berharap bantuan pemerintah terus. Namun lembaga LKKS harus berdikari dan mandiri.

“Setidaknya, ada dukungan berupa pelatihan tentang ekonomi kreatif,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Forum Pimpinan Kecamatan,  Ketua Forum Informasi dan Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FIK LKS), perwakilsn 43 LKKS bagian Utara dan 48 bagian Selatan se Kabupaten Lombok Timur.

Edy

@diskominfotik_ntb




Sekolah Perempuan Pelangi, Merubah Perempuan Lebih Berdaya

Saatnya perempuan miliki peran nyata membangun ketahanan keluarga

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com

Sekolah perempuan “Pelangi” di Dusun Lokoq Buaq, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara berhasil mengubah perempuan-perempuan desa menjadi lebih berdaya.

Melalui sekolah perempuan ini, peran perempuan diarahkan untuk bisa lebih berperan dalam keterlibatannya dalam membangun ketahanan keluarga.

Terutama dalam isu gender dan pelibatan perempuan dalam pembangunan.

“Dalam hal literasi, Sekolah Perempuan berhasil membuktikan kiprahnya mengubah perempuan Desa Sukadana menjadi sosok dalam keluarga yang saling berbagi peran dengan kepala rumah tangga dan bersama sama membangun keluarga,” ujar Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj Niken ketika berkunjung ke Sekolah Perempuan Pelangi di Desa Sukadana, Senin (22/03).

Menurutnya, sudah saatnya perempuan memiliki peran yang lebih nyata dalam proses pembangunan keluarga.

Perempuan juga didorong mampu bersaing mengisi peluang-peluang pengembangan diri sekaligus upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Hal senada juga disampaikan Sara’iah, Ketua Sekolah Perempuan Pelangi. Ia mengatakan, kaum perempuan harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang banyak hal. Seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi sampai hak-hak perempuan dalam berbagai aspek, mulai dari keluarga sampai negara.

Ini penting untuk menjamin hak-hak dan perlindungan terhadap perempuan.

“Selama tahun 2020, kita sudah mengadvokasi 26 kasus. Tiga di antaranya adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, lainnya ada kasus pernikahan anak dan pelecehan seksual. 12 kasus selesai. Sekolah Perempuan mengedukasi perempuan Sukadana agar mengetahui haknya sebagai perempuan, misalnya jika terjadi pernikahan anak yang kerap dilegalkan oleh adat,” jelas Sara’iah.

Tidak hanya itu, kurikulum belajar disesuaikan juga dengan kebutuhan perempuan. Sehingga pola belajar yang dapat berpindah dari rumah ke rumah. memungkinkan literasi tentang banyak hal dilakuka.

Tujuannya, agar keterlibatan perempuan dalam kebijakan pembangunan desa diperhitungkan.

“Sejak 2014, Sekolah Perempuan Pelangi telah banyak pula menyumbang progres pembangunan desa Sukadana dari status tertinggal menjadi berkembang pada 2020, ungkapnya.

Saat ini, sekolah perempuan telah ada di 33 dusun dengan peserta didik perempuan warga dusun yang mulai beragam usia.

Selain itu, sejak tiga bulan terakhir media pembelajaran yang digunakan menggunakan media radio komunitas yang mengudara hingga Bayan dan sekitarnya.

Ririn Hayudiani dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra, yang membantu proses belajar peserta didik Sekolah Perempuan Pelangi, mengapresiasi perkembangan perempuan Sukadana. Terutama dalam isu gender dan pelibatan perempuan dalam pembangunan.

“Saya berharap sekolah perempuan ini bisa direplikasi dibanyak tempat lagi. Selain di KLU, di Lotim ada sekolah perempuan Tangguh di Desa Montong Betok,” pungkas Ririn.

Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB ini didampingi oleh Ketua TP PKK KLU dan Kadis DP3AP3KB Provinsi NTB.

Jm/Rr

 




Pelantikan TP PKK KLU, Pengurus Baru Diminta Bantu Wujudkan Visi-Misi Pemda

  TP PKK sebagai mitra pemerintah bisa berkontribusi dalam pencapaian hasil pembangunan di KLU, khususnya pembinaan kesejahteraan keluarga

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melantik Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) KLU, Dra Hj Galuh Nurdiyah beserta pengurus dan Pokja I hingga IV TP PKK KLU, masa bhakti 2021-2026, di Aula Kantor Bupati (15/03/21).

Dalam sambutannya, Bupati Djohan dalam berharap, dengan dilantiknya pengurus baru dapat membantu terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

Menurutnya, keberadaan PKK memiliki peran strategis sebagai lokus pemberdayaan keluarga yang dimotori oleh kaum perempuan.

“Berbagai proses pembangunan, melalui 10 program pokok PKK membantu tugas-tugas pokok pemerintah daerah   khususnya ibu-ibu dan anak-anak dengan indikator terpenuhinya kebutuhan keluarga sosial, dan budaya serta bermanfaat bagi sesama,” kata Bupati.

Program PKK dinilai strategis dan selaras dengan program pemerintah daerah 5 tahun ke depan, karena itu, TP PKK diharapkan dapat menyelenggarakan peran dan fungsi dengan baik.

TP PKK sebagai mitra pemerintah bisa berkontribusi dalam pencapaian hasil pembangunan di KLU, khususnya pembinaan kesejahteraan keluarga.

“Seiring situasi dinamika daerah, saat ini mengalami ‘keterpurukan’ dalam banyak aspek. Akibat bencana gempa bumi pada tahun 2018 dan Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, TP PKK harus lebih optimal menjalankan tugas yang diamanahkan,” urainya.

Disampaikan pula oleh orang nomor satu di Gumi Tioq Tata Tunaq ini, untuk dimaklumi pada tahun 2021 ini APBD KLU menurun drastis, sekitar 300 miliar.

“Saya ingin kita semua menyelesaikan program, dengan kondisi keuangan yang ada saat ini. Saya yakin dan percaya, daerah kita bisa kearah yang lebih maju. Bangkit kesejahteraannya yang merata. Menunjang pemerintah daerah dengan meningkatkan etos kerja,” imbuhnya.

Mitra kerja pemerintah

Ketua TP PKK KLU Dra Hj Galuh Nurdiyah dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Semoga ke depannya lebih mengabdikan diri sesuai tugas pada masing-masing Pokja. Sebgai pengurus PKK merupakan pengabdian dengan sukarela dan ikhlas.

“Oleh karna itu, pandai-pandailah membagi waktu nanti, jika ibu-ibu sudah berkegiatan. Dalam sejarah PKK merupakan mitra kerja pemerintah dari berbagai tingkatannya. Mulai dari tingkat bawah, hingga pusat. Disamping sebagai organisasi kemasyarakatan,” tandasnya.

Secara struktural, semua pengurus mengemban amanah sebagai mitra Pemda dalam kedudukan sebagai TP PKK di KLU.

Hj Galuh Nurdiyah yang mrupakan anggota DPRD KLU ini menjelaskan, PKK bertujuan memberdayakan keluarga dan anak-anak. Etos kerjanya perlu ditingkatkan dari masa ke masa. Sasarannya utama adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga baik lahir maupun batin.

“Seluruh kader PKK mempunyai tanggung jawab besar dalam melaksanakan 10 program PKK. Peran yang mengharuskan kita mengembangkan potensi keluarga dan masyarakat. Sebagai inisiator/fasilitator dalam membangun daerah. Mari kita bekerja sama, bersatu padu dalam membantu Pemda membangkitkan pembangunan daerah,” jelasnya.

Pada rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan berita acara dan serah terima memori jabatan dari Pengurus TP PKK masa bhakti 2016-2021 kepada Pengurus TP PKK KLU masa bhakti 2021-2026. Rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat, dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19, diakhiri dengan foto bersama.

Selain Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng beserta istri, acara pelantikan PKK itu juga dihadiri Penjabat Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Forkopimda KLU diantaranya Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Para Asisten Setda KLU, unsur Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1606/Lobar, Bhayangkari Polres Lotara, serta pengurus TP PKK masa bhakti 2021-2026.

sap




HBK Salurkan Bantuan Makanan Pendamping ASI untuk Gizi Balita

Untuk ibu-ibu hamil di P. Lombok, Yayasan HBK PEDULI akan bekerjasama dengan Posyandu yang ada

lombokjournal.com —

MATARAM — Tumbuh kembangnya Balita dan anak-anak sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang ideal sejak dini. Namun kenyataannya, tak semua keluarga bisa memenuhinya, akibat dari berbagai faktor, salah satunya adalah faktor ekonomi.

Wakil Ketua Komisi I  DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menyikapi hal ini dengan menyalurkan bantuan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk para Balita di P. Lombok.

Bantuan disalurkan melalui Yayasan HBK PEDULI di delapan Sekretariat HBK PEDULI secara serentak,, yang tersebar di P. Lombok, Jum’at (26/2).

Barang-barang bantuan yang disalurkan adalah biskuit-biskuit penuh gizi dan nutrisi atau yg lebih dikenal dengan makanan tambahan MP ASI, untuk para Balita dan anak-anak.

Ketua Yayasan HBK PEDULI, Hj. Dian HBK mengatakan, tujuan pemberian MP ASI ini dilakukan agar para Balita dan anak-anak bisa terjaga nutrisinya, imunnya tinggi, dan badannya sehat. Serta mampu atau kuat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19.

“Apalagi, anak-anak Balita ini termasuk ke dalam kelompok orang yang rentan terhadap serangan penyakit, sehingga ini harus kita perkuat gizi dan nutrisinya. Gizi yang cukup akan menghasilkan generasi2 muda atau generasi2 penerus yang unggul,” kata Hj. Dian HBK, istri tercinta H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Menurut Hj. Dian HBK, selain para Balita, ke depan ibu-ibu hamil juga akan menjadi perhatian dan diberikan bantuan untuk kebutuhannya.

“In syaa Allah, dalam waktu yg tidak lama lagi, makanan penuh gizi dan nutrisi buat ibu-ibu hamil juga akan disalurkan kepada ibu-ibu hamil di P. Lombok,” paparnya.

Hj. Dian HBK mengatakan, untuk ibu-ibu hamil di P. Lombok, Yayasan HBK PEDULI akan bekerjasama dengan Posyandu-Posyandu yang ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan, dan juga mengurangi angka stunting di daerah ini.

  1. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengatakan, dalam situasi sulit di masa pendemi sekarang ini hendaknya semua pihak atau elemen di P. Lombok bahu-membahu, bergotong-royong untuk membantu sesama.

Demikian juga diharapkan kepada segenap tokoh NTB untuk selalu menjaga soliditas dan kekompakan, bergotong royong dan saling meringankan. Setiap orang bisa berperan sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.

“Pandemi Covid19 ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Banyak masyarakat yang hidupnya semakin sulit sekarang, dan anak-anak Balitanya tidak terawat dengan baik. Dengan bantuan MP ASI ini, paling tidak, kita bisa saling meringankan khususnya dengan ibu-ibu yang masih memiliki anak kecil,” tandas HBK

Samurai Prabowo ini menjelaskan, saat ini pihaknya juga terus berjuang untuk bisa mendapatkan bantuan makanan tambahan buat ibu-ibu yang sedang hamil.

“Mereka juga harus terjaga gizi dan nutrisinya agar proses kehamilannya bisa berjalan lancar. In syaa Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, HBK PEDULI juga akan menyalurkan bantuan makanan tambahan buat ibu-ibu hamil di P. Lombok,” ujar HBK.

Terakhir, HBK mengapresiasi dan berterima kasih pada Ketua Yayasan HBK PEDULI atas upayanya yang selalu peduli dan bersimpati terhadap anak-anak dan kaum perempuan di P. Lombok.

“Saya sangat berterimakasih kepada ibu Hj. Dian HBK, Ketua Yayasan HBK PEDULI yang telah terus mendorong dan mengingatkan saya untuk selalu peduli dengan kaum perempuan dan anak-anak P. Lombok,” tukas HBK.

Me (*)