Forum Anak Desa Santong, Mitra Strategis Pemerintah Desa
Kegiatan Forum Anak Desa Santong penting menjawab keresahan para tokoh terkait kasus terkawinan usia dini
SANTONG.LombokJournal.com~ Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PWNU NTB menyelenggarakan kegiatan Asistensi Forum Anak Desa Santong yang berlangsung di aula Madrasah Aliyah (MA) Al-Baqiyatusshalihat NW Santong, Kamis (15/05/25).
Acara ini dibuka secara resmi dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala MA Al-Baqiyatusshalihat NW Santong, Ketua BPD Desa Santong, Kepala Desa Santong, serta perwakilan dari LAKPESDAM PWNU NTB beserta tim.
Kegiatan ini juga melibatkan fasilitator serta 22 peserta dari Forum Anak Desa Santong.
Dalam sambutannya, Alimul Akimul Akbar, S.Pd selaku kepala M.A Al-Baqiyatusshalihat NW Santong menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda terutama di usia sekolah.
“Kami menyambut baik program program seperti ini, agar siswa siswi kami juga bisa memiliki kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam kegiatan sosial”. ungkapnya
Kegiatan dari forum anak Desa Santong ini juga diharapkan bisa menjadi percontohan bagi muda mudi di kabupaten Lombok Utara pada umumnya. Seperti yang diungkapkan Hariadi S.Pd selaku ketua BPD Desa Santong pada sambutannya
“Beberapa waktu yang lalu, kami dari BOD Desa Santong sudah merampungkan draft rancangan perdes terkait pencegahan pernikahan anak usia dini, yang semoga bisa menjadi contoh juga bagi generasi muda yang lain”. ujar Hariadi
Kemudian pada kesempatan lain, Kepala Desa Santong, H.Zaeni Ansori menekankan bahwa sudah seharusnya generasi muda diberikan arahan agar mereka menyadari bahaya dan banyaknya kerugian jika menikah pada usia dini,
“Seperti yang disampaikan ketua BPD tadi, kami harap seluruh generasi muda lebih-lebih masih usia sekolah, harus mendapatkan bimbingan agar mereka menyadari bahwa pernikahan dini bukanlah hal baik,” ujar Kepala Desa Santong.
Kegiatan Forum Anak Desa Santong memberikan angin segar bagi keresahan para tokoh yang hadir terkait perkawinan usia dini. SehIngga para tokoh lain yang hadir pun memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan Forum Anak sebagai ruang strategis bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas, menyuarakan aspirasi, serta berkontribusi dalam pembangunan desa yang ramah anak.
Selain itu juga turut serta dalam mencegah terjadinya pernikahna di usia dini.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan kapasitas anak dalam hal kepemimpinan, komunikasi, serta peran aktif mereka dalam mendukung program-program perlindungan anak di tingkat desa.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat peran Forum Anak sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang inklusif, partisipatif, dan ramah anak Fik
Perempuan Harus Bersatu untuk Kemajuan NTB
Bunda Sinta mengakui bahwa NBDI telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat, terutama kaum perempuan
Penegasan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia saat menghadiri Tasyakkuranperayaan Hultah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah ke-82 dan Ultah Nahdlatul Wathan ke-72, di Islamic Center Mataram, Minggu (11/05/25)
“Kita punya pekerjaan rumah masalah kemiskinan. Kalau ibu-ibu, para perempuan, sudah turun dan mau berjalan bersama kita bisa keluar dari garis kemiskinan“, ujar Bunda Sinta.
Sinta mengakui bahwa ia mengapresiasi kiprah Muslimat NW dalam pendidikan dan pemberdayaan UMKM sampai ke pelosok NTB dalam beberapa bulan terakhir.
Terlebih, NBDI yang telah berusia 82 tahun tentu saja telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat, terutama kaum perempuan.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muslimat NW Lale Syifaun Nufus mengatakan, peran strategis perempuan untuk mengabdi, mendidik, berkarya dan berdikari jika dilaksanakan dengan keikhlasan.
Terutama dalam keluarga akan membawa perubahan besar bagi masyarakat.
NBDI didirikan pada tanggal 21 April 1943, yang bertepatan dengan ditetapkan sebagai Hari Kartini. Madrasah ini menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam di Lombok, terutama kaum perempuan.
Memiliki peran penting dalam pembaharuan pendidikan. Madrasah tersebut, telah melahirkan banyak pula tokoh dan pemimpin dalam berbagai bidang. jmy/dyd
.
Pramuka NTB Juga Gagas Gerakan Tanam Pohon
Kreatifitas Gerakan Singkong menggunakan karung yang dipraktekkan oleh salah seorang anggota Pramuka NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Sinta Agathia nilai gerakan memanfaatkan pekarangan dan lahan (Gema Pala) yang digagas Pramuka NTB merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Dalam kesempatan Sinta menegaskan, jangan menyerah dengan keterbatasan.
“Dengan memanfaatkan lahandan pekarangan setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sendiri”, ujar Sinta Agathia di Bumi Perkemahan Jaka Mandala Mataram, Sabtu (03/05/25).
Penegasan itu disampaikannya, saat memulai gerakan tanam pohon yang digagas pramuka dengan beragam tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur seperti Tomat, Cabai, Terong dan Sayuran.
Bunda Sinta mengapresiasi kreativitas tanam Singkong menggunakan karung yang dipraktekkan oleh salah seorang anggota pramuka senior.
Ketua Kwarda Pramuka NTB, Fathul Gani mengatakan, gerakan tanam pohon itu sebagai gerakan berkesinambungan dengan program PKK. Fathul mengajak PKK memanen tanaman yang ditanam hari ini, empat bulan mendatang.
“Ini sebagai bentuk komitmen bahwa gerakan ini dilakukan sungguh sungguh oleh seluruh anggota pramuka dimana saja di NTB,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Ketua PKK juga menanam Cabai dan Tomat dan mempraktekan cara menanam Ubi dalam karung serta memanen Madu Trigona.
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kwarcab dan Ranting Pramuka serta seluruh pembina Kwarda NTB dan pengurus TP PKK NTB. jmy/dyd
Gerakan Tanam Bersama untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Gerakan tanam yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi motivasi untuk ditumbuhkan dan ditularkan dalam keluarga kecil
MATARAM.Lombokjouranal.com ~Memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, TP. PKK NTB melakukan gerakan tanam berupa Cabai, Terong dan Tomat berlangsung di Halaman Kantor TP. PKK NTB, Mataram (02/05/25).
Gerakan tersebut bertajuk ‘Gerakan Tanam Bersama PKK Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga’, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Ketua TP. PKK NTB Hj. Sinta Agathia mengatakan, gerakan bersama yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi motivasi untuk ditumbuhkan dan ditularkan dalam keluarga kecil, bahkan dalam lingkungan sekitar.
“Sekecil-kecil yang kita lakukan itu adalah hal yang baik, dan hal baik pasti akan menular ke orang-orang yang baik,” ujarnya.
“Gerakan yang kita lakukan hari ini, bisa baik sehingga suatu hari nanti bisa kita panen dan menghidupkan dapur rumah tangga. Meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujarnya. san/dyd
Hari Kartini, Keterwakilan Perempuan Harus dengan Prestasi
Dalam pesan peringatan HarI Kartini, Wagub NTB mengatakan, saat ini Pemprov NTB banyak membuka ruang bagi perempuan untuk berkiprah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Dinda Dhamayanti Putri saat memimpin apel peringatan Hari Kartini di lapangan Sangkareang kantor Gubernur, Senin (21/04/25).
Dalam apel peringatan itu, selain memperingati jasa pahlawan nasional perempuan, juga menjadi momen meneguhkan eksistensiperempuan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. jm
Wagub Umi Dinda Tekankan Pendidikan dan Nilai Spiritual
Wagub Umi Dinda mengungkapkan kegiatan silaturahmi pendidikan di NW Anjani meneguhkan persaudaraan ukhuwah.
LOTIM.LombokJournal.com ~ Kualitas sumber daya manusia harus dibentuk melalui pendidikan yang kuat dengan nilai spiritualyang tinggi, tidak hanya identik dengan pembangunan fisik semata
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE . M.IP atau Wagub Umi Dinda menekankan itu saat menghadiri SilaturahmiPendidikan 1446 H yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, di kompleks Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Minggu (13/04/25).
Wagub Umi Dinda mengungkapkan, kegiatan silaturahmi pendidikan yang diselenggarakan merupakan salah satu kegiatan yang baik yang ditinggalkan oleh pendiri NW Maulanasyaikh KH. Zainuddin Abdul Madjid.
Yakni mengembalikan hal-hal baik dibulan ramadhan seperti meneguhkan persaudaraan ukhuwah.
“Semoga silaturrahmi ini kita saling dapat berkomunikasi, mempererat ukhwah dan persaudaraan dalam bingkai hangatnya kekeluargaan persatuan kesatuan. Tidak hanya mencetak generasi muda yang intelektual dan kuat secara spiritual”. jelas Umi Dinda.
Tak lupa Wagub Umi Dinda berharap keluarga besar Nahdlatul Wathan dan organisasi keagamaan di NTB untuk selalu bergandengan tangan bersama pemerintah demi kemajuan daerah negara dan bangsa.
“Izinkan kami bersama sama, (Miq Iqbal) mengambil peranan penting dan menjadi bagian dari NW guna membentuk generasi penerus bangsa, hari ini dan ke depannya,”.ungkap Wagub umi Dinda.
Sementara itu, Ketua Umum PBNW Maulanasyaikh Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani Lc. M.Pdi berpesan, agar semua santri dan santriwati untuk kembali fokus belajar menuntut ilmu usai melaksanakan ibadah puasa dan idul fitri.
Harapannya ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan ke masyarakat seperti yang diajarkan pendiri Nahdlatul Wathan Maulana Syaikh KH. Zainuddin Abdul Majid.
“Saya minta agar anak anakku santri santriwati serta para pendidik untuk kembali fokus belajar dan mengamalkan ke kehidupan masyarakat,” pesan Syaikh Atsani.
Ketua panitia acara TGH. Zaini Abdul Hanan menyampaikan kegiatan bertajuk silaturrahmi pendidikan tidak hanya melibatkan semua civitas akademik dilingkup Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani.
Acara itu juga dihadiri oleh para jamaah Nahdlatul Wathan mulai dari pengurus wilayah, daerah hingga cabang dan anak cabang.
“Alhamdulillah, Acaranya sukses dan meriah terlihat ribuan jamaah hadir tumpah ruah. Jumlah kehadiran jamaah sama pada saat acara salawatan bersama tadi malam,”. terangnya. Raden Buang
Generasi Muda Harus Dilibatkan untuk Majukan Daerah
Ajakan mengajak generasi muda khususnya generasi Z memunculkan gagasan merupakan bagian program Dekranasda NTB di tahun pertama
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal berharap, agar generasi muda leading dalam membantu pemerintah mengentaskan berbagai masalah seperti stunting hingga narkoba.
Generasi muda harus mengambil peran untuk memajukan daerah, seperti kembali mencintai hingga mampu berkarya dengan membuat tenun dan kerajinan kriya lainnya.
“Tentu harus melibatkan mereka, menumbuhkan kecintaan anak muda dengan harapan, mereka kembali mencintai kebudayaan kerajinan tenun di NTB,” terang Sinta saat menerima audiensi finalis puteri Indonesia 2025 di Pendopo Gubernur, Kamis (10/04/25).
Istri gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda NTB itu menambahkan, ajakan kepada generasi Z untuk memunculkan ide atau karya cukup beralasan, dikarenakan selaras dengan program kerja di tahun pertama Dekranasda NTB yakni berfokus pada pembinaan para penggiat tenun, kerajinan serta mempromosikan kekayaan kriya NTB.
“Saat ini Dekranasda fokus pada pembinaan. Dalam hal ini kami mengajak generasi Z kembali membuat karya terlebih tenun Sumbawa yang belakangan ini jarang ditemukan regenerasi penggiatnya,” tegas Sinta.
Selanjutnya, tak lupa ia berpesan agar finalis puteri Indonesia asal NTB yang akan berkompetisi di Jakarta Convention Center pada 2 Mei 2025 mampu mempresentasikan kekayaan kriya NTB mulai dari tenun Lombok, Sumbawa, Dompu hingga Bima.
Sebelumnya finalis puteri Indonesia NTB Cahaya Sukmadewi mengungkapkan misi yang akan membawa isu pemberdayaan perempuan di NTB, dimana ia akan mengajak perempuan hebat NTB untuk menggali potensi yang mereka miliki sesuai dengan passion yang ia geluti saat ini yakni bisnis fashion.
“Saya ingin perempuan NTB harus bisa memanfaatkan peluang, terlebih generasi muda harus ikut terlibat sebagai leader kemajuan UMKM NTB ke depan,” ungkap Sukma.
Selanjutnya perempuan yang berstatus mahasiswi di Universitas Mataram ini berharap langkah yang ia ikhtiarkan untuk generasi muda NTB dapat membantu membuka peluang kemandirian kerja dan membantu menurunkan angka pengangguran kemiskinan.
“Saya berharap akan terus berdampingan bersama pemerintah, untuk mengentaskan berbagai permasalahan yang ada,” terang Sukma. Rabuang/her
Bappeda Akan Menjadi Backbone Pemerintah NTB
Gubernur Miq Iqbal ingin memperkuat Bappeda ke depan sebagai backbone atau tulang punggung pemerintah NTB dalam merancang pembangunan NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan menjadi backbone atau tulang punggung dalam merancang dan mengawal pembangunan di NTB.
Hal ini disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dalam pemaparan rencana awal dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB Tahun 2025-2029 di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Senin (24/03/25).
Menurut Gubernur NTB, Bappeda memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program pembangunan di NTB agar terarah dan berkelanjutan.
“Saya ingin memperkuat Bappeda ke depan sebagai backbone pemerintah NTB, kalau perencaan kita bagus 50 persen pekerjaan kita selesai,” ujar Gubernur Miq Iqbal.
Gubernur Miq Iqbal ingin memastikan di tahun pertama dirinya dan Umi Dinda menjabat sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Provinsi NTB, pondasi program Iqbal Dinda sudah kokoh.
Dengan tujuan sesegera mungkin masyarakat dapat merasakan realisasiVisi NTB Makmur Mendunia.
“Kami ingin memastikan di tahun ini sebagian besar program Iqbal Dinda itu sudah bisa dilaksanakan, mungkin kita tidak bisa membuat sesuatu itu terjadi di tahun ini tetapi setidaknya pondasinya sudah jadi,” tambahnya.
Gubernur Miq Iqbal juga menekankan tiga fokus isu penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Yakni isu lingkungan di mana mengharuskan semua sektor berkontribusi dalam penyelesaiannya. Lalu isu perempuan dan anak yang maksud dan penjelasannya sama seperti isu lingkungan bahwa tidak lagi dikelola secara sektoral tetapi semua sektor akan mengelola sehingga lebih kuat pencapaian dan pelaksanaannya.
Terakhir isu transformasi digital yang penjelasannya transformasi digital bukan pengembangan aplikasi melainkan penguatan sistem yang berbasis digital.
“Ada beberapa isu yang selama ini yang mengalami lokalisasi isu lingkungan, semua sektor itu harus mencerminkan isu lingkungan itu. Isu perempuan dan anak, semua dinas akan mengelola sehingga menjadi lebih kuat dalam pencapaian dan pelaksanaannya,” kata gubernur.
Terakhir transformasi digital keharusan kita sekarang ada bergerak semua harus bergerak
Dan transformasi digital itu bukan pengembangan aplikasi, tetapi kuatkan sistem yang digitalisasi kan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., menyatakan kesiapannya untuk menjalankan arahan Gubernur dengan memperkuat perencanaan dan pengawasan pembangunan.
“Kami siap menjadikan Bappeda sebagai pusat perencanaan yang adaptif dan inovatif guna mendukung visi NTB makmur mendunia,” ujarnya. ***
Ketua TP PKK NTB Ajak Sukseskan Program Pemerintah
Ketua TP PKK NTB mengharapkan, kegiatan Gelar Pangan Makmur Mendunia ditahun 2025 di Lombok utara dapat membantu kebutuhan dasar masyarakat
KLU.LombokJournal.com ~ Ketua TP PKK (Tim Penggerak) Provinsi NTB Sinta Agathia Iqbal mengajak masyarakat khususnya di Lombok utara agar mendukung semua program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun Pemkab Lombok Utara.
“Saya minta dukungan dan do’a agar semua program pemerintah dibawah kepemimpinan Mamiq Iqbal dan Ummi Dinda dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkap Sinta.
Hal itu disampaikan dalam acara Gelar Pangan Makmur Mendunia di Kantor Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Lombok utara Kamis (20/03/25).
Selanjutnya Sinta mengharapkan, kegiatan Gelar Pangan Makmur Mendunia ditahun 2025 di Lombok utara dapat membantu kebutuhan dasarmasyarakat.
“Terlebih kegiatan ini selain menawarkan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran juga terdapat berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng hingga berbagai jenis kebutuhan pokok lainnya. Kami hadir menggelar pangan murah ini untuk memenuhi kebutuhan ibu ibu semua,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara Hj. Rohani Najmul Akhyar sebelumnya menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Lombok utara sebagai lokasi kick off gelaran pangan makmur mendunia ini.
Menurut Ketua TP PKK Lombok Utara akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan terlebih di bulan puasa ramdhan.
“Terima kasih telah memilih Lombok Utara sebagai lokasi untuk berbagi. Semoga dengan acara luar biasa ini berjalan lancar dan tentunya berkah,” terang Rohani.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari kesatuan gerak PKK KE-53 yang mengangkat tema “PKK Berbagi” ini dilanjutkan di lima lokasi berbeda di masing masing kecamatan.
Di antaranya di TPQ Banu Mabaf Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Ponpes Hamilul Qur’an, Desa Sigar Penjalin, Ponpes Khairun Nawa NW, Dusun Gerak gali, desa Sokong, kec. Tanjung, Selanjutnya di Dusun Kube Mematik, Desa Tido Daye, Desa Bentek Kecamatan Ganggandan terakhir di ponpes Manbaul Bayan NW, Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan. R.Buang/her
Dunia Anak-anak dan Orang Dewasa, Perspektif Memandang Hidup
Dunia anak-anak memandang waktu sangat fleksibel dan berorientasi pengalaman, dunia orang dewasa memiliki konsep terstruktur dan berorientasi pada tugas
Catatan : Agus K. Saputra
lombokjournal.com ~ Saat bermain tak kenal waktu. Bisa jadi, waktu pun tak kenal mereka. Dunia anak-anak ini melumuri dunianya sendiri dengan bermain-main. Sebuah fragmenmemang harus penuh daya hidup. Tak terkecuali anak-anak ini.
Bersama-sama melewati hari penuh kecerian, sedikit senda gurau bahkan pertengkaran kecil. Setelah itu kembali tertawa bersama.
Sesuatu yang mungkin dirindukan orang-orang dewasa. Sesuatu yang mungkin mendadak leyap dalam senyum orang-orang dewasa. Sesuatu yang mungkin penuh oleh kepenatan hidup orang-orang dewasa.
Dunia anak-anak kecil ini sesungguhnya potret nyata. Kita, orang-orang yang menyebut dirinya dewasa, sesungguhnya kehilangan waktu. Sekedar bermain dan menikmati, alih-alih bersyukur- begitu sulit dilakukan.
Momen-momen seperti ini membuat kita sadar bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesederhanaan dan kebebasan untuk menikmati hidup. Anak-anak ini tidak memikirkan tentang masalah atau kekhawatiran, mereka hanya menikmati saat ini dan bermain dengan gembira.
Kita, sebagai orang dewasa, dapat belajar dari mereka tentang bagaimana cara menikmati hidup dan menghargai kesederhanaan. Mari kita ambil waktu untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan menikmati keindahan dunia di sekitar kita.
Mungkin kita dapat memulai dengan mengingat kembali masa kecil kita, ketika kita masih memiliki kebebasan untuk bermain dan menikmati hidup tanpa beban. Mungkin kita dapat memulai dengan mengambil waktu untuk bermain dengan anak-anak kita, atau dengan melakukan hal-hal yang kita sukai.
Apapun itu, mari kita jangan lupa untuk menghargai kesederhanaan dan kebebasan untuk menikmati hidup. Mari kita jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki, dan untuk menikmati setiap momen dalam hidup kita.
Dan saat kita melihat dunia anak-anak ini bermain dengan gembira, mari kita ingat kembali bahwa kebahagiaan sejati tidak perlu dicari jauh-jauh. Kebahagiaan sejati ada di dalam diri kita sendiri, dan dapat ditemukan dalam kesederhanaan dan kebebasan untuk menikmati hidup.
Konsep Waktu
Konsep waktu bagi anak-anak dan orang dewasa memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Berikut beberapa perbedaan tersebut:
Konsep Waktu Bagi Anak-Anak
Waktu yang Fleksibel: Anak-anak memiliki konsep waktu yang fleksibel dan tidak terstruktur. Mereka tidak memiliki kesadaran yang kuat tentang waktu dan tidak dapat membedakan antara waktu yang lama dan waktu yang singkat.
Waktu yang Berorientasi pada Pengalaman: Anak-anak memiliki konsep waktu yang berorientasi pada pengalaman. Mereka mengukur waktu berdasarkan pengalaman dan kegiatan yang mereka lakukan, bukan berdasarkan jam atau kalender.
Waktu yang Tidak Terikat: Anak-anak memiliki konsep waktu yang tidak terikat. Mereka tidak memiliki kesadaran tentang waktu yang terbatas dan tidak dapat membedakan antara waktu yang telah berlalu dan waktu yang akan datang.
Konsep Waktu Bagi Orang Dewasa
Waktu yang Terstruktur: Orang dewasa memiliki konsep waktu yang terstruktur dan terorganisir. Mereka memiliki kesadaran yang kuat tentang waktu dan dapat membedakan antara waktu yang lama dan waktu yang singkat.
Waktu yang Berorientasi pada Tugas: Orang dewasa memiliki konsep waktu yang berorientasi pada tugas. Mereka mengukur waktu berdasarkan tugas dan kegiatan yang harus mereka lakukan, bukan berdasarkan pengalaman atau kegiatan.
Waktu yang Terikat: Orang dewasa memiliki konsep waktu yang terikat. Mereka memiliki kesadaran tentang waktu yang terbatas dan dapat membedakan antara waktu yang telah berlalu dan waktu yang akan datang.
Perbedaan Antara Konsep Waktu Anak-Anak dan Orang Dewasa
Fleksibilitas: Konsep waktu anak-anak lebih fleksibel dan tidak terstruktur, sedangkan konsep waktu orang dewasa lebih terstruktur dan terorganisir.
Orientasi: Konsep waktu anak-anak berorientasi pada pengalaman, sedangkan konsep waktu orang dewasa berorientasi pada tugas.
Kesadaran: Konsep waktu anak-anak tidak memiliki kesadaran yang kuat tentang waktu, sedangkan konsep waktu orang dewasa memiliki kesadaran yang kuat tentang waktu.
Bisa dikatakan, konsep waktu bagi anak-anak dan orang dewasa memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Anak-anak memiliki konsep waktu yang fleksibel dan berorientasi pada pengalaman, sedangkan orang dewasa memiliki konsep waktu yang terstruktur dan berorientasi pada tugas.
Berikut beberapa pandangan filsuf tentang dunia anak-anak:
Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)
Rousseau berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dalam keadaan murni dan baik, namun kemudian dipengaruhi oleh masyarakat dan lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya mempertahankan keaslian dan kepolosan anak-anak.
Immanuel Kant (1724-1804)
Kant berpendapat bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk belajar dan berkembang melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan kemampuan anak-anak.
2. Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Nietzsche berpendapat bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk menciptakan dan membangun dunia mereka sendiri melalui imajinasi dan kreativitas. Ia menekankan pentingnya mempertahankan semangat dan kreativitas anak-anak.
3. Martin Heidegger (1889-1976)
Heidegger berpendapat bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk mengalami dan memahami dunia sekitar mereka melalui pengalaman langsung dan intuitif. Ia menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan anak-anak untuk mengalami dan memahami dunia sekitar mereka.
4. Gaston Bachelard (1884-1962)
Bachelard berpendapat bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk menciptakan dan membangun dunia mereka sendiri melalui imajinasi dan fantasi. Ia menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan anak-anak untuk berimajinasi dan berfantasi.
Dalam pandangan filsuf-filsuf tersebut, dunia anak-anak dipandang sebagai suatu tempat yang penuh dengan kemungkinan, kreativitas, dan imajinasi. Mereka menekankan pentingnya mempertahankan keaslian, kepolosan, dan kemampuan anak-anak untuk mengalami dan memahami dunia sekitar mereka.
Berikut beberapa pandangan filsuf tentang dunia orang dewasa:
Jean-Paul Sartre (1905-1980)
Sartre berpendapat bahwa orang dewasa memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan nasib mereka sendiri. Namun, kebebasan ini juga membawa tanggung jawab yang besar, sehingga orang dewasa harus menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka.
Martin Heidegger (1889-1976)
Heidegger berpendapat bahwa orang dewasa cenderung terjebak dalam rutinitas dan kebiasaan sehari-hari, sehingga mereka kehilangan kesadaran akan keberadaan mereka sendiri. Ia menekankan pentingnya refleksi dan kesadaran diri untuk mengatasi kejenuhan dan kehilangan makna.
Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Nietzsche berpendapat bahwa orang dewasa cenderung terjebak dalam nilai-nilai dan norma-norma sosial yang membatasi kebebasan dan kreativitas mereka. Ia menekankan pentingnya menghancurkan nilai-nilai lama dan menciptakan nilai-nilai baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan individu.
Søren Kierkegaard (1813-1855)
Kierkegaard berpendapat bahwa orang dewasa cenderung mengalami kecemasan dan ketidakpastian dalam menghadapi kehidupan. Ia menekankan pentingnya iman dan kesadaran akan keberadaan Tuhan untuk mengatasi kecemasan dan ketidakpastian tersebut.
Michel Foucault (1926-1984)
Foucault berpendapat bahwa orang dewasa cenderung terjebak dalam struktur kekuasaan dan pengetahuan yang membatasi kebebasan dan kreativitas mereka. Ia menekankan pentingnya mengkritik dan menghancurkan struktur-struktur tersebut untuk menciptakan kebebasan dan kreativitas yang lebih besar.
Dalam pandangan filsuf-filsuf tersebut, dunia orang dewasa dipandang sebagai suatu tempat yang kompleks dan penuh dengan konflik, kecemasan, dan ketidakpastian. Mereka menekankan pentingnya refleksi, kesadaran diri, dan kritik terhadap struktur-struktur sosial dan kekuasaan untuk menciptakan kebebasan dan kreativitas yang lebih besar.
Peran Orang Tua
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Berikut beberapa peran orang tua dalam tumbuh kembang anak:
Pendidikan dan Pengasuhan
Orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan pengasuhan yang baik kepada anak-anak mereka. Ini termasuk memberikan kasih sayang, perhatian, dan dukungan yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang.
Membentuk Karakter dan Nilai
Orang tua berperan dalam membentuk karakter dan nilai anak-anak mereka. Mereka harus memberikan contoh yang baik dan mengajarkan anak-anak mereka tentang nilai-nilai yang penting seperti kejujuran, kesabaran, dan empati.
Mengembangkan Kemampuan Anak
Orang tua harus membantu anak-anak mereka mengembangkan kemampuan mereka. Ini termasuk memberikan kesempatan anak untuk belajar, bermain, dan bereksperimen dengan lingkungan sekitar.
Memberikan Dukungan Emosional
Orang tua harus memberikan dukungan emosional kepada anak-anak mereka. Ini termasuk memberikan kasih sayang, perhatian, dan pengertian ketika anak-anak mereka mengalami kesulitan atau kegagalan.
Mengajarkan Anak untuk Bertanggung Jawab
Orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ini termasuk memberikan anak-anak mereka kesempatan untuk membuat keputusan dan menghadapi konsekuensi dari keputusan mereka.
Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak
Orang tua harus membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan sosial mereka. Ini termasuk mengajarkan anak-anak mereka tentang cara berinteraksi dengan orang lain, cara berkomunikasi efektif, dan cara menyelesaikan konflik.
Mengajarkan Anak untuk Menghargai dan Menghormati Orang Lain
Orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka untuk menghargai dan menghormati orang lain. Ini termasuk mengajarkan anak-anak mereka tentang cara berperilaku yang sopan, cara menghormati orang lain, dan cara menghargai perbedaan.
Dengan demikian, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Mereka harus memberikan pendidikan, pengasuhan, dan dukungan yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat, bahagia, dan sukses.
Pembelajaran Bagi Orang Dewasa
Berikut beberapa alasan mengapa orang dewasa harus kembali belajar ke dunia anak-anak:
Mengembalikan Kepolosan dan Kesederhanaan
Dunia anak-anak penuh dengan kepolosan dan kesederhanaan. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembalikan kepolosan dan kesederhanaan dalam hidup mereka.
Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Anak-anak memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan menggunakan imajinasi mereka. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka.
Mengembalikan Semangat dan Antusiasme
Anak-anak memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam melakukan sesuatu. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembalikan semangat dan antusiasme mereka.
Mengembangkan Kemampuan untuk Bermain dan Menikmati
Anak-anak memiliki kemampuan untuk bermain dan menikmati hidup. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembangkan kemampuan untuk bermain dan menikmati hidup.
Mengembangkan Kemampuan untuk Menghadapi Tantangan
Anak-anak memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan belajar dari kesalahan. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dan belajar dari kesalahan.
Mengembangkan Kemampuan untuk Berempati dan Mengerti
Anak-anak memiliki kemampuan untuk berempati dan mengerti orang lain. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembangkan kemampuan untuk berempati dan mengerti orang lain.
Mengembangkan Kemampuan untuk Menghargai dan Menghormati
Anak-anak memiliki kemampuan untuk menghargai dan menghormati orang lain. Orang dewasa dapat belajar dari anak-anak untuk mengembangkan kemampuan untuk menghargai dan menghormati orang lain.
Pendek kata, orang dewasa dapat belajar banyak dari dunia anak-anak. Mereka dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, semangat, dan antusiasme mereka, serta mengembangkan kemampuan untuk bermain, menikmati, menghadapi tantangan, berempati, dan menghargai orang lain.
Dalam Al-Qur’an, dunia anak dan orang dewasa memiliki beberapa perspektif yang berbeda. Berikut beberapa ayat yang terkait:
Dunia Anak
Kesucian dan Keaslian: Al-Qur’an menyebutkan bahwa anak-anak dilahirkan dalam keadaan suci dan asli (QS. Al-A’raf: 172-173).
Kemampuan Belajar: Al-Qur’an menyebutkan bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk belajar dan mengembangkan diri (QS. Al-Isra’: 36).
Kewajiban Orang Tua: Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik dan mengasuh anak-anak mereka dengan baik (QS. Al-Baqarah: 233).
Dunia Orang Dewasa
Tanggung Jawab: Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menjalankan hidup mereka dengan baik dan bertanggung jawab (QS. Al-Isra’: 36).
Kewajiban untuk Beribadah: Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang dewasa memiliki kewajiban untuk beribadah dan menjalankan perintah Allah (QS. Al-Baqarah: 21).
Kemampuan untuk Membuat Pilihan: Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang dewasa memiliki kemampuan untuk membuat pilihan dan menentukan nasib mereka sendiri (QS. Al-Insan: 3).
Penutup
Dunia anak-anak dipandang sebagai suatu tempat yang penuh dengan kepolosan, kesederhanaan, dan kreativitas, sedangkan dunia orang dewasa dipandang sebagai suatu tempat yang kompleks dan penuh dengan tanggung jawab.
Peran Orang Tua
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Mereka harus memberikan pendidikan, pengasuhan, dan dukungan yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat, bahagia, dan sukses.
Pembelajaran Bagi Orang Dewasa
Orang dewasa dapat belajar banyak dari dunia anak-anak. Mereka dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, semangat, dan antusiasme mereka, serta mengembangkan kemampuan untuk bermain, menikmati, menghadapi tantangan, berempati, dan menghargai orang lain.
Perspektif Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, dunia anak dan orang dewasa memiliki beberapa perspektif yang berbeda. Anak-anak dipandang sebagai makhluk yang suci dan asli, yang memiliki kemampuan untuk belajar dan mengembangkan diri.
Orang dewasa dipandang sebagai makhluk yang bertanggung jawab, yang memiliki kewajiban untuk menjalankan hidup mereka dengan baik dan bertanggung jawab. ***