PKK NTB Siap Jadi Organisasi Modern, Kata Bunda Niken

Perubahan kegiatan PKK akan disesuaikan perkembangan zaman, misalnya komunikasi dan berbagi informasi tentang kegiatan lewat smartphone

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) disiapkan menjadikannya organisasi modern dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Hj. Niken Saptarini Widyawati

Inilah salah satu perubahan paradigma hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas)

Ketua TP PKK, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc, mengatakan itu pada kader PKK Kabupaten Lombok Tengah, di kantor Desa Pemepek, Selasa (15/06/21).

“Dalam agenda kerja kelompok kerja atau Pokja 1, kegiatan kerja yang lama mengenai pola asuh anak dan remaja dengan kasih sayang, diganti menjadi pola asuh di era digital,” jelas Bunda Niken, sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Limbah DioLah, Jadi Sekolah Plastik Pertama di Dunia

Beberapa perubahan kegiatan TP PKK yang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Begitu pula dengan kegiatan keluarga sehat dan sejahtera, ditambahkan menjadi keluarga bebas narkoba.

Kemudian kegiatan literasi ditambahkan pula keluarga sadar administrasi kependudukan, agar keluarga dapat mengakses layanan layanan pemerintah.

Selain itu ada pula literasi tentang pernikahan dini, kegiatan PKK Goes to School, PKK Goes to Majelis Ta’lim serta PKK sahabat anak dan remaja, pengganti Karang Taruna yang kini mulai hilang.

Dalam agenda kegiatan Pokja 2 hasil Rakernas yang fokus pada ekonomi dan pendidikan mewajibkan PAUD Holistik dan Integratif selama setahun. Di bidang ekonomi, PKK NTB mulai mendorong agar PKK desa mendirikan koperasi dan toko PKK.

Kegiatan Pokja 3 menambahkan literasi rumah sehat layak huni dan sanitasi sedangkan Pokja 4 menambahkan stunting dan penanganan Covid 19 dalam agenda kegiatannya.

Mengawali roadshow TP PKK NTB di kabupaten Lombok Tengah, dan dilanjutkan ke sepuluh kabupaten/kota,

Bunda Niken berpesan, kegiatan PKK tidak hanya kegiatan rutin. Sebagai bagian dari upaya menuju keluarga sejahtera, tanggungjawab sebagai ibu dan warga masyarakat menjadi semangat para kader PKK.

“Paling sederhana dari memanfaatkan teknologi informasi itu kan komunikasi dan berbagi informasi tentang kegiatan lewat smartphone masing masing, yang sekarang ini semua orang pasti punya,” terangnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Sebagai Target Kerja PKK NTB

Ketua TP PKK Loteng, Nurul Aini Fathul Bahri mengatakan, kunjungan ini sangat dinantikan oleh kader PKK Loteng untuk memperoleh informasi terbaru dari hasil Rakernas dan pembekalan bagi para kader.

“Saat ini kami fokus agar Posyandu Keluarga bisa diwujudkan dari Posyandu yang ada,” ujar Aini.

diskominfotikntb




Sinergikan Program, PKK KLU Rakor Bersama OPD

TANJUNG.lombokjournal.com Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu membuka Rapat Kordinasi (Rakor) Tim Penggerak PKK KLU bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Rabu (09/96/21).

Sinergi PKK

Penyelenggaraan rakor tersebut untuk mesinergikan program PKK dan OPD.

Hadir pula para Kepala OPD di antaranya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs Faisol MSi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Tisno SE, Plt Kepala Dinas Dukcapil KLU Tresnahadi SPt, dan Jajaran OPD lainnya, Jajaran Pengurus TP PKK beserta tamu undangan.

Hj Galuh Nurdiyah mengawali arahannya menyampaikan tujuan pertemuan tersebut, yakni membangun sinergitas program-program PKK dan OPD Pemda Lombok Utara.

BACA JUGA: Gubernur NTB Akan Siapkan Lahan Tanaman Porang untuk Investor

Pentingnya pertemuan dengan instansi terkait, karena program PKK banyak yang relevan dengan program atau kegiatan yang ada pada masing-masing instansi.

“Saya yakin program PKK banyak terkait dengan program dinas sehingga kami sampaikan pada pembina, dalam hal ini Bupati Lombok Utara. Sinergi PKK dapat membantu dalam menyukseskan realisasi kinerja pada masing-masing OPD yang berkaitan,” tuturnya.

Menurutnya, PKK tidak memiliki dana khusus seperti tahun-tahun sebelumnya. Mendapatkan dana hibah, sehingga pihaknya leluasa dalam bergerak menyukseskan program-program yang ada.

“Kepada seluruh pengurus, mari kita bekerja walaupun belum ada dana pasti yang kita harapkan. Alhamdulillah semua pengurus PKK dapat melaksanakan kegiatan program yang ada pada masing-masing Pokja,” imbuhnya.

Sementara itu, mengingat PKK setiap tahunnya ada perlombaan seperti Lomba Hatinya PKK, Lomba Kelompok Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga dan lainnya.

Hal tersebut menginisiasi adanya pertemuan yang intensif membangun sinergi dengan pihak terkait, guna kemajuan pembangunan Lombok Utara.

Secara kedinasan, penganggaran spesifik program PKK tidak ada, namun mungkin ada program OPD yang bisa disinergikan dengan program PKK, untuk direalisasikan.

BACA JUGA: BPD dan Pemdes Musyawarah untuk Pemindahan Kantor Desa Jenggala

“TP PKK KLU bertekad mempunyai sumbangsih, turut serta dalam membangun Lombok Utara dengan tulus, sesuai dengan kemampuan masing-masing Pokja dan dijalani dengan senang hati. Pokja yang ada di PKK, dapat menyampaikan program-programnya pula pada dinas, berkoordinasi sampai kerja sama program bisa terealisasi,” tandasnya.

Dalam Rakor tersebut, kehadiran OPD terkait penting, selain untuk mengetahui program apa saja yang relevan dengan program PKK KLU. Program PKK dapat didukung oleh OPD dengan mesinergikan program.

Selanjutnya, dijelaskan Ketua TP PKK KLU, Program Dasawisma perlu pula menjadi perhatian hingga masing-masing dusun mesti terbentuk.

Diharapkan ke depan untuk Lomba Desa, dalam tiap kecamatan paling tidak, ada satu desa binaan bersama antara OPD dengan PKK.

Pada kegiatan Rakor tersebut, seluruh perwakilan dinas menyampaikan program-program yang berkaitan dengan Program PKK KLU.

Di antaranya dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, DP2KBPMD, Bappeda dan lainnya guna menyelaraskannya. Sebagaimana sinergi program kerja sama antara OPD dan PKK KLU.

wld




Bupati Letakkan Batu Pertama Gedung Club Baca Perempuan

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melakukan peletakan batu pertama Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri, di Jambi Anom, Senin (07/06/21)

Dalam sambutannya Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan, pembangunan Gedung Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri menelan biaya berkisar 10 miliar rupiah dari bantuan pusat.

“Saya hadir di sini senada dengan yang saya lakukan hari ini, anak belajar interaksi dengan alam sebagai anak negeri yang disponsori oleh Lembaga Club Baca Perempuan, maka kepadanya saya berterima kasih sebagai Kepala Daerah,” tuturnya.

BACA JUGA: Moeldoko: Pembangunan Pengembanan BIZAM Berjalan Lancar

Dikatakan Bupati Djohan, pendidikan PAUD berperan penting mengisi relung hati anak bangsa sejak dini dan memperkenalkannya dengan alam sekitar.

Disamping itu pula, perlu dikhawatirkan imbas perkembangan teknologi yang begitu cepat, walaupun di sisi lain memberi manfaat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiasi dan partisipasi mendirikan gedung TK PAUD Anak Negeri untuk geliat membaca karena adanya fenomena kurangnya minat baca,” imbuhnya.

Bupati berharap, adanya Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri, dapat menjadi semangat baru bagi anak-anak melakukan kegiatan membaca dan cinta membaca.

Menurut bupati dua periode ini, keberadaan yayasan cukup membantu pada saat situasi pendapatan daerah menurun drastis akibat Covid-19 di Lombok Utara.

Selain itu, lokasi pendirian gedung tersebut representatif dengan kondisi alam yang terbuka. Namun demikian, akses jalan menuju lokasi perlu menjadi perhatian Pemda KLU.

“Belum banyak yang bisa kita perbuat tahun ini, karena kondisi keuangan daerah yang belum mampu akibat Covid-19,” tandasnya.

Dijelaskan pula, masih banyak persoalan daerah yang belum diselesaikan seperti belum dibangunnya Kantor Bupati dam Gedung DPRD.

Pihaknya optimis, sedikit demi sedikit permasalahan daerah akan dibenahi, dan dibangun agar pada saatnya seluruh komponen daerah mampu berkiprah membangun Lombok Utara.

“Mari kita utuh bersatu bangun dari keterpurukan, insya Allah Pemda tidak menutup mata terhadap kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu yang banyak bergerak dalam bidang pendidikan, untuk tumbuh kembangnya minat baca anak bangsa di daerah kita,” urainya.

Dituturkannya, amaliah yayasan mencerdaskan anak bangsa melalui PAUD Alam Anak Negeri dan club baca memiliki banyak makna untuk kemajuan pendidikan Lombok Utara pada masa yang akan datang.

Sementara itu, Nursida Syam SS mengingatkan, usia Club Baca Perempuan telah memasuki 14 tahun.

Namun kesediaan Bupati Lombok Utara bersama-sama menyaksikan dan meletakkan batu pertama Sekretariat Bersama (Sekber) Club Baca Perempuan dan Gedung PAUD Anak Negeri tersebut.

“Gedung ini sumbangsih atau tali kasih dari salah seorang kawan jauh dari Prancis. Dia saudara kami, sahabat kami kakanda Irwan, beliaulah yang kemudian mendatangkan rezeki besar untuk Club Baca Perempuan. Kami juga berharap ini menjadi aset bersama untuk Lombok Utara ke depan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Nursida Syam menyampaikan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bupati Lombok Utara meluangkan waktu sekaligus menyempatkan diri hadir.

“Kami harapkan nanti pada pertemuan selanjutnya bisa hadir untuk meresmikan gedung ini agar dapat memberi manfaat” tutupnya.

BACA JUGA: Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

Acara dilanjutkan dengan dengan prosesi peletakan batu pertama kemudian foto bersama dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hadir saat itu Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Djohan Sjamsu, Ketua Lembaga Club Baca Perempuan Nursida Syam SS, unsur Camat Tanjung serta tokoh masyarakat setempat.

wld




Bunda PAUD KLU Road Show di Gangga

GANGGA.lombokjournal.com

Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara, Hj Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu, melakukan Road show monitoring dan evaluasi Program PAUD Holistik Integratif di PAUD Syifa Anjani NW Dusun Paok Rempek, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Jum’at (28/05/21).

Hadir pula NTB Field Manager Save the Children Harun Anggo, Pelaksana Tugas Camat Gangga Parihin SSos, Kades Genggelang Almaududi SPd, Pengurus PAUD Syifa Anjani, H Sabnur, para guru serta wali murid.

Hj Galuh Nurdiah menyampaikan, kunjungan ke PAUD Syifa Anjani di Dusun Paok Rempek berbeda dengan PAUD lainnya. Pasalnya, keberadaan Paud Syifa Anjani di pelosok desa dan jauh dari pusat kota.

BACA JUGA:

Musdes Rekomendasikan Pemekaran Desa Samba

“Sampai saat ini, baru tiga PAUD HI yang kami kunjungi dari total 40 PAUD yang sudah HI di Lombok Utara. Ke depannya kami berharap kelanjutan kerja sama terus terjalin,” tuturnya.

Bunda PAUD yang juga Ketua PKK ini mengungkapkan, demi kemajuan PAUD yang ada di Lombok Utara sangat dibutuhkan dukungan dari pemerintah. Baik di desa, kecamatan, bahkan kabupaten agar masalah terkait dengan anggaran PAUD menjadi perhatian bersama.

Kepada wali murid, Bunda PAUD KLU berpesan apa yang diperoleh anak-anak di sekolah menjadi kebiasaan baik untuk diterapkan di rumah, serta memperhatikan gizi makanan anak-anak.

Sementara itu, NTB Field Manager Save the Children Harun Anggo menyampaikan untuk program pendampingan  PAUD saat ini dilaksanakan di tiga kecamatan Bayan, Kayangan dan Gangga.

“Kami sudah membangun dan merenovasi sekitar 40 PAUD. Program pendampingan Save the Children tidak semata untuk fisik saja, melainkan SDM mulai komite, guru, siswa dan memberikan fasilitas lengkap agar para guru dan siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

Pengurus PAUD Syifa Anjani NW, H Sabnur menceritakan awal berdiri PAUD sejak tahun 2014. Dengan memanfaatkan rumah warga pada tahun 2016 menjadi PAUD Terpadu tetapi mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 2018.

BACA JUGA:

Bupati KLU Lantik Direktur dan Pengawas Perumda Air Minum

Berkat kerja sama masyarakat di Paok Rempek dan bantuan dari Save the Children, gedung sekolah PAUD bisa terbangun, dan melakukan pembinaan kepada guru dengan dilengkapi  fasilitas penunjang.

Acara dilanjutkan dengan dialog bersama guru dan wali murid serta penyerahan perlengkapan sekolah untuk siswa PAUD Syifa Anjani NW.

rar




Ummi Rohmi: Posyandu Keluarga Solusi Permasalahan Perempuan dan Anak

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah  targetkan empat capaian yang harus dikerjakan terkait permasalahan anak dan perempuan.

DP3AP2KB NTB sebagai leading sektor, di antaranya menghadirikan kota layak anak, menurunkan angka perkawinan anak dan menurunkan perdagangan orang serta menurunkan kekerasan terhadap perempuan.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Ummi Rohmi sapaan akrabnya, berharap posyandu keluarga dapat dimaksimalkan keberadaannya, khususnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan anak dan perempuan.

Keberadaan posyandu keluarga sebagai sarana pelayanan Kesehatan dari bayi hingga lansia, sehingga seluruh segmen usia mapun genre dapat ditangani.

BACA JUGA:

Posyandu Keluarga Harus Berperan Lindungi Anak Korban Stigma Keluarga Teroris

“Kalau dulu layanan posyandu kita hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, kedepannya di Provinsi NTB tidak boleh melayani ibu dan bayi saja, tapi posyandu yang komplit melayani dari bayi hingga lansia,” tutur Ummi Rohmi.

Ia menyampaikannya saat memimpin rapat bersama DP3AP2KB yang  berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/05/21).

Posyandu Keluarga yang diharapkan Ummi Rohmi dapat memenuhi empat elemen posyandu, yakni posyandu KIA, Posbindu, Posyandu Keluarga dan Posyandu Lansia.

“Keberadaan Posyandu Keluarga diharapkan mampu menopang 4 elemen posyandu yang nantinya diaktifkan seluruh dusun dan lingkungan yang ada di NTB, ” tuturnya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB terus berikhtiar mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak di NTB, melalui koordinasi yang dilakukan bersama Wagub NTB.

Selain itu, di NTB Kota Layak Anak sebanyak empat lokasi yang berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Dompu dan Kabupaten Bima.

Kepala Dinas DP3AP2KB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM mengharapkan agar tahun ini NTB dapat menambah dua kota layak anak.

“Menargetkan setiap tahun ada dua kota layak anak yang diberikan penilaian oleh pusat, sampai saat ini NTB memiliki empat kota layak anak, dan diharapkan tahun ini bisa dapat dua lagi dan sekarang masih dalam proses penilaian dari pusat, ” ungkapnya.

BACA JUGA:

Wagub Apresiasi Serapan Pekerja Perempuan Proyek UNDP PETRA

Eny sapaan akrabnya, terus berupaya meningkatkan kualitas perempuan, baik itu dari segi pendidikan dan keterampilan, melalui sekolah maupun berbagai pelatihan.

“Kalau di pemberdayaan perempuan kami berupaya bagaiamana meningkatkan kualitas perempuan melalui sekolah perempuan, hal ini sudah dilakukan oleh NGO, sehingga kami mereplikasikan kegiatan ini, ” tutupnya.

Ser

diskominfotiktnb




Bunda PAUD Road Show dan Monitoring di Kecamatan Bayan

BAYAN.lombokjournal.com

Dalam rangka monitoring program PAUD Holistik Integratif (HI) pada satuan Pendidikan Usia Dini wilayah Kecamatan Bayan, Bunda PAUD KLU Hj Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu melakukan kunjungan dan silaturahmi  dengan para guru, wali murid PAUD Al-Hamzar serta pengurus PAUD Desa (25/05/21).

Hadir pula perwakilan dari NTB Field Manager Save the Children  Harun Anggo, Pelaksana Tugas Camat Bayan Adnan SPd MPd, Kasi PAUD Dikpora Mazhar, Kepala Desa Karang Bajo Hamdy serta para Kepala Dusun setempat.

BACA JUGA:

Bunda PAUD KLU Road Show di Kecamatan Kayangan

Bunda PAUD Hj Galuh menyampaikan kepengurusan baru Bunda PAUD KLU masa bhakti 2021-2026, saat ini menyusun program kerja yang bisa berintegrasi dengan kegiatan PAUD HI.

“Kami berterima kasih kepada Save the Children yang selama 3 tahun membantu Lombok Utara khususnya  PAUD HI dan kita berharap semoga kerja sama terus bisa dilanjutkan. Pembinaan PAUD tak hanya yang ada sekarang, melainkan PAUD yang lain di lima kecamatan Lombok Utara, agar sejajar dengan PAUD yang ada di luar,” tuturnya.

Dikatakannya, peran tumbuh kembang anak usia dini, selain peran guru tentu juga peran wali murid atau orang tua diharapkan agar kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah bisa diterapkan di rumah.

Kebutuhan makanan dan gizi anak itu penting guna menambah kecerdasan otak anak.

“Dulu, zaman saya sebagai Bunda PAUD pertama saya mewajibkan setiap rumah untuk menanam pohon kelor, mengingat kandungan yang terdapat dalam pohon kelor bagus untuk anak dan keluarga. Mari kita terapkan lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Bajo Hamdy mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan dari Bunda PAUD kabupaten bersama dengan sebagai motivasi untuk menggerakkan gugus tugas PAUD HI yang ada di Karang Bajo.

BACA JUGA:

Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban

Gugus tugas di desa, baru terbentuk beberapa bulan kemarin. Dengan harapan apa yang menjadi tugas gugus tugas PAUD HI di Karang Bajo bisa berjalan dan berkembang demi mewujudkan pendidikan usia dini.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

rar




Wagub Apresiasi Serapan Pekerja Perempuan UNDP PETRA

MATARAM.lombokjournal.com

UNDP NTB menjanjikan serapan tenaga kerja perempuan di semua titik proyek UNDP PETRA. Saat ini ada 26 tenaga kerja perempuan yang sudah bekerja dan Kamis depan akan melaunching program pekerja perempuan untuk proyek proyek UNDP lainnya.

Hal ini diapresiasi Wakil Gubermur Hj. Sitti Rohmi Djalillah karena dinilai berhasil memberdayakan masyarakat sebagai dampak ekonomi langsung.

“Terimakasih kepada UNDP yang sudah mengakomodir tenaga lokal. Ini bentuk manfaat secara ekonomi, selain bantuan fasilitas untuk rehabilitasi gempa di kabupaten Lombok Utara”, ujar Wagub di kantor Gubernur, Selasa (25/05).

BACA JUGA:

Zainudin, koordinator proyek UNDP wilayah NTB mengatakan, sebanyak 65 persen pekerja lokal tengah mengerjakan 14 proyek sekolah, Puskesmas dan fasilitas umum lainnya yang ditargetkan rampung tahun ini.

“Kami mendorong agar serapan tenaga kerja perempuan makin banyak dan tersebar di semua titik proyek. Dari 65 persen tenaga lokal sisanya pekerja migran”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan, progres pekerjaan 14 titik infrastruktur berupa sekolah SMK dan Puskesmas yang telah dikerjakan 46 persen. Direncanakan serah terima fasilitas bangunan akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Untuk percepatan pemulihan ekonomi, UNDP juga membangun proyek jaringan air bersih, irigasi, embung dan sarana lainnya di 5 desa yang kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat di 3 desa di KLU dan 2 di Sembalun, Lombok Timur.

Rehabilitasi dan rekontruksi (rehab-rekon) pembangunan 14 fasilitas kesehatan dan sekolah di Kabupaten Lombok Utara tersebut merupakan Proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa dan Tsunami (PETRA) yang dilaksanakan oleh UNDP dan didanai Republik Federal Jerman melalui bank pembangunannya, KfW.

14 infrastruktur kesehatan dan pendidikan itu terdiri dari; 4 SMK Negeri di KLU, 8 puskesmas pembantu di KLU, 1 puskesmas pembantu di Lombok barat, dan 1 puskesmas di Lombok timur.

“Jadi total gedung yang dibangun secara keseluruhan sekitar 35 gedung di 14 lokasi tersebut,” tutur Zainudin.

Zainudin juga menjelaskan prinsip rekontruksi yang dilakukan mengedepankan “build back better” atau “membangun kembali dengan lebih baik”.

Oleh karena itu, sebelum rekontruksi dilakukan telah dilakukan kajian geologis untuk memastikan gedung yang dibangun tidak berada pada jalur patahan gempa, bahan banguinan dan struktur bangunan juga telah memenuhi standard gempa.

Pembangunannya dilakukan dengan pendekatan yang inklusif untuk memastikan “tidak seorangpun tertinggal”. Perempuan telah menjadi bagian utama dari proyek sejak tahap awal, memastikan fasilitas dibangun untuk memenuhi kebutuhan perempuan.

Akses bagi penyandang disabilitas juga akan disediakan.

Zainudin menambahkan, sekitar 150 ribu warga di Pulau Lombok dan sekitarnya akan menerima manfaat dari rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) fasilitas pendidikan dan kesehatan ini.

jm




Bunda PAUD KLU Road Show di Kayangan

KAYANGAN.lombokjournal.com

Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara, Hj Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu melakukan road show di Kecamatan Kayangan, Senin (24/05/21).

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke PAUD Permata Hidayah Dusun Braringan, kemudian sesi dialog Pemdes beserta Para Guru PAUD di Kantor Desa setempat.

Bunda PAUD Hj Galuh menyampaikan, Pemerintah Daerah sudah melakukan kerja sama dengan Save the Children sejak 2017, dimana PAUD Holistik Integratif (HI) ini luar biasa pengembangannya di KLU.

PAUD membutuhkan peran serta semua pihak baik guru dalam mendidik putra-putrinya ataupun sebagai pengurus.

BACA JUGA:

Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban

Terlebih saat pandemi Covid-19, peran guru bisa luar biasa, dimana kegiatan  siswa nyaris tak bisa 100 persen dilaksanakan di kelas dengan tatap muka. Lantaran menerapkan prokes bahkan dengan sistem daring.

“Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, kuatkan tekad dan semangat mendidik anak bangsa, dengan mendidik dari usia dini,” tuturnya menyemangati.

Bunda PAUD yang juga anggota DPRD KLU ini menambahkan, peran dukungan kecamatan dan desa dari pengembangan siswa usia dini menjadi prioritas bersama.

“Untuk diketahui PAUD HI kerja sama Save the Children mendapat lima layanan langsung seperti kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Inilah yang membuat perbedaan dengan PAUD-PAUD lain,” imbuhnya.

Kepala Desa Kayangan Edy Kartono menyampaikan rasa syukur bisa dikunjungi Bunda PAUD Kabupaten dan rombongan serta bisa berdiskusi terkait PAUD yang ada di Desa Kayangan.

“Selama ini, kegiatan PAUD di Desa Kayangan sinkron dengan Posyandu. Untuk kegiatan atau kebutuhan PAUD dan Posyandu kami di desa selalu menganggarkan tiap tahunnya. Ke depan kita berharap, PKK semua desa yang ada di KLU bisa duduk bersama, saling tukar pikiran terkait pengembangan PKK dan PAUD di desa masing-masing,” pungkasnya.

Kegiatan road show diakhiri dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Rencananya, kegiatan road show dilanjutkan pelaksanaannya di Kecamatan Bayan, Selasa (25/05/21).

BACA JUGA:

Petani Gumantar Praktikkan Tumpang Sari

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan NTB Field Manager Save the Children Harun Anggo, Kabid Pendidikan PAUD PNP Dikpora KLU, Drs Lalu Muhammad Zakir, Kades Kayangan Edy Kartono SE serta pengurus PAUD kecamatan dan desa.

rar




Game Online Pengaruhi Interaksi Sosial Anak

Boban Hendrawan. Mahsiswa Prodi Administrasi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Menurut Bobby Bodenheimer (1999), game online diartikan sebagai program permainan yang tersambung melalui jaringan yang dapat dimainkan kapan saja, dimana saja dan dapat dimainkan bersamaan secara kelompok di seluruh dunia.

Permainan itu sendiri menampilkan gambar-gambar menarik seperti yang diinginkan, yang didukung oleh komputer. Game online adalah salah satu fenomena yang masih hangat di kalangan anak muda, terutama di Indonesia.

Adanya game online tersebut sangat mempengaruhi tingkah laku anak muda di Indonesia bahkan berpengaruh terhadap interaksi sosialnya.

BACA JUGA:

Hati-hati, Ini Bahaya Game Onlie 

Istilah Game online berasal dari istilah MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Online Game), yaitu ekstensi jenis game jenis Role-Playing Game yang memiliki fasilitas multiplayer, seorang pemain dapat menghubungkan komputer ke sebuah server, melalui server tersebut, dia dapat bermain bersamaan dengan ribuan pemain di seluruh dunia.

Permainan ini sama dengan jenis Role- Playing Game, yakni pemain dalam permainan. Anak muda di Indonesia seringkali menganggap bahwa dengan memiliki aplikasi terbaru seperti game online tersebut sebagai wujud bahwa mereka telah mengikuti perkembangan globalisasi dunia.

Sehingga banyak anak muda di Indonesia cenderung mengikuti atau mengoperasikan aplikasi tersebut atas dasar ego tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan oleh aplikasi tersebut.

Berdasarkan pengertian Game online tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan istilah Game online menunjuk pada salah satu sejenis permainan yang dapat diakses melalui jaringan internet.

BACA JUGA:

Karang Taruna Merenten Bagikan Jamban

Di dalam Game online tersebut terdapat seperangkat pemainan dalam bentuk gambar-gambar menarik yang dapat digerakkan dengan kehendak pemainnya. Game online tersebut bukan hanya berupa permainan yang hanya bisa ditonton saja, tetapi para pemain dapat berpartisipasi menggerakkan gambar-gambar yang ada didalamnya secara bersama-sama dengan para pemain lainnya.

Bahkan di dalam game online tersebut para pemain dapat berkompetisi untuk memperoleh poin tinggi yang berkonsekuensi menjadi pemain yang kalah atau menang.

Jadi, dalam permainan game online tersebut secara psikologis dapat membangkitkan pemain untuk terus bersemangat mengalahkan pihak lawan.

Secara sosilogis, permainan tersebut juga dapat dilakukan secara berkelompok, baik langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, di mana para pemain dapat mengenali pihak-pihak lain secara pribadi karena di antara mereka sudah saling mengenal secara akrab, misalnya karena mereka berasal dari satu sekolah atau berasal dari satu kelompok sepermainan diluar sekolah.

Sedangkan secara tidak langsung, di mana para pemain tidak saling mengenal satu sama lain secara fisik. Mereka hanya kebetulan behubungan ketika sama-sama bermain game online dalam satu jaringan permainan saat itu.

Awalnya, game online hanya dijadikan sebagai pengisi waktu senggang, penghibur di waktu penat, mencari teman baru, dan lain sebagainya.

Namun, game online yang awalnya hanya dijadikan sebagai hiburan beralih menjadi sebuah kebiasaan hingga menimbulkan ketergantungan bagi anak muda di Indonesia. Dengan timbulnya sikap ketergantungan, banyak dampak yang ditimbulkan dari bermain game online tersebut.

Anak muda yang telah mengalami ketergantungan dalam penggunaan game online tersebut berpengaruh pada kegiatan belajar serta kegiatan bersosialisasinya di dunia nyata.

Karena anak muda yang sudah mengalami ketergantungan akan menjadikan game online tersebut sebagai prioritasnya, sehingga kegiatan belajar yang seharusnya menjadi prioritas utama akan diabaikan.

Banyak orang yang memainkan game online untuk refreshing otak dari berbagai kesibukan dan beban pikiran. Walaupun sebagian orang menganggap bahwa game online memberikan dampak yang positif seperti refreshing otak, ketangkasan strategi, kecepatan reaksi, dan mengasah kreativitas.

Namun, game online ini lebih banyak menimbulkan dampak negatif apabila dilakukan secara terus menerus. Karena game online akan menimbulkan efek kecanduan bagi orang yang memainkannya.

Banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan dari game online ini, khususnya bagi anak-anak. Dari segi kegiatan bersosialisasi, anak muda yang awalnya aktif di lingkungannya dan perduli dengan sesamanya berubah menjadi apatis (tidak perduli) dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya.

Munculnya ketidakperdulian akan menyebabkan anak muda tersebut akan menarik diri dari pergaulan sosialnya sehingga mereka lebih bersikap individualis.

Berdasarkan data hasil survei yang dilakukan oleh Cigna, 42% orang Indonesia menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain game online daripada melakukan hobi dan bersosialisasi dengan teman-teman. Hal ini juga tidak terkecuali pada anak-anak.

Orang yang sudah kecanduan dalam bermain game online dapat ditandai dengan beberapa sifat, antara lain merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain, selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti, tidak peduli dengan orang-orang di sekitar.

Bahkan enggan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, dan mengalami migrain dan mata lelah karena terlalu lama memandang layar komputer atau gadget.

BACA JUGA:

Dukun Santet pun Bela Palestina

Untuk itu perlu upaya untuk meminimalisir dampak negative game online pada anak. Upaya penanganannya ialah sebagai orang tua harus bisa menjaga waktu bermain anak dengan singkat dan menerapkan jadwal untuk bermain internet termasuk game dengan ini akan memberikan perasaan pemain berada dalam kontrol.

Dengan demikian pemain juga dapat melakukan aktivitas lain selain bermain game online. Dukungan kehidupan sosial pemain di kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh untuk penanganan ketergantungan internet.

Sehingga orang tua dan lingkungan sekitar mutlak turut serta membantu anak-anak yang sedang mengalami kecanduan game online ini. semoga generasi negeri ini terhindar dari pengaruh negatif game online.***

Boban Hendrawan. Mahsiswa Prodi Administrasi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram




Bulan Peduli Sosial, LKKS NTB Salurkan 200 Paket Sembako

SUMBAWA.lombokjournal.com

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE,M.Sc menyalurkan secara simbolis 200 paket sembako kepada beberapa lembaga dan kaum Dhu’afa di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama LKKS NTB bersama Baznas NTB dan Lombok Post serta masih dalam rangkaian Bulan Peduli Sosial LKKS Prov. NTB 2021.

“Saya mewakili LKKS NTB hari ini menyampaikan titipan para donatur, orang-orang yang menitipkan rasa sayangnya saat ramadhan kemarin,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrab Ketua LKKS NTB, saat memberikan sambutan, Sabtu (22/05/21) di Kantor TP PKK Kabupaten Sumbawa.

“Ini adalah tanda cinta kasih, tanda silaturahim dari orang-orang yang memiliki kepedulian dan rasa kasih sayang yang besar, terlebih di masa sulit pandemi seperti saat ini,” lanjut Bunda Niken.

Selain itu, Bunda Niken menjelaskan, Bulan Peduli Sosial Tahun 2021 ini meneruskan apa yang sudah dilakukan LKKS pada tahun-tahun sebelumnya.

Walaupun di tahun sebelumnya sudah memasuki masa pandemi di bulan Ramadhan, ternyata tidak memutus semangat untuk berbagi dengan sesama.

BACA JUGA: Lasqi NTB Akan Selenggarakan Lomba Qasidah Kolborasi

“Sempat ada yang meragukan apakah akan terkumpul sesuai target, namun alhamdulillah hasilnya lebih banyak dari target, lebih banyak dari bulan-bulan sebelum pandemic,” ucap Bunda Niken.

Sementara itu, Ketua LKKS Kabupaten Sumbawa, Sofia Noviantry Mahmud Abdullah  menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan yang terselenggara.

“Sejak pandemi Covid-19 kita semua sangat kesulitan karena aktifitas yg terbatas. Semoga pembagian sembako ini akan membawa manfaat bagi anak-anakku untuk kehidupan” ujar Sofia.

BACA JUGA: Indonesia Bela Palestina, Tapi Ada Nitizen Hina Paestina

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bunda Niken yang bersedia datang untuk memberikan sembako ini,” katanya.

Lembaga – lembaga yang memperoleh bantuan paket sembako :

  1. Panti asuhan putri Anisyah Kelurahan Brang Biji
  2. Panti Asuhan Muhammadiyah kelurahan Umasima
  3. Panti Asuhan Darul Ikhlas Dusun Sering
  4. Panti Asuhan Al-Islah Moyo Hilir
  5. Panti Asuhan Al-Mizan Desa Lopok
  6. Panti Asuhan Tri Tunggal Diponegoro
  7. Panti Asuhan Nyai Walidah Kelurahan Brang Biji
  8. Kaum Dhu’afa Kelurahan Bugis
  9. Kaum Dhu’afa Kelurahan Brang Bara.

jamy_alif_gerry_

diskominfotikntb