Gerakan Literasi NTB Akan Masif, Bunda Niken Jelaskan Strateginya

Bunda Niken Optimis gerakan literasi akan berlangsung massif, sebab selama iini program PKK juga melakukan literasi, selain itu juga banyak sumberdaya dari pegiat literasi lainnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya para pegiat literasi NTB yang bergerak mandiri menjadi modal membangkitkan kesadaran

“Karena ternyata para pegiat ini bukan mereka yang hadir dengan embel embel lembaga atau organisasi tapi mereka yang benar benar tergerak melihat lingkungan sekitar”, ujar Bunda Niken membuka kegiatan Gerakan Untuk Literasi Semesta (GEULIS) di Hotel Jayakarta, Kamis (30/09/21).

Bunda Niken menyebut Konsorsium NTB Membaca (KNTBM) yang  terdiri dari 96 kelompok pegiat literasi sebagai salah satu sumberdaya gerakan literasi dari kelompok pegiat lainnya di desa desa.

Oleh sebab itu, sebagai Bunda Literasi yang juga Ketua TP PKK NTB, ia mencoba mengkolaborasi strategi literasi dengan program PKK yang juga melakukan literasi. Selain program unggulan Revitalisasi Posyandu yang kini memperluas fungsi dan layanannya sebagai pusat edukasi selain kesehatan.

BACA JUGA:

Kampanye Baca Dengan Gawai,  Sadar Literasi Saat Bahan Bacaan Minim

Baik sebagai kader PKK maupun pendamping literasi layanan Posyandu Keluarga. Selain gerakan menemani anak membaca 30 menit setiap hari, Bunda Literasi juga memberdayakan kelompok literasi di desa desa melalui kerjasama kampus dalam program KKN Merdeka seperti di Universitas Teknologi Sumbawa.

Mewakili Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Fakhrul Arrazi mengatakan, gerakan literasi nasional yang mengampu literasi keluarga, sekolah dan masyarakat diramu dalam ekosistem bernama GEULIS.

“NTB dipilih sebagai miniatur project besar ini agar nantinya menjadi barometer literasi nasional”, jelas Fahrul.

BACA JUGA: Sirkuit Nasional Dinilai Lebih Baik Dari yang Diduga

Dalam kegiatan kelompok diskusi terpumpun (focus group discussion) itu disepakati 21 rekomendasi dalam membangun gerakan literasi semesta.

Diskominfotik

 




Kampanye Baca Gawai, Sadar Literasi Saat Bahan Bacaan Minim

Di tengah kurangnya ketersediaan bahan bacaan, kampanye membaca dengan gawai sangat penting guna membangkitkan minat baca masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketersediaan bahan bacaan menjadi penentu kesadaran literasi. Namun, pemanfaatan platform digital seperti gawai dapat menjadi solusi sementara di tengah kurangnya bahan bacaan.

“Minat membaca sebagai akar literasi memang harus menyediakan pilihan bacaan seperti buku dan literatur lain tapi kampanye membaca dengan gawai ini dimaksudkan untuk membangkitkan minat baca,” ujar Hj. Niken Setiorini Widyawati.

BACA JUGA: Gerakan Literasi NTB Akan Masif, Buda Niken Jelaskan Strateginya

Bunda Niken mengatakannya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kelompok diskusi terpumpun Gerakan Untuk Literasi Semesta (GEULIS) di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lobar, Kamis (30/09/21).

Selain kurangnya bahan bacaan dan terputusnya gerakan literasi, adaptasi kebiasaan masyarakat yang sekarang lekat dengan gawai menjadi salah satu rekomendasi strategi GEULIS.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra, Fakhrul Arrazi mengatakan, enam literasi dasar sebagai keterampulan abad 21 yakni literasi finansial, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan,  numerasi dan literasi baca tulis yang menjadi sumber.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Lombok Utara

“Literasi bahasa menjadi biangnya, literasi baca tulis adalah induknya sehingga keterampilan literasi lainnya dapat dicapai,” jelas Fakhrul.

Diskominfotik




Kelompok Wanita Tani Dibina DKPP Lombok Utara

Dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan KLU mendorong peranan perempuan melalui program terpadu Kelompok Tani Wanita (KWT)

TANJUNG.lombokjournal.comDinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Lombok Utara (KLU)  mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk Pengembangan Pangan.

Kelompok Wanita Tani yang mengembangkan tanaman di pekarangan Monitoring pada Kelompok Wanita Tani di Bayan

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan DKPP yaitu sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan beberpa kegiatan lainnya.

Upaya Pemda KLU dalam meningkatkan peranan perempuan adalah program terpadu (P2WKSS), atau dengan nama lain Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT bertujuan mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan sejahtera, dengan meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui sinergitas kegiatan lintas sektor bidang pembangunan.

Untuk mensukseskan program tersebut diawali dengan sosialisasi pada dengan dibentuknya Kelompok Wanita Tani Proeram Pangan Lestari (P2L) anggaran tahun 2021 di beberapa Dusun, di lima Kecamatan Se Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

Sejalan dengan berlangsungnya kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Program Pangan Lestari (P2L) tersebut, kegiatan monitoring pun dilakukan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi,SP bersama stafnya yang didampingi Kepala UPTD Bayan, Sawaludin,S.Sos bersama PPL, melakukan monitoring ke tiga lokasi keberadaan KWT. Yaitu, KWT Sambik Rindang di Kecamatan Kayangan, dan dua KWT “Jasmine” Desa Anyar di Kecamatan Bayan, serta KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, juga di Kecamatan Bayan.

KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, dengan Ketua Ibu Nulitasari,S.Pd, (47) merupakan salah satu KWT P2L yang dinilai cukup berhasil dalam pelaksanaan kegiatan baik secara berkelompok maupun perorangan.

Nulitasari,S.Pd, selain sebagai ibu rumah tangga yang kegiatannya berjualan jajan keliling, ia juga aktif melakukan kegiatan P2L bersama anggotanya yang berjumlah 30 orang.

Di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Nulitasari dengan dibantu suaminya aktif mendorong anggotanya untuk menanam sayuran di halaman rumah masing masing, selain di lingkungan greendhouse di pekarangannya.

Beberapa jenis tanaman yang ditanam di pekarangan antara lain seperti anggur, sayuran dan rempah rempah.

Ketika didatangi Tim Monitoring yang dipimpin Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugiartadi, SP, Nulitasari dengan cekatan memberikan contoh persiapan media tanam, bibit, selain itu memberikan catatan administrasi.

“Adanya KWT mempermudan pihak Dinas dalam pembinaan terhadap 30 orang di masing masing kelompok, sehingga program Pangan Lestari Kawasan Rumah Pangan (P2L) di pekarangan masing-masing bisa terwujud,” katanya, Jum’at (10/09/21).

BACA JUGA: Keluhan Warga Kebon Kongok Soal TPA Sampah Didegar Gubernur

Adapun pembinaan rutin dilaksanakan tiap hari Jum’at dengan metoda penyuluhan, wawancara dan praktek langsung di lapangan.

Nulitasari menyampaikan harapannya kepada PPL, agar lebih inten dalam pendampingan KWT. Ia pun akan melaporkan baik perkembangan maupun permasalahan mereka dalam kelompok.

@ng




Ibu adalah Garda Terdepan dalam Mendidik Anak-Anak

Ibu adalah garda terdepan dalam mendidik anak menjadi generasi penerus yang memiliki integritas dan kejujuran, agar terhindar dari berbagai kasus korupsi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, saat menjadi narasumber dalam rangka HUT Republik Indonesia Ke-76 BKOW NTB, pada gelaran Webinar yang bertajuk “Perempuan Anti Korupsi” secara daring melalui  aplikasi zoom yang berlangsung di Pendopo Wagub NTB, Sabtu (28/8).

Ibu“Korupsi itu konteksnya sangat luas dan ibu sebagai garda terdepan bisa mendidik anak – anak dimulai dari keluarga kita agar terbiasa sejak kecil hingga dewasa memegang prinsip untuk mengedepankan integritas dan kejujuran,” tegas Sitti Rohmi.

Perilaku korupsi adalah perilaku yang berhubungan dengan mindset yakni cara berfikir dan cara pandang. Sehingga cara pikir dan cara pandang tidak bisa dinilai pada saat seseorang sudah dewasa, namun hal ini besar kaitannya dengan pola asuh.

“Hal ini tidak bisa dilihat pada saat seseorang sudah dewasa tetapi sangat ditentukan dari pola asuh, mulai dari keluarga dan peran ibu sangat begitu besar, kesuksesan keluarga dilihat dari kesuksesan ibu mendidik anak anaknya membina keluarganya menjadi keluarga yg samawa, sehingga anak-anaknya menjadi anak yangg soleh solehah dan bermanfaat” tuturnya.

Sitti Rohmi juga menuturkan bahwa peran perempuan jika bisa membawa keluarga yang kuat dengan pola hidup yang sederhana pandai bersyukur dan tidak mengikuti trend.

“Pola hidup kita sebagai perempuan maka akan mempengaruhi pola hidup di dalam keluarga kita, jika kita bisa membawa keluarga kita menjadi yang kuat dengan pola hidup sederhana dan pandai bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT, sehingga rezeki akan terus menjadi berkah,” ujarnya.

BACA JUGA: Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia

ser




Inisiasi Menyusui Dini, Perlu Dukungan Ayah dan Keluarga

Untuk meningkatkan jumlah Inisiasi Menyusui Dini membutuhkan dukungan penuh dari Ayah, Keluarga, dan Lingkungan sekitarnya, agar pemberian ASI Ekslusif bisa dilakukan secara maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, jumlah persentase bayi yang mendapatkankan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) selama tahun 2020 di NTB mencapai 90,867 bayi.

Jumlah tersebut terbilang meningkat dari tahun sebelumnya. Saat bencana Gempa mempengaruhi pemberian ASI ibu-ibu di NTB yang berada pada angka 20,3% di bawah rata-rata nasional.

“Namun, peningkatan tersebut bukan tanpa tantangan,” kata Hj. Niken Saptarini Widyawati, Ketua TP-PKK NTB.

Hal itu dikatakannya saat membuka acara Webinar bertajuk “Peran Ayah dan Keluarga, Kunci Sukses dalam Pemberian ASI Ekslusif” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi NTB pada Kamis (26/08/21).

BACA JUGA: Pelepasan Penyu Tangkaran  di Pantai Nipah untuk Pelestarian

Hj Niken menekankan, ibu menyusui tetap membutuhkan dukungan penuh dari Ayah, Keluarga, dan Lingkungan sekitarnya, terlebih di masa Pandemi Covid-19. Agar pemberian ASI Ekslusif bisa dilakukan secara maksimal.

“ASI bukan hanya tanggung jawab ibu tetapi juga tanggung jawab pemerintah, ayah, dan keluarga. Ayah harus mampu memberikan dukungan emosional dengan memberikan perhatian, mencintai, menyiapkan lingkungan yang baik bagi Ibu dan bayinya,” jelas Bunda Niken.

Sementara itu, dr. Nurhandini Ekadewi,  Asisten III Setda NTB, selaku salah satu pemateri dalam diskusi menjelaskan terkait pemberian ASI semasa Pandemi Covid-19.

Menurutnya, pemberian ASI Ekslusif tetap harus dilakukan selama pandemi Covid-19.

Bahkan ibu penderita Covid-19 tetap dapat memberikan ASInya kepada bayi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat atau dengan cara memerah ASI.

Hal tersebut dijelaskan Eka dikarenakan belum ada bukti transmisi vertikal dari ibu ke janin, serta tidak ditemukan SARS-Cov-2 dalam ASI ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat terus menyusui bayinya atau memerah asinya dengan penerapan protokol kesehatan yang benar-benar ketat,” tegas dr. Eka.

BACA JUGA: Bertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

Selain diisi dr. Eka, webinar tersebut juga menghadirkan beberapa pemateri lainnya, seperti Nia Umar ketua umum AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Hj. Erica Zainul Majdi ketua TP PKK NTB 2013-2010,
Agus Rahmat H, co founder Ayah ASI.

nn

diskominfotikntb




NTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Pemerintah Provinsi NTB merancang Peraturan Gubernur (Pergub) Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme yang bertujuan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kemen-PPPA RI terus berupaya memberikan perlindungan kepada anak korban jaringan terorisme.

Hal ini dirangkum dalam perancangan pembentukan Peraturan Gubernur (Pergub) Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme yang bertujuan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuh kembang, fisik dan sosialnya.

NTB“Kami ingin kita semua bergerak bersama-sama dalam melindungi anak-anak dari aksi radikalisme dan terorisme, start-nya adalah dengan adanya payung hukum,” tutur Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kemen-PPPA RI, Elvi Handrani, pada pertemuan Pendampingan Penyusunan Kebijakan Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme yang berlangsung di Hotel Golden Place, Jum’at (20/8).

Elvi juga sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan oleh DP3AP2KB dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya-upaya yang dilakukan Provinsi NTB, seperti melakukan berbagai macam kegiatan dan langkah dalam mencegah ancaman radikalisme dan terorisme, melakukan penyuluhan ke rutan-rutan, pendekatan ke instansi pendidikan mulai guru dan kampus, termasuk penyusunan kebijakan dan lain sebagainya,” ujar Elvi.

BACA JUGAPeran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB, Husnanidiaty Nurdin, sangat berterima kasih atas dukungan dan sinergi bersama Kempan-PPPA terhadap perancangan Pergub Perlindungan Anak dari Paham Radikalisme dan Terorisme. Ia sangat berharap, agar anak-anak sedari kecil dapat ditanamkan jiwa patriotisme, penting sekali termasuk dilingkungan sekolah.

“Anak-anak jangan lupa dilatih dan diajarkan untuk selalu menghormati bendera, karena dari berita-berita yang kita dengar kasus terorisme permulaanya adalah tidak mau menghormati bendera hal ini yang menjadi perhatian agar anak-anak dapat terus ditanamkan jiwa patriotisme,” jelasnya.

Husnanidiaty juga menuturkan agar selalu menerapkan rasa syukur dan terima kasih di dalam diri masing-masing. Kedua hal tersebut harus ditanamkan mulai dari sejak dini kepada anak-anak.

“Kalau kita sudah bersyukur dan berterima kasih rasanya sangat ringan dan membuat hati kita menjadi tentram,” tegasnya.

ser




Bunda Niken: Edukasi Pneumonia Harus Ditingkatkan

Masyarakat belum memahami apa itu pneumonia, Bunda Niken menjelaskan beberaa hal mengatasinya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tingginya angka pneumonia di Indonesia mengharuskan seluruh stakeholder bergerak, salah satunya dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

“Banyak masyarakat yang belum memahami apa itu pneumonia dan bagaimana cara mengatasinya,” kata Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken menjelaskan pneumonia
Hj Niken Saptarini Widiawati

Bunda Niken mengatakannya saat memberikan testimoni dalam acara Kampanye Stop Pneumonia yang diadakan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang berlangsung secara daring, Jum’at (16/07/21).

BACA JUGA: Peringkat NTB Naik Terus dalam Ajang IGA 2021 

Seperti ketahui, pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat.

“Sudah saatnya kita gesa dan masifkan edukasi mengenai pneumonia,” jelas Bunda Niken.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit pneumonia.  Di antaranya memberikan ASI eksklusif, tuntaskan imunisasi, serta pastikan anak-anak kita menerima gizi yang baik.

“Mendapatkan perkembangan yang bagus dan juga hidup secara sehat. Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan di era pandemi ini, seperti cuci tangan dengan sabun dan tidak menyentuh muka, serta menerapkan 5 M,” tutur Bunda Niken.

Di bagian lain, Deputi pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Agustina Erni menjelaskan, pneumonia menjadi penyebab kematian kedua terhadap anak-anak di tingkat global.

Ia berharap, pnemonia dapat menjadi tanggung jawab bersama.

BACA JUGA: Peresmian UTD, Kini RSUD KLU Siap Melayani Kebutuhan Darah 

“Sekarang kita juga diajarkan, bagaimana perlu memahami apa itu pneumonia yang saat ini menjadi persoalan di negara kita. Pencegahan pneumonia harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Dalam acara Kampanye Stop Pneumonia tersebut, juga dilakukan peluncuran lagu ‘stop pneumonia’ yang dipersembahkan oleh Save the Children.

ser




Pengurus GOW Lombok Utara Periode 2021-2026 DiLantik Bupati

Pelantikan ketua dan pengurus Gabungan Organisasi Wanita diharapkan memajukan organisasi wanita di Lombok Utara

TABJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH melantik Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KLU periode 2021-2026, berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat (14/7/2021).

Sesuai dengan SK Bupati Lombok Utara No 270/34/Dinsos PPPA/2021 menetapkan Yunita Aprilina Danny Karter FR Sebagai Ketua GOW KLU periode 2021-2026.

Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua PKK Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter FR, unsur Pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

Pengurus GOW KLU dilantik bupati

Ketua GOW NTB Dr Hj Siti Rohmi Djalillah MPd lewat virtual zoom menyampaikan GOW memiliki fungsi yang strategis dalam bersinergi, karena GOW terdiri dari organisasi-organisasi wanita yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19. GOW mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan prokes, serta program pembangunan lainnya.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona Hingga Kawasan Wisata Desa di KLU

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan Selamat kepada Ketua dan Pengurus GOW yang dilantik. Wujud amanah yang diberikan tentu ada keinginan dan kemauan semua untuk memajukan organisasi wanita di Lombok Utara.

“GOW memiliki tujuan sejalan dengan pembangunan, menyejahterakan masyarakat lebih khusus kaum perempuan. Karena peran ibu dalam keluarga penting, terlebih dalam mendidik anak di tengah era modern,” tuturnya.

Selain itu, Bupati Djohan mengajak bersama menjaga diri dan tetap menerapkan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ketua GOW KLU Yunita Aprilina menyatakan GOW merupakan mitra kerja pemerintah sesuai tingkatan. Momentum pelantikan, sebagai pengakuan eksistensi kepengurusan GOW lima tahun ke depan.

Dengan harapan dapat memberikan semangat dan spirit dalam rangka mewujudkan Kabupaten Lombok Utara lebih baik dan berdaya saing.

BACA JUGA: Akun Medsos Kini Kerap Dibajak, Masyarakat Harus Hati-hati

Pihaknya mengharapkan adanya kerja sama antarorganisasi wanita dan kepengurusan GOW KLU sehingga bisa menjadi kartini-kartini milenial yang menjadi contoh teladan masyarakat.

rar




Wanita Berperan dalam Pembangunan, GOW KLU Teruslah Terdepan

GOW sebagai salah satu organisasi wanita, memiliki peran sangat penting dalam pembangunan daerah, baik itu di bidang ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, membuka acara Pengukuhan dan Pelantikan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Masa Bhakti 2021-2026 yang berlangsung di Aula Bupati Kabupaten Lombok Utara secara daring, Rabu (14/7).

Dengan terpilihnya Ketua GOW KLU, Yunita Apriliana, diharapkan dapat terus mengedukasi masyarakat, agar dapat menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid–19.

“Selamat kami ucapkan kepada Ketua GOW terbaru dan semoga bisa terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai protokol kesehatan masyarakat di masa pandemi ini,” kata Sitti Rohmi.

Dilain sisi, kehadiran GOW mampu mendorong segala program pemerintah daerah KLU, salah satunya menyukseskan posyandu keluarga.

Di dalam Posyandu Keluarga, semua masyarakat, dari bayi hingga lansia, mendapat pelayanan kesehatan. Terdapat posyandu yang melayani bayi, Posbindu, Posyandu Remaja dan Posyandu Lansia.

Selain kesehatan, Posyandu Keluarga juga memberikan edukasi di bidang sosial, seperti isu pernikahan dini, buruh migran dan sebagainya.

“Peran perempuan Insya Allah selalu terdepan, maka saya sangat berharap dan percaya seluruh jajaran GOW KLU dapat terus terdepan dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGALombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau

ser@diskominfotikntb




Penggerak PKK Diminta Tetap Dukung Program Pemerintah

Dalam road show ke Lombok Utara, Tim Penggerak PKK NTB minta agar menjalin kerja sama antarlembaga terkait

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Utara (Tim PKK KLU) diminta memiliki semangat dan keikhlasan untuk berjuang membangun daerah.

Selain itu, Tim PKK KLU diminta tetap kreatif dan menjalin kerja sama antarlembaga terkait serta tetap mendukung program pemerintah.

Penggerak PKK NTB

BACA JUGA: Tambora Masuk Seleksi Kandidat UNESCO Global Geopark

Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati yang didampingi Ketua TP PKK KLU, Hj Galuh Nurdiyah berkegiatan, saat road show di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (02/07/21).

”Sumberdaya manusia dibutuhkan untuk menjalankan roda organisasi,” kata Hj. Niken.

Hadir dalam acara itu Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Kadis P2KBPMD KLU Drs H Kholidi MM, Plt Kadis Dukcapil KLU tresnahadi SPt, serta Ketua GOW KLU Yuniata Aprilina dan tamu undangan lainnya.

Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati mewakili Bupati Lombok Utara menyampaikan pentingnya peran serta PKK membantu menyosialisasikan capaian pembangunan di daerah melalui pengurus dari kabupaten hingga desa.

Selain itu pula, menurutnya, pelantikan pengurus LASQI KLU dapat berpartisipasi pada pentas aspek seni budaya yang bernuansa religi.

Ketua TP PKK KLU Hj Galuh saat itu menyampaikan ingin bersinergi lebih untuk kemajuan perekonomian masyarakat KLU, bekerja sama dengan UMKM, sehingga pada tiap event yang ada di KLU, terdapat produk-produk lokal hasil UMKM.

“Kita inginkan supaya kegiatan apapun itu, melibatkan produk UMKM. Agar kita bisa membeli produk lokal,” jelas Hj Galuh.

Ia menambahkan, tetap diperlukan adanya kerja sama dan bimbingan TP PKK Provinsi NTB, terutama pada terwujudnya PAUD Holistik Integratif, sesuai dengan rencana aksi nasional.

BACA JUGA: Ajang Gawe Gawah, Bupati Lombok Utara Tanam Pohon

“Semoga apa yang kami sampaikan mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah,” tuturnya.

Ketua TP PKK KLU yang juga Ketua DPW LASQI NTB sekaligus melantik pengurus LASQI KLU. Harapannya, LASQI di Lombok Utara bisa terus berprestasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan berjalan dengan khidmat dan tetap menerapkan protokol Covid-19, dilanjutkan dengan foto bersama dan kunjungan lapangan ke posyandu.

jfs