Hemm, Nikmatnya Sarapan Pagi, Soto Ayam Kuah Susu

Memulai hari dengan sarapan pagi yang nikmat akan meningkatkan produktivitasmu, dan bagaimana kalau kita coba Soto Ayam Kuah Susu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sarapan yang tepat bisa membantu proses metabolisme tubuh, memberi energi tinggi, dan juga menjaga mood sepanjang hari.

Mulailah sarapan pagi yang sehat, enak, dan tidak membosankan! Ini akan meningkatkan produktivitas kencangmu, dan imun tetap terjaga?

Kamu bisa mencari menu sarapan pagi yang mudah dihidangkan dan memiliki banyak manfaat.

Tidak perlu bingung, berikut ini Kami punya  rekomendasi menu sarapan pagi yang tidak hanya enak, tapi juga bergizi dan menyehatkan. Yuk kita gas…

Soto ayam kuah susu

Soto ayam bisa jadi menu sarapan pagi yang cukup baik untuk dihidangkan.

Hangatnya sajian makanan khas Indonesia satu ini, membantu menghadirkan rasa tenang dan juga perlahan membakar semangat untuk mengawali hari.

Agar menghadirkan kesan menu sarapan pagi yang unik, Anda bisa coba menambahkan kuah susu dalam hidangan soto ayam ini

Bahan-bahan:

300 gr ayam rebus suwir

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

1 cm jahe

2 lembar daun salam

2 ruas sereh

1 ruas jahe

700 ml Frisian Flag Purefarm Full Cream

250 ml kaldu ayam/sapi

½ sdt merica

3 butir cengkeh

1 sdt ketumbar bubuk

2 sdm gula pasir

1 sdm minyak goreng

Garam dan merica secukupnya

Daun bawang dan bawang goreng (topping)

Cara membuat:

Untuk membuat resep soto ayam kuah susu, pertama siapkan bawang merah 5 siung, bawang putih 3 siung, jahe 1 cm lalu haluskan

Panaskan wajan, masukkan minyak 1 sdm, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, serai 2 batang, daun salam 2 lembar, ketumbar 1 sdt, cengkeh 3 butir.

Setelah bumbu mulai tercium harum, tambahkan kaldu ayam 250ml, Frisian Flag Purefarm Full Cream 700ml, garam sesuai selera, merica 1/2 sdt, gula 2 sdt.

Masukkan daging ayam suwir 300gr lalu aduk sampai bumbu-bumbunya meresap.

Dan Soto ayam siap dihidangkan dengan menambahkan daun bawang & bawang goreng di atasnya. ***

 




Bunda Niken Lantik Pengurus PPI Kabupaten/Kota, Ini Pesannya

Saat melantik pengurus PPI, Bunda Niken mengungkapkan, perempuan muda perlu mendapat info tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Empat Kabupaten/Kota se Pulau Lombok masa bakti 2021-2026, dilantik di gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB, Sabtu (04/12/21).

Pengurus PPI yang dilantik diminta bekerja dengan inovasi

Ketua dan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) yang dilantik masing-masing Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengan dan Lombok Timur, dihadiri juga Kadis Kesehatan Provinsi, Kepala BPKBN Perwakilan NTB.

Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, saat pelantikan itu mengugkapkan, pengurus PPI Pusat, memiliki anggota yang terdiri dari pakar dan akademisi.

Mereka selalu melalukan kajian, riset dan membagikan info tentang kesehatan Ibu dan Anak.

Terkait NTB berdasarkan data bonus demograsi, penduduknya hampir 53 persen terdiri dari perempuan. Lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.

BACA JUGA: Dekranasda Award Memotivasi Perajin untuk Terus Berkarya

“Setengahnya terdiri dari perempuan muda. Nah, perempuan muda ini perlu mendapat info yang tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI,” tambah Ketua Dekranasa NTB.

Bunda Niken berharap, pengurus PPI terus bekerja dengan kreativitas dan inovasi untuk terus menjaga dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Karena masih terdapat, ibu hamil, menyusui dan balita yang masih memprihatinkan. Ibu yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Balita yang belum terpenuhi gizinya.

Selain itu, membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat, memperluas jejaring  dengan organisasi/lembaga dan individu.

Dan sangat penting memotivasi kegiatan masyarakat/lembaga yang peduli, membangun budaya yang mengarah pada keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.

“Ini bagian dari PR kita semua,” pesan Istri Gubernur NTB.

Diakuinya, bila ibu dalam keluarga sehat, maka seluruh kekuarga akan sehat juga. Begitupun keadaan perempuan dalam suatu negara.

“PPI ini Organisasi sosial kemasyarakatan, hanya orang yang peduli dan punya jiwa sosial yang akan mampu bekerja maksimal,” kata Ketua TP.PKK NTB.

Untuk itu, mendidik generasi dan membangun generasi itu memerlukan kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak. Tidak mungkin PPI dapat bekerja sendiri.

“Selamat bekerja, kita tingkatkan kesehatan perempuan, ibu, ibu hamil, anak-anak dan balita, menjadikan NTB semakin Gemilang,” tutupnya.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat

Asisten 1 Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih mengatakan bahwa atas nama Pemrov. NTB menyampaikan selamat.

“Semoga komitmen pengurus PPI 4 Kabupaten/Kota dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerahnya,” terang Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih.

Ia juga mengapresiasi peran pengurus lelaki yang masuk komposisi pengurus. Karena kesehatan Ibu dan anak bukan hanya tugas perempuan, namun tugas lelaki juga.

Ketua PPI Mataram, Hj. Waridah Mujiburahman menyampaikan, jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Maka untuk mensukseskan berbagai program PPI, maka sinergi dan kerjasama harus terus ditingkatkan,”ucapnya.

Nn

 




Pola Asuh Anak yang Baik, Akan Cegah Perkawinan Anak

Pencegahan perkawinan anak tidak semudah yang dibayangkan, pernikahan anak bukan terjadi tanpa ada dukungan dari orang sekitar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perkembangan fisik, emosional, sosial dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa merupakan peran dan tanggung jawab orang tua.

Dengan demikian, pola asuh yang baik menjadi salah satu solusi mencegah perkawainan pada anak.

Menghimbau masyarakat agar mencegah perkawinan anak
Bunda Niken

“Penting sekali bagi kita untuk perhatikan pola pengasuhan untuk mencegah perkawinan pada anak di era digital,” ungkap Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken menyampaikan himbauan terkait pola asuh itu pada kegiatan Temu Nasional kader PKK dalam rangka cegah Perkawinan anak (Cepak) di hotel Aston Mataram, Senin (22/11/21).

BACA JUGA; Program Posyandu Keluarga NTB Dinilai Lebih Maju

Menurut Bunda Niken, pencegahan perkawainan anak tidak semudah yang dibayangkan, pernikahan anak bukan terjadi tanpa ada dukungan dari orang sekitar. Mengingat masalah perkawinan pada anak banyak terjadi di desa dan dusun.

“Sehingga upaya kita untuk mencegah tidak hanya dilakukan tim PKK tapi diharapkan dukungan semua pihak,” harap bunda Niken.

Bunda Niken menjelaskan, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sudah disahkan pada tahun 2019.

Dalam Undang-Undang tersebut telah mencantumkan perubahan usia minimal perkawinan dari 16 tahun bagi perempuan menjadi 19 tahun.

Hal ini juga diberlakukan sama dengan laki-laki yang telah mengakomodasi prinsip kesetaraan dan juga bentuk afirmasi yang progresif.

“Kepala desa, ketua adat, tokoh agama dan tokoh pemudah bahwa pernikahan anak bukan solusi pada masalah remaja,” tegas Bunda Niken.

Senada dengan itu, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Tri Tito Karnavian menegaskan, masalah perkawinan anak akan memberikan dampak buruk bagi kaum perempuan. Baik dampak dari segi mental, sosial hingga pendidikannya.

“Sudah sepantasnya, kita bersama-sama melakukan mencegah perkawinan anak dengan sinergi PKK pusat dengan daerah yang diperkuat dengan program yang kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina di Akhir Tahun

Istri Mendagri itu menilai, banyak orang tua beralasan bahwa perkawinan anak merupakan salah satu cara menghindari pergaulan bebas, keadaaan ekonomi maupun alasan-alasan lainnya. Namun,  ternyata perkawinan anak justru menyumbang kasus perceraian yang paling banyak dikarenakan alasan belum mapan baik membina rumah tangga maupun ekonomi.

“Oleh karenanya, kami dari pusat sudah memperjuangkan Anggaran agar PKK di seluruh Indonesia lebih meningkatakan kegiatan pencegaha,” katanya.

Ikp

kominfo.

 




Program Posyandu Keluarga NTB Dinilai Lebih Maju

Program Posyandu Keluarga tidak semata memberi pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan anak-anak, tapi sekaligus jadi pusat melakukan layanan edukasi masyarakat

LOTENG.lombokjornal.com ~ Di Nusa Tenggara Barat (NTB) pelayanan kesehatan di Posyandu Keluarga tak hanya bagi ibu hamil, anak-anak dan wanita, tapi juga melayani lansia dan remaja.

“Di sini sudah lebih maju, lansia sudah bisa menggunakan pelayanan tersebut,” ucap ketua Umum TP PKK.

Ny. Tri Tito mendorong masyarakat mendukung Pogram Posyandu Keluarga Tri Tito mengapresiasi program Posyandu Keluarga yang programnya lebih maju

Ketua Umum TP. PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian mengatakan itu saat menyalurkan bantuan sembako Oase di Aula Kantor Desa Sengkol, Lombok Tengah Minggu (21/11/21).

Saat itu Ny. Tri Tito di dampingi ibu Hj Niken Zulkieflimansyah. Ia mengapresiasi program Posyandu keluarga di Nusa Tenggara Barat dinilai lebih maju program-programnya.

BACA JUGA: Remaja NTB Raih Juara Putri Batik Nasional

Ny. Tri Tito mengajak masyarakat khususnya ibu ibu untuk mensukseskan salah satu dari 10 program pokok PKK tersebut.

“Posyandu yaitu pelayanan terhadap kesehatan kepada semua ibu-ibu dan anak-anak, tidak hanya ibu hamil dan anak tapi di sini sudah lebih maju, lansia sudah bisa menggunakan pelayanan tersebut,” ucap ketua Umum TP PKK.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB yang akrab disapa Bunda Niken, tak henti-hentinya mensosialisasikan program Posyandu Keluarga.

Selain sebagai pusat pelayanan kesehatan, posyandu di NTB juga diharapkan menjadi pusat untuk melakukan layanan edukasi lainnya.

Layanan edukasi itu sesuai kebutuhan di masyarakat. Misalnya, di dusun jika ada masyarakat yang banyak menjadi pekerja migran, maka edukasinya akan mengarah ke hal tersebut.

“Jika terjadi banyak perkawinan anak maka juga akan diberikan edukasi bagi remaja-remaja disana,” jelas Bunda Niken.

Saat ini baru 70% posyandu di NTB menjadi Posyandu Keluarga, dan posyandu ini diselenggarakan di setiap dusun dan akan terus di kembangkan.

BACA JUGA: Perekonomian Masyarakat Sekitar KEK Mandalika Meningkat

“Mudah-mudahan kegiatan Oase Kabinet Indonesia Maju ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan bekerja sama dengan semua pihak. Tidak hanya dari organisasi perempuan. Tapi juga dari stakeholder ataupun dinas terkait, swasta dan lain-lain. Agar mencapai atau pemberdayaan kepada masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera,” tuturnya.

Diskominfotik

 




Lansia di NTB Diharap Tetap Produktif di Masa Tua

Para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya

MATARAM.lombokjournalcom ~ Kelumpok lanjut usia (lansia) di Prov NTB diharapkan dapat tetap produktif di masa tua mereka.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati saat menerima kedatangan Kelompok Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI) di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (04/11/21).

Ketua Kelompok Kebugaran Lansia bertemu Hj Niken

“Semoga dengan adanya komunitas ini, para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya,” ucap Bunda Niken.

Ibu Lale G. Ariadi, Ketua KLPI menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap komunitasnya.

“Tentunya kami sangat berterimakasih kepada Bunda Niken dan pihak terkait karena telah membantu komunitas kami berkembang. Dengan adanya KLPI, kami akan terus berusaha untuk menaungi para lansia di NTB agar menjadi lebih sehat, produktif dan tidak menjadi tua yang tidak berguna di masa tua,” jelasnya.

BACA JUGA: Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

Selain itu, Bunda Niken menambahkan, ia akan terus mendukung pembentukan KLPI sehingga nantinya para lansia dan pralansia mempunyai tempat pulang untuk menghabiskan waktu bersama.

“Kita siap mendukung komunitas ini agar semakin berkembang ke depan, sehingga KLPI dapat menjadi rumah bagi para lansia dan pralansia di NTB untuk saling bertemu, beraktifitas, mengisi waktu dan juga bersosialisasi bersama,” tambahnya.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Bunda Niken juga mengingatkan Kelompok KLPI agar ke depan terus bersinergi dengan pemerintah secara umum, dan masyarakat luas secara khusunya.

Nn

diskominfotikntb




Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Pendidikan dalam keluarga diharapkan maksimal memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait penyelahgunaan nakoba

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kunci mencegah penyalahgunaan narkoba dimulai dari keluarga.

Peran orang tua harus maksimal dalam berlansungnya pendidikan dalam keluarga. Orang tua harus lebih maksimal memberikan pemahaman dan sosialisasi di lingkungan keluarga.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yaitu istri Gubernur NTB, mengimbau agar keluarga menjadi benteng utama pencegahan narkoba.

Menurut Ketua TP PKK Provinsi NTB itu, keluarga merupakan garda terdepan dalam menjaga dan mencegah keluarga dari penyalagunaan Narkoba.

“Karena kunci pencegah penyalagunaan Narkoba harus dimulai dari keluarga,” ujar Bunda Niken, sapaan Hj Niken Saptarini Widyawati.

Hj Niken mengatakan itu saat membuka Webinar Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital, degan tema ‘Penguatan Keluarga Dalam Menghadapi Bahaya Narkoba secara hybrid, Selasa (19/10/21) di Aula Pendopo Gubernur NTB.

BACA JUGA: Bunda PAUD di Kecamatan dan Desa se KLU Dikukuhkan

“Mental dan kepribadian anak-anak dan anggota keluarga lebih dewasa dan bijaksana dengan memahami seutuhnya bahaya Narkoba,”ungkap Bunda Literasi NTB ini.

Bunda Niken mengingatkan, masa remaja bagi anak-anak merupakan fase perkembangan dari masa anak-anak ke dewasa. Dalam masa seperti ini orang tua harus memperhatikan dan membentuk karakter dan pendidikan bagi anak.

“Data menunjukan, jumlah pengguna Nerkoba paling banyak dari usia remaja,” ucap Hj Niken.

Peran keluarga dalam hal ini Orang tua juga harus secepatnya mendeteksi tingkahlaku anak. Jangan sampai setelah terkena baru diketahui orang tua.

Di masa pandemi Covid-19, harus disiapkan betul kesehatan mental keluarga agar tidak rapuh. Meningkatkan peran keluarga membentuk dan membangun karakter setiap anggota keluarga yang berahlak mulia dan bermoral.

“Penting juga TP.PKK mengetahui wilayah rawan Narkoba, sehingga dapat diperkuat sistem pencegahan dan sosialisasi bahaya Narkoba,”tutup istri Gubernur NTB ini.

Sosialisasi dan rehabilitas 

Penyalagunaan Narkoba dapat ditekan dengan sinergi dan pola pencegahan, sosialisasi dan rehabilitasi berjalan bersamaan.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gagas Nugraha, SH., mengatakannya saat bicara dalam webinar.

“Termasuk secara masif (sosialisasi dan rehabiliasi) dilakukan secara bersama seluruh masyarakat,” kata Gagas Nugraha.

Ggas juga menekankan penguatan ketahanan keluarga. Hal ini dianggap langkah strategis, penting dan mendesak dalam membangun dan mensejahterakan keluarga. Dengan demikian melindungi anak-anak dari bahaya narkotika.

Selama BNN NTB terus mengkampayekan secara off line maupun online upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya Narkoba. Seperti melalui website, media sosial maupun media cetak atau elektronik.

BACA JUGA: Antara Marah dan Rmahnya Bu Risma

Sedangkan sosialisasi di  kalangan pelajar disekolah-sekolah kerap dilalukan. Termasuk kepada masyarakat melalui desa bersinar di NTB.

Kegiatan yang digagas TP.PKK Provinsi NTB bekerjasama dengan DWP Provinsi NTB dan DWP BNN Provinsi NTB, menghadirkan Psikolog Yossy Dwi Erliana Julmansyah, S. Psi.

Webinar itu diikuti peserta dari TP.PKK Provinsi, DWP Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga desa se NTB dan Genre NTB.

Diskominfotik




Bunda PAUD Kecamatan dan Desa se-Lombok Utara Dikukuhkan

Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa, masing-masing dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu dan Bunda PAUD Kabupaten, Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengukuhan Bunda PAUD se Lombok Utara, mulai tingkat desa hingga kecamatan, brlangsung di Sunset Spring Beach Desa Segara Katon, Selasa (19/10/21).

Pengukuhan Bunda PAUD mulai Desa higga Kecamatan itu tertuang dalam Keputusan Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara No:421.1/03/10/BP.KLU/2021.

Usai pelantikan Bunda Paud Desa dan Kecamatan

pelantikan Bunda PAUD Kecamatan yang dilakukan bupati

Kegiatan itu dimulai dari pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan yang dilakukan Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH.  Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan 28 Bunda PAUD Desa Se-KLU oleh Bunda PAUD KLU, Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu.

BACA JUGA: Sosialisasi Pembangunan Data Base Informasi Kearsipan KLU

Hadir dalam acara pengukuhan itu, Plt.Kadis Dikbudpora KLU Adnan MPd, Ketua GOW KLU Yunita Aprilina Danny Karter, Ketua DWP KLU Baiq Hurniwati Anding Dwi Cahyadi, serta undangan lainnya

Usai pengukuhan, Bupati Djohan menyampaikan selamat kepada Bunda PAUD Kecamatan dan Desa di KLU. Pesan bupati, agar mereka bertugas sesuai pedoman kerja masing-masing.

Peran PAUD dalam lini kehidupan sangat penting, mengingat pendidikan anak diusia 0-6 tahun dalam pembentukan karakter menuju generasi yang lebih baik, serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara ke depan.

”Pendidikan PAUD ini sangat strategis dan sangat penting peranannya sehingga sangat diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam rangka mendidik anak-anak diusia kemasan mulai dari cara bergaulnya dirumah dan dilingkungan sekitar,” tutur bupati

Dilantiknya para istri Kepala Desa karena memiliki pengaruh terhadap PAUD di wilayah dan lingkungan masing-masing.

Sehingga yang menjadi tugas dapat dikerjakan, selanjutnya diteruskan pada masyarakat.

Generasi sekarang dan ke depan memiliki tantangan luar biasa, terlebih dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi luar biasa.

Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD KLU Hj. Galuh mengungkapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), merupakan upaya pembinaan yang ditujukan anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.

Pembinaan tu dilakukan melalui pendidikan dasar, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani. Tujuannya, anak memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut.

“Kepedulian yang besar terhadap pendidikan anak usia dini, sama-sama membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada saatnya, mereka memiliki kesiapan mental untuk memasuki pendidikan tingkat lanjut, mengantar mutiara bangsa ke gerbang masa depan mereka yang lebih baik,” ungkap Bundah Galuh.

Menurutnya, pendidikan di awal masa pertumbuhan anak sangatlah penting. Pada usia dini, otak berkembang dengan sangat cepat, otak juga dapat menerima dan menyerap segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya.

Tidak hanya yang baik-baik saja, tapi juga hal-hal yang kurang baik.

“Saya ingatkan bahwa, pendidikan anak usia dini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah dan lembaga PAUD saja, tapi masyarakat dan orang tua juga harus bersama-sama berperan aktif, menyukseskan pendidikan anak usia dini sesuai peran masing-masing”jelasnya

Pekerjaan dan pencapaian besar untuk memasyarakatkan PAUD masih menunggu melalui intervensi kebijakan pemerintah. Dengan menggerakkan instrumen pemerintah dari tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa sampai ke tingkat dusun dengan jumlah lembaga PAUD di KLU sebanyak 204.

Tentu ke depan, bisa bertambah mengingat tugas paling utama ialah memastikan bahwa, anak-anak usia 0 — 6 tahun sudah terlayani oleh PAUD-PAUD yang ada.

BACA JUGA: Bupati Djohan Terima Kunker Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid

“Bunda PAUD juga memiliki tanggungjawab untuk memastikan anak-anak yang lahir memiliki identitas berupa akta kelahiran, agar mereka dapat menjadi warga negara indonesia yang terlindungi hak-haknya sejak dini,”ungkapnya

Selaku Bunda PAUD kabupaten, berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan PAUD di daerah KLU, yang merupakan profesi suci yang dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.

“Harapkan kepada Bunda PAUD Kecamatan dan Desa mampu menjadi pondasi keberhasilan pendidikan usia dini dengan selalu berkomunikasi dalam pengembangan potensi di wilayah masing-masing,” harapnya.

@ng




Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam  penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).

Ketua TP-PKK KLU hadir dalam lomba kebun gizi

Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.

Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.

Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.

Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.

BACA JUGA: Kompetisi Reguler Bupati Cup 2022, Ini Rencana PSSI KLU

“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.

Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.

Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.

“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.

Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan

Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.

“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.

Mulai 2017

Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.

“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.

Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.

“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya

Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.

Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.

Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.

@ng




Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Penyelenggaraan Bimtek PAUD Holistik Integratif diapresiasi Bupati Djohan, yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi bimbingan teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Lombok Utara, di Sunset Spring Beach Desa Segara Katon, Selasa (05/10/21).

Bupati saat membuka resmi bimtek PAUD HI
Bupati H. Djohan Sjamsu

Hadir dalam kegiatan itu Plt. Kadis Dikbudpora Adnan MPd , Plt.Kepala Bappeda Parihin SSos, Bunda PAUD KLU, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu serta undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan Apresiasi terhadap Bimtek PAUD HI di Lombok Utara yang tujuannya mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Selain itu juga mencetak generasi milenial  yang produktif kreatif dan inovatif serta mampu berkontrbusi pada pembangunan  bangsa dan daerah.

“Saya atas nama Kepala Daerah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayan Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi terselenggaranya kegiatan ini,” tuturnya.

PAUD HI merupakan program nasional, dilaksanakan secara stimulan, sistematis serta menyeluruh dan terintegrasi, berkesinambungan untuk mendukung tumbuh kembang optimal demi mewujudkan anak sehat, cerdas dan berkarakter sebagai generasi masa depan berkualitas.

“Saya mengharapkan peran aktif seluruh kita semua untuk menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak dalam hal Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan serta Pelindungan dan Kesejahteraan,” harapnya.

Dengan kekompakan seluruh elemen dalam  membangunan daerah, tentu melalui bimtek kita bisa melakukan terobosan peningkatan kualitas SDM guna terwujudnya generasi emas yang berkelanjutan di masa mendatang.

Dalam pada Plt. Kadis Dikbudpora KLU Adnan MPd melaporkan tujuan dari kegiatan bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas dan terlaksananya penanganan anak usia dini secara menyeluruh.

“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI disatuan pendidikan usia dini di KLU,” imbuhnya.

Dengan adanya Bimtek nantinya terlaksananya penanganan anak usia dini secara utuh dan menyeluruh, yang mencakup layanan gizi dan kesehatan.

Bimtek ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 100 Lembaga PAUD dari lima kecamatan di KLU, dengan Narasumber dari Direktorat PAUD Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Ristek RI melalui  Virtual.

BACA JUGA:

BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah di KLU

Acara dilanjutkan dengan Penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, pada perwakilan peserta bintek  dari masing-masing kecamatan di KLU.

@ng




IWAPI Dipuji Wagub, Kembangkan UMKM NTB

Pameran produk yang digelar IWAPI merupakan langkah yang sangat baik bagi pengembangan UMKM di NTB, dan jelas memberi kontribusi ekonomi daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pameran produk UMKM IWAPI bertema ‘bela beli produk’ lokal. Mendapat pujian dari Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Jalillah.

Selain memuji pameran produk UMKM IWAP, ia juga mengapresiasi kiprah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kunci bersaing adalah kualitas dan kualitas, enterpreneur binaan IWAPI ini top,” ujar Wagub saat membuka IWAPI Trade Fair di Atrium Mall Epicentrum Mataram, Sabtu (02/10/21).

Wagub mengatakan, pameran produk UMKMbaik bagi pengembangan UMKM IWAPI merupakan awal yang baik bagi UMKM khususnya NTB. Dimasa pandemi, UMKM IWAPI jelas memberikan kontribusi bagi ekonomi.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

Dalam kesempatan sama, Deputi Kewirausahaan dan Koperasi Kementerian Koperasi dan UMKM, Siti Azizah mengungkapkan, Indonesia berturut turut ranking empat wisata halal, fashion muslim dan keuangan syariah.

“Yang belum itu produk halal sehingga kementerian pada tahun ini memberikan bantuan dan akses modal sangat besar bagi UMKM. Silahkan dimanfaatkan dan mengajukan proposal melalui pemerintah daerah,” sebut Azizah.

Nita Yudi, Ketua Umum IWAPI mengatakan, sebagai organisasi pengusaha perempuan terbesar dan terlama sejak 46 tahun lalu, IWAPI menjadi tulang punggung Kamar Dagang dan Industri.

IWAPI dengan 30 ribu anggota yang 98 persennya adalah UMKM  senantiasa meningkatkan penjualan, brand, mutu dan jaringan.

Dalam komunitas global, IWAPI juga bekerjasama dan dipercaya oleh Asean Women Enterpreneurship sebagai  ketua. Dalam pengembangan pemasaran digital IWAPI telah lama bekerjasama dengan Mocrosoft, Google dan Kemenkominfo sebagai desakan kebutuhan pemasaran baru.

“Pokoknya bagaimana agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi. Sekarang ini fokus kita milenial. Pengusaha difabel juga mulai dilibatkan”, jelas Nita.

IWAPI Fair Trade berlangsung dua hari hingga 3 Oktober diikuti 70 pengusaha lokal dan swasta.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marquez dan Rossi

Dari gelaran pameran kedua ini diharapkan lebih meningkat penjualannya, penjualan dari pameran pertama pertama sebesar 1,3 miliar.

Diskominfotik