Wanita Menyusui Divaksin, Akan Mentransfer Antibodi ke Bayi

Hail penelitian membuktikan, wanita menyusui yang divaksin Covid-19 memberi bayi kekebalan pasif tehadap virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sebuah studi oleh University of Massachusetts Amherst menemukan, wanita menyusui yang divaksin Covid-19 mentransfer antibodi SARS-CoV-2 ke bayi.

Ini berpotensi memberi bayi mereka kekebalan pasif terhadap virus corona.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam ‘Jurnal Obstetri dan Ginekologi’.

“Penelitian ini adalah yang pertama mendeteksi antibodi SARS-CoV-2 dalam sampel tinja dari bayi dari ibu yang divaksin,” kata penulis utama Vignesh Narayanaswamy, kandidat PhD di laboratorium penelitian ASI dari penulis senior Kathleen Arcaro, profesor toksikologi lingkungan di  Departemen Kedokteran Hewan dan Ilmu Hewan.

BACA JUGA:  Peran Ikaboga NTB Penting Bagi Pemberdayaan Perekonomian

“Ini sangat penting karena wanita ingin tahu apakah bayi mereka memiliki antibodi ini, dan penelitian kami menunjukkan bahwa antibodi ditransfer melalui ASI. Memberikan bukti kuat ini adalah motivasi bagi wanita untuk terus menyusui setelah mereka menerima vaksin,” katanya.

Narayanaswamy mencatat takeaway penting lainnya: antibodi terdeteksi pada bayi tanpa memandang usia – dari usia 1,5 bulan hingga 23 bulan.

30 wanita menyusui dari seluruh AS – kebanyakan adalah petugas kesehatan – terdaftar dalam penelitian ini.

Mereka menerima vaksin mRNA Covid-19 antara Januari dan April 2021. Para wanita memberikan sampel ASI sebelum mereka divaksin, selama dua hingga tiga minggu setelah dosis vaksin pertama dan tiga minggu setelah dosis kedua.

Mereka juga memberikan sampel darah mereka, terlihat pada kartu, 19 hari setelah dosis pertama dan 21 hari setelah dosis kedua.

Sampel tinja bayi dikumpulkan 21 hari setelah vaksinasi kedua ibu.  Sampel pra-pandemi ASI, bercak darah kering, dan tinja bayi digunakan sebagai kontrol untuk penelitian ini.

Sampel diuji untuk antibodi spesifik-reseptor-binding domain (RBD) (Ig)A dan IgG.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pintu Masuk Mataram Harus Bersih dan Indah

Dalam sampel ASI, antibodi IgG anti-RBD ditemukan untuk menetralkan lonjakan protein SARS-CoV-2, serta empat varian.  Peningkatan kadar sitokin yang signifikan juga mengungkapkan respon imun dalam sampel ASI.

Antibodi IgG anti-RBD dan anti-RBD IgA terdeteksi pada masing-masing 33 persen dan 30 persen sampel tinja bayi.  Tingkat antibodi berkorelasi dengan efek samping vaksin yang dialami ibu.

“Wanita yang merasa sakit akibat vaksin dikaitkan dengan antibodi yang lebih besar pada tinja bayi,” kata Arcaro.

“Jadi Anda mungkin merasa tidak enak, tetapi itu bermanfaat bagi bayi Anda,” tambahnya.

Studi tersebut, kata Arcaro, tidak menerima dana khusus dan sebagian didorong oleh para peserta sendiri, yang akrab dengan penelitian ASI Arcaro yang luas, termasuk New Moms Wellness Study dan penelitian mutasi gen BRCA yang menjadi fokus Narayanaswamy.

Sementara wanita menyusui dan hamil didesak untuk divaksinasi, tidak ada wanita hamil atau menyusui yang dimasukkan dalam uji coba vaksin, Arcaro mencatat.  Temuan menunjukkan bahwa “bahkan jika Anda memiliki Covid, ada manfaat bagi wanita untuk mendapatkan vaksin.”

Tim peneliti termasuk rekan Arcaro’s UMass Dominique Alfandari, Brian Pentecost dan Sallie Schneider;  Dr Corina Schoen, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di UMass Chan Medical School-Baystate;  dan Ryan Baker, seorang mahasiswa sarjana UMass Amherst. ***

 




Ini Juga Emansipasi, Suami Camat Kayangan Jadi Ketua TP PKK

Untuk diketahui, urusan TP PKK bukan urusan perempuan atau hanya jadi wewenang ibu-ibu, sebab di Kecamatan Kayangan Lombok Utara, yang pimpin gerakan PKK adalah seorang bapak

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ini cerita menarik dari Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara tentang Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Jadi jangan dikira soal PKK hanya urusan perempuan atau hanya jadi wewenang kaum ibu. Tidak selalu PKK itu identik semata gerakan perempuan.

Agus Edy Sulaeman alias Jebul

Ini buktinya, TP PKK Kecamatan Kayangan bukan dipimpin perempuan melainkan digerakkan laki-laki yakni Agus Edy Sulaeman, S.Pt, yang tidak lain adalah suami Ibu Camat Kayangan, Siti Rukaiyah, S. Pt

Memang, Agus Edy Sulaiman merupakan satu-satunya laki-laki yang menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan di “Gumi Tioq Tata Tunaq” Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Menurut Agus yang akrab panggilan Jebul, dirinya menjadi Ketua TP PKK di Kecamatan Kayangan lantaran Istrinya menjadi Camat di Kayangan.

“Kalau Istri menjadi Camat, maka suaminya harus menjadi Ketua TP PKK di wilayah kerjanya,” tukas Jebul, saat di konfermasi wartawan media ini, Kamis (30/12/21).

Setiap kegiatan TP PKK yang dIjalankan bukan semata bersifat seremonial.

BACA JUGA: Dusun Berariran di KLU Jadi Dusun Terintegrasi

“Melainkan kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga Di setiap Kecamatan, Desa dan di tingkat pesusunan,” tutur Agus.

Menurutnya, PKK di setiap wilayah dan tingkatan masing-masing harus kembali pada rohnya yaitu sebagai gerakan masyarakat untuk pemberdayaan keluarga. Begitu Agus menuturkan dengan yakin..

Lanjut dia, gerakan PKK sesungguhnya adalah potensi pembangunan bagi bangsa dengan memahami potensi yang dimiliki.

Maka, katanya, harus digelorakan dan dipelihara serta dikembangkan secara terus menerus.

“Atas dasar itulah program kerja PKK ke depan harus langsung dapat dirasakan masyarakat,” katanya sungguh-sungguh.

Agus pun berharap, agar TP PKK Kecamatan dan maupun Desa Kayangan dan desa yang lainnya agar memahami dengan baik dan benar, mulai struktur kelembagaan, tugas, dan fungsi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri.

“Sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsi lembaga dengan tata kelola yang baik secara terstruktur dan hierarki,” pintanya.

Selain itu mereka mampu melaksanakan 10 program pokok PKK. Serta mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pusat.

Dengan melaksanakan kegiatan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Resmikan Jembatan Persada Hati

“Mari sinergikan kekuatan kita, kreativitas kita dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan karakter anak bangsa yang beriman, bertaqwa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, agar memiliki akhlak yang mulia dan berbudi pekerti luhur,” kata Agus dengan yakin.

Angkat jempol untuk Bapak Ketua TP PKK Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

@ng

 




Komitmen PPI NTB Turunkan Angka Stunting dan Layanan Kesehatan

PPI NTB diharapkan berperan dan punya komitmen menurunkan stunting dan fokus meningkatkan pelayanan kesehatan

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Pencegahan dan ikhtiar menurunkan angka stunting bukan pekerjaan pemerintah saja, namun juga seluruh stakeholder dan elemen masyarakat.

Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini menyampaikan itu berikhtiar menurunkan angka Stunting di NTB

Menurutnya, PPI harus berperan dan berkomitmen menurunan angka stunting, dan bermitra dengan pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan masalah perempuan di NTB.

Harus punya komitmen penurunan stunting

“Fokus kita adalah meningkatan kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, kesehatan bayi baru lahir dan pelayanan kesehatan,” jelas Bunda Niken.

Ketua PPI NTB mengatakannya pada rapat kerja di Sekretariat PPI Nasional, Apartemen Menteng, jalan Teuku Cik Ditiro no. 20 Gondangdia Jakarta Pusat.

Dihadapan Ketua PPI Nasional Dr. Ir. Giwo Subianto Wiyogo M.Pd, Bunda Niken juga menjelaskan, sejak dilantik pada bulan April 2021 lalu, PPI-NTB memulai aksi dengan melakukan orientasi kader PPI untuk menurunkan angka stunting di NTB.

Terutama kegiatan pelatihan penguatan pengurus PPI NTB, dari pengurus advokasi ke kabupaten kota untuk membentuk pengurus-pengurus baru.

“PPI akan mencari terobosan baru untuk masalah stunting dan pendampingan keluarga, salah satu cara yang tepat untuk segera menurunkan angka stunting,” jelas Bunda Niken.

BACA JUGA: Tahun Baru 2022, Resolusi Terbaik unuk Kesehatan Mental

Bunda Niken dalam kesempatan tersebut juga melaporkan kepada PPI Nasional, telah membentuk dan melantik pengurus PPI kab/kota se-NTB.

Selain itu, di NTB kini ada 7.500 lebih posyandu Keluarga yang menjadi satu titik sentral tempat mengedukasi,  dan ditargetkan akan tuntas 100 persen pada akhir tahun 2021.

Diketahui, Pita Putih Indonesia (PPI) dalam program kerjanya memberikan advokasi dan edukasi mengenai pengetahuan, ketrampilan dan kepedulian secara proaktif menjaga kesehatan diri sendiri, kesehatan keluarga dan masyarakat  perlu ditumbuh kembangkan pada semua orang  sedini mungkin.

Strategic plan PPI 2019-2022, Goals  yang ingin dicapai pada tahun 2022  adalah  terinformasikannya kepada remaja tentang  pemahaman kesehatan dan hak-hak perempuan dan anak perempuan.

BACA JUGA: Komando Gerindra NTB Sekarang di Tangan Pathul Bahri

Dan adanya fasilitas kesehatan di daerah bencana alam dan daerah konflik yang memadai,  kebijakan tentang kesehatan reproduksi, ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, anak dan remaja akan terus dikembangkan.

Tentu dengan dukungan stakeholders serta peningkatan anggaran untuk kesehatan, gender dan gizi baik di tingkat Nasional maupun daerah.

Untuk pencapaian Goals ini, PPI  bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta stakeholder lainnya

Strategi dalam pencapaian goalsnya Pita Putih Indonesia melakukan edukasi dan pemberdayaan mayarakat mengenai kesehatan dan hak-haknya.

Caranya, dengan mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksinya serta mendorong keaktifan remaja dalam penyebaran informasi-informasi tentang kesehatan reproduksi, dengan mengedepankan prinsip kepedulian terhadap program self-care  kesehatan di keluarga dan di masyarakat.

Selanjutnya meningkatkan pemahaman publik tentang kebijakan dan peraturan setempat tentang kesehatan reproduksi, ibu dan bayi baru lahir.

Serta melakukan sosialisasi pendekatan pemberdayaan perempuan melalui self-care, advokasi diri dan pengorganisasian diri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua I Dr. Ruth Stella, Wakil Ketua II Ir.Hartina dan sekretaris Dra. Iriani, dr. Elly Ketua Bidang Komunikasi Informasi dan Edukasi juga hadir Ketua bidang Humas PPI-NTB  Dra. Hj. Asnirawati M.Si. ***

 




Di Hari Ibu, DWP Tiga Instansi Kunjungi Panti Tresna Werdha

Ini Aksi DWP Pusda, DWP Perkim dan DWP Kominfotik NTB Peringati Hari Ibu, berbagi kasih dan perhatian kepada ibu-ibu di Panti Sosial Tresna Werdha

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyambut Hari Ibu ke 93 dan HUT 63 NTB, Darma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, DWP Kominfotik dan DWP Dinas Perumahan dan Permukiman NTB melakukan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram, Jum’at (24/12/21).

Ketua DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Yossy Dwi Erliana mengaku senang datang berkunjung bahwa ibu-ibu dan bapak masih sehat-sehat semuanya.

Berbagi kasih dan perhatian di Hari Ibu

“Alhamdulillah, luar bisa ibu-ibu disini mendapatkan perhatian dan perawatan dengan baik oleh pengurus panti,” jelasnya.

Diceritakan kepala panti tadi, sambungnya, ibu-ibu lanjut usia ini membutuhkan perhatian. Sebagai manusia pastinya membutuhkan perhatian.

“Jadi kami disini bersama Ketua DWP Dinas Kominfotik Ibu Anggraini dan DWP Dinas Perumahan dan Permukiman beserta rombongan untuk berbagi kasih dan perhatian kita sebagai anak kepada ibu-ibu tercinta disini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Panti Tresna Werdha Puspakarma Mataram, Dra. Hj. Fitriah M.M mengucapkan terimakasih kepad ibu-ibu DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, DWP Dinas Kominfotik dan DWP Dinas Perumahan dan Permukiman NTB dalam kunjungannya sebagai bentuk perhatian kepad ibu-ibu lanjut usia disini.

BACA JUGA: Apel Gelar Pasukan Operasi LilinRinnjani di KLU

“Kami senang sekali dikunjungi sebagai bentuk dukungan dan rasa kepedulian terhadap ibu-ibu lanjut usia,” ungkapnya terharu.

Ia menyebutkan panti ini memiliki 11 Wisma untuk para ibu-ibu lansia. Dimana jumlah yang tinggal disini 80 orang, namun ada yang meninggal 5 orang sampai sekarang belum ada penggantinya. Sehingga jumlahnya sekarang 75 orang.

BACA JUGA: Hem, Nikmatnya Sarapan Pagi dengan Mi Koclok Cirebon

Selanjutnya, serah terima bantuan secara simbolis berupa sembako makanan buah-buahan minyak  goreng, beras dan sebagainya. Serta dilanjutkan dengan kunjungan ke wisma panti tempat ibu-ibu atau bapak-bapak yang tinggal.

Nano

 




Hari Ibu di KLU, Wabup Danny: Sangat Besar Jasa Ibu

Dalam peringatan Hari Ibu, Wabp Danny Karter menggambarkan betapa besar jasa ibu, dan Indonesia tidak akan maju jika perempuan di Indonesia tidak berdaya saing

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menghadiri peringatan Hari Ibu ke – 93 di Kabupaten Lombok Utara yang bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” di Aula RSUD Lombok Utara, Tanjung (22/12/21).

Sejarah Hari Ibu merupakan salah satu bentuk nyata peran perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada Tahun 1928. Para pejuang wanita berkumpul dan mengadakan kongres yang bertujuan untuk mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan perempuan Indonesia.

Pada Hari Ibu digambarkan besarnya jasa ibu        Peringatan Hari Ibu

Wabup Danny  di awal sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari ibu untuk seluruh ibu yang ada di Lombok Utara. Dan mengaku, sangat besar jasa seorang ibu.

BACA JUGA: Peringati Hari Ibu TP PKK NTB Gelar Kebugaran Lansia

“Tidak ada satu kata pun yang mampu menggambarkan peran, jasa dan sumbangsih seorang ibu baik dalam perannya sebagai ibu bagi anak-anaknya tetapi juga dalam pembangunan bangsa dan negara,” tuturnya.

Wabup  menggambarkan, Indonesia tidak akan maju jika perempuan di Indonesia tidak berdaya saing.  Dibutuhkan perempuan-perempuan hebat untuk membentuk karakter yang mampu bersaing dengan negara lain.

“Harapan saya  semoga peran perempuan khususnya para ibu bisa menjadikan kabupaten Lombok Utara ke arah yang lebih maju, sejahtera, inovatif dan bisa berdaya saing dengan daerah lain yang ada di Indonesia,” harapnya.

Ketua TP PKK KLU Hj.Galuh  dalam sambutannya menyampaikan peringatan hari ibu merupakan cara menghargai seorang ibu yang  telah melahirkan generasi-generasi hebat, berprestasi dan berakhlak.

“Saya mengajak para perempuan khususnya  yang ada di Lombok Utara untuk selalu memperjuangkan hak dengan utuh serta menjadi manusia yang memiliki hak sosial tanpa melupakan kewajiban dan peran sebagai seorang ibu dan istri dalam keluarga,” katanya

Ketua Panitia yang juga Ketua GOW Yunita Aprilia menyampaikan, Ibu adalah malaikat tanpa sayap yang Allah utu ke dunia untuk merawat, membesarkan, hingga mengajarkan tentang luasnya ilmu.

BACA JUGA: HUT BOKW, Wagub NTB Puji Semangat Survive di Masa Pandemi

“Pesan saya untuk  seluruh ibu-ibu hebat terutama ibu-ibu di Kabupaten Lombok Utara untuk terus mendidik, mengayomi, dan berdaya saing sehingga tercipta indonesia maju,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut Pj. Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP, MM, Pabung KLU Mayor (Inf) Ibnu Haban, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Ketua DWP Baiq Hurniwati SPd  serta undangan lainnya.

@ng

 




HUT BKOW, Wagub NTB Puji Semangat Survive di Masa Pandemi

Semangat survive Badan Kerjasama Organisasi Wanita atau BKOW NTB dipuji, selama dua tahun di tengah pandemi tetap melakukan kegiaan

MATARAM.lombojournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah memuji semangat survive kaum perempuan di tengah pandemi Covid-19.

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) NTB Selama hampir dua tahun tetap survive menyelenggarakan kegiatan dengan aman, tetap menggunakan protokol kesehatan.

memuji semangat wanita dalam BKOW
Wagub Hj Sitti Rohmi

Peringatan ulang tahun BKOW

“Inilah yang diidam-idamkan, kita tetap survive ketika menghadapi kesulitan apa pun. Selama dua tahun pandemi covid-19 di NTB, tetap aktif melaksanakan kegiatan,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

BACA JUGA: Mantan Panglima TNI pun Ditugaskan Sukseskan MotoGP

Ia mengungkapkan itu saat memberikan sambutan pada Peringatan HUT ke-58 BKOW NTB dirangkai dengan Peringatan Hari Ibu, serta seminar Kesehatan bertempat Hotel Aston Inn Mataram Rabu (22/12/21).

Wagub mengiraikan, apa yang disebutkan tadi dengan 15 program yang sudah dilakukan selama tahun 2021. Itu semua bukan hanya melalui hasil diskusi tapi langsung dikerjakan.

BKOW disebutya tempat berkumpulnya perempuan-perempuan hebat, terdiri dari gabungan organisasi wanita dan berbagai profesi lainnya. Sehingga acaranya bisa berjalan dengan baik.

“Maka dengan sinergi dan kalaborasi, tidak ada yang sulit dalam melaksanakan kegiatan,” terang umi Rohmi sekaligus Penasehat dan Ketua Umum BKOW NTB.

Sebelumnya, Ketua I BKOW NTB Prof. Dr. Hj. Rodliyah Mutholib mengatakan BKOW merupakan organisasi yang cukup strategis, mewujudkan cita-cita perempuan yang mencoba untuk menyalurkan keahlian kemampuan dan peduli pada masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19, BKOW berusaha melakukan beragam  kegiatan.

BACA JUGA: E-Katalog Lokal, Agar Produk Lokal di NTB Maju

Disebutkan, tahun 2021 BKOW telah melakukan kegiatan di antaranya, Webinar Perempuan Anti Korupsi, webinar Ketahanan UMKM di masa Pandemi, Talk Show Pencegahan Pernikahan Anak, Seminar Meningkatkan Kapasitas Perempuan, Bhakti Sosial, Sosialisasi Pilah Sampah berbasis rumah tangga dan lain sebagainya.

Hj. Rodliyah Mutholib mengajak kepada organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW, untuk bersama tetap exis, proaktif untuk berkiprah sesuai visi dan misi dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Umi Rohmi didampingi sesepuh organisasi wanita Hj. Erica Zainul Majdi sebagai simbol bertambahnya usia organisasi BKOW NTB.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh sesepuh organisasi wanita Hj. Erica Zainul Majdi, Kepala Dinas BP3A2KB, Ketua Organisasi Wanita se-NTB, Ketua GOW Kabupaten kota, serta tamu undangan lainnya.

Nano

 




Peringati Hari Ibu, TP PKK NTB Gelar Kebugaran Lansia

Kegiatan untuk menjaga kesehatan kaum perempuan baik yang sudah lansia maupun pra lansia digelar TP PKK NTB guna menyemarakkan peringatan Hari Ibu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan untuk menjaga Kebugaran Lansia dan Pra Lansia digelar TP. PKK Nusa Tenggara Barat (NTB) di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Minggu (19/12/21).

Kebugaran iansia diselenggarakan untuk memperingati Hari Ibu ke 93.

Kebugaran Lansia dan Pra Lansia merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan para kaum perempuan baik yang sudah lansia maupun pra lansia. Terutama untuk tetap menjaga kesehatan tulang dalam melakukan aktivitas  setiap harinya.

BACA JUGA: Ini 5 Alasan Pentingm Perlu Selalu Menjaga Sikap Positif

Menjaga kesehatan kaum perempuan di Hari Ibu
Hj. Lale Prayatni

Hal itu disampaikan Ketua TP.PKK Prov. NTB diwakili Ketua 1 TP. PKK Provinsi NTB, Ir. Hj. Lale Prayatni di tengah-tengah kegiatan.

“Kesehatan tulang banyak dikeluhkan oleh ibu-ibu ketika menjelang hari tua. Untuk menjaga tulang tetap kuat, kita akan terus melakukan kegiatan kebugaran dengan  senam dan olahraga,” ungkapnya, yang juga Ketua KLPLI Nusa Tenggara Barat.

Kebugaran Lansia dan Pra Lansia Indonesia (KLPLI) merupakan wadah pemersatu Lansia dan pra Lansia untuk dapat hidup sehat dan bugar melalui olahraga.

KLPLI di Provinsi NTB  sendiri telah dibentuk sejak tanggal 21 November 2021 lalu.

BACA JUGA: Tablig Akbar HUT NTB, Gubernur Dampingi Ustad Somad

Kegiatan kebugaran Lansia dan pra Lansia diikuti semua organisasi yang tergabung di BKOW, TP. PKK, DWP, Dharma Pertiwi, Bayangkari, KLP Senam, Jalasenastri, Pya Argarini, Al Hidayah, IIDI dan ditutup dengan pembagian doorprize dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Prov NTB, RSUP NTB dan Prodia.

Ikp

 




Hemm, Nikmatnya Sarapan Pagi, Soto Ayam Kuah Susu

Memulai hari dengan sarapan pagi yang nikmat akan meningkatkan produktivitasmu, dan bagaimana kalau kita coba Soto Ayam Kuah Susu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sarapan yang tepat bisa membantu proses metabolisme tubuh, memberi energi tinggi, dan juga menjaga mood sepanjang hari.

Mulailah sarapan pagi yang sehat, enak, dan tidak membosankan! Ini akan meningkatkan produktivitas kencangmu, dan imun tetap terjaga?

Kamu bisa mencari menu sarapan pagi yang mudah dihidangkan dan memiliki banyak manfaat.

Tidak perlu bingung, berikut ini Kami punya  rekomendasi menu sarapan pagi yang tidak hanya enak, tapi juga bergizi dan menyehatkan. Yuk kita gas…

Soto ayam kuah susu

Soto ayam bisa jadi menu sarapan pagi yang cukup baik untuk dihidangkan.

Hangatnya sajian makanan khas Indonesia satu ini, membantu menghadirkan rasa tenang dan juga perlahan membakar semangat untuk mengawali hari.

Agar menghadirkan kesan menu sarapan pagi yang unik, Anda bisa coba menambahkan kuah susu dalam hidangan soto ayam ini

Bahan-bahan:

300 gr ayam rebus suwir

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

1 cm jahe

2 lembar daun salam

2 ruas sereh

1 ruas jahe

700 ml Frisian Flag Purefarm Full Cream

250 ml kaldu ayam/sapi

½ sdt merica

3 butir cengkeh

1 sdt ketumbar bubuk

2 sdm gula pasir

1 sdm minyak goreng

Garam dan merica secukupnya

Daun bawang dan bawang goreng (topping)

Cara membuat:

Untuk membuat resep soto ayam kuah susu, pertama siapkan bawang merah 5 siung, bawang putih 3 siung, jahe 1 cm lalu haluskan

Panaskan wajan, masukkan minyak 1 sdm, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, serai 2 batang, daun salam 2 lembar, ketumbar 1 sdt, cengkeh 3 butir.

Setelah bumbu mulai tercium harum, tambahkan kaldu ayam 250ml, Frisian Flag Purefarm Full Cream 700ml, garam sesuai selera, merica 1/2 sdt, gula 2 sdt.

Masukkan daging ayam suwir 300gr lalu aduk sampai bumbu-bumbunya meresap.

Dan Soto ayam siap dihidangkan dengan menambahkan daun bawang & bawang goreng di atasnya. ***

 




Bunda Niken Lantik Pengurus PPI Kabupaten/Kota, Ini Pesannya

Saat melantik pengurus PPI, Bunda Niken mengungkapkan, perempuan muda perlu mendapat info tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Empat Kabupaten/Kota se Pulau Lombok masa bakti 2021-2026, dilantik di gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB, Sabtu (04/12/21).

Pengurus PPI yang dilantik diminta bekerja dengan inovasi

Ketua dan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) yang dilantik masing-masing Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengan dan Lombok Timur, dihadiri juga Kadis Kesehatan Provinsi, Kepala BPKBN Perwakilan NTB.

Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, saat pelantikan itu mengugkapkan, pengurus PPI Pusat, memiliki anggota yang terdiri dari pakar dan akademisi.

Mereka selalu melalukan kajian, riset dan membagikan info tentang kesehatan Ibu dan Anak.

Terkait NTB berdasarkan data bonus demograsi, penduduknya hampir 53 persen terdiri dari perempuan. Lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.

BACA JUGA: Dekranasda Award Memotivasi Perajin untuk Terus Berkarya

“Setengahnya terdiri dari perempuan muda. Nah, perempuan muda ini perlu mendapat info yang tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI,” tambah Ketua Dekranasa NTB.

Bunda Niken berharap, pengurus PPI terus bekerja dengan kreativitas dan inovasi untuk terus menjaga dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Karena masih terdapat, ibu hamil, menyusui dan balita yang masih memprihatinkan. Ibu yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Balita yang belum terpenuhi gizinya.

Selain itu, membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat, memperluas jejaring  dengan organisasi/lembaga dan individu.

Dan sangat penting memotivasi kegiatan masyarakat/lembaga yang peduli, membangun budaya yang mengarah pada keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.

“Ini bagian dari PR kita semua,” pesan Istri Gubernur NTB.

Diakuinya, bila ibu dalam keluarga sehat, maka seluruh kekuarga akan sehat juga. Begitupun keadaan perempuan dalam suatu negara.

“PPI ini Organisasi sosial kemasyarakatan, hanya orang yang peduli dan punya jiwa sosial yang akan mampu bekerja maksimal,” kata Ketua TP.PKK NTB.

Untuk itu, mendidik generasi dan membangun generasi itu memerlukan kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak. Tidak mungkin PPI dapat bekerja sendiri.

“Selamat bekerja, kita tingkatkan kesehatan perempuan, ibu, ibu hamil, anak-anak dan balita, menjadikan NTB semakin Gemilang,” tutupnya.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat

Asisten 1 Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih mengatakan bahwa atas nama Pemrov. NTB menyampaikan selamat.

“Semoga komitmen pengurus PPI 4 Kabupaten/Kota dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerahnya,” terang Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih.

Ia juga mengapresiasi peran pengurus lelaki yang masuk komposisi pengurus. Karena kesehatan Ibu dan anak bukan hanya tugas perempuan, namun tugas lelaki juga.

Ketua PPI Mataram, Hj. Waridah Mujiburahman menyampaikan, jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Maka untuk mensukseskan berbagai program PPI, maka sinergi dan kerjasama harus terus ditingkatkan,”ucapnya.

Nn

 




Pola Asuh Anak yang Baik, Akan Cegah Perkawinan Anak

Pencegahan perkawinan anak tidak semudah yang dibayangkan, pernikahan anak bukan terjadi tanpa ada dukungan dari orang sekitar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perkembangan fisik, emosional, sosial dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa merupakan peran dan tanggung jawab orang tua.

Dengan demikian, pola asuh yang baik menjadi salah satu solusi mencegah perkawainan pada anak.

Menghimbau masyarakat agar mencegah perkawinan anak
Bunda Niken

“Penting sekali bagi kita untuk perhatikan pola pengasuhan untuk mencegah perkawinan pada anak di era digital,” ungkap Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken menyampaikan himbauan terkait pola asuh itu pada kegiatan Temu Nasional kader PKK dalam rangka cegah Perkawinan anak (Cepak) di hotel Aston Mataram, Senin (22/11/21).

BACA JUGA; Program Posyandu Keluarga NTB Dinilai Lebih Maju

Menurut Bunda Niken, pencegahan perkawainan anak tidak semudah yang dibayangkan, pernikahan anak bukan terjadi tanpa ada dukungan dari orang sekitar. Mengingat masalah perkawinan pada anak banyak terjadi di desa dan dusun.

“Sehingga upaya kita untuk mencegah tidak hanya dilakukan tim PKK tapi diharapkan dukungan semua pihak,” harap bunda Niken.

Bunda Niken menjelaskan, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sudah disahkan pada tahun 2019.

Dalam Undang-Undang tersebut telah mencantumkan perubahan usia minimal perkawinan dari 16 tahun bagi perempuan menjadi 19 tahun.

Hal ini juga diberlakukan sama dengan laki-laki yang telah mengakomodasi prinsip kesetaraan dan juga bentuk afirmasi yang progresif.

“Kepala desa, ketua adat, tokoh agama dan tokoh pemudah bahwa pernikahan anak bukan solusi pada masalah remaja,” tegas Bunda Niken.

Senada dengan itu, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Tri Tito Karnavian menegaskan, masalah perkawinan anak akan memberikan dampak buruk bagi kaum perempuan. Baik dampak dari segi mental, sosial hingga pendidikannya.

“Sudah sepantasnya, kita bersama-sama melakukan mencegah perkawinan anak dengan sinergi PKK pusat dengan daerah yang diperkuat dengan program yang kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina di Akhir Tahun

Istri Mendagri itu menilai, banyak orang tua beralasan bahwa perkawinan anak merupakan salah satu cara menghindari pergaulan bebas, keadaaan ekonomi maupun alasan-alasan lainnya. Namun,  ternyata perkawinan anak justru menyumbang kasus perceraian yang paling banyak dikarenakan alasan belum mapan baik membina rumah tangga maupun ekonomi.

“Oleh karenanya, kami dari pusat sudah memperjuangkan Anggaran agar PKK di seluruh Indonesia lebih meningkatakan kegiatan pencegaha,” katanya.

Ikp

kominfo.