Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUD Provinsi NTB

Operasi kelahiran bayi kembar empat yang pertama terjadi di RSUD Provinsi NTB, berjalan lancar

MATARAM.lombokjournal.com ~ RSUD Provinsi NTB mencatat sejarah baru, untuk pertama kalinya di rumah sakit itu lahir bayi kembar empat operasi caesar, pada Rabu (07/09/22) sekitar pukul 08.30 wita.

Orang tua bayi kembar yang berbahagia itu adalah buah hati pasangan M. Umar (35 tahun) dan Siti Nursiah (35 tahun), bayi tersenut berjenis kelamin laki-laki. 

Bayi kembar empat mendapat perhatian intensif RSUD NTB

Lega, itulah yang dirasakan Umar setelah mengetahui bayinya lahir dengan selamat. Keempat bayi kembar ini merupakan putra ketiga pasangan petani yang berasal dari Kelurahan Kaboro, Kecamatan Labita, Kabupaten Bima. 

BACA JUGA: Implementasi SIAP SIAGA di NTB Sejalan dengan Destana

Pasangan M. Umar dan Siti Nursiah telah memiliki seorang putra yg berusia 10 tahun dan seorang putri yg berusia 3 tahun.Agus Rusdhy H. Hamid, Sp.OG (K), MARS, dokter spesialis obstetri ginekologi konsultan fetomaternal RSUD Provinsi NTB yang mengepalai tim bedah pada operasi caesar tersebut mengatakan, kelahiran bayi kembar empat ini merupakan yang pertama di RSUD Provinsi NTB.

“Ibu bayi merupakan pasien rujukan dari Bima, dan operasi dilakukan dalam umur kehamilan 28/29 minggu. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, kurang lebih sekitar 45 menit. ibu bayi dalam kondisi stabil,” kata Rusdhy. 

Kelahiran bayi kembar empat yang pertama di RSUD Provinsi NTB ini mendapat atensi penuh dari Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H.L. Herman Mahaputra, M.Kes., M.H. atau biasa disapa dr. Jack. 

“Kelahiran ini dipersiapkan dengan matang. Sejak awal kedatangan, kondisi Ibu dan janin terus dipantau oleh pihak RS. Ini termasuk kasus yang unik, karena kehamilan bayi kembar empat ini terjadi melalui proses pembuahan yang normal, bukan pembuahan buatan atau melalui proses bayi tabung,” demikian tanggapan dr Jack. 

Diketahui bayi I lahir dengan BB 1350 gr, bayi II dgn BB 1370 gr, bayi III dgn BB 1100 gr dan bayi keempat lahir dgn BB 1195 gr. 

BACA JUGA: Pilah Sampah dari Rumah, Butuh Kesungguhan Pemkab/Pemkot

Keempat bayi yang lahir berselang 1 menit tersebut, saat ini mendapat perawatan intensif di ruang NICU RSUD Provinsi NTB, ditangani oleh dr I Ketut Adi Wirawan, MSc., Sp.A (K) dan team.***

 

 




Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB Resmi Dilantik

Setelah pelantikan Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB, Pemprov NTB berharap organisasi ini mrmpomosikan destinasi pariwisata NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dewan Pengurus Daerah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) NTB periode 2022-2026 telah resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP ILDI di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Sabtu (03/09/22).

Staff Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan, Jamaluddin, S.Sos, MT mewakili Gubernur NTB menucapkan selamat sekaligus menyampaikan harapan agar organisasi program-program ILDI NTB dapat sejalan dengan pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB diminta mempromosikan destinasi pariwisata NTB

“Selamat saya ucapkan dan tentu kami berharap organisasi baru ini bisa menjalankan roda organisasi dengan baik dan sejalan dengan visi NTB yaitu NTB Gemilang,” ucapnya.

Tak lupa juga, ia mengajak kepada pengurus ILDI NTB untuk tak henti-hentinya mempromosikan Provinsi NTB kepada DPD ILDi di seluruh Indonesia bahwa NTB kaya akan destinasi pariwisata dan event nasional bahkan Internasional.

Ketua Umum ILDI, Dra. Ambar Susilastuti, mengungkapkan bangga terhadap Provinsi NTB yang terbilang cepat dalam mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah.

“Saya ucapkan selamat tentunya dan NTB ini hebat dan terbilang cepat dalam mengukuhkan DPDnya. Saya berharap organisasi ini dapat menyehatkan dan membugarkan masyarakat NTB,” ujarnya.

Ketua terpilih DPD ILDI NTB, Annie Yunita mengucapkan terimakasih terhadap Pemprov NTB yang telah banyak membantu sehingga pelantikan DPD ILDI dapat dilaksanakan dengan baik pada hari ini.

“Terimaksih atas selruh bantuan yang diberikan kepada Pemrov NTB sehingga pada hari ini organisasi kami resmi berdiri,” ungkapnya.

ILDI sendiri sudah memiliki 24 cabang yang tersebar di seluruh provinsi dan 80 DPW Kabupaten/Kota. 

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama Dengan NTB

Langkah Dansa termasuk kategori kegiatan olahraga masyarakat, di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) serta dilombakan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional Indonesia (Fornas).***

 

 




Pemprov NTB Bersama Plan Indonesia Perangi Perkawinan Anak

Serius memerangi perkawinan anak, Pemprov NTB lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Plan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menggelar Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Nota Kesepahaman, serta Perjanjian Kerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) Tentang Pencegahan Perkawinan Anak, di Gedung Sangkareang, Kamis (01/09/22).

Ini salah satu upaya serius Pemprov NTB memerangi isu perkawinan anak. 

BACA JUGA: Lulusan Hamzanwadi Diminta Berkontribusi untuk Masyarakat

Wagub mengatakan Pemprov sudah punya Perda Pencegahan Perkawinan Anak
Wagub Sitti Rohmi dan Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Plan Indonesia dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Selanjutnya, penandatangan antara Dinas Kesehatan NTB dengan Plan Indonesia tentang kemitraan mendukung sanitasi berbasis masyarakat di NTB. 

Kemudian penandatanganan kerjasama dengan BKKN NTB terkait stunting melalui Project Masmirah. 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, Pemprov NTB menjadi Provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Namun, Perda tersebut tidaklah cukup hanya menjadi bahasan di tingkat kabupaten dan kota. 

Perda perkawinan anak tersebut perlu diteruskan ke tingkat dusun, sehingga bisa langsung menyasar anak, orangtua, dan pemangku kepentingan. 

Dikatakan Wagub, melalui Posyandu Keluarga hal tersebut bisa diwujudkan. Juga bisa turut disosialisaikan dalam berbagai program Plan Indonesia yang ditujukan untuk menekan angka perkawinan anak. 

“Regulasi sudah ada, bagaimana PRnya regulasi ini dipahami di tingkat dusun dan desa,” tutur Wagub. 

Menurutnya, perkawinan anak merupakan permasalahan yang rumit. Hanya bisa diatasi dengan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Khususnya dalam mengedukasi persuasif terus menerus kepada masyarakat.

Wagub mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Plan Indonesia. 

Diharapkan, kerjasama yang dilakukan dapat menurunkan angka perkawinan anak di tahun 2023. 

“Yang paling penting adalah actionnya di lapangan. Mudah-mudahan di tahun 2023 angka perkawinan anak ini akan turun dengan baik,” harapnya.

BACA JUGA: HUT Kota Matarm ke 29, Gubernur NTB: Perkuat Kolaborasi

Program Gema Cita

Sementara itu, Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, penandatanganan ini sebagai salah satu upaya memperkuat implementasi Perda Pencegahan Perkawinan Anak yang dibuat NTB.

Pemprov menggandeng Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) untuk bekerja sama secara formal, yang dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). 

Dini melanjutkan, perjanjian kerja sama ini menjadi langkah positif upaya pencegahan perkawinan anak di NTB, secara lebih kuat dan berdampak luas ke depan. 

Di NTB sendiri, salah satu upaya yang telah ditempuh Plan Indonesia dalam pencegahan perkawinan anak adalah melalui Program Gema Cita (Generasi Bangsa Bebas Perkawinan Usia Anak). 

Gema Cita dirancang untuk melanjutkan praktik baik yang dilakukan Plan Indonesia dan mitra sebelumnya untuk memperkuat remaja dan kaum muda. Terutama perempuan, dalam mengambil keputusan tepat agar bebas dari perkawinan anak dan kehamilan remaja. 

Di samping itu, program ini juga mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung bagi remaja dan kaum muda dalam bentuk penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis. 

Selain Gema Cita, ada juga program  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). 

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

Program ini merupakan gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak. sekolah ramah anak dan forum anak.

PATBM terbukti berhasil mendorong kapasitas dan komitmen pemerintah dan warga desa termasuk remaja dan kaum muda, dalam memerangi perkawinan anak dan kehamilan remaja secara lebih terstruktur,

holistik, dan integratif. 

Pemprob NTB menandatangani MoU dengan Plan Indonesia

“Program ini berkolaborasi dengan pemerintah, kelompok kaum muda, sekolah dan organisasi masyarakat, khususnya di Lombok Barat. Selain di NTB, program ini juga diimplementasikan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Ini merupakan upaya keberlanjutan memperkuat advokasi pencegahan perkawinan anak di dua provinsi tersebut,” tutur Dini. ***

 

 




Konsumsi Protein Hewani untuk Turunkan Angka Stuinting

Tinjau Posyandu Lingkungan Turida Barat, Wagub tekankan pentingnya konsumsi protein hewani agar angka stunting membaik sebagai hadiah  HUT Kota Mataram 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Melihat angka stunting yang masih tinggi, Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., menekankan kepada kader Posyandu agar lebih fokus kepada asupan protein hewani yang diberikan kepada anak-anak.

“Pastikan anak-anak mendapatkan telur setiap pagi selama 2 bulan, di luar dana PMT kelurahan ya,” tuturnya pada kesempatan Kunjungan Kerja di Posyandu Subuhussalam II Lingkungan Turida Barat, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Mataram, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

Wagub NTB meningatkan orang tua agar memberi konsumsi protein hewani untuk anak

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB juga menambahkan bahwa anak-anak harus dijaga makanannya.

“Jangan seneng snack aja, 1 bungkus snack sama dengan 1 telur harganya, anak-anak harus seneng makan telur, tempe, tahu, ikan laut atau tawar, ayam juga boleh, jangan lupa sayur dan buah-buahan,” ungkapnya.

Ummi Rohmi berharap Posyandu Kelurahan Turida dapat aktif setiap bulan, dengan pemberian protein hewani yang maksimal, paling tidak angka stunting dapat membaik sebagai hadiah  HUT Kota Mataram yang tinggal menghitung hari.

Selanjutnya, Ummi Rohmi juga berpesan kepada masyarakat terutama orang tua untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi anak, jangan ada yang stunting, jangan ada kematian bayi dan ibu hamil, juga beliau titip jangan ada perkawinan dini, anak-anak harus sekolah terus sampai setinggi-tingginya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Cakranegara, dr. Wiwik Nurlaela melaporkan bahwa tercatat dalam 46 Posyandu yang ada dengan sasaran 4000 anak, angka stunting mencapai 20 persen atau sekitar 800 anak. 

Sedangkan angka stunting tertinggi ada di Lingkungan Turida Barat dengan jumlah 159 anak.  

BACA JUGA: Angka Stunting di Lingkungan Kamasan Turun

Sebagai penutup, Lurah Turida, Musadi Azani, mewakili warga Lingkungan Turida mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kehadiran serta perhatian dan bantuan Wagub NTB. 

Ia berharap, semoga kunjungan Wagub akan mempererat silahturahmi. ***

 

 




Forum PerPu Lotim Diajak Cegah Perkawinan Anak

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah meminta khusus pada Forum PerPu mengedukasi untuk mencegah perkawinan di usia dini

MATARAM.lombokjournal.com ~ Persatuan Perempuan (PerPu) Lombok Timur diimbau untuk mengedukasi masyarakat terkait pencegahan perkawianan anak, yang beresiko meningkatkan kasus stunting pada bayi baru lahir, angka kematian, angka kemiskinan, termasuk putus sekolah.

Imbauan itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan dalam Rakor Program Persatuan Perempuan Lombok Timur yang berlangsung di Aula BPSDM NTB, Kamis (25/08/22).

BACA JUGA: Paguyuban Muslimah Diminta Atasi Masalah Domestik Perempuan

Gubernur Zul minta Forum PerPu cegah perkawinan anak

“Saya meminta khusus pada persatuan ini bagaimana mengedukasi untuk mencegah perkawinan di usia dini. Pernikahan dini masih banyak perlu dipertimbangkan, dimana mereka masih punya kesempatan untuk sekolah,” tutur Bang Zul 

Pemerintah terus memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk terus melanjutkan pendidikan, mulai dari adanya Beasiswa, bahkan Dinas Pendidikan Provinsi NTB memiliki terobosan SMA/SMK terbuka.

“Terimakasih juga kepada Kadis Pendidikan yang punya terobosan dengan mendirikan SMA/SMK terbuka. Sehingga terbuka kesempatan untuk tetap menamatkan pendidikannya Khususnya jenjang SMA/SMK terbuka,” kata Bang Zul..

Menurutnya, perempuan tidak hanya mempertahankan keibuannya, namun juga harus mampu berkontribusi penting bagi keluarga  dan daerah.

“Sudah saatnya perempuan-perempuan NTB tidak hanya mempertahankan keibuannya tetapi juga punya kontribusi penting. Apalagi Sekarang itu riset membuktikan bahwa banyak ibu-ibunya lebih pintar dari bapak-bapaknya. Oleh karena itu dengan terbitnya persatuan Perempuan Lombok Timur tanpa harus keluar dari kuadrat keibuannya serta NTB mampu menunjukkan produktifnya Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perempuan Lombok Timur, Nurasiah menuturkan, peran serta persatuan bagi dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi. 

Berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak juga merupakan faktor penghambat terhadap upaya peningkatan kualitas dan peran perempuan dimana itu merupakan bentuk pelanggan hal asasi manusia. 

“Ketimpangan dan kekurangan peran serta perempuan dalam rendahnya kualitas hidup perempuan secara umum. Jika kualitas perempuan buruk maka buruk pula kualitas manusia. Perempuan menjadi penentu kualitas generasi penerus. Potensi perempuan sangat besar harus diberikan ruang agar kontribusinya menjadi maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA: Produk Manufaktur harus Punya Sertifikat Kandungan Lokal

Dikatakan, perempuan dan laki-laki memiliki potensi di semua bidang yang tentunya bisa saling melengkapi. 

Melalui organisasi perempuan ini kepada pemerintah daerah untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri peradangan perempuan dan akhiri akses ketidak adilan akses ekonomi terhadap perempuan. ***

 

 




Posyandu Keluarga di NTB 100 persen, Modal Tangani Stunting

Saat ini  sudah ada sekitar 7600 lebih Posyandu Keluarga di NTB, itu menjadi modal untuk penanganan stunting

MATARAM.lombokjournal.com ~ Target 100 persen Posyandu Keluarga berbasis dusun di NTB telah berhasil dicapai pada tahun 2021 lalu.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, dengan tercapainya target tersebut, dapat menjadi modal untuk percepatan penanganan stunting di NTB.

Hal itu disampaikan saat memimpin sekaligus memberikan arahan pada Rapat Pembinaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-NTB yang bertempat di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (19/08/22).

BACA JUGA: GARPU Harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah

“Berkat aktifnya posyandu keluarga NTB di tahun 2021 yang sudah 100 persen, dan sudah ada sekitar 7600 lebih posyandu keluarga, maka itu menjadi modal kita untuk penanganan stunting yang ada di NTB. Kita sisir setiap balita, karena stunting ini bukan aib. Ini adalah sesuatu yang mudah ditangani selama kita mau,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ia juga terus mendorong setiap Kabupaten/Kota di NTB untuk menginput dan memperbaharui data pemantauan pertumbuhan di ePPBGM setiap bulan agar data tersebut tetap update. 

“Jika kita bisa menginput e-PPBGM lebih dari 95 persen tahun ini, maka angka stunting kita diakui. Jika kita tidak bisa input lebih dari itu maka angkanya tidak dapat diakui. Karena memang tuntutan dari semua provinsi adalah angkanya dari e-PPBGM. Maka mari kita laksanakan dengan baik,” jelasnya.

Dengan sinergi dan kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota serta BKKBN, Ummi Rohmi optimis tahun 2022 data stunting di NTB akan turun.

“Saya sangat yakin dan optimis dengan melihat kinerja seluruh kabupaten/kota yang luar biasa fokus dengan penurunan stunting dan ikatan derajat kesehatan kita, angka stunting di NTB akan turun maksimal tahun di 2022 ini,” tutup Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Hadir dalam Rapat Pembinaan tersebut yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala BKKBN Provinsi NTB, serta Perwakilan Dinas Kesehatan dan Bappeda Kab/Kota se-NTB. ***

 

 




Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Ditutup

Dalam penutupan Jambore Bunda Niken menyampaikan pesan, Inovasi dan kretifitas kader PKK lain, menjadi pengalaman bagi TP. PKK lain untuk diikuti dan ditiru

DOMPU.lombokjournal.com ~ Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Dompu ditutup Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, Jum’at (13/08/22) di pantai Lakey Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Dikatakan, kegiatan jambore yang diselenggarakan bertujuan untuk bersikaturahim. Selain itu, juga untuk menambah wawasan dan semangat sebagai TP. PKK. 

Acara penutupan Jambore dihadiri Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST. MT.

BACA JUGA: Parade Jambore Kader PKK tingkat Provinsi Diikuti Ribuan Peserta

Bunda Niken mengatakan acara Jambore selain bersilaturahmi juga untuk meningkatkan wawasan kader PKK

Jambore diharapkan memotivasi para kader untuk saling bertukar pengalaman dan belajar. 

“Inovasi dan kretifitas kader PKK lain, menjadi pengalaman bagi TP. PKK lain untuk diikuti dan ditiru. Seperti pengolahan sampah dan limbah rumah tangga dari TP.PKK Dompu,” jelas Ketua Dekranasda NTB.

Bunda Niken juga memuji antusias, para  ketua TP. PKK Kecamatsn dan Desa, menguasai tugas-tugas seperti urusan literasi, penyuluhan, membuat makanan yang sehat, dan kemampuan lainnya.

“Kami berharap, contoh baik, pengalaman dan yang telah dilakukan pada lomba di jambore, ibu-ibu harus terus melakukannya di tempatnya masing-masing, demi mencapai kesejahteraan masyakat,” pesannaya kepada Ketua TP. PKK se NTB.

Ikhtiar untuk menyelenggaran dan mensukseskan program pokok PKK, dapat tercapai, guna mensejahterakan para anggota PKK dan masyarakat.

Diumumkan juga, Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, akan diselenggarakan di Kota Mataram. 

Pelaksanaannya dipercepat,  awal tahun 2023, mengingat tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu serentak diseluruh Indonesia.

Bunda Niken juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala OPD dan Forkopimda dan Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu dan jajarannya, yang menjadi tuan rumah yang baik dan menyenangkan.

“Terimakasih atas kontribusi dan partisipasinya, mendukung dan terlibat langsung dengan antusias dan semangat yang tinggi,” kata Bunda Niken.

BACA JUGA: Bunda Niken Puji Peserta Jambore Kader PKK Provinsi NTB

Acara penutupan jambore juga dibacakan pengumuman para juara lomba dan penyerahan tropy dan hadiah untuk para pemenang. 

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Kepala Dinas Perpusda NTB, Kadis DLHK Provinsi NTB, Kepala OPD lingkungan Kabupaten Dompu dan seluruh jajarannya, GOW, DWP, organisasi wanita lainnya, Camat, Lurah, Kades, Toma, Toga, jajaran TNI/Polri dan masyarakat Dompu.***

 

 




Bunda Niken Puji Peserta Jambore Kader PKK NTB 

Antusias peserta Jambore Kader PKK tingkat NTB dipuji Bunda Niken

DOMPU.lombokjournal.com ~ Peserta dan kader PKK Kabupaten/Kota se-NTB, yang mengikuti Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB, Jum’at (12/8/2022) di Kabupaten Dompu, mendapat pujian  

Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah memuji dan mengapresiasi antusias peserta Jambore dari seluruh kabupaten/kota se NTB 

Bunda Niken puji antusias peserta Jambote PKK NTB 2022

“Terimakasih, penampilan seluruh peserta luar biasa,” ucap Bunda Niken.

BACA JUGA: Parade Jambore PKK Provinsi NTB 2022 Diikuti Ribuan Peserta

Ia mengenakan Lupe payung tradisional dari masyarakat Donggo Kabupaten Bima, yang diserahkan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri sebagai cinderamata.

Tampak hadir Bupati Dompu Kader Jaelani dan Ketua TP. PKK Dompu Lilis Suryani Kader Jaelani, hari Jum’at (12/08) di lapangan Beringin Kantor Bupati Dompu.

Para peserta menampilkan performance terbaiknya saat tampil pada lomba/parade yel-yel  NTB Gemilang, yang diikuti oleh 10 kabupaten/kota dengan peserta inti 25 orang dan pasukan tambahan.

Lomba yel-yel untuk mengkampayekan implementasi 10 program PKK dari TP.PKK se-NTB, dipadu dengan kombinasi tarian tradisional dan atraksi budaya yang memukau, sesuai ciri khas daerah masing-masing.

Peserta perdana, tampil dari TP. PKK Kabupaten Lombok membawakan tari merari, dengan memberi pesan agar menghindari pernikahan dini, bagi remaja.

Peserta dari TP.PKK Kota bima, menampilkan proses adat hanta Ua Pua dari kesultanan Bima. Disela penampilannya para penari mengajar peserta jambore mensukseskan peran kader PKK membantu pemerintah, mensukseskan 10 program pokok PKK.

Begitu pun dengan penampilan dari TP.PKK Kabupaten Sumbawa Barat, yang menyampaikan pesan agar terus memberdayakan posyandu keluarga, atau posyandu gotong royong di KSB.

Penampilan dari Kota Mataram, Sumbawa, Lombok Barat, Kabupaten Bima, KLU, Lombok Timur dan tuan rumah Kabupaten Dompu, tampil memakau para peserta jambore.

Kegiatan Jambore Kader PKK Tingkat Prov.NTB Tahun 2022, mengusung tema “ Tingkatkan Kinerja PKK Melalui 10 program pokok PKK “, digelar  selama empat hari, dan dua hari Jum’at (12/08) dan Sabtu (13/08) merupakan puncak kegiatan Jambore.

Di akhir pembukaan Jambore Kader PKK se-NTB Tahun 2022, dilakukan pengguntingan pita untuk pelepasan balon ke udara, menandai dimulainya rangkian kegiatan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Lepas Kwarda Pramuka NTB ke Jamnas XI

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Anggota DPR RI perwakilan NTB H. Syafrudin, Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, wakil Bupati Dompu, Sekda Dompu, anggota DPRD Dompu, FKPD Dompu, OPD lingkup Kabupaten Dompu, GOW, DWP, organisasi wanita lainnya, BUMN, Camat, Lurah, Kades, Toma, Toga dan masyarakat Dompu.***

 




Parade Jambore PKK tingkat Provinsi Diikuti Ribuan Peserta

Ribuan peserta kader PKK se-Kabupaten/Kota ikut parade pembukaan Jambore PKK tingkat Provinsi NTB Tahun 2022 

DOMPU.lombokjournal.com ~ Sekitar 2.290 orang perwakilan dari kader PKK se-Kabupaten/Kota, mengikuti parade atau defille Jambore Kader PKK tingkat Provinsi NTB tahun 2022, Jum’at (12/08/22) di lapangan Beringin Kantor Bupati Dompu.

Setelah parade dengan mengenakan pakaian adat tradisional mengelilingi Kota Dompu, peserta mengikuti lomba yel-yel NTB Gemilang, untuk mewujudkan 10 program pokok PKK. Lomba yel-yel itu dengan tarian tradisional dan pakian adat masing-masing Kabupaten/Kota.

BACA JUGA: Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken (baju putih)

Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresias semangat kader PKK menampilkan kreativitas masing-masing, untuk mengimplementasikan program PKK.

“Peserta Jambore sangat antusias dan meriah, terimakasih kader PKK se NTB, atas partisipasinya,” ucap Bunda Niken sapaan populernya.

Hadir dalam acara itu Bupati Dompu Kader Jaelani dan Ketua TP. PKK Dompu Lilis Suryani Kader Jaelani. 

Peserta jambore terdiri dari kader dari TP. PKK Prov. NTB sebanyak 60 orang, Kota Mataram 177 orang, Kabupaten  Lombok Barat 80 orang, Kabupaten Lombok Utara 34 orang, Kabupaten Lombok Tengah 62, Kabupaten Lombok Timur 24 orang, Kabupaten Sumbawa Barat 60 orang,  Kaab.sumbawa 60 orang, Kabupaten Bima 125 orang dan Kota Bima 127 orang sehingga total ada 809 orang.

Sementara, peserta dari kabupaten Dompu terdiri dari 9 kecamatan sebanyak 1.481 orang. Jadi total peserta kader yang mengikuti Jambore keseluruhan  menjadi  2.290 orang se-NTB.

Kegiatan Jambore Kader PKK Tingkat Prov.NTB Tahun 2022, bertema “Tingkatkan Kinerja PKK Melalui 10 program pokok PKK“ berlangsung selama empat hari, dan dua hari Jum’at (12/8) dan Sabtu (13/8) merupakan puncak kegiatan Jambore.

Pada hari pertama, Jum’at (12/8) digelar defille/parade yel-yel  NTB Gemilang, yang diikuti oleh 10 kabupaten/kota dengan peserta inti 25 orang dan pasukan tambahan.

Selanjutnya, Sosialisasi bersih-bersih rumah, pameran kelompok UP2K PKK dan UMKM, dan berbagai lomba-lomba. 

Seperti lomba administrasi kelompok dasa wisma, lomba penyuluhan, lomba membaca buku cerita dengan suara nyaring, lomba masak makanan sehat balita berbahan pangan lokal  dan ikan dan lomba inovasi pengolahan sampah. 

Dan ditutup dengan malam ramah keakraban di gedung Samakai Dompu.

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan tiap Hari Balita Harus Konsumsi Telur

Sedangkan pada hari  Sabtu, rangkian Jambore Kader PKK itu akan dilakukan PKK Gathering dan penghijauan di pantai Lakey, Kecamatan Hu’u kabupaten Dompu.

Jambore Kader PKK se-NTB Tahun 2022, di tutup di Kecamatan Hu’u yang juga akan dilakukan kunjungan ke IKM Mart, Paud HI dan Posyandu keluarga.

Turut hadir pada pembukaan Jambore Kader PKK se-NTB Tahun 2022, Anggota DPR RI perwakilan NTB H. Syafrudin, Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, wakil Bupati Dompu, Sekda Dompu.

Hadir juga anggota DPRD Dompu, FKPD Dompu, OPD lingkup Kabupaten Dompu, GOW, DWP, organisasi wanita lainnya, BUMN, Camat, Lurah, Kades, Toma, Toga dan masyarakat Dompu.***

 

 




Posyandu Aktif Angka Stunting Optimis Bisa Turun

Tinjau Posyandu Cempaka 1 Karang Sidemen, Wagub NTB mengapresiasi Posyandu di Desa Karang Sidemen yang bagus pelayanannya 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Posyandu di Desa Karang Sidemen dinilai sudah bagus pelayanannya dan sudah berjalan aktif sebagai upaya mencegah angka stunting.

Penilaian itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Cempaka 1 Desa Karang Sidemen Batukliang Utara Lombok Tengah, Selasa (09/08/22).

Sebelumnya, Wagub juga melakukan kunjungan kerja di wilayah Selagalas dan Narmada. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi Anak-anak

Wagub menegaskan, Posyandu aktif optimis angka stunting turun

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, sebagaimana yang dilaporkan  Kades Karang Sidemen, angka presentasi stuntingnnya 40 persen lebih.

“Jangan khawatir, stunting bisa diatasi apalagi dengan anggaran yang disediakan oleh pemerintah desa,” tandas Ummi Rohmi.

Karena fasilitas dan peralatan posyandu tidak mahal-mahal juga. Kalau memang mau, pasti bisa dengan dana desa, tambahnya. 

Selain itu diingatkan, tugas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TTPS) berbasis desa yang anggotanya adalah para Kepala Dusun, tugasnya menyakinkan seluruh anak stunting untuk mengkonsumsi protein hewani.

Tiap hari harus terus makan makanan yang sehat, tetap mendapatkan vitamin dan lain sebagainya.

“Kuncinya yang penting terjaring semua balitanya diukur dan penanganannya secara benar sehingga otomatis stunting bisa turun dan semua anak-anak menjadi sehat,” ujarnya.

 Umi Rohmi mengingatkan, tolak ukur keberhasilan menjadi Kepala Desa, bukan pada bagusnnya infrastruktur jalan yang mulus, melainkan SDGs. 

Ukuran keberhasilannya adalah kesehatan, angka stunting, kematian bayi, kematian ibu hamil, dan perkawinan anak.  

Termasuk kondisi pendidikan dan ekonomi serta pengelolaan sampahnya baik tidak dan lain sebagainya.

“Itulah ukuran (keberhasilan Kades, red) sekarang, kalau Posyandunya aktif seperti ini saya optimis sekarang boleh 28, tapi kita lihat 3 bulan, 6 bulan k edepan angka stuntingnnya bisa turun. Harus terus diawasi bersama untuk memastikan pemberian telur setiap hari bagi anak-anak stunting,” katanya.

Anggaran Pemdes

Kepala Desa Karang Sidemen Yuda Praya Cindra Budi menyebutkan, angka stunting di Desa Karang Sidemen 133, dan di wilayah Dusun Karang Sidemen Atas berjumlah 28 dari 43 sasaran balita.

“Saat ini sasaran jumlah balita dari 28 angka stunting tinggal 10 saja yang belum selesai,” jelasnya.

Pemerintah Desa sementara ini hanya bisa menganggarkan untuk 6 bulan dari dana ADD. Sehingga diharapkan tahun depan akan menganggarkan untuk masalah kesehatan.

Selain itu, masalah fasilitas dan peralatan Posyandu cukup memadai di semua tempat posyandu Desa Karang Sidemen. 

Untuk timbangan, tidak semua Posyandu menggunakan timbangan digital masih ada beberapa menggunakan timbangan dacin.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siap Bekerjasama dengan ITS

“Kami optimis angka stunting tahun depan bisa menurun hingga 70 persen dan akan perioritaskan kelengkapan fasilitas posyandu sesuai arahan buk Wagub,” tandas Yuda Kepala Desa termuda di Lombok Tengah.

Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si,  Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH.***