Wabup Danny dan Kadis DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan

Melihat potensi dan meninjau laha petani, Wakil Bupati atau Wabup Danny Karter Febriato bersama Kadis DKPPP Lombok Utara turun langsung ke lapangan

TANJUNG.lombkjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST. M Eng,didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKPPP), Tresna Hadi, SP, menemui petani langsung ke lapangan, untuk melihat potensi dan menyerap aspirasi petani lahan tegalan non produkti, di Desa Sokong Kecamatan Tanjung KLU, Senin (18/10/21).

Wabup Danny menyerap aspirasi petani Wabup Danny diaog dengan warga Desa Sokong

Dany Karter melihat dan mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat tentang pertanian tegalan yang kurang produktif, dan petani berharap lahan itu menjadi produktif.

Dalam kesempatn itu, Wabup Dany Karter mengatakan. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ke depan akan fokus pada program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Dan yang cepat memberikan dampak ekonomi ke masyarakat, memberikan bantuan alsintan dan pendampingan kepada petani,” katta waup.

BACA JUGA: Bupati Djohan Teima Kunker Dirjen Kebudataan Hilmar Farid

Handytraktor, Mesin Pompa Air akan diberikan petani yang membutuhkan, agar terus meningkatkan hasil pertanian, prasarana sumber air seperti embung, dan parit, serta RJIT.

Tidak hanya itu, melalui Dinas PUPR peningkatan sarana irigasi juga terus ditingkatkan seperti bendungan, saluran irigasi dan lainnya.

“Ini sebagai salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mengelola dan meningkatkan prasarana yang berkaitan dengan sumber daya pertanian kita yang belum dikelola secara maksimal,” tegas wabup.

Selain mengusahakan bantuan bibit, pupuk, alat-alat pertanian yang diberikan pemerintah, juga memberikan bantuan ternak ayam, ungas dan lain-lain, baik melalui aspirasi maupun yang lainnya.

Beberapa persoalan diutarakan para petani di lahan tegalan kepada Wakil Bupati Lombok Utara, berkaitan dengan bantuan untuk membajak lahan, benih bibit,obat obatan serta ketersediaan pupuk yang sering terlambat dari sistributor ke petani.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Taufik Hidayat, selaku Ketua Kelompok Tani tegalan mengatakan pada wartawan media ini, Senin (18/11/21).

@ng




Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

BPBD Lombok Utara selenggarakan workshop untuk hasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, SH, didampingi Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng membuka penyelenggaraan workshop Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRaB) dan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara, di Anema Resort Sira Tanjung (18/10/21).

Workshop Kajian Bencana Bencana

Ka Pelaksa (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (BPBD), M. Zaldi Rahadian ST selaku penyelenggara kegiatan hadir bersama Koordinator Wilayah NTB Program Siaga Kemitraan antara Indonesia-Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana, Anggreani Pupitasari, Para Kepala OPD serta undangan lainnya.

M. Zaldi Rahadian yang menjadi narasumber dalam workshop tersebut berharap, dengan diselenggarakannya workhhop diharapkan dihasilkan Dokumen Kajian Resiko Bencana dan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah.

BACA JUGA: Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau

“Dokumen ini akan dijadikan pedoman bagi BPBD dan SKPD terkait dalam melaksanakan kegiatan Pengurangan Resiko Bencana sesuai Tupoksi nya masing-masing” kata Zaldi.

Zaldi menyebut beberapa potensi bencana di wilayah Kabupaten Lombok Utara terdapat sejumlah Potensi Bencana, antara lain Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Letusan Gunung Api, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Cuaca Ekstrim, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, Epidemi dan Wabah Penyakit serta Bencana Sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara menambahkan, Dokumen Kajian Risiko Bencana Berfilosofi bagaimana caranya membangun berdasarkan  dokumen kajian risiko bencana.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, dalam pembukaan menyatakan, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang akan dihasilkan melalui workshop tersebut memiliki peran yang sangat strategis.

“Wilayah Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah rawan terhadap ancaman Bencana. Dengan adanya dokumen tersebut nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan/rujukan terhadap upaya Pengurangan Resiko Bencana disemua sektor,” kata bupati.

Bupati menyambut baik workshop tersebut sebagai acuan awal dalam memahami kajian risiko bencana secara menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui, Lombok Utara merupakan daerah dengan risiko bencana yang cukup tinggi, karena faktor letak geografis berada dalam garis patahan gempa dan gunung berapi,” ucapnya.

Maka kajian risiko bencana (KRB) merupakan syarat utama dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana (RPB).

Menurut Bupati, Dokumen KRB memiliki peran penting guna mengetahui informasi terkait bahaya, kerentanan, dan kapasitas serta potensi dampak kerugian akibat bencana.

“Dalam menyusun KRB dibutuhkan ketajaman analisis dan kajian mendalam dari pihak-pihak terkait, supaya integrasi penanggulangan bencana dapat terlaksana lebih optimal dan utuh,” kata Djohan.

Bupati berharap kegiatan ini bisa menciptakan komunikasi yang baik antar pihak guna penguatan koordinasi, informasi, komunikasi dan kerjasama dalam mitigasi dan risiko bencana.

Wakil Bupati Lombok Utar,a Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng dalam workshop itu juga menjadi salah satu narasumber yang mengangkat tema “Kebijakan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Lombok Utara”.

Di awal pemaparan Wbup Danny menekankan, bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut Undang-undang dan Peraturan Menteri yang menyebutkan, bahwa penanggulangan bencana adalah urusan wajib Pemerintahan Daerah.

Undang-undang yang dimaksud yakni UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kemudian Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, juga Permendagri No. 101 tahun 2018 tentang Standar Teknis pada Standar Pelayanan Minimal Sub-Urusan Bencana, yang menyebutkan terkait penanggulangan bencana merupakan urusan wajib Pemerintahan Daerah.

BPBD selaku stakeholder utama Penanggulangan Bencana dalam tugas dan fungsinya dapat melibatkan unsur masyarakat, lembaga kemasyarakatan, lembaga usaha dan lembaga internasional.

@ng




RSUD KLU Sudah Memiliki UPL UKL, Termasuk IPAL

Meski sudah IPAL dengan teknologi baru, namun pengoperasinya di RSUD Tanjung masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ RSUD Tanjung, Kabupaten Lombok Utara sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru. Rumah sakit milik Pemkab Lombok Utara ini menjadi satu-satunya rumah sakit yang sudah memiliki IPAL dengan teknologi baru.

Hanya saja pengoperasian IPAL ini masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

Kelengkapan usulan mulai dari daerah Kabupaten Lombok Utara dan kelengkapan dari Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah dikirim ke pihak berwenang di Pusat.

RSUD tANJUNG SUDAH PUNYA ipal
dr Made Suasa

“Kita masih menunggu izin itu,” tutur Direktur RSUD tanjung, dr I Made Suasa di ruang kerjanya, Jum’at (15/10/21).

Mengenai Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPKL-UPL) adalah Dokumen Lingkungan Hidup (DLH) yang harus disusun oleh pelaku usaha yang kegiatan usahanya tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup

BACA JUGA: 

Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

Menurut Made Suasa, RSUD Lombok Utara tidak serta merta mengoperasikan IPAL tanpa seizin yang berwenang.

Karena izin belum keluar dan harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), tambah dr. Made Suasa, saat ditrmui wartawan media ini.

Direktur RSUD Tanjung ini saat ditanya soal hasil pengolahan air limbah jika sudah beroperasi dimanfaatkan untuk apa? Dikatakan, hasil pengolahannya akan digunakan untuk menyiram tanaman di beberapa titik yang ada di lingkungan RSUD dan sekitarnya.

“IPAL di RSUD ini akan ditangani oleh orang-orang yang ahli di bidangnya,” terang Made Suasa.

Dijelaskan lebih lanjut, RSUD Tanjung cukup banyak menghasilkan limbah, utamanya limbah cair.

Limbah cair RS adalah semua limbah cair yang berasal dari RS yang mengandung Mikro Organisme, bahkan bahan kimia beracun dan radioaktif.

“Sumber-sumber limbah cair berasal dari ruang rawat inap, ruang rawat jalan, Instalasi IGD, Instalasi Hemodialisa dan penunjang lainnya seperti Laboratorium, Farmasi, Gedung Administrasi, ruang kantor dan lain yang ada di RS saat ini,” paparnya.

Sarana IPAL masih bagus dan belum pernah dipakai sama sekali, sementara ini pihaknya sedang membenahi administrasi termasuk karyawannya.

“Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri kalau tidak didukung oleh petugas RSUD dan pihak pihak lain yang berkepentingan,” ungkapnya.

Terlebih ia baru saja diberi kepercayaan sebagai Direktur RSUD Tanjung oleh Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH. Karena baru bertugas, maka banyak hal yang harus dipelajarinya.

Ditambahkan, IPAL sebagai sistem membrane semua limbah yang ada akan terkondisi dengan baik. Dan dapat menurunkan zat organik dalam air limbah (BOD,COD) ammonia, padatan tersuspensi serta phosphate dan lainnya bisa turun secara signifikan.

Sehingga  output hasil dari proses IPAL dapat memenuhi peraturan yang disyaratkan pemerintah.

Tahap-tahap proses penyaluran air limbah menggunakan pipa. Penampungan air limbah masuk ke bak kontrol dan bak sampit.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Air limbah dalam bak kontrol dan bak sampit dipompa ke bak Equalisasi/bak penampung, selanjutnya masuk ke bagian proses pengolahan dengan mesin dengan sistem Aerob dan Anaerob, setelah itu hasil outputnya masuk ke kolam yang ada.

Kembali dijelaskan oleh dr I Made Suasa, oprasional IPAL masih menunggu izin dari Kementerian LH Jakarta, pungkasnya.

@ng




MTQ Kabupaten Lombok Utara Ditutup Hari Ini

Penyelenggaraan MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara sudah berakhir, dan Bupati Djohan mengungkapkan senangnya karena banyak para santri dari Pomdok Pesantren di KLU yang berpartisipasi dalam MTQ kali ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH sangat mengapreasi prestasi yang dicapai peserta lomba Musabaqah Tilawatil Wur’an (MTQ) IX Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021 M/1443 H, yang berakhir hari Jum’at (15/10/12).

Penyelenggaraan MTQ IX tingkat Kabupaten Lombok Utara berlangsung mulai tanggal 11 sampai dengan 15 Oktober 2021 di Kecamatan Tanjung.

Bupati serahkan hadia pada salah satu pemenang dalam MTQ IX Penyerakan hadiah pada MTQ IX di Tanjung

Dalam acara penutupan itu, Bupati Djohan Sjamsu berharap agar prestasi yang dicapai di tingkat kabupaten, diteruskan sampai ke tingkat provinsi.

BACA JUGA:

Penyaluran Batuan Pedagag Kaki Lima dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

“Para juara di tingkat provinsi akan mendapatkan hadiah khusus dari Pemda Lombok Utara, agar menjadi semangat untuk terus berprestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” kata Bupati Djohan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djohan juga langsung menyerahkan piala dan piagam penghargaan, serta hadiah kepada para pemenang lomba MTQ ke IX itu.

Bupati Djohan mengungkapkan rasa senangnya dengan banyaknya Pondok Pesantren yang tersebar di Lombok Utara, yang ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ IX kali ini.

“Dengan adanya MTQ ini, makin terbumikan alquran sebagai pedoman dalam bermasyarakat,” ujar Bupati Djohan Sjamsu

Dewan Hakam MTQ IX telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Nomor: 02/DH/MTQ-KLU/IX/2021, tentang Peserta Terbaik dan Juara Umum MTQ IX KLU.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limba Berbahaya

Dalam SK penetapan pemenang itu juga disebutkan, peserta yang ditetapkan menjadi Juara I MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021, tidak otomatis diutus mewakili Kabupaten Lombok Utara pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2022 yang recananya berlngsung di Kabupaten Lombok Timur.

Kecamatan Pamenang keluar sebai Juara UMUM MTQ IX Kabupaten Lombok Utara.

Berikut nama-nama Peserta Terbaik pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021.

CABANG TILAWAH

Golongan Tartil Putra:                            

Juara I      L. Alil Assabil     (Kec. Bayan)
Juara II     Adam Abri Yuda (Kec Tanjung)
Juara III    Qianu Alfaris     (Kec Pemenang)

 Golongan Tartil Putri:

Juara I Naisa Afika                  (Kec Pemenang)                                                                Juara II Adika Rahmatul Aula   (Kec Kayangan)                                                                Juara III Baitka Anna Ahari      (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Anak-Anak Putra:

Juara I  Ziyad Malik Alhakim       (Kec Kayangan)
Juara II Halimi                          (Kec Gangga)
Juara III M. Nabil Umami           (Kec Pemenang)

Golongan Tartil Anak-anak Putri:

Juara I Lina Safitri                         (Kec Pemenang)
Juara II Iswatun Hasanah              (Kec Tanjung)
Juara III Annur Handayani             (Kec Bayan)

Golongan Tartil Remaja Putra:

Juara I Irawan Hadi                        (Kec Pemenang)
Juara II Aditya Zulfi F                     (Kec Gangga)
Juara III Raden Joy Jaya P               (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Remaja Putri:

Juara I Lia Wardani                          (Kec Pemenang)
Juara II Nila Rahmatin                      (Kec Gangga)
Juara III Laeli Cahyati                       (Kec Kayangan)

Golongan Tartil Dewasa Putra

Juara I Anamudin                              (Kec Kayangan)
Juara II Husna Hadi Yusron                (Kec Bayan)
Juara III Datu Yartijati                       (Kec Tanjung

Golngan Tartil Dewasa Putri:

Juara I Rahmawati                             (Kec Pemenang)
Juara II Denda Niaturrahmi                 (Kec Tanjung)
Juara III Hayati                                  (Kec Bayan)

II. CABANG QIRA’AT AL QUR’AN

Golongan Murottal Remaja Putra:

Juara I Toni Adrian                              (Kec Pemenang)
Juara II Nabil Abdul Majid                    (Kec Tanjung)
Juara III Suhaemi                               (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Remaja Putri :

Juara I Novita Sari                                (Kec Pemenang)
Juara II Yunda Dewi                              (Kec Tanjung)                                              Juara III Baiq Siti Nurbayani                  (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Dewasa Putra:

Juara I Ahul Hijar                                   (Kec Pemenang)
Juara II Ahmad Ridwan                           (Kec Kayangan)
Juara III Rifaldi                                      (Kec Gangga)

Golongan Murottal Dewasa Putri:

Juara I Baiq Esti Arin                               (Kec Kayangan)
Juara II Kudusiah                                    (Kec Pemenang)
Juara III Fitri Hidayah                              (Kec Tanjung)

Gol. Mujawwad Remaja Putra:

Juara I Adi Pratama                                 (Kec Tanjung)
Juara II Furkon Hatami                            (Kec Pemenang)
Juara III

Gol. Mujawwad Remaja Putri:

Juara I Dina                                             (Kec Pemenang)
Juaea II Mariani                                        (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putra:

Juara I Edi Pranata                                    (Kec Pemenang)
Juara II Sadam Faksindra                          (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putri

Juara I Yunika Sari                                     (Kec Pemenang)
Juara II Baiq Dewi Marina                           (Kec Kayangan)
Juara III Zurriyatun Insani                          (Kec Tanjung)

III. CABANG HIFDZIL QUR’AN

Golongan. 1 Juz dan Tilawah Putra:

Juara I Walfaizin                                        (Kec.Tanjung))
Juara II Haikal Aiman                                 (Kec Pemenang)
Juara III Wizarul Izarul Argi                        (Kec Kayangan)

Gol. 1 Juz dan Tilawah Putri

Juara I Yuina Safitri                                    (Kec Tanjung)
Juara II Adinda Aprilia P                              (Kec.Pemenang)
Juara III Satla Arrofifah                              (Kec Bayan)

Dewan Hakam MTQ IX tingkqt Kabupaten Lombok Utara                                           Ketua, TGH. DR. L. Muksin Efendi, MA

Ditetapkan di Tanjung
Pada tanggal,15 Oktober 2021

CATATAN: Masih banyak Cabang mata lomba dalam MTQ IX KLU yang tidak dicantumkan disini.red

@ng

 




Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Dalam kujungannya di Kota Mtaram, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi pemberian BTPKLW di NTB, sebagai salah satu provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pujian menyenangkan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, yang menilai Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu terbaik dalam penyaluran bantuan untuk pedagang kaki lima dan warung.

Menteri Hartarto menyampaikan itu saat meninjau dan memberikan langsung Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang, Kamis (14/10/21).

Menteri Nilai NTB baik dalam penyaluran bantuan pedagang K5
Menko Airlngga dan Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kunjungan itu, Menteri Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.  dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

Seperti diketahui,  Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Airlangga.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

Sebanyak  8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket  dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

Menurutya, program ini untuk membantu para PKL dan Warung yang saat PPKM dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram, tambah menteri.

Salah satu pedagang kaki lima, Sahnan yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Sahnan menuturkan, selama pandemi pendapatannya hany sekitar 15.000. Padahal biasanya  pendapatannnya mencapai 300.000.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Sahnan Penjual Jus dan minuman ringan.

Nn

 




Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU, agar bisa memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB di belakang Pasar Tanjung.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejumlah perwakilan kelompok dan petugas pengatur air desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu UPTD Tanjung untuk mengadu nasip “Kelompok Tani Sokong Sari” kesulitan dengan air irigasi yang cukup jauh dari sumbernya.

Kelompok Tani akan memanfaatkan sumur bor yang ada di Tanjung

Tidak jarang mereka tidak bisa mengolah lahan secara bersamaan dalam mengikuti pola tanam di musim kemarau, lantaran kesulitan pembagian air untuk bisa menjangkau lokasi.

Nurtip selaku Ketua P3A Mekar dan Tigarto Ketua “Kelompok Sokong Sari” mengatakan pada wartawan media ini, Kamis (14/10/21).

Menurutnya, sudah bersurat ke BWS Provinsi Nusa Tenggara Barat melaui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Uatara pada tanggal 11 Mei 2021.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Namun hingga saat ini belum ada jawaban, padahal petani “Kelompok Sokong Sari” sangat membutuhkan untuk pengairan seluas 25 hektare.

Senada dengan I Wayan Sudanta, Bendahara Kelompok Sokong Sari. Ia prihatin dengan anggotanya terutama di musim kemarai seperti sekarang ini, tuturnya.

I Wayan Sudanta mengaku sudah mencoba juga menyedot air dari kali Sokong.  Namun karena keterbatasan sarana yang menunjang, kekuatan mesin tidak seimbang dengan luasan sawah yang diairi, sehingga usahanya kandas dan tidak maksimal.

Karena itu pula “Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU untuk diberikan memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB yang berlokasi di belakang Pasar Tanjung.

Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, sangat mendukung niat baik petani untuk bisa memanfaatkan Sumur Bor yang ada di seputaran persawahan Sokong Tanjung.

Daripada nganggur dan tidak di rawat, lebih baik berikan kepercayaan kepada kelompok tani untuk di manfaatkan di musim kesulitan air seperti ini, kata Aki Suharti.

BACA JUGA: Event HKEC 123k, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

“Saya juga bersyukur dengan cara mereka datang ke kantor untuk berdiskusi mengenai masalah mereka. Sayangnya hingga saat ini belum ada respon dari pihak BWS provinsi NTB, terkait pemanfaatan Sumur Bor ini untuk mengurangi beban petani kita disini,” ungkapnya.

@ng

 




Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Di saat pandemi Covid-19, warga Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung panen hasil kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). walau dengan skala kecil

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, persoalan pangan dan ketahanan pangan menjadi trending isu menarik yang dibicarakan.

Menjawab persoalan pangan di tengah terpaan pandemi Covid-19 saat ini, tentu peran sektor pertanian akan memberikan jawaban.

Warga Dusun Gol merasakan mafaat P2L Hasil dari kegiatan P2l yang dilakukan warga

Berdasarkan Undang–Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kabupaten Lombok Utara dalam mengimplementasikan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah”.

BACA JUGA: Vaksinasi Lintas Agama oleh Muhammadiyah KLU

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, pada media ini, Rabu (13/10/21) saat melakukan monitoring ke delapan (8) titik progeram P2L yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara Rabu 13/10-2021.

Menurutnya, di Lombok Utara urusan pangan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.

Sugiartadi mengatakan, setidaknya ada 5 kegiatan yang sedang berjalan pada tahun 2021, yaitu:

  1. Program Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman
  2. Program Pengembangan Pengawasan, Kerjasama dan Informasi Keamanan Pangan,
  3. Program Pengawasan dan Pengujian Pangan Segar
  4. Program Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, dan
  5. Program Distribusi dan Cadangan Pangan.

Salah satu program yang mendukung ketahanan pangan sebagai sumber pangan keluarga adalah program pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman dengan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan ini merupakan program kerja yang digagas oleh Kementerian Pertanian yang digerakan sejak tahun 2010 dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan didaerah oleh oleh Dinas DKPPP kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan dIdukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting.

Atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga.

Seain itu, berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan minta kepada seluruh Pemerintah Daerah dari gubernur hingga tingkat desa, agar mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

“Manfaat Pekarangan Pangan Lestari (P2L), antara lain Pemenuhan Pangan dan Gizi keluarga, dan Peningkatan Perekonomian/pendapatan keluarga. Serta Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan rawan pangan dan gizi,” tutur Sugiartadi.

Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terbukti mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan warga desa di tengah merebaknya wabah covid 19 yang terjadi saat ini, tuturnya.

Senada dengan Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, yang didampingi PPL, Sofian,S.Pt dan Kepala Seksi Bidang Penyuluhan, I Made Dody  mengatakan, ternyata sangat dirasakan manfaatnya oleh Kelompok Wanita Tani (KArdikaWT) “PadaMara”, Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Dusun itu merupakan salah satu binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU dalam kegiatan P2L.

Ketua KWT Hj. Kartini mengungkapkan, manfaat kegiatan P2L saat pandemi ketika, ada social distancing dan pembatasan kegiatan.

BACA JUGA: Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

“Saat kita tidak boleh keluar, kelompok saya panen terus walau dengan skala kecil, saya kalau membutuhkan cabe, sayur tinggal petik dipekarangan dan untuk ikan lele tinggal ambil saja, bahkan saya bisa menjual bibit sayuran ke warga sekitar “ katanya.

KWT “PadaMara” ini adalah salah satu kelompok yang telah mendapatkan bantuan program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021.

Dengan jumlah anggota KWT yang berjumlah 30 orang ini mempunyai lahan demplot yang dikerjakan bersama, tuturnya pada wartawan media ini, hRabu.

@ng




Vaksinasi Lintas Agama Oleh Muhammadiyah KLU

Pemerintah menargetkan vaksinasi masyarakat harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, karena itu semua instansi bergerak termasuk Muhamadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Muhamadiyah Lombok Utara, di Kantor PDM Muhamadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Rabu (13/10/21).

Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah KLU Drs. Parthu MSc, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH,Plt.Kepala Dinas Kesehatan dr.H Abdul Kadir,Plt Kepala DLHPKP H Husnul Hadi SKm, serta undangan lainnya.

Bupati mengapresiasi vaksinasi lintas agama yang dilakukan muhammadiyah
H. Djohan Sjamsu

Muhammadiyah seleggarakan vaksinasi intas agama

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Bupati Lombok Utara menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya memotong rantai penularan Covid 19 di Indonesia, khususnya KLU.

“Pemerintah sendiri menargetkan masyarakat yang divaksin harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini,”ungkapnya

Ikhtiar kita untuk melakukan vaksinasi harus menyeluruh tidak bisa setengah-setengah dan membutuhkan partisipasi untuk membebaskan masyarakat kita dari Covid 19.

Terlebih target 70 persen sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Stekholder lainnya dengan rata-rata masyarakat harus tervaksin 5000 orang setiap harinya.

“Semua instansi bergerak dalam hal ini termasuk Muhamadiyah yang melakukan vaksinasi lintas agama ini,” ungkapnya

Covid 19 suatu virus yang tidak nampak namun dampak sangat kita lihat di sekitar kita.

“Terimakasih kepada pimpinan muhammadiyah yang bekerja sama dengan pimpinan pusat yang melakukan vaksinasi kepada masyarakat Lombok Utara,” ujarnya

Sementara itu PDM KLU, Drs H Parthu mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai bentuk ikhtiar dari muhamadiyah yang secara serius memutus rantai Pandemi.

Covid-19 melanda kita semua sejak 2020 lalu, banyak dampak yang kita rasakan pada kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini nantinya terwujud target capaian yang diinginkan pemerintah bisa terpenuhi, gunanya mewujudkan masyarakat bebas beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.

@ng




Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi

Dengan menanam pohon Waru, Wabup Danny berharap berdampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara, Danny Karter Fenrianto Ridawan ST MEng Tanam Pohon Waru di Pantai Penyambuan Desa Jenggala, Selasa (12/10/21).

Wabup usai menanam pohon waru

Hadir pada acara tersebut Kalaksa BPBD, M Zaldi Rahadian ST, Kepala Desa Jenggala, Fahruddin SPd, Danramil Tanjung, Kapten Inf zainul Fahri, Barisan Relawan Siaga encana serta undangan lainnya.

Wabup Danny menyampaikan, program pencegahan bencana harus memiliki management yang bagus.

Permasalahan serius terhadap sempadan pantai, dibutuhkan langkah strategis untuk mengantisipasinya salah satunya dengan penanaman pohon waru.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

“Ini akan menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian alam di beberapa titik yang ada di KLU. Tidak hanya menanam lalu di tinggalkan begitu saja, tapi bagaimana merawat apa yang kita tanam,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wabup Danny, populasi manusia semakin meningkat sedangkan sumber mata air mulai berkurang,  yang disebabkan pemanasan global dan banyaknya menebangan pohon secara besar-besaran.

Sedangkan ketersediaan air bersih selalu di butuhkan oleh masyarakat, ke depan dibutuhkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Harapan saya dari kegiatan yang di laksanakan oleh BPBD nantinya dapat memberikan dampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kalaksa BPBD KLU Zaldi juga menambahkan, pihaknya akan melaksanakan penanaman bibit pohon waru di sepanjang pantai dari pemenang sampai Bayan.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini dari hari Minggu kemarin, mulai dari pesisir Pantai wilayah pemenang dan hari ini penyambuan kemudian dilanjutkan ke pantai di wilayah Kayangan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Menakjubkan, Tanah nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

Acara berjalan dengan lancar dan di akhiri dengan penanaman bibit pohon waru serta tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

@ng




Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi

71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional, Pemkab Lombok Utara lokus pertama yang melaunching inovasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Sejarah baru terukir di Kabupaten Lombok Utara, dengan dilaunchingnya Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Inovasi, di Aula Bupati Lombok Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/10/21).

Bupati Lombok Utara menyampaikan sambutan
Bupati H. Djohan Sjamsu

Kegiatan itu merupakan wujud kreativitas dan kerja keras dalam melayani masyarakat.

“Sesuatu yang selama ini dirasa sulit menjadi mudah, dan yang selama ini lambat menjadi cepat,” kata Dr. Tri Widodo W. U., MA, Deputi Kajian dan Inovasi Administrasi Ne

gara, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam acara launching itu.

Menurutnya, melalui inovasi kita berupaya menghadirkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara-cara baru.

Dicontohkan tentang pelayanan Arsip Keliling, mungkin di suatu tempat pelayanan kearsipan hanya bisa dilakukan di kantor arsip.

BACA JUGA: Menakjubkkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Namun yang terlihat dari ide inovasi di Kabupaten Lombok Utara adalah dengan turun di lapangan dan membangun kesadaran serta literasi terhadap kearsipan. Itulah sebuah gagasan yang bisa kita sebut sebagai not bussiness as usual,” terang Tri Widodo.

Lebih lanjut Tri Widodo memberikan contoh lain dari inovasi yang digagas oleh Puskesmas Tanjung yaitu Ketupra TB (Ketuk Pintu Rumah Pasien TB) yang dilatar belakangi oleh masalah penyakit TB.

Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya dengan banyaknya pasien yang tidak terdeteksi sehingga muncul cluster keluarga.

Di Puskemas Tanjung, sudah berkomitmen bahwa tidak boleh satupun pasien yang terlewat untuk diketuk pintunya dan dirawat. Ini merupakan bentuk aktualisasi pelayanan publik, yang menghadirkan Negara bukan hanya sebagai semboyan dan tagar.

Bukan hanya itu, menurut Tri, semangat untuk pemberdayaan saya tangkap dari Dinas PU yaitu inovasi Beriuk Merikek Jalan (Perbaikan Jalan dan Jembatan berbasis Peran Serta Masyarakat). Inilah yang dimaskud dengan mobilisasai dan orkestrasi.

“ Saat ini tugas kita sebagai Pemerintah bukan hanya sebagai juru bayar, namun dituntut untuk mampu melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Ketika kita terkendala dengan anggaran, maka solusinya kita harus berkolaborasi dengan yang lain, termasuk masyarakat”, tutupnya.

71 ide inovasi

Bupati Lombok Utara, Bapak H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan arahan kepada seluruh OPD untuk dapat melaksanaan 71 ide-ide inovasi tersebut.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mengingkatkan daya saing daerah.

BACA JUGA: Duta Petani Milenial KLU Diskusi Dengan Wabup

“Kabupaten Lombok Utara lahir 13 tahun yang lalu memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi yaitu 43,14%. Dalam 10 tahun terakhir ini telah berubah menjadi 26.9%. Kami meyakini bahwa dengan adanya inovasi-inovasi ini nantinya akan dapat membawa perubahan. Inilah yang menjadi pemicu kami, agar kita secara bersama-sama dapat keluar dari daerah tertinggal”, ungkapnya.

Senada dengan Tri Widodo, Djohan Sjamju menekankan, inovasi bukanlah hal yang tabu, namun suatu keharusan yang mesti dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemajuan daerah.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada LAN yang telah mendampingi segenap OPD kami. Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Lombok Utara”, tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara (PIAN) LAN RI, Dra. Isti Heriani, MBA,.

Ia menyampaikan laporan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dengan tema “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah Kabupaten Lombok Utara beserta jajarannya, terutama kepada Bappeda yang telah bersemangat dan berkomitmen tinggi mengawal tahapan demi tahapan. Harapannya kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dan dikawal sehingga dapat meningkatkan indeks inovasi daerah,” katanya.

Laboratorium inovasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara ini merupakan Program Prioritas Nasional 2021 yang dibiayai oleh APBN bersama 3 Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Sorong.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi lokus pertama yang melakukan kegiatan launching inovasi.

Total sebanyak 71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional ini.

Dalam perjalanannya, LAN melalui PIAN telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara baik secara virtual dan klasikal sejak awal bulan April 2021.

@ng