UPTD Tanjung Bersama PPL Lakukan Pendampingan Program P2L

Program P2L atau Pekarangan Pangan Lestari oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) TAMARA untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan lahan guna wujudkan ketahanan pangan rumah tangga

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala UPTD Kecamatan Tanjung, Aki Suharti,S.Pt. bersama seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan kerja bersama pendampingan sekaligus monitoring kepada Kelompok Wanita Tani TAMARA, untuk program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Rabu (24/11/21).

Seiring dengan perjalanan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) 2010-2019, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara berupaya memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan.

Pendampingan program P2L Kelompok Wanita Tani TAMARA Kegiatan pendampingan program P2L

Sejak tahun 2020 kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L.

BACA JUGA: Bupati Djohan Lepas PS Daygun Berlaga di Liga 3 NTB

Program P2L dilaksanakan Kelompok “TAMARA” untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga.

Dan mendukung program pemerintah dalam penanganan lokasi prioritas intervensi penurunan stunting.

Hadir dalam kegiatan itu, Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi,SP yang didampingi stafnya, Ibu Sukersih,SP.

Menurut Kabid Ketahanan Pangangan, Sugiartadi, SP, kegiatan ini dilakukan guna pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif.

Potensinya ditingkatkan sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Rencananya pada hari Senin tanggal 2 Desember 2021, Kelompok Wanita Tani P2L akan di kunjungi Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH,” tutur Aki Suharti yang dibenarkan Sugiartadi.

Guna memperlancar pelaksanaan kegiatan program P2L, diperlukan petunjuk teknis sebagai pedoman bagi pelaksana pusat dan daerah sehingga dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala.

Mengingat petunjuk teknis ini cakupannya masih bersifat umum, hal-hal yang detail dan spesifik di suatu daerah tertentu, perlu dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan.

BACA JUGA: Bupati Djohan Sjamsu Serahkan Sertifikat Tanah Prgram PTSL

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

Upaya penganekaragaman pangan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 26 pada Peraturan Pemerintah  Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, salah satunya dapat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan.

@ng

 

 




MTQ KORPRI Nasional V, NTB Raih Terbaik Satu

Jelang berangkat ke ajang MTQ KORPRI Nasional V di Kendari Kafilah NTB menghadapi banyak persoalan tehnis dan kesehatan, tapi Kafilah tetap bersemangat

KENDARI.lombokjourrnal.com ~ Prestasi di tingkat nasional diraih Kafilah Nusa Tenggara Barat yang berhasil memboyong dua piala dari 11 cabang yang diperlombakan di MTQ KORPRI Nasional V yang berlangsung tanggal 12 – 19 November di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA: Pola Asuh Anak yang Baik, Akan Cegah Perkawinan Anak

NTB meraih Juara Terbaik I Cabang Hifdzil Qurán Putra Golongan Surat Ali Imron, dan Surat An Nisa melalui al Hafidz Ustads Abdul Majid, S. Pdi, dan Juara Harapan II Cabang Khot Digital Putri melalui Khottota  Savitri, ST., M.Eng .

Dengan jumlah lima peserta dan toga official, serta singkatnya persiapan serta jumlah cabang lomba yang diikuti, capaian ini sangat membanggakan.

Persaingan antar peserta dari seluruh pemerintah Provinsi, Kementerian/lembaga dan BUMN Se-Indonesia, yang rata–rata mengikuti semua cabang lomba.

Ditambah beberapa gangguan teknis dan kesehatan peserta Kafilah NTB sebelum dan saat kegiatan berlangsung. Semua itu tidak menyurutkan semangat untuk memberikan hasil terbaik untuk NTB.

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Peingkat ke 9 STQ Nasinal XXVI

Pencapaian ini didedikasikan buat NTB Gemilang yang sebentar lagi akan berulang tahun ke 63, dan kado ulang tahun Sumbawa Barat ke 18 tanggal 20 November 2021 lalu.

Cabang lomba yang dikuti oleh Kafilah NTB yaitu:

  1. Hifdzil Qurán Golongan Surah Albaqarah (Ust. Muhammad Iqbal, SKM.,M.Si Asal KSB)
  2. Hifdzil Qurán Golongan Surah Ali Imran dan An NIsa (Ust. Abdul Majid, S.Pdi Asal KSB)
  3. Tilawah (ust. H. Jufriadi, S.Ag.,M.Ag asal Pemrpov NTB)
  4. Tartil (Ust. Syahrullah, S.Pd asal KSB)
  5. Khot Digital (Ustza. Savitri, ST.,M.Eng Asal Pemprop NTB.

Nn




Ultah Ke-109 Desa Bentek Dihadiri Bupati Djohan

Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan rasa bangga kaena Desa Bentek yang merayakan HUT-nya ke-109 semangat warganya meningkat menuju desa yang lebih maju

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH menghadiri perayaan hari ulang tahun Desa Bentek yang ke-109 bertempat di Aula Kantor Desa, Selasa (23/11/21).

Bumdes milik Desa Bentek

Turut hadir pada acara tersebut  Kapolsek Gangga Iptu Remanto,S.H, Camat Gangga Kariadi SP, Kepala Desa Bentek Warna Wijaya, S.AP beserta undangan lain.

Desa Bentek terletak di Kecamatan Gangga yang terbentuk  pada tahun 1912.

BACA JUGA: Paripurna DPRD KLU Rampungkan Rancangan  KUA PPAS 2022

Bupati  Djohan  menyampaikan rasa bangga terhadap Desa Bentek yang merayakan HUT-nya ke-109.

“Dengan usianya yang ke-109 semangat warga semakin meningkat seiring usia desa yang bertambah  menuju desa yang lebih maju,” harap bupati.

Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya menuturkan, dalam perkembangannya Desa Bentek mengalami berbagai perubahan.

Keadaan Desa Bentek sekarang jauh berbeda dengan Desa Bentek dahulu, dalam perkembangannya Desa Bentek ikut andil dalam membantu dan membangun daerah.

Acara peringatan hari ulang tahun Desa Bentek Ke-109 juga dirangkaikan dengan peresmian Bumdes Polah Palih Polos oleh Bupati Lombok Utara, h. Djhan Sjamsu.

BACA JUGA: Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Kontribusi untuk Republik

Bupati melakukan pemotongan pita dan juga pembagian hadiah pemenang lomba dusun sehat dan lomba Gansing.

@ng

 




Jelang MotoGP 2022, Ini Masukan Positif dari Penonton

Penyelenggaraan World Superbike di Sirkuit Mandalika sudah berjalan baik dan lancar, tapi jelang penyelenggaraan MotoGP 2022 ada beberapa hal yang perlu diperbaiki

MATARAM.lombokjournal.com ~ Balapan bergengsi World Superbike (SBK) baru saja digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Ajang internasional itu terbukti berjalan dengan lancar dan baik.

Meski begitu, ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki oleh penyelenggara maupun Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah.

Penyelenggaraan MotoGP 2022 mendapat masukan dari penonton
H. Abidinsyah

Pengusaha asal Berau, Kalimantan Timur, Haji Abidinsyah memberi masukan terkait penyelenggaraan World SBK di Sirkuit Mandalika.

Ia yang datang bersama koleganya melihat ada beberapa hal yang harus ditingkatkan jelang MotoGP tahun depan.

“Gaung MotoGP itu lebih heboh dan besar, bisa jadi antusiasme lebih tinggi,” katanya, Selasa (23/11/21).

Haji Abidin mengkritik soal transportasi penghubung menuju tribun penonton. Tak hanya jaraknya yang cukup jauh, pengaturan bus pengangkut masih harus diperbaiki.

BACA JUGA: Menko Luhut, Menhub dan Aburizalbakrie Nonton WSBK

Beberapa penonton terlihat kebingungan dan menunggu bus cukup lama.

“Kami yang datang ini pilih bayar mahal ingin nyaman. Jalannya jauh sekali, capek juga penonton,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, yang patut menjadi perhatian beberapa lokasi yang tergenang, membuat penonton harus melalui jalan becek. Saat MotoGP hal ini tak boleh lagi terjadi, harus dipikirkan solusi.

“Kita memaklumi ini pertama kali avent besar dilakukan. Masih ada kekurangan, tapi jangan sampai tak diperhatikan,” sambungnya.

Pria pecinta balap motor ini menyebutkan, dalam gelaran balapan World SBK, cukup banyak media massa yang mengambil sisi negatif.

Hal ini tentu membawa efek kurang baik bagi daerah dan Indonesia. Ke depan hal ini harus seimbang, berita-berita positif harus lebih baik.

“Muncul cerita sirkuit banjir, padahal tak banjir. Kita harus bersama-sama menjaga nama daerah dan negara ini,” tandasnya.

Secara umum Abidin mengaku bangga dengan gelaran balap internasional di NTB, tampilan dari layout Sirkuit Mandalika yang memadukan bukit dan laut mempesona. Wajar bila banyak pebalap maupun penonton memuji sirkuit ini.

BACA JUGA: Perekonomian Masyarakat Sekitar KEK Mandalika Bangkit

“Kebanggaan ini akan lebih tinggi ketika MotoGP. Mari sama-sama kita jaga nama baik untuk Sirkuit Mandalika,” tutup pengusaha ramah ini.

Nunuk




Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Syiar dan Membantu Sesama

Peringatan Milad ke 109 Muhammadiyah di Lombok Utara disemarakkan bagi-bagi paket sembako untuk menguatkan syiar Muhammadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Semarak Milad Ke-109 Muhammadiyah ditandai dengan kegiatan sosial pembagian nasi kotak di LogMart jalan santai sekitar 4 km, pembagian sembako untuk orang tua jompo, anak yagim dan piyatu dan warga yang kurang mampu.

Untuk memeriahkan Milad juga dilakukan pembagian sembako

Ketua Panitia Milad, Lalu RAHMAT Marzoan, M.Pd, mengatakan, selain donor darah, bekerja sama dengan Palang Merah Indinesia (PMI), juga pembagian 109 paket sembako dan 20 paket sembako dari Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, Minggu (21/11/21).

Lalu Rahmat menambhkan, selain pembagian 129 paket sembako, juga diselenggarakan Bazar Majelis Ekonomi Asiyah dalam bentuk prodak olahan makanan yang dibagikan oleh Bupati Lombok Utara beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Prov. NTB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) KLU.

“Kita ingin memperbanyak kegiatan sosial-kemasyarakatan, baik dalam rangka syiar Muhammadiyah maupun membantu sesama sebagai Langkah meneladani Kiai Ahmad Dahlan,” tutur Lalu Rahmat.

BACA JUGA: Milad Muhammadiyah ke 109, Kontribusi untuk Republik 

Penyelenggaraan resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah dilaksanakan secara daring selama dua hari dan berahir hari Minggu (21/11/21).

Untuk Jenis kegiatan dan teknis pelaksanaan peringatan Milad ke-109 Muhammadiyah diserahkan kepada segenap Pimpinan Persyarikatan, Amal Usaha, dan Organisasi Otonom Muhammadiyah sesuai kemampuan, situasi, dan kondisi pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan misi gerakan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Rakor Kades se-Gangga, Mencermati Kinerja Pemerintah Desa

“Alhamdulillah kegiatan Milad Muhammadiah ke 109 berjalan baik. Kepada semua masyarakat tidak usah khawatir, kita dapat memeriahkannya dengan cara tertib aman berkat kebersmaaan dengan tetap mengedepankan standar Profokol Covid 19,” ujar Lalu Rahmat.

@ng

 




Milad Muhammadiyah ke 109 di KLU, Kontribusi untuk Republik

Usia yang melebihi satu abad Muhammadiyah, telah berkontribusi nyata berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan Negara

TANJUNG.lombokjournal.comBupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu mengatakan, kontibusi Muhammadiyah nyata  di usia yang melebihi satu abad, Muhammadiyah telah berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka dan menyampaikan ucapan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-109, Sabtu (20/11/21).

Peringatan Milad ke 109 Muhammadiyah

Menurutnya, ini bukti Muhammadiyah adalah bagian yang melekat dan menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan republik.

“Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan sosial yang berkontribusi nyata bagi kemajuan republik. Peran kesejarahan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, “ kata Djohan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah ratusan anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/Sederajat dan Mahasiswa serta masyarakat umuum  yang menghadiri acara Milad Muhammadiyah Ke 109, hari Sabtu.

BACA JUGA: Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Ia berharap, dengan bertambahnya usia, Muhammadiyah akan tetap melanjutkan peran sosial dan keagamaan demi majunya bangsa dan negara.

Muhammadiyah, banyak meluluskan peserta didik dari banyak lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola yang dilandasi oleh komitmen Muhammadiyan mengentaskan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

“Kita hidup di era kolaborasi yang meniscayakan kerjasama dan saling mengisi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat sipil. Ketiganya memiliki peran yang saling terkait dan harus saling menopang,” ungkap Djohan.

Segala ikhtiar yang bersifat rasional ilmiah dan spiritual rohaniah harus terus dilakukan sebagai jalan jihad untuk mengakhiri pandemi ini.

Seberat apapun masalah yang dihadapi bangsa daerah dan bangsa, menurut Djohan, jika pemerintah serta masyarakat berkomitmen kuat, bersatu, dan melangkah bersama secara serius dan terencana, maka akan terdapat jalan keluar.

“Muhammadiyah telah melakukan peran kesejarahannya yang nyata, sesuatu yang harus mendapatkan apresiasi dan atensi yang tinggi ” tegas Djohan.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Tunggu Realisasi Pusat

Milad Muhammadiyah ke-109, tetap mematuhi standar Protokol Covid 19 dan di bawah pengawasan pihak Kapolsek Gangga bersama anggotanya, karena akan berlangsung selama dua hari,  yaitu Sabtu – Minggu, dan dirangkaikan berbagai kegiatan.

@ng

 




Rakor Kades se-Gangga, Cermati Kinerja Pemerintah Desa

Rakor Kades se Kecamatan Gangga, Lombok Utara membahas kinerja pembangunan Pemerintah Desa dan koordinas realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021

GANGGA,KLU.lombokjornal.com ~ Pemerintah Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi Kepala Desa se-Kecamatan Gangga tahun 2021, di aula kantor kecamatan setempat pada Kamis (18/11).

Rakor diikuti oleh Kepala Desa dan Kasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Gangga.

Pelaksanaan rakor untuk mencermati progres target kinerja Pemerintah Desa dan Koordinasi realisasi perencanaan pembangunan Desa 2021.

Agenda kegiatan rakor membahas serapan kinerja pembangunan dan perencanaan di masing-masing desa guna mengukur kinerja Pemerintahan Desa.

Sekretaris Camat (Sekcam) Gangga, Ni Luh Kartini yang memimpin rakor  dibersamai Kasi Pelayanan Umum Adibawa, Kasi Pemerintahan Alfian Zubaer, Kasi PMD M. Fajarudin, dan Kasubbag Program dan Perencanaan Kecamatan Gangga Ahmad Aplanwadi.

Dalam brainstorming pendapat sejumlah hal strategis, mengemuka gagasan strategis yang perlu diatensi dan mendapat tindak lanjut ke depan. Termasuk solusi sejumlah kendala dalam penyelenggaraan roda Pemerintah Desa.

BACA JUGA: Bimtek Pengolahan Hasil Sumberdaya Pangan Lokal

Misalnya, masih rendahnya SDM aparatur desa, perlunya regulasi pengelolaan aset desa, manajemen pengelolaan keuangan desa, serta regulasi penataan Dusun. Kloaka akhirnya untuk memaksimalkan pembangunan desa, harus sebangun dengan perencanaan desa yang matang.

Penjabat Kepala Desa Sambik Bangkol, Sarjono, menyoroti urgensi regulasi penataan dusun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya, guna menyaring aspirasi yang berkembang, dapat menyesuaikan dengan kondisi desa saat ini, perlu ada pengaturan lebih lanjut di daerah dalam bentuk regulatif.

“Kita lihat di sejumlah desa, animo gelombang aspirasi pembentukan dusun cukup besar. Ini perlu kita atur di desa. Tapi kita belum punya payung hukum di atas kita. Ini menjadi kendala kami di desa mengatur lebih lanjut. Apalagi kita semua tahu kondisi keuangan kita di semua level sedang tidak stabil akibat bencana menghampiri kita sejak tiga tahun terakhir,” tutur Pj Kades Samba ini.

Dikatakannya, dalam membentuk suatu dusun yang harus mengikuti prosedur atau mekanisme sesuai peraturan perundangan-undangan. Pasalnya, pembentukan Dusun secara regulatif ditetapkan dengan Peraturan Desa setelah melalui pelbagai tahapan persyaratan yang mesti terpenuhi.

“Dalam proses penataan dusun, apakah kita bisa tindaklanjuti atau tidak, tentu setelah melewati proses kajian yang matang dan verifikasi persyaratan yang diperintahkan regulasi. Apakah layak atau tidak dibentuk dusun baru,” terangnya.

Diungkapkan pula, aspirasi penataan dusun memang tidak ujuk-ujuk dapat dilakukan mesti itu atas prakarsa masyarakat dusun, adat istiadat, asal usul maupun kondisi sosial budaya masyarakat dusun bersangkutan.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Namun ada dua hal pokok yang harus benar-benar menjadi pertimbangan serius dalam konteks penataan dusun. Yaitu pada aspek kemampuan keuangan desa dan potensi yang ada pada tiap dusun.

Semua desa, katanya, mengalami kondisi keuangan yang tidak stabil akibat pandemi Covid. Maka, wacana pemekaran Dusun perlu diatur secara regulatif di desa.

“Pemerintah telah mengeluarkan moratorium pemekaran. Ini mesti kita tindaklanjuti. Memang pelayanan publik itu hak yang harus dilindungi. Caranya dengan meningkatkan kelancaran pelaksanaan pembangunan serta memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” kata pria yang juga Kasubbag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Prokopim Setda KLU itu.

Ahmad Aplanwadi dari Pemerintah Kecamatan Gangga, menjelaskan, ada dua istilah dasar yang penting untuk diketahui dalam ilmu hukum, yaitu Das Sollen dan Das Sein.

Das sollen lebih pada kondisi apa yang seharusnya terjadi, sementara Das Sein melihat kenyataan yang sebenarnya.

Dikatakan lebih lanjut, das sollen dikenal sebagai suatu kaidah hukum yang menerangkan kondisi yang diharapkan. Sedangkan das sein dianggap sebagai keadaan yang nyata.

Das sein tidak selalu sejalan dengan das sollen. Salah satunya karena penafsiran yang berbeda terhadap kaidah hukum.

Jelas dinyatakan, masih kata Aplan, das sollen dan das sein itu berbeda. Das sollen merupakan peraturan hukum sedangkan das sein adalah peristiwa konkret.

Tapi baik das sollen maupun das sein memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan penemuan hukum secara tepat.

“Ketika terjadi ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein, maka di situlah akan timbul masalah. Ini mesti dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan masalah di belakang haru,” kata Aplan.

Sar

 




Waspada, Ancaman Badai La Nina di Akhir Tahun

Peringatan BMKG, agar mewaspadai datangnya badai La Nina yang meski inntensitasnya lemah tetap berpotensi memicu bencana hidrometeorologi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ancaman badai La Nina diprediksi menjelang akhir tahun ini sampai bulan Februari 2022.

Memang diperkirakan berlangsung dengan intensitas lemah, namun badai ini tetap berpotensi menyebabkan bencana alam di tanah air, dari banjir hingga tanah longsor.

Peringatan fenomena La Nina itu disampaikan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bercermin dari kejadian tahun lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan La Nina meningkatkan curah hujan pada November 2019 hingga Januari 2020.

BACA JUGA: Hak Fasilitator RTG Masih Tunggu Realisasi Pemerintah Pusat

Curah hujan ini meningkat sekitar 20% hingga 70% dari kondisi normal di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan.

Masyarakat perlu mewaspadai adanya fenomena cuaca ekstrem pada periode peralihan musim ini, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang.

Meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA: Pemprov NTB Rencanakan Bentuk Holding Layanan Kesehatan

Kewaspadaan lebih ditingkatkan pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi pada Januari dan Februari 2022.

Nn

 




JMSI Beri Penghargaan Smart City Kepada Walikota Semarang

Para tokoh yang diberi penghargaan oeh JMSI, karena dinilai memberi kontribusi penting dalam membangun wilayahnya

SEMARANG.lombokjournal.comJarigan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam penutupan Rakernas I di Semarang, Jumat (12/11/21), memberikan penghargaan kepada tiga tokoh penting di Jawa Tengah.

Penghargaan itu diberikan JMSI atas upaya para tokoh yang memberi kontribusi penting dalam membangun wilayahnya.

Pra tokoh yang diberi penghargaan JMSI Penghargaan smart city dari JMSI kepada Waikota Semarang

Mereka yang mendapatkan penghargaan adalah Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi yang telah berhasil menciptakan program kemanusiaan “Aku Sedulurmu” dan program peduli lingkungan “Mageri Segoro”.

BACA JUGA: Rakernas I JMSI di Semarang Disambut Baik Pemkot Semarang

Kemudian Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atas kinerja dalam membangun Smart City dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kemudian penghargaan juga diberikan pada Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar yang telah menciptakan program dan aplikasi media digital “LIBAS” (Polisi Hebat Semarang).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa di Mutiara Ballroom, Metro Park View Hotel Semarang, dalam acara penutupan Rakernas I JMSI.

Wali Kota Semarang, sebagai tuan rumah acara Rakernas turut berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kota yang dipimpinnya.

“Pemkot Semarang juga sudah bergerak bersama karena media ini adalah salah satu yang membuat kota Semarang tumbuh berkembang dan dikenal banyak orang,” ujarnya.

Hendi, begitu ia disapa, menyampaikan, Rakernas ini diharapkan bisa menjadi sarana konsolidasi dan silaturahmi meski suasana saat ini sedang dalam Pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan terimakasih kepada JMSI yang melakukan rakernas pertama sebagai sarana konsolidasi, silaturahmi terutama saat pandemi Covid ini, alhamdulilah kota Semarang bisa menjadi tuan rumah secara offline dan juga mendapat penghargaan ini,” kata Hendi usai mendapatkan penghargaan.

Hendi berharap dari Rakernas ini, JMSI mampu menjadi organisasi yang tumbuh lebih besar dan bisa membantu Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan kokoh.

“Mari kita tetap bersinergi dan kompak bahwa bangsa ini membutuhkan peran kita semua termasuk para pewarta atau media, apa yang sedang dilakukan ini kita lakukan persamaan visi agar Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik dan maju,” ungkap Hendi.

Hendi sendiri mengakui dengan adanya sinergi bersama media, Kota Semarang bisa tumbuh menjadi lebih baik seperti sekarang ini.

Peran media, lanjut Hendi, sangat besar terlebih dengan konsep Bergerak Bersama yang dimiliki oleh Kota Semarang.

BACA JUGA: Ketua KPK, Firli Bahuri Buka Rakernas I JMSI

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Rakernas I JMSI, Jayanto Arus Adi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Semarang, Polda Jateng dan Polrestabes Semarang yang berperan besar atas berlangsungnya Rakernas kali ini.

Hal ini jugalah yang menjadi alasan ketiga tokoh penting ini mendapatkan penghargaan.

“JMSI tidak bisa melakukan gawe besar sendiri, dan mereka yang mendapat award adalah supporting utama sehingga acara ini terselenggara karena itu adalah momentum awal untuk mengidentifikasi lebih jauh, ada hal spesifik yang layak untuk diapresiasi,” tutur Jayanto.

Jayanto yang juga Ketua Bidang Kerjasama Pengurus Pusat JMSI mengatakan di balik sesuatu yang besar pastilah ada tokoh besar di dalamnya. Hal ini jugalah yang melatarbelakangi penghargaan tersebut bisa diberikan.

Selain itu Jayanto juga mengapresiasi semua peserta Rakernas I dari 33 provinsi di Indonesia yang turut hadir dalam acara yang baru pertama kali dihelat di Hotel Central Park View Semarang, tanggal 10 sampai dengan 12 November 2021

Secara khusus Jayanfo mengapresiasi Walikota Srmarang, Dr.H.Hendrar Prihadi, SE. MM, yang telah banyak membantu terlaksananya Rakernas JMSI yang dilaksanakan di Hotel Central Park View Semarang ini.

Tujuan Utama

Sebelumnya, saat membuka Rakernas I JMSI, Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi, Firli Bahuri mendengungkan Indonesia Bebas Korupsi, di depan segenap para peserta dan undang lainnya di Hotel Central Park View Semarang, hari Kamis tanggal 11 Novemer 2021.

Firli berpesan, sebagai organisasi pers JMSI punya kekuatan untuk menjawab kebutuhan informasi masyarakat.

Perwira polisi kelahiran Prabumulih itu pun menegaskan, sebuah organisasi akan eksis jika punya tujuan yang jelas.

“Akan kemana JMSI dibawa Pak Teguh dan para pengurus Daerah. Apa Tujuan utama JMSI,” ujarnya .

Menurutnya, kita tak bisa mengatur kemudi kalau kita tak mengetahui arah yang hendak dituju.

@ng




Ketua KPK, Firli Bahuri Buka Acara Rakernas I JMSI

Ketua KPK, Firli Bahuri saat membuka Rakernas I JMSI menegaskan agar organisasi ini paham dimana posisinya saat ini agar memiliki pijakan dalam menentukan arah organisasi

SEMARANG.lombokjournal.com ~ Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berharap,  Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) bisa memperlihatkan kiprah nyata dalam membangun pers nasional yang sehat.

Ketua KK,Firli Bahuru

Hal itu disampaikannya, saat buka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Hotel Central Park View, Semarang, Kamis (11/11/21) pagi.

Firli mengaku selalu menyempatkan diri untuk menghadiri undangan JMSI karena melihat organisasi perusahaan media siber ini menurutnya punya fungsi yang strategis dalam membantu mengedukasi masyarakat.

Sebagai bentuk cinta dan kepedulian, Firli pun berbagi pandangan dengan para pengurus pusat dan daerah JMSI.

BACA JUGA: Menhub Budi Karya Takjub Prores dan Kesiapan Sirkuit Mandalika

Firli Bahuri mengingat ada beberapa pertanyaan mendasar yang harus dijadikan landasan strategis oleh JMSI, agar bisa menjaga eksistensinya dan tumbuh dari tahun ke tahun.

JMSI harus paham dimana posisi organisasi saat ini agar memiliki pijakan dalam menentukan arah organisasi.

Firli berpesan, sebagai organisasi pers, JMSI punya cukup kekuatan untuk menjawab kebutuhan informasi masyarakat.

Perwira polisi kelahiran Prabumulih itu pun menegaskan, sebuah organisasi akan eksis jika punya tujuan yang jelas.

“Akan kemana JMSI dibawa Pak Teguh dan para pengurus Daerah. Apa Tujuan utama JMSI,” ujarnya.

Firli sendiri datang ke lokasi Rakernas I JMSI, selain di dampingi Wali Kota Semarang,
Hendrar Prihadi juga Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi serta Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya.

Jika mampu menjawab pertanyaan tersebut, maka Firli meyakini JMSI akan mampu menunjukan identias organisasinya dan tumbuh seiring waktu berjalan.

Sebaliknya, jika tanpa tujuan, JMSI lambat laun akan tenggelam ditelan jaman.

“Kita tak bisa mengatur kemudi kalau kita tak tahu tujuan,” ujarnya.

“Pertanyaannya, hambatan dan tantangan apa yang akan dihadapi ke depan,” katanya.

Menurutnya, JMSI harus bisa mengevaluasi semua langkah yang dilakukan selama dua tahun terakhir sejak organisasi itu didirikan.

Selanjutnya, membuat langkah-langkah strategis yang bisa mengantisipasi tantangan dan peluang di masa yang akan datang.

BACA JUGA: Logistik WSBK Mendarat Mulus di BIZAM

“Kenapa saya harus datang ke sini, itu karena saya cinta dengan dunia pers. Terlebih, sebagai pimpinan KPK, saya punya prinsip, ‘cinta, peduli dan berbagi’,” ungkapnya.

Filri juga mengaku punya hubungan pertemanan cukup baik dengan Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa.

Karenanya, Firli yang baru saja genap berusia 58 tahun tersebut, mengaku cukup bersemangat hadir di Rakernas JMSI I, di Semarang.

“Terus terang, saya sudah dua kali mengikuti kegiatan JMSI. Pertama di Aceh, dan kedua di Semarang ini,” ucapnya.

Di bagian lain, Firli berpesan secara khusus kepada seluruh anggota JMSI dari berbagai provinsi di Indonesia, yang berhadir dalam Rakernas, untuk mencamkan dan menjawab sendiri lima hal paling urgen.

Sebelum Sambutan Ketua KPK, Agung Darmajaya dari Dewan Pers, Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa melaporkan, jika Rakernas I di Semarang dihadiri 26 pengurus daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tunjukan Cinta Dan Kepedulian, Ini Yang Diberikan Ketua KPK Pada JMSI

“Kita tak bisa mengatur kemudi kalau kita tak tahu tujuan,” ujarnya.

Menurutnya, JMSI harus bisa mengevaluasi semua langkah yang dilakukan selama dua tahun terakhir sejak organisasi itu didirikan.

Selanjutnya, membuat langkah-langkah strategis yang bisa mengantisipasi tantangan dan peluang di masa yang akan datang.

“Tahun lalu sudah terlewati, akan ada apa di tahun depan, dua tahun kemuadian, tiga tahun kemudian dan seterusnya,” ujarnya seraya menyinggung soal akan adanya peristiwa penting di tahun 2024.

Jika JMSI tak menyikapi dengan tepat poin-poin yang ia sampaikan, dikhawatir JMSI tak akan “akan dapat apa-apa”.

“Pilihannya JMSI Jadi penonton atau jadi pelaku sejarah,” katanya.

@ng