Silaturahmi Gubernur Zul Bersama RKB dan IMBI Mataram

Acara silaturahmi dan sering bertemu, menurut gubernur, dapat melembutkan hati dan mencairkan komunikasi sehingga kebunntuan yang tersumbat dapat mencair

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengajian sekaligus silaturahmi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) dan Rukun Keluarga Bima (RKB) Mataram berlangsung di Perumahan Green Beolavard Kelurahan Tanjung Karang, Sabtu (11/12/21).

Kehadiran Gubernur disambut hangat puluhan mahasiswa, tokoh pemuda dan sejumlah sesepuh masyarakat Bima yang berada di Mataram.

Menurut Bang Zul sapaan akrabnya menyampaikan, silaturahmi dan seringnya bertemu dapat melembutkan hati dan mencairkan komunikasi.

Kebuntuan komunikasi yang tersumbat dapat mencair. Mudah saling memberi solusi dan membangun hubungan yang harmonis.

“Pengajian dan pertemuan seperti ini dapat saling melembutkan hati dan jiwa kita,” kata Bang Zul.

Bang Zul mengaku masyarakat Bima banyak dibekali keistimewaan baik dalam berargumentasi dan berorasi.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Potensi dan keistimewaan ini harus dapat terkanalisasi dan tersalurkan pada arahnya. Agar potensi ini dapat bermanfaat baik bagi pribadi maupun daerah.

Potensi ini juga sangat banyak pada mahasiswa Bima. Nah, kalau ikut beasiswa ke luar negeri atau keluar daerah, dapat mendorong potensi SDM agar mampu berbicara di kancah nasional bahkan dunia.

Diingatkan, agar mahasiswa memahami perkembangan teknologi dan informasi itu semakin pesat. Karena ke depan semua serba digital.

Gubernur juga berpesan kepada tokoh dan sesepuh Bima di Mataram, untuk membina dan mengakomodir kegiataan mahasiswa agar terarah pada tempatnya.

Dewan Penasehat Rukun Keluarga Bima Dr. H. Arsyad Gani menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas keluangan waktu Gubernur NTB, yang bersilaturahmi dengan RKB dan IMBI.

“Kegiatan ini merupakan media untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat Bima,” kata Rektor Ummat.

BACA JUGA: Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur Zul

Ia mengakui, Gubernur paling mudah diajak untuk berkomunikasi dan berdialog tentang apapun. Tokoh masyarakat Bima ini berpesan agar mengedepankan silaturahmi dan komunikasi.

Disinggung juga adanya kesulitan investasi masuk di Bima, karena selama ini Bima tersigma karena keadaan yang tidak aman.

Maka ia mengajak mahasiswa dan rukun keluarga Bima, untuk mempelopori dan membuka diri agar menciptakan keadaan dan stigma yang baik, agar investasi ramah di Bima.

Sedangkan Ketua IMBI, Efendi Kusnandar menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur NTB melakukan silaturahmi.

“Semoga kedepan silaturahmi dan komunikasi ini dapat terus terjalin dengan baik,” kata Efendi.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kadis DPMPTSP Ir. H. Muhammad Rum, Kadis Kelautan Muslim, ST, Kadis Peternakan Khairul Akbar, dan Sekertaris DPRD Provinsi NTB.

Silaturahmi tersebut, dihadiri sesepuh, tokoh agama dan tokoh masyarakat Bima serta puluhan mahasiswa Bima se-Kota Mataram.

Nn

 




Kirab Pataka NTB 2021, 63 Tahun Terbentuknya NTB

Kirab Pataka atau lambang daerah NTB tahun 2021 merupakan rangkaian refleksi terbentuknya NTB, apa yang sudah kita lakukan kegagalan dan keberhasilan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Optimisme terus menebarkan semangat di tengah situasi NTB yang sedang dilanda berbagai musibah, dilakukan dengan kirab lambang daerah atau Pataka NTB tahun 2021

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. L. Gita Ariadi, mengungkapkan semangat optimisme harus terus digalakkan, meski tiap tahun muncul berbagai musibah.

upacara dilakukannya Kirab Pataka

Dimulainya perjalanan Kirab Pataka

 

“Kita harus mampu selalu sesuai misi pertama, yakni NTB Tanggguh dan Mantap. Rakyat tetap Tangguh di tengah musibah yang terjadi, dan kita jadikan pelajaran,” kata Sekda.

Hal itu disampakan Lalu Gita usai melakukan upacara penyerahan Pataka NTB ke Kabupaten Bima yang dihadiri oleh seluruh Kepala OPD tingkat Provinsi NTB,  di Lapangan Bumi Gora NTB, Jum’at (10/12/21).

BACA JUGA: Sekda Dukung Program Duta Konservasi 100.000 Pohon

“Kita dilanda berbagai musibah, sejak tahun 2018 terjadi gempa bumi, tahun 2019 proses recovery, 2020 adanya wabah virus Covid-19, tahun 2021 tepatnya di akhir tahun pergantian cuaca terjadinya  banjir, longsor dan sebagainya,” tuturnya.

Miq Gite menceritakan, 63 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1958 Provinsi Bali, NTB dan NTT resmi dibentuk melalui Undang – Undang Dasar No. 64 Tahun 1958.

“Hari Ulang tahun itu maknanya dua, adalah forum refleksi apa yang sudah kita lakukan kegagalan dan keberhasilan, kalau musibah bagaimana kiprah–kiprah kita dalam mengelola alam.

“Bencana ini terjadi apakah semata dari atas, atau ada kesalahan kita dalam mengelola alam,” kata Sekda.

Menurutnya, hal itu harus dijadikan bahan refleksi sekaligus bahan antisipasi kita terus berjalan ke depan.

“Bagaimana menyiapkapkan  diri untuk NTB Gemilang,” tuturnya.

BACA JUGA: Wagub Apresiasi 26 OPD Informatif di Pempov NTB

Kirab Pataka NTB merupakan rangkaian HUT NTB yang melambangkan kesatuan Kabupaten Kota sebagai bagian dari Provinsi NTB.

Miq Gite mengatakan, Kirap Pataka ke 63 akan menebarkan semangat optimisme di seluruh Kabupaten/Kota se – NTB.

“Kewilayahan NTB sebanyak 10 Kabupaten/Kota dan semangat optimisme harus membara di masyarakat NTB,” tutur Miq Gite.

Mas

 




Bupati Serahkan Bantuan Stimulan Beras dan Dana Berobat se KLU

Bantuan yang diserahkan meruapakan perhatian Pemda KLU kepada masyarakat hanyalah stimulant, jadi tidak bisa merata 100 persen kepada seluruh warga

KAYANGA,KLU.lombokjoural.com ~ Paket Batuan Stimulan Beras se Kabupaten Lombok Utara, secara simbolis diserahkan Bupati H Djohan Sjamsu di Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupate Lombok Utara, Kamis (09/12/21).

Penyerahan Bantuan Stimulan Beras Se-KLU tersebut merupakan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU), melalui Dinas Sosial, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Bupati bersama masyarakat penerima bantuan

Masyarakat menunggu penyaluran bantuan

“Manfaatkanlah bantuan beras yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup keluarga di rumah,” kata bupati.

BACA JUGA: Musdes Sambik Bangkol Menetapkan Calon Pilkades PAW 

Namun, bentuk perhatian dari Pemda KLU kepada Masyarakat hanyalah bantuan stimulant, tidak bisa 100 persen kepada seluruh warga.

Karena anggaran daerah terbatas, pihak Dinas Sosial berkordinasi dengan desa untuk menentukan siapa yang berhak menerima manfaat.

Selain batuan stimulant beras, Pemda juga menyerahkan bantuan dana berobat untuk penderita hidrosefalus dan penyakit katagori berat lainnya.

Agar memanfaatkan uang untuk keperluan melakukan pengobatan, sedangkan biaya berobat pasien ditanggung oleh BPJS.

“Ini bentuk ikhtiar Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami sakit dan semoga cepat diberikan kesembuhan,” tuturnya

Bupati Djohan juga menghimbau masyarakat tetap waspada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, terlebih di musim hujan seperti saat sekarang.

“Pesan saya supaya kita kompak bersatu kita bangun daerah bersama-sama, sehebat apa pun kepala daerahnya jika rakyat tidak kompak maka sulit untuk maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt.Kadis Sosial P3A Faturrahman menyampaikan, penerima  bantuan paket sembako beras Se-KLU berjumlah 8.300 orang terbagi 44 desa, masing-masing desa jatahnya 193 orang.

Penerima batuan stimuan beras itu di luar penerima PKH, BPNT, BLT DD dan semuanya penerima sudah ditetapkan melalui SK dan  sumber dananya dari Dana insentif Daerah.

“Kecamatan kayangan sendiri ada 10 desa, masing-masing desa mendapatkan 193 paket sembako yang isinya 10 Kg beras,” jelasnya.

Selain itu juga dilakuka penyerahan dana untuk keperluan berobat. Bantuan itu digunakan keluarga untuk keperluan merawat pasien.

BACA JUGA:  Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Sedag biaya operasi atau pengobatan pasien sudah ditanggung oleh BPJS. Saat ini sala seorang pasien yang menerima bantuan, sedang di Rumah Sakit Sanglah untuk melakukan kemoterapi.

“Jumlah penerima bantuan berobat ini di Kecamatan Kayangan berjumlah 7 orang,” jelasnya.

Hadir dalam acara peyeraahan batuan itu, Ketua TP PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu,Plt. Kadis Sosial PPPA Faturrahman SST,Camat Kayangan Siti Rukayah SP, Kades Selengen Sudarto, serta masyarakat penerima manfaat.

@ng

 

 




Wagub Apresiasi 26 OPD Informatif di Pemprov NTB

Pengertian OPD Informatif itu berarti, seperti dikatakan Ummi Rohmi, semua yang dilakukan diketahui masyarakat. Masyarakat paham sehingga bisa berkomunikasi dua arah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sebanyak 26 perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  masuk dalam kategori informatif.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi perangkat daerah yang masuk dalam kategori informative itu.

Wagub mengapresiasi OPD Informatif
Wagub Hj Sitti Rohmi

Hal tersebut diungkapkan wagub saat menghadiri acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB 2021, di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (09/12/21).

Wagub mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada seluruh OPD yang bekerja keras, menapai progress luar biasa dari waktu ke waktu.

Perangkat daerah yang informatif itu, seperti yang diungkapkan wagub.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

“Kita ingin semua yang kita lakukan dapat diketahui masyarakat. Masyarakat paham sehingga kita akan terus berkomunikasi dua arah dengan mereka,” jelas Ummi Rohmi sapaan akrabnya.

Acara Keterbukaan Informasi Publik merupakan anugerah kepada Badan Publik di Provinsi NTB. Khususnya dalam menjalankan amanat Undang-undang dan regulasi terkait Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi (KI) NTB.

Sebagai informasi pada tahun 2021, dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi oleh KI NTB terjadi peningkatan Badan Publik informatif.

Pada tahun 2019, Badan Publik yang tergolong informatif sebesar 26 persen, pada tahun 2020 meningkat menjadi 36 persen, kemudian tahun 2021 juga terjadi peningkatan menjadi sebesar 56 persen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Suaeb Quri.

“Di tahun 2021 ini, Alhamdulillah penganugerahan keterbukaan informasi KI Provinsi NTB mengalami peningkatan kenaikan Perangkat Daerah informatif. Di tahun 2019 26 persen, 2020 36 persen dan 2021 56 persen informatif,” jelas Suaeb.

Seluruh Perangkat Daerah di NTB mendapat pujian, meskipun di tengah pandemi Covid-19 tetap bekerja keras membantu PPID.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Sehingga terjadi kenaikan jumlah OPD di NTB yang tergolong informatif, dari yang awalnya 16 OPD pada tahun 2020, kini mengalami kenaikan sebanyak 26 OPD di tahun 2021.

“Kami bangga walaupun di tengah Covid-19, para bupati, wakil bupati, khususnya Kepala OPD di NTB tetap mau bekerja dan membantu PPID-nya, sehingga 26 OPD informatif dari yang dulunya hanya 16, luar biasa,” puji Suaeb.

Wagub Ummi Rohmi juga berpesan kepada seluruh OPD di Provinsi NTB, agar selalu informatif, mengingat keterbukaan informasi merupakan hal terpenting sebagai transparansi informasi kepada masyarakat.

“Semua OPD di Pemprov wajib informatif dan berkomunikasi dengan masyarakat 24 jam, karena keterbukaan informasi adalah hal yang terpenting,” tutur Ummi Rohmi.

Nn

 




Musdes Sambik Bangkol MenetapKan Calon Pilkades PAW

Dalam Perbup nomor 13 tahun 2021 menekankan, Pilkades di Desa Sambik Bangkol (Samba) dilakukan musyawarah-mufakat. Jika itu tidak bisa, maka opsi kedua yaitu voting tertutup

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~ Musyawarah Desa (musdes) penetapan calon Kepala Desa pada pemilihan kepala desa pergantian antar waktu (PAW) di Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga  Kabupaten Lombok Utara digelar di Aula Balai Desa setempat, Rabu (08/12/2021).

Musdes untuk penyelenggaraan Pilkades

Musdes penetapan Calon Kades PAW ini dihadiri Camat Gangga Kariadi, SP, unsur Kepolisian Sektor Gangga, Pimpinan dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Desa Samba, kedua bakal Calon Kades, Babhinkamtibmas Samba, Panitia Pemilihan PAW, dan para Kepala Dusun serta tokoh masyarakat di Samba.

Ketua BPD Samba Madhan, S.Pd.I, menuturkan, musdes pergantian antar waktu tersebut berjalan dinamis, dimana regulasi tahapan PAW sesuai dengan Perbup nomor 13 tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

Dikatakan, terkait pertanyaan salah seorang calon yang menginginkan pemilihan dengan mekanisme voting tertutup. Aspirasi itu sebagaimana termuat dalam poin kedua Perbup nomor 13 tahun 2021.

“Roh dalam Perbup nomor 13 tahun 2021 menekankan permusyawaratan untuk pemufakatan. Pada salah satu klausul pasalnya berbunyi musyawarah untuk mencapai mufakat. Jika itu tidak bisa kita capai, maka kita menggunakan opsi yang kedua yaitu pemungutan suara secara tertutup,” terangnya.

Ketua Panitia Pilkades PAW Sukiyadi S.Pd, menjelaskan, kedua bakal calon yang ditetapkan tersebut berhak dipilih oleh 99 orang pada 20 Desember mendatang.

Ketetapan itu, imbuhnya, sesuai dengan Keputusan Panitia Pemilihan nomor: 4/4.PAW/DSB/12/2021.

“Kami panitia sudah menetapkan Calon Kepala Desa sebanyak 2 orang, yaitu pak Sajudin, S.Sos dan Asiah atau H. Ropi’i. Untuk penyampaian visi-misi calon yang sudah ditetapkan akan kami gelar pada 18 Desember 2021, semoga tidak ada halangan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Samba Hadianto, S.Pd berharap Calon Kepala Desa dapat, khususnya kedua pendukung agar demokrasi Pilkades PAW desa setempat tahun 2021 dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif.

“Karena pemilihan antar waktu di Desa Sambik Bangkol yang pertama di Lombok Utara. Tentu saja banyak dilema di tengah masyarakat karena berbeda dengan pemilihan seperti biasanya. Jika pemilihan PAW di desa ini sukses, maka Samba bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainya di Lombok Utara nantinya,” imbuh Hadianto.

BACA JUGA:

Nonton Acara Tradisi Empas Menanga Mual di Dusun Akar-Akar, Bayan

Hampir senada Camat Gangga Kariadi, SP berpesan masyarakat Desa Samba mengawal Pemilihan Kades antar waktu tersebut dengan baik, agar sesuai dengan harapan mewujudkan Kepala Desa definitif.

“Semoga pelaksanaan PAW di Desa Samba berjalan dengan baik dan sukses sesuai harapan bersama,” tutupnya.

Sar

 

 




Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Saat meninjau lokasi banjir di Dompu, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati karena curah hujan yang masih tinggi

DOMPU.lombokjournal.com ~ Lokasi terdampak banjir di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu dikunjungi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah

Kunjungan itu dilakukan Bang Zul bertujuan agar dapat menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah yang ada di lokasi.

Bersama Bupati Dompu kunjungi loasi banjir

Bersama masyarakat yang terdampak banjir

“Langsung ke lapangan bukan hanya kita akan melihat secara langsung, tapi bisa sekaligus memutuskan dan menyelesaikan masalah saat itu juga,” pungkas Bang Zul.

Hal itu dikatakannya saat meninjau masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Kilo, Kab. Dompu, Rabu (08/12/21).

BACA JUGA: Korban Jiwa Bencana Banjir di Batu Layar Terima Santunan

Bang Zul menghimbau masyarakat lebih hati-hati dengan curah hujan yang masih tinggi.

“Banjir merata menyapa banyak daerah di seluruh Indonesia. Kita di NTB hrs terus waspada karena hari-hari ke depan curah hujan masih tetap tinggi,” ungkapnya.

Kujungan Gubernur Zul itu didampingi Bupati Dompu, Kader Jaelani meninjau ke beberapa titik daerah yang terdampak banjir.

Bang Zul memberikan bantuan dan membuka jalan yang menghalangi air mengalir yang terlah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya.

Selain itu, Bang Zul juga memberikan salah satu solusi alternatif untuk penghijauan hutan-hutan yang telah gundul di  Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, dengan menanami sayur kelor.

“Bibit kelor cepat menghasilkan dan harga jualnya pun sangat bagus, Pembelinya juga sudah ada, dan kelor yang di tanam tetap memungkinkan utnuk jagung juga bersamaan di tanam,” tutur Bang Zul.

BACA JUGA: Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pada kesempatan yang sama, Bang Zul mengatakan bahwa Pemerintah melakukan penanaman kembali dan reboisasi. Banyak bibit buah yang telah ditanam, namun hasilnya tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama.

“Masyarakat tak bisa lagi di ajar berlama-lama dengan bermacam teori, tapi tak menyediakan solusi alternatif yang segera,” katanya.

Solusi yang instan mereka bisa rasakan dan nikmati, tegas guberur.

Mas

 




Peningkatan Curah Hujan, Ada Faktor Lain Selain La Nina

Pertemuan angin di atas wilayah Indonesia yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia, selain La Nina

MATARAM.lombokjournal.com ~ Intensitas curah hujan di Lombok tercatat mengalami peningkatan pada Senin (06/12) dini hari hingga pagi.

Beberapa wilayah di Lombok Barat (Lobar) mengalami banjir dan tanah di Longsor, misalnya di Batu Layar terjadi tanah longsor. Jembatan Meninting diterjang air bah menyebabkan kerusakan parah, sehingga ditutup bagi pengguna jalan.

Curah hujan tinggi diperirakan hingga Februari

Paling menyedihkan banjir di komplek perumahan Bhayangkara Residence di Ranjok, Gunung Sari, Lobar. Beberapa rumah di blok yang lokasinya terletak bagian bawah, hampir tenggelam luapan sungai.

Bupati Lobar, Fauzan Khalid saat turun lapangan meninjau lokasi yang terdampak banjir dan longsor mengatakan, bencana banjir dan longsor ini disebabkan karena tingginya curah hujan akibat badai La Nina.

BACA JUGA: Hujan Deras Hingga Pagi, Waspadai Luapan Air dan Longsor

Fauzan mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak curah hujan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022.

Berdasarkan perkiraan BMKG tingginya curah hujan ini akan menyebabkan terjadinya sejumlah bencana seperti Banjir, Longsor dan pohon tumbang. Ia meminta semua pihak mewaspadai dan siaga menghadapi dampak tingginya curah hujan akibat La nina.

La Nina

Selama ini diketahui fenomena La Nina sebagai faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan.

La Nina merupakan fase dingin atau kondisi meningkatnya curah hujan akibat perubahan suhu yang terjadi di Samudra Pasifik.  Fenomena alam ini mengakibatkan hujan lebat turun dengan intensitas yang lebih tinggi.

Bukan hanya hujan, La Nina terkadang juga disertai angin kencang yang berbahaya. Bahkan potensi munculnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Sebenarnya pihak BMKG Indonesia telah memprediksi kemungkinan bencana alam ini terjadi di akhir tahun 2021 hingga awal 2022.

Tapi curah hujan yang tinggi itu bukan semata-mata disebabkan La Nina.

Selain La Nina ternyata ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia.

BACA JUGA: Tim Reaksi Cepat BPBD NTB Bantu Evakuasi Banjir

Menurut BMKG, faktor selain fenomena global La Nina, adanya daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia menjadi penyebab curah hujan berintensitas tinggi.

“Musim hujan akan lebih basah karena La Nina sudah kita sampaikan sejak Oktober lalu, kemudian ada faktor dinamika atmosfer yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab seperti dikutip Antara, beberapa waktu lalu.

La Nina memang diketahui sebagai faktor global yang mempengaruhi peningkatan curah hujan ekstrem. Namun, terdapat pula faktor regional yaitu adanya daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia.

Penjelasan Fachri, daerah pertemuan itu terjadi akibat monsun Asia yang masuk ke selatan karena adanya daerah-daerah bertekanan rendah di utara Australia.

Munculnya daerah pertemuan angin di atas Indonesia dan suhu yang semakin dingin akan membentuk awan.

Selain itu, terdapat pula faktor lokal yang menyebabkan peningkatan curah hujan ekstrem yaitu stabilitas udara yang cenderung labil atau mudah terangkat yang dapat membentuk awan konvektif.

Proses tersebut menjadi cukup kuat karena udara yang labil.

Kombinasi tiga faktor tersebut, menurut Fachri, yang mendorong banyak terbentuknya awan hujan di Indonesia.

“Curah hujan tinggi karena faktor-faktor atmosfer tersebut,” ujarnya.

Menurut BMKG, Indonesia saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan yang dapat membuat terjadinya intensitas hujan mencapai 100 milimeter dalam sehari.

Atau masuk dalam kategori hujan lebat dan ekstrem. Dam diperkirakan periode puncak musim hujan masih akan berlangsung.

“Sampai akhir Februari hingga awal Maret nanti,” ujar Fachri.

Mas

 




ASDEKSI Adakan Workshop Nasional Peran Sekretariat DPRD

Penyelenggaraan Workshop Nasional, memberikan materi, bagaimana peran sekretariat mendukung Tugas dan Fungsi DPRD.

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Asosiasi Sekretariat DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) mengadakan Workshop Nasional terkait Peran Sekretariat DPRD, Sabtu. (04/12/21).

Workshop menghadirkan beberapa narasumber ahli dari berbagai latar dan keahlian. Berlangsung selama empat hari di Jakarta Barat, dengan empat sesi utama yang diikuti oleh para Sekretaris DPRD beserta jajaran se-Indonesia.

penyelenggaraan workshop nasionnal yang disellenggarakan ASDEKSI

Dalam acara tersebut, dikukuhkan pula kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Asdeksi Provinsi Riau oleh Pengurus DPN Asdeksi.

Ketua Dewan Pengurus Nasional Asdeksi Widyo Prayitno, SH.mengatakan, workshop diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang kesekretariatan, sesuai dengan perkembangan regulasi yang ada.

Selain itu, pada kegiatan workshop berharap pandemi jangan diabaikan, Prokes tetap diterapkan.

Materi yang disampaikan pada ajang workshop itu, bagaimana peran sekretariat dalam mendukung Tugas dan Fungsi DPRD.

Khususnya dalam Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, serta materi Motivasi Pengembangan Diri dalam Pelayanan Publik. Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD pada Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI

workshop nasionnal dengan narasumber beberapa ahli

Drs. Andi Bataralifu, MSi., menyatakan peran Sekretariat DPRD dalam mendukung tugas dan fungsi legislatif memerlukan sistem Standar Operasional Prosedur.

Ini menunjang penyelenggaraan fungsi dan peran DPRD serta perlunya kode etik dan tata beracara sebagai basis regulasi, agar tak menyalahi prosedural.

Menurut Andi, Sekretariat DPRD dalam penerapan agenda-agenda kesekretariatan sebagai jembatan antara Pimpinan Daerah dan Pimpinan Dewan.

BACA JUGA: Even Internasional Makin Ramai, NTB Harus Siapkan Insfrastruktur 

Mekanisme langsung maupun mekanisme tak langsung, aturan perlu dibuat secermat mungkin dalam pembuatan tata tertib dewan.

Tiap Alat Kelengkapan Dewan (AKD) mengakomodir peraturan dan supporting kelompok pakar, semisal pada AKD Bapemperda.

“Aturan dibuat rinci, relevan, dapat dipertanggungjawabkan dan diterima para pihak,” tutur aNDI.

Sedangkan narasumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Hilman Rosyada, S.AP., M.AP yang menyampaikan kajian Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun mengatakan, pengguna anggaran dalam pelaksanaannya, ada yang bersifat mandatori, delegasi dan ada pula yang bersifat atribusi.

Diperlukan perencanaan yang baik dalam penyusunan APBD dan berkomitmen terhadap apa yang ada pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahunan.

“Saat perencanaan anggaran yang baik saja, belum tentu pelaksanaan dan pelaporannya baik. Oleh karena itu, perencanaan harus tetap baik yang memungkinkan agar pelaksanaan serta pelaporannya baik serta akuntabel,” urainya.

Pada sesi workshop hari berikutnya, pihak Asdeksi menghadirkan Ahli Motivator Kesehatan Paliatif dr. Agus Ali Fauzi, PGD., Pall. Med., yang menyemangati peserta workshop dengan spirit pelayanan untuk bekerja dengan menyertakan pikiran dan hati.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

Dikatakan, menyertakan hati, pikiran bisa lebih tenang, lebih rileks dan pelayanan bisa maksimal.

Dicontohkan pula, tiap orang punya tingkatan kecerdasannya yang berbeda-beda, berupaya berempati dan membahagiakan.

Lanjutnya, senantiasa mengingat Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur semua unsur kehidupan, termasuk dalam bekerja pada profesi apapun, dengan memudahkan bukan mempersulit.

Sedangkan pada sesi akhir dipaparkan pula Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di Sekretariat DPRD.

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Dr Sugeng Hariyono menyatakan, kedudukan Setwan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Sedangkan landasan SPIP sesuai PP nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP.

Diuraikannya, unsur-unsur SPIP meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian.

Peserta workshop nasional Asdeksi mengikuti acara dengan penerapan Prokes.

Workshop bertujuan dapat menyajikan pemahaman melalui peningkatan etos kerja dan penguatan relasi antara eksekutif dan legislatif.

@ng

 




Penetapan Balon PAW Desa Samba Berlangsung Lancar

Panitia Pilkade PAW Desa Samba akan melakukan penetapan balon menjadi calon pada 8 Desember mendatang sesuai jadwal tahapan Pilkades PAW

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~  Musyawarah Desa (Musdes) penetapan bakal calon (Balon) Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021, berlangsung di Aula Balai Desa Samba Rabu (01/12/2021).

Penetapan Balon Kades PAW yang dihadiri unsur masyarakat

Musdes yang diselenggarakan dengan agenda penetapan bakal calon kades PAW setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh panitia pemilihan.

Selanjutnya panitia akan menetapkan balon menjadi calon pada tanggal 8 Desember mendatang sesuai dengan jadwal tahapan Pilkades PAW.

Acara penetapan balon Kades PAW itu dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Gangga, unsur Kepolisian Sektor Gangga, Pimpinan dan Anggota BPD Samba, Pj Kepala Desa Samba Sarjono, Babhinkamtibmas Desa Samba, Panitia Pemilihan PAW, dan para Kepala Dusun serta tokoh masyarakat di Samba.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

“Hasil penetapan nantinya menjadi calon yang akan dipilih oleh 99 orang pemilih dari 14 Dusun yang ada di wilayah Samba,” jelas Pj Kepala Desa Samba, Sarjono, Rabu (02/12/21).

Sarjono menyampaikan apresiasi Pemdes Samba atas kinerja panitia Pilkades PAW dalam melaksanakan tahapan penjaringan sampai dengan penetapan calon kades antar waktu.

”Terima kasih atas kerja keras panitia Pilkades PAW Desa Samba sehingga tahapan-tahapan mulai penjaringan sampai penetapan calon kades antar waktu berjalan dengan baik dan kondusif,” tuturnya.

Pj Kades Samba itu  meminta semua pihak bersinergi untuk mengawal proses Pilkades sampai selesai, serta balon dapat tetap menjaga ritme demokrasi di aras desa dengan baik sesuai lokus dan tempusnya.

Kasubbag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Lombok Utara ini mengungkapkan, tokoh yang maju dalam PAW tahun ini adalah putra terbaik yang dimiliki Desa Samba.

Mereka adalah putra desa setempat. Apalagi ini, katanya, Samba adalah desa pertama di Lombok Utara menghelat Pilkades PAW dan tahapan penetapan balon kades tersebut dapat melancarkan tahapan-tahapan selanjutnya.

Sarjono pun berpesan, siapa balon yang ditetapkan menjadi calon dan terpilih nantinya, dapat merangkul semua elemen masyarakat dan mampu membangun Desa Samba menjadi lebih baik dan maju.

Dikatakan pula bahwa resep ampuh kepemimpinan ada pada kemampuan mengakomodir semua pihak serta menjalin sinergi dengan seluruh stakeholder.

“Harapan kami pelaksanaan Pilkades PAW ini berjalan baik dan lancar sesuai dengan amanat regulasi, dipilih melalui sistem permusyawaratan untuk kemufakatan. Musyawarah mufakat ini tradisi luhur bangsa kita. Proses ini perlu sinergi dan dukungan semua pihak agar pilkades di tengah pandemi Covid-19 aman, lancar, sukses tanpa ekses dan sehat,” harapnya.

BACA JUGA: Buka Festival Budaya, Wabup Danny Ajak Pemuda Lestarikan Adat

Ketua Panitia Sukyadi, menuturkan kepanitiaan Pilkades telah bekerja sesuai peraturan yang berlaku.

Mulai dari tahapan penjaringan hingga tahapan penetapan bakal calon hari ini (kemarin-red) yang akan mengikuti tahapan penetapan calon dan pemilihan melalui musdes nantinya.

Adapun hasil penetapan bakal calon kades PAW dalam berita acara dari 2 orang yang mendaftar dan keduanya lolos verifikasi administrasi yaitu Sajudin, S.Sos. dan H. Ropi’i.

“Setelah melalui tahapan-tahapan kedua orang ini kita tetapkan menjadi bakal calon kades PAW yang akan mengikuti tahapan penetapan calon dan berhak dipilih dalam musyawarah desa pemilihan PAW 19 hari kedepan,” jelasnya.

Sar

 




Wanita Gantung Diri di Pohon Ketapang Pinggir Pantai

Wanita yang tewas gantung diri di tepi Pantai Demung itu ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wanita berinisial SI, seorang ibu rumah tangga, berusia 45 tahun, asal Nyiuh Bubut, Dusun Sempak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, ditemukan tewas menggantug diri, Rabu (01/12/21).

wanita korban gantung diri di pohon ketapang

Seorang nelayan yang hendak menjaring ikan, pada pukul 07.30 wita menemukan wanita malang itu

Wanita malang itu ditemukan dalam posisi tergantung dengan seutas tali nylon berwarna hijau sepanjang 2 meter pada sebuah pohon ketapang di tepi pantai Demung, Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

“Saya melihat di pinggir pantai, ada sandal dan sebuah handphone tergeletak, dan saat saya melihat ke arah pantai, korban sudah bergantung dan sudah tidak bernyawa,” ujar saksi.

Misteri wanta yang tewas tergantung di tepi Pantai Demung itu akhirnya terkuak.

Dari hasil identifikasi Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Lombok Utara yang sudah diturunkan, memaparkan, korban berinisial SI, seorang ibu rumah tangga itu,  tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. .

BACA JUGA: Bupati Djohan Hadiri Penganugerahan Kampung Sehat Awards

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, wanita yang memiliki tinggi 155 cm tersebut, ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Made Sukadana, S.H., M.H.

Made Sukadana membenarkan, hasil pemeriksaan korban dan barang bukti yang ditemukan di TKP, bahwa korban melakukan bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya dengan menggunakan tali yang diikat di pohon ketapang.

“Dari hasil visum, korban murni gantung diri,” tegas Made Sukadana.

Demikian pula warga di sekitar pantai, pernah melihat korban mengambil jerami di sawah pinggir Pantai Demung.

BACA JUGA: Evaluasi Dana Desa, Wagub Imbau Fokus Program Bersama

“Menurut keterangan keluarga korban, korban stress karena terlilit hutang,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi.

Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

@ng