Tim Validasi BPBD Lombok Utara membagikan 1428 rekening RTG tahap dua dana siap pakai untuk korban gempa bumi
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) merealisasikan kembali pembagian rekening RTG tahap dua melalui Tim Validasi yang dibentuk di Kecamatan Gangga, Rabu (26/01/22).
Sejumlah 1428 rekening yang dibagikan rinciannya sebagai berikut; Desa Gondang, Rusak Sedang 181, Rusak Ringan 367, Total 548.
Desa Genggelang, Rusak Berat, 3, Rusak Sedang, 211 dan Rusak Ringan, 141, Total 355. Desa Bentek, Rusak Sedang, 132, Rusak Ringan, 70, Total 202, dan Desa Sambik Bangkol, Rusak Sedang, 231, Rusak Rusak Ringan, 13, Total 244.
Berdasarkan surat Nomor : 005/123/Fasilitator-Korwil BPBD KLU/1/22 Tanggal 25 Januari 2022 guna menghadirkan masyarakat penerima manfaat dalam rangka pembagian buku tabungan dana siap pakai Rumah Tahan Gempa (RTG) sejumlah 1428.
Mengingat batas waktu sampai April mendatang, pihak BPBD Kabupaten Lombok Utara melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ali Imron menyampaikan pada wartawan..
Menurut Ali Imron, pihak BPBD sebagaimana Surat Keputusan SK Bupati Nomor 84/104/BPBD/2022 Tentang Penunjukan Fasilitator Pendamping Kelompok Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Perbaikan dan Pembangunan Kembali Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi Kabupaten Lombok Utara 2022.
Adapun yang membagikan Buku Tabungan (Buntab) adalah dari Bank Mandiri yang dibantu Fasilitator yang ditunjuk Bupati Lombok Utara berdasarkan SK. Nomor, 84/104/BPBD/2022 yang dimaksud.
Imron optimis, pembagian Buntab bisa tuntas dalam beberapa hari lagi.
“Total dana untuk KLU sejak awal penanganan sejumlah Rp 2.192.725.000. Jumlah penerima 44.959 unit, terdiri dari RB 42.969 unit, RR 365 unit dan RS 1625,” sebutnya
Sebagaimana diketahui, pencairan Buntab RTG kali ini senilai Rp 241 miliar. Dengan rincian sisa dana tahap I (SK 1-27) Rp 117 miliar, dan dana usulan tahap II sejumlah Rp 124 miliar.
Pada dana Tahap I (SK 1-27), sisa anggaran terbatas pada penanganan SK 1-25. Di mana jumlah terblokir tahap I sebanyak 6.321 unit, dengan rincian RB 1.257 unit, RS 295 Unit dan RR 4.769 unit. Sedangkan pada SK tahap II atau SK Susulan sebanyak 6.295 unit, dirincikan masing-masing 554 unit RB, 2629 unit RS dan 3112 unit RR.***
Rekening Butab Korban Gempa Tahap Dua, Mulai Dibagikan
Pembagian rekening buku tabungan untuk bantuan rehab rumah warga korban gempa dimulai dari Kecamatan Kayangan Dan Pemenang
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembagian Buku Rekening Butab (buku tabungan) tahap ke dua untuk waga korban gempa, diawali dari Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan dan Desa Pemenang, Kecamatan Pemenang.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Utara, M. Zaldi Rahardian, ST, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/01/22).
Dikatakan, pihak BPBD KLU tidak bisa menjadwalkan pembagian Butab RTG ini.
“Ttdak bisa serta merta dijadwalkan pihak BPBD KLU, karena jadwalnya tergantung pihak bank yang menerbitkan buku rekening,” kata Zaldi..
Pihaknya hanya bisa menunggu informasi dari pihak Bank kapan waktu pembagiannya.
“Hasil koordinasi kita dengan bank nantinya akan menyesuaikan kekuatan mereka, kita berharap bisa dibagikan setiap harinya 300 orang di dua atau tiga titik,” harapnya.
Menurutnya, hari Selasa ini pembagian Buku Rekening dilakukan di dua titik, yaitu di Kecamatan Kayangan sebanyak 894 rekening Butab yang mencakup Desa Kayangan 257, Desa Sesait 241, Desa Santong 166, Desa Selengen 151, Desa Pendiam 43, Desa Salut 22, Desa Sangiang 15 dan Desa Gumantar 7 Buntab.
Untuk Kecamatan Pamenang sebanyak 339 rekening Butap mencakup Desa Pamenang Timur 157, Desa Pamenang Barat 108, Desa Malaka 73 dan Desa Gili Indah 1 Butab.
Berikutnya untuk hari Rabu (25/01) dijadwalkan untuk Kecamatan Gangga, yang dipusatkan di dua titik yaitu Desa Bentek, Desa Gondang, Desa Genggelang, dan di pusatkan di Kantor Camat Gangga
Titik kedua di Desa Desa Rempek, Desa Sambik Bangkol, dipusatkan di Kantor Desa Sambil Bangkol Kecamatan Gangga.
“Kita berharap dari pembagian butab ini dapat memulihkan kembali ekonomi yang sempat stagnan, kita wajib bersyukur atas pembagian ini,” kata Zaldi..
Zaldi mengungkapkan, pembagian Butab RTG sebanyak 12.447 rumah ini sudah mulai diproses, setelah pembagian nanti pihaknya menekankan untuk mulai percepatan ke pembentukan pokmas.
Selain ia juga berharap bantuan gempa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk percepatan pemulihan ekonomi warga.
Secara keseluruhan terhadap 12.447 Butab yang akan dibagikan, jumlah total anggaran mencapai Rp. 241 miliar, dengan besarnya anggaran tersebut dapat berputar dan membangkitkan perekonomian.
Dari target yang telah disesuaikan selama tiga bulan mendatang, pihaknya menjamin progres percepatan akan dimaksimalkan, mulai serapan dana dari bank penyalur ke Pokmas hingga progres pelaksanaan fisik.***
Korban Gempa Resah, Ada Isu Pemotongan Bantuan Rehab Rumah
Beberapa warga korban gempa di beberapa Desa di Kecamatan Kayangan di Lombok Utara, khawatir ada pemotongan rehab rumah
KAYANGAN,KLU.lombokjournal.com ~ Bantuan stimulan korban bencana gempa di Lombok Utara mulai menjadi topik hangat di tengah masyarakat.
Pasalnya bantuan untuk kategori rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang sempat terhambat dikarenakan dana untuk bantuan sempat tertunda.
Rumah Tahan Gemppa
Pembagian buku tabungan untuk beberapa penerima sudah rampung dilakukan oleh pihak BNPB dan instansi terkait.
Masyarakat yang tercatat sebagai penerima bantuan dana stimulan dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang, mengharapkan agar tidak ada potongan dari uang yang akan mereka terima.
Dengan jumlah uang 10 juta untuk rusak ringan dan 25 juta untuk rusak sedang, dirasa masih sangat minim untuk merenovasi rumah mereka.
Salah satu warga penerima bantuan stimulan kategori rusak ringan, FH mengatakan bahwa buku tabungan yang diterima sudah tertulis nominal 10 juta, tapi masih belum pasti apakah akan mendapatkan full atau ada potongan.
“Kalau di buku tabungan memang tertera 10 juta untuk kategori rusak ringan, tapi belum tahu apakah bisa dicairkan full atau ada potongan, tapi kami harap tidak ada potongan apapun dari dana tersebut.” ujar FH, Senin (24/01/22).
Terkait bantuan dana stimulan korban gempa Lombok Utara, memang menjadi perbincangan hangat dengan adanya isu potongan jumlah uang bagi para penerima. Masyarakat secara umum sangat menyayangkan jika benar terdapat potongan pada jumlah uang yang akan mereka terima, terlebih jika terjadi potongan dana yang besar.
Menurut FH selaku salah satu penerima bantuan mengungkapkan, bantuan yang mereka terima sudah sangat lama dinanti.
Rumah yang mereka huni masih banyak retakan-retakan pada tembok yang harus diperbaiki bahkan harus direnovasi penuh.
Sehingga para penerima bantuan sangat mengharapkan tidak ada potongan dana bantuan yang akan mereka terima.
Kemudian dengan harga bahan bangunan yang sedang tinggi, untuk merenovasi rumah dengan kategori rusak ringan maupun rusak sedang tentunya akan tetap mengeluarkan uang pribadi untuk menutup kekurangannya.
“Dengan nominal dana kategori rusak ringan, tentunya kami masih kekurangan untuk memperbaiki atau merenovasi rumah kami. Kalau ada potongan kami tentunya harus mengeluarkan uang pribadi juga, belum lagi harga bahan bangunan saat ini sedang tinggi, tapi mau tidak mau rumah harus tetap kita renovasi demi keselamatan keluarga.” tutur FH.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lombok Utara, M Zaldy Rahardian pernah mengatakan, pembukaan pemblokiran dan penggunaan DSP tahap II segera direalisasikan.
Namun Zaldy beLum bisa dihubungi melalui hp-nya terkait adanya isu pemotongan bagi korban gempa yang akan menerima bantuan. Padahal isu pemotongan itu sempat meresahkan masyarakat.
“Kabarnya, aparat di tingkat dusun tidak mau mengurus bantuan itu bila warga menolak dipotong,” tutur seorang warga di Kecamatan Kayangan.
Dana Terblokir Rp117 miliar, Bukan Rp250 miliar
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menyampaikan, sebanyak 14 ribu unit rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara, harus terhenti pembangunannya.
Masalahnya, dana rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp250 miliar diblokir BNPB.
“Gempa bumi ini sudah berlangsung 3 tahun, tetapi sebanyak 14 ribu rumah tahan gempa belum bisa terselesaikan,” ujar Bupati Lombok Utara.
Namun, dalam keterangan terpisah, Kepala BPBD NTB, H Sahdan di Mataram menjelaskan, data yang disampaikan BNPB jumlah rumah rusak berat, sedang dan ringan yang masuk dalam tahap satu dan dua sebanyak 12.616 unit.
Rinciannya jumlah rumah yang masuk dalam program tahap satu sebanyak 6.321 unit dan tahap dua sebanyak 6.295 unit.
Sehingga total yang belum dikerjakan untuk pembangunan rumah tahan gempa sebanyak 12.616 unit.
“Nah sementara yang disampaikan Pemkab Lombok Utara ini ada 14.000 unit rumah, sedangkan data BNPB itu ada sebanyak 12.616 unit,” terang Sahdan, beberapa waktu lalu.
“Dana yang terblokir Rp117 miliar. Jadi bukan diblokir Rp250 miliar,” tegas Sahdan.***.
Rekor Aksi Donor Darah Terbesar di NTB, Dilakukan INTI NTB
Aksi kemanusiaan donor darah yang dilakukan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB mencatat rekor sebagai aksi terbesar sejak 2019
MATARAM.lombokjournal.com ~Aksi kemanusiaan Donor Darah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB hari Sabtu (15/01/22) di Epicentrum Mall Mataram yang berhasil menghimpun 574 kantong darah, merupakan rekor terbanyak di NTB.
Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Lobar, dokter Ratna menegaskan catatan rekor donor itu di Sekretariat INTI NTB, Jum’at (21/01/22).
‘’Selama dua tahun terakhir ini yang terbesar,’’ ujar Ratna didampingi stafnya, Hasyim dan Andre..
UDD PMI Lobar, kata Ratna, mengucaapkan terima kasih atas aksi kemanusiaan donor darah ini.
‘’Tidak pernah ada donor darah seperti yang dilaksanakan INTI,’’ bebernya.
Ratna mengakui, donor darah INTI NTB ini sangat membludak pesertanya, yang mendaftar sekitar seribuan.
Bahkan ada yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan, ada pula yang pulang karena kelelahan menunggu.
Ke depan, kalau INTI NTB menggelar donor darah lagi ada beberapa catatan dan evaluasi yang perlu diperbaiki.
Koordinator Acara sekaligus MC top, Ari Po memberikan masukan kaitan dengan pelaksanaan yang perlu diperbaiki.
Demikian juga Ko Budi yang aktif di lapangan memberi saran agar pelaksanaan donor darah lebih bagus lagi.
Ketua Perhimpunan INTI NTB, Alwan S Theo menyatakan pelaksanaan aksi kemanusiaan Donor darahini perlu ditingkatkan karena masih banyak yang butuh darah.
Sehingga kebutuhan darah masyarakat bisa teratasi dengan adanya donor darah. ‘’Kerjasama dengan PMI perlu kita tingkatkan, itu saja pesan saya,’’ katanya singkat dibarengi tepuk tangan semua peserta.
Dengan donor darah INTI NTB yang mencapai 574 kantong, dokter Ratna menyatakan ini bisa mencukupi untuk cadangan darah setahun.
Sekjen INTI, Candra Jap yang datang khusus dari Jakarta di acara Penyerahan Piagam oleh UDD PMI Lobar mengatakan apa yang dilaksanakan INTI NTB ini surprise awal tahun yang akan dilaporkan ke Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto dan pengurus lainnya. ‘
’Hebatnya INTI NTB ini karena kerja gotong royong,’’ katanya tampak bangga.
Dengan semangat gotong royong yang guyub dari INTI NTB, semua terasa ringan.
‘’Nah, kalau bisa dilaksanakan di Epicentrum dengan ruangan besar, ini adalah rahasia dari INTI NTB, dan Pak Ketua INTI NTB,’’ katanya disambut aplaus tepuk tangan.
Ketua Harian INTI, S Widjanarko menyatakan aksi kemanusiaan Donor Darah INTI 15 Januari 2022 adalah yang keempat.
‘’Sejak pelantikan Perhimpunan INTI NTB ini donor darah keempat, dan kita selalu ramai karena dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih banyak kepada pendonor, sponsorship, PMI, semua panitia dan manajemen Epicentrum yang telah mendukung kegiatan kami,’’ ujar Widjanarko.
Ketua Panitia, Rudi Hidayat senang kalau ada organisasi lain bisa pecahkan rekor aksi kemanusiaan ini.
Atau INTI NTB yang mecahkan rekor lagi untuk aksi kemanusiaan donor darah terbesar di masa yang akan datang. (*)
Jelang MotoGP, Pemprov dan Pemda Lobar Dandani Bundaran Gerung
Mempercantik jalanke kawasan Mandalika jelang MotoGP terus diupayakan, kini giliran bundaran Gerung
LOBAR.lombokjournal.com ~ Sepanjang jalan Bypass dari Mataram ke kawasan Mandalika akan terus ditata dan didandan indah menjelang perhelatan MotoGP pada 20 Maret mendatang.
Salah satunya adalah Bundaran By pass Giri Menang Square (GMS), Gerung, Lombok Barat.
Hal itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat bersilaturahmi dengan Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di ruang kerja Bupati Lombok Barat, Selasa (18/01/22).
“Insya Allah sebelum MotoGP, Bundaran By Pass, Gerung sudah didandani indah oleh Dinas Perkim Lombok Barat,” ungkap gubernur.
Menanggapi hal itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengatakan, bahwa pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Provinsi NTB akan terus memperkuat sinergitas dalam menyambut perhelatan Akbar MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Salah satu fokus Lombok Barat adalah memperindah dan menata Bundaran By Pass, Gerung sebagai pintu gerbang menuju Kota Mataram dan Kawasan Mandalika.
“Termasuk lampu-lampu bundaran dan lampu jalan yang menjadi wewenang Pemda Lombok Barat juga sudah kami siapkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, untuk penataan bundaran Gerung sebenarnya sudah dua kali dianggarkan mulai dari tahun 2020 dan 2021. Tapi selalu kena refocusing dan dialihkan untuk penanganan Covid-19.
“Meski demikian, kami tetap upayakan untuk ditata dan diperindah sebelum event MotoGP digelar,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi kekurangan penginapan dan hotel bagi penonton MotoGP.
Pemda Lombok Barat juga telah berkomunikasi dengan travel-travel lokal untuk mengidentifikasi rumah-rumah warga yang kosong di Lombok Barat untuk dijadikan homestay.
“Alhamdulillah Dinas Pariwisata Lobar dan Travel lokal sedang melalukan standarisasi rumah-rumah warga yang layak dijadikan sebagai homestay,” jelasnya.
Fauzan bahkan menjelaskan, ada beberapa travel dari luar daerah telah menawarkan penginapan dengan pola pake tenda. Sekitar ada ribuan tenda yang akan disiapkan.
“Terakhir ada dari Palembang, mereka mau siapkan 1000 tenda di Gili Gede. Itu semua kita sambut dan layani. Karena impact nya akan begitu luar biasa ketika event MotoGP di gelar di Lombok,” tambahnya.
Dalam kunjungan kali ini, gubernur NTB didampingi kepala Dinas PUPR dan Direktur RSUP NTB serta disambut oleh Forkompinda pemerintah Kabutapen Lombok Barat. ***
Sinergi PLN dengan Pemprov, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Dalam mempersiapkan infrastruktur kendaraan listriK, sinergi PLN dengan Pemprov NTB mengoperasikan SPKLU Kapasitas 50 kW Pertama di NTB
MATARAM.lombokjournal.ccom ~ Setelah meluncurkan Era Kendaraan Listrik di Nusa Tenggara Barat di bulan Februari tahun lalu, PLN Unit Induk Wilayah NTB Kembali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.
Salah satunya melalui pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkapasitas 50 kW yang pertama di NTB (17/01/22).
Peluncuran SPKLU ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, Kepala OPD terkait yakni Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, Kepala Dinas ESDM, Zainal Abidin dan juga Kepala Dinas Perhubungan, H. Lalu M. Faozal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan konvoi mobil listrik, sepeda listrik dan juga motor listrik yang tergabung dalam komunitas kendaraan listrik.
Tak hanya itu, seluruh stakeholder yang hadir juga berkesempatan untuk mengendarai mobil listrik dan melakukan demo proses charging baterai mobil listirk.
Dalam sambutannya, Sitti Rohmi mengungkapkan, NTB merupakan daerah pariwisata yang dapat diatur lebih baik lagi untuk memaksimalkan penggunaan mobil listrik.
Rohmi juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di NTB saat ini sudah cukup menggembirakan. Terlebih dengan adanya even MotoGP di bulan Maret mendatang.
Listrik dari PLN akan terpakai seluruhnya sehingga kita dapat memberikan ruang untuk hadirnya energi baru terbarukan.
“Kami menyambut baik pastinya. Ini yang kita tunggu tunggu. NTB berkomitmen untuk Net Zero Emission di tahun 2050 karena ini merupakan salah satu cara untuk menjaga keindahan NTB,” tutur Rohmi.
Rohmi juga berharap dengan adanya SPKLU ini, transisi dari penggunaan kendaraan konvensional menjadi listrik menjadi lebih cepat.
“Pemprov pasti akan mendukung proses transisi ini. Kami akan mencoba untuk membuat regulasi terkait kendaraan listrik ini. Mudah mudahan dengan langkah baik ini dapat menyelamatkan bumi kita ke depan”, jelas Rohmi.
Senada dengan Rohmi, Kapolda NTB, Irjel Pol Djoko Poerwanto juga menyampaikan dukungannya terhadap hadirnya SPKLU untuk ekosistem kendaraan listrik di NTB.
“Support luar biasa karena ekosistem ramah lingkungan dan kondisi NTB dengan segala keindahannya, maka hal tersebut menjadikan support utama Polda dan jajarannya,” ujar Djoko.
Sementara itu, Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB menjelaskan, pengoperasian SPKLU ini merupakan salah satu komitmen untuk menghadirkan energi bersih di NTB. Dan mewujudkan NTB Gemilang, Asri dan Lestari.
Lasiran juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada stakeholder atas kerja sama yang telah diberikan sehingga ekosistem kendaraan listrik secara perlahan dapat terbentuk di NTB.
“Pengoperasian SPKLU kali Ini sejalan dengan transformasi PLN, yaitu Green. Tentunya kami berharap, dengan adanya SPKLU ini, populasi kendaraan listrik akan cepat berkembang untuk mencapai lingkungan yang hijau dan bebas polusi, khususnya di NTB”, ucap Lasiran.
Selain itu, Lasiran juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi berupa regulasi yang akan mengatur penggunaan kendaraan listrik di NTB.
PLN sendiri telah mengawali penggunaan kendaraan listrik, baik motor listrik ataupun sepeda listrik untuk kegiatan operasional.
“Ke depan, tentunya dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suatu ekosistem kendaraan listrik yang solid dan konsisten. Di sini, PLN siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar NTB yang bersih dan hijau dapat terealisasi,” tegas Lasiran.
PLN pun juga akan siap apabila diperlukan membangun SPKLU di beberapa wilayah di NTB dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan swasta ataupun BUMN lainnya.
Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlah SPKLU akan terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik yang lain.
Hingga saat ini, PLN telah membangun tiga unit SPKLU, yaitu terletak di Kantor Gubernur NTB dan kantor PLN UIW NTB yang berkapasitas masing masing 7,5 kW dan yang satu unit yang diluncurkan berkapasitas 50 kW yang berlokasi di Kantor PLN UP3 Mataram.
Setiap lokasi SPKLU pun juga dapat diperoleh melalui fitur “Charge.In” yang terdapat di aplikasi PLN Mobile.***
Donor Darah Terbesar di Awal 2022, INTI Himpun 583 Kantong
Aksi kemanusiaan donor darah yang diselenggarakan INTI NTB di awal tahun mendapat sambutan antusisas dari masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Lobar, berhasil menghimpun 583 kantong darah dalam aksi kemanusiaan donor darah, Sabtu (15/01/22).
Semula INTI hanya menargetkan 500 kantong, ternyata hasilnya melebihi target.
‘’Ini melebihi target 500 kantong sesuai hasil rapat,’’ kata Ketua Perhimpunan INTI NTB, Alwan S Theo didampingi Ketua Harian S. Widjanarko dan Sekretaris INTI, Kristho Sunggara SH.
Donor darah dalam rangka HUT NTB ke 63 dan menyambut Perayaan Imlek 2573 berlangsung ramai di Epicentrum Mall.
Acara yang dipandu MC top, Ari Po ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Panitia Rudi Hidayat. Seperti diketahui di awal tahun 2022 ini baru INTI NTB yang berhasil menghimpun 583 kantong, ini adalah donor darah terbesar.
Antusias pendonor luar biasa, yang mendaftar hampir seribuan dan yang ditolak ratusan orang ditambah karena lama menunggu, calon pendonor akhirnya pulang.
Kepada calon pendonor yang pulang, Rudi mengimbau untuk tetap donor darah secara mandiri di PMI Lobar.
‘’Silakan tetap donor ke PMI Lobar terutama pada saat jam kerja,’’ harapnya.
Setiap pendonor, kata S Widjanarko dapat goodybag, yang berisi snack, minuman dan lain-lain.
‘’Panitia juga menyediakan angpao dan satu kupon doorprize, kali ini banyak hadiahnya antara lain, Sepeda, 3 kulkas, 3 TV, kipas angin, voucher menginap di hotel, voucher makan gratis di resto ternama di Epicentrum dan ratusan hadiah lainnya,’’ paparnya.
Sementara Koordinator acara, sekaligus MC top, Ari Po meramu acara hiburan begitu mix.
Mulai dari band, karaoke, dance sosial, dance, akustik, game di sela sela pembagian doorprize sehingga tidak monoton dan jadi tontonan yang menyegarkan.
Ari Po juga berkali-kali mengucapkan terima kasih banyak kepada semua sponsor yang telah banyak membantu suksesnya acara ini.
Di samping itu Ari juga mengucapkan terima kasih banyak kepada para pendonor baik itu TNI, Kepolisian, ASN, pengusaha, akademisi, swasta dan pihak lain yang telah membantu.
Acara pembagian doorprize juga dihadiri oleh dua anggota DPR RI yakni Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H Bambang Kristiono dan H Rahmat Hidayat SH.
Ketua Panitia Donor Darah, Rudi Hidayat menegaskan Perhimpunan INTI adalah organisasi sosialyang tidak berafiliasi dengan Partai apapun.
‘’Kehadiran dua tokoh DPR RI tersebut, sebagai motivasi dan komitmen untuk aksi kemanusiaan, donor darah,’’ jelasnya.
Salah seorang pembina INTI NTB, Hj Baiq Eva yang juga Asisten I Setda Provinsi NTB, melihat antusias peserta donor darah bisa dilanjutkan di masa yang akan datang.
‘’Ini kegiatan bagus bisa dilaksanakan lagi ke depan,’’ bebernya. (*)
PDI P NTB Partisipasi Sukseskan Aksi Sosial INTI NTB
Dalam aksi donor darah yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB, PDI P kerahkan kadernya agar berpartisipasi
MATARAM.lombokjournal.com ~ –DPD PDI Perjuangan NTB bakal mengerahkan para kader dan simpatisan partai untuk berpatisipasi menyukseskan donor darah yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB.
Kegiatan sosial tersebut akan digelar Sabtu (15/01/22) di Lombok Epicentrum Mall.
“Ini aksi kemanusiaan. Kader dan simpatisan PDIP akan hadir sebagi wujud sumbangsih untuk membantu sesama,” kata Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, Kamis (13/01/22).
Wakil Ketua INTI NTB, S Widjanarko dan Ketua Panitia Donor Darah H Rudi Hidayat, Kamis pagi mendatangi kediaman pribadi Rachmat untuk berkoordinasi dan meminta dukungan terkait aksi sosial ini.
Tanpa pikir Panjang, dukungan tersebut langsung diberikan Rachmat. Anggota Komisi VIII DPR RI ini kemudian menghubungi Ketua DPC PDIP Kota Mataram dan DPC Lombok Barat, agar kader dan simpatisan PDIP NTB hadir dalam kegiatan donor darah ini.
Pada saat yang sama, Rachmat juga menerbitkan instruksi tertulis kepada seluruh pengurus DPD PDIP NTB di Pulau Lombok untuk bisa berpartisipasi dalam donor darah yang digelar INTI NTB.
Rachmat sendiri telah menjadwalkan dirinya akan hadir secara langsung dalam aksi donor darah ini.
Rahmat juga melaporkan dukungan PDIP NTB untuk aksi donor darah tersebut ke DPP PDIP di Jakarta.
Januari ini adalah bulan aksi kemanusiaan bagi PDIP untuk membantu masyarakat sebagai bagian dari rasa syukur untuk merayakan Hari Ulang Tahun partai yang ke-49.
“Menjadi ideologi PDIP, untuk selalu hadir dan ada membantu masyarakat,” imbuh Rachmat.
Stok Darah Terbatas
H Rudi Hidayat mengatakan, donor darah ini sebagai bagian dari upaya pihaknya untuk membantu penyediaan darah di UPTD milik PMI.
Saat ini kata Rudi, ketersediaan stok darah di PMI sangat terbatas. Sementara kebutuhan masyarakat akan darah terus meningkat.
“Kami menargetkan sedikitnya 800 kantong darah bisa terkumpul,” kata pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini.
Donor darah akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 Wita. Mereka yang hadir akan mendapatkan snack, goodybag, angpao, dan kupon undian untuk mendapatkan doorprize.
Antara lain ada televisi, kulkas, kipas angin, kompor gas, dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya.
S Widjanarko menambahkan, selama pandemi Covid-19, aksi donor darah memang banyak berkurang seiring dengan pembatasan kegiatan berkumpul yang diberlakukan pemerintah. Hal tersebut yang kemudian berimbas pada selalu menipisnya stok darah yang dimiliki PMI.
Dalam aksi donor darah yang digelar INTI NTB ini, Widjanarko memastikan seluruh prosesnya akan mengedepankan protokol kesehatan, mengingat donor darah masih digelar di masa pandemi.***
Dikunjungi Presiden, Ini Cerita Pemilik Homestay di Lingkar Mandalika
Para pemilik homestay rasanya seperti mimpi, tapi benar-benar menjadi kenyataan karea tempatya mendapat kunjungan Presiden Jokowi
LOTENG.lombokjournal.com ~ Ini sebuah khayalan dan mimpi, tapi benar-benar jadi kenyataan.
“Tidak hanya nonton di TV, tapi saya langsung dikunjungi sama presiden,” kata Inak Suinah saat homestay miliknya, di Dusun Bangah, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, di Lombok Tengah dikunjungi Presiden RI, Joko Widodo bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Kamis (13/01/22).
Sambil meneteskan air mata bahagia, ia begitu terharu dapat dikunjungi langsung Presiden Jokowi yang mengecek kesiapan beberapa Homestay bantuan pemerintah untuk menyambut event MotoGP 2022.
Sementara itu, Hj. Supiati salah satu penerima bantuan homestay juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mengunjungi homestay di wilayah Dusun Bangah.
“Tadi beliau mengecek kesiapan homestay dan sebagainya, dan kami senang sebagai masyarakat Dusun Bangah,” terangnya.
Ditambahkan Hj. Supiati, dulu sebelum adanya gelaran akbar balapan MotoGP ini, geliat ekonomi tak seberapa. Tapi sekarang menjadi kebanggaan masyarakat bisa berubah menjadi lebih baik untuk kebangkitan ekonomi.
Masyarakat menungu Presiden
“Semoga event balapan MotoGP ini nantinya bisa lancar dan sukses,” harap Hj. Supiati. ***
Akselerasi Bendungan Mujur, HBK Kawal ke Pemerintah Pusat
Akselerasi pembangunan DAM Mujur di Kab. Lombok Tengah yang didambakan warga, HBK gunakan jejaringnya untuk mewujudkan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK) bakal mengawal penuh pembangunan DAM Mujur di Kab. Lombok Tengah yang sangat didambakan warga setempat.
HBK bakal menggunakan seluruh jejaringnya di pemerintah pusat untuk mewujudkan hal tersebut.
HBK
“Bendungan Mujur memiliki posisi yang sangat stratgis untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah. Mewujudkan bendungan ini adalah sebuah keharusan, saya akan all out dalam mendorong mewujudkannya,” kata HBK, Selasa (11/01/22).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini secara khusus telah menggelar pertemuan dengan Tim 11 di Kab. Lombok Tengah.
Tim 11 merupakan tim yang beranggotakan para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi pembangunan Bendungan Mujur ini. Tim 11 antara lain beranggotakan sejumlah pejabat di Pemkab Loteng dan juga perwakilan dari lembaga non pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Tim 11 sangat berharap HBK menjadi figur sentral yang akan membuka jalan bagi dukungan pemerintah pusatuntuk mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur.
Mengingat bendungan ini sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.
HBK saat ini memang mendapat amanah untuk duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Namun, posisi strategisnya di DPP Partai Gerindra memungkinkan HBK menggerakkan jejaringnya untuk memback up penuh pembangunan Bendungan Mujur.
Sebagai wujud keseriusan, di tengah pertemuan dengan Tim 11, HBK langsung menghubungi dua koleganya yang kini duduk di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, yakni Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Darmawan Aras dan Anggota Komisi V H. Mulyadi.
Komunikasi tersebut menghasilkan aksi nyata, di mana Komisi V langsung mengagendakan kunjungan lokasi di mana Bendungan Mujur akan dibangun.
“Insyaa Allah, kunjungan teman-teman dari Komisi V akan dilakukan pekan depan paling cepat,” ungkap politisi Partai Gerindra yang juga Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini.
HBK menekankan, Bendungan Mujur akan menjadi solusi menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah.
Keberadaan Bendungan Mujur akan menjadikan ribuan hektare lahan-lahan persawahan yang saat ini hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, bisa menjadi lahan yang sangat produktif dengan mampu menanam padi dua hingga tiga kali setahun.
Dalam perencanannya, Bendungan Mujur akan mampu mengairi sedikitnya 10.121 hektare lahan pertanian.
Selain itu, bendungan ini juga menjadi solusi untuk mengatasi kekeringan di daerah Kab. Lombok Tengah bagian selatan, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Bendungan Mujur akan menjadi sumber air baku yang bisa diolah menjadi air bersih sehingga kesulitan air bersih yang selalu dialami masyarakat bagian selatan Kab. Lombok Tengah setiap tahunnya akan bisa teratasi.
Pastikan Masyarakat Tak Dirugikan
Selain membuka jalan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan Bendungan Mujur, dukungan dari HBK juga untuk memastikan, pembagunan bendungan ini tak akan merugikan masyarakat yang lahannya akan menjadi lokasi pembangunan dan yang akan menjadi lokasi area genangan bendungan.
HBK menegaskan, masyarakat akan mendapatkan ganti untung yang sangat sepadan.
Selain itu, masyarakat juga dipastikan akan ditempatkan di lokasi relokasi pemukiman yang akan tetap membuat mereka nyaman dan produktif.
Sehingga masyarakat tak perlu mengkhawatirkan akan kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian, karena mereka pindah ke lokasi pemukiman yang baru, juga tak perlu mengkawatirkan pendidikan anak-anak mereka akan terputus, lantaran jauh dari lokasi sekolah mereka sebelumnya.
“Bendungan Mujur akan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Kemaslahatan itu juga harus terwujud semenjak pembebasan lahan dan juga saat relokasi warga terdampak. Mudah-mudahan semua ikhtiar kita mendapat ridho dari Allah SWT”, tandas HBK.
Pembebasan lahan Bendungan Mujur telah mulai dilakukan semenjak tahun 2006. Namun proses pembebasan lahan hingga saat ini masih berjalan lambat.
Total saat ini lahan yang baru selesai dibebaskan hanya di kisaran lima hektare.
Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali warga terdampak atau Land Acquisition Resettlement Action Plan yang saat ini masih dalam proses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB sepenuhnya nanti akan menjadi acuan.
Dibutuhkan sedikitnya Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar untuk pembebasan lahan di luar kebutuhan relokasi.
Secara keseluruhan, Bendungan Mujur memerlukan lahan seluas 394,92 Hektare. Dimana luas lahan yang telah diukur saat ini mencapai 177.56 Hektare. Sedangkan luas lahan yang belum diukur sebanyak 217.38 Hektare.
Direncanakan, Bendungan Mujur akan memiliki kapasitas tampung air sebesar 23,03 juta meter kubik dengan panjang tubuh bendungan utama 2,8 kilometer. Bendungan akan mampu meningkatkan intensitas tanam lahan persawahan hingga 6.181 Hektare.
HBK menegaskan, dirinya akan secara berkala mereview setiap perkembangan atas pencapaian yang telah dicapai dalam proses akselerasi pembangunan bendungan ini kepada publik.
Sehingga masyarakat mengetahui kuatnya komitmen dirinya, Pemerintah Pusat, dan jajaran Pemkab Lombok Tengah untuk bisa mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur.
Sementara itu, Sekretaris HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono, yang juga masuk di jajaran kepengurusan Tim 11 mengungkapkan, pembangunan Bendungan Mujur merupakan salah satu aspirasi yang terus disuarakan oleh masyarakat Kab. Lombok Tengah dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan HBK.
“Aspirasi masyarakat untuk pembangunan Bendungan Mujur ini menjadi salah satu concern pak HBK yang memang dalam janji kampanyenya ingin mewujudkan ketahanan pangan untuk masyarakat,” kata Rannya.
Dia menegaskan, pembangunan Bendungan Mujur ini juga sejalan dengan langkah Pemerintah Pusat yang saat ini memang sedang memprioritaskan program Food Estate sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan.
Tentu saja kata Rannya, akselerasi pembangunan Bendungan Mujur butuh proses. Karena itu, butuh dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Bendungan Mujur ini bukan semata untuk kemaslahatan masyarakat Kab. Lombok Tengah semata. Tapi juga untuk kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat Bumi Gora,” imbuh Rannya.***