Bappeda Koordinasi Susun RKA Tahun Anggaran 2023

Rapat Penyusunan Asistensi (RKA) Tahun Anggaran 2023 dilakukan Bappeda Lombok Utara untuk merancang rencana kerja

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bappeda Kabupaten Lombok Utara melaksanakan Rapat Penyusunan Asistensi (RKA) Tahun Anggaran 2023. 

Rapat RKA Bappeda KLU untuk persiapan susun RKPD

Kepala bidang Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Zaujaniatmi SKM. hadir dalam kegiatan tersebut dari Unsur Dinsos PPA, Unsur UPTD PDA, Unsur Bagian Kesra Setda KLU, Unsur Dinas Kesehatan dan Unsur RSUD. Senin (07/02/22).

Mengawali sambutannya Zaujaniatmi SKM. menyampaikan selain melaksanakan DPA 2022, juga mempersiapkan DPA 2023.

“Jadi saat Ibu/bapak siap melaksanakan DPA 2022 kami juga berpikir untuk tahun 2023,” ujarnya.

Kegiatan tersebut bertujuan merancang rencana kerja awal RKPD tahun 2023, memperbaiki permasalahan tahun sebelumnya, sehingga Bappeda mengundang seluruh OPD di Kabupaten Lombok Utara secara bergantian. 

“Ini yang menjadi kesepakatan dan catatan kami maupun Ibu dan Bapak agar memasukan itu sebagai persiapan rancangan kerja awal RKPD di tahun 2023,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan Hidmat dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilanjutkan dengan diskusi.***

.




Gubernur Minta Ummat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan saat bertemu umat Hindu di KLU, agar menjaga keberagamaan dan menjaga kerukunan dengan mempererat tali silaturrahim

BAYAN,KLU.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah meminta masyarakat NTB merawat dan menjaga keberagaman dengan sebaik-baiknya.

gubernur bersama tokoh umat Hindu

Karena Provinsi NTB merupakan daerah yang kaya keberagaman, dari adat istiadat, suku, bahasa, hingga agama yang dianut masyarakatnya sangatlah bervariasi. Karena itu,

“Mari kita jaga keberagamaan, jaga kerukunan dengan mempererat tali silaturrahim,” ungkap Gubernur saat melakukan silaturrahim bersama tokoh agama Hindu di Bayan, Lombok Utara, Minggu (06/02/22).

Bang Zul, juga meminta masyaarkat untuk menganut paham toleransi dengan menjaga persatuan dan kesatuan.

Agar keragaman yang telah berakar di provinsi NTB tidak terpecah-belah akibat isu-isu negatif.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Mandalika Siap Pre Season MotoGP 2022

Hal tersebut, lanjut Gubernur, karena Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman. Keberagamaan yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Prinsip saling menghargai dan menghormati merupakan pilar yang penting dalam merawat keberagaman,” ungkap Bang Zul dihadapan Bupati Karang Asem, Provinsi Bali yang juga hadir pada kesempatan tersebut.

Sebagai warga negara yang baik, tambah Bang Zul, masyarakat diminta menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Jangan sampai, keragaman yang telah lama di rajut di provinsi NTB terpecah-belah akibat isu-isu negatif.

Sementara itu, Ketua Parishada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lombok Utara, I Nengah Sariana menegaskan, toleransi beragama di KLU perlu dicontoh.

Hubungan persaudaraan antar umat beragama di KLU dan NTB umumnya sejak jaman dulu sangatlah harmonis.

Pesan gubernur, agar menjaga keberagaman

“Meski berbeda keyakinan atau berbeda agama, namun tetap saling menghormati, bahkan saling tolong menolong dan saling mengasihi sebagai sesama saudara,” jelasnya.

Ia menambahkan, belum pernah terjadi gesekan antar agama di KLU. Meski pernah terjadi kesalahpahaman diantara anak muda misalnya, tapi cepat diselesaikan. Mereka cepat rukun kembali, tutur I Nengah Sariana, S.Ag.

BACA JUGA: Media Diajak Sebarkan Informasi Positif Jelang MotoGP 2022

Kedepannya, ia berharap kerukunan dan toleransi beragama harus terus dirawat dan diperkuat sebagai modal utama untuk mewujudkan NTB Gemilang. ***

 

 




Sidak Bupati ke SKPD, Minta Pegawai Tingkatkan Disiplin

Bupati Djohan Sjamsu melakukan sidak ke masing-masing OPD untuk megevauasi kehadiran pegawai

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Mengawali aktivitas hari senin, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH melakukan sidak di Dinas Dikbudpora KLU, DP2KBPMD,dan Dinas PUPR Perkim, Senin (07/02/22). 

BUPATI melakukan sidak untuk mendisiplinkan pegawai

Bupati Djohan menyampaikan, kunjungan ke masing-masing OPD perlu dilakukan untuk melihat dan mengevaluasi kehadiran para pegawai di Lingkup Pemda KLU. 

Bupati menekankan, setiap SKPD pada hari Senin di awal bulan harus melaksanakan upacara bendera.

“Upacara setiap hari senin yang dilakukan oleh masing-masing SKPD ini bagian dari evaluasi kinerja kami  terhadap kerja yang dilakukan oleh Kepala Dinas dan jajarannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Gubernur Minta Umat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Bupati mengatakan, mulai dari disiplinan diri kita sendiri  dengan output yang dihasilkan dari apa yang yang dikerjakan, nanti lebih baik apabila kita mulai dari disiplin. 

Disiplin masuk begitu pula disiplin dalam bekerja, dan disiplin pada saat kita pulang.

Terkait dengan Program Vaksinasi  yang dilakukan Pemerintah  dimana sekarang program Vaksinasi yang ke tiga.

Saat melakukan sidak Bupati menekankan pentingnya upcara bendera tiap Senin

Karena itu  program vaksinasi tersebut adalah tindakan hati-hati dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang melanda dunia.

BACA JUGA: Wabup Lombok Utara Sampaikan Penjelasan 3 Raperda

 “Saya meminta seluruh pegawai nantinya untuk divaksin tanpa terkecuali,” tegasnya.***

 




Peringatan Hari Pers Bersamaan Car Free Day Udayana

Warga NTB Apresiasi peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ratusan warga Mataram hadir bersama-sama memperingati Hari Pers Nasional di acara Bincang Gemilang yang diselenggarakan Dinas Kominfotik NTB, Minggu (06/02/22). 

Kegiatan yang dimeriahkan dengan senam bersama dan ‘live music’ itu dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. 

Beberapa pejabat hadir dalam Peringatan Hari Pers Nasional

Fitri Widyawati, siswi SMKN 3 Mataram yang ditemui di lokasi berharap dengan adanya Hari Pers Nasional, informasi tentang kegiatan pendidikan selama masa  pandemi menjadi lebih baik.

“Karena banyak informasi kebijakan soal sekolah yang ditulis di media membantu kita mengetahui tentang perkembangan pandemi,” ujarnya. 

Berbeda dengan Sahri, pekerja lepas di Islamic Center Mataram ini mengaku, informasi yang dibacanya di media cetak maupun dari televisi dominan mengisi informasi namun di lingkungan kerja maupun tempat tinggalnya terkadang berbeda.

“Mungkin banyak juga yang masih kurang disiplin atau jenuh dengan kondisi pandemi ditambah berita yang seperti tak selesai di media membuat masyarakat bersikap biasa saja,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Jasa Raharja Antisipasi Hal yang Tidak Diinginkan

Sementara itu, Heri Suparto, seorang pekerja swasta, media saat ini kalah cepat dengan media sosial walau ada pula media online yang menyajikan berita secara cepat, namun terkadang kurang lengkap. 

“Ini juga tantangan untuk pers dan media agar informasi di dunia maya lebih bertanggungjawab,” katanya. 

H Samiarto, salah seorang wartawan senior mengungkapkan, pola keterbukaan dan kemerdekaan pers harus lebih baik dari sebelumnya. 

Terlebih saat ini, NTB sedang menjadi sorotan dunia. 

“Secara kualitas, pers dan jurnalis sudah lebih baik. Terbukti dari banyaknya program program capacity building dari banyak lembaga pers,” kata Samiarto. 

Ia menambahkan, keterbukaan informasi dan kemerdekaan pers sebagai dua hal yang sejalan dan pers daerah, harus didukung penuh oleh pemerintah provinsi. 

BACA JUGA: Vaksinasi Booster Digenjot Jelang Event MotoGP

Peringatan Hari Pers Nasional yang dieriahkan dengan lie music
live music

Dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional tersebut, warga yang hadir di Car Free Day disuguhi kopi gratis dan buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Sosial NTB.

Turut hadir mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut para Asisten dan staf ahli gubernur, Kasatpol PP, Kepala BKD, BAPPENDA, dan para kepada Perangkat daerah lingkup pemprov NTB lainnya.***

 




Gubernur NTB Minta Jasa Raharja Antisipasi Hal Yang Tidak Diinginkan

Di tengah banyaknya event internasional di NTB, Gubernur Zul minta PT Jasa Raharja antisipasi cepat hal yang tak diinginkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tahun ini Provinsi NTB menyelenggarakan banyak event Internasional, karenanya diperlukan kenyamanan bagi wisatawan-wisatawan yang datang ke NTB.

Dan PT. Jasa Raharja diharapkan mengantisipasi dengan cepat hal-hal yang tidak diinginkan. 

Gubernur menyampaikan pesan, agar wisatawan yang ke NTB nyaman

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menerima silahturahmi di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at (04/02/22).

“Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka kita harus mengantispasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja kecelakaan, maka perlu antisipasi yang cepat dari stakeholders khususnya PT. Jasa Raharja,” ucap gubernur.

Ia menyambut baik silahturahmi dengan PT. Jasa Raharja wilayah NTB. Silahturahmi ini sekaligus berkenalan dengan Kacab (Kepala Cabang) baru NTB, Emil Feriansyah Latief.

Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana mengungkapkan, siap bekerja sama dengan Pemprov NTB dalam menyukseskan event-event internasional. 

BACA JUGA: Vaksinasi Booster Digenjot Jelang Event MotoGP

Adapun satu unit ambulans di tahun ini akan diberikan kepada Pemprov NTB.

“Pada akhir bulan Februari nanti, Insyaallah satu unit ambulans akan kami berikan kepada Pemprov NTB. Semoga dengan adanya ambulans ini dapat membantu pergelaran event internasional di NTB,” ungkapnya.

Kepala Cabang PT. Jasa Raharja NTB Emil Feriansyah Latief dalam kesempatannya mengungkapkan maksud silaturrahmi pihaknya.

Menurutnya, silaturahmi dengan Gubernur bertujuan untuk menjaga sinergi, kekompakan dan kolaborasi dalam menyukseskan event-event internasional yang di gelar di NTB.

Gubernur minta Jasa Raharja antisipasi cepat hal yang tidak diinginkan

“Terimakasih atas sambutan yang ramah dan baik kepada kami. Dengan silaturahmi ini  PT. Jasa Raharja siap dalam menyukseskan event internasional, khususnya dalam waktu dekat ini MotoGP,” katanya.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU

Dalam pertemuan ini dihadiri oleh beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemprov NTB dan Jajaran tim PT. Jasa Raharja. ***

 




Gubernur: Manfaat NTB Care Harus Dirasakan Masyarakat

NTB Care menjadi mata dan telinga Gubernur NTB, menampung masalah dan aduan masyarakat, untuk menyelesaikan masalah

MATARAM.lombokjournal.com ~ NTB Care harus terus hadir di tengah masyarakat, karena digaji oleh masyarakat. 

Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat memimpin rapat NTB Care yang di ruang kerjanya, Jum’at (04/02/22).

Gubernur memberi perhaian pada NTB Care
Gubernur Zulkieflimansyah

“NTB Care ini harus mampu hadir di tengah berbagai permasalahan dan aduan masyarakat, karena digaji oleh masyarakat. Manfaatnya harus terasa langsung,” harap Bang Zul sapaan gubernur. 

Ia akan terus memperkuat peran dan fungsi NTB Care bersama Kabupaten/Kota, sehingga masyarakat lebih mudah memanfaatkan pelayanan NTB Care.

“NTB Care ini seperti mata dan telinga Gubernur, kepedulian, kehadiran yang dibaluti kasih sayang melalui NTB Care, Pemerintah kepada masyarakat. Tim ini hadir untuk menyelesaikan masalah.” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Najamuddin Amy mengatakan, NTB Care juga terus disosialisasikan kepada Perangkat Daerah di Kabupaten/Kota, agar bisa bersinergi bersama menyelesaikan berbagai aduan masyarakat

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehaan Tuntas Bagi Warga KLU

“NTB Care terus berkolaborasi dengan Kabupaten Kota secara baik, sehingga berbagai permasalahan yang terjadi akan dibenahi, namun beberapa masalah masih dalam  proses pembenahan,” kata Najam.

Selain itu Najam menjelaskan, kepedulian dan penguatan yg dilakukan oleh gubernur sesuai dengan tahapan eksekusi dan aksi NTB Care. 

Mulai minggu depan, secara struktur NTB Care akan berada di bawah Gubernur melalui koordinasi Staff Ahli Gubernur

BACA JUGA: Olahraga Petanque Harus Pakai Bola Buatan Lokal, Ini kata Gubernur NTB

Mendengar arahan Gubernur terkait NTB Care
Najamuddin Amy

“Peran Kominfo hanya sebagai aplikator saja, sedangkan eksekutor dilakukan oleh OPD masing-masing melalui koordinasi para staf ahli nantinya,” jelasnya.

Hadir pada rapat itu, para Staf Ahli Gubernur, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKD, Karo Organisasi, Karo Umum, Perwakilan Dinas Sosial dan Sekretaris BPBD. ***

 




Roadshow di KLU, Kadiskominfotik NTB Ajak Perkuat Sinergi

Ajakan memperkuat kolaborasi dan sinergi disampaikan Najamuddin saat roadshow di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin mengajak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk bersama memperkuat kolaborasi dan sinergi, guna desiminasi informasi di tengah kemajuan teknologi.  

Diskominfotik roadshow di KU
Najamuddin Amy

Najamuddin menyampaikannya saat roadshow ke Kabupaten Lombok Utara untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dengan Bupati/Walikota se-NTB.

Ia menjelaskan, MoU gubernur dengan Bupati/walikota se NTB untuk  memperkuat urusan-urusan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi diskominfo kabupaten kota. 

Di sisi lain, juga untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemprov NTB dengan Pemda Kabupaten/Kota se NTB.

Najam menjelaskan, kunjungan kerjanya merupakan salah satu ikhtiar menyamakan persepsi dan komitmen, tentang poin-poin  dalam PKS. 

BACA JUGA: Olahraga Petanque Harus Pakai Bola Lokal, Ini kata Gbernur NTB

Agar kesepakatan ini bisa berjalan mencapai tujuan bersama.

“Kita ingin semua memahami poin kesepakatan, termasuk Kadis Kominfo Lombok Utara,” kata Najam di Ruang Kerja Bupati Lombok Utara, Kamis (03/02/22)

Ditambahkannya, dalam MOU tersebut betapa pentingnya saling membantu dengan kabupaten kota. 

Termasuk menyebarluaskan informasi potensi-potensi di KLU dan kebangkitan di Gili Trawangan, Meno dan Air. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu menyambut baik tindak lanjut MOU dengan Pemprov. NTB.

“Ini akan mensinergikan program-program kita k edepan,” kata Bupati H. Djohan yang didampingi Kadis Kominfo Lombok Utara.

Diharapkan Bupati, keberadaan Diskominfotik ini membuat urusan kerja menjadi lebih efektif dan mudah dalam mensukseskan program pemerintah.

BACA JUGA: Belanja Modal APBD NTB 2022, Penuhi Kebutuhan Strategis

“Keberadaan Diskominfotik ini membantu memudahkan urusan kerja di tengah kemajuan teknologi saat ini,” tandasnya.

Silaturahmi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama dengan Bupati Lombok Utara.***

 




Pemprov NTB Kejar Target Kota Layak Anak 2022

Pemprov NTB akan kawal pembentukan Kota Layak Anak seluruh kabupaten/kota se NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi(Pemprov) NTB melalui Dinas P3AP2KB NTB dan BAPPEDA NTB mendorong terwujudnya Kota Layak Anak di seluruh Kabupaten/Kota di NTB. 

Pemprov kejar target Kota Layak Anak 2022

Asisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi mengenai Program Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Rabu (02/02/22).

“Untuk pembentukan Kota Layak Anak akan terus kita kawal, dan harapannya di tahun 2022/2023, seluruh Kabupaten/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dengan Kategori Terbaik,” ungkap Bunda Eva, sapaan akrab Asisten I Setda NTB.

Dilansir dari Kemenpppa.go.id, Kota Layak Anak sendiri merupakan Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya.

BACA JUGA: Pengolahan Limba, Pemprov NTB Siapkan Infrastruktur Dasar

Sejauh ini, terdapat lima Kabupaten/Kota di NTB yang telah berstatus menjadi Kota Layak Anak, yaitu Kota Mataram, Kab. Lombok Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima. 

Sedangkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, sudah terbentuk di Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima. 

Bunda Eva meminta agar kerjasama antara DP3AP2KB se-NTB dan BAPPEDA se-NTB dapat dimaksimalkan agar seluruh Kab/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dan masing-masing Kab/Kota memiliki UPTD PPA.

Bunda Eva juga menjelaskan, kolaborasi dan sinergi antara semua pihak terkait sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak.

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utamaya Kerukua antar Umat Beragama

Pemprov NTB membentuk Kota Layak Anak 2022/2023

“Kerjasama itu penting, InsyaAllah melalui koordinasi dan sinergi program serta anggaran, permasalahan mengenai perempuan dan anak juga dapat kita selesaikan,” kata Bunda Eva.

Turut hadir dalam Rakor tersebut, yaitu Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Kepala BAPPEDA Prov. NTB, DP3AP2KB Kab/Kota se-NTB, BAPPEDA Kab/Kota se-NTB.***

 




Pengolahan Limbah, Pemprov NTB Siapkan infrastruktur dasar

Kebutuhan infrastruktur dasar pembangungan pengolahan limbah akan dibangun di Sekotonh Barat

MATARAM.lombokjour nal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan anggaran 24 Miliar untuk infrastruktur dasar penunjang pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, Sekotong, Lombok Barat.

Berbagai infrastruktur dasar akan dibangun, seperti perbaikan jalan, akses air bersih, listrik, dan infrastruktur lainnya. 

Sekda menjelaskan pembangunan penolahan limbah
Sekda NTB, Lau Gita Ariadi

Sehingga Lemer bisa benar-benar siap beroperasi dengan maksimal dan menjadi lokasi pusat industri limbah dan sampah di NTB.

BACA JUGA: Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

“Kenapa kita tertarik Lemer? Ada kepentingan menyelesaikan masalah domestik kita dan peluang untuk mendapatkan PAD ke depan,” jelas Miq Gite, sapaan Sekda, saat Konpferensi Pers di ruang kerjanya, Rabu (02/02/22).

Ir. Madani Mukarom selaku Kepala Dinas LHK NTB dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dibangunnya infrastruktur dasar di Lemer merupakan syarat yang diajukan Kementerian Pusat demi dijadikannya Lemer sebagai pusat industri limbah dan sampah.

Harapan ke depan, jelas Kadis, dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar di kemudian hari. 

“Ini yang akan mendatangkan ratusan miliar ke dalam kantong Daerah,” jelas Kadis. 

Sebagaimana yang diketahui, tambah Kadis, dengan beroperasinya pabrik tersebut, limbah medis dari NTB tidak akan lagi dikirim ke Pulau Jawa.  

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Jadi Penjaga Persatuan Umat

sekitar 24 milyar anggaran disiapkan untuk pmbangunan pengolahan limbah medis

Diharapkan juga nantinya daerah sekitar seperti Bali dan NTT tak lagi mengirimkan limbah medisnya ke Surabaya, melainkan ke Lemer NTB. 

“Ini akan menjadi peluang untuk menambah PAD NTB,” tandas Kadis mantap.***

 




Kerukunan Nasional, Unsur Utamanya Kerukunan antar Umat Beragama

Kerukunan antar umat beragama harus dijaga, karena menjadi unsur utama mewujudkan kerukunan nasionaL

MATARAM.lombokjournal.com ~ Guna mewujudkan kerukunan nasional, modal utamanya adalah menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Dengan terciptanya kerukunan nasional, maka 

Cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju dan sejahtera pun terwujud, bila tercipta kerukunan nasional.

Karena itu, kerukunan antar umat beragama harus dibangun dan dijaga.

BACA JUGA: Agama Harus Disyiarkan dengan Narasi Kerukunan, Ini Pesan Wapres

Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin membicarakan soal kerukunan ini, usai menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat itu Wapres Ma’ruf Amin menekankan, kerukunan bangsa harus dibangun. Dan diyakini, dengan kerukunan antar umat beragama merupakan unsur atau penopang utama kerukunan nasional. 

“Maka kerukunan nasional kita, persatuan Indonesia yang seperti diciptakan para pendiri bangsa, dapat kita jaga dan kita pertahankan untuk Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera,” tegas K.H. Ma’ruf Amin 

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Menjadi Penjaga Persatuan Umat 

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, bahwa Terowongan Silaturahmi memiliki makna yang dalam. Bukan hanya sebuah lambang atau penghubung antar tempat ibadah, namun merupakan simbol saling menghormati antar pemeluk agama.

“Bukan saja hanya sekedar lambang, tapi memberikan inspirasi terbangunnya kerukunan antar umat. Antar umat Islam yang direpresentasikan oleh [Masjid] Istiqlal dan juga masyarakat atau umat Katolik yang direpresentasikan oleh [Gereja Katedral],” ungkap Wapres saat itu ***