Sidak Bupati ke SKPD, Minta Pegawai Tingkatkan Disiplin
Bupati Djohan Sjamsu melakukan sidak ke masing-masing OPD untuk megevauasi kehadiran pegawai
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Mengawali aktivitas hari senin, Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH melakukan sidak di Dinas Dikbudpora KLU, DP2KBPMD,dan Dinas PUPR Perkim, Senin (07/02/22).
Bupati Djohan menyampaikan, kunjungan ke masing-masing OPD perlu dilakukan untuk melihat dan mengevaluasi kehadiran para pegawai di Lingkup Pemda KLU.
Bupati menekankan, setiap SKPD pada hari Senin di awal bulan harus melaksanakan upacara bendera.
“Upacara setiap hari senin yang dilakukan oleh masing-masing SKPD ini bagian dari evaluasi kinerja kami terhadap kerja yang dilakukan oleh Kepala Dinas dan jajarannya,” tuturnya.
Bupati mengatakan, mulai dari disiplinan diri kita sendiri dengan output yang dihasilkan dari apa yang yang dikerjakan, nanti lebih baik apabila kita mulai dari disiplin.
Disiplin masuk begitu pula disiplin dalam bekerja, dan disiplin pada saat kita pulang.
Terkait dengan Program Vaksinasi yang dilakukan Pemerintah dimana sekarang program Vaksinasi yang ke tiga.
Karena itu program vaksinasi tersebut adalah tindakan hati-hati dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang melanda dunia.
“Saya meminta seluruh pegawai nantinya untuk divaksin tanpa terkecuali,” tegasnya.***
Peringatan Hari Pers Bersamaan Car Free Day Udayana
Warga NTB Apresiasi peringatan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ratusan warga Mataram hadir bersama-sama memperingati Hari Pers Nasional di acara Bincang Gemilang yang diselenggarakan Dinas Kominfotik NTB, Minggu (06/02/22).
Kegiatan yang dimeriahkan dengan senam bersama dan ‘live music’ itu dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.
Fitri Widyawati, siswi SMKN 3 Mataram yang ditemui di lokasi berharap dengan adanya Hari Pers Nasional, informasi tentang kegiatan pendidikan selama masa pandemi menjadi lebih baik.
“Karena banyak informasi kebijakan soal sekolah yang ditulis di media membantu kita mengetahui tentang perkembangan pandemi,” ujarnya.
Berbeda dengan Sahri, pekerja lepas di Islamic Center Mataram ini mengaku, informasi yang dibacanya di media cetak maupun dari televisi dominan mengisi informasi namun di lingkungan kerja maupun tempat tinggalnya terkadang berbeda.
“Mungkin banyak juga yang masih kurang disiplin atau jenuh dengan kondisi pandemi ditambah berita yang seperti tak selesai di media membuat masyarakat bersikap biasa saja,” jelasnya.
Sementara itu, Heri Suparto, seorang pekerja swasta, media saat ini kalah cepat dengan media sosial walau ada pula media online yang menyajikan berita secara cepat, namun terkadang kurang lengkap.
“Ini juga tantangan untuk pers dan media agar informasi di dunia maya lebih bertanggungjawab,” katanya.
H Samiarto, salah seorang wartawan senior mengungkapkan, pola keterbukaan dan kemerdekaan pers harus lebih baik dari sebelumnya.
Terlebih saat ini, NTB sedang menjadi sorotan dunia.
“Secara kualitas, pers dan jurnalis sudah lebih baik. Terbukti dari banyaknya program program capacity building dari banyak lembaga pers,” kata Samiarto.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi dan kemerdekaan pers sebagai dua hal yang sejalan dan pers daerah, harus didukung penuh oleh pemerintah provinsi.
Dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional tersebut, warga yang hadir di Car Free Day disuguhi kopi gratis dan buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Sosial NTB.
Turut hadir mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut para Asisten dan staf ahli gubernur, Kasatpol PP, Kepala BKD, BAPPENDA, dan para kepada Perangkat daerah lingkup pemprov NTB lainnya.***
Gubernur NTB Minta Jasa Raharja Antisipasi Hal Yang Tidak Diinginkan
Di tengah banyaknya event internasional di NTB, Gubernur Zul minta PT Jasa Raharja antisipasi cepat hal yang tak diinginkan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tahun ini Provinsi NTB menyelenggarakan banyak event Internasional, karenanya diperlukan kenyamanan bagi wisatawan-wisatawan yang datang ke NTB.
Dan PT. Jasa Raharja diharapkan mengantisipasi dengan cepat hal-hal yang tidak diinginkan.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menerima silahturahmi di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at (04/02/22).
“Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka kita harus mengantispasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja kecelakaan, maka perlu antisipasi yang cepat dari stakeholders khususnya PT. Jasa Raharja,” ucap gubernur.
Ia menyambut baik silahturahmi dengan PT. Jasa Raharja wilayah NTB. Silahturahmi ini sekaligus berkenalan dengan Kacab (Kepala Cabang) baru NTB, Emil Feriansyah Latief.
Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana mengungkapkan, siap bekerja sama dengan Pemprov NTB dalam menyukseskan event-event internasional.
Adapun satu unit ambulans di tahun ini akan diberikan kepada Pemprov NTB.
“Pada akhir bulan Februari nanti, Insyaallah satu unit ambulans akan kami berikan kepada Pemprov NTB. Semoga dengan adanya ambulans ini dapat membantu pergelaran event internasional di NTB,” ungkapnya.
Kepala Cabang PT. Jasa Raharja NTB Emil Feriansyah Latief dalam kesempatannya mengungkapkan maksud silaturrahmi pihaknya.
Menurutnya, silaturahmi dengan Gubernur bertujuan untuk menjaga sinergi, kekompakan dan kolaborasi dalam menyukseskan event-event internasional yang di gelar di NTB.
“Terimakasih atas sambutan yang ramah dan baik kepada kami. Dengan silaturahmi ini PT. Jasa Raharja siap dalam menyukseskan event internasional, khususnya dalam waktu dekat ini MotoGP,” katanya.
Dalam pertemuan ini dihadiri oleh beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemprov NTB dan Jajaran tim PT. Jasa Raharja. ***
Gubernur: Manfaat NTB Care Harus Dirasakan Masyarakat
NTB Care menjadi mata dan telinga Gubernur NTB, menampung masalah dan aduan masyarakat, untuk menyelesaikan masalah
MATARAM.lombokjournal.com ~NTB Care harus terus hadir di tengah masyarakat, karena digaji oleh masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat memimpin rapat NTB Care yang di ruang kerjanya, Jum’at (04/02/22).
Gubernur Zulkieflimansyah
“NTB Care ini harus mampu hadir di tengah berbagai permasalahan dan aduan masyarakat, karena digaji oleh masyarakat. Manfaatnya harus terasa langsung,” harap Bang Zul sapaan gubernur.
Ia akan terus memperkuat peran dan fungsi NTB Care bersama Kabupaten/Kota, sehingga masyarakat lebih mudah memanfaatkan pelayanan NTB Care.
“NTB Care ini seperti mata dan telinga Gubernur, kepedulian, kehadiran yang dibaluti kasih sayang melalui NTB Care, Pemerintah kepada masyarakat. Tim ini hadir untuk menyelesaikan masalah.” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Najamuddin Amy mengatakan, NTB Care juga terus disosialisasikan kepada Perangkat Daerah di Kabupaten/Kota, agar bisa bersinergi bersama menyelesaikan berbagai aduan masyarakat.
“NTB Care terus berkolaborasi dengan Kabupaten Kota secara baik, sehingga berbagai permasalahan yang terjadi akan dibenahi, namun beberapa masalah masih dalam proses pembenahan,” kata Najam.
Selain itu Najam menjelaskan, kepedulian dan penguatan yg dilakukan oleh gubernur sesuai dengan tahapan eksekusi dan aksi NTB Care.
Mulai minggu depan, secara struktur NTB Care akan berada di bawah Gubernur melalui koordinasi Staff Ahli Gubernur
“Peran Kominfo hanya sebagai aplikator saja, sedangkan eksekutor dilakukan oleh OPD masing-masing melalui koordinasi para staf ahli nantinya,” jelasnya.
Hadir pada rapat itu, para Staf Ahli Gubernur, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKD, Karo Organisasi, Karo Umum, Perwakilan Dinas Sosial dan Sekretaris BPBD. ***
Roadshow di KLU, Kadiskominfotik NTB Ajak Perkuat Sinergi
Ajakan memperkuat kolaborasi dan sinergi disampaikan Najamuddin saat roadshow di Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin mengajak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk bersama memperkuat kolaborasi dan sinergi, guna desiminasi informasi di tengah kemajuan teknologi.
Najamuddin Amy
Najamuddin menyampaikannya saat roadshow ke Kabupaten Lombok Utara untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dengan Bupati/Walikota se-NTB.
Ia menjelaskan, MoU gubernur dengan Bupati/walikota se NTB untuk memperkuat urusan-urusan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi diskominfo kabupaten kota.
Di sisi lain, juga untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemprov NTB dengan Pemda Kabupaten/Kota se NTB.
Najam menjelaskan, kunjungan kerjanya merupakan salah satu ikhtiar menyamakan persepsi dan komitmen, tentang poin-poin dalam PKS.
“Keberadaan Diskominfotik ini membantu memudahkan urusan kerja di tengah kemajuan teknologi saat ini,” tandasnya.
Silaturahmi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama dengan Bupati Lombok Utara.***
Pemprov NTB Kejar Target Kota Layak Anak 2022
Pemprov NTB akan kawal pembentukan Kota Layak Anak seluruh kabupaten/kota se NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi(Pemprov) NTB melalui Dinas P3AP2KB NTB dan BAPPEDA NTB mendorong terwujudnya Kota Layak Anak di seluruh Kabupaten/Kota di NTB.
Asisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi mengenai Program Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Rabu (02/02/22).
“Untuk pembentukan Kota Layak Anak akan terus kita kawal, dan harapannya di tahun 2022/2023, seluruh Kabupaten/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dengan Kategori Terbaik,” ungkap Bunda Eva, sapaan akrab Asisten I Setda NTB.
Dilansir dari Kemenpppa.go.id, Kota Layak Anak sendiri merupakan Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya.
Sejauh ini, terdapat lima Kabupaten/Kota di NTB yang telah berstatus menjadi Kota Layak Anak, yaitu Kota Mataram, Kab. Lombok Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima.
Sedangkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, sudah terbentuk di Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima.
Bunda Eva meminta agar kerjasama antara DP3AP2KB se-NTB dan BAPPEDA se-NTB dapat dimaksimalkan agar seluruh Kab/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dan masing-masing Kab/Kota memiliki UPTD PPA.
Bunda Eva juga menjelaskan, kolaborasi dan sinergi antara semua pihak terkait sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak.
“Kerjasama itu penting, InsyaAllah melalui koordinasi dan sinergi program serta anggaran, permasalahan mengenai perempuan dan anak juga dapat kita selesaikan,” kata Bunda Eva.
Turut hadir dalam Rakor tersebut, yaitu Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Kepala BAPPEDA Prov. NTB, DP3AP2KB Kab/Kota se-NTB, BAPPEDA Kab/Kota se-NTB.***
Pengolahan Limbah, Pemprov NTB Siapkan infrastruktur dasar
Kebutuhan infrastruktur dasar pembangungan pengolahan limbah akan dibangun di Sekotonh Barat
MATARAM.lombokjour nal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan anggaran 24 Miliar untuk infrastruktur dasar penunjang pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, Sekotong, Lombok Barat.
Berbagai infrastruktur dasar akan dibangun, seperti perbaikan jalan, akses air bersih, listrik, dan infrastruktur lainnya.
Sekda NTB, Lau Gita Ariadi
Sehingga Lemer bisa benar-benar siap beroperasi dengan maksimal dan menjadi lokasi pusat industri limbah dan sampah di NTB.
“Kenapa kita tertarik Lemer? Ada kepentingan menyelesaikan masalah domestik kita dan peluang untuk mendapatkan PAD ke depan,” jelas Miq Gite, sapaan Sekda, saat Konpferensi Pers di ruang kerjanya, Rabu (02/02/22).
Ir. Madani Mukarom selaku Kepala Dinas LHK NTB dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dibangunnya infrastruktur dasar di Lemer merupakan syarat yang diajukan Kementerian Pusat demi dijadikannya Lemer sebagai pusat industri limbah dan sampah.
Harapan ke depan, jelas Kadis, dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar di kemudian hari.
“Ini yang akan mendatangkan ratusan miliar ke dalam kantong Daerah,” jelas Kadis.
Sebagaimana yang diketahui, tambah Kadis, dengan beroperasinya pabrik tersebut, limbah medis dari NTB tidak akan lagi dikirim ke Pulau Jawa.
Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin membicarakan soal kerukunan ini, usai menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat itu Wapres Ma’ruf Amin menekankan, kerukunan bangsa harus dibangun. Dan diyakini, dengan kerukunan antar umat beragama merupakan unsur atau penopang utama kerukunan nasional.
“Maka kerukunan nasional kita, persatuan Indonesia yang seperti diciptakan para pendiri bangsa, dapat kita jaga dan kita pertahankan untuk Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera,” tegas K.H. Ma’ruf Amin
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, bahwa Terowongan Silaturahmi memiliki makna yang dalam. Bukan hanya sebuah lambang atau penghubung antar tempat ibadah, namun merupakan simbol saling menghormati antar pemeluk agama.
“Bukan saja hanya sekedar lambang, tapi memberikan inspirasi terbangunnya kerukunan antar umat. Antar umat Islam yang direpresentasikan oleh [Masjid] Istiqlal dan juga masyarakat atau umat Katolik yang direpresentasikan oleh [Gereja Katedral],” ungkap Wapres saat itu ***
JMSI Selenggarakan Peringatan HUT 2 di Kota Kendari
Penyelenggaraan HUT 2 Jaringan Media Siber Indonesia atau JMSI di Kota Kendari, bersamaaan dengan kegiatan HPN di kota yang sama
KENDARI.lombokjournal.com ~ Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), tanggal 8 Februari 2022 mendatang.
Untuk kelancaran dan suksesnya hari jadi JMSI, Ketua Umum Teguh Santosa menunjuk Khalid Zabidi sebagai Ketua Panitia dan Muh Nasir yang saat ini Menjadi Ketua JMSI Sultra ditunjuk sebagai Wakil Ketua Panitia.
Sejumlah agenda dan rangkaian tahun ke–2 JMSI, telah dilakukan persiapan, termasuk tempat pelaksanaan dan peserta yang yang akan hadir terus dimatangkan oleh Panitia Pelaksana.
“Ini merupakan momentum bagi kita semua yang tergabung di JMSI Sultra, dengan ditunjuknya Kota Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan HUT JMSI ke–2 tahun 2022 oleh Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa bersama Sekretaris Jenderal Mahmud Marhaba. Untuk itu segala sesuatunya akan dilaksanakan dengan sukses, ” ujar Wakil Ketua Panitia HUT JMSI Muh Nasir di sela-sela rapat persiapan di salah satu kedai di Kota Kendari.
Menurut Ketua JMSI Sultra ini, HUT JMSI ke 2 di Kota Kendari akan dihadiri oleh Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa beserta jajaran pengurus JMSI Pusat, seluruh Ketua, Sekretaris dan Bendahara serta peninjau dari seluruh Indonesia, atau dari 31 Provinsi yang telah terbentuk kepengurusan JMSI.
“Ini merupakan kepercayaan dengan ditunjuknya Kota Kendari dan JMSI Sultra selaku tuan rumah. Karena itu segala kesiapan dan kemampuan untuk dikerahkan demi sukses HUT JMSI,” katanya.
Ditambahkan, dalam moment HUT JMSI, sejumlah kegiatan akan dilaksanakan, seperti Rapat Pimpinan Nasional, Seminar Nasional dengan menghadirkan sejumlah pemateri dan keynote speaker di antaranya Ketua KPK, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Ketua Umum HIPMI Pusat.
Ditunjuknya Kendari sebagai tempat pelaksanaan HUT JMSI ke-2, sebab JMSI lahir sehari sebelum HPN di Banjarmasin Kalsel tahun 2020.
“Dimana diselenggarakan HPN, disitulah JMSI melaksanakan hari jadinya,” ungkap Sekjen JMSI, Mahmud Marhaba.
Ketua Panitia HUT JMSI, Khalid Zabidi, mengatakan, agenda HUT JMSIdi Kendari dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2022.
Tempat pelaksanaan HUT JMSI, rencananya dilansungkan di Hotel Azisah Kendari. ***
Musda FKUB KLU, Jadi Penjaga Persatuan Umat
Bupati Djohan Sjamsu saat membuka Musda FKUB beraharap, agar lembaga ini menjaga kesatuan dan persatuan ummat
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH membuka Musyawarah Daerah (Musda) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Tahun 2022, di Aula Kantor Bupati, Senin (31/01/22).
Musda FKUB 2022 mengusung tema “menyusun langkah antisipatif dalam mencegah berkembangnya paham-paham intoleransi di Gumi Paer Tioq Tata Tunaq dan menjaga nilai-nilai kerukunan antar umat beragama di KLU”.
Bupati H Djohan Sjamsu
Membuka Musda, Bupati Djohan menyampaikan, Negara Indonesia sangat luar biasa terdiri dari banyak suku bangsa, adat dan agama, serta patut disyukuri bersama.
Pasalnya, sampai sekarang masih tetap utuh bersatu karena kesadaran semua elemen masyarakat.
“Daerah kita Lombok Utara yang paling aman di NTB. Terima kasih kepada multipihak yang sudah menjaga keamanan, ketertiban di daerah kita,” tuturnya.
Menurut Bupati, istilah mempolong merenten (saudara- red) harus tetap dipertahankan dan terus dibina, sebagai alat pemersatu apapun suku dan agama tetap saling menghargai satu dengan lainnya.
Tentu jika semua sudah bersaudara tidak ada hal-hal konflik ditonjolkan.
“Agama boleh berbeda silahkan laksanakan agama sesuai dengan ajaran masing-masing tanpa mengganggu yang lain,” ucapnya.
Harapan ke depan, lanjut bupati, FKUB tetap bisa menjaga kesatuan dan persatuan umat di KLU agar tetap menjadi daerah teraman di NTB.
Sementara itu, Ketua FKUB Dr. H. Muksin Muchtar Efendi MA, menuturkan kearifan lokaltelah memberikan suri tauladan pada semua pihak dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di KLU. Terbukti, komunitas bergama berdampingan mulai dari ujung timur hingga ujung barat.
“Sebagai Ketua FKUB sejak 2012 sampai dengan 2022 harus bisa mewariskan pada generasi meneruskan apa yang sudah di dilakukan selama ini,” ungkapnya.
“Kita memiliki SDM yang luar biasa di KLU ini. Banyak dari generasi akan datang sangat mampu bahkan lebih baik dari yang sekarang. Pada tahun 2021 kami bersama dengan Bupati Lombok Utara sudah mencanangkan desa sadar kerukunan dan semoga menjadi lebih baik bagi KLU di tingkat Nasional,” harap TGH. Muksin Muchtar.
Harapan ke depan, KLU bisa mendapatkan predikat sebagai salah satu daerah yang memang peduli terhadap kerukunan umat beragama.
Ketua Panitia Musda Marianto SH dalam laporannya mengatakan, musyawarah terbuka forum kerukunan umat beragama pada tahun 2022, dimana sejak tahun 2013 kepemimpinan FKUB belum berganti seraya berharap ada regenerasi, bahwa FKUB harga mati untuk menjaga keutuhan NKRI.
“Kita di KLU dengan kultur dan budaya yang kokoh serta kuat harus kita jaga. Kita kemas bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya isu-isu agama tetapi bagaimana kita menjaga kultur dan budaya.
Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST M.Eng, Kapolres Lotara, AKBP I Wayan Sudarmanta SIK MH, Pabung Dandim 1606/Mataram Mayor Ibnu Haban, Kepala Kantor Kemenag KLU H. Ali Fikri SH MH, Ketua FKUB KLU Dr. TGH. Muksin Muchtar Efendi MA, Ketua FPLA KLU Marianto SH serta undangan lainnya.***