Musrenbang untuk Antisipasi Isu Perempuan dan Anak di KLU

Pelaksanaan Musrenbang perempuan, anak, remaja, lansia, dan disabilitas untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan rancangan awal RKPD 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musrenbang kali ini sangat penting untuk bersama-sama merumuskan rencana dan solusi bagi berbagai isu krusial terkait perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas yang masih dihadapi Lombok Utara.

Dan pelaksanaan musrenbang ini tidak terpisahkan dari musrenbang reguler Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2023 Kabupaten Lombok Utara, yang akan dilaksanakan tanggal 23 Maret mendatang,

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Utara Parihin, S.Sos, selaku Ketua Pelaksana Musrenbang perempuan, ibu, anak, remaja, lansia, dan disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.

Menyampaikan sambutan Musrenbang
Kpela Bappeda KLU, Parihin, S.Sos

Parihin mengungkapkan beberapa isu, antara lain Indeks Pembangunan Gender KLU  terendah di NTB meskipun terjadi peningkatan dar 84,01 di Tahun 2015  menjadi 85,44 di Tahun 2020,semetara IPG NTB adalah 90,45.

Perempuan Lombok Utara tertinggal dari sisi Pendidikan, dan Ekonomi , sementara Usia Harapan Hidup Perempuan NTB tahun 2021 lebih panjang  (68,66 tahun) dibandingkan dengan laki-laki (64,81 tahun).

BACA JUGA: Bupati: KLU Kemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah

Masa Pandemi Covid-19 Kemiskinan Lombok Utara  naik sedikit sebesar 0,05% pada tahun 2021 yaitu menjadi sebesar 27,04%.

Tahun 2020 perempuan sebagai Kepala Keluarga sebesar 14,46%. Masih terdapat kasus kematian ibu hamil (3 orang di tahun 2021).

Selain itu Parihin juga mengungkapkan, tingginya kasus kematian bayi (baik neonatal maupun sampai usia 1 tahun) dengan jumlah kasus 60 orang di tahun 2021.

Kehamilan usia remaja (< 19th) mengalami penurunan, namun jumlahnya masih tinggi,yaitu pada tahun 2021 terjadi 337 kasus.

Persalinan pada usia < 19th juga mengalami penurunan, namun jumlahnya juga masih tinggi yaitu pada tahun 2021 terjadi 313 kasus.

Sementara itu, terkait stunting,  memang berhasil diturunkan secara sangat signifikan dari 44,22% di tahun 2021.

Rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih  dan Sehat masih rendah. 

“Perempuan menghabiskan waktu tiga kali lebih banyak dari laki-laki untuk mengurus rumah tangga,” ungkap Parihin.

Belum Layak Anak

Parihin juga menyinggung, Lombok Utara belum mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak, dengan 5 Kluster Konvensi Hak Anak. Lebih dari itu, masih tingginya kasus pernikahan usia anak.

“Di Lombok Utara masih tinggi anak-anak usia sekolah yang drop out,” kata Parihin.

Di sektor pendidikan juga diungkapkan, belum optimalnya partisipasi pendidikan menengah dan rendahnya Pendidikan Tinggi.

Ancaman kasus kekerasan Fisik dan Verbal terhadap Perempuan dan Anak. Sementara Lansia dan Disabilitas belum mendapatkan perlindungan sosial dan pendampingan dan perlindungan yang memadai.

Dikatakan Parihin, pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas untuk mewujudkan perencanaan dan penganggaran pembangunan yang berperspektif gender.

Dan responsif terhadap kebutuhan perempuan maupun laki-laki, perlindungan  anak, pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Yang dilakukan melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, potensi dan penyelesaian permasalahan.

“Tujuan musrenbang adalah mendapatkan masukan atas partisipasi perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD,” katanya..

Melalui musrenbang dipastikan adanya isu-isu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas tertuang dalam dokumen perencanaan, terealisasi dan tersedia alokasi anggaran dalam perencanaan dan penganggaran yang berspektif gender, inklusif dan pro poor mulai dari desa-kabupaten.

Pelaksanaan Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia, dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara ini berlangsung selama 1 (satu) hari,  tanggal 9 Maret 2022 bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Utara. 

BACA JUGA: Kegiatan Pesona Keris Episode 2 Siap Difasilitasi Pemprov NTB

Isu Utama yang akan dibahas dan didiskusikan yakni, “Penguatan peran ibu, keluarga, lingkungan dalam pendidikan dan pengasuhan keluarga, Mencegah perkawinan usia anak dan pekerja anak, Perlindungan sosial dan pengembangan kemandirian penyandang disabilitas dan Pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan”.

Dalam musrenbang yang melibatkan peserta inti sebanyak 125 orang ini, berasal dari organisasi perempuan, organisasi keagamaan, sekolah,  PKK Kecamatan dan Desa, Pelaku Kewirausahaan LSM/NGO, Organisasi Kepemudaan, Forum Anak, Perwakilan penyandang Disabilitas, Narasumber, fasilitator dan panitia serta unsur Perangkat Daerah.  

Mengakomodir Perempuan        

Musrenbang melibatkan aspirasi perempuan
Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter

                              

Ketua PKK GOW KLU, Yunita Aprilina Danny Karter, ST.,M.Eng, selaku ketua Gerakan Organisasi Wanita Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi Pemkab Lombok Utara yang mengakomodir kaum perempuan.

“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini,” katanya.

Menurutnya, semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, dalam kontek Musrenbang Perempuan,Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023.

“Jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas Yunita. 

Menurutnya, perempuan merupakan simpul yang wajib kita ajak komunikasi. Karena aspek-aspek yang berdampak dari proses pembangunan lebih banyak dipikirkan oleh perempuan.

Dan perempuan Lombok Utara masih tertinggal dalam pendidikan dan ekonomi. Namun pada bidang kesehatan umur perempuan lebih panjang daripada laki-laki, usia harapan hidup perempuan sebesar 68 tahun. 

“Itulah alasan logisnya perempuan juga harus diperhatikan dalam konteks pembangunan,” katanya. ***

 




Bupati: KLU Kemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah

Buka Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas KLU, Bupati Djohan Sjamsu ungkap keunikan daerah KLU; meski angka kemiskinan tinggi tapi kriminalitasnya rendah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menurut Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH, Lombok Utara merupakan daerah yang unik, angka kemiskinannya tinggi tetapi angka penganggurannya rendah.

Hal itu disampaikan saat Djohan Sjamsu membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.

Keunikan Lombok Utara dari sisi keamanan misalnya, logikanya jika angka kemiskinan tinggi tentu angka kriminalitasnya tinggi.

BACA JUGA: Musrenbang Antisipasi Isu Perempuan dan Anak di KLU

Bupati Sjohan buka Musrenbang
Bupati Djohan Sjamsu

“Kondisi justru bertolak belakang, karena masyarakat masih menjaga harkat dan martabat dengan baik.  Masyarakat Lombok Utara tetap teguh menjaga harga dirinya,” katanya.

Dikatakan, masyarakat Lombok Utara juga sangat akomodatif diajak guyub bersama, melakukan proses akselerasi pembangunan daerah

Namun yang paling penting, tentu harus ada prioritas program atau kegiatan pembangunan daerah yang diutamakan untuk direalisasikan pada setiap tahun anggaran.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini. Semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, sehingga dalam kontek Musrenbang ini jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas bupati. 

Selain didampingi Wabup Dany Karter Febrianto, kegiatan itu juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [BAPPEDA] – KLU), Parihin,S.Sos dan sejumlah OPD, Camat, Pengurus PKK, LSM dan Organisasi Kepemudaan .

Menurut Bupati Djohan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Lombok Utara seluruhnya menjadi bahan evaluasi bagi semua pemangku daerah.

Hal itu sebagai ruang melihat kembali Lombok Utara secara holistik, dengan daya dukung data statistik dan data-data internal.

Musrenbang yang dibuka Bupati Djohan Sjamsu

Semua data itu menunjukkan ikhtiar pemerintah dan seluruh stakeholder yang seirama dalam membangun Lombok Utara dengan prinsip “read on the break”, sesuai dengan pagu dana yang dianggarkan.***

BACA JUGA: NTB Care Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis




NTB CARE Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis 

Kerjasama penyeberangan gratis diupayakan NTB Care dengan menjajaki PT. ASDP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penjajakan kerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dilakukan Pemprov NTB melalui NTB Care untuk mempermudah pelayanan transportasi khusus bagi warga tidak mampu dan kaum dhuafa, mendapat sambutan baik.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Pemerintahan, Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik Provinsi NTB, H. A. Azis, selaku  Koordinator Tim NTB Care saat melakukan pertemuan dengan PT. ASDP di Ruang Anggrek Gubernur NTB, Selasa (08/03/22) 

Tim NTB Care tengah menjajagi ASDP

“Penjajakan menjalin MoU dengan ASDP sangat disambut baik, memang selama ini pemprov telah menjalin kerjasama yang baik untuk memulangkan masyarakat yang terlantar di suatu daerah. Tapi akan lebih baik jika dijalin dengan sebuah kesepahaman bersama dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Azis.

Menurut  Azis, NTB Care adalah salah satu program unggulan yang tujuannya melayani masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu dan tidak tersentuh administrasi. 

BACA JUGA: Kegiatan Pesona Keris Episode 2 Siap Difasilitasi Pemprov NTB

Selain itu, menurutnya banyak masyarakat di NTB yang sakit dan tidak punya biaya. Pemerintah telah berupaya untuk mengikutsertakan masyarakat kurang mampu dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  dalam bentuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kita sudah berupaya untuk mengikut sertakan di dalam program JKN dalam bentuk PBI. Hanya saja ada banyak yang tidak punya BPJS sehingga kendalanya ongkos penyeberangan bahkan ambulan tidak ada, sehingga dibentuklah MoU bersama dengan ASDP guna sekaligus membantu masyarakat, karena banyak yang dari pulau sumbawa yang tidak bisa ditangani di pulau Sumbawa maka harus dibawa ke pulau Lombok,” tuturnya.

ASDP sepakat, program-program kemanusiaan akan didukung penuh. Sebelumnya ASDP juga telah mempunyai program serupa di bidang Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan.

Namun menurutnya, dengan NTB Care tentunya akan lebih fokus dan terarah lagi 

“Selain bisnis, ada juga program kepedulian masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi kami. dalam program tersebut di antaranya terkait Pendidikan, Kesehatan, keagamaan dan lingkungan,” tutur General Manager (GM) ASDP Khayangan, Ahmad Faisal.

BACA JUGA: UPTD PPA Jadi Pilot Project, Layanan Masyarakat Dipermudah

Ahmad mengatakan, ASDP senantiasa hadir untuk terus membantu masyarakat yang kurang mampu, baik itu penggunaan mobil ambulance, penyebrangan kapal laut dan pelayanan lainnya sesuai kewenangan dan kemampuan ASDP. 

“Kita selaras dengan NTB Care, bisa dilakukan MoU terkait dengan job kami yaitu membantu dalam sisi transportasi, penyeberangan pasien kami akan bantu untuk penyebrangannya dan bisa ditingkatkan untuk rumah singga, saya kira semua memungkin,” tutupnya. ***




Gubernur NTB Hadiri HUT ke-70 Desa Rembitan Loteng

Di Desa Rambitan, Gubernur Zul mengaku senang Desa Rembitan siap menyambut balap MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (05/03/22). 

Desa Rembitan merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan mengadakan pameran UMKM dan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolaq Beak. 

Gubernur Zul senang Desa Rembitan siap sambut MotoGP
Perayaan di Desa Rembitan

Dalam sambutannya, Gubernur Zul berpesan, agar desa-desa lainnya di NTB dapat mencontoh kesiapan Desa Rembitan menyambut perhelatan balap MotoGP dengan menghadirkan banyak UMKM. 

Dengan kesiapan yang matang, setiap desa dapat membuat tamu dan warga merasa nyaman dan aman.

“Desa ini bisa menjadi contoh untuk memastikan semua tamu kita dan warga kita merasa aman nyaman dan bahagia datang di tempat kita ini,” pesan Gubernur Zul. 

Ia mengaku senang desa-desa di Provinsi NTB semakin siap menyambut MotoGP 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika 18-19 Maret mendatang. 

“Senang melihat desa-desa kita ini sudah sangat siap untuk menyambut MotoGP 2022 ini,” tulis Gubernur Zul di akun Facebooknya (05/03).

BACA JUGA: Wagub NTB: Proses Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas

Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, L. Minaksa mengajak warganya untuk bangkit menyongsong MotoGP 2022 dengan UMKM kreatif sesuai tema perayaan hari ulang tahun desa. 

“Kita harus bangkit bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan dengan  seluruh produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita, sebagaimana tema kegiatan kita Rembitan Bangkit bersama UMKM kreatif,” jelas L. Minaksa.

Tak hanya merayakan pameran UMKM, Desa Rembitan juga merayakan haro ulang tahunnya dengan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolak Beak. 

Ritual tersebut dilakukan sebagai salah satu tradisi masyarakat adat di Desa Rembitan, dan sebagai bentuk syukur atas anugerah yang Tuhan berikan atas tanah Rembitan.

BACA JUGA: Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Internasional

Masyarakat dan kaum perempuan dari masing-masing dusun yang ada di desa rembitan, sambil beriring-iringan menyunggi dulang, yakni sebuah wadah yang terbuat dari kayu berbentuk melingkar dengan penutup berwarna merah (tembolaq), yang diisi ragam makanan dan hasil bumi sebagai sajian dalam acara ritual adat. ***

 




Kepala Bappeda Buka Forum Lintas Perangkat Daerah KLU 2023 

Dalam pertemuan forum lintas Perangkat Daerah Kepala Bappeda KLU menekankan agar perangkat daerah memetakan program yang menjadi skala prioritas

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Badan BAPPEDA Kabupaten Lombok Utara, Farihin, S.Sos membuka Forum Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Selasa, (01/03/ 22).

Kepala Bappeda KLU, Parihin S.Sos. menyampaikan, Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2023 dilaksanakan tanggal 1-2 Maret 2022.

Kepala Bappeda KLU Buka Forum Perangkat Daerah
Farihin, S.Sos

Disampaikan juga beberapa hal terkait keterbatasan anggaran, sehingga seluruh OPD mestinya memaksimalkan anggaran yang tersedia.

“Mengingat keterbatasan anggaran, di tahun 2023 ini kita mencoba lebih banyak mendorong anggaran untuk pemulihan ekonomi di tahun 2023, tentu dengan memaksimalkan anggaran yang ada,” ungkap Parihin.

Di sampaikan juga, dalam pelaksana anggaran dihajatkan pada program betul-betul menjadi prioritas utama dalam tahap pembangunan daerah.

“Mari melalui forum ini, betul-betul petakan program kita yang menjadi skala prioritas. mudah-mudahan itu yang kita dahulukan jangan berdasarkan keinginan kita. Sekali lagi pada kesempatan ini kita lebih bijak memilih dan memilah apa yang harus kita laksanakan di tahun 2023, ” jelasnya.

Selanjutnya Kegiatan ini merupakan tahapan setelah Musrenbang di tingkat kecamatan untuk menelaah dan menilai usulan yang akan diakomodir melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harapan kita kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Lombok Utara yang adil untuk semua” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda membuka kegiatan tersebut dan kegiatan berjalan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilanjutkan dengan diskusi.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Unsur Unsur OPD seperti DLH, DISHUB, DIKES, SETWAN, DISPUS ARSIP, DUKCAPIL, SETDA, DPMPTSP, PERPUSDA,  BPBD,  DISPAR, DISKOMINFO, PUPR, BAKESBANGPOL, Para Kepada Bidang Lingkup Bappeda I Wayan Suartana, S.ST. Pi.M.Si. Alfian Zubair ST. Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat Kayangan, Camat Gangga dan tamu undangan lainnya. ***

 




Kantor Bupati KLU Dibangun Tahun Ini, Anggarannya  43 M

Pembangunan Kantor Bupati KLU dimulai 18 Februari Tahun Ini, bisa jadi pusat perkantoran Pemda dan DPRD KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara dimulai tahun ini. 

Dan dengan luas lahan tanah Pemda 2,332 M², diperkirakan bisa menjadi alternatif pusat Perkantoran Pemda KLU dan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU.

Deskripsi umum pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara pada revisi tata ruang pengganti Perda No.9 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Utara, dan rencana detail Tata Ruang

Master plan untuk lokasi ini berada di kisaran Lapangan Supersemar Tanjung.

Menjelaskan pembangunan Kantor Bupati
Bupati H Djohan Sjamsu

“Jadi sangat representatif untuk masyarakat Meranti melakukan aktivitas di sekitar perkantoran,” kata Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH.

Hal tersebut disampaikan dalam acara konferensi pers bersama sejumlah awak media, Rabu (02/03/22). 

Sedangkan anggaran pembangunan kantor Bupati ini menelan anggaran 43 milyar rupiah.

Pemda KLU di bawah kepemimpinan Bupati Djohan dan Wabup Danny Karter bersikeras melakukan pembangunan kantor bupati di tahun 2022 ini.

Pasalnya jika tidak tahun ini dikerjakan, berat untuk dilaksanakan tahun depan. Karena alasan pemilihan Presiden disertai Pileg dan Pilgub pada tahun selanjutnya tentunya membutuhkan anggaran besar

“Kantor bupati ini sudah disetujui DPRD KLU dan menjadi komitmen pemerintah kalau tidak dibangun tahun ini, berat untuk tahun depan, karena sudah masuk tahapan tahun politik dan menguras tenaga bahkan anggaran,” kata Djohan.

Djohan mengatakan, memperhatikan beberapa aspek terutama RT dan RW baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota terkait dengan prioritas pembangunan, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terkait dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Pembangunan Kantor Bupati KLU berlokasi di sebelah selatan atau belakang RSUD Tanjung pada luasan lahan 2,6 Hektare. Sementara untuk bangunan induk terdiri dari empat lantai dan bangunan sekretariat di bagian belakang terdiri dari dua lantai. 

Luas total bangunan 2,332 M², sementara Landscape, yakni lapangan upacara, tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat, pos jaga keluar dan masuk dan sarana utilitas lainnya. 

Lantai satu terdiri dari ruangan Bupati, wakil Bupati, Sekda, dan ruang rapat khusus. Lantai dua terdiri dari ruang Asisten,1, 2 dan 3, ruang staf Ahli,1, 2 dan 3 serta ruang Arsip. Lantai 3 Musholla. Lantai dasar terdiri dari ruang Kabag,(6 bagian), Kasubag dan Staf.

Sementara Lantai satu terdiri dari Aula Pertemuan, dan ruang Kabag (3 bagian), Kasubag dan Staf.

Luas landscape 2,3 Hektar terdiri dari lapangan upacara, Taman, Parkir Kendaraan dan utilitas lainnya. 

Tahapan pelaksanaan pembangunan Gedung Kantor Bupati Lombok Utara dimulai tanggal 18 Februari 2022 dan berakhir pada 15 Desember 2022. 

Penyedia jasa kontraktor PT. Damai Indah Utama (DIU, KJU Kerjasama Operasi). 

Nilai Konstruksi 43 M. Sementara Konsultan MK (Konsultan Manajemen Konstruksi dan Pengawasan) PT. Momen Estetika Konsultan kerjasama operasi dengan CV. Pola Dwipa Konsultan. Nilai Kontrak 1,1 M. ***

 




Pekerja Akan Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Ganda 

Saat ini pekerja menghadapi disrupsi ganda, yakni  berkurangnya lapangan kerja dan era otomatisasi yang mengurangi tenaga kerja manusia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masalah disrupsi ketenagakerjaan diangkat oleh Rannya Agustyra Kristiona, saat bicara di forum Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) se Kabupaten Lombok Tengah, hari Minggu (27/02) kemarin.

Topik terkait disrupsi ketenagakerjaan memang menarik, dan telah menjadi perhatian dunia industri secara global. 

Era Disrupsi khususnya pada teknologi digital, merupakan  era terjadinya inovasi dan perubahan mendasar karena hadirnya teknologi digital, yang bisa mengubah sistem secara global

Beberapa waktu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyinggung soal tantangan disrupsi ganda bagi masyarakat pekerja atau buruh di era pandemi Covid-19. 

BACA JUGA: Era Disrupsi Ketenagakerjaan, Rannya Ajak Milineal NTB Bekali Keterampilan

Disrupsi yang dimaksud yang pertama, resesi perekonomian dan berkurangnya lapangan kerja akibat dari pandemi. 

Kedua, era otomatisasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi di tengah pandemi. 

Tenaga Kerja di Era Disrupsi

Sektor lapangan kerja Indonesia menghadapi dua problem mendasar.

pEKERJA ADAPI TANTANGAN DISRUPSI DIGITAL

Pertama, sekitar 63 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP dan SD. Kondisi yang menyebabkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja kita relatif rendah.

Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri. 

Akibatnya, pekerja kesulitan mendapat pekerjaan, sedangkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Karena itu, perlu memperkuat standardisasi dan sertifikasi kompetensi profesi. Selain itu juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan dunia industri dalam menyiapkan link-and-match. 

Saat ini dunia sedang menghadapi perubahan disruptif. Antar-negara bukan hanya berebut investasi, juga berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar.

Akan banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan.

Karena itu diperlukan hub atau tempat berjumpanya milenial dari berbagai latar belakang. 

BACA JUGA: Literasi Keuangan Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Yang berasal dari aktivis pergerakan bisa belajar membangun bisnis dan skill baru. Yang berasal dari dunia profesional bisa memperoleh wawasan sosial dan jejaring yang lebih luas.

Diperlukan  kolaborasi lintas sektor milenial menyiapkan masa depan. 

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi. Yang melakukan inovasi yang disruptif, yaitu membalik ketidakmungkinan menjadi peluang. ***

 




Era Disrupsi Ketenagakerjaan, Rannya Ajak Milenial NTB Bekali Keterampilan

Rannya Agustyra Kristiono ajak generasi milenial NTB bekali diri dengan keterampilan hadapi era disrupsi tenaga kerja

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tren automasi dan digitalisasi adalah ancaman besar bagi tenaga kerja di era disrupsi industri ketenagakerjaan.

Inspirator anak-anak muda Bumigora, Rannya Agustyra Kristiono mengingatkan pentingnya generasi milenial NTB membekali diri dengan keterampilan, untuk menghadapi era disrupsi industri ketenagakerjaan tersebut.

Rannya saat bicara tentang era disrupsi tenaga kerja
Rannya Agustyra Kristiono

“Pekerjaan yang paling rentan digantikan oleh automasi adalah pekerjaan fisik. Tapi, mereka yang membekali diri dengan keterampilan khusus akan bertahan di pasar kerja,” kata Rannya.

Ia menyampaikan itu di hadapan para pengurus dan anggota Asosiasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) se Kabupaten Lombok Tengah, Ahad (27/02/22).

Oleh APOLO, asosiasi OSIS dan OSIM di Lombok Tengah, Rannya dalam kapasitasnya sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Owner Lombok Football Club (LFC), diundang sebagai pembicara utama dalam seminar yang membahas industri ketenagakerjaan di era disrupsi. 

Hadir juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ketua Yayasan HBK PEDULI Ali Al Khairy dan Kepala UPTD BLK Disnakertrans Lombok Tengah Dedet Zelthauzallam.

BACA JUGA: Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Seminar digelar di auditorium SMKN 1 Praya dan dibuka Ketua APOLO, Junardi Tastura.

Rannya menegaskan, disrupsi ketenagakerjaan telah menjadi perhatian dunia industri secara global. 

Di negara maju, automasi dan digitalisasi menyebabkan banyak tenaga kerja yang kini digantikan oleh mesin. 

Namun tantangan sesungguhnya akan dihadapi negara berkembang, mengingat pada saat tren automasi dan digitalisasi tersebut terjadi, negara berkembang justru sedang menghadapi era bonus demografi dimana penduduk usia produktif justru sedang mendominasi.

Karena itu, dara yang masih menempuh pendidikan di Brunell University London, Inggris ini mengajak seluruh generasi milenial NTB untuk menyiapkan diri.

“Era disrupsi ini tak bisa dihadapi dengan cara-cara konvensional,” tandas Rannya.

Ia menjelaskan berbagai jenis pekerjaan yang mungkin akan tetap eksis dan pekerjaan di masa datang yang akan tergantikan oleh tren automasi dan digitalisasi.

Merujuk pada penelitian McKinsey Global Institute, diperkirakan pada tahun 2030, sedikitnya akan ada 375 juta jenis pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin.

Rannya memastikan, dengan daya dukung kreativitas yang tinggi, usaha-usaha kecil dan menengah dan usaha-usaha yang bergerak di sektor pertanian akan tetap eksis, kendati tetap butuh penyesuaian dan adaptasi.

“Kita harus memanfaatkan segala kesempatan yang kita punya. Kita nggak boleh putus asa. Apapun background kita, semua kita harus tetap semangat. Kesuksesan bisa dimiliki semua orang,” tandas Rannya.

Dalam sesi tanya jawab, mengemuka pula sejumlah hal. Antara lain tentang bagaimana generasi muda bisa tetap menjaga jati diri di tengah perkembangan informasi dan teknologi yang sangat pesat saat ini.

BACA JUGA: Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa

Rannya menekankan pentingnya generasi muda NTB untuk berpikiran terbuka. Globalisasi bukanlah alasan untuk meninggalkan tradisi dan jati diri sebagai masyarakat Bumi Gora.

Namun, sebaliknya, globalisasi harus menjadi alasan untuk mempertahankan jati diri dan tradisi budaya tersebut.

Dia memberi contoh bagaimana masyarakat di Bali tetap menjaga jati diri mereka, meski Bali adalah rumah kedua bagi jutaan wisatawan asing dari berbagai negara. 

Eksistensi tradisi dan jati diri masyarakat Bali justru telah menjadi kekuatan yang menjadi alasan wisatawan mancanegara untuk datang ke Pulau Dewata.

Sementara itu, Ali Al Khairy dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya bagi para siswa sekolah menengah dan generasi muda di NTB untuk terus meningkatkan kapasitas.

“Penting juga untuk memperkuat jaringan dan menjaga akhlak. Untuk bisa bersaing di dunia kerja di era digitalisasi seperti sekarang ini,” katanya.

Ali juga mengingatkan agar para siswa terus merawat dan menjaga kebiasaan yang baik-baik. Mau berorganisasi, mau belajar lebih banyak, dan selalu menempa diri untuk menjadi yang lebih hebat.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini pun menyampaikan komitmen pihaknya untuk membuka dan memberi akses bagi generasi muda untuk kiprah mereka yang lebih besar, agar mereka bisa naik kelas dalam setiap fase yang akan dijalaninya.

Menjawab Rasa Penasaran Publik

Sementara itu masih di Gumi Tatas Tuhu Trasna, sehari sebelumnya, Sabtu (26/02/22), Rannya juga menggelar aksi sosial bersama Karang Taruna di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.

Di Kecamatan tersebut, Rannya melakukan aksi menanam 1.000 bibit pohon produktif. Penanaman pohon ini selain untuk menjaga ekosistem dan mengembalikan kelestarian lingkungan, juga bisa menjadi penopang ekonomi keluarga mengingat bibit yang dibagikan adalah bibit buah-buahan dengan nilai ekonomi tinggi.

Pada saat yang sama, Rannya juga membagikan paket sembako kepada masyarakat lanjut usia yang tidak mampu. 

Rasa syukur disampaikan mereka yang mendapat bantuan sembari menyampaikan doa dan keberkahan terbaik untuk Rannya.

Di Lombok Tengah pula, Putri anggota DPR RI Dapil Lombok H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ini menjawab rasa penasaran publik, soal kiprah Rannya di dunia politik. 

Rannya menegaskan, dirinya telah memantabkan niat terjun ke dunia politik pada Pemilu 2024. Rannya memilih mengikuti jejak sang ayah karena ingin mengabdi untuk masyarakat NTB.

“Saya sejak kecil tidak pernah bermimpi masuk dunia politik. Tapi sekarang setelah ada dorongan ayah dan bunda, saya memutuskan untuk maju dari jalur yang berbeda dengan ayah melalui non Partai menjadi calon anggota DPD RI Dapil NTB,” kata Rannya.

Gadis 22 tahun ini mengaku, dia memutuskan terjun ke dunia politik karena berniat ingin mengabdi untuk masyarakat NTB. Terlebih, Lombok saat ini sudah menjadi kampung halaman bagi dirinya.

Home away from home,” tuturnya.

Rannya menambahkan, sejumlah pihak juga mendorong dirinya terjun ke dunia politik. Ia pun kemudian menilai, politik itu bukan tujan tapi bagaimana bisa sampai ke tujuan.

“Saya terjun ke dunia politik juga karena melihat banyak kekurangan pemerintahan Indonesia. Sebagai anak muda dan memiliki wawasan luas, saya ingin berbuat dari jalur politik,” sebutnya.

Dara kelahiran 15 Agustus 1999 ini mengaku, di bangku kuliah tidak pernah mendapatkan ilmu politik. Rannya hanya suka membaca tentang politik. Ayahnya, HBK, pun mengingatkan bahwa melakukan pengabdian lewat jalur politik itu berat.

di era disrupsi tenaga kerja Rannya ajak bekali keterampilan

“Tapi saya kira ini tantangan. Saya suka tantangan,” katanya.

Tidak hanya itu, putri semata wayang HBK inipun mengakui, akhir-akhir ini Ia banyak belajar sebagai seorang muslim, yang mengajarkan dirinya untuk terus berbagi kepada sesama. 

Bahkan apapun yang dia miliki saat ini, tidak mungkin hanya untuk dinikmati oleh diri sendiri.

“Kalau saya melihat, yang kurang di NTB saat ini, adalah kurangnya pemerataan pembangunan yang dilakuan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kalau dipercaya oleh masyarakat NTB menjadi anggota DPD RI, saya akan memperjuangkan pembangunan yang merata,” janjinya.

Ranyya juga sempat menyinggung program pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang mengirim mahasiswa kuliah ke luar negeri. Menurutnya, program ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi generasi muda NTB.

Hanya saja, Rannya ingin pilihan mengirim anak-anak muda NTB belajar ke luar negeri itu, bukan ke Eropa Timur seperti sekarang. Melainkan ke Turki, karena di sana mayoritas orang muslim, sehingga mereka merasakan seperti kampung halaman sendiri. (*)

 

 




Gubernur: NTB Gemilang Merupakan Spirit Membangun Daerah 

Menurut Gubernur Zulkieflimansyah, NTBGemilang adalah perwujudan dari kalimat Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

MATARAM.lombokjournal.com ~ NTB Gemilang merupakan spirit yang pernah disampaikan seorang ulama besar yang juga merupakan salah satu pahlawan nasional di NTB. 

Spirit NTB Gemilang adalah perwujudan dari kalimat Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, yang artinya Negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, dalam Podcast bersama Ust. Ahmad Syaikhu di channel YouTube Ahmad Syaikhu ASYIK, Jumat (25/02/22)

“NTB Gemilang itu suatu spirit yang disampaikan ulama besar yang jadi pahlawan nasional NTB. Itu bahasa Indonesia dari Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” jelasnya. 

BACA JUGA: Mandalika Sukses Jadi Country Branding Iandonesia

Dalam podcast tersebut, Bang Zul juga membagikan sebuah rahasia  hidup bahagia. Yakni dengan banyak bersyukur atas apa yang dimiliki.

“Menurut saya mensyukuri apa yang ada itu bikin kita bahagia. Mensikapi hidup dengan biasa saja, penuh rasa syukur, sehingga apa pun yang menimpa kehidupan kita sehari-sehari selalu disikapi dengan positif,” katanya.

Ust. Ahmad Syaikhu juga sempat menyinggung mengenai banyaknya event-event internasional yang diselenggarakan di NTB pasti tidak luput dari tantangan dan rintangan. 

Dalam hal ini, Bang Zul menyampaikan berkat kekompakan Forkopimda Provinsi NTB, itu semua bisa teratasi dengan baik.

“Kalau kita lihat tentang Mandalika, Mandalika is a global brand, sekarang itu jadi nama yang mendunia. Saya kira ini tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak, ada Pemerintah Pusat, Kementerian, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Desa, semuanya berjalan bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, bersinergi bersama adalah kunci menghadapi seluruh rintangan sehingga dapat mewujudkan Mandalika NTB sebagai “one of the best circuit in the world” dan etalase yang membanggakan Indonesia.

“Ketika kita bersinergi bersama, Pak Danrem, Pangdam, Kajakti, Kapolda, dan lain sebagainya, seluruh beban yang berat itu terasa ringan. Jadi kadang-kadang biasa, gak ada protokoler saya datang ke rumah Kapolda, DPR, Danrem, sudah seperti saudara, seperti keluarga. Itu cara kita untuk how to deal with parliament, media and stakeholders,” tambah Gubernur Zul.

Selain pembahasan tentang Mandalika, Ust. Syaikhu juga tertarik dengan salah satu program unggulan duet Bang Zul-Ummi Rohmi, yaitu Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Bang Zul menyatakan, program tersebut merupakan perpanjangan dari program bantuan tunai dari pemerintah pusat yang kemudian dikemas dengan cara baru oleh pemerintah Provinsi NTB.

“Dulu pak Presiden pernah punya program bantuan tunai ke masyarakat. Nah, NTB ini mengambil jalan yang tidak biasa dalam menyalurkannya. Melalui program JPS Gemilang ini, bantuan tersebut tidak kami berikan secara tunai, tapi dalam bentuk produk lokal yang dibuat oleh para UKM di NTB,” kata pria yang pernah menempuh pendidikan Harvard University itu.

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Menurutnya, jika bantuan tersebut diberikan dalam bentuk produk lokal melalui program JPS Gemilang, ekonomi di NTB tidak akan mati, melainkan akan menghadirkan snowball effect dengan jargon industrialisasi.

“Program ini penting supaya UKM-UKM kita semangat, ada snowball effect dengan jargon industrialisasi. Kita ingin bantuan itu tidak hanya dapat mudahnya saja, tapi harus menghadirkan impact positif dalam ekonomi. Alhamdulillah, berkat program JPS Gemilang, sekarang sudah ada 5000 UKM baru yang muncul di NTB,” jelasnya. ***

 

 




Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan 

NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia, harus memperlakukan tamu dengan kasih sayang agar memberi kesan mendalam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat NTB diingatkan, penting menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia melalui sikap dan keteladanan yang baik kepada tamu yang berkunjung ke NTB. 

Tuan Rumah event dunia

Terlebih NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia seperti MotoGP, IATC, mini MotoGP, MXGP dan lainnya. 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan itu pada pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se NTB di gedung PWNU NTB di Mataram, Sabtu (26/02/22). 

“Tidak perlu mengedepankan agama dalam bentuk formal namun memperlakukan sesama manusia dengan kasih sayang yang ikhlas akan memberi kesan mendalam,” ungkap Gubernur.

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Dikatakan, hal ini penting diungkapkannya terlebih para nahdliyin NU punya cara tersendiri menjelaskan Islam di masyarakat NTB maupun Indonesia. 

Gubernur berharap dengan dilantiknya para pengurus PCNU akan menghadirkan kolaborasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah di masa depan. 

Ketua PWNU NTB, Prof. Dr TGH Masnun Tahir mengatakan, seluruh elemen NU NTB telah berkontribusi dalam membangun NU, sehingga diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang. 

Terutama pembangunan gedung PWNU NTB sebagai basis membangun umat. 

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan

“Kami juga  mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya kepada NU NTB,” sebut Masnun. 

BACA JUGA: Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa

NU sendiri melantik lima pengurus cabang NU kota Mataram, kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, kota Bima, Lombok Barat dan Lombok Utara sedangkan Bima dan Dompu masih melakukan pembaharuan pengurus. 

Selain dilantik oleh Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar, juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, Danrem, Kapolda, para ketua partai dan pengurus organisasi NU. ***

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan