Rachmat Hidayat Pantau Penyaluran BLT BBM di Pulau Lombok

Anggota DPR RI Rachmat Hidayat memantau penyaluran BLT BBM, untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah diterima 432.944 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di NTB, terhitung sampai hari Minggu (18/09/22). 

Dengan demikian, masih ada 130.873 KPM lagi yang sedang dalam proses pencairan dari total 553.817 kuota KPM penerimta BLT di Bumi Gora.

Rachmat ingin memastikan BLT BBM tanpa potongan

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Rachmat Hidayat menyapa dari dekat masyarakat yang menerima BLT di Lombok Timur dan Kota Mataram, dua hari terakhir yakni hari Sabtu (17/09) hingga Minggu (18/09).  

BACA JUGA: Pemprov NTB Beri Penghargaan Kiprah ALI BD di Perbankan

Rachmat Hidayat juga memantau penyaluran bantuan yang merupakan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut.

“Saya akan tetap melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyaluran bantuan ini supaya hak-hak masyarakat terpenuhi,” kata Rachmat.

Politisi senior yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini didampingi pejabat Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial, Kementerian Sosial, Ani Iriani Freeyanti.

Di Lombok Timur, Rachmat memantau penyaluran BLT BBM di Desa Masbagik Selatan pada Sabtu pagi. Di sana, pada hari tersebut, terdapat 991 KPM yang akan menerima BLT. Mereka sudah siap masing-masing dengan membawa surat pemberitahuan yang dikirimkan dari Kantor Pos dan membawa KTP dan Kartu Keluarga. 

Hampir seluruh penerima BLT ini adalah warga perempuan.

Kedatangan Rachmat disambut riuh warga yang sedang mengantre proses pencairan dengan raut penuh kegembiraan.

 Kepala Kantor Pos Selong Defri Maulana juga menyongsong untuk menyambut kedatangan Rachmat dan rombongan.

Mihram, warga Masbagik Selatan, menunjukkan surat pemberitahuan yang diterimanya. Dalam, surat itu perempuan 73 tahun tersebut diberitahu akan mendapat pencairan dana BLT tahap pertama dan juga dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk bulan September. 

Jumlah BLT tahap pertama Rp 300.000 dan BPNT bulan September sebesar Rp 200.000. Sehingga, total seluruh warga menerima Rp 500.000.

Dalam surat pemberitahuan juga disebutkan kalau bantuan tidak ada potongan apa pun. Jika ada potongan, tercantum nomor pengaduan di Kementerian Sosial yang dapat dihubungi kapan saja. 

Khusus untuk dana BPNT, tidak boleh digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras.

Butuh waktu kurang dari lima menit bagi setiap warga untuk mencairkan dana BLT dan dana BPNT yang mereka terima. 

Kepada petugas dari Kantor Pos yang sudah berada di hadapan mereka, satu per satu warga dipanggil namanya. Mereka menunjukkan kelengkapan dokumen yang mereka bawa, kemudian membubuhkan cap jempol, dan setelah itu dana BLT dan BPNT dicairkan secara tunai. 

Warga yang sudah menerima dana tersebut kemudian difoto secara langsung oleh petugas Kantor Pos yang menyerahkan dana.

Seluruh proses pencairan tersebut dipantau secara saksama oleh Rachmat. Termasuk memastikan,  jumlah bantuan yang diterima oleh warga benar-benar tepat jumlah tanpa ada pemotongan.

Di hadapan seluruh warga yang menerima BLT, saat didaulat memberikan sambutan, Rachmat menjelaskan dirinya adalah Anggota Komisi VIII DPR RI yang berasal dari Rumbuk, Lombok Timur.

Rachmat menjelaskan, BLT yang diterima oleh masyarakat dari pemerintah adalah kompensasi untuk masyarakat seiring dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

Dijelaskan, pencairan dana BLT dilakukan dua tahap. Masing-masing tahap, setiap warga mendapatkan Rp 300.000. 

Untuk tahap pertama ini, selain dana BLT, pada saat yang sama, masyarakat juga mendapat pencairan dana BPNT untuk bulan September dengan nilai Rp 200.000. Sehingga total warga menerima Rp 500.000.

“Bantuan ini khusus untuk warga yang tidak mampu. Mudah-mudahan, di pencairan berikutnya, juga berbarengan dengan pencairan dana BPNT. Sehingga jumlah yang akan diterima Bapak Ibu, akan sama sebesar Rp 500.000,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (Satu)

Kepala Kantor Pos Selong Defri Maulana menjelaskan, pihaknya menargetkan penyaluran dana BLT dan BPNT sudah akan mencapai 98 persen di Lombok Timur pada hari ini.

Hingga kemarin, dari total 125.719 KPM yang menerima BLT di Gumi Patuh Karya, sebanyak 96.542 KPM sudah menuntaskan pencairan. 

Sementara 29.177 KPM lainnya sedang dalam proses.

“Kami akan melayani proses pencairan tanpa ada jeda,” kata Defri. Sehingga, pada saat hari libur pun, proses pencairan terus berlangsung.

Penyaluran BLT di Mataram

Rachmat juga memantau proses pencairan BBM di Kota Mataram. Rachmat mendatangi Kantor Pos Ampenan dan menyapa 75 warga yang sedang mengantre proses pencairan di sana, Minggu 18 September 2022. 

Warga dari Kelurahan Jempong yang mendapat giliran pencairan. Pada saat yang sama, selain di Kantor Pos Ampenan, proses pencairan BLT juga dilakukan di Kantor Pos Cabang Utama Mataram di Jalan Sriwijaya. 

Di sana, ada 1.600 warga yang mencairkan dana BLT. Setiap penerima masing-masing mendapat dana tunai Rp 500.000 yang terdiri dari dana BLT dan BPNT.

Kedatangan Rachmat di Kantor Pos Ampenan disambut pejabat Kementerian Sosial Ani Iriani Freeyanti dan Executive General Manager PT Pos Indnesia Kantor Cabang Utama Mataram, Achmad Saiful Bahri. 

Sama seperti di Lombok Timur, Rachmat juga datang untuk memastikan BLT BBM disalurkan tepat sasaran dan memastikan disalurkan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah disiapkan Kementerian Sosial. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD NTB Made Slamet dan Ketua Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati. 

Kepada warga yang menerima dana BLT, Rachmat menjelaskan, kebijakan Presiden Joko Widodo yang menarik subsidi BBM dan menggantinya dengan BLT BBM merupakan kebijakan yang pro terhadap kepentingan rakyat.

“Kenapa Presiden Jokowi menarik subsidi BBM? Karena masih banyak orang kaya yang dapat. Makanya diganti dengan BLT, supaya masyarakat yang berhak bisa mendapatkan haknya,” kata tokoh kharismatik NTB ini.

Dirinya pun berharap agar bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar.

“Pergunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya memberi pesan. 

Di tempat yang sama, Achmad Saiful Bahri mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah menyalurkan BLT BBM kepada masyarakat. 

Dirinya pun berterima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan penyaluran BLT BBM memalui PT Pos Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah khususnya melalui Pak Rachmat Hidayat yang telah mengupayakan BLT BBM ini dapat tepat sasaran,” imbuh Saiful.

Saiful menjelaskan, di Kota Mataram jumlah penerima BLT BBM sebanyak 35.887 KPM. Secara keseluruhan, hingga kemarin, yang sudah menuntaskan pencairan sebanyak 29.704 KPM. Sementara 15.980 KPM sedang dalam proses.

BACA JUGA: Nilai Pejuangan Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

 “Kami optimis realisasi bisa mencapai 97 persen pada hari ini,” katanya.

Secara keseluruhan di NTB, Saiful menjelaskan, total ada 553.817 KPM yang menerima BLT. 

Jumlah tersebut mengalami penambahan, sebab dalam prosesnya, Kementerian Sosial memang telah meminta pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data sehingga data terbaru yang menjadi rujukan.***

 

 




Wagub NTB, Sitti Rohmi Hadiri Pawai Ta’aruf Hultah NWDI

Pimpinan Pusat Muslimat NWDI yang juga Wagub NTB Sitti Rohmi hadiri pawai ta’aruf ultah NWDI 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadiri Pawai Ta’aruf di kota Pancor Lombok Timur, Sabtu, (17/09/22).

Wagub NTB ikut menyaksikan pawai ta'aruf hultah NWDI
Wagub Sitti Rohmi

Pawai ta’aruf yang dihadiri 396 kontingen itu terdiri dari jamaah, pengurus, hingga pecinta NWDI se Indonesia ini merupakan rangkaian  kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi ke – 87 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). 

BACA JUGA: Nilai Perjuangan sang Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

Selain Wagub Sitti Rohmi selaku Pimpinan Pusat Muslimat NWDI, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, M. Zainul Majdi MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang serta Pimpinan Pondok Pesantren NWDI se Indonesia.

Sebelumnya, di hari yang sama Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar NWDI, juga berkesempatan menghadiri pembukaan rapat kerja nasional NWDI, di Auditorium Siti Rauhun  ZAM Universitas Hamzanwadi. ***

BACA JUGA: MTQ IPQQH Dihadiri Gubernur NTB




Nilai Perjuangan Sang Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

Kata Gubernur NTB, organisasi NWDI mampu mengintegasikan nilai perjuangan maulana syaikh untuk kita implementasikan di seluruh Indonesia

LOTIM.lombokjournal.com ~ NWDI sebagai organisasi terbesar di NTB memiliki modal besar membentangkan sayap perjuangan sampai ke penjuru dunia.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan ini saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke 87 NWDI dan Haul ke 25 TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Lombok Timur (18/09/22).

BACA JUGA: MTQ IPQQH Lotim Dihadiri Gubernur NTB

Gubernur NTB ajak NWDI serukan nilai perjuangan Maulana
Gubernur Zul berdampingan dengan TGB

“Ini merupakan ulang tahun bersejarah bagi saya, karena NWDI memiliki visi luar biasa di masa mendatang,” ungkap Bang Zul Eksistensinya NWDI sampai detik ini tidak terlepas dari buah dari nilai perjuangan sang pendiri, yakni maulana syaikh TGKH M.Zainuddin Abdul Madjid. 

Gubernur NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar NWDI mengajak seluruh warga NWDI yag hadir untuk terus mentauladani perjuangan sang Maulana dalam menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

” NWDI ini bukanlah ormas orang Lombok atau orang NTB. Tapi NWDI adalah organisasi yang mampu menghimpun dan mengintegasikan nilai perjuangan maulana syaikh untuk kita gaungkan serta implementasikan bersama diseluruh Indonesia bahkan penjuru dunia,” jelas Bang Zul.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum pengurus besar NWDI, TGB.Dr. M.Zainul Majdi, mengungkapkan, tantangan ataupun problem paling besar manusia saat ini adalah sering kali berlebihan membanggakan prestasi yang dicapai.

Menurutnya, saat ini yang lebih penting yakni mengisi hati kita sepanjang hari dengan kebaikan.

“Sebaik baik guru adalah orang yang selalu memberikan segala kebaikan, untuk jalan menuju ridho Allah. Dan semua itu sudah terbukti ada di sang maulana Tgkh.M.Zainuddin Abdul Madjid,” terang mantan Gubernur NTB dua periode tersebut.

Selain itu, TGB juga mengingatkan kepada jamaah NWDI, agar di era yang serba digital ini, untuk selalu menahan diri dari aktifitas yang sifatnya memecah belah. Seperti saling umpat, menyebarkan berita hoax yang berujung timbulnya fitnah antar sesama.

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

“Tetaplah pada prinsip nilai perjuangan sang Maulana, kompak, utuh, bersatu dan bingkailah dengan kebersamaan,. Karena cara ternikmat untuk berIndonesia yakni dengan kebersamaan,” jelas Ketua Organisasi Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia itu.

Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Bupati dan Wakil bupati Lombok Timur, Forkopimda NTB serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.*** 

 

 




MTQ IPQQH Lotim Dihadiri Gubernur NTB

Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah (IPQQH) Lotim diikuti 450 peserta

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menghadiri Musabaqoh Tilawatil Quran di Desa Lenting, Sakra Timur, Lombok Timur yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur, Jumat (17/09/22). 

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Penyelenggaraan MTQ IPQQH Lotim diikuti 450 peserta

“Salut pada semangat dan dedikasi Ustadz Abdurrahman, Qori Internasional kita dan Ustadzah Dr Hj Nurlalela sehingga acara yang luar biasa ini bisa terlaksana,” ujar Gubernur. 

Pelaksaan MTQ IPQQH tingkat Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan oleh Ikatan persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur diikuti 450 orang peserta dalam 12 cabang.

Pelaksanaan MTQ IPQQH yang digelar di Ponpes Tahfidz Al-Furqon, Dasan Cermen. Lenting, kecamatan Sakra Timur, dibuka Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Minggu (11/09/22).

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Dalam pembukaan MTQ tersebut, Sukiman Azmy mengapresiasi penyelenggaraan MTQ IPQOH pertama dan berharap kecintaan pada Al Quran dan agama makin tumbuh dalam masyarakat terutama warga Lombok Timur. ***

 

 




Hasto Kristiyanto Resmikan Musala Tanzila Khadijah PDIP NTB

Didampingi Tuan Guru dan alim ulama, Hasto Kristiyanto resmikan Musala Tanzila Khadijah untuk memberi layanan beribadah pada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Didampingi para Tuan Guru dan alim ulama, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, meresmikan Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB, Jumat (16/09/22). 

Kehadiran musala ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kesisiplinan dalam beribadah, tapi juga menjadi benteng moral seluruh kader dan umat Islam yang datang menunaikan salat sunah dan salat wajib.

Hasto Kristiyanto mengatakan, musala Tanzila untuk menggelorakan api Islam bung Karno
Peremian Musala Tanzila Khadijah

Peresmian diawali dengan sambutan Sekretaris Umum Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Putra KH Amru Al-Mu’tashim ini mengatakan, keberadaan musala Tanzila Khadijah tersebut sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan yang juga merupakan salah seorang pengurus PBNU ini mengatakan, DPD PDIP NTB sebelumnya telah memiliki satu musala yang terdapat di area dalam kantor DPD. 

Namun, demi memudahkan masyarakat yang hendak beribadah, DPD PDIP NTB kemudian memutuskan membangun kembali satu musala yang sangat representatif dan persis berada di bagian depan kantor PDIP NTB, yang berada di Jalan Dr Soejono. 

Jalur ini merupakan salah satu jalan protokol di Kota Mataram, di mana kantor-kantor pemerintahan berdiri baik instansi Pemerintah Pusat, maupun instansi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram.

Untuk masyarakat yang datang beribadah, pengurus Musala nantinya juga menyiapkan sajian makanan dan minuman yang dapat dinikmati setiap usai menjalankan ibadah Salat Fardu.

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Gus Falah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua DPD PDIP NTB yang juga merupakan koleganya sesama Anggota DPR RI, H Rachmat Hidayat, yang telah menginisiasi pembangunan musala hingga rampung. 

Gus Falah mengatakan, balasan untuk mereka yang membangun tempat ibadah akan datang langsung dari Allah SWT.

“Mereka yang membangun tempat ibadah di dunia, sekecil apa pun, Allah akan menggantinya dengan membangunkannya istana di surga,” kata Gus Falah.

Bung Karno dan Islam

Prasasti peresmian Musala Tanzila Khadijah sendiri, sebelumnya telah ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri. 

Lantaran pada saat yang sama, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut sedang berada di Korea Selatan untuk menjadi pembicara dalam forum perdamaian yang dihadiri tokoh-tokoh dunia, Ibu Mega tidak bisa hadir secara langsung dalam peresmian, sehingga diwakili Hasto Kristiyanto.

Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan, peresmian musala ini adalah perwujudan nyata dari “Api Islamnya Bung Karno”, di mana Presiden Pertama RI tersebut menginginkan Islam menjadi agama yang maju, sehingga menjadikannya sebagai api sejarah peradaban. 

Selain menjadi tempat beribadah dan bermunajah, musala ini kata Hasto dihajatkan menjadi tempat lahir dan tumbuhnya pemikiran Islam. 

Tempat dilakukannya kajian-kajian fiqih. Tempat berdiskusi dan memperdalam ilmu agama, dan juga tempat kontemplasi.

“Kita akan menggunakan musala ini sebagai tempat memperkuat keimanan kita dan menjadi benteng moral kita. Dengan begitu, kerukunan yang menjadi prinsip Pancasila, akan dapat dijalankan umat dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto.

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga menyampaikan bagaimana kedekatan Bung Karno dengan Umat Islam. Tidak hanya di Indonesia namun juga umat Islam di dunia.

Dalam Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965, Bung Karno bahkan telah diberi gelar Pembebas Bangsa Bangsa Islam, karena andil besar Bung Karno atas kemerdekaan sejumlah negara-negara Islam seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair, dan Pakistan.

Di Pakistan dan negara-negara Afrika Utara tersebut, Bung Karno bahkan langsung mengerahkan armada kapal selam Whiskey milik Indonesia, untuk membantu perjuangan kemerdekaan negara-negara tersebut. 

Pada saat itu, Indonesia memang merupakan negara di belahan selatan dunia yang memiliki kekuatan militer yang sangat tangguh. Indonesia bahkan memiliki 12 unit kapal selam jenis Whiskey yang merupakan kapal selam tercanggih pada masanya.

Bahkan di Aljazair, Bung Karno menyelundupkan senjata ke sana untuk membantu perjuangan kemerdekaan warga Aljazair melawan penjajah Prancis. 

Langkah Bung Karno tersebut memantik beragam kekhawatiran. Hasto menceritakan, berdasarkan penuturan Guntur Soekarnoputra, yang kala itu sudah menempuh pendidikan sekolah menengah, Bung Karno diingatkan akan tindakannya yang bisa berimplikasi dengan datangnya sanksi dari Perserikatan Bangsa Bangsa. 

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

Namun, Bung Karno bergeming.

Kepata Guntur, putra sulungnya, Soekarno menegaskan, apa yang dilakukannya adalah prinsip membumikan Pancasila. Bung Karno tidak takut kepada PBB. 

Bung Karno hanya takut kepada Allah SWT. Karena itu, Bung Karno meminta putranya tenang-tenang saja.

“Kalau PBB macam-macam, nanti Bapak kentuti,” kata Hasto mengutip ucapan Bung Karno yang disampaikan kepada Guntur kala itu.

Kata Hasto, Bung Karno ingin Bangsa Indonesia bukan menjadi bangsa penakut. Bukan menjadi bangsa yang mudah ditekan. 

Maka setelah negara-negara tersebut merdeka, nama Bung Karno diabadikan. Di Pakistan ada Bung Karno Square Khyber Bazar di Kota Pesawat. 

Sementara di Aljazair juga ada monument Bung Karno di jantung Kota Aljir, ibu kota negara yang dijuluki “Negeri Seribu Syahid” tersebut.

Bung Karno bahkan ingin Pancasila menjadi Piagam PBB. Dalam pidatonya “Membangun Dunia Kembali” (To Build The World a New) di hadapan Sidang Umum PBB ke-15 tanggal 30 September 1960, Bung Karno telah menyampaikan usulan tersebut secara langsung. Bung Karno haqqulyakin, Pancasila mampu membangun peradaban dunia.

Sayangnya, dalam perjalanan bangsa Indonesia, kata Hasto, banyak sejarah yang kemudian ditutupi, difitnah, dan Bung Karno dijauhkan dengan Islam. 

Padahal Bung Karno adalah santri sejati. Bung Karno misalnya digembleng langsung oleh tokoh masyhur Sarikat Islam HOS Tjokroaminoto. 

Bung Karno juga belajar langsung tentang Islam bermemajuan, Islam yang membangun peradaban yang bersekutu dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada KH Ahmad Dahlan, ulama besar tanah air, pahlawan nasional, dan pendiri Muhammadiyah. Bung Karno juga belajar langsung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, ulama besar bergelar pahlawan nasional dan merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

“Tapi, biarlah kalau ada yang memfitnah. Kalau ada sejarah yang dibelokkan. Kita memperjuangkan politik kebenaran. PDIP ingin menjadi rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya. Rumah bagi umat Islam,” kata Hasto.

Di bagian lain, Bung Karno bahkan adalah penyelamat Universitas Al Azhar, Kairo, sebuah perguruan tinggi Islam tertua di dunia yang namanya begitu masyhur hingga kini. 

Pada 1959, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, sudah bersiap menandatangani Surat Keputusan penutupan Universitas Islam Al Azhar Kairo, dan akan diganti dengan suatu institusi pendidikan yang baru. 

Namun, dalam kunjungan untuk menemui sahabatnya, Presiden Nasser, Bung Karno menyampaikan ketidaksetujuannya. Disebutnya, penutupan Universitas Al Azhar adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan. 

Nasihat Bung Karno sangat didengarkan Presiden Nasser, dan membuatnya membatalkan penutupan Universitas Al Azhar Kairo dan eksis sampai saat ini.

Ucapan Bung Karno saat mengunjungi Universitas Al Azhar Kairo pada 24 April 1960, kini menjadi prasasti yang diletakkan di dekat Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB. 

Dalam prasasti tersebut tertulis ucapan asli Bung Karno dalam ejaan Bahasa Indonesia lama, “Islam boekanlah sekedar sistem agama melainkan adalah seboeah adjaran jang lengkap oentoek Peradaban Rahmatan Lil Alamin”.  

Pun juga, Bung Karno memelopori penghijauan di Padang Arafah, setelah merasakan langsung bagaimana tandusnya Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji pada 1955. Bung Karno lalu mengajukan usulan penghijauan kepada Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Saud untuk menanam ribuan pohon yang rindang. Bung Karno kemudian mengirimkan ribuan bibit pohon mimba atau sejenis pohon mindi dari Indonesia untuk ditanam di Arafah. 

Pohon-pohon itu kini dikenal dengan nama Pohon Sukarno, dan menjadi peneduh bagi jutaan jamaah haji saat menjalankan ibadah wukuf yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji.

“Kalau untuk pembangunan tempat ibadah. Saya tidak bisa lagi merinci jumlah masjid, musala yang dibangun Bung Karno sebagai tempat ibadah bagi Umat Islam,” kata Hasto.

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Tokoh kelahiran Jogjakarta ini kemudian mendaulat para tuan guru dan alim ulama yang hadir untuk menggunting pita sebagai tanda peresmian Musala Tanzila Khadijah. 

Diawali doa yang dipimpin TGH Subki Sasaki, musala tersebut secara resmi dibuka dan dapat dipergunakan oleh kaum Muslimin.

Senam Sicita

Sementara itu, sebelum agenda peresmian musala, Hasto mengikuti kegiatan senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di Kantor DPD PDI Perjuangan. Hasto bersama sejumlah kader yang hadir melakukan sedikit pemanasan. 

Lagu Sicita lalu diputar dan semua kader ikut bergerak mengikuti arahan instruktur. Ratusan kader yang menggunakan kaus merah begitu semangat mengikuti gerakan instruktur senam.

Senam Sicita tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali. Hasto memang memancing instruktur menambah repetisi senam. “Sekali lagi, sekali lagi,” kata Hasto ketika senam Sicita sesi kedua selesai.

Hasto menyampaikan senam Sicita ini mengandung semangat nasionalisme dan kekayaan Nusantara. Di dalamnya terdapat aransemen lagu nasional, daerah, dan slogan-slogan Indonesia.

Namun begitu, yang terpenting, lanjut Hasto, senam ini bisa membawa kesehatan dan semangat bagi kader PDIP.

“Menurut penelitian UNJ, satu kali senam Sicita rata-rata bisa membakar seribu kalori,” kata Hasto. Doktor Ilmu Pertahanan itu juga menyampaikan kepada para kader betapa pentingnya menjaga kesehatan. Terlebih ke depan tahapan pemilu 2024 sudah berjalan.

“Dengan senam Sicita ini kita sehat, tahapan pemilu dapat dilakukan sebaik-baiknya dengan semangat. Jadi, semangat diawali kesehatan kita,” kata Hasto sembari berharap para kader rutin melaksanakan senam Sicita ini di Kantor DPD PDIP NTB.

Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Hasto kemudian mengunjungi Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Di sana, Hasto mengenakan pakaian adat Sasak lengkap dengan keris. Hasto juga berdiskusi banyak dengan para pelaku usaha dan jasa pariwisata di sana. Menyaksikan langsung atraksi peresean dan melihat dari dekat bagaimana rumah asli masyarakat Suku Sasak. ***

 




Penghargaan dari BNN RI untuk Bupati Lombok Utara 

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyampaikan penghargaan pada Bupati yang berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dianugerahkan untuk Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, atas partisipasi pada peran aktif fasilitasi implementasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB.

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Saat menyerahkan penghargaan, Kepala BNN menyambut baik entusias Pemda

Kepala BNN RI Komjen POL Dr. Petrus Reinhard Golose menyerahkan penghargaan itu pada acara Strategi War On Drugs atau pendidikan berkarakter anti narkoba bagi mahasiswa, di Universitas Mataram, Jum’at (16/09/22). 

Hadir dalam penyerahan penghargaan itu Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Para Bupati/Walikota, Rektor Unram, dan para Mahasiswa Unram.

Petrus Reinhard Golose menyambut baik atas antusiasme melalui acara War On Drugs. Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengambil andil dalam membuat gerakan stop narkoba

“Mahasiswa jangan pernah tergiur oleh narkoba, narkoba memang terkesan menggiurkan tapi dampak buruk yang diberikan sangat besar,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan, para mahasiswa yang hadir agar lebih menjaga diri sendiri, serta waspada bahaya narkoba.

“Kehancuran bangsa dimulai dari rusaknya kehidupan generasi muda, kita pahami dampak buruk narkoba dan cara penanganannya sehingga mampu menjadi generasi muda yang jauh dari narkoba,” kata Bambang.

“Harapan saya  para mahasiswa lebih menjaga diri, mampu menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dimasa yang akan datang,” katanya.

BACA JUGA: Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata

Pada kegiatan ini, BNN RI menyerahkan penghargaan War On Drugs untuk para bupati dan walikota serta lainnya.***

 




Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata 

Di acara Gala Dinner bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Gubernur NTB menceritakan khasiat air awet muda di Narmada

LOBAR.lombokjournal.com ~ Di tengah acara Gala Dinner yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Kamis (15/09/22), Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mempromosikan destinasi wisata di Lombok. 

Dikatakan, Provinsi NTB kaya akan potensi obyek wisata menarik. 

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalagunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Gubernur NTB mengajak mengunjungi obyek wisata di Lombok
Gubernur Zulkieflimansyah (kaos oranye)

Salah satunya ialah Taman Narmada yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional bahkan internasional.

“Saya anjurkan teman-teman semua untuk ke Taman Narmada. Konon menurut masyarakat sekitar, siapa saja yang membasuh dengan menggunakan air Narmada akan kembali awet muda,” kata Gubernur Zul. 

Bang Zul sapaan akrabnya, mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah memilih Provinsi NTB sebagai tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan menarik seperti ini.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih semoga waktu yang dihabiskan di NTB ini penuh makna dan penuh arti,” ungkapnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh jajarannya bersama dengan Pemrov NTB serta Forkopimda NTB untuk lebih semangat dalam perang melawan narkotika.

“Disini saya mengajak teman-teman, mari kita kobarkan semangat war on drugs khususnya memberantas tindak pidana pencucian uang narkotika” ujarnya.

Lanjutnya, ia menceritakan secara singkat, asal mula pencucian uang diawali dari tindak pidana narkotika dan selanjutnya berkembang ke sektor-sektor lainnya.

Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih khususnya kepada Gubernur yang telah menyempatkan waktunya hadir langsung serta Pemrov NTB yang telah endeklarasikan  War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika di daerahnya.

“Terimakasih saya ucapkan semoga hal ini dapat menekan tindak pidana pencucian uang narkotika,” ucapnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum mantan Sejawatnay di UNRAM

Gala Dinner kali ini mengambil tema “Semangat War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika”. 

Di ujung acara memberikan sekaligus mengenakan jaket “War On Drugs” kepada Gubernur Zulkieflimansyah ***

 




Gubernur NTB Resmikan Bangunan Ponpes di Desa Karumbu

Sambutan masyarakat Desa Karumbu yang sangat antusias diapresiasi Gubernur NTB

BIMA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah meresmikan bangunan pondok pesantren Al-Karamah Desa Karumbu, Rabu (14/9/2022) di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, sekaligus silaturahmi bersama masyatakat Desa Karumbu, dalam kunjungan kerja Gubernur NTB bersama rombongan Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, selama dua hari di Kota dan Kabupaten Bima.

Gubernur mengapresiasi sambutan masyarakat Desa Karumbu dan santri Ponpes Al-Karamah.

BACA JUGA: Roadshow di Kota Bima, Bang Zul Puiji Produk Kuliner Lokal

Masyarakat Desa Karumbu sangat antusias menyambut kedatangan Gubernur NTB

“Terimakasih masyarakat Karumbu, dan penampilan adik-adik yang marawis bagus sekali,” puji Gubernur Bang Zul.

Gubernur juga berharap, Ponpes terus berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat Lanngudu. Termasuk adanya para santri ponpes yang telah lulus dan memperoleh beasiswa diluar daerah,”,kata pria kelahiran Sumbawa ini.

“Semoga adik-adik santri ponpes jadi peretas jalan bagi adik-adiknya, mendapatkan beasiswa bidik misi,” ucap mantan anggota DPR RI tersebut.

Gubernur mengajak masyarakat Karumbu dan Langgudu umumnya untuk merawat hutan dan melakukan penghijaun.

“Karena persoalan hutan berdampak terhadap kelestarian alam, ketersediaan air untuk pertanian dan lainnya, sehingga masyarakat yang menginginkan bendungan dapat mendukung penansman hutan,”ajak Bang Zul.

Sementara itu Camat Langgudu,  Abdul Wahab menyampaikan ucapan terimakasih telah dikunjungi Gubernur. Diharapkan kunjungan ini bukan yang terakhir.

Ditambahkan oleh Ketua Yayasan yang diwakili Salahudin S. Ag, merasa bangga bangunan ponpes diresmikan oleh Gubernur NTB.

“Kami bangga, yang meresmikan bangunan adalah Gubernur NTB,” akunya.

Dijelaskannya ponpes tersebut terus berkembang seiring dengan  waktu pendiriannya.

“Sehingga menghasilkan santri yang melanjutkan kuliah dan memperoleh beasiswa,” paparnya. 

Sementara itu, sebelumnya Kades karumbu, Suherman, SH menyampaikan Desa Karumbu adalah Ibu Kota Kecamatan. 

“Maka kami berharap agar lingkungan di sepanjang jalan provinsi sekitar desanya dapat dibantu untuk penataan,” harapnya.

Kades juga merasa bangga kunker Gubernur ke Langgudu lebih khusu di Karumbu merupakan mimpi masyarakat.

“Karena bisa bertemu kembali dengan Gubernur NTB,” timpalnya.

BACA JUGA: Industrialisasi di Masa Depan Tergantung Peran Milenial

Hadir mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB,  Kadis Perindag, Sekertaris Bappeda, kepala Brida, kepala Disdak,  Kadis ketahanan Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Tambun, Kadis LHK,  Kadis Peternakan dan Keswan, Kadis DPMPTSP, Kadis Desa dan Dukcapil,  Kadis DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol, Karo Ekonomi, Karo Adpim, PLT Karo PBJ, GM Geopark Tambora dan sejumlah Kepala Cabang, UPTD Provinsi di Bima. ***

 




Bupati Kukuhkan Pengurus FKUB KLU Masa Khidmat 2022-2027

Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KLU yang dikukuhkan Bupati Djohan, diharapkan mampu menyelesaikan masalah antar umat beragama

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara, masa khidmat Tahun 2022- 2027, dikukuhkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH  di Aula Kantor Bupati (15/09/22). 

Pengukuhan FKUB berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Utara, Nomor: 74/26/KESBANG/2022 tentang pembentukan Forum dan Sekretariat Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara tahun 2022-2027, dengan 20 orang pengurus FKUB KLU.

BACA JUGA: Pembangunan Pusat Pemerintahan KLU akan Selesai Lebih Cepat

Bupati mengatakan, FKUB diharapkan mampu menyelesaikan masalah umat beragama

Wakil Bupati Lombok Utara menjadi Dewan Penasehat 

Ketua FKUB, Dr. Lalu Muhammad Muhsin Efendi Muhtar., MA, Wakil Ketua I Marianto dan Wakil Ketua II Romo Cindrasah, Sekretaris, Ust. Hamdun M.Hi.

“Keberadaan FKUB untuk memelihara kerukunan antar umat beragama selaras dengan tujuan Pemerintah Daerah dalam mempererat persatuan dan kesatuan umat beragama di KLU,” kata Bupati Djohan usai pengukuhan. 

Menurutnya, FKUB memiliki peran penting di tengah perpecahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menjadi penghubung, mediator dan penyelaras dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci keberlangsungan dan kestabilan berbangsa dan bernegara,” tutur bupati.

Perbedaan yang ada hendaknya melebur menjadi perekat kewargaan dan kebangsaan, menguatkan keberadaan budaya, agama, suku dan ras yang berbeda sebagai pendorong kemajuan daerah di masa depan.

Harapan kita  dengan adanya FKUB seluruh permasalahan antar umat beragama dapat terselesaikan dengan baik.

BACA JUGA: Wabup Danny Jelaskan Rancangan Nota Keuangan APBDP KLU

Dan FKUB juga diharapkan menjembatani sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama. Sekaligus upaya mempertahankan dan meningkatkan kondusifitas daerah.

Hadir pula  Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST.,M.Eng, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Kepala Kemenag KLU H. M. Ali Fikri SH.,MH, Kepala Kesbangkespol Muldani M.Si, Camat Pemenang serta undangan lainnya. ***

 




Roadshow di Kota Bima, Bang Zul Puji Produk Kuliner Lokal 

Melakukan roadshow di Kota Bima, Gubernur NTB Bang Zul menyarankan pentingnya kemasan produk yang jadi daya tarik pasar

BIMA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam rangkian kunjungan kerja, untuk Roadshow Industrialisasi di Kota Bima, meninjau langsung produk stand UMKM.

Bang Zul sapaan Gubernur NTB, memuji sejumlah produk, berupa kuliner dan panganan lokal serta tenun khas Bima yang dihasilkan oleh UMKM lokal.

Roadshow di Kota Bima, Gubernur NTB puji sejumlah produk kuliner dan panganan lokal serta tenun khas Bima
Gubernur Zulkieflimansyah Talkshow industrialisasi

“Hasil produk ini harus terus dikembangkan rasa dan kemasannya,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Industrialisasi di Masa Depan Tergantung Peran Milenial

Ikut mendampingi Kadis Perindustrian Nuryanti, SE., MM.,  yang sempat mencicipi bubur yang terbuat dari Jewawut, hasil olahan UMKM Marimpa Kota Bima, Rabu (14/09/22) di halaman Istana ASI Mbojo Kota Bima.

Sehingga, tidak hanya inovasi dan kreasi rasa yang dihasilkan, namun kemasan produk juga menjadi daya tarik pasar, untuk membeli produk tersebut.

Pemilik UMKM Marimpa, Muhammad Salmin (32),yang bergerak dalam pengolahan bahan panganan lokal, mengatakan bangga dicicipi oleh Gubernur NTB, bubur Jewawut olahannya.

“Mimpi saya, produk hasil olahan ini dicicipi Gubernur, dan hari ini terwujud. Saya juga berharap Presiden RI, bisa mencicipi bubur jewawut ini,” harapnya.

Pria yang berdomisili di Kelurahan Sambinae  Kota Bima ini, mengatakan bahwa ini menjadi penyemangat untuk berusaha. Ia juga memamerkan makanan khas yang terbuat dari Jewawut seperti susu, kue kering dan produk cemilan lain juga.

Sementara Yulia Basri,  Sekretaris UMKM Alin-Annisa Lintas Nusantara, juga merasa bangga standnya dikunjungi Gubernur NTB.

Ia mengatakan, UMKM miliknya sangat mendukung Industrialisasi produk lokal menuju NTB Gemilang.

“Pak Gubernur, tadi mecoba mencicipi oi tua (Air Aren),”ujar Yulia.

Bang Zul juga mengunjungi stand SMKPP Negeri Bima, yang dikepalai Abdul Hamid di bawah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB.

Siswa kelas X jurusan APHP SMKPP, Ifarti (16) menjelaskan, produk hasil karya siswa, seperti  stik daun kelor, ubi ungu, manisan belimbing, wedang jahe, kunyit asam.

“Tadi pak Gubernur membeli kunyit asam,” tambah Ifarti.

Dikatakannya, Gubernur juga berpesan, agar mempromosikan produk dengan bahasa daerah sehingga terlihat kelokalannya.

Selain itu, Gubernur juga memuji Pompa semprot tenaga surya, hasik karya dan inovasi SMKN 1 Kota Bima. Alat tesebut sempat ikuti lomba inovasi Ki Hajar tahun 2021. 

“Masuk nominasi wakili Prov NTB,” kata Sri Mulyati, guru pembina inovasi dan kreatifitas siswa.

Dikatakannya, alat tersebut, unggul menggunakan pakai tenaga surya. Dapat juga digunakan untuk lampu di ladang.

“Lebih hemat dan mudah dirakit petani,” jelasnya.

BACA JUGA: NTB dan NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028

Pemilik Soehendar coffe, M. Fadila juga senang dan menjadikan penyemangat produk es kopi gula aren produknya dicicipi Gubernur NTB.

“Kami menggunakan kopi lokal asal Tambora,” kata Fadil.

Begitu juga UMKM Dina, yang memproduksi tenun dan sarung Bima, senang dikunjungi Gubernur.

“Pak Zul, memborong dua sarung Nggoli,”ucap Yuyun, pemilik UMKM.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dan sering diselenggarakan, sehingga UMKM dapat sering memasarkan produknya.

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB,  Kadis Perindag, Sekertaris Bappeda, kepala Brida, kepala Disdak,  Kadis ketahanan Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Tambun, Kadis LHK, Kadis Kesehatan, Kadis Peternakan dan Keswan, Kadus Dikbud, Kadis DPMPTSP, Kadis Desa dan Dukcapil,  Kadis DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol, Karo Ekonomi, Karo Adpim, PLT Karo PBJ, GM Geopark Tambora dan sejumlah Kepala Cabang, UPTD Provinsi di Bima. ***