Masyarakat Diingatkan, Jaga Kelestarian Alam Rinjani
Wagub NTB mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak menebang pohon sembarangan
LOTIM.lombokjournal.com ~Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan taman nasional yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Daya tarik wisata utama kawasan TNGR tentu saja adalah Gunung Rinjani yang sudah terkenal.
Akan tetapi, destinasi wisata taman nasional ini tidak hanya sampai di situ saja, melainkan juga pesona alam lain yang dimiliki kawasan konservasi ini. Mulai dari flora, fauna, hingga panorama alam yang dijamin mampu memanjakan mata.
Karena daya tarik yang demikian mempesona dari Gunung Rinjani yang disebut sebagai Gunung terindah di dunia ini, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat khususnya yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam.
Salah satu caranya, tidak menebang pohon sembaranganyang akan merusak kelestarian alam Rinjani.
“Karena itu kami mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga sumberdaya alam Rinjani karena Gunung Rinjani merupakan sumber mata air bagi Masyarakat Pulau Lombok khususnya,” kata Wagub NTB.
Selain itu, tidak menebang pohon sembarangan yang mengakibatkan rusaknya mata air. Dan perlunya dijaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi alam nasional Gunung Rinjani.
“Itulah cara sederhana untuk menjaga kelestarian alam kita,” tukasnya.
Wagub NTB di hadapan jamaah dan masyarakat Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Pengajian Umum dirangkaikan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Darul Faizin NWDI, Desa Sembalun, Rabu (16/11/22).
Pernyataan Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini perihal Gunung Rinjani dan pelestarian alamnya menjadi perhatian semua pihak.
Menurutnya, ditetapkannya Rinjani sebagai kawasan Geopark karena Rinjani merupakan kawasan konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Geopark Rinjani telah mendapatkan pengakuan sebagai global geopark sejak 2018. Pada tahun yang sama juga ditetapkan sebagai zona inti dari area Cagar Biosfer Lombok. Juga Geopark Rinjanitermasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) NTB,” Wagub menekankan.
Hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Dikbud NTB, Karo Kesra Setdaprov NTB, Muspika Kecamatan Sembalun, PD NWDI se Pulau Lombok, PC NWDI Kecamatan Sembalun tokoh agama, tokoh masyarakat setempat. ***
Wagub NTB Launching Desa Berdaya
Menurut Wagub NTB, hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat mendukung peningkatan SDM di desa
LOTIM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Program ZIS Indosat bersama Rumah Zakat di Rumah Gizi Mualan Desa Telaga Waru, Pringgabaya, Lombok Timur.
Ia menyampaikan itu dalam acara Launching Desa Berdaya di Kec. Pringgabaya Kab. Lombok Timur, Senin (14/11/22).
“Program Desa Berdaya sangat sejalan dengan Program Pemprov NTB yaitu membangun dari desa, karena pembangunan dari desa akan memberikan hasil yang signifikan dan tepat sasaran,” tuturnya.
Pemprov NTB dalam program unggulannya yakni Desa Wisata secara tidak langsung menuntut warga setempat untuk meningkatkan SDM dan memanfaatkan Potensi SDA yang ada di Desa tersebut.
Selain itu, fasilitas Teknologi Informasi dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, dengan hadirnya program Desa Berdayakolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat sangat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi menyebutkan, Desa Telaga Waru merupakan Desa yang ke – 37 dalam Program Desa Berdaya di NTB yang nantinya akan tetap mendapatkan dukungan bertahap selama 2 tahun.
Selanjutnya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi turut memaparkan Program Desa Berdaya di Desa Telaga Waru nantinya akan meliputi Program Pengolahan dan Pemberdayaan Ternak kambing secara Modern, Taman Rumah Gizi, dan Program Capacity Building.
Sebagai penutup, Wagub NTB melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian program tersebut. ***
NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan
Pemprov NTB melalui program Beasiswa NTB mengirim putera puteri NTB belajar teknologi di bidang perikanan dan kelautan
BALI.lombokjournal.com ~ Dalam rangka mendukung Pemerintah Indonesia mewujudkan pembangunan laut yang berkelanjutan, Provinsi NTB menggesa program industrialisasi pada sektor Perikanan dan Kelautan.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber pada rangkaian acara G-20 di Bali mengenai the National Blue Agenda Actions Partnership, Senin (14/11/22).
“Bagi kami, bukan bagaimana kita berbicara tentang strategi laut biru yang berkelanjutan, namun yang sangat kami butuhkan di area kami adalah kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk tradisional menjadi komoditas dengan nilai yang lebih tinggi sehingga industrialisasi itu sangatlah penting,” kata Gubernur Zul dalam bahasa Inggris.
Pengetahuan mengenai ilmu sains dan teknologi sangatlah penting untuk mensukseskan program industrialisasi.
Mengirim putera/i NTB melalui program Beasiswa NTB untuk menuntut ilmu ke luar negeri dan belajar mengenai teknologi di bidang perikanan dan kelautan pun menjadi salah satu strategi Pemprov NTB
“Untuk mendukung program industrialisasi kami di komoditas tradisional, kita bisa mengirim lebih banyak siswa lagi ke berbagai negara di Eropa Timur, khususnya pada area yang ada teknologi kelautannya,” tambah Bang Zul, sapaannya.
Tidak hanya untuk belajar dan menjadi ahli pada bidang sains dan teknologi, para awardee beasiswa juga diharapkan dapat menarik para investor dari negara tempat mereka belajar untuk datang berinvestasi di NTB.
“Mereka kita kirim ke luar negeri bukan hanya bertujuan untuk menjadi ahli, tapi diharapkan dapat membawa para investor dari tempat mereka belajar. Kami akan sangat senang menyambut mereka (para investor),” ujarnya.
Hal tersebut di atas bertujuan untuk memastikan, NTB adalah provinsi yang ramah terhadap investasi dan komunitas bisnis, termasuk pada sektor teknologi perikanan dan kelautan.
Hadirnya para investor dan berbagai event internasional juga mengharuskan NTB untuk terus memperbaiki kualitas produk-produk lokal buatan UMKM, agar mendapat standarisasi yang baik.
“Kami sangat beruntung menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Pihak penyelenggara punya standar yang baik untuk komoditas kami. Ini tentunya mengakselerasi learning juga buat UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dari produk lokalnya. Akhirnya kini kami telah mampu mempersembahkan produk-produk dengan standar yang baik untuk para global audiens,” tutur Gubernur Zul
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dalam kerangka Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional untuk mendukung RI dalam percepatan pelaksanaan Agenda Pembangunan Biru (Blue Agenda Development).
Serta membangun pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih berkelanjutan.
Kemitraan ini akan berfokus pada sektor kelautan dan maritim, memastikan lingkungan yang sehat dan berkontribusi pada kemakmuran di bawah empat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru dan keuangan biru. ***
PKL Jalur Penyangga Ikut Ketiban Rezeki WSBK
Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) rezekinya meningkat dua kali lipat
LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran event World Superbike (WSBK) 2022 di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah membawa berkah tersendiri bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Terutama berkah ekonomi bagi UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan bypass Mandalika.
Salah satu yang ketiban rezeki dari event balapan internasional tersebut, adalah warung Ibu Awina yang berlokasi di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Lombok Barat.
“Alhamdulillah banyak orang yang mampir minum kopi dan makan di warung saya,” kata Ibu Awina saat ditemui tim Diskominfotik NTB yang juga menikmati kopi dan makan di warungnya, Minggu (13/11/22).
Ibu Empat Anak itu mengakui, hasil penjualan bahan makanan dan minum selama even WSBK yang dimulai sejak Jumat meningkat jika dibanding pada hari-hari biasa.
Dalam sehari ia bisa mendapat 350 ribu hingga 500 ribu, bertambah jika dibanding hari biasa yang hanya 150-200 ribu.
“Kami benar-benar merasakan berkah dari event balapan motor di sirkuit Mandalika. Banyak orang yang mampir makan dan minum kopi di warung sederhana kami,” ungkapnya yang juga ditemani oleh dua orang putrinya.
Selama delapan tahun ibu (45) berjualan di sepanjang jalan bypass. Berdagang di sepanjang jalan menuju sirkuit Mandalika menjadi mata pencahariannya bersama keluarga. Dari hasilnya jualannya, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga juga disisihkan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya dari SD hingga SMA.
“Hanya jualan ini kami bisa memenuhi kebutuhan kami, meski sederhana tapi Alhamdulillah masih dapat membantu kebutuhan kami,” imbuhnya.
Meski begitu, di balik wajahnya yang mulai menua terselip cerita sedih dari usaha jualan yang ia rintis. Bagaimana tidak, suami tercinta yang menjadi tulang punggung keluarga harus terbaring lemas di rumah selama delapan tahun.
Sembari berjualan, ia juga harus merawat suaminya.
“Suami saya sakit lumpuh, tidak bisa jalan lagi,” katanya dengan mata mulai berkaca-kaca.
Namun, semangat pemilik warung sederhana itu tak pernah pudar oleh keadaan dan ujian yang menimpa. Awina tetap tersenyum menyuguhkan kopi hitam manis kepada tim Dinas Kominfotik NTB yang singgah menikmati jualannya.
Suguhan Kopi hitamnya mengajarkan kita untuk tetap bersyukur menjalani kehidupan ini.***
IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas
Menurut Dinas Perindustria NTB, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat
LOTENG.lombokjournal.com ~ Dinas Perindustrian terus melakukan pembinaan agar Industri Kecil dan Menengah (IKM) di NTB bisa naik kelas.
Pemprov NTB berharap IKM tumbuh dan berkembang, berkreasi dan berinovasi secara mandiri.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME di media center Indonesia (MCI) Mandalika melalui keterangan persnya, Minggu (13/11/22).
“Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB, dan turut sertanya para pelaku IKM di pameran berskala nasional dan internasional seperti WSBK Mandalika 2022, merupakan media pembelajaran bagi pelaku industri kecil di NTB. Untuk menyajikan , menampilkan hasil IKM yang penuh dengan disain, inovasi yang semakin menarik,” ujar Nuryanti.
Menurutnya, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat. Bahkan inovasinya meningkat dua kali lipat. Ia menyebut beberapa kuliner NTB seperti sate Rembiga, Ayam Rarang dan lainnya telah menadi brand kuliner khas NTB yang bisa bertahan lama untuk dikonsumsi.
“Kita berharap ada sinergi dan kerjasama dengan Perindag NTB untuk sama-sama mempromosikan hasil kuliner kita menajdi icon yang semakin banyak diminati oleh masyarakat pencinta kuliner tidak saja dalam negeri, tapi juga luar negeri,” ujarnya.
NTB mempunyai kuliner yang bertahan dalam jangka panjang, alami tanpa pengawet, steril, sehat dan aman dikonsumsi.
Pihak Dinas Perindustrian punya kewajiban untuk mendampingi dan membina dan bahkan melakukan intervensi dalam hal inovasi produk. Agar ada nilai tambah bagi pelaku IKM NTB sendiri.
“Kita berharap Kabupaten/kota mendorong IKM yang perlu didukung melalui rumah produksi, karena hal ini yg paling sulit bagi IKM,” ujarnya.
Menurutnya, peran UMKM NTB dalam pencapaian visi industrialisasi tersebut jelas berperan besar.
Peningkatan nilai tambah komoditas melalui visi industrialisasi NTB, bisa konsisten dan memberikan hasil yang berkesinambungan, jika produk olahan hasil karya UMKM NTB digunakan secara masif dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat NTB.
Selain meningkatkan daya saing produk UMKM, dapat memberikan ruang inovasi terbaik bagi produk UMKM NTB.
Agar menghasilkan produk olahan yang semakin variatif yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi daerah NTB.
“Industrialisasi NTB, indikatornya adalah komitmen dan konsistensi masyarakat NTB dalam menggunakan produk lokal karya NTB itu sendiri,” tuturnya.***
Tim Medis All Out Tangani Kesehatan selama WSBK di Mandalika
Selama berlangsung gelaran evebt WSBK, tim medis bekerja all out baik di sirkuit dan internal RSUP lainnya menyebar di Hotel, Puskesmas, dan Posko Kesehatan
LOTENG.lombokjournal.com ~ Kesiapan tim medis yang mendukung pelaksanaan event WSBK di Sirkuit Mandalika 2022, baik dari sisi peralatan maupun SDM yang bertugas di lapangan sudah bekerja all out.
Kesiagaan tim medis itu menjadi obsesi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari berbagai lini, termasuk penanganan medis (kesehatan).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan persnya di hadapan sejumlah media di Media Center Indonesia (MCI) WSBK Sirkuit Mandalika, Minggu (13/11/2022) mengungkapkan, lebih 421 tenaga medis diturunkan untuk WSBK Mandalika 2022.
Dari jumlah itu terbagi di sejumlah titik, mulai dari Sirkuit Mandalika hingga Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.
Hamzi Fikri menjelaskan, khusus untuk di ring satu di sirkuit dan internal RSUP itu ada 138 tenaga medis. Sisanya menyebar di Hotel, Puskesmas, dan Posko Kesehatan lain.
Tidak itu saja, Hamzi Fikri menyebut tenaga medis yang bertugas di Sirkuit Pertamina Mandalika juga yang ditempatkan pada 17 ground post.
“Hal ini disesuaikan dengan jumlah tikungan sirkuit. Sehingga pengawasan dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat apabila terjadi insiden,” kata Hamzi.
Ia juga menyinggung saat ajang WSBK Mandalika 2022 berlangsung, alat kesehatan (Alkes) yang dipakai sesuai standar FIM sepert Xray dan USG yang telah berada di Medical Center Sirkuit Mandalika.
Tenaga kesehatan yang ditugaskan di Medical Center Sirkuit Mandalika selama penyelenggaraan WSBK Mandalika 2022, yakni 14 dokter spesialis; 24 dokter umum, 77 perawat; dan tenaga penunjang sebanyak 23 orang.
“Sedangkan untuk ambulans, disiagakan 10 unit di sirkuit dan lima unit di areal Mandalika. Kemudian dua unit helikopter, bantuan dari Basarnas. Selain itu Medical Center Sirkuit Mandalika dilengkapi fasilitas medis canggih berstandar internasional dan perangkat Information Technology (IT) modern, yang mendukung kelancaran operasional seluruh layanan,” ujarnya.
Seperti diketahui Medical Center Sirkuit Mandalika dibangun dengan teknologi modular, gedungnya banyak ruangan dan dekat dengan dari race control.
“Berbagai ruangan dan fasilitas didalamnya setara dengan rumah sakit seperti, Emergency Medical Service,” kata Hamzi. ***
Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB
Adanya penyelenggaraan event WSBK di Sirkuit Mandalika memberi keuntungan besar bagi UMKM termasuk pedagang kreatif lapangan (PKL)
LOTENG.lombokjournal.com ~ Eksternalisasi WSBK banyak dirasakan manfaatnya bagi UMKM NTB, selain 400 lebih UMKM yang berada di area sirkuit juga berada di sepanjang jalan menuju Mandalika.
Penataan lokasi di luar area sirkuit dilakukan bersama satuan Polisi Pamong Praja NTB. Menurut Kasat Pol PP NTB, Najamudin Amy, pihaknya telah melakukan edukasi dan penataan kepada pedagang kreatif lapangan (PKL), Minggu (13/12/22).
“Kami sudah meminta anggota untuk mengedukasi PKL dengan ramah dan penataan untuk tetap menjaga nilai estetik, agar tidak menggangu pengguna jalan lain. Kolaborasi kami dengan Pol PP Lombok tengah selama 3 hari ini tentunya dengan pendekatan humanis dan simpatik. Saya juga mengajak anggota juga belanja langsung di PKL ini, souvenir khas Mandalika berupa topi, baju, gelang, tas dan lain-lain,” tutur Najm
Selain, itu UMKM di area sirkuit meraup keuntungan yang luar biasa dan bertambah di hari ke tiga, karena pengunjung lebih banyak, dan banyak produk lokal terjual termasuk kerajinan lokal lainnya.
Hal tersebut di sampaikan oleh UMKM UD. Rinjani Lombok, yang menjual produk kopi lokal (Kopi Sembalun, Rinjani dan Kopi Tambora) dan berbagai jenis minuman dan jajanan khas Lombok lainya.
“Hari pertama sampai hari ke tiga ini peningkatan penjualan semakin banyak, WSBK ini luar biasa, terimakasih Dinas Koperasi, Pak Gubernur NTB,” ucap Ibu Hj. Nurwahdani. ***
Rakor P3PD, Merumuskan Kebijakan Pembangunan Desa
Kegiatan rakor Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) mengevaluasi otonomi penggunaan dana desa
SENGGIGI.lombokjournal.com ~ Pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa dari anggaran Pemerintah Pusat adalah salah satu pembahasan menarik untuk merumuskan kebijakan baru pembangunan desa, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat, HL Gita Ariadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Hotel Merumatta, Senggigi, Lobar, Rabu (09/11/22),
“Kegiatan ini harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi otonomi penggunaan Dana Desa bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Miq Gita.
Dikatakannya, semangat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa harus menjembatani kesenjangan pemahaman antara pusat dan desa dalam hal keleluasaan menentukan peruntukan Dana Desa bagi pembangunan tiap desa.
Pemerintah Provinsi mendorong dan mengapresiasi kegiatan ini agar masyarakat desa dapat membangun lebih agresif, sesuai pula dengan kebutuhan dan keinginan masyarakatnya.
Rakor P3PD dihadiri Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial, Mustikori Indrijatiningrum Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI.
Ia mengatakan, sejak delapan tahun lalu pelaksanaan UU 6/ 2014, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran 468 triliun bagi 74.940 desa hingga tahun ini.
“Manajemen pemerintah desa secara substansi diserahkan penuh dan mandiri kepada desa,” ujarnya.
Namun demikian, rapat koordinasi kali ini yang dilaksanakan selama tiga hari melibatkan 80 orang peserta se NTB yang terdiri dari Camat, Kepala Desa dan Pendamping Desa diharapkan dapat menghasilkan masukan dan evaluasibagi kebijakan baru tentang desa sebagai rekomendasi dalam RPJMN.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut stakeholder lintas sektor diantaranya, pemerintah kabupaten, dinas dan lembaga terkait serta akademisi untuk merumuskan rekomendasi.***
Pancasila Jangan Hanya Dihafal, Harus Diimplementasikan
Rachmat Hidayat Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB, Ingatkan arti luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok.
Kali ini, kegiatan untuk menumbuhkembangkan pemahaman perihak empat pilar berbangsa dan bernegara tersebut, diadakan oleh Sekretariat MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB pada Rabu, (09/11/22).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Sekretariat Jenderal MPR RI Endang Lestari, S.Sos.
Hadir pula Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, seluruh Ketua DPC PDIP se-Pulau Lombok.
Di antaranya Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDIP KLU Raden Raden Milling, Ketua DPC PDIP Lombok Barat H. Lalu Muhammad Ismail, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi, Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Di hadapan ratusan kader DPD PDIP NTB, Haji Rachmat Hidayat menegaskan, implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu akan menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.
Politisi kharismatik NTB itu menegaskan agar Pancasila tidak hanya dihafal, melainkan juga diimplementasikan.
“Yang paling penting itu dilaksanakan. Tidak hanya sekadar diucapkan dan dihafal. Pancasila hanya ada di Indonesia, itu hebatnya. Jangan hanya debat-debat, tinggal laksanakan. Tolong dicamkan baik, diperhatikan baik-baik, kemudian diimplementasikan,” ucapnya.
Kader-kader PDIP harus menjadikan Pancasila sebagai bintang perjuangan dalam bertindak dan bersikap.
“Implementasi itu, menjadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mendaku, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Dengan begitu siapa pun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.
“Yang pasti, prinsip di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya, disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat.
Dalam sosialisasi yang dihadiri pengurus dan ratusan kader PDI Perjuangan NTB itu, menghadirkan narasumber yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo dan dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.
Dalam pemaparannya Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo menyampaikan pentingnya “Internaliasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”.
Kaprodi S3 Fakultas Hukum Unram itu melihat ada hubungan yang tidak terpisahkan antara Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.
Pancasila adalah landasan ideologi bangsa, alat pemersatu bangsa, sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia.
“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia.
Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Kata dia, dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat.
Untuk itu, sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik. Tentunya, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu.
“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujarnya.
Ia mengajak kader PDI Perjuangan serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila.
Sebab, NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya.
Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan.
“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar. Maka, jangan sampai ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.
Ia berharap para kader PDIP NTB di bawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia.
“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asa nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot.
Terakhir, ia memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini.(*)
NTB Net Zero Emission 2050 Sudah On The Track
Kadis LHK Julmansyah menjelaskan, bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional
MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen NTB dalam mewujudkan Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) di tahun 2050 sudah berada pada trek yang benar.
Artinya Provinsi NTB kini telah memulai satu langkah pertama menuju perjalanan panjangnya.
Hal tersebut disampaikan Julmansyah, S.Hut., M.A.P, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB setelah kembali dalam perjalanan dinasnya mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk melakukan Study Trip Energi Terbarukan ke Denmark.
“Bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional, sementara di Samsø Denmark sudah 70 persen. Denmark sudah bekerja serius sejak 25 tahun lalu. Artinya upaya Pemprov NTB untuk mendorong Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sudah on the track. Apalagi PLN telah mulai cofiring di dua PLTU nya yakni PLTU Jeranjang dan PLTU Kertasari KSB,” katanya di Mataram, Minggu (06/11/22).
Ia pun menjelaskan, untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050 dan Indonesia Net Zero Emission 2060, perlu adanya kolaborasi, kerja keras dan konsistensi seluruh pihak. Dan tetap konsisten untuk tidak bergantung pada penggunaan energi fosil.
“NTB saat ini sudah mulai started with a single step (mulai dengan satu langkah pertama). Butuh kolaborasi dan kerja keras serta konsistensi agar kita tidak bergantung pada energi fosil, untuk NTB Net Zero Emisi 2050 dan Indonesia Net Zero Emisi 2060,” jelas Julmansyah.
Selain mengunjungi Kota Samsø untuk melihat dan belajar mengenai energi terbarukan, rombongan study trip dari dua Provinsi tersebut juga turut berkunjung ke Kota Bornholm. Tujuannya mempelajari energi hijau serta bagaimana pengelolahan sampah di kota tersebut.***