Kesiapan Peresmian Huntap, Gubernur dan Menteri PUPR Tinjau Lokasi

Gubernur NTB bersama Menteri PUPR meninjau kepastian kesiapan peresmian hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Bolo

BIMA.lombokjournal.com ~ Untuk memastikan kelancaran dalam peresmian hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima tahun 2021 yang lalu, oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tinjau Panti Jompo Meci Angi Bima

Menteri PUPR dan Gubernur NTB memeriksa kesiapan peresmian huntap di Bolo

Gubernur NTB. Zulkieflimansyah dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, meninjau lokasi persmian hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (28/12/22) malam.  

“Bersama Pak Menteri PUPR dan Ibu Bupati Bima mengunjungi Huntap yang akan di resmikan besok di Bolo,” kata Gubernur NTB di Desa Tambe Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Masyarakat antusias menyambut Gubernur, Menteri PUPR dan Bupati Bima, yang melihat langsung kesiapan agenda peresmian Huntap.

“Hunian ini dibangun untuk masyarakat yang terdampak banjir tahun 2021. Masyarakat riang gembira pindah ke lokasi yang sangat nyaman ini,” ujar Bang Zul.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini mengingatkan Kepala Daerah, untuk memanfaatkan momentum setiap ada kunjungan pejabat pusat atau menteri ke daerah.

“Para kepala Daerah memang harus jeli dalam menggakselerasi pembangunan di daerah kita, dan tak melulu bersandar pada APBD kita,” pesan Gubernur.

BACA JUGA: Aksi Bersih-bersih Pantai Kembali Dimasifkan

Usai meninjau hunian tetap, Gubernur NTB bersama Presiden Jokowi, Ketua MK, Mensesneg, Menteri PUPR serta Bupati dan Wabup Bima, bertemu dan berdiskusi di kediaman rumah dinas Ketua MK. ***

 




Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila Sumbawa

Saat peresmian bendungan Beringin Sila, Presiden Jokowi menegaskan pembangunan bendungan itu sebagai  pemerataan pembangunan infrastruktur

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah meresmikan Bendungan Beringin Sila di Desa Motong, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Kamis (29/12/22).

Bendungan Beringin Sila merupakan peresmian Bendungan ke empat dari 6 bendungan yang telah dibangun di wilayah NTB. Di samping Bendungan Beringin Sila, tiga bendungan yang telah diresmikan yakni Bendungan Tanju (Dompu), Bendungan Mila (Dompu) dan  Bendungan Bintang Bano (KSB). 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Melakukan Kunjungan Kerja di Bima

Presiden Jokowi berharap, peresmian Bendungan Beringin Sila menambah masa tanam petani

Sedangkan bendungan Meninting (Lombok Barat) dan Bendungan Tiu Suntuk (KSB) ditargetkan akan diresmikan tahun 2023.

Presiden Jokowi yang didampingi Menteri PUPR, Gubernur NTB, Bupati Sumbawa dan sejumlah pejabat terkait,bersyukur bendungan sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

“Kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. Dengan adanya suplai air yang kontinyu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” imbuh presiden.

Menurutnya, pembangunan enam bendungan di wilayah NTB sejak tahun 2015 lalu, merupakan wujud pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketersedian air dan ketahanan pangan nasional, 

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan pembangunan Bendungan Beringin Sila dilakukan sejak Januari 2019 dengan biaya sebesar Rp1.721 triliun. 

Pembangunan dilakukan dalam dua paket dimana Paket I dilaksanakan oleh PT Abipraya – Mina (KSO), sedangkan Paket II oleh PT Nindya – Lestari (KSO) dan supervisi dilaksanakan oleh PT Indra Karya– Bina – Tuah (KSO).

Konstruksi Bendungan Beringin Sila didesain dengan tinggi 70,5 m, panjang 787,58 m, dan lebar puncak 12 m. Dengan total kapasitas tampungan 27,46 juta m3 dan luas genangan 126 Ha. 

Bendungan ini nantinya akan mampu mengairi lahan seluas 3.500 Ha dan menghasilkan air baku sebesar 76 liter/detik untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumbawa. 

BACA JUGA: Monitoring Ketersediaan Stok dan Harga Pangan di NTB 

Selain itu, kehadiran bendungan ini juga memberikan manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 MW, reduksi banjir sebesar 90,37 m3/detik, serta potensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap, dan tempat konservasi. ***

 

 




Gubernur NTB Tinjau Panti Jompo Meci Angi Bima

Kata Gubernur NTB, Panti Jompo merupakan komunitas di mana orang-orang se-usia menemukan teman ngobrol dan bercerita masa lalu

BIMA.lombokjournal.com ~ Di sela menyambut kedatangan Presiden RI Ir.H. Joko Widodo, dalam rangka kunjungan kerjanya di Bima, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, menyambangi Panti Sosial Lanjut Usia ( PSLU ) Meci Angi Bima, Rabu (28/12/2022) di Kota Bima.

Bang Zul sapaan Gubernur mengaku senang berkunjung ke Panti Jompo Meci Angi Bima.  Di depan penghuni panti, Gubernur memberi semangat kepada para lansia. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Melakukan Kunjungan Kerja di Bima

Gubernur mengatakan, Panti Jompo merupakan tempat bertemunya orang tua bernostalgia

Menurutnya, Panti Jompo  bukan tempat buangan bagi orang tua yang sepuh dan dianggap  memberatkan dan merepotkan keluarga.

“Panti Jompo sejatinya adalah komunitas di mana orang-orang se-usia menemukan teman ngobrol sepadan sambil bernostalgia tentang masa lalu bersama-sama. Sehingga sisa-sisa hari menjadi lebih punya arti dan punya makna,” ungkap Bang Zul

Sementara itu, Kepala Panti Sosial Lanjut Usia ( PSLU ) Meci Angi Bima Dinas Sosial Provinsi NTB,  Rahmat Hidayat, S. Pd , mengatakan, kedatangan Gubernur NTB, memotivasi dan mensuport para lansia dan PSLU.

“Kami sangat senang disambangi pak Gubernur. Kunjungan ini sangat menyemangati warga disini,” kata Rahmat Hidayat.

Lebih lanjut jelas Kepala PSLU  Meci Angi Bima, kedatangan orang nomor satu di NTB ini, untuk memastikan kelayakan panti bagi para penghuni disini.

Salahsatu penghuni panti, Ahmad Daeken (68) mengaku senang sekali dengan kehadiran Gubernur NTB.

“Saya terharu dan senang, dikunjungi pak Gubernur NTB,” ujarnya.

Sambil menungggu kedatangan Presiden Jokowi di Bima, Gubernur NTB sempat berkunjung ke Pantai KOLO Kota Bima, yang merupakan salahsatu destinasi wisata yang menyajikan kuliner ikan Bakar dan Singang.

Bang Zul juga sempat bersilaturrahim ke kediaman Dr Firmansyah di Rabadompu Kota Bima dan bertemu dengan warga disekitar lingkungan tersebut.

BACA JUGA: Aksi Bersih-bersih Pantai Kembali Dimasifkan

Selain itu,  Bang Zul bersama salah seorang anggota DPRD dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov. NTB juga menyambangi dan sempat bertemu dan berdialog dengan masyarakat Monta Dalam Kabupaten Bima.  ***

 

 




Presiden Jokowi Melakukan Kunjungan Kerja di Bima

Kunjungan kerja Presiden Jokowi meresmikan Hunian Tetap (Huntap) untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Bolo tahun 2021 

BIMA.lombokjournal.com ~ Presiden RI, Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan kerja (kunker), Rabu (28/12/2022) di Bima.

Kedatangan Kapala Negara di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima, Nusa Tenggara Barat disambut Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah bersama Bupati Bima dan pejabat lainnya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presidwn Jokowi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Kunjungi Panti Jompo Meci Angi Bima

Kedatangan Presiden Jokowi disambut di Bandara

Tarian Wura Bongi Monca, tarian tradisional masyarakat suku Mbojo, memeriahkan sambutan pada tamu kehormatan. 

Gubernur NTB beserta Bupati Bima dan pejabat lainnya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Jokowi.

“Selamat datang Pak Jokowi di Bima,” sambut Bang Zul, sapaan Gubernur, didampingi Ketua TP.PKK Prov. NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.

Kedatangan Jokowi di Bima untuk meninjau dan meresmikan Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun oleh Kementerian PUPR di desa Tambe, bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di kecamatan Bolo Kabupaten Bima tahun 2021 yang lalu.

Kamis pagi (29/12/022) Presiden Jokowi, Gubernur NTB,  Menteri PUPR  dan pejabat lainnya akan meninjau langsung  sebanyak 185 Unit Rumah tipe 36 yang dibangun menggunakan tanah milik Pemerintah Daerah seluas 3,5 ha,  menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Setelah itu, Gubernur Bang Zul juga akan mendampingi Presiden meninjau pemanfaatan pasar Sila di kecamatan Bolo, yang pembangunan bersumber dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Dukung Pertanian dan Kesehatan

Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono bersama Gubernur Zul, usai meresmikan Huntap langsung bertolak ke Kabuaten Sumbawa, untuk meresmikan Bendungan Beringin Sila merupakan satu dari enam bendungan proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun di NTB. ***

 

 




Monitoring Ketersediaan Stok dan Harga Pangan di NTB 

Satgas dan TPID melakukan monitoring  Stok dan Harga Pangan di NTB untuk memastikan stok dan harga pangan aman sampai panen berikutnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan melakukan monitoring ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pangan masyarakat, Selasa (27/12/22).

Monitoring ini terkait Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, yang dilakukan di Pasar Pagesangan dan Pasar Kebon Roek Kota Mataram. 

BACA JUGA: Relokasi Warga Mapak yang Terdampak Ombak Tinggi

Satgas dan TPID bersama Pemprov NTB melakukan monitoring menyambut Natal dan Tahun Baru

“Alhamdulillah Natal sudah lewat dan berjalan dengan baik, artinya stok tercukupi dan harga juga masih terjangkau, menghapi Tahun Baru 2023 juga kita pastikan stok dan harga bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat aman,” kata Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, M.H.

Berdasarkan hasil pantauan ketersediaan stok yang dibutuhkan masyarakat cukup sampai tahun depan. 

Harga telur relatif normal dengan kisaran antara 50 ribu s.d. 60 ribu. 

Kemudian untuk cabai kisarannya 42 ribu cabai keriting, 20 ribu cabai besar dan 10 ribu untuk tomat.

“Minggu lalu kami sudah turun bersama Tim Satgas dan TPID terkait ketersediaan di gudang maupun tangan pertama juga masih aman, bahkan informasi dari teman-teman Bulog ketersediaan stok beras itu sampai 3 bulan kedepan masih mencukupi sampai dengan panen,” tambahnya.

Kadis Ketahanan Pangan NTB, H. A. Aziz, S.H., M.H. menjelaskan, ketersediaan stok di ketahanan pangan dianalisis menggunakan metode Prognosa kemudian disusun NBM (Neraca Bahan Pokok), dengan 9 bahan pokok yang bisa dihitung berdasarkan berapa luas tanam dan berapa yang dikirim ke luar daerah.

“Berdasarkan analisis Dinas Ketahanan Pangan, untuk ke depan sampai musim tanam berikutnya masih aman, bukan hanya dihitung berdasarkan analisis perhitungan-perhitungan yang ada, tetapi diikuti juga dengan cek di lapangan seperti yang kita lakukan pada hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, S.I.K., M.H.mengatakan, dari rantai distribusi pasar ini tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan. 

Ini bisa dilihat di lapangan stok semua ada, konsumen yang membeli ada, dan harga juga sudah normal.

BACA JUGA: Balap Kuda Gubernur NTB Cup 2022 Sukses Digelar

“Kami menghimbau kepada para pelaku distribusi di pasar agar tidak ada yang melakukan perbuatan curang yang dapat merugikan masyarakat, kalau itu terjadi, akan kita lakukan penindakan sesuai dengan Undang-Undang dan itu ada pidananya,” katanya.*** 

 




Bantuan Sembako untuk Nelayan Pesisir Barat Kota Mataram

Prihatin Nelayan tak bisa melaut akibat anomali cuaca, HBK salurkan bantuan sembako untuk warga pesisir di Kota Mataram yang tak bisa melaut

MATARAM.lombokjournal.com  ~ Setelah meresmikan kantor DPC Partai Gerindra Kab. Lombok Barat di Kecamatan Gerung, Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK) langsung memberi perhatian terhadap nasib para nelayan pesisir barat Kota Mataram yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. 

Politisi Partai Gerindra tersebut menyalurkan ratusan paket bantuan sembako untuk mereka secara spontan, Senin (26/12/22) sore.

HBK bersama tim HBK PEDULI, yayasan miliknya mendatangi rumah-rumah para nelayan tersebut untuk menyerahkan bantuan paket sembako secara langsung.

BACA JUGA: Relokasi Warga Mapak yang Terdampak Ombak Tinggi

HBK menyerahkan langsung bantuan di pemukiman nelayan

Paket bantuan sembako tersebut antara lain berisi gula, beras, kopi, mie instan, susu, telur, minyak goreng, teh, dan tepung terigu. Jika ditotal, satu paket bantuan sembako tersebut senilai Rp 200.000,-

“Ini adalah masa-masa yang sulit untuk saudara-saudara kami para nelayan di pesisir barat Kota Mataram. Mereka tidak bisa melaut karena kondisi cuaca yang memburuk. Kami berharap, bantuan sembako ini bisa turut meringankan beban para nelayan di masa-masa sulit seperti ini,” kata HBK.

Satu per satu, rumah-rumah para nelayan yang berimpitan dan seluruhnya menghadap ke arah laut didatangi HBK dan TIM HBK PEDULI. 

Mulai dari Kampung Bugis, terus ke utara hingga ke wilayah Kampung Pondok Perasi di Kecamatan Ampenan. 

Bantuan sembako diberikan pula pada para nelayan yang bermukim di sepanjang pantai Mapak di wilayah Kecamatan Sekarbela.

Masyarakat yang mengetahui kehadiran HBK yang tidak terjadwal sebelumnya tersebut, sontak meriung dan menyambut dengan hangat HBK dengan Tim HBK PEDULI nya. Mereka sangat antusias menyambut kehadiran Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut, dimana sebagian besar di antara mereka itu adalah kaum ibu-ibu alias emak-emak.

Kepada HBK, mereka menuturkan suami mereka kini tidak bisa melaut lantaran cuaca buruk. Tiga hari terakhir menjadi puncaknya. 

Bahkan gelombang pasang menerjang pemukiman di Kampung Bugis. Sementara di Pantai Mapak, rumah-rumah para nelayan pun ambruk diterjang gelombang tinggi tersebut.

Dengan seksama, HBK mendengarkan penuturan para warga. Kepada mereka, HBK yang kebetulan sedang menjalani masa resesnya di P. Lombok menuturkan, begitu mendapat kabar tentang kondisi yang menimpa para nelayan di pesisir barat Kota Mataram. 

Ia langsung memerintahkan tim HBK Peduli untuk menyiapkan bantuan untuk para nelayan.

“Dalam situasi seperti ini kita memang harus saling bergandengan tangan. Prioritas pertama untuk saat ini tentu bagaimana memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi lebih dahulu,” imbuh HBK.

Mereka yang mendapat bantuan sembako dari HBK tak henti mengucap rasa syukur. Mereka pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada HBK yang telah memberi perhatian begitu besar terhadap kondisi mereka.

“Saya bersyukur dapat bantuan Sembako dari pak HBK Gerindra yang bisa dipakai menyambung hidup harian,” ujar Inaq Mah, warga Kampung Bugis sembari menunjukkan bingkisan sembako yang telah diterimanya.

BACA JUGA: ATM Sampah Dompu, Mampu Kurangi Sampaj 1 Ton per Hari

Hal yang sama disampaikan, Husein, warga Kampung Telaga Mas. Dia mengucapkan terima kasih kepada HBK atas bantuan sembako tersebut. 

Husein mengatakan, dirinya tadinya sedang duduk-duduk di pantai karena tidak bisa melaut. Tiba-tiba HBK datang dan memberikan bantuan sembako. 

“Alhamndulilah, Sembako ini sangat berguna untuk kelangsungan hidup kami sekeluarga yang tidak bisa melaut,” ujarnya.

Sementara itu, di Kampung Bugis, di sela-sela pembagian sembako, beberapa Emak-Emak meneriakkan Prabowo Presiden sebagai cerminan kerinduan mereka secara spontan. 

“Pak HBK, kapan pak Prabowo ke Lombok, kami ingin pak Prabowo jadi Presiden,” ujar salah seorang Emak-Emak di Kampung Bugis tersebut.

Mendengar hal tersebut, HBK menimpalinya dengan senyum sembari tetap membagikan Sembako dan terus menyusuri jalan sepanjang pinggir pantai untuk membagikan sembako kepada warga lainnya. 

Total di kampung nelayan yang ada di Kecamatan Ampenan, HBK membagikan sedikitnya 400 paket sembako. 

Pembagian Sembako HBK Peduli tersebut, juga dirangkaikan dengan kegiatan reses HBK selaku anggota DPR RI dapil Lombok.

HBK menegaskan, dirinya tak memiliki pretensi apa-apa atas pembagian sembako tersebut. Tak ada pula muatan-muatan politis di baliknya.

“Ini adalah ungkapan keprihatinan atas derita nelayan yang terdampak anomali cuaca ekstrem di Kota Mataram, sehingga mereka tidak bisa melaut dalam beberapa hari ini,” kata tokoh yang memang dikenal dermawan ini.

Dalam perjalanan menuju Pantai Pondok Prasi  untuk menyalurkan bantuan, rombongan tim HBK dikejutkan oleh sejumlah ibu-ibu yang nekat menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi HBK di Kampung Bugis. 

BACA JUGA: BELAJAR ke Luar Negeri, Membangun Kampung Halaman

Rupanya mereka belum mendapat bantuan sembako. Kepada mereka, HBK kemudian memberikan bantuan uang tunai sebagai pengganti bantuan sembako yang sangat dibutuhkan tersebut.

Selain memberikan bantuan sembako, tim HBK Peduli juga pada saat yang sama, memberikan bantuan telur ayam segar yang sudah dikemas dalam kotak kepada warga yang ada di pesisir barat Kota Mataram (*)

 

 




Relokasi Warga Mapak yang Terdampak Ombak Tinggi

Tanah milik Pemprov NTB disiapkan untuk relokasi 15 warga Mapak yang rumahnya ambruk akibat ombak tinggi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya relokasi bagi 15 warga pesisir Pantai Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram segera dilakukan.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah, SE, Msc yang datang ke lokasi, Minggu (25/12/12), selain menyerahkan bantuan juga  mengupayakan relokasi pemilik rumah akibat ombak tinggi. 

BACA JUGA: ATM Sampah Dompu, Mampu Kurangi Sampah 1 ton per Hari

Gubernur NTB mengupayakan relokasi warga yang terdampak ombak tinggi

“Insya Allah, kami akan coba lihat lokasi baru nya yang kebetulan tanah Pemprov di belakang Kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan”, sebut Gubernur. 

Selain itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan pada warga yang membutuhkan sembilan bahan pokok (sembako), karena para nelayan yang tinggal di sekitar pantai tak bisa melaut beberapa minggu terakhir. 

Gubernur juga mendatangi pantai Pura Segara dan Loang Baloq. 

Bencana abrasi di sepanjang pantai Ampenan sampai Mapak di Kota Mataram menyebabkan rumah  warga ambruk dan beberapa rumah rusak. 

Sebanyak 20 rumah rusak akibat gelombang tinggi di Pantai Mapak Indah, Sabtu (24/12) pukul 02.00 Wita dini hari, yang berdampak pada  28 kepala keluarga. 

Hal itu dikatakan Kepala Lingkungan Mapak Indah Ahmad Zuhdi sembari menambahkan, wilayah Mapak Indah merupakan langganan banjir rob. 

BACA JUGA: Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog, Kualitasnya Terus Ditingkatkan

Ia berharap pemerintah bisa membantu memasang jetty atau pemecah gelombang di wilayah itu. ***

 

 




Bantuan Kursi Roda Elektrik Warna Merah untuk Prof Chairussyuhur 

Rachmat Hidayat mengatakan, bantuan itu diberikan untuk membantu Prof Chairussyuhur Arman semata-mata karena panggilan Kemanusiaan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H Rachmat Hidayat menyumbangkan kursi roda elektrik warna merah untuk Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Prof  H Chairussyuhur Arman.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu menyerahkan langsung kursi roda kepada keluarga saat menjenguk Prof Chairussyuhur di kediamannya, Kamis (22/12/22). 

Prof Chairussyuhur menderita lumpuh, dan kini lebih banyak menghabiskan aktivitas hariannya di tempat tidur.

BACA JUGA: Mengelola Sampah dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Rachmat Hidayat memberi bantuan karena kemanusiaan
Rachmat Hidayat bersama Hj. Herawati

Saat serah terima bantuan kursi roda elektrik itu, Rachmat Hidayat didampingi tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial. 

Selain itu turut serta pula akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram Dr Widodo Dwi Putro dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah.

Hj Herawati, istri Prof Chairussyuhur menyambut kedatangan Rachmat. Politisi senior NTB itu kemudian diantar ke kamar kamar tempat Prof Chairussyuhur berbaring. 

Rachmat menyapa dari dekat Guru Besar yang merupakan pakar reproduksi ternak tersebut.

Rachmat menuturkan, dirinya belum lama mengetahui kalau Prof Chairussyuhur menderita sakit dan lumpuh.

 Karena itu, begitu mendengar kabar Prof Chairussyuhur butuh bantuan kursi roda elektrik, dirinya langsung mengontak Kementerian Sosial untuk menyiapkannya.

“Soalnya ini sangat urgen. Tanpa butuh waktu lama, langsung dikirimkan barangnya untuk beliau,” kata Rachmat.

Dia menegaskan, apa yang ia sumbangkan untuk Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Mataram tersebut, semata-mata atas nama panggilan kemanusiaan dan saling tolong menolong untuk sesama. 

“Kedatangan saya ke kediaman Prof Chairussyuhur Arman sebagai bentuk rasa empati atas dedikasi beliau dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di bidang teknologi budidaya peternakan,” imbuh Anggota DPR RI tiga periode ini. 

Rachmat mengungkapkan, Prof Chairussyuhur Arman adalah salah satu ilmuwan dan scientis terbaik dari NTB lulusan Australia. 

Sepanjang pengabdiannya di Universitas Mataram, Prof Chairussyuhur telah melakukan berbagai terobosan dalam pengetahuan teknologi peternakan. 

Riset-riset yang dilakukannya juga telah memberikan sumbangsih yang besar bagi pengembangan sektor peternakan di NTB.

“Meskipun saya bukan lulusan Universitas Mataram, namun saya bisa merasakan betapa besar jasa beliau dalam memajukan dan mengembangkan ilmu peternakan di NTB,” imbuh Rachmat.

Rachmat berharap apa yang ia lakukan hari ini bisa menjadi trigger dan spirit dalam membangun kesetiakawanan sosial dan bergotong royong dalam membantu sesama, khususnya yang sedang dilanda kesusahan. 

“Di tengah serbuan budaya asing yang antisosial, kita perlu kembali ke jati diri bangsa yakni budaya tolong menolong , sawang sinawang (saling melihat), saling welas asih dan gotong royong,” katanya.

Widodo Dwi Putro yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut mengapresiasi langkah dan aksi kemanusiaan yang dilakukan H Rachmat Hidayat. 

Apalagi, sebelum bantuan untuk Prof Chairussyuhur, Rachmat disebutnya telah banyak memberikan bantuan terutama untuk warga kurang mampu di seluruh Pulau Lombok.

“Apa yang dilakukan Pak Rachmat Hidayat harus dimaknai sebagai bentuk pencerahan moral dalam membangkitkan tradisi berbagi untuk membangun solidaritas sosial,” ujar Doktor Ilmu Hukum yang belum lama ini merampungkan studinya di Norwegia. 

Pada kesempatan yang sama, Hj Herawati menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan kursi roda elektrik untuk suaminya. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Penderita Disabilitas di Lingkungan Gomong Mataram

Dia menuturkan, Prof Chairussyuhur mulai menderita sakit pada tahun 2020. Semenjak itu, berbagai ikhtiar pengobatan dan penanganan medis untuk proses penyembuhan telah dilakukan. Namun saat ini memang belum bisa sembuh total.

“Kursi roda elektrik bantuan Pak Rachmat ini setidaknya bisa dipakai untuk beraktivitas. Misalnya berjemur di pagi hari supaya bisa terkena sinar matahari,” tutur Hj Herawati. (*)

 




Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB

Dalam acara Sertijab Kepala Ombudsman NTB, Wagub NTB mengatakan, pentingnya kebersamaan, kita bersinergi untuk NTB yang Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Merawat optimisme dan memperkuat sinergitas merupakan kunci untuk bersama-sama mewujudkan NTB Gemilang.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan itu saat acara serah terima jabatan (Sertijab) dari pejabat lama Dr. Adhar Hakim, S.H., M.H kepada pejabat baru Dwi Sudarsono, S.H  di Gedung Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Rabu (21/12/22). 

BACA JUGA: Stok Pangan di NTB Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 

Wagub NTB disaksikan Dwi Sudarsono dalam acara Setijab Kepala Ombudsman NTB

“Kita harus selalu merawat optimisme di NTB, serendah apapun kita memulai tapi dengan merawat optimisme insya Allah percepatan pembangunan itu akan konsisten dan terus menerus kita lakukan. Maka dari itu tentunya kami berharap kerjasama yang semakin baik lagi ke depan. Insya Allah dengan kebersamaan, kita bersinergi untuk NTB yang Gemilang,” kata Wagub. 

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, selama ini kerja sama Pemprov NTB dengan Ombudsman dan lainnya telah berjalan dengan harmonis dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat. 

“Alhamdulillah di NTB ini kerja sama kami dengan Ombudsman, eksekutif, legislatif, Forkopimda dan seluruh NGO yang ada di NTB berjalan harmonis. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik yang baik, tentunya didukung komunikasi dengan banyak pihak,” tambahnya.

Selain memperkuat sinergi dengan para stakeholders, salah satu strategi Pemprov dalam melayani publik, yaitu dengan membuka kanal komunikasi seluas-luasnya untuk masyarakat. 

Harapannya agar pemerintah dapat terus memperbaiki diri untuk membangun daerah yang lebih baik.

“Oleh karena itu kami membuka Kanal seluas luasnya untuk masyarakat, contohnya melalui NTB Care, mereka bisa mengadu dan bicara apa saja ke pemerintahnya. Sehingga kami berharap dengan semakin terbukanya komunikasi ini, kita semakin bisa memperbaiki diri, karena sesungguhnya daerah ini hanya bisa kita bangun dengan kebersamaan,” harap Ummi Rohmi.

Sementara itu, pejabat lama pimpinan Ombudsman RI NTB, Dr. Adhar Hakim, S.H., M.H tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama ini untuk Ombudsman di NTB. 

“Terima kasih atas koordinasi dan juga kerja sama yang sangat baik selama ini. Saya mohon maaf jika selama bertugas ada hal yang kurang patut, hal itu semata-mata karena keterbatasan saya sebagai manusia. Sekali lagi, terima kasih,” ucap Dr. Adhar.

Dwi Sudarsono, S.H selaku Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB yang baru pun berharap ke depan Ombudsman NTB akan terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Terima kasih kepada Bapak Adhar Hakim yang telah membangun pondasi Ombudsman di NTB. Saya kira tugas saya adalah memperkuat dan melanjutkan capaian-capaian tersebut. Mudah-mudahan saya bisa meneruskan. Kita harapkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan warga NTB,” ujarnya. 

BACA JUGA: “Gowes Harmony”, Jendela Hati dan Kerukunan Beragama

Turut hadir dalam acara Sertijab tersebut yaitu, Pimpinan Ombudsman RI, Plt. Ombudsman NTB, Wakil Ketua I DPRD NTB, Forkopimda dan beberapa Kepala OPD lingkup Pemprov NTB serta strakeholders lainnya. ***

 

 




Penyusunan RPD 2024-2026, Ada 7 Program Isu Strategis 

Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi NTB Tahun 2024-2026, merupakan dokumen yang sifatnya transisi 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026, Terdapat 7 program yang menjadi isu strategis. 

BACA JUGA: Stok Pangan di NTB Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 

Ke rujuh program yang dimaksud, di antaranya adalah;

  • peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang berkeadilan, 
  • pengendalian stabilitas harga untuk mengendalikan inflasi, 
  • peningkatan daya beli masyarakat, peningkatan SDM, 
  • peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan aksebilitas infrastruktur yang berkelanjutan dan peningkatan tata kelola pemerintahan.                                                                                                                         

Acara pembukaan openyusunan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi NTB

Asisten lll Setda NTB, H. Wirawan Ahmad, mewakili Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan itu saat membuka kegiatan pelaksanaan Kick Off Meeting (rapat awal) Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi NTB Tahun 2024-2026 di Desa Wisata Bilebante, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, (22/12/22).

Ia menjelaskan, penyusunan ini adalah dokumen sifatnya transisi karena berakhirnya RPJM masa jabatan di  bawah kepemimpinan Zul-Rohmi tahun 2023, sehingga tidak boleh ada kekosongan regulasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Dr. Iswandi menambahkan, dalam penyusunan dokumen ini diminta kepada semua SKPD untuk memberikan kontribusi terhadap 7 program isu strategis tersebut.

“Kontribusi SKPD harus terlibat baik pada sektor ekonomi maupun non ekonomi untuk mencapai indikator-indikator makro pada sektor masing-masing,” jelasnya.

Ditambahkan Iswandi, 7 program isu strategis yang akan disusun ini bisa ditambahkan atau bisa dikurangi, sesuai kebutuhan.

Sehingga rencana pembangunan daerah sesuai dengan target yang ingin dicapai.

BACA JUGA: Rakernas Forsesdasi, Eujudkan Peran Strategis Sekda

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan, H. Sahdan, dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB serta tamu undangan lainnya.***