Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Dua)

Maksud dan tujuan melakukan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

lombokjournal.com ~ Berikut ini dijelaskan tentang banyak hal tujuan dengan melakukan kolaborasi, termasuk manfaat yang bisa diperoleh dari upaya tersebut;

Tujuan Kolaborasi

Setiap kolaborasi yang terjadi antarindividu atau institusi dapat membantu para pihak yang terlibat untuk mencapai suatu tujuan. Berikut adalah tujuan dilakukannya kolaborasi menurut indeed.com:

  1. Mengembangkan Produktivitas

Tujuan pertama dalam kolaborasi adalah mengembangkan produktivitas, yaitu kemampuan karyawan perusahaan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara efisien. Meningkatkan produktivitas biasanya membutuhkan kerja sama dari banyak orang dalam bisnis, terutama manajer dan personel sumber daya manusia (SDM). Pemimpin kolaborasi dapat menyusun strategi dan jadwal yang mampu meningkatkan produktivitas anggotanya serta jam istirahat yang berlaku.

BACA JUGA: Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem

Tujuan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

  1. Mengurangi Pengeluaran

Mengurangi pengeluaran biasanya menjadi tujuan penting dalam suatu kolaborasi karena dapat membantu peningkatan profit. Pengeluaran perusahaan meliputi gaji, material, iklan, dan distribusi. Penurunan biaya dapat dilakukan dengan meningkatkan kolaborasi antara personel SDM, kepala departemen, akuntan, tim pemasaran, dan pimpinan perusahaan.

  1. Kepuasan Pelanggan yang Lebih Tinggi

Tujuan kolaborasi berikutnya adalah kepuasan pelanggan yang lebih baik. Peningkatan kepuasan pelanggan dapat memberi banyak manfaat seperti jumlah pelanggan yang semakin banyak, keuntungan yang lebih tinggi, biaya iklan yang lebih rendah, dan peningkatan peluang pertumbuhan. Peningkatan komunikasi di antara pihak yang berkolaborasi dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pelanggan dan strategi yang dapat dilakukan.

  1. Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan atau perkembangan perusahaan meliputi perluasan bisnis seperti pasar baru, memperoleh pelanggan baru, dan mengembangkan produk baru sekaligus keuntungannya. Umumnya, pertumbuhan perusahaan memang membutuhkan keterlibatan atau kolaborasi antara berbagai pihak yang mampu mendorong pertumbuhan tersebut.

  1. Keterlibatan Karyawan

Keterlibatan karyawan adalah seberapa besar seorang karyawan berdedikasi terhadap perusahaan dan pekerjaannya. Meningkatkan keterlibatan karyawan dapat membantu bisnis mempertahankan karyawan yang berharga dalam pertumbuhan perusahaan. 

Lingkungan kerja yang kolaboratif menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan dedikasi karyawan.

  1. Perekrutan yang Lebih Baik

Tujuan kolaborasi selanjutnya adalah memperbaiki strategi rekrutmen untuk menemukan karyawan yang berkualitas dalam membangun tim yang efektif dan kompetitif. Tujuan ini dapat dicapai karena adanya komunikasi terkait staf SDM, manajer, dan karyawan tingkat rendah untuk membahas kriteria karyawan yang ideal.

  1. Budaya Perusahaan yang Membaik

Budaya perusahaan merupakan bagaimana karyawan berperilaku, lingkungan kerja, dan nilai-nilai yang diadopsinya. Budaya perusahaan yang sehat meliputi peningkatan moral, produktivitas, keterlibatan, dan kepercayaan karyawan. Tujuan ini mungkin terjadi karena adanya komunikasi terbuka antara pemimpin dan karyawan yang memengaruhi pembentukan budaya perusahaan, misalnya karyawan yang mengomunikasikan keberatannya dalam bekerja melalui survei kantoran.

  1. Marketing yang Lebih Efektif

Seringkali, marketing atau pemasaran menjadi kunci penting dalam meraih perusahaan yang menguntungkan dan berkelanjutan. Pemasaran yang baik mampu menarik pelanggan untuk menggunakan atau membeli produk yang dipasarkan. Hal ini mampu dicapai karena adanya proses kolaboratif yang melibatkan interaksi pelanggan dan perusahaan.

Manfaat Kolaborasi

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kolaborasi antarindividu atau perusahaan. Kolaborasi memungkinkan perusahaan mencapai tujuannya lebih cepat karena ada keterlibatan dari banyak pihak yang mendorong perusahaan untuk maju. Manfaat kolaborasi menurut Chairul Saleh ialah berikut ini:

BACA JUGA: Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan

  1. Penyatuan Bakat dan Kekuatan

Kolaborasi memungkinkan penghimpunan berbagai talenta dan kekuatan yang dimiliki masing-masing anggota kolaborasi. Setiap pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang dimiliki para anggota dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perkembangan kolaborasi.

  1. Pengembangan Keterampilan Pegawai

Manfaat kedua dari kolaborasi adalah pengembangan keterampilan pegawai. Melalui kolaborasi antar perusahaan, pegawai didorong untuk terus bekerja sama menyelesaikan tugas. Anggota kolaborasi saling berinteraksi, berbagi ide, hingga bertukar pengalaman. Akhirnya, keterampilan pegawai semakin berkembang dan hal ini memberi pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

  1. Mempercepat Penanggulangan Masalah

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam suatu kolaborasi, maka permasalahan yang dihadapi akan semakin cepat diselesaikan karena banyaknya anggota yang ikut bekerja menyelesaikan masalah tersebut. Kolaborasi menghasilkan penyelesaian masalah yang cepat, tepat, dan tuntas.

Cara Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat dari kolaborasi, diperlukan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi yang baik dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:

  1. Keluar dari Zona Nyaman

Zona nyaman memang membuat individu atau perusahaan tenang. Namun, zona nyaman tidak akan memberikan perkembangan ataupun pelajaran yang berarti. Keluar dari zona nyaman dan mengambil tantangan baru dapat meningkatkan kemampuan untuk berkolaborasi bersama dengan yang lain.

  1. Berkomunikasi dengan Jelas

Teknologi masa kini telah membantu komunikasi kolaborasi dengan baik, tetapi penting juga untuk mengenal pilihan kata yang baik untuk dibicarakan kepada sesama anggota untuk memahami satu sama lain dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

  1. Mencari atau Menjadi Mentor

Mengenal rekan kerja yang ahli dalam berkolaborasi dapat membantu mengembangkan kemampuan berkolaborasi. Seseorang dapat meminta bantuan atau mengikuti program bimbingan formal agar mampu berkolaborasi secara baik dengan orang lain.

  1. Bergabung dengan Kelompok Industri

Asosiasi industri dan konferensi pemasaran menjadi sumber daya yang tepat untuk pengembangan kemampuan berkolaborasi, baik secara hard skill maupun soft skill. Contohnya adalah menjadi sukarelawan dalam sebuah komite untuk memperluas jaringan sekaligus mengasah keterampilan kolaborasi di luar pekerjaan.

  1. Berpartisipasi dalam Aktivitas Pembangunan Tim

Meski bermain game virtual terkesan konyol, hal tersebut dapat mendorong kedekatan antar anggota dan memahami satu sama lain.

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan 

Hal ini dapat berguna untuk memperkuat kemampuan kolaborasi. Menyalurkan ide yang dimiliki kepada supervisor juga berpotensi mengembangkan kemampuan berkolaborasi.

Itulah penjelasan mengenai kolaborasi, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, hingga cara mengembangkan kemampuan kolaborasi. 

Setiap perusahaan membutuhkan kolaborasi setidaknya sekali untuk mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik, mulai dari pengembangan kemampuan anggota hingga keuntungan perusahaannya. ***

 

Sebelumnya: Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Satu)

 




Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Satu)

Mabfaat dan tujuan melakukan kolaborasi, antara lain untuk mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi kedua belah pihak

lombokjournal.com ~ Dalam sehari-hari kita sering mendengar kata kolaborasi.  Terutama ketika kita melakukan pekerjaan yang melibatkan orang atau pihak lain.

Di bawah ini akan dijabarkan apa makna atau yang dimaksud dengan kolaborasi.

Apakah kita pernah menjalin kolaborasi dengan orang lain? 

BACA JUGA: Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Kolaborasi untuk mencapai tujuan dilakukan setidaknya dua orang

Kolaborasi merupakan penggabungan seseorang dengan orang atau pihak lain, untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini biasanya dilakukan karena suatu tujuan sulit dicapai sendiri atau tanpa bantuan orang lain. 

Pengertian Kolaborasi

Kolaborasi berasal dari kata co dan labor yang berarti ‘penyatuan tenaga’ atau ‘peningkatan kemampuan untuk meraih tujuan yang telah disepakati bersama-sama. Kata kolaborasi cenderung digunakan ketika proses penyelesaian kerja melalui lintas batas, sektor, dan hubungan.

Pengertian kolaborasi itu disampaikan Chairul Saleh dalam Modul Konsep, Pengertian, dan Tujuan Kolaborasi, ada banyak pengertian yang menjelaskan kolaborasi. 

Dalam pengertian umum, kolaborasi berarti terjadinya kerja sama di antara dua atau lebih orang atau institusi yang saling mengerti permasalahan satu sama lain, dan berusaha memecahkan masalah secara bersama. 

Secara spesifik, kolaborasi adalah kerja sama yang intensif untuk mengatasi permasalahan kedua pihak secara bersamaan.

Berbagai pengertian ini menghasilkan kesimpulan dan pengertian umum, kolaborasi adalah pola dan hubungan yang dilakukan antar individu atau organisasi tertentu. Kedua belah pihak memiliki keinginan saling berbagi, berpartisipasi, dan bersepakat untuk bertindak bersama. 

Meliputi berbagi informasi, sumber daya, manfaat, hingga tanggung jawab dalam pengambilan keputusan bersama untuk meraih cita-cita, tujuan, ataupun menyelesaikan masalah yang dihadapi kedua belah pihak.

Jenis Kolaborasi

Berbagai jenis kolaborasi, ada yang membedakan bagaimana suatu kolaborasi antar individu atau institusi berjalan. Setiap jenis kolaborasi memiliki ciri khasnya masing-masing. 

Berikut adalah berbagai jenis kolaborasi menurut lumapps.com:

  1. Kolaborasi Tim

Kolaborasi tim merupakan jenis kolaborasi bisnis paling umum dalam dunia kerja. Dalam kolaborasi tim, seluruh anggota mengenal satu sama lain dan mengetahui peran atau pengaruhnya masing-masing. 

Biasanya, orang yang mengatur dan mengamati kinerja tim adalah Ketua Tim.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

  1. Kolaborasi Komunitas

Jenis kolaborasi satu ini terjadi karena adanya ketertarikan terhadap suatu hal dan tujuan yang sama di antara anggotanya. Kolaborasi ini seringkali dibuat untuk berbagi pengetahuan dan belajar bersama untuk menyelesaikan suatu tugas. Level anggotanya cenderung setara, tetapi anggota yang lebih berpengalaman akan mendapatkan status yang lebih tinggi.

  1. Kolaborasi Jaringan

Kolaborasi jaringan merupakan jenis kolaborasi yang berbeda dari dua jenis sebelumnya. Kolaborasi ini dimulai karena adanya individu yang bertindak untuk kepentingan diri sendiri.

Umumnya, kolaborasi jaringan bertujuan membuat anggotanya dikenal oleh kalangan ahli. Dalam jenis kolaborasi ini, setiap anggotanya belum tentu mengenal satu sama lain.

Contoh dari kolaborasi jaringan adalah penggunaan media sosial yang memungkinkan anggotanya untuk berkolaborasi secara virtual tanpa mengenal atau bertemu dengan satu sama lain.

  1. Kolaborasi Cloud

Jenis kolaborasi selanjutnya adalah kolaborasi cloud, kolaborasi yang memungkinkan seseorang untuk mengakses, membaca, dan mengedit dokumen secara real-time dengan dokumen yang disimpan di cloud. 

Kolaborasi ini biasanya digunakan oleh organisasi dengan anggota tim yang lokasinya berjauhan.

  1. Kolaborasi Video

Menurut lummaps.com, kolaborasi video merupakan jenis kolaborasi yang paling sering dilakukan belakangan ini. Kolaborasi menggunakan ruang konferensi virtual seperti Zoom atau Google Meet untuk meeting. 

Anggota menerima undangan untuk mengikuti meeting menggunakan laptop, komputer, dan bisa juga smartphone. Melalui jenis kolaborasi ini, setiap anggota dapat bekerja sama di mana pun dan kapan pun.

  1. Kolaborasi Internal

Kolaborasi internal merupakan kolaborasi yang terdiri dari berbagai jenis kolaborasi, tergantung pada tujuan yang ingin dicapai suatu bisnis. Kolaborasi ini terdiri dari forum diskusi, microblogging, dan wiki. 

Forum diskusi digunakan untuk berbagi ide terkait topik tertentu, microblogging untuk berbagi pesan dalam perusahaan, dan wiki digunakan untuk mengelola informasi dalam perusahaan.

  1. Kolaborasi Eksternal

Jenis kolaborasi satu ini membagikan pengetahuan di luar perusahaan, misalnya interaksi antara brand dan pengguna media sosial. 

Biasanya, brand meminta pendapat kepada pengguna media sosial melalui kuis atau diskusi yang membutuhkan feedback.

  1. Aliansi Strategis

Kolaborasi aliansi strategis adalah jenis kolaborasi antar perusahaan. Biasanya, kolaborasi ini menjanjikan dua atau tiga bisnis untuk menggabungkan upaya dan sumber daya demi mencapai tujuan tertentu. 

Jenis kolaborasi ini cukup baik karena setiap perusahaan biasanya memiliki keunggulan masing-masing yang mampu melengkapi kekurangan satu sama lain. ***

 

bersambung ke Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi (Dua)

 




Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Aksi berbagi kebahagiaan dengan para pahlawan keluarga di Kota Mataram, HBK membagikan bantuan paket sembako

MATARAM.lombokjournal.com ~ Aksi berbagi kebahagiaan dengan pasukan kuning, kusir cidomo, dan pedagang asongan keliling di Kota Mataram, dilakukan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK). 

Politisi Partai Gerindra itu menyalurkan bantuan sembako untuk ‘pasukan jalanan’ yang juga berjuang untuk keluarganya..

Aksi kemanusiaan tersebut, dilakukan HBK sekaligus menyapa dan berbicara dengan mereka dari dekat. 

BACA JUGA: Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan

Aksi berbagi paket sembako itu merupakan apresiasi HBK untuk pasukan jalanan bekerja untuk warga kota

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyusuri jalan sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Sriwijaya,  menyapa para petugas kebersihan jalan atau pasukan kuning yang sedang bekerja di pagi hari.

Tentu tak cuma menyapa, HBK juga memberikan bantuan paket sembako, antara lain berisi gula, beras, kopi, mie instan, susu, telur, minyak goreng, teh, dan tepung terigu.  

Jika ditotal, satu paket bantuan sembako tersebut senilai Rp 210.000,-.

“Saudara-saudara kita yang bekerja setiap pagi untuk membersihkan jalan-jalan utama, adalah alasan utama di balik kenyamanan kita tinggal di Kota Mataram. Hari ini saya datang untuk berterima kasih kepada mereka,” kata HBK. 

Bagi HBK, mereka layak mendapat apresiasi. Mereka bangun lebih cepat dibanding warga lain di Kota Mataram, kemudian membersihkan jalan. Bekerja sejak pagi buta, memastikan jalur-jalur protokol bersih tanpa sampah sedikit pun.

“Sebenarnya bantuan sembako ini tidak ada artinya dibanding dedikasi dan jasa mereka untuk memastikan kenyamanan semua warga Kota Mataram. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memotivasi mereka,” imbuh HBK.

Selain membagikan sembako, HBK juga menyempatkan diri mentraktir mereka sarapan pagi dengan menyantap “nasi daun” yang pada pagi hari memang banyak dijual warga di sepanjang Jalan Majapahit dan Jalan Sriwijaya.

Tak cuma kepada pasukan kuning. HBK juga memberikan bantuan sembako kepada para kusir cidomo yang sedang mangkal di sejumlah titik keramaian. HBK menyempatkan diri berbincang hangat sejenak dengan mereka. 

Di sisi lain kota, HBK juga membagikan sembako kepada para pedagang asongan yang sedang beristirahat melepas penat di pinggir jalan.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Bagi HBK, pasukan kuning, kusir cidomo, dan juga para pedagang asongan adalah pahlawan-pahlawan keluarga. 

Mereka menjadi tempat bergantung anggota keluarga, pada mereka pula denyut-denyut ekonomi keluarga disandarkan.

“Bisa berbagi dan bisa berbicara dari hati ke hati dengan mereka, adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Saya sangat bersyukur bisa melakukan ini semua,” kata tokoh yang dikenal dermawan ini.

HBK saat ini memang sedang berada di Pulau Lombok untuk menjalani masa reses sebagai Anggota DPR RI. Kesempatan reses dimanfaatkan untuk menyapa dari dekat masyarakat di Pulau Seribu Masjid. 

Sembari memberikan bantuan untuk warga, HBK juga memanfaatkan momentum perjumpaan tersebut untuk menyerap aspirasi mereka.

HBK menegaskan, kepecayaan masyarakat Pulau Lombok telah mengantarkan dirinya duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI. 

Kepercayaan itu kini dibalas dengan mewakafkan dirinya sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat Pulau Seribu Masjid.

“Berbagi kepada sesama akan mendekatkan jiwa kepada Sang Pencipta,” imbuh tokoh kharismatik Bumi Gora yang dikenal sebagai samurai Prabowo Subianto ini. 

Sementara itu Inaq Sri, salah satu pasukan kuning  mengucapkan terima kasih atas bantuan bingkisan sembako yang diberikan langsung oleh HBK . 

“Semoga pak BK dan keluarga tetap sehat wal afiat, panjang umur dan dimurahkan rejekinya agar tetap bisa membantu kaum duafa,” ujarnya. 

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

Lain lagi komentar salah satu ibu penjual nasi bungkus, ia bercerita selain diberikan sembako, HBK juga membelikan nasi bungkus dagangannya untuk  pasukan kuning, tukang ojek, para pemulung, maupun tukang sampah. 

“Meskipun saya hanya kenal beliau dari namanya saja, pak BK ini nyatanya orang baik karena senang membantu orang miskin,” tuturnya. (*)

 

 




Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem 

Dalam konferensi pers Sekda NTB , Lalu Gita Ariadi menegaskan, validasi data P3KE  untuk mengetahui  kesejahteraan masyarakat disertai informasi by name by address

MATARAM.lombokjournal.com ~. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi memberikan klarifikasi terkait mispersepsi informasi data mengenai jumlah angka kemiskinan ekstrem melalui Konferensi Pers di Ruang Rapat Sekda NTB pada Senin (02/01/23).

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Sekda NTB mengatakan, validasi basis data P3KE untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat
Lalu Gita Ariadi

“Untuk mempertajam sasaran dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemprov NTB melalui BAPPEDA bekerjasama dengan BPS dan BKKBN NTB akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap basis data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) sebanyak 1,8 juta jiwa,” kata Miq Gita sapaan Sekda.

Menurutnya, kegiatan verifikasi dan validasi basis data P3KE  untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat disertai dengan informasi by name by address. 

Diketahui, kebijakan menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Indonesia dicanangkan Pemerintah Pusat tahun 2024, melalui Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 4 Tahun 2022.

Sebagai implementasi kebijakan itu, Pemprov NTB melalui BAPPEDA NTB melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan di NTB. 

Rakor bertujuan mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menghilangkan kantong kemiskinan. Sehingga intervensi program untuk menghapus kemiskinan betul-betul tepat sasaran.

Data kemiskinan ekstrem

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Drs. Wahyudin, M.M. menyampaikan, data kemiskinan ekstrem yang dikeluarkan oleh BPS maupun Bappeda konsepnya sama.

Perlu diketahui, rentan kemiskinan dibagi dalam Desil 1-10. 

Desil 1 atau 10 persen masuk kelompok kemiskinan ekstrem.

Desil 2 atau 20 persen masuk dalam kelompok miskin dan sebagian lainnya masuk dalam kelompok hampir miskin.

“Jadi, data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dengan 1,8 Juta jiwa lebih penduduk NTB tersebut, merupakan bagian secara keseluruhan dari kemiskinan ekstrem sampai dengan kelompok miskin dan hampir miskin,” ucapnya.

Berdasarkan data pada Maret Tahun 2021 jumlah individu miskin ekstrem di Provinsi NTB sebesar 4,78 persen atau 252.048 jiwa. 

Pada Maret Tahun 2022 sebesar 3,29 persen atau 176.003 jiwa. Artinya, dari periode Maret Tahun 2021 s.d. Maret Tahun 2022 terjadi penurunan angka kemiskinan ekstrem di NTB sebesar 1,49 persen.

“Terkait hal tersebut, memang tidak bisa langsung menyasar 176.003 individunya, karena begitu ada gejolak seperti kenaikan harga BBM, inflasi dan lainnya, kemungkinan yang ada di luar kategori miskin ekstrem akan jatuh juga ke potensi kemiskinan ekstrem tersebut,” ungkap Wahyudin.

Kepala Bappeda NTB, H. Iswandi, M.Si., turut menjelaskan, kemiskinan tidak hanya bertambah atau berkurang oleh orang yang memang teridentifikasi miskin, tetapi juga orang yang berpotensi miskin.

Terkait anggaran yang mengintervensi kemiskinan, sumbernya ada dari Pusat, Daerah dan Lembaga Masyarakat. 

Secara konkrit, ada penerimaan bantuan PBI JK, PKH, sebagai bentuk-bentuk penanggulangan kemiskinan yang bersumber dari APBN. 

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Sedangkan dari Pemprov NTB ada bantuan sosial, hibah, serta bantuan lembaga masyarakat dengan APBD sekitar 1,2 Triliun.

“Tugas kita melakukan pemutakhiran agar yang menerima bantuan tersebut sesuai data sebagai basis dalam mengintervensi dan kita pastikan yang paling prioritas itu di desil 1 yang merupakan kelompok kemiskinan ekstrem,” jelas Iswandi. ***




Gubernur NTB, Bersama Forkopimda Gelar Patroli

Menjelang pergantian tahun, Gubernur NTB bersama Kapolda NTB, dan Danrem serta Forkopimda Provinsi NTB, juga menyempatkan mengunjungi Pondok Pesantren 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk memastikan pergantian tahun baru 2023 berlangsung aman dan tenteram, Gubernur NTB ZulkieflimansyaH bersama Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, beserta Danrem dan Forkopimda Provinsi NTB, gelar patroli malam tahun baru.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

Gubernur NTB versama Forkonpinda memastikan tahun baru aman .”Bersama Pak Kapolda dan Pak Danrem di Mandalika dan tempat-tempat lain di NTB memastikan pergantian tahun di NTB berlangsung dengan aman dan tenteram,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur NTB di Mandalika, Sabtu (31/12/22) malam 

Malam itu Gubernur NTB menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengisi tahun baru dengan hura-hura. 

Melainkan dengan banyak merenungi apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun terakhit dan berdoa. Agar di tahun yang akan datang akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. 

“Hindari merayakan tahun baru dengan hura hura. Isi dengan banyak merenung dan berdoa agar tahun 2023 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Amiiin,” harap Gubernur.

Sebelumnya, Gubernur bersama rombongan mengunjungi beberapa tempat,  seperti menggunjungi Pondok Pesantren Darus Siddiqien NW di Mertak Paok  Lombok Tengah, Desa Wisata Tete Batu, hingga Berkunjung ke Yayasan Ar Rahman Masbagik Lombok Timur. 

BACA JUGA: Bantuan Bencana untuk Korban Bencana Ekstrim

Dan membagikan santunan ke anak-anak yatim, ke ibu-ibu lanjut usia, dan para santri di bawah bimbingan Yayasan hingga bertemu UMKM di Masbagik. ***

 

 




Kamus Digital Bahasa SASAMBO-Indonesia, Dirilis  

Keberhasilan Kantor Bahasa Provinsi NTB berupa pembuatan aplikasi digital, antara lain kamus bahasa daerah NTB-Indonesia berbasis laman dan andoid

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Dr. Puji Retno Hardiningtyas S.S., M.Hum,  menyampaikan  keberhasilan dan capaian serta inovasi dalam program yang telah diperoleh hingga tahun 2022.

Capaian dan inovasi dari Kantor Bahasa Provinsi NTB, yakni telah merilis Kamus Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo (SASAMBO), yang dapat diakses secara digital oleh masyarakat umum. 

BACA JUGA: Validitas Data jadi Preioritas dalam Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Kantor Bahasa Provinsi NTB merilis Kamus Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo (SASAMBO)

“Inovasi dalam hal pelayanan pada masyarakat, berupa  pembuatan aplikasi digital,  Sistem  Informasi, Data, dan Layanan (Sidaya) berbasis laman dan Android, aplikasi Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI) berbasis, dan Kamus Bahasa Sasak-Indonesia, Kamus Bahasa Samawa-Indonesia, dan Kamus Bahasa Mbojo-Indonesia berbasis laman dan Android,” terang Doktor Retno di Kantornya, Jumat (30/12/22).

Menurut Dr. Puji Retno Hardiningtyas S.S., M.Hum, capaian dan keberhasilan program yang diperoleh tidak terlepas dari kerjasama, sinergi dan kolaborasi yang dibangun, baik secara internal maupun ekternal dengan semua pihak. 

Khususnya dukungan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang telah menghibahkan tanah dari Pemerintah Provinsi pada tanggal 28 Oktober 2022.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Gubernur dan Bu Wagub yang senantiasa mendukung kami. Kami terus berupaya mengembangkan diri dalam inovasi. Karena itu salahsatu kunci keberhasilan program,” kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB yang berada dalam naungan Kemendikbudristek RI tersebut. 

Sementara dalam aspek pencapaian program,  yaitu 1.000 usulan kosakata bahasa daerah NTB yang telah dikirim ke redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 292 penambahan kosakata Kamus Bahasa Sasak—Indonesia, 130 penambahan kosakata Kamus Bahasa Samawa— Indonesia, dan 292 penambahan kosakata Kamus Bahasa Mbojo—Indonesia.

“Termasuk produk perkamusan yang telah diterbitkan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB 

pada tahun 2022, yaitu Kamus Bahasa Daerah NTB-Indonesia dan Ensiklopedia Sastra Daerah di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Diskominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti yang diwakili Kepala UPT. Pusat Layanan Digital Anugrah Fajar Fahrurazie turut menyampaikan selamat atas kontribusi dan inovasi yang telah dilakukan Kantor Bahasa Provinsi NTB. 

“Menyampaikan salam hormat pimpinan, dan selamat atas capaian serta inovasi Digital yang telah dilakukan, khususnya kamus bahasa daerah yang kini dapat diakses oleh warga NTB. Tentu akan kami terus sosialisasikan sehingga kebermanfaatannya kian terasa,” terang Fajar. 

Capaian lain Kantor Bahasa Provinsi NTB adalah, terfasilitasi layanan profesional kebahasaan dan penutur bahasa terbina. 

Sebanyak  200 peserta dari 60 ODP se-NTB telah mengikuti pendampingan secara luring yang diselenggarakan di Kab. Lombok Barat, 21 lembaga yang mengikuti Lomba Wajah Bahasa pada bulan Oktober 2022, dan 15 lembaga terbaik yang diberikan apresiasi atas pengutamaan bahasa negara pada Lomba Wajah Bahasa Oktober 2022.

Capaian program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) , yaitu 3.062 peserta UKBI bagi siswa dengan rincian yang terdiri atas siswa SD pada 7 sekolah, siswa SMP pada 3 sekolah, dan siswa SMA/SMK pada 5 sekolah dan 125 peserta UKBI Penerimaan Negara 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila di Sumbawa

Bukan Pajak (PNBP) yang terdiri atas guru SD, mahasiswa, dan mahasiswa beasiswa unggulan.

Ada juga kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Distribusi Buku, Gerakan untuk Literasi Semesta (Geulis), melakukan pemberdayaan komunitas penggerak literasi pada bulan Februari, Maret, dan Agustus tahun 2022 dengan total sebanyak 103 komunitas penggerak literasi yang tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Melakukan Bimbingan dan Pelatihan di Kabupaten Sumbawa pada bulan Maret 2022 kepada 35 peserta pegiat/pengajar/lembaga BIPA dan Kantor Bahasa Provinsi NTB mengadakan Lomba Bercerita dan Membaca bagi Pemelajar Asing di NTB pada bulan Agustus 2022, yang diikuti 40 peserta pemelajar asing. ***

 




Kalimat Ucapan yang Benar, “ Umat Islam” atau “Umat Muslim”

Membaca kalimat di berbagai media, seolah-olah sama penggunaan frase “umat Islam” atau “umat muslim”, padahal ada penggunaan yang tidak tepat

MATARAM.lombokjournal.com – Dalam berita di berbagai media, pembaca terbiasa membaca kalimat, misalnya “tiap hari Jum’at umat Islam melaksanakan sholat Jum’at di masjid”, atau terkadang “tiap hari Jum’at umat muslim melaksanakan sholat Jum’at di masjid”.

Atau lebih sering selama selama bulan Ramadhan atau puasa, kita akan terbiasa mendengar dan melihat ucapan-ucapan “Selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam” atau terkadang “Selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat muslim”.

BACA JUGA: Simbol Pluralisme Pulau Seribu Masjid

Karena terbiasa membaca kalimat itu, seolah-olah kaliman kedua kalimat ucapan itu memiliki arti yang sama.

Padahal, jika diperhatikan, ada penggunaan kata yang kurang tepat di dalamnya.

Kalau kita kemudian merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata umat memiliki arti (1) ‘para penganut (pemeluk, pengikut) suatu agama; penganut nabi’ atau (2) ‘makhluk manusia’.

Maka dari itu, penggunaannya harus diikuti dengan nama agama atau nama nabi. Contohnya adalah ungkapan umat Islam atau umat Nabi Nuh.

Sementara itu, kata muslim dalam KBBI memiliki arti ‘penganut agama Islam’.

Dengan demikian, jika kita menggunakan ungkapan umat Muslim, maka artinya adalah umat yang mengikuti penganut agama Islam.

Mereka, umat yang dimaksud dalam ungkapan tersebut, mengikuti orang (penganut) yang beragama Islam, bukan agamanya.

Tentu saja frasa tersebut tidaklah tepat untuk digunakan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ungkapan yang paling tepat adalah umat Islam bukan umat muslim. ***

 




Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB 

Kapolda NTB mengapresiasi Gubernur NTB atas kontribusi Pemprov NTB baik sebagai mitra Polri maupun dalam peningkatan prasarana Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Zulkieflimansyah, menerima penghargaan dari Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Purwanto yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Jumat (30/12/22).

BACA JUGA: Bantuan Bencana untuk Korban Bencana Cuaca Ekstrim 

Kapolda NTB menyampaikan penghargaan kepada Gubernur NTB seluruh Kepala Daerah di NTB
Kapolda NTB bersama Gubernur NTB dan seluruh Kepala Daerah se NTB

Penghargaan itu diberikan atas kontribusi  Pemprov NTB kepada Polda NTB dalam kerjasama dan kolaborasi untuk mewujudkan NTB yang aman dan Gemilang, 

Irjen Pol Djoko Purwanto menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi NTB yang memberikan kontribusi, baik sebagai mitra Polri dan masyarakat dalam meningkatkan sarana prasarana Polda NTB dan jajarannya.

“Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kalaborasi dan kerjasama dalam mewujudkan NTB Gemilang,” tuturnya. 

Kapolda NTB mengatakan, tugas Polisi tidak menjadi apa-apa dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bila tidak ada pola kerjasama dan kemitraan yang dibangun.

“Kerjasama itu terdiri dari komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Oleh karena itu tanpa kolaborasi dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota dalam membangun kerjasama, maka kami tidak dapat melaksanakan tugas kepolisian dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Huntap Korban Banjir di Bima

Selanjutnya, dilakukan pemusnahan barang bukti Narkotika dan Miras hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda NTB tahun 2022 oleh Gubernur yang akrab disapa Bang Zul bersama Kapolda NTB, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala BNN dan pejabat lainnya menggunakan mobil pemusnahan. ***

 

 




Bantuan Bencana untuk Korban Bencana Cuaca Ekstrim 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah NTB menyalurkan bantuan bagi korban bencana cuasa ekstrim

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi bantuan yang diberikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi NTB untuk para korban bencana cuaca ekstrim yang melanda dalam waktu belakangan ini hingga perkiraan beberapa waktu ke depan.

Penyerahan secara simbolis bantuan sebesar Rp 300,000,000,- tersebut dilakukan di Aula Pendopo Wagub NTB, pada Kamis (29/12/22).

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Huntap Korban Bencana Banjir di Bima

Wagub mengatakan, bantuan dari BI dan BMPD untuk mengatasi kondisi emergency

“Terimakasih semua, memang modal kita di saat masa sekarang ini adalah gotong royong, dengan bersama insyaallah bisa teratasi dengan baik,” ungkap Ummi Rohmi.

Bantuan yang akan diberikan tersebut akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menangani kondisi emergency selama bencana akhir dan awal tahun seperti perkiraan saat ini.

Untuk relokasi, persiapan jangka pendek maupun jangka panjang juga tengah dirancang oleh Pemprov bersama Pemkab/Pemkot.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji menjelaskan bahwa bantuan senilai Rp 300,000,000,- dibagi menjadi Rp 200,000,000,-  berupa barang yang terdiri dari selimut, terpal untuk alas tidur, makanan siap saji seperti indomie, makanan kaleng seperti sarden dan sebagainya, popok bayi dan orang dewasa, dan tidak lupa pula obat-obatan didalamnya. 

Sedangkan untuk yang Rp 100,000,000,- berupa uang tunai, yang di harapkan nantinya secara teknis di lapangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.

“Bantuan ini berasal dari BI, Ikatan Pegawai BI yang merupakan bentuk kepedulian dari pegawai BI, kemudian juga dari perbankan bank umum dalam wadah BMPD Provinsi NTB, juga didalamnya ada NTB Syariah juga,” jelas Kepala BI NTB.

Dalam konteks ini merupakan bentuk respon cepat tanggap untuk memberikan perhatian, empati, juga sekaligus semangat berbagi. 

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

“Mudahan-mudahan semangat kami dan kepedulian kami ini dengan sedikit bantuan yang kami berikan dapat meringankan, bencana yang ada dapat segera di tangani bagi saudara-saudara kita. Semoga bencananya segera berakhir, cuaca ekstrim segera berlalu, inflasi bisa terkendali, perekonomian pulih dan tumbuh kembali,” tutup Heru. ***

 




Presiden Jokowi Resmikan Huntap Korban Banjir di Bima

Gubernur NTB ikut mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat secara simbolis, kepada masyarakat yang tinggal di hunian tetap (Huntap)

BIMA.lombokjournal.com ~ Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah, meresmikan Hunian Tetap (Huntap), Kamis (29/12/2022) di Desa Tambe kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Presiden Jokowi mengatakan huntap yang dibangun lebih baik dari rumah sebelumnya
Hunian tetap yang diresmikan

“Pada hari ini, Hunian Teta (Huntap) untuk korban banjir bandang pasca badai seroja tahun 2021, saya nyatakan diresmikan,” ucap Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila Sumbawa

Disampaikan Jokowi, Huntap ini dibangun bagi masyarakat Kabupaten Bima korban banjir bandang akibat badai Seroja, tahun 2021. 

Setelah dibangun dan selesai, sekarang Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat secara simbolis, kepada masyarakat yang tinggal di Huntap.

Diharapkan, Huntap Tambe dapat menjadi lingkungan yang Asri, Hijau dan nyaman bagi para penghuninya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi bersama Gubernur dan Bupati Bima meninjau sejumlah Fasilitas umum (Fasum) dan Musholla. Selain itu,  Presiden juga melihat langsung kondisi beberapa rumah relokasi.

“Saya berharap rumah relokasi yang telah dibangun ini, lebih baik dari pada rumah sebelumnya, mohon dijaga seluruh fasilitasnya,” harap Jokowi.

Didampingi Ibu Negara Iriana, Gubernur NTB, Menteri PUPR, Mensesneg, Menteri Agraria/BPN, ketua TP.PKK Provinsi NTB, Bupati Bima, Bupati Dompu, Walikota Kota Bima, dan sejumlah rombongan, Jokowi menyambangi dan menyapa masyarakat usai peresmian tersebut.

Peresmian  Huntap sebanyak 185 Unit Rumah tipe 36 yang dibangun di Kabuaten Bima, dan sebanyak 107 unit juga dibangun di Kabupaten Dompu. 

Sebelum peresmian Huntap, Gubernur NTB  mendampingi Presiden meninjau pemanfaatan pasar Sila di kecamatan Bolo, yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

BACA JUGA: Gubernur NTB Tinjau Rumah Jompo Meci Angi di Bima

Presiden Joko Widodo bersama, Gubernur NTB, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono dan sejumlah rombongan, langsung bertolak ke Kabupaten Sumbawa, untuk meresmikan Bendungan Beringin Sila dan meninjau pasar di Kabuaten Sumbawa. ***