Sumbangan Kursi Roda untuk Warga Mataram dan Lombok Tengah

Rachmat Hidayat targetkan membagikan sumbangan 100 kursi roda untuk penyandang disabilitas di Pulau Lombok

LOTENG.LombokJournal.com ~  Sumbangan kursi roda dibagikan Rachmat Hidayat kepada warga di Kota Mataram dan Lombok Tengah penyandang disabilitas.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu, hari Kamis (02/03/23), membagikan kursi roda untuk dua warga Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Apresiasi Atlet Porprov dari Kota Mataram

Pertama untuk anak seorang penghulu di Dusun Sulin, dan kedua untuk penyandang disabilitas anak seorang tukang bangunan. 

Pada hari yang sama, dibagikan pula kursi roda untuk seorang petani penggarap di Dusun Sebowok, Desa Ubung. 

Rachmat Hidayat berjanji hingga bulan Maret menyampaikan sumbangan 100 kursi roda

Sementara di Kota Mataram, kursi roda dibagikan kepada warga perantauan.

Penyerahan bantuan kursi roda dilakukan di aula Kantor Desa Labulia, yang dipimpin Kepala Desa Labulia Mahjat. 

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD NTB dari PDIP H Ruslan Turmuzi, Anggota DPRD Lombok Tengah Suhaimi, Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah, Babinsa Desa Labulia serta sejumlah tokoh dan perangkat desa Labulia. 

Kades Labulia Mahjat menyampaikan terima kasih atas sumbangan dua kursi roda untuk warganya.

“Baru tadi malam saya WA Bapak Rachmat Hidayat untuk minta sumbangan kursi roda buat warga saya, hari ini beliau langsung merespons dan membawakan dua kursi roda,” ungkap Mahjat. 

BACA JUGA: Aksi Solidaritas Sosial dan Kemanusiaan Rachmat Hidayat

Menurutnya, saat ini ada enam warganya yang memerlukan bantuan kursi roda. Ada pula sejumlah warga yang menderita penyakit lain seperti stroke yang jumlahnya 12 orang. 

Sehingga total ada 18 orang warga yang perlu dibantu kursi roda baik manual, elektrik, ataupun adaptif. 

Selanjutnya Mahjat juga menginformasikan banyak warga Desa Labulia yang belum punya BPJS karena berbagai faktor. Sementara sedikitnya ada 80 kk yang rumahnya tidak layak karena miskin.

“Untuk itu kami mohon kiranya Bapak Rachmat Hidayat bisa membantu Warga saya dengan program RTLH. Kalaupun tidak bisa 80 KK cukup 20 KK saja. Yang penting ada program RTLH aspirasi Bapak Rachmat masuk Desa Labulia, karena baru kali ini ada Anggota DPR RI Dapil Lombok yang memberikan bantuan kepada warga saya,” ulas Mahjat. 

Terhadap permintaan Kades Labulia tersebut, Rachmat Hidayat berjanji akan menindak-lanjuti meskipun tidak bisa semuanya.

“Saya akan perhatikan dan catat permintaan program dari Kades Labulia, termasuk untuk program RTLH maupun lainnya,” kata Rachmat Hidayat.

Kepada Kades ia menanyakan apakah ada anggota DPR RI yang sudah masuk dan beri bantuan di Desa Labulia. 

“Tidak ada sama sekali,” kata Mahjat yang dibenarkan warga dan tokoh yang hadir. 

Selanjutnya Rachmat Hidayat menambahkan, terkait sumbangan dua kursi roda untuk warga Desa Labulia, tidak ada unsur kepentingan politik apa pun. 

Hal ini semata-mata didorong oleh rasa kemanusiaan untuk saling membantu sesama. Juga sudah menjadi tupoksinya sebagai Wakil Rakyat Dapil Lombok. 

“Semalam saya di-WA sama Pak Kades minta dibantu 18 kursi roda untuk warganya. Dengan pertimbangan urgensi dan pemerataan, saya putuskan hari ini sumbangkan dua kursi roda bersumber dari aspirasi saya yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial,” ujarnya. 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menambahkan, pembagian kursi roda gratis dari program aspirasinya dipastikan akan terus berjalan selama dirinya masih dipercaya masyarakat Lombok menjadi wakilnya di DPR RI. 

“Untuk bulan Maret ini saya targetkan 100 kursi roda berbagai spesifikasi sudah terbagi untuk masyarakat di Lombok. Khususnya untuk para penderita disabilitas agar hidup mereka lebih berarti,” ujar politisi senior NTB ini.

BACA JUGA: World Superbike (WSBK) Indonesian Round 2023 Dimulai

Rachmat menegaskan, sebagai wakil rakyat dapil Lombok yang bertugas di Komisi VIII DPR RI, dirinya berkomitmen memboyong bansos maupun program sosial lain di Kementerian yang menjadi tupoksinya untuk masyarakat tidak mampu di Pulau Lombok. 

“Tahun 2023 ini Insya Allah ada banyak program bantuan sosial yang bisa saya bawa untuk masyarakat Lombok,” imbuhnya. 

Sementara itu, prosesi penyerahan sumbangan kursi roda berlangsung dengan penuh haru. Hal ini karena penerima bantuan kursi roda seorang bocah berumur 11 tahun yang bernama Emha Istafadi. Ayah Emha, sehari-hari berprofesi sebagai tukang bangunan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Haji Rachmat Hidayat yang telah menyumbangkan kursi roda untuk anak bungsu saya. Tyang tidak akan pernah lupa budi baik Pak Rachmat,” ujar Hafizin, orang tua Emha Istafadi. 

Selain memberikan bantuan kursi roda untuk anak tukang bangunan, Rachmat Hidayat juga memberikan sejumlah uang tunai untuk Hafizin. 

Usai menyerahkan bantuan kursi roda di kantor desa, Rachmat Hidayat dan rombongan bergegas menuju Dusun Sulin, untuk menyerahkan kursi roda untuk anak perempuan Penghulu Desa Labulia yang bernama Muniam, yang kini berusia 30 tahun. 

Kedatangan Rachmat dan rombongan yang diiringi Kades Labulia dan Babinsa disambut hangat oleh Penghulu Dusun Sulin Mahfud.

“Putri saya, ini menderita cacat sejak kecil dan tidak bisa berjalan secara normal. Syukur Alhamdulillah hari ini Bapak Rachmat Hidayat berkenan memberikan sumbangan kursi roda. Setidaknya nanti putri saya beraktivitas dengan kursi rodanya,” kata Mahfud.

Di sela-sela penyerahan kursi roda tersebut, tiba-tiba datang Kepala Bangkespoldagri NTB Lalu Abdul Wahid. Pejabat eselon II Pemprov NTB ini pun memberikan apresiasi yang tinggi atas aksi kemanusiaan yang selama ini digencarkan Anggota DPR RI Dapil Lombok, H Rachmat Hidayat.

“Pembagian kursi roda yg dilakukan oleh beliau kepada masyarakat kurang mampu adalah wujud dari kepedulian beliau sebagai wakil rakyat. Pengabdian seperti yang beliau lakukan patut dicontoh oleh kita semua. Semoga menjadi berkah untuk keharmonisan dan keutuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Lalu Abdul Wahid.

Silaturahmi dengan TGH Samsul Rijal Najamuddin

Setelah menyelesaikan kunjungan lapangan dengan membagikan kursi roda, Rachmat kemudian mengecek langsung progress pemugaran 29 Rumah Tidak Layak Huni yang dibangun melalui program aspirasinya di Dusun Kebon, Desa Semoyang, Lombok Tengah.

Kemudian melanjutkan bersilaturahmi dan mengunjungi Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhajirin TGH Samsul Rijal Najamuddin yang sedang sakit.

Kedatangan Rachmat ke Ponpes Darul Muhajirin bermula dari Permintaan TGH Samsul Rijal Najamuddin, agar dipanggilkan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB agar bisa menyempatkan waktunya ke Ponpes Darul Muhajirin. 

Pesan tesebut dititipkan melalui Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan H Ruslan Turmuzi, yang merupakan politisi senior di Gumi tatas Tuhu Trasna.

“Beliau berpesan demikian kepada saya agar menyampaikan pesannya kepada Bapak H Rachmat Hidayat bisa berkenan membezuk dan bersilahturahmi dengan TGH Samsul Rijal Najamuddin,” kata Ruslan.

Dalam silaturahmi tersebut, Rachmat Hidayat langsung menemui ulama kharismatik NTB tersebut yang berada di pembaringan. Keduanya pun terlibat pembicaraan hampir selama 30 menit dan saling mendoakan satu sama lain.

Dari Ponpes Darul Muhajirin, Rachmat dan rombongan bergegas bergerak menuju rumah Papuk Atik di Dusun Sebowok, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat. 

BACA JUGA: Pertunjukan Kolosal INEN GUMI Meriahkan WSBK 2023

Papuk Atik yang sudah renta tidak bisa berjalan. Kepadanya, Rachmat menyerahkan kursi roda yang diterima putra Papuk Atik yakni Amaq Atik. Sehari-hari dia adalah petani penggarap. 

Dari Jonggat, Rachmat kembali ke Mataram, dan melanjutkan pembagian kursi roda untuk warga perantauan. Antara lain kepada warga perantauan asal Sunda yakni Hermansyah dan Imas Rodiah. Keduanya dari Tasikmalaya dan sudah puluhan tahun menetap di Mataram.

Hermansyah dan Imas menderita lumpuh. Namun, dalam tiga bulan ini Imas sudah mulai bisa berjalan meskipun masih tertatih-tatih.

“Terima kasih Bapak Rachmat Hidayat sudah membantu kursi roda untuk kedua orang tua saya yang sakit,” kata putri bungsunya, Wiwik Mulyati sembari mengatakan kursi roda ini nantinya bisa dipakai bergantian sama orang tuanya.

Menanggapi hal itu, Rachmat Hidayat mengatakan, bantuan tersebut nanti akan dilengkapi dengan bantuan makanan sehat kaya nutrisi dan susu kaya protein.***

 

 




Pertunjukan Kolosal INEN GUMI Meriahkan Event WSBK 2023

Sukseskan event World Superbike (WSBK) 2023, Pemprov NTB tampilkan pertunjukan kolosal yang akan melibatkan ratusan seniman lokal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB akan mempersembahkan pertunjukan kolosal “Inen Gumi” yang melibatkan sebanyak 210 pegiat seni dan budaya dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.

Pertunjukan itu untuk mensukseskan event World Superbike (WSBK) 2023 yang akan berlangsung pada tanggal 03–05 Maret 2023 di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit. 

BACA JUGA: Okupansi Hotel di KEK Mandalika Capai 85 persen

Pihak BPPD NTB menjelaskan pertunjukan INEN GUNI akan meriahkan event WSBK 2023
Konferensi Pers BPPD NTB

“Puncak dari pertunjukan seni dan budaya ini akan di tutup persembahan INEN GUMI,” tutur Ketua BPPD NTB, Baiq Ika Wahyu Wardani dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor BPPD NTB, Rabu (01/03/23). 

INEN GUMI sebuah pertunjukan kolosal yang melibatkan sekitar 210 orang pegiat seni dan budaya dari 10 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi NTB. 

Konseptor dari pertunjukan INEM GUMI itu menjelaskan, pertunjukan kolosal itu menyiratkan pesan, kehidupan bermasyarakat yang tidak luput dari berbagai konflik, perseteruan dan bahkan pertikaian. Itu akan diilustrasikan melalui duel Gendang Beleq dan Peresean. 

“Agar bisa terbebas dari konflik dan perseteruan tersebut, diperlukan kesadaran diri yang tinggi bahwa musuh yang sesungguhnya ada di dalam diri kita masing masing,” kata Ika.

Menurutnya, untuk mencapai kesadaran tersebut, bumi dan juga isinya perlu di Sembek Gumi atau Berkati Bumi dalam bahasa Indonesia. 

“Situasi ini akan digambarkan melalui  Ritual Penyembek,” katanya. 

BACA JUGA: WSBK Mandalika 2023, Polda NTB Siapkan 2.367 Personel

Menurutnya, ketika bumi dibaluti dengan kedamian maka akan terciptanya sebuah keindahan dan masyarakat akan hidup dalam kebahagiaan. 

Lebih jauh dijelaskan, ketika bumi dan manusia mulai berdamai, dunia akan diselimuti keindahan, dan masyarakat hidup dalam  kebahagiaan yang akan di ilustrasikan melalui Tari Cilinaya. 

Panggung hiburan akan terbagi di dua lokasi, Lombok Sumbawa Fair akan mempersembahkan musik hiburan yang menampilkan banyak artis  lokal NTB yang  sudah mendapatkan rekognisi nasional. 

Seperti Desy Natalia X Factor, Abhy Summer, Gita KDI, The Datu, Amtenar, Wet Band, Gokil Boys, Tanaman Kaktus, Discopanthera dan band legendaris, Jamrud. 

“Berlokasi di Festival Stage, para artis tersebut siap menghibur para penonton dengan lagu lagu hits mereka,” ucapnya. 

Sementara itu di lokasi Paddock, Pit Walk dan Starting Grid, diramaikan berbagai pertunjukan kesenian dan budaya.

BACA JUGA: Menpan RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Loteng

Agar penonton hanyut ke dalam nuansa keindahan seni dan tradisi yang telah membentuk jati diri masyarakat Nusa Tenggara Barat.***

 




Menpan RB Meresmikan Mal Pelayanan Publik Loteng

Mal Pelayanan Publik yang diresmikan di Loteng oleh Menpan RB, memberi kepastian proses perizinan cepat dan mudah

LOTENG.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lombok Tengah di kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu (01/03/23).

BACA JUGA: WSBK Mandalika 2023, Polda NTB Siapkan 2.367 Personel

Menpan RB saat peresmian Mal Pelayanan Publik di Loteng
Menpan RB, Abdullah Azwar Anas

Mal Pelayanan Publik merupakan konsep pelayanan publik satu pintu untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat Lombok Tengah. 

Sebagai pusat pelayanan terpadu yang transparan, terintergrasi cepat dan aman. MPP memfasilitasi 20 lebih gerai dengan seratu lebih macam pelayanan seperti proses perizinan dan lain-lain.

Menpan RB Republik Indonesia, H. Abdullah Azwar Anas mengapresiasi inovasi dan terobosan pelayanan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Bahkan inovasi pelayanan ini sekaligus menjadi yang pertama di Provinsi NTB.

“Pelayanan yang mudah menjadi kunci membangun birokrasi yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Bersemangat Turunkan Angka Stunting

Ia menjelaskan, inovasi birokrasi harus memiliki dampak langsung kepada masyarakat, karena masyarakat adalah ujung tombak dari semua inovasi dan pelayanan dari pemerintah.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri mengungkapkan, Mal Pelayanan Publik merupakan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam memberikan akses pelayanan publik yang mudah, aman dan cepat kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah.

“Kami ingin menghadirkan pemerintah yang transparan, terintergrasi dan bersih untuk memastikan proses perizinan cepat dan mudah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tambang Pasie Besi, Kejati NTB Naikkan ke Penyidikan

Kemudian rombongan berkesempatan meninjau area MPP yang dibangun di eks Kantor Bupati Lombok Tengah. ***

 

 




Kasus Tambang Pasir Besi, Kejati NTB Naikkan ke Penyidikan

Direktur Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Abdul Majid mengapresiasi Kejati NTB yang menaikkan status kasus tambang pasir besi ke penyidikan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penanganan kasus Tambang Pasir Besi di Lombok Timur yang ditangani oleh Kejati NTB sudah naik ke tingkat penyidikan per tanggal 18 Januari 2023 yang lalu. 

Terhadap upaya yang telah dilakukan Kejati NTB tersebut, Direktur Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Abdul Majid memberikan apresiasi kepada Kejati NTB yang telah menaikkan status penanganan pasir besi menjadi penyidikan.  

BACA JUGA: WSBK 2023, Polda NTB Siapkan 2.367 Personel 

“Ini Langkah yg luar biasa yg di lakukan Kejati NTB dalam menangani kasus yang bermasalah di NTB. Tentunya kami sebagai warga NTB sangat mendukung langkah ini, apalagi Kejati NTB sudah memanggil pihak terkait baik itu, Bupati Lombok Timur, mantan Bupati Lombok Timur hingga Sekda NTB untuk dimintai keterangan. 

“Ini sangat apresiasi,”  kata Abdul Majid, Rabu (01/03/23). 

Abdul Majid  berharap kepada Kejati NTB membongkar kasus Tambang Pasir Besi yang di Lombok Timur dengan tuntas tanpa pandang bulu. 

“Siapa saja yang diindikasikan terlibat, jangan pandang bulu, siapapun dia kalau terlibat, sikat dan proses hukum dengan adil  saja,”  teas Majid.

Ia mendesak  Kejati agar memanggil  dan periksa semua orang yang ada indikasi terlibat dalam mega proyek ini

“Ini kan aneh bin ajaib, sebuah perusahaan mengeruk kekayaan di daerah TPI tidak ada kontribusinya ke pemerintah, itu berlangsung tidak sebentar. Itu terjadi bertahun tahun dan Pemerintah daerah membiarkannya. Ada apa ini?” tanyanya dengan kesal. 

Abdul Majid acung jempol ke Kejati NTB yang sudah memeriksa beberapa pihak, baik itu dari Pemerintah Daerah maupun dari PT AMG.

BACA JUGA: NTB Destinasi Wisata Dunia, Transportasi Harus Nyaman dan Aman

“Tinggal kita tunggu sapa yang terlibat dan akan jadi tersangka dalam kasus ini,” kata Majid ***

 

 




Pemprov NTB Bersemangat Turunkan Angka Stunting

Aktif dan berkualitasnya Posyandu Keluarga yang diupayan Pemprov NTB, dapat menyumbang data real, by name by adress

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB sedang semangat-semangatnya atau on fire berupaya menurunkan angka stunting. 

Dan Pemprov NTB mendorong Posyandu Keluarga yang sudah 100 persen ada di Kabupaten dan Kota se-NTB, lebih aktif dan berkualitas.

BACA JUGA: PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Kata Wagub, Pemprov NTB sedang bersemangat menurunkan angka stunting

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengikuti roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten/Kota bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia  (Kemenko PMK) secara daring, di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa (28/02/23).

Menurut Ummi Rohmi sapaan Wagub, aktif dan berkualitasnya Posyandu Keluarga yang ada di NTB, dapat menyumbang data real, by name by adress, yang dapat menjadi pintu utama menuntaskan masalah stunting.

“Kami terus berupaya bagaimana membuat posyandu keluarga aktif dan berkualitas,” jelas Ummi Rohmi. 

Upaya tersebut berupa perbaikan berbagai fasilitas yang ada di Posyandu. Seperti timbangan dan pengukur badan yang lebih akurat. Serta, kualitas dan kesejahteraan para Kader di Posyandu terus diperhatikan.

Terkait kemiskinan ekstrim di NTB, Wagub menjelaskan pada Maret Tahun 2022 sebesar 3,29 persen atau 176.003 jiwa. 

Berarti terjadi penurunan angka kemiskinan ekstrem di NTB dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,78 persen atau 252.048 jiwa.

Sama seperti upaya menurunkan stunting, data yang tepat dan akurat menjadi kunci penurunan angka Kemiskinan Ekstrim yang ada di NTB, jelas Wagub. 

BACA JUGA: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan dan PMT Anak Stunting

Pemprov NTB akan turun ke Kabupaten dan Kota demi memvalidasi data kemiskinan yang ada. Sehingga penanganan yang diberikan bisa tepat sasaran. ***

 




WSBK Mandalika 2023, Polda Siapkan 2.367 Personel

Persiapan pengamanan WSBK tahun 2023  ditandai Apel Gelar Pasukan Operasi “Satu Mandalika Rinjani 2023” yang diikuti 1.500 personel

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bersama Polda NTB menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi “Satu Mandalika Rinjani 2023” di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, Selasa (28/02/23).

BACA JUGA: NTB Destinasi Wisata Dunia, Transportasi Harus Nyaman dan Aman

apel gelar pasukan diikuti 1500 personel

Penyelenggaraan apel tersebut untuk persiapan keamanan, kenyamanan dan kelancaran Event World Superbike (WSBK) tahun 2023 di Sirkuit Mandalika.

Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi menghadiri Apel Gelar Pasukan tersebut. 

Apel diikuti 1.500 personel, Polda NTB sendiri siap menerjunkan 2.367 personel untuk operasi yang akan berlangsung selama satu pekan, sejak Tanggal 1 sampai 7 Maret 2023.

“Persiapan pengamanan WSBK tahun 2023  ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi “Satu Mandalika Rinjani 2023”. Apel diikuti 1.500 personel. Sementara operasi akan berlangsung selama satu pekan, sejak Tanggal 1 sampai 7 Maret 2023,” tutur Sekda. 

Dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan dan operasi yang dilakukan, Miq Gite berharap WSBK 2023 dapat berjalan lancar, aman, nyaman dan sukses. 

BACA JUGA: Provinsi NTB Tandatangani MoU dengan Provinsi Jatim

“Semoga WSBK 2023 berjalan lancar, aman, nyaman dan sukses,” katanya. ***

 

 




NTB Destinasi Wisata Dunia, Transportasi Harus Nyaman dan Aman

Fasilitas transportasi darat di NTB seperti angkutan, terminal dan jalan raya secara umum sudah baik, namun perlu kesadaran masyarakat

MATARAM.LombokJournal.com ~  Makin mantabnya NTB menjadi destinasi wisata dunia, maka konektifitas dan transportasi di destinasi wisata adalah instrumen krusial. 

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat membuka rapat koordinasi (Rakor) angkutan darat Dinas Perhubungan NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (28/02/23). 

BACA JUGA: Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

“NTB sudah menjadi destinasi wisata dunia. Transportasi darat laut dan udara serta konektifitasnya akan meningkatkan kepuasan orang yang berkunjung ke NTB,” ujar Wagub. 

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian dan kerja seluruh pihak, agar infrastruktur transportasi menjadi layanan yang excellent yang meliputi akses, kenyamanan dan keamanan standar. 

Kepala Dinas Perhubungan HL Faozal mengatakan, fasilitas transportasi NTB seperti angkutan, terminal dan jalan raya secara umum sudah baik. 

“Namun manajemen transportasi publik harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat”, ujarnya. 

Ia menekankan, pekerjaan rumah terbesar  adalah angkutan darat dalam provinsi yang bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas. 

Ia menyebut masih banyak yang menggunakan angkutan bak terbuka untuk angkutan orang, kelaikan angkutan publik antar pulau maupun angkutan barang over kapasitas. 

Di sisi lain, pihaknya telah mengelola terminal tipe B di Bima dan Sumbawa dengan fasilitas yang baik. Tinggal terminal Renteng, Tanjung dan pelabuhan Bangsal yang masih harus dilakukan penertiban dan peningkatan fasilitas. 

Begitu pula dengan ruas jalan nasional yang baik masih belum dilengkapi dengan fasilitas rambu keselamatan yang baik. 

Ia menambahkan pula lalu lintas kapal pesiar di Gili Mas juga sudah beraktifitas dengan masuknya enam kapal pesiar tahun ini. 

BACA JUGA: Ekspedisi Rupiah, Distribusi Rupiah ke Wilayah Terpencil

Hadir pula Dirlantas Polda, Jasa Raharja, Organda, PO Damri, Pertamina, ITDC dan perusahaan angkutan.***

 

 




Reses DPR RI, HBK Beri Santuan Anak Yatim Piatu 

Giat reses HBK mendatangi anak yatim piatu, Fatmawati dan adik-adiknya, membiayai pendidikan mereka sampai tamat SMA

MATARAM.LombokJournal.com ~ Memanfaatkan masa reses dengan hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk mendengar dan menyerap aspirasi, kemudian dibawa dan diperjuangkannya di gedung parlemen Senayan.

Saat ini, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) tengah beraktifitas di luar gedung DPR RI.

HBK rajin menyambangi dan menjumpai langsung masyarakat pemilihnya hingga ke wilayah-wilayah pelosok di P. Lombok.

BACA JUGA: HBK Dorong NTB Kembangkan Food Estate Sektor Peternakan

Hari Senin (27/2/2023), HBK bersama tim HBK Peduli binaannya, mengunjungi rumah Fatmawati, remaja berumur 14 tahun yang tinggal di Dusun Pelalang, Desa Persiapan Penanggak, Kec.  Batulayar, Kab. Lombok Barat.

Kedatangan HBK untuk memberikan santunan kepada Fatmawati, yatim piatu yang tinggal dengan dua adiknya, Nuraini dan Aizil yang masih belia. Mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana, di pinggiran hutan.

HBK bertutur, sesampainya di P. Lombok, ia mendapat laporan dari teman-temannya di HBK Peduli terkait keadaanFatmawati bersama adik-adiknya. 

“Saya putuskan untuk memulai reses kali ini dengan mengunjungi mereka. Sekaligus untuk memberikan bantuan, dan melihat langsung tempat tinggal mereka yang ternyata cukup jauh dari jalur utama Desa Bengkaung,” kata politisi Partai Gerindra ini, Selasa ( 28/02/23)

HBK bersama tim relawan HBK Pedulinya harus melewati jalan panjang dan terjal untuk mencapai rumah tempat tinggal mereka.  Jalan setapak yang membelah hutan, bahkan di beberapa titik cukup curam karena persis di mulut jurang yang cukup dalam.

“Jalan ini mengingatkan saya saat masih bersekolah SD dan SMP dulu di kampung, dimana saya harus berjalan kaki kurang lebih lima kilometeran untuk bersekolah. Luar biasa semangat anak-anak ini,” kata HBK saat berhenti di salah satu air terjun kecil yang membelah jalan. 

BACA JUGA: PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Sampai di lokasi, tampak senyum dari Fatmawati menyambut kedatangan rombongan HBK. Begitu juga dengan Nuraini dan Aizil yang sedang asyik bermain lato-lato.

“Wwwaah, pintar juga kamu main lato-latonya ya, Bapak juga sewaktu kecil dulu biasa main mainan lato-lato ini,” kata HBK sambil mencoba permainan anak-anak yang sedang viral ini.

Kedatangan HBK untuk memberikan santuan berupa uang tunai, paket sembako, dan perlengkapan sekolah untuk kebutuhan pendidikan mereka.

Politisi Partai Gerindra ini juga menyampaikan, Ia akan membiayai pendidikan mereka sampai tamat di bangku SMA, begitu juga dengan adiknya yang masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar. 

Nantinya setelah mereka lulus, mereka bebas memilih sekolah lanjutannya, dan akan dibiayai sepenuhnya olehnya.

“Saya akan selesaikan biaya pendidikan Fatmawati sampai lulus SMA. Begitu juga dengan adiknya, Nuraini, yang saat ini masih duduk di kelas 5 SD. Kita akan bantu biaya pendidikannya sampai selesai;” kata HBK.

Tim HBK Peduli akan segera mendatangi sekolah mereka masing-masing, untuk mengurus dan menyelesaikan administrasi pembiayaan pendidikannya.

Sedangkan untuk rumah gubuk mereka, HBK berjanji akan segera memberikan bantuan perbaikan atau renovasinya, dengan memasukkan rumah mereka ke dalam penerima bantuan BSPS. 

“Saya perintahkan tim HBK Peduli untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, agar rumah anak-anak ini bisa segera diperbaiki,” ungkapnya.

Sebelum berpamitan, HBK berpesan kepada Fatmawati dan kedua adiknya untuk jangan putus sekolah. Dan terus belajar yang tekun, yang rajin, dan yang semangat agar bisa bangkit dan keluar dari kondisi saat ini.

“Fatmawati memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita semua, di tengah keterbatasan dan sudah yatim piatu, mereka tetap semangat belajar dan menerima takdir mereka dengan lapang dada, saya tidak sedikitpun melihat kesedihan dari raut muka mereka. Sungguh menakjubkan, dan sangat luar biasa,” kata HBK.

Sambangi Sentra Madu Trigona

 Usai mengunjungi rumah Fatmawati, HBK menyempatkan diri menikmati suasa desa wisata Bengkaung, dan mengunjungi salah satu sentra madu trigona yang dikelola oleh salah satu kader Partai Gerindra, Imamul Azkar.

BACA JUGA: Summit Institute for Development Diminta Integrasikan Data

Saat reses ini HBK beri bantuan untuk mengembangkan kelompok usaha madu trigona

“Masyarakat Desa Bengakaung mampu memanfaatkan potensi wilayahnya dengan pengembangan madu trigona. Dan sudah banyak sekali tempat wisata yang bisa dipilih di sekitaran sini,” ungkap HBK.

Hampir sepanjang jalan, terang HBK, banyak sekali rumah-rumah madu buatan yang sudah berbentuk kelompok-kelompok usaha budidaya madu yang sudah terkenal sampai ke luar NTB.

”Saya mendengar dari Rannya, bahwa Desa Bengkaung sudah menjadi pusat edukasi budidaya madu trigona,” katanya sambil mencicipi jus bipolen yang disuguhkan tuan rumah.

Sebagai komitmen dirinya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dapilnya.

HBK melalui Yayasan HBK Peduli miliknya, akan memberikan bantuan dana sebesar rp. 100 juta untuk mengembangkan kelompok usaha madu trigona ini.

Gelar Reses di Puluhan Titik di P. Lombok

Selain itu, HBK juga menggelar reses di beberapa titik di P. Lombok. Di Kab. Lombok Tengah, HBK mengunjungi langsung beberapa KUBE peternakan kambing yang pada saat reses sebelumnya telah didatanginya.

Saat itu, para peternak kambing di Kab. Lombok Tengah menyampaikan aspirasinya  terkait tambahan kandang dan obat-obatan untuk ternak mereka.

“Alhamdulillah, kami sudah menganggarkan dana sebesar Rp. 200 juta untuk pengembangan peternakan kambing mereka,” jelas HBK.

 HBK juga menegaskan, ini merupakan langkah awal dalam pengembangan konsep dasar food estate terintegrasi yang sering dikampanyekannya selama ini. 

Politisi yang dikenal humble dan dekat dengan masyarakat pemilihnya ini juga mengatakan bahwa KUBE peternakan kambing yang digagas warga Kab. Lombok Tengah ini merupakan bentuk nyata perwujudan swasembada pangan. 

Selain di Kab. Lombok Tengah, HBK juga menggelar pertemuan dengan beberapa tokoh politik, tokoh agama, serta tokoh pemuda di Kota Mataram.

Reses juga dilakukan dengan mengumpulkan dan mengarahkan para pengurus Partai Gerinda se-P. Lombok untuk mendengar aspirasi yang mereka tampung dari konstituennya masing-masing, untuk diperjuangkan secara gotong royong agar bisa berjalan dengan lebih efektif.

BACA JUGA: Provinsi NTB Tandatangani MoU dengan Provinsi Jatim

Beragam aspirasi masyarakat yang diserapnya, akan  menjadi catatan khusus yang akan diteruskannya kepada pemerintah sebagai eksekutif. 

Harus ada sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam penentuan kebijakan sebagai upaya pembangunan yang tepat sasaran bagi masyarakat 

“Karena setiap masa reses itu waktunya tergolong singkat, maka dalam setiap kunjungan, kita akan melaksanakannya secara bergilir, disamping melalui rumah aspirasi” pungkas HBK. (*) 

 

 




Rehab 25 Rumah Dana Aspirasi Senilai 500 Juta Rampung.

Rachmat Hidayat gelontorkan dana 500 juta melalui program Dana Aspirasi dari Kementerian Sosial untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

LOBAR.LombokJournal.com ~ Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Aspirasi, digelontorkan Rachmat Hidayat untuk memugar 25 rumah warga di Lombok Barat atau Gumi Patut Patuh Patju.

Hari Rabu (22/02/23), Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu meninjau kondisi rumah-rumah yang dipugar itu. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Apresiasi Atlet Porprov dari Kota Mataram

Rachmat Hidayat gelontorkan dana aspirasi untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

Rumah-rumah yang dipugar itu lokasinya di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat. Di desa ini saja, 17 rumah milik janda tua tidak mampu, dipugar menjadi rumah layak huni. Dananya melalui program Dana Aspirasi Rachmat Hidayat sebagai Anggota DPR RI dari Kementerian Sosial. 

Masing-masing rumah tesebut mendapatkan dana Rp 20 juta.

“Rumah itu kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi kita semua. Saudara-saudara kita yang tidak mampu pun berhak atas rumah yang layak dan nyaman,” ujar Rachmat.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini mengatakan, ia senang bisa membantu meringankan beban hidup para janda yang tidak mampu tersebut. Rachmat menegaskan, janda yang tidak mampu wajid disantuni dan diberdayakan untuk memuliakan kehidupannya sesuai sunnatullah.

Ia termotivasi memberikan bantuan ke para perempuan kepala keluarga tidak mampu tersebut, karena kecendrungan populasi janda miskin di Lombok Barat terus meningkat setiap tahun. Tahun 2020 saja, jumlahnya sudah lebih dari 30 ribu.

Rachmat berjanji, akan meningkatkan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Pulau Lombok yang tidak mampu dan hidupnya memprihatinkan. Tak kecuali para perempuan yang kini menjadi kepala keluarga.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru untuk Ponpes di Lotim

“Tidak mungkin PDIP NTB sendirian menyelesaikan semua problem yang dihadapi masyarakat. Tapi setidaknya melalui program aspirasi ini menjadi stimulus meringankan beban pemerintah daerah dalam mengurangi problem kemiskinan warganya,” katanya.

Saat meninjau rumah-rumah yang dipugar itu, Rachmat didampingi Ketua DPD PDIP Lombok Barat, Lalu Muhammad Ismail yang juga Anggota DPRD Lombok Barat. Turut pula sejumlah Anggota DPRD Lobar dari PDIP seperti H Sardian.

Saat tiba di Desa Kebon Ayu, Rachmat disambut para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Barat dan sejumlah Kepala Dusun yang rumah warganya telah dipugar. 

Bersama-sama pejabat dari Kementerian Sosial, tim kemudian melihat sejumlah rumah yang pemugarannya telah rampung.

Kedatangan Rachmat disambut hangat para pemilik rumah. Pemilik rumah menyampaikan ucapan terima kasih. Buat mereka, perhatian besar yang diberikan Rachmat sungguh tak ternilai.

“Hidup kami sekarang sudah tenang dan nyaman,” kata salah seorang penerima bantuan yang rumahnya sudah rampung.

Inaq Narasah dari Dusun Penarukan Lauk, salah seorang penerima bantuan yang rumahnya juga dipugar mengatakan, dirinya senang kini bisa langsung bertatap muka dengan H Rachmat Hidayat yang telah membantu memugar rumahnya.

Dia bersyukur mendapat bantuan aspirasi dari politisi senior NTB tersebut. 

“Terima kasih Pak Haji Rachmat atas bantuan untuk rehab gubuk saya agar layak dihuni. Tyang tidak akan melupakan kebaikkan pelungguh,” ucap Inaq Narasah.

Rachmat pun menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih, tak layak untuk dirinya semata. Ucapan terima kasih dari masyarakat juga haruslah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. 

Termasuk Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang memberi ruang dan kesempatan sehingga ia bisa memperjuangkan bantuan bagi masyarakat di Pulau Lombok hingga terealisasi.

Ketua DPC PDIP Lombok Barat Lalu Muhammad Ismail menjelaskan, bantuan rehab rumah tersebut dikoordinasikan sepenuhnya dengan Kepala Desa Kebon Ayu mulai dari proses awal hingga pembangunan rehab rumah menjadi tuntas. 

Proses rehab telah dimulai semenjak Desember 2022.

Dalam pelaksanaannya, bantuan RST ini tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk bahan bangunan yang dibutuhkan sampai rehab rumah tuntas. 

Warga yang mendapat bantuan membentuk kelompok, dan Ketua Kelompok tinggal meminta bahan material yang dibutuhkan dengan berkoordinasi ke Kades Kebon Ayu.

“Ini untuk memudahkan penerima RST menyelesaikan renovasi rumahnya dan pelaporan administrasi penggunaan keuangannya,” ujar Lalu Muhammad.

Dalam proses penyaluran bantuan ini pula, tim pendamping PKH dilibatkan untuk melakukan proses assesment para penerima. Lalu meninjau data administrasi. 

Saat bantuan sudah cair, Tim PKH Lombok Barat tetap melakukan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat.

BACA JUGA: Rakor Perhubungan “Membangun Konektivitas Maritim”

Termasuk pendampingan pembuatan laporan administrasi dan keuangan. Tim PKH juga melakukan pemantauan terhadap pembangunan. 

Mulai dari awal direnovasi, proses renovasi, serta sampai rumah tersebut ditempati kembali.

Secara khusus pula, Lalu Muhammad meminta para Ketua PAC PDIP di Lombok Barat untuk proaktif menyosialisasikan program aspirasi Rachmat Hidayat, agar lebih banyak masyarakat kurang mampu di Lombok Barat bisa dibantu.***

 

 




Rakor Perhubungan  “Membangun Konektivitas Maritim”

Pada rakor Perhubungan, Wagub menegaskan pentingnya konektivitas yang bagus, karena di NTB terdapat proyek strategis nasional

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perhubungan pada konteks pembangunan di NTB menjadi hal yang vital dan penting, dalam menciptakan konektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada Rakor Perhubungan, Wagub NTB berharap Perhubungan pintar bekerja sama dengan banyak pihak

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan itu pada Rapat  Koordinasi (Rakor) Perhubungan bertajuk “Membangun Konektivitas Maritim” di Lombok Astoria Hotel (23/02/23).

Terlebih 10 Kabupaten/Kota di NTB terdapat program proyek strategis Nasional.

“Ada Sirkuit MotoGP, Super Destinasi Prioritas, termasuk pariwisata di masing-masing Kabupaten/Kota punya unggulan-unggulan pariwisata dengan ciri khasnya dan proyek strategis lainnya,” jelas Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Menurutnya, untuk menopang itu semua harus memiliki konektivitas yang bagus dan mantap ke depan. 

Sehingga perhubungan ini harus pintar bekerjasama dengan stakeholder dan berbagai pihak lainnya.

“Koordinasi dan kerjasama ini harus ditingkatkan terus menerus dan dibangun untuk menciptakan pelayanan konektivitas yang sebaik-baiknya kepada masyarakat di NTB,” tuturnya.

Turut  mendampingi Wagub, Asisten ll Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu Faozal, hadir pula dalam Rakor tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-NTB, Kepala ASDP Lembar dan Kayangan, serta tamu undangan lainnya.***