Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Jemaah haji khusus daftar tunggu tahun berjalan, jemaah haji lunas tunda, dan jemaah haji lansia, berhak melakukan pelunasan BIPIH yang dibuka mulai 21 Maret 2023

LombokJournal.com ~ Kuota jemaah haji khusus tahun ini sebesar 17.680 orang, dan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk jemaah haji khusus dimulai hari  Selasa (21/3/2023).

Hal itu diungkapkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelan Bulan Ramadhan

Pelunasa BIPIH Jemaah Haji Khusus dimulai 21 Maret
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin

“Pelunasan biaya haji khusus tahap I sudah bisa dilakukan mulai 21 sampai 27 Maret 2023,” kata Nur Arifin di Jakarta. 

Dikatakan, pelunasan ini prosesnya  berpedoman Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 130 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Konfirmasi dan Pembayaran Setoran Lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji Khusus, serta Pengurusan Dokumen Haji Khusus Tahun 1444 H/2023 M.

Tentang siapa yang berhak melunasi Bipih sudah diatur, yakni terdiri atas jemaah haji khusus daftar tunggu tahun berjalan, jemaah haji lunas tunda, dan jemaah haji lansia. 

Daftar nama jemaah haji khusus yang berhak melunasi, dapat dilihat melalui website https://haji.kemenag.go.id/.

Lebih lanjut Nur Arifin menjelaskan, pada masa pelunasan pengajuan perpindahan jemaah haji antar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tidak akan diproses. 

Kecuali, jemaah haji berhak melunasi Bipih Khusus yang terdaftar di PIHK yang sedang dalam proses penyelesaian masalah, sedang mendapatkan sanksi pembekuan atau pencabutan izin, sedang dalam proses hukum dan/atau pailit, dan pelimpahan jemaah haji. 

BACA JUGA: Wapres RI: NW Mampu Siapkan SDM Berdaya Saing

“Untuk itu, jemaah haji tersebut agar melapor ke Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus cq. Subdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina PIHK atau ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi domisili untuk dilakukan proses pindah PIHK,” jelas Nur Arifin.

Nur Arifin meminta PIHK segera menginformasikan kepada seluruh jemaah haji khusus yang masuk dalam daftar berhak konfirmasi dan berhak lunas. 

BACA JUGA: Wapres RI: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Berikut jadwal pelunasan Bipih bagi jemaah haji khusus:

  1. Tahap 1: 21 – 27 Maret 2023; 
  2. Tahap 2: 5 – 10 April 2023; 
  3. Petugas PIHK: 2 – 5 Mei 2023; 
  4. Penyampaian berkas persyaratan usulan penggabungan pendamping lansia, jemaah penyandang disabilitas dan pendamping serta verifikasi berkas persyaratan: 21 – 31 Maret 2023; 
  5. Penggabungan PIHK (Konsorsium): 11 – 19 April 2023; 
  6. Waktu pelaksanaan pelunasan pada setiap tahapannya, pukul 08.00 WIB s.d. 15.00 WIB pada BPS BIPIH Khusus tempat setor awal; 
  7. Pengajuan Pengembalian Keuangan mulai 21 Maret 2023 melalui SISKOPATUH. ***

 




Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Bulan Ramadhan

Jelang bulan Ramadhan, para pelajar di Mataram Gelar Putih Abu Berdzikir di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Para pelajar didorong semangatnya agar melanjutkan pendidikan, usai lulus SMA/Sederajat diharapkan putra-putri NTB melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Mahasiswa dan Pelajar Antusias Ikuti Gebyar Beasiswa NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah, memberikan motivasi kepada seluruh pelajar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Senin (20/03/23). 

“Adik-adik kita harus terus semangat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur.

Menyambut bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Gelar Putih Abu Berdzikir, di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB.

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Kegiatan dzikir jelang Ramadhan itu diikuti ratusan pelajar SMA/Sederajat, umumnya diikuti pelajar kelas XII tersebut 

Jelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Bang Zul berpesan agar menjadikan hal ini sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan semakin meningkatkan amal dan ibadah selama bulan suci Ramadhan, tentunya diharapkan terus berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

“Allah hadirkan dzikir pada sore hari ini sebagai persiapan kita semua untuk menghadapi bulan Ramadhan, dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang bertaqwa,” ucap Bang Zul.***

 




Waspada, Ada Oknum Mencatut Nama Gubernur NTB

Kepala Dinas Kominfotik NTB minta masyarakat waspada, ada oknum mencatut nama Gubernur NTB melakukan pungli terkait seleksi PPPK

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ada pungli yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang mencatut nama Gubernur NTB terkait pungutan liar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023.

BACA JUGA: Polandia Siap Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Najamuddin Amy menegaskan itu, Senin (20/03/23). 

Sebenarnya bukan hanya sekarang beredar isu seperti itu. Beberapa waktu lalu, isu semacam juga terdengar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Gubernur NTB.

Upaya melakukan pungli itu, seolah olah itu merupakan perintah Gubernur NTB. 

“Sangat disayangkan oknum yang mengatasnamakan Gubernur NTB, karena Gubernur tidak pernah mentoleransi siapapun yang melanggar hukum dan Gubernur sendiri mendukung tindakan pemberantasan kropusi di NTB,” tegas Najam. 

BACA JUGA: Wapres RI: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Najamuddin minta seluruh warga untuk berhati-hati dengan iming-iming dan janji dari oknum tersebut. 

Semua pihak diminta tidak terperdaya dan bisa mengkonfirmasi kepada pihak terkait.

“Apalagi ditemukan oknum yang menjajikan hal tersebut, Ini adalah modus penipuan yang mengatasnamakan gubernur NTB. Ini tidak pernah dilakukan oleh Gubernur,” tegasnya.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pemprov NTB Serius Tangani Kesehatan

Pemerintah Provinsi NTB memastikan, iming-iming didalam seleksi apapun baik PPPK, CPNS di Provinsi NTB adalah ulah dari oknum-oknum tertentu, tidak atas perintah dari Gubernur atau pejabat terkait.***

 




Wapres RI: NW Mampu Siapkan SDM Berdaya Saing 

Dampingi Wapres RI hadiri tasyakuran hari jadi NW, Gubernur NTB tekankan inovasi teknologi harus familiar di kalangan santri

LOTIM.LombokJournal.com ~ Wakil Presiden RI, Prof. KH. Ma’ruf Amin mengatakan, NW berdiri di atas pondasi Pancasila dan UUD tahun 1945 yang sangat kokoh. 

BACA JUGA: Wapres Apresiasi Dakwah Digitalisasi Mahfash ala NW

Saat menghadiri tasyakuran hari jadi NW, Gubernur Ntb hadir bersama Wapres RI

Diidampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah,  Wapres menghadiri tasyakuran hari jadi ke-70 Nahdlatul Wathan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Desa Anjani Kabupaten Lombok Timur, Jumat (17/03/23).

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan kontribusi NW dalam mendidik Akhlak dan nilai-nilai agama dalam diri generasi. Manfaatnya besar dalam mewujudkan pembangunan daerah dan bangsa yang bermartabat. 

“Saya sangat mengapresiasi bahwa NW telah mampu menyiapkan sumber daya manusia yg berdaya saing dalam dunia pendidikan. NW terus memperbaiki akhlak dan agama dalam diri generasi NTB dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Wapres dihadapan puluhan tuan guru dan ribuan santri NW.

BACA JUGA: Wapres Ri: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Senada dengan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengakui bangga, NW juga banyak memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan di Provinsi NTB. 

Baik itu bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial kemasyarakatan.

“Kami berharap selain ilmu keagamaan, generasi-generasi NW harus familiar dengan inovasi-inovasi teknologi yang akan menyosong kemajuan SDM yang mumpuni ke depan,” harap Bang Zul sapaan akrabnya.

Bang Zul optimis, NW akan terus melangkah lebih maju dalam menyongsong pembangunan daerah menjadi daerah yang diberkati dan diridhoi oleh Allah SWT. 

BACA JUGA: Seminar Kebangsaan Hari Jadi NW ke 70 Nahdlatul Wathan

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, selamat atas hari jadi ke-70 NW, terus berkhidmat bagi masyarakat yang akan berkontribusi positif bagi bangsa Indonesia,” katanya. ***

 




Wapres Apresiasi Dakwah Digitalisasi Wahfazh Ala NW

Upaya Nahdlatul Wathan yang memajukan bidang pendidikan dan sosial di tanah air didukung Wapres Ma;ruf Amin 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Wakil Presiden (Wapres) RI, K.H. Ma’ruf Amin mengimbau para Pengurus Nahdlatul Wathan terus mengembangkan digitalisasi dakwah dalam pendidikan agama Islam. 

Imbauan itu disampaikan Wapres dalam rangkaian akhir kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Saat menghadiri Tasyakuran Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, .

“Saya harap digitalisasi dakwah dapat diikuti dengan digitalisasi pengelolaan dana sosial syariah,” ujar Wapres.

BACA JUGA: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Harapan itu diucapkan saat acara Tasyakuran Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan di Auditorium Majlis Dalwah Hamzanwadi II, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW, JL. Raya Mataram Labuhan Lombok KM 49, Anjani, Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jum’at (17/03/2023).

“Sehingga akan semakin berkembang, dan juga profesional, dan semakin akuntabel,” tambahnya.

Di sisi lain, Wapres Ma’ruf Amin mendukung penuh upaya Nahdlatul Wathan yang memajukan bidang pendidikan dan sosial di tanah air.

“Saya mengapresiasi langkah Nahdlatul Wathan yang tidak hanya aktif di bidang pendidikan tetapi juga di bidang sosial,” puji Wapres.

Wapres mengapresiasi Nahdlatul Wathan yang melakukan inovasi dalam digitalisasi dakwah, dengan membuat aplikasi komunikasi dan media sosial bernama Wahfazh.

“Saya ingin mengapresiasi inovasi Nahdlatul Wathan dalam digitalisasi dakwah dalam bentuk Aplikasi Wahfazh,” ujarnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari jadi Nahdlatul Wathan yang ke-70, dan mengharapkan kemajuan lembaga ini sehingga dapat berkontribusi untuk membantu masyarakat. 

BACA JUGA: Seminar Kebanmgsaan Peringati Hari Jadi ke 70 Nahdlatul Wathan  

“Suatu berkah usia yang matang bagi Nahdlatul Wathan untuk meneguhkan eksistensinya dalam  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ucap Wapres sambil mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Awathan TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menyampaikan, Nahdlatul Wathan akan terus menjadi mitra pemerintah.

Dan akan terus bergerak di bidang pendidikan agama Islam dan dakwah, untuk mendorong Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

“Kita harus terus memberi kontribusi yang positif terhadap NKRI tercinta,” tegasnya.

Acara yang mengangkat tema “Merawat Peradaban, Menjaga Persatuan” ini, ditutup dengan penekanan layar sentuh oleh Wapres sebagai tanda Launching Aplikasi Wahfazh.

Aplikasi Wahfazh merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Nahdlatul Wathan, berfungsi menjadi wadah komunikasi dan sosial media. Yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya jemaah Nahdlatul Wathan.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Nilai Kebangsaan dalam Program 1000 Cendekia

Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Zumrotul Mukaffa, serta Tim Ahli Wapres Johan Tedja dan Farhat Brachma. ***

 




Nilai Kebangsaan Dalam Program 1000 Cendekia

Hadiri acara Lemhanas pemantapan nilai kebangsaan, Gubernur NTB jelaskan tentang mahasiswa yang studi ke luar negeri

MATARAM.LombokJourbal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memaparkan nilai kebangsaan yang terkandung dalam program 1000 cendekia atau beasiswa NTB. Mengirimkan anak-anak muda kuliah di luar negeri bukan karena kualitas pendidikan di NTB dan Indonesia tidak bagus, tetapi ketika anak NTB dan Indonesia study ke luar negeri maka kecintaan mereka kepada tanah air akan semakin besar. 

“Pengalaman kami di Jakarta, ketika anak Indonesia timur kuliah ke Jawa maka akan muncul kedaerahan. Maka nilai kebangsaan lebih kecil dibanding nilai kedaerahan,” ungkap Bang Zul  saat menghadiri Pembukaan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Organisasi Profesi, TNI dan Polri di Provinsi Nusa Tenggara Barat di hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (14/03/23). 

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

Bang Zul menegaskan, ketika anak-anak NTB dikirim study ke luar negeri maka nilai kebangsaan dan rasa cinta kepada tanah air semakin besar. 

Mahasiswa NTB dan Indonesia yang kuliah di luar negeri tidak ada perhimpunan mahasiswa yang membawa kedaerahan. Mereka berada di bawah satu kesatuan yang membawa nama Indonesia. 

“Saat kami kuliah di luar negeri, tidak perhimpunan mahasiswa Jawa, Madura, NTB dan lain sebagainya. Tapi ketika Indonesia raya diteriakkan, bergemuruh kebangsaan kita,” tegas Doktor Ekonomi itu di hadapan ratusan peserta pelatihan pemantapan nilai kebangsaan.

Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Andi Widjajanto, mengatakan, kegiatan yang digelar pihaknya itu bertujuan untuk memberikan penguatan nilai kebangsaan pada setiap jejaring instansi di Provinsi NTB baik akademi, TNI Polri, birokrasi, tokoh masyarakat dan instansi lainnya. 

“Penguatan nilai kebangsaan ini merupakan cara untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman kedepannya. Sekaligus sebagai penguatan nilai kebangsaan bagi calon para pemimpin Indonesia ke depan,” ungkapnya sekaligus membuka kegiatan pelatihan penguatan nilai kebangsaan.

Kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan akan digelar dari tanggal 14-21  21 Maret 2023 yang diinisiasi oleh Lemhanas RI. 

BACA JUGA: Wagub Temui Menkes, Bicarakan Kualitas Kesehatan

Untuk diketahui, Lembaga Ketahanan Nasional, disingkat Lemhannas, adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan. ***

 

 




Wagub NTB Temui Menkes, Bicarakan Kualitas Kesehatan 

Dengan para pimpinan rumah sakit di NTB. Wagub NTB sampaikan banyak permohonan ke Menkes

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (14/02/2023).

Saat audensi Wagub Ummi Rohmi menyampaikan beberapa permohonan kepada Menkes dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit dan layanan rujukan di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama 

Wagub NTB temui Menkes biucarakan layanan kesehatan

Permohonan tersebut di antaranya, hibah asset Poltekkes Mataram, untuk percepatan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan pada RSUP NTB sebagai rujukan layanan KJSU, KIA Terpadu, Rehabilitasi Medik dan Medical Tourism di Provinsi NTB. 

Percepatan pengembangan RS Mandalika menjadi kelas C yang menopang Kawasan DPSP Mandalika dan pengembangan layanan utamanya layanan Kanker, Jantung, Stroke khususnya bagi wilayah Lombok bagian selatan. 

Peningkatan kelas RS Manambai menjadi kelas B yang menjadi jejaring layanan KJSU khususnya di kawasan pulau Sumbawa serta mendukung pelaksanaan event internasional MXGP di Samota Sumbawa. 

Peningkatan dan pengembangan layanan di RS Mata NTB dalam rangka menurunkan angka kebutaan di NTB yang masih tinggi (4 persen. tertinggi ke dua di Indonesia), melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

BACA JUGA: PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Peningkatan dan pengembangan layanan unggulan di RSJ Mutiara Sukma dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Provinsi NTB melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

Selain itu, Ummi Rohmi juga menyampaikan berbagai upaya percepatan intervensi stunting melalui pemanfaatan dan publikasi data  rutin dan survey, serta data rutin by name by address.. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. Iswandi, MSi, (Ka. Bappeda NTB), dr. Nurahandini Eka Dewi, S.pA (Asisten II Setda NTB), dr. Hamzi Fikri, MM. MARS (Ka. Dinkes NTB), dr. H. Lalu Heman Mahaputra, M.Kes, MH (Dir. RSUP NTB), dr. Oxy Tjahyo W, Sp.EM (Dir. RS Mandalika), dr. Sriana Wulansari, Sp.M (Dir. RS Mata Mataram), dr. Hj. Wiwin Nurhasida (Dir. RSJ Mutiara Sukma NTB), dan dr. Made Sopan P.N M.Biomed, Sp.B (Dir. RS Manambai. ***

 

 




Ziarah ke Makam Pendiri NU dan Gus Dur di Jombang 

Ziarah kader PDIP berlanjut di Tebu Ireng, Rachmat Hidayat: KH Hasyim Asy’ari Keturunan Sunan Giri, Bung Karno Keturunan Sunan Kalijaga

JATIM.LombokJournal.com ~ Ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan NTB berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid, di Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (13/03/23).

Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat memboyong kader PDI Perjuangan NTB ke kompleks Ponpes Tebu Ireng selepas ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar. 

Rachmat dan rombongan yang terdiri dari tiga bus tiba di Ponpes Tebu Ireng sebelum tengah hari. Begitu tiba, Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut bersama fungsionaris PDIP NTB dipersilakan langsung masuk ke area utama makam.

BACA JUGA: Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan

Selain pendiri Nahdlatul Ulama KH Haysim Asy’ari dan cucunya yang merupakan presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di area pemakaman tersebut terdapat pula makam KH Wahid Hasyim, ayah dari Gus Dur, lalu KH Sholahudin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, adik dari Gus Dur, dan sejumlah makam anggota keluarga seperti KH Yusuf Hasyim.

Melepas alas kaki, Rachmat bersama seluruh rombongan kemudian mengambil tempat duduk di area utama makam. 

Tak lama berselang, Rachmat dan seluruh rombongan kemudian larut dan khusyuk dalam lantunan dzikir dan doa.

Selepas dzikir dan doa tersebut, Rachmat diperkenankan Juru Kunci Makam untuk melakukan tabur bunga di pusara Presiden ke-4 RI, Gus Dur. 

Rachmat didampingi fungsionaris PDIP Hakam Ali Niazi dan Abdul Rafiq, yang merupakan Ketua DPRD Sumbawa.

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif 

Ratusan kader PDIpERJUANGAN ntb ziarah ke Ponpes Tebu Ireng

“Ziarah ini penting agar kader-kader PDI Perjuangan mampu menjadi pribadi yang menjiwai dan meneladani nilai-nilai juang para tokoh dan pahlawan bangsa,” kata Rachmat kepada Lombok Post melalui sambungan telepon.

KH Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri NU, menjadi Rais Akbar organisasi Islam terbesar di Tanah Air itu hingga akhir hayatnya. 

Berkat jasanya yang begitu besar dalam pendidikan khususnya melalui NU, dan juga perannya dalam melawan penjajah Belanda, KH Hasyim ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964. 

Sementara putranya, KH Wahid Hasyim, yang merupakan ayahanda Gus Dur, adalah anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan juga anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

KH Wahid yang juga menjabat sebagai Menteri Agama pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1960.

Rachmat menegaskan, ia membawa ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan berziarah ke makam Bung Karno kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim dan Gus Dur, untuk terus mengingatkan kader, bahwa tanpa jasa tokoh-tokoh dan pahlawan bangsa tersebut, Republik Indonesia mungkin tidak akan pernah berdiri. 

Karena itu, kader PDIP ditekankan untuk terus memiliki spirit kepahlawanan mereka, sehingga menjadi pribadi-pribadi yang tiada henti berkontribusi membangun negeri.

Kemarin, pada saat yang sama, kepada seluruh kader, Rachmat juga menceritakan bagaimana Bung Karno memiliki hubungan yang sungguh teramat dekat dengan KH Hasyim Asy’ari dan juga KH Wahid Hasyim.

Beberapa hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, Bung Karno secara khusus sowan ke KH Hasyim. 

Ulama yang sangat dihormati di Tanah Air itu memberikan masukan kepada Bung Karno, sebaiknya proklamasi dilakukan pada hari Jumat pada bulan Ramadan. Hari Jumat adalah sayyidul ayyam, penghulunya hari, sedangkan Ramadan adalah sayyidus syuhur, penghulunya bulan. 

Sejarah kemudian mencatat, bersama Bung Karno yang didampingi Bung Hatta, atas nama Bangsa Indonesia, memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia pada Jumat, 9 Ramadan 1364 H, bertepatan dengan 17 Agustus 1945. 

Literatur-literatur utama pun mengungkapkan, Bung Karno dan ribuan mereka yang hadir pada proklamasi kemerdekaan itu, dalam keadaan berpuasa, mereka berdoa dengan menengadahkan tangan ke langit untuk keberkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Bung Karno juga selalu berkorespondensi secara rutin dengan KH Hasyim. 

BACA JUGA: Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika

Bung Karno misalnya pernah bertanya dalam surat korespondensinya tentang apa hukumnya bagi kita semua untuk membela negara. KH Hasyim menuliskan jawabannya, bahwa hukumnya adalah fardu ain

Artinya, wajib bagi kita semua membela negara kita, wajib bagi kita merajut kemerdekaan, kebersamaan, dan kebangsaan kita.

Demikian halnya dengan KH Abdul Wahid Hasyim. Bung Karno dan ayahanda Gus Dur tersebut bahu membahu menyiapkan kemerdekaan Indonesia. 

Bung Karno adalah Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia di mana KH Wahid Hasyim adalah anggotanya. 

Pun setelah Indonesia merdeka, kedekatan Bung Karno dan KH Wahid pun tak pernah terputus. KH Wahid Hasyim merupakan Menteri Negara Urusan Agama pertama Republik Indonesia di masa Pemerintahan Presiden Soekarno.

Keturunan Rasulullah

Pada kesempatan yang sama, Rachmat juga menceritakan kepada kader PDI Perjuangan, hal yang mungkin belum banyak diketahui khalayak secara luas. 

KH Hasyim dan Bung Karno dan seluruh keturunannya memiliki ketersambungan nasab hingga Nabi Muhammad SAW. 

KH Hasyim kata Rachmat adalah keturunan Sunan Giri. Sementara Bung Karno adalah keturunan Sunan Kalijaga.Sunan Giri dan Sunan Kaligaja, adalah dua ulama utama penyebar Agama Islam di Bumi Nusantara. 

Bersama tujuh ulama utama lainnya, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga masyhur dikenal umat Islam sebagai Wali Songo, sembilan wali penyebar ajaran Islam di Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Kalijaga sendiri memiliki silsilah yang tersambung ke Nabi Muhammad SAW. Kedua Wali ini merupakan keturunan ke-23 dari Rasulullah.

Rachmat menjelaskan, KH Hasyim, terhitung keturunan ke-6 Ki Ageng Muhammad Besari, yang merupakan keturunan kelima Sunan Giri. 

Sementara Bung Karno memiliki garis keturunan Sunan Kalijaga dari eyang putrinya, Raden Ayu Nganten Hardjodikromo, yang merupakan putri Tumenggung Haryokusumo bin Pangeran Serang. 

Ibu Raden Ayu Nganten Hardjodikromo adalah Nyai Ageng Serang, yang merupakan keturunan langsung Pangeran Wijil, yang merupakan putra Sunan Kalijaga.

Sementara dari jalur kakek, Bung Karno kata Rachmat adalah keturunan Sultan Hamengkubuwono II, Raja Kesultanan Jogjakarta yang memerintah selama tiga periode. Ayahanda Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, merupakan putra dari Raden Hardjodikromo, yang merupakan putra Raden Danoewikromo. 

Ayah Raden Danoewikromo adalah Pangeran Haryo Mangkudinigrat, yang merupakan Putra Sultan Hamengkubuwono II.

“Berdasarkan nasab dan silsilah keluarga tersebut, hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan juga Bung Karno, beliau-beliau ini adalah keturunan langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Rachmat.

Ziarah yang dilakukan kader PDI Perjuangan ke Makam Bung Karno kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari, kata Rachmat, bukan sekadar ziarah ke makam pahlawan dan pendiri bangsa. 

Namun lebih dari itu, juga ziarah ke makam keturunan langsung Rasulullah SAW.

Lazimnya ziarah makam, Rachmat pun berharap, agar kader PDIP tidak melulu menyiapkan diri untuk kehidupan dunia. Namun juga menyiapkan bekal untuk menjalani kehidupan setelah dunia.

“Kita semua pada akhirnya akan tiba pada kematian. Kita berdoa agar seluruh amal kebaikan kita diterima Allah SWT, agar kubur kita dilapangkan oleh Allah, dan termasuk dalam hamba yang mendapatkan kenikmatan kubur. Hamba yang kubur-kuburnya dijadikan seperti taman-taman surga oleh Allah,” imbuh Rachmat.

Dirinya dan seluruh kader dan fungsionaris PDIP NTB pun bersyukur, bisa menjadi bagian dari umat yang masih mendapat kesempatan untuk berziarah ke makam-makam para tokoh-tokoh pendiri bangsa. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

Rachmat menjelaskan, di Makam Bung Karno, setidaknya 5.000 orang datang berziarah setiap hari. Jumlah yang hampir sama juga di Makam Gus Dur dan KH Hasyim. Dan pada akhir pekan, jumlah tersebut bahkan bisa jauh lebih banyak.

“Ziarah ini penting, agar kita tahu diri kita. Agar kita tahu sejarah dan spirit perjuangan pahlawanpahlawan bangsa kita,” imbuh tokoh kharismatik Bumi Gora ini.***

 

 




Ziarah Rombongan PDI Perjuangan NTB ke Makam Bung Karno

Ada beberapa peristiwa aneh di luar logika selama ziarah makam Proklamator, Rachmat Hidayat mengatakan, itu menunjukkan kekaromahan Bung Karno

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ziarah ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan  NTB ke makam Proklamator RI Ir Soekarno dipimpin di Kota Blitar, Jawa Timur dipimpin anggota DPR RI dapil Lombok, H. Rachmat Hidayat, Sabtu (11/03/23)

Rombongan itu mendapat sambutan hangat dari Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD Blitar, Syahrul Alim yang juga Ketua DPC PDIP Kota Blitar. 

Hadir juga Sekretaris  DPC PDIP Kota Blitar, Bayu Setio Kuncoro dan Bendahara, Said Novandi. 

BACA JUGA: Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan

Ratusan kader PDI Perjuangan ziarah ke makam Bung Karno

Dua anggota DPRD Jatim dapil Blitar yakni Irma Susanti dan Guntur Wahono juga ikut menyambut. 

Bahkan infonya, semenjak jam 11.00 wib, Walikota dan Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim beserta  Fungsionaris PDIP Kota Blitar sudah menunggu kedatangan Rombongan Penziarah di Komplek Pemakaman Bung Karno. 

Namun Rachmat Hidayat dan Rombongan baru tiba di komplek Pemakaman Bung Karno sekitar Jam 12.30 Wib. 

Tampak Ekspresi Penuh kebahagiaan dan kehangatan terpancar dari Walikota Blitar Santoso ketika Rachmat Hidayat memberikan salam takzim dan berpelukan penuh keakraban. 

Sembari menunggu kedatangan Rombongan Tiga Bus Penziarah PDIP NTB memasuki Areal VVIP Komplek Pemakanan Bung Karno, Rachmat Hidayat melakukan pembicaraan informal dengan Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD kota Blitar, Syahrul Alim. Sesekali nampak iringan derai tawa khas obrolan Politisi. 

Sekitar 30 menit beramah tamah dengan Rachmat Hidayat, Walikota Blitar, Santoso mengajak memasuki komplek pemakaman Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno. 

Di kompleks makam Bung Karno, Rachmat langsung masuk ke pusaran sang proklamator dengan lebih dahulu meminta ratusan kader PDIP NTB untuk melepaskan alas kaki dan selanjutnya duduk dengan tertib. 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Ia meminta pada Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu, Ustad Taha untuk memimpin doa dan zikir di pusaran makam Bung Karno. 

Dengan khusuk, lantunan doa dan zikir dipanjatkan sekitar 20 menit lamanya oleh para kader PDIP NTB yang duduk di kiri dan kanan pusaran makam Bung Karno.

Rachmat menegaskan, kegiatan zikir dan doa di makam Bung Karno, tak ubahnya mengandung makna, kader PDIP di NTB wajib menempatkan spirit ketuhanan sebagai hal yang utama. 

Apalagi, Bung Karno adalah sosok yang telah memberikan keteladanan dan api perjuangannya, yang hingga kini masih selalu hidup di hati sanubari rakyat Indonesia. 

“Jadi gerakan kader itu, harus menjadikan ketuhanan itu yang utama. Dan kenapa di makam Bung Karno. Ini adalah agar kita semuanya selaku murid beliau (Bung Karno) tak melupakan sosok founding fathers bangsa Indonesia yang sudah berjuang mempertaruhkan diri pada bangsanya adalah panggilan jiwa sebagai gerak spiritualitas yang menempatkan prinsip ketuhanan sebagai hal yang hidup,” jelas Rachmat. 

Ia memanjatkan doa dan harapan agar kondisi bangsa Indonesia tetap stabil dan baik. Apalagi, kata Rachmat, saat ini sudah tahun politik menjelang Pemilu 2024.

“Jadi kita bersama-sama nyekar ke makam Bung Karno, karena sebentar lagi, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Tentunya, kita berharap politik yang terjadi di negeri ini sesuai dengan harapan Bung Karno dan para pendiri bangsa, yakni adem dan aman, serta rivalitas yang terjadi berujung pada politik yang dapat menyejahterakan rakyat,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu, Rachmat menambahkan bahwa dirinya juga tak lupa memanjatkan doa secara khusus pada Ketua Umum PDIP, Hj. Megawati, agar tetap diberikan kesehatan bersama keluarganya. 

“Hal ini, agar beliau (Megawati) dapat terus membimbing dan mendampinginya anak-anaknya, agar target hattrick di Pemilu 2024 dapat terwujud,” ucap Rachmat. 

Berikan Bingkisan Mandalika  

Usai doa bersama dan nyekar, Rachmat yang akan langsung mengunjungi perpustakaan Bung Karno. Ia memberikan bingkisan pada Wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim berserta anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Erma Susanti.

BACA JUGA: Bang Zul Berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Rachmat berkelakar, kepemimpinan di Pemkot Blitar pasca Wali Kota Santoso yang layak menggantikan menjadi Wali Kota adalah sosok Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim. 

“Pak Wali Ini ada bingkisan berupa topi, kaos bertuliskan Sirkuit Mandalika yang memang sengaja saya bawa dari Lombok. Harapannya, semoga proyek megah dari Presiden Joko Widodo pada warga NTB dan Indonesia, bisa juga dapat dikunjungi oleh warga Blitar,” papar Rachmat Hidayat. 

Ucapan Terima Kasih Masyarakat Blitar

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso mengaku berterima kasih atas kunjungan rombongan kader PDIP NTB yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat. 

“Begitu saya di info oleh mbak Erma bahwa Pak Rahmat akan datang ke Blitar, saya langsung bersama pak Ketua DPRD stand by sejak pagi hari menunggu di komplek makam Bung Karno,” katanya.

Menurut Santoso, mewakili warga Blitar, dirinya menghaturkan ucapan terima kasih atas kunjungan kader PDIP NTB kali ini.

“Kunjungan ini sangat berharga dalam rangka merekatkan hubungan antara warga NTB dan Blitar untuk terus mengenang perjuangan Bung Karno, selalu Bapak Bangsa dan Presiden Pertama Indonesia,” tegasnya. 

“Kaget juga saya dikasih bingkisan topi dan kaos Mandalika. Insya Allah, kunjungan Pak Rachmat akan saya balas untuk datang ke Lombok dalam waktu dekat ini. Tolong Pak Ketua DPRD Blitar dan Mbak Erna agar diatur waktunya untuk bisa kita balas kunjungan Pak Rachmat yang jujur termasuk salah satu tokoh politik yang saya kagumi keistiqomahannya dalam berpartai dan berjuang bersama rakyatnya,” sambung Wali Kota Santosa.

Mengunjungi Museun Perpustakaan Bung Karno, 

Istana Gebang dan Peristiwa aneh 

Saat mengunjungi Perpustakaan Bung Karno yang dipandu oleh Pustakawan Henri, Rachmat Hidayat yang didampingi sejumlah Fungsionaris PDIP NTB, Ruslan Turmuzi, Suhaimi, Nyanyu Ernawati, dan lain lain, dengan serius mencermati benda-benda peninggalan Bung Karno seperti peci, baju putih, Kemeja Sukarno Look, mesin ketik, koper, dan lain lain. 

Rachmat Hidayat ziarah ke makam Bung Karno disambut Walikota Blitar

Bahkan ada tulisan Soekarno Asli, tertanggal 16 Januari 1967 yang ditorehkan diatas kain sprei yang dirobek yang ditulis dengan tinta yang konon bercampur dengan bercak darahnya. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Adapun bunyi tulisannya sebagai berikut: Pertahankan Revolusi diatas Relnya yang Asli. 

Sementara itu ada kejadian aneh saat Rachmat Hidayat melihat Foto Lukisan Soekarno yang telunjuk tangan, mengarah kesemua sudut arah mata angin dilihat dari segala sisi. Ketika dilihat dari sisi kanan, maka tangan telunjuk tangan Soekarno terlihat jelas ke sisi kanan. 

Pun sebaliknya jika dilihat dari sisi kiri maupun depan, akan mengarah pada sisi tersebut. 

“Hanya Lukisan Soekarno itu saja yang memiliki aura mistis dan aneh dari semua koleksi lukisan yang dimiliki Museum Perpustakaan Bung Karno,” tutur Pustakawan Museum Bung Karno, Henri.

Kejadian Aneh lainnya yang sulit diterima akal sehat  adalah saat Ketua DPD PDIP NTB , Rachmat Hidayat swa foto di batu nisan Bung Karno nampak jelas terekam kamera bayangan siluet kepala Harimau 

“Kejadian ini membuktikan kekaromahan Bung Karno,” kata Rachmat

Usai mengunjungi Museum Perpustakaan Bung Karno, Rachmat Hidayat dan rombongan diajak mengunjungi Istana Gebang di Kota Blitar yakni tempat tinggal Bung Karno sewaktu masih kecil. 

Di istana Gebang tampak koleksi perabotan rumah tangga keluarga Soekarno, lukisan kedua orang tua Soekarno dan lukisan Soekarno sendiri. Ada juga sumur tua yang dipakai orang tua Soekarno. 

Sementara di garasi tampak mobil tua peninggalan Soekarno. 

Sesaat sebelum meninggalkan Istana Gebang, Anggota DPRD Jatim dapil Blitar, Irma Susanti memberikan Rachmat Hidayat 5 liter Air yang diambil dari Sumur Tua di Istana Gebang yang dipercayai memiliki berbagai khasiat..***

 

 




Bang Zul berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Gubernur Bang Zul berharap PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB organisasi seperti sungai

MATARAM.LombokJournal ~ Gubernur Zulkifliemansyah menghadiri dan memberikan sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram (11/03/23).

Bang Zul sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi "River Organization"

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul, sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi “River Organization” atau organisasi yang mengalir seperti sungai. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Eksistensi dari sebuah sungai dapat terus mengalir melewati berbagai musim. 

“River organization atau organisasi seperti sungai ini yang harus diadopsi pemuda NWDI ke depan,” pesan Gubernur. 

Bang Zul melanjutkan, NWDI hendaknya tidak menjadi “Puddle Organization” atau organisasi kubangan air, hanya berisi air saat ada hujan ada. 

Sementara ketika terik datang, airnya menguap. 

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap NWDI dapat terus menjadi organisasi yang besar. Yang dapat terus bersinergi dengan berbagai bidang untuk kemaslahatan umat. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

“Semoga bisa terus bersinergi di masa yang akan datang,” tandasnya. ***