Sekda NTB Hadiri Halal Bihalal Bersama Jajaran ASN Pemprov

Kegiatan halal bihalal berlangsung di lingkungan Pemprov NTB, dihadiri Gubernur dan Wagub, Sekda NTB serta Forkopimda NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah NTB, Lalu. Gita Ariadi mendampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah,  Wakil Gubernur, Hj. Rohmi Djalilah serta Forkopimda NTB, acara halal bihalal bersama jajaran ASN lingkup Pemprov NTB.

Kegiatan itu juga dihadiri ASN lingkup Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional

Sekda NTB mengatakan, halal bihalal penting untuk meningkatkan saling memahami
Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Miq Gita panggilan Sekda NTB didampingi istri, dalam halal bihalal yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Selasa (02/05/23) pagi.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul juga didampingi istri Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah. 

Wakil Gubernur yang biasa disapa Ummi Rohmi, ikut menyambut kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB.

Miq Gita sangat terkesan dengan Halal Bihalal yang dilakukan padi tadi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

“Alhamdulilah, kita  bisa bertemu dan bersama dalam keadaan sehat wal-afiyat, ” ucapnya.

Ia mengtakan itu saat menyampaikan sambutannya di depan Gubernur, Wakil Gubernur, Istri Gubernur, Forkopimda juga para tamu undangan lainnya.

Menurut Miq Gita, pepatah mengatakan, tidak mungkin saling membantu tanpa saling memahami, dan tidak mungkin bisa saling memahami tanpa saling mengenal.

Pada moment Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah  yang dirangkaikan apel juga masih pada bulan Syawal 1444H, Sekda NTB bersama tamu undangan menjalin kehangatan dan keakraban.

Diharapkan, banyak kebaikan yang akan diperoleh NTB ke depan.

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan jamuan juga foto bersama.***

 

 




Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional

Peringatan empat kegiatan nasional yang pelaksanaannya disatukan di Provinsi NTB, sebagai refleksi tujuan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~  Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menjadi Inspektur Upacara mengatakan, momentum Hardiknas 2023 dengan tema “Bergerak Bersama, Semarakan Merdeka Belajar”. 

Hal itu dikatakan Wagub NTB dalam peringatan empat Kegiatan Nasional yang disatukan pelaksanaannya, yaitu Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kesadaran Nasional, Hari Otonomi Daerah Dan Hari Buruh Internasional yang berlangsung di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Selasa (02/05/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB, Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

Wagub NTB mengajak ASN lingkup Provinsi NTB meningkatkan etos kerja

“Spirit dari tema yang diusung ini, mengajak untuk memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan akan penting dan strategisnya pendidikan bagi peradaban dan daya saing bangsa,” ungkapnya.

Ummi Rohmi juga berharap agar para insan pendidikan sebagai motor penggerak kurikulum merdeka belajar yang telah dicanangkan pemerintah, untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, menjadikan proses belajar-mengajar yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan. 

“Kita masih harus terus berjuang dan bekerja keras untuk melakukan berbagai perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita,” tutur Ummi Rohmi.

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Terkait Hari Kesadaran Nasional Ummi Rohmi mengajak segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, dan seluruh kabupaten/kota se-NTB, untuk terus meningkatkan pengabdian dan etos kerja selaku abdi negara dan abdi masyarakat. 

“Saya berharap kepada seluruh pegawai untuk bekerja lebih maksimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Mari kita tingkatkan kualitas kerja, munculkan inovasi-inovasi, bangun tim yang solid, tunjukan peran aktif kita dalam menjalankan tugas-tugas yang diemban, berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani menuju NTB Gemilang,” pesan Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Zakaria Asal Kedindi Berlaga di SOSWG Berlin 2023

Adapun Momentum Hari Otonomi Daerah, Ummi Rohmi mengatakan, momentum ini memiliki makna khusus, karena kembali diadakan setelah sebelumnya ditiadakan selama kurun waktu tiga tahun akibat pandemi covid – 19.

“Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat berarti untuk menyegarkan kembali ingatan kita, sebagai refleksi akan tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kerangka semangat , yang bermuara pada terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik,” tuturnya. 

Terakhir, Ummi Rohmi mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja. 

“Saya berharap para pekerja terus berjuang meningkatkan etos kerjanya meskipun secara global, nasional dan regional daerah kita secara ekonomi masih menghadapi kendala sebagai dampak terjadinya pandemi covid-19 yang lalu.    

Pemerintah akan selalu berjuang memperhatikan aspirasi para pekerja sembari juga berusaha pada posisi berimbang mendorong pertumbuhan dunia usaha.

BACA JUGA: Bang Zul dan Tim Angkasa Pura Tinjau Lokasi MXGP Lombok

Ini juga bersama-sama berjuang memulihkan kondisi perekonomian yang terjadi saat ini. ***

 

 




Gubernur NTB Kunjungi Dusun yang Kekurangan Air Bersih

Setelah Gubernur NTB berada di lokasi Dusun Duduk Atas, diketahui masalahnya terkait kedalaman sumur bor

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengunjungi Dusun Duduk Atas Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, Minggu (30/04/23).

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Guibernur NTB turun tangan atasi kekurangan air bersih di Dusun Duduk Atas, Lombok Barat

Kunjungan tersebut dilakukan setelah mendengar kabar, dusun tersebut kekurangan air bersih. 

Bang Zul, sapaan Gubernur, bersama Kepala Dusun dan tokoh masyarakat setempat berembuk dan mencari masalah utama kurangnya air bersih.

BACA JUGA: Bang Zul dan Tim Angkasa Pura Tinjau Lokasi MXGP Lombok 

“Setelah ke Lokasi pantas saja kurang kedalaman sumur bornya karena memang dusun kita ini terletak di atas bukit,” jelas Bang Zul. 

BACA JUGA: Bang Zul Bangun Sinergi dengan Kementerian BUMN 

Setelah masalah utama terpecahkan, Pemprov NTB akan segera berkoordinasi dengan Pemda Lombok Barat untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

“Alhamdulillah seteleh bertemu kepala dusun dan tokoh masyarakat ketemu sudah masalah utamanya. Insya Allah kami akan segera berkordinasi dengan Pemda Lobar untuk menyelesaikan masalahnya,” tutur Bang Zul. ***

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Hannover Messe di Jerman

 

 




WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Sekda NTB sambut kedatangan WNI eksodan asal Provinsi NTB

Kedatangan WNI eksodan Sudan asal NTB sebanyak 23 orang dalam dua kloter dijemput Sekda NTB  

LOTENG,LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menyambut kehadiran para Warga Negara Indonesia (WNI) asal Provinsi NTB yang terdampak konflik bersenjata perang saudara di Sudan.

WNI asal NTB itu telah kembali ke tanah air, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin (01/05/23).

BACA JUGA: Bang Zul dan Tim Angkasa Pura Tinjau Lokasi MXGP Lombok

Sebabyak 42 WNI asal NTB yang eksodan sudah ada di tanah air bersama eksodan lainnya. 

“Sementara yang di tampung sementara di Asrama Haji Jakarta. Di bawah koordinasi Kantor Penghubung NTB di Jakarta, Senin pagi tanggal 1 Mei  2023 ini 23 orang eksodan sudan di pulangkan ke NTB dalam 2 kloter,” jelas Miq Gite. 

Ribuan WNI yang sedang di Sudan untuk bekerja, sekolah dan kepentingan lainnya menjadi korban. 

Dalam situasi sulit, pemerintah hadir untuk melindungi dan evakuasi WNI keluar dari Sudan ke Jeddah Saudi Arabia dan kota-kota lainnya yang aman untuk selanjutnya dibawa pulang ke tanah air. 

BACA JUGA: Kementerian BUMN Sambut Baik Audensi Gubernur Bang Zul

“Kloter pertama 4 orang tiba pukul 10.00 wita. 1 orang mahasiswa atas nama Ihsan Alwan Maulana (Semester 4) asal Ampenan.  3 orang PMI yaitu Fitri Indah Yani asal Labuapi dijemput suami dan anaknya. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah dan Pemprov NTB  yang sudah membantu kepulangannya hingga tiba dengan selamat di Lombok,”, ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Husniah PMI asal Sekotong yang keduanya berangkat lewat pengerah jasa tenaga kerja di Jakarta. 

Sopiawati PMI asal Rhee Sumbawa, cerita pengalamannya 9 tahun di Sudan serta situasi Sudan yang porak poranda saat ini.

Miq Gite juga mengatakan sebanyak 4 orang warga NTB eksodan Sudan kloter 1, semuanya sudah diserahkan ke keluarga masing-masing.

Semua dalam keadaan sehat dan selamat. Kloter 2 sebanyak 19 orang tiba pukul 15.00 wita.Kloter 3, direncanakan pulang tanggall 2 Mei 2023.

BACA JUGA: Bang Zul Tindaklanjuti MoU dengan University of Nottingham

“Pemprov NTB  terus memonitor dinamika politik dan konflik bersenjata di Sudan untuk perumusan kebijakan selanjutnya,” tegasnya. ***

 




Dinas Kominfotik Targetkan 100 persen OPD Informatif 2023

Dinas Kominfotik NTB gelar rapat koordinasi PPID Utama dan PPID pada Organisasi Perangkat Daerah Pemprov NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Kominfotik NTB menggandeng Komisi Informasi (KI) NTB menargetkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov 100 persen informatif di tahun 2023.

BACA JUGA: Rakor PPID, Komitmen NTB Jadi Provinsi Informatif

Dinas Kominfotik targetkan 100 persen OPD NTB informatif

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy mengatakan itu saat Rapat Koordinasi PPID Utama dan PPID pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/04/23).

Dengan 100 persen OPD Pemprov NTB berpredikat informatif, maka target menjadikan Provinsi NTB sebagai 5 besar daerah informatif nasional bisa terwujud. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Hannorver Messe di Jerman

“Semuanya harus informatif, yang lain bisa kita juga harus bisa!,” ujar Bang Najam. 

Menjadi daerah yang informatif, dijelaskan Kadis, menjadi tanggungjawab seluruh pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Bang Najam melanjutkan, Pemprov NTB dapat meningkatkan pelayanan informasinya dengan memaksimalkan berbagai platform informasi melalui aplikasi pelayanan publik.

BACA JUGA: Bang Zul Minta WINGS Grup Segera Bangun Hotel di Mekaki

Berbagai aplikasi tersebut merupakan inovasi sebagai upaya keterbukaan tata kelola dan akuntabilitas pemerintah provinsi. ***

 

 




Rakor PPID, Komitmen NTB Jadi Provinsi Informatif  

Dalam Rakor PPID, perwakikan PPID OPD Pemprov NTB disemangati agar menjadi perangkat daerah yang informatif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemprov NTB menargetkan masuk 5 besar dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023.

BACA JUGA: Bang Zul Tindaklanjuti MoU dengan University of Nottingham

Dalam Rakor PPID, NTB Targetkan 100 persen OPD di NTB Infprmatif
Najamuddin Amy

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menekankan, agar Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan informasi publik kepada masyarakat. 

Ia mengatakan itu saat Rapat Koordinasi PPID Utama dan PPID pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/04/23).

Bang Najam sapaan Kadis Kominfotik NTB memotivasi semangat perwakikan PPID OPD Pemprov NTB menjadi perangkat daerah yang informatif.

BACA JUGA: Ramadhan, Menjalani Ibadah Puasa di Warsawa, Polandia

“Semuanya harus informatif, yang lain bisa kita juga harus bisa!” ujar Bang Najam. 

Menjadi daerah yang informatif, dijelaskan Kadis, menjadi tanggungjawab seluruh pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pemprov NTB dapat meningkatkan pelayanan informasinya dengan memaksimalkan berbagai platform informasi melalui aplikasi pelayanan publik

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Menebar Bantuan Usai Ramadhan

Berbagai aplikasi tersebut merupakan inovasi sebagai upaya keterbukaan tata kelola dan akuntabilitas pemerintah provinsi. ***

 

 




Umat Islam Harus Toleran Sikapi Beda Awal Syawal

Umat Islam diminta jaga ukhuwah terkait perbedaan penetapan awal Syawal 1444H/2023M 

JAKARTA.LombokJournal.com ~  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat Islam menjaga ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perbedaan awal Syawal 1444 H/2023 M.

Imbauan Menag itu termuat dalam Surat Edaran Menag No SE 05 tahun 2023 terkait penyelenggaraan Hari Raya Idulfitri 1444 H/2023 M. 

BACA JUGA: Penetapan 1 Syawal 1444H hari Sabtu pada 22 April 2023

Terbitnya surat edaran itu, dilatarbelakangi terkait penetapan awal Syawal 1444H/2023M. Pemerintah terlebih dahulu menggelar sidang isbat (penetapan) awal Syawal 1444 H/2023 M, yang digelar pada 20 April 2023 di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Namun pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menginformasikan akan merayakan Idulfitri pada 21 April 2023. 

Sementara sidang isbat dilaksanakan yang secara tertutup, yang diikuti Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, hasilnya menetapkan awal Syawal tanggal 22 April 2023, hari Sabtu.

BACA JUGA: Armada Baru Tangki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

Pemerintah menetapkan awal Syawa 1444H mempertimbangkan hasil perhitungan astronomis (hisab) dan pemantauan hilal (rukyatul hilal).

“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi dalam menyikapi kemungkinan perbedaan Penetapan 1 Syawal 1444 H/2023 M,” pesan Menag di Jakarta, melalui surat edaran pada Rabu (19/04/23).

Edaran Menag juga mengatur, Takbiran Idulfitri dapat dilaksanakan di semua masjid, musala, dan tempat-tempat lain. 

Namun demikian, pelaksanaannya tetap mengikuti Surat Edaran Menteri Agama No 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Takbir keliling dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan pemerintah setempat, menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

“Salat Idulfitri 1 Syawal 1444 H/2023 M dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sambungnya.

BACA JUGA: Wagub Dukung Ulang Tahun Emas ke 50 KSPSI

Berkenaan materi khutbah Idulfitri, Menag dalam edaranannya berharap agar pesan yang disampaikan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah. 

Dengan mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis.***

 




Penetapan 1 Syawal 1444H, Hari Sabtu pada 22 April 2023

Dalam sidang isbat yang berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, secara bulat disepakati  penetapan 1 Syawal 1444H jatuh hari Sabtu 22 April 2023

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (20/04/23), Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444H/2023M jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023. 

Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang digelar usai sidang isbat 1 Syawal 1444H.

BACA JUGA: Armada Baru Tangki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

Menurut Menag, penetapam 1 Syawal 1444H berdasarkan sidang isbat yang diikuti ormas Islam
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023,” ujar Menag, Yaqut Cholil Qoumas

Keputusan sidang isbat tersebut, menurut Menag, didasari oleh dua hal. 

Pertama, paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 45 menit sampai 2 derajat 21,6 menit.

“Dengan sudut elongasi antara 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit,” kata Menag.

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1444 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). 

Diketahui, pada 2016 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. 

BACA JUGA: Politisi PDIP, H Senirah Berbagi untuk Warga Praya Timur

Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah hilal yang diturunkan Kemenag di seluruh provinsi di Indonesia .

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 123 titik di Indonesia. 

“Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 123 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag.

Dalam sidang itu, Menag didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari. 

Dengan demikian, 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

“Jadi, Jumat besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Sabtu akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.

Menanggapi adanya perbedaan penetapan awal Syawal di masyarakat, Menag mengimbau agar seluruh umat Islam dapat menjaga ukhuwah Islamiyah. 

“Saya mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap menjaga toleransi, saling menghargai, dan ukhuwah Islamiyah menanggapi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal. Saling menghormati perbedaan keyakinan itu indah,” tandas Menag Yaqut.

“Mari menebarkan kedamaian dalam Idulfitri,” sambungnya.

BACA JUGA: Isbat 1 Syawal 1444H Digelar 29 Ramadhan atau 20 April 2023

Sidang Isbat 1 Syawal 1444 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. ***

 




“Rachmat Hidayat Elektrik”, Menghadirkan Berkah untuk Sesama

Istiqomah bagi kursi roda untuk kaum difabel dan penderita lumpuh, “Rachmat Hidayat Elektrik” kembali berbagi Kebahagiaan di Lombok Timur

MATARAM-LombokJournal.com ~ Konsistensi Anggota DPR RI, H Rachmat Hidayat yang  intens bantu kaum difabel dan orang-orang tua penderita lumpuh di Lombok, mendapat apresiasi tinggi khalayak. 

Masyarakat Pulau Seribu Masjid pun kini punya sapaan baru untuk politisi kharismatik Bumi Gora ini. Publik menyematkan nama baru, “Rachmat Hidayat Elektrik”.Sabtu (16/04/23).

BACA JUGA: Isbat 1 Syawal Digelar 29 Ramadhan atau 20 April 2023

Karena konsisten bagi-bagi kursi roda elektrik, nama Rachmat Hidayat disematkan dengan "Rachmat Hidayat Elektrik"

Rachmat Hidayat kembali gelar aksi kemanusiaan di Lombok Timur. Memasuki sepuluh hari terakhir Bulan Suci Ramadhan, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini membagikan tiga kursi roda kepada warga yang kini menderita stroke dan lumpuh.

Pemberian bantuan kursi roda pertama dilakukan Rachmat kepada Hj Sahrun, pensiunan guru sekolah dasar yang tinggal di kompleks Rumah Sehat, di Kelurahan Majidi, Pancor, Lombok Timur.

Sudah sepuluh tahun, pensiunan abdi negara tersebut tidak lagi bisa berjalan dengan leluasa. Jika dipapah, perempuan kelahiran 1955 tersebut, hanya mampu berjalan beberapa langkah.

Aktivitasnya pun kini hanya ditopang oleh kursi roda yang kondisinya sudah sangat butut.

Rachmat mengenal baik Hj Sahrun. Mereka sama-sama melewati masa remaja di lingkungan sama. Suami Hj Sahrun yang kini sudah meninggal, adalah juga sahabat baik Rachmat. 

Karena itu, manakala kemarin mendapati Rachmat tetiba sudah berada di depan pintu rumahnya, tumpahlah tangis Hj Sahrun.

“Ini air mata bahagia,” ucap perempuan yang terkahir menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur, tersebut.

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Mataram, Ini Pesan Gubernur NTB

Bersama anak-anak dan keluarga Hj Sahrun, Rachmat kemudian membantu perempuan berusia 68 tahun tersebut untuk duduk di kursi. Sebagai dua karib, mereka pun lantas berbagi beragam cerita nostalgia.

Kepada Hj Sahrun, Rachmat membawakan bantuan kursi roda elektrik yang harga satu unitnya mencapai Rp 27 juta. 

Bantuan tersebut merupakan program aspirasi Rachmat Hidayat melalui Kementerian Sosial, salah satu mitra kerja Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.

Rachmat kemudian meminta tim Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB yang turut serta dalam penyerahan bantuan kursi roda elektrik tersebut untuk menjelaskan bagaimana cara pengoperasiannya. 

Setelah mendapat penjelasan, Hj Sahrun kemudian didudukkan di atas kursi roda elektrik itu, lalu mencobanya.

Tak butuh waktu lama bagi Hj Sahrun untuk mengakrabi fitur-fitur canggih di kursi roda elektrik tersebut. Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa bahagia.

“Saya tidak menyangka, ternyata masih begitu diperhatikan oleh Kak Rachmat,” katanya.

Segudang rencana pun sudah ada di benaknya. Yang sudah pasti, kursi roda elektrik canggih itu kini menjadi kepingan pelengkap dalam aktivitas sehari-hari, setelah dirinya tidak bisa lagi berjalan leluasa. Termasuk sangat membantunya dalam berbibadah ke masjid dan musala terdekat.

BACA JUGA: Ramadhan Berbagi, 250 Paket Sembako untuk Warga Miskin

Selain bantuan kursi roda elektrik, Rachmat menyerahkan pula bingkisan untuk Idul Fitri bagi Hj Sahrun. Kepada sejumlah anak-anak Hj Sahrun, Rachmat juga menyerahkan bantuan uang untuk menghadapi Lebaran.

Dari rumah Hj Sahrun, masih di Kelurahan Majidi, Rachmat kemudian menyambangi rumah sepasang suami istri di Lingkungan Kampung Baru, yakni Darmasih dan Faizah. 

Hanya kendaraan roda dua yang bisa sampai di rumah suami istri yang menderita stroke dan lumpuh tersebut.

Sesampai di rumah tersebut, Rachmat mendapati Darmasih sedang tergolek di lantai rumah. Suasana siang yang terik rupanya menyebabkan pria kelahiran 1948 tersebut mendinginkan tubuh di lantai. 

Tanpa baju, Darmasih berbaring lelap. Sementara sang istri Faizah, sedang duduk di atas kursi. Di dekatnya ada anak dan menantunya yang sedang memasak. Ikut menemani, saudara perempuanya.

Kedatangan Rachmat disambut histeris oleh keluarga Darmasih. Rupanya, dengan keluarga ini, Rachmat memiliki hubungan yang sangat dekat. 

Darmasih, telah dikenal Rachmat semenjak dirinya masih menempuh pendidikan di bangku SMA di Pancor.

Darmasih dahulu adalah pria yang dikenal sangat kuat secara fisik di Pancor. Tak ada yang berani melawannya. Maling-maling pun takut kepadanya.

Pekerjaan sehari-hari Darmasih adalah sebagai buruh di pasar. Konon, karena begitu kekar dan kuat fisiknya, memindahkan gabah satu ton, cukup hanya dua kali dilakukannya. Tak berbilang pula maling-maling ternak yang tumbang di tangannya.

Selepas jadi buruh di pasar, Darmasih kemudian beralih profesi sebagai kusir cidomo. Profesi yang terus melekat pada dirinya, hingga menderita stroke dan lumpuh tahun 2018. Semenjak itu, Darmasih tidak bisa berjalan. Bicaranya pun sudah tidak jelas. Butuh waktu, untuk mengetahui apa yang dikatakannya.

Saat dibangunkan Rachmat, Darmasih sempat melongo. Melihat dari dekat siapa yang membangunkannya, pria 75 tahun itu pun terperanjat. Namun, sejurus kemudian, senyumnya mengembang. 

Ditatapnya lekat-lekat wajah Rachmat, macam orang yang masih tak yakin, sahabat karibnya tetiba kini ada di depannya.

Rachmat pun menceritakan, dirinya datang untuk mengantarkan kursi roda untuk Darmasih dan Faizah. Rachmat ingin keduanya bisa beraktivitas lebih normal lagi. 

Bersosialisasi dan menyapa para tetangga. Mengisi masa tua bersama sang istri, yang sudah lebih dari sepuluh tahun menderita stroke dan lumpuh.

“Kenangan saya di sini, bersama dengan keduanya, tak akan pernah saya bisa lupakan,” ucap Rachmat.

Kepada Darmasih dan Faizah, Rachmat kemudian menyerahkan pula bantuan paket idul Fitri. Juga bantuan uang tunai. Kepada anak Darmasih, Rachmat juga berpesan, agar terus menjaga kedua orang tuanya.

“Allah yang akan membalas budi dan bhaktimu kepada orang tua,” katanya.

Rachmat pun pamit. Disalaminya Darmasih dan Faizah dengan hangat. Memandang lekat Rachmat, muncul sepatah kata dari Darmasih. Sepertinya dia berucap, “Alhamdulillah…”

Dari Pancor, Rachmat kemudian meluncur ke Desa Rempung, Kecamatan Sukamulia. Di Lingkungan Lestari, Rachmat menemui Maemunah, istri pensiunan pegawai di Kementerian Agama, yang sudah empat bulan ini menderita lumpuh. Rachmat membawakan kursi roda untuk perempuan kelahiran 1942 tersebut.

Para tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta anak-anak Maemunah menyambut kedatangan Rachmat. Maemunah sedang duduk di teras samping saat Rachmat datang.

Tak satu pun kata keluar darinya, manakala Rachmat menyerahkan bantuan kursi roda. Namun, matanya tampak sembab, dan bulir-bulir air mata jatuh ke pipi. 

Diambilnya sudut kain sarung yang dikenakannya, lalu Maemunah menyeka bulir-bulir air mata yang jatuh itu.

Ucapan terima kasih meluncur deras dari tokoh masyarakat, anak-anak, dan keluarga Maemunah. Mereka tak menyangka, hanya dalam hitungan hari bantuan kursi roda itu dilayangkan, Rachmat kini sudah merealisasikannya langsung.

Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. 

Rachmat menegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukug Ulang Tahun Ems ke 50 KSPSI

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Rachmat.

Dia menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan kecil. 

Namun, dia berharap, tindakan kecil tersebut, dapat turut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka. (*)

 

 




Isbat 1 Syawal Digelar 29 Ramadan atau 20 April 2023

Sidang penetapan atau isbat 1 Syawal berlangsung seperti biasa, pada tanggal 29 Ramadhan atau bertepatan dengantanggal 20 April 2023 

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1444 H akan digelar Kementerian Agama RI pada Kamis, 20 April 2023, di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta. 

Seperti biasa berlangsung,  sidang Isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan.

“Tahun ini, bertepatan dengan 20 April 2023,” ungkap Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, hari Kamis (13/04/2023).

BACA JUGA: Jamaah Gagal Berangkat Umroh, Yatofa Tolak Disalahkan

Sidang isbat akan berlangsung tertutup, yang diikuti Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Kata Kamaruddin Amin, sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat Kemenag. 

Berdasarkan data hisab, pada hari Kamis, 29 Ramadan 1444H / 20 April 2023 M, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0° 45′ (0 derajat 45 menit) sampai 2° 21,6′ (2 derajat 21,6 menit) dengan sudut elongasi antara 1° 28,2′ (1 derajat 28,2 menit) sampai dengan 3° 5,4′ (3 derajat 5,4 menit).

Pemantauan hilal atau rukyatul hilal akan dilakukan di berbagai provinsi oleh Kementerian Agama.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Ulang Tahun Emas ke 50 KSPSI

Akan diturunkan tim ke 123 titik lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat ataukah tidak.

“Hasil hisab dan rukyatul hilal ini akan dibahas dalam sidang isbat untuk kemudian ditetapkan kapan jatuhnya 1 Syawal. Jadi kapan Hari Raya Idulfitri, kita masih akan menunggu keputusan sidang isbat,” ujar Kamaruddin.

“Hasil sidang isbat akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers,” tandasnya.

BACA JUGA: Ramadhan Berbagi, 250 Paket Sembako untuk Warga Miskin

Berikut 123 lokasi pengamatan hilal di seluruh Indonesia :

ACEH
1. Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga
2. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe

SUMATERA UTARA
1. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No. 30 Medan
2. Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Panglima Denai Medan

SUMATERA BARAT
1. Hotel Rangkayo Basa Padang
2. Puncak Langkisau Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan
3. Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto
4. Bukit Langkuik Kecamatan Bonjol
5.Puncak Gunung Medan
6.Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat di Padang Tujuh
7. Puncak Dama Kel.Kampung Jawa Kota Solok
8. Taeh Bukik
9. Pantai Gandoriah Kota Pariaman
10. Kantor Kemenag Kab Solok Selatan
11. Jorong Sikaladi Nagari Pariangan
12. Bukit Sipora Jaya
13. Balkon, Rocy Hotel Bukittinggi
14. Puncak Lawang Kec. Matur Kab. Agam
15. Sitinjau Laut, Jalan Raya Solok – Padang
16. Kabupaten Padang Pariaman, Pantai Tiram Kec. Ulakan Tapakis
17. Puncak Nganang Kecamatan Luhak
18. Pasaman Bukik Langkuik
19. Bukit Cati Kandang Baru Kec. Sijunjung Kab. Sijunjung

RIAU
1. Rooftop Hotel Khas Lt. 13, Pekanbaru

KEPULAUAN RIAU
1. Pantai Tanjung Setumu

JAMBI
1.Gedung Mahligai Bank Jambi, Kota Jambi

SUMATERA SELATAN
1. Helipad Hotel Aryaduta Palembang

BANGKA BELITUNG
1. Pantai Tanjung Raya Penagan Bangka
2. Pantai Tanjung Kalian Muntok Bangka Barat
3. Pantai Tanjung Belitung

BENGKULU
1. Mess Pemda lantai 3 (tiga) Provinsi Bengkulu. Jalan pasar pantai kelurahan malabero kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu

LAMPUNG
1. POB Bukit Pantai Canti Kalianda Lampung Selatan
2. Kampus ITERA, Jati Agung, Lampung Selatan

DKI JAKARTA
1. Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta
2. Masjid Hasim Asyari Jakarta Barat
3. Ponpes Hidayatullah Basmol Jakarta Barat
4. Pulau Pramuka Kepulauan Seribu

JAWA BARAT
1. Pasirlasih, Kab. Pangandaran
2. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya
3. Pondok Bali, Kab. Subang
4. Santolo, Kab. Garut
5. UNISBA
6. Pantai Baro Gebang, Kab. Cirebon
7. POB Cibeas, Kab. Sukabumi
8. Observatorium Bosscha
9. SMA Astha Hannas. Kab. Subang
10. POB Gunung Putri Sukamanah, Pataruman, Kota Banjar
11. Imah Noong, Kab. Bandung Barat

BANTEN
1. Pantai Anyer
2. UIN SMHB Serang
3. Komplek Mercusuar Cikoneng, Anyer

JAWA TENGAH
1. Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang
2. BOP Watu Layar Binangun, Kec. Lasem
3. Pantai Jetis, Kec. Grabag
4. Pantai Ujungnegoro, Kandeman
5. Pantai Padelan, Kec. Ayah
6. Rooftop Hotel Aston Cilacap
7. Pantai Kartini, Kec. Jepara
8. Menara Masjid Agung Nurul Kalam
9. Pantai Alam Indah
10. Ma’had Aly TBS Kudus
11. Pelabuhan Tanjung Kendal
12. Bukit Sukobubuk, Kec. Margorejo
13. Menara Pandang, Purwokerto Barat
14. Pantai Wisata Dewi Mangrove Sari
15. Pantai Pasir Kec. Pekalongan Utara
16. POB PPMI Assalaam Pabelan, Kec. Kartasura
17. UIN KH. Abdurrahman Wahid
18. MAN 1 Surakarta                                                                                                                                                                                                                                                                                                        YOGYAKARTA

  1. 1. POB Syekh Bela Belu Parangtritis Yogyakarta

JAWA TIMUR
1. Pantai Srau Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan
2. Bukit Banyu Urip. Desa Banyu Urip, Kec. Senori Kab. Tuban
3. Pantai Kasap Ds. Watukarung Kec. Pringkuku Pacitan
4. Pantai Gebang Bangkalan
5. Pantai Pecinan Situbondo
6. Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi
7. Pantai Ambat Tlanakan Pamekasan
8. Bukit Gumuk Klasi Indah, ds. Kemiri Kec. Singojuruh Kab. Banyuwangi
9. Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan
10. MAN III Kec. Kandangan Kab Kediri
11. Bukit Banjarsari Wonotirto Kab. Blitar
12. Gunung Sadeng Jember
13. Gedung Pemkab Malang, Kec. Kepanjen
14. RSI Siti Hajar Sidoarjo
15. Lereng Gunung Pandan Ds. Tulung Kec. Saradan Kab. Madiun
16. Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Lamongan
17. Bukit Wonocolo Kecamatan Kedewan Kab. Bojonegoro
18. Bukit Condrodipo Kebomas Gresik
19. Pantai Taneros Kec. Ambunten Kab. Sumenep
20. Pelabuhan Kalbut, Tanjung Pecinan, Kec. Mangaran, Situbondo
21. Desa Taddan, Kec. Camplong Kab. Sampang
22. Desa Dagangan, Kec. Dagangan, Kab. Madiun
23. Bukit Pelangi, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar
24. Pohbebek 01/03 Ds. Ketanggung, Kec. Sine Kab. Ngawi
25. Pantai Duta Ds. Randutatah, Kec. Paiton, Kab Probolinggo
26. IAIN Madura Pamekasan
27. Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo
28. Pantai Bawean Kab. Gresik
29. Pantai Serang Kab. Blitar
30. Pantai Sapo Ds. Sergang Kec. Batuputih Kab. Sumenep
31. Pantai Kalisangka Kangean Sumenep
32. Pantai Nyamplong Kobong Jember

KALIMANTAN BARAT
1. Pantai Indah Kakap Kabupaten Kubu Raya

KALIMANTAN TENGAH
1. Menara Masjid Raya Darussalam Palangkaraya
2. Pantai Teluk Bogam Kabupaten Kotawaringin Barat

KALIMANTAN TIMUR
1. Hotel Selyca Mulia Samarinda

KALIMANTAN SELATAN
1. Pantai Wisata Galesong Takalar

KALIMANTAN UTARA
1. Taman Berlabuh Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

BALI
1. Pantai Munduk Asem, Kabupaten Jembrana,

NTB
1. Pantai Loang Baloq Ampenan Mataram

NTT
1. Rooftop Gedung Pelayanan Bmkg NTT

SULAWESI SELATAN
1. Pantai Wisata Galesong Takalar

SULAWESI BARAT
1. Tanjung Mercusuar Sumare, Simboro Kabupaten Mamuju

SULAWESI TENGGARA
1. Pantai Bahari Kecamatan Tanggetada

SULAWESI UTARA
1. Area Parkir Apartemen MTC Mega Mas Manado

GORONTALO
1. Gedung Polairud Polda Gorontalo

SULAWESI TENGAH
1. Desa Marana Kec. Sindue, Kab. Donggala

MALUKU
1. Karang Panjang Patung Cristina Marta Tiahahu, Kota Ambon

MALUKU UTARA
1. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu Kab. Halmahera Barat
2. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate

PAPUA
1. Pantai Hotel Nirmala Beach, Kab. Biak Numfor

PAPUA BARAT
1. Pantai Masni, Kab.Manokwari
2. Hotel Waigo Kota Sorong ***