Hillary Clinton Membuat Sejarah

Harapan bagi perempuan yang budayanya menolak membuka peluang perempuan.

New York –

Selama empat dekade,  Nyonya Hillary  Clinton banyak mendengar dan bicara bagi  anak-anak dan orang miskin.  Beberapa politisi mengakui , kapasitas intelektualnya pantas untuk maju dalam persaingan menuju Gedung Putih. Kini, ia menjadi perempuan pertama yang membuka pintu bagi perempuan untuk menduduki jabatan politik puncak di Amerika.

EDITORIAL BOARD, The New York Times

Jalan hidup Hillary Clinton, menjelaskan kemajuan perempuan dalam masyarakat Amerika. Ibunya, Dorothy Rodham, lahir tahun 1919, lahir setahun sebelum Amandemen ke-19 dalam konstitusi Amerika yang memberi perempuan hak memilih (dan dipilih).

Butuh waktu sangat panjang, untuk merealisasikan terbukanya pintu bagi partisipasi perempuan dalam demokrasi Amerika. Nammun Hillary Clinton pekan ini sudah mendekatinya, ia menjadi wanita pertama menjadi kandidat presiden oleh partai besar.

Pencalonan Nyonya Clinton  membuka kesempatan bagi perempuan, yang semula dihalangi hukum dan norma tradisi untuk maju ke puncak politik Amerika. Ini menjadi inspirasi bagi kaum muda Amerika. Dan merupakan harapan bagi perempuan di negara mana pun yang budayanya menolak membuka peluang bagi perempuan.

Meski dibayangi perpecahan politik di Amerika, ia tetap menunjukkan optimisme. Kamis malam lalu saat berpidato menerima penunjukannya sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat, ia  mengajak warga  Amerika tetap bekerja sama.

“Kepercayaan yang akan diberikan rakyat Amerika dalam pemilihan, menjadi kehormatan ,” katanya. “Kita memahami tantangan yang dihadapi Amerika. Tapi kita tidak perlu cemas. Kita akan bangkit bagi kejayaan Amerika. ”

Nyoya Clinton  yang dibesarkan di era sempitnya peluang perempuan membangun karir, pendidikan dan profesinya, berhasil membuka jalan. Meski pidatonya sering disesalkan — kadang-kadang seperti pidato pemilik perusahaan yang mengejar untung — namun tetap terkesan kuat ia memberi prioritas pelayanan bagi rakyatnya.

Beberapa orang Amerika sebenarnya tetap tidak nyaman melihat kemajuan kaum perempuan. Nyonya Clinton menyadarinya, namun selama ini telah berjuang sebagai ibu negara, senator dan sekretaris negara. Ia mampu membangun keseimbangan antara harapan masyarakat tentang perempuan dan cita-citanya sendiri.

Saat pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, tahun 2008, pencalonannya nyaris disepelekan. Tapi kini ia meraih cita-citanya. Ia berhasil menggabungkan keterampilan, pengalaman dan femininitasnya, dan memenangkan konvensi partainya pekan ini. Kalangan Partai Demokrat di Amerika, termasuk suaminya, canggung menggambarkan posisinya sebagai seorang ibu dan istri, dan sebagai Kepala Negara di negeri adi daya.

Tantangannya sekarangan, membujuk pemilih untuk menilai kemampuan dirinya dan ide-idenya, bukan gendernya atau rekam jejak suaminya.

Nyonya Clinton telah bekerja keras keras,  memenangkan persaingan menghadapi kandidat laki-laki.  Kerja keras untuk menyumbangkan dirinya bagi  kepentingan bangsanya;  dan anggapan terlalu berani bagi perempuan maju dalam pencalonan presiden, tidak ada lagi.

Editor : Roman Emsyair – (Sumber : The New York Times)

Ikuti Opini The New York Times di Facebook dan Twitter (@NYTOpinion), dan mendaftar untuk bulletin harian Opini.

 

 




Donald Trump; ‘Hiburan’ Dalam Pilpres Amerika

Soal Imigran Muslim AS, Ayah Prajurit Muslim Amerika kecam Trump

Donald Trump, kandidat Presiden AS dari Partai Republik, selalu ‘menghibur’. Ada yang menyebutnya sebagai ‘batu sandungan’ bagi siapa pun rivalnya.  Kemampuannya menyederhanakan isu sensitif dan kepiawaiannya memainkan suasana kebatinan umumnya warga Amerika yang mencemaskan kehadiran imigran gelap, dan didera Islamphobia.  Namun, masa pemilihan Presiden AS merupakan hiburan bagi publik dunia, justru karena kehadiran Trump.

Donald Trump, kandidat Presiden AS dari Partai Republik
Donald Trump, kandidat Presiden AS dari Partai Republik

Politisi terkaya di Amerika ini dengan percaya diri yang besar, mengatakan mampu mengatasi semua persoalan Amerika, bahkan (seandainya) tanpa  campur tangan siapa pun. Namun kalangan kubu Partai Demokrat  menyindirnya sebagai tong kosong yang berbunyi nyaring.

Salah satu tokoh Demokrat, Joe Biden, dalam konvensi partainya  di Philadhelpia pekan ini, menyebut Trump tak punya gagasan apa pun tentang apa yang digembar gemborkannya untuk mengembalikan kejayaan Amerika.  Pesaing Trump, Hillary Clinton, bahkan menyebut Trump tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dari wartawan.

Bukan hanya Trump yang menjadi ‘hiburan’, tapi juga penampilan istri ketiganya, Melanie Trump, yang pidatonya meng’copy paste’ pidato Michele Obama.  Perempuan asal Slovenia itu menjadi bulan-bulanan bukan hanya oleh pers tapi juga publik Amerika yang mencibirnya habis-habisan melalui media sosial.

Isu Muslim Dan Imigran

Dalam konvensi Partai Demokrat, Ayah dari seorang prajurit Muslim Amerika yang terbunuh di Irak, Kamis malam waktu setempat (hari Jumat, waktu Indonesia) mencela Donald Trump,  “tidak pernah mengorbankan apa pun” bagi Amerika.

Tampil di atas panggung di Philadelphia bersama istrinya, Ghazala, Khizr Khan menjelaskan keluarganya sebagai “Muslim Amerika yang patriotik dengan loyalitas penuh untuk negara kita”. Tahun 2004, anaknya tewas oleh bom mobil demi melindungi kesatuannya.

Khizr Khan, Ayah dari seorang prajurit Muslim Amerika yang terbunuh di Irak
Khizr Khan, Ayah dari seorang prajurit Muslim Amerika yang terbunuh di Irak (Foto: The Guardian)

Saat itu, Cpt Humayun Khan,  memerintahkan beberapa orang turun dari mobilnya (yang kemudian terbukti mobil itu berisi bom).  Tapi Cpt Humayun Khan  baru berjalan 10 langkah, bom itu meledak.

“Donald Trump terus menerus mencoreng karakter Muslim. Dia tidak menghormati minoritas lainnya, wanita, hakim, bahkan pimpinan partainya sendiri. Dia bersumpah untuk membangun dinding dan mencekal kami (muslim) dari negeri ini, ” kata Khan

Seperti diberitakan, kandidat Partai Republik, Donald Trump, berulang kali menyarankan larangan Muslim memasuki AS sebagai cara untuk memerangi ancaman terorisme Islam. Pidato Trump dalam konvensi partainya di Cleveland pekan lalu, dimaksudkan mengatasi “bangsa yang telah disusupi terorisme”, jelas Trump kepada NBC.

“Orang-orang sangat marah saat saya menyebut Muslim,” kata Trump. “Oh, Anda tidak boleh memakai kata Muslim. Catat ini. Saya OK dengan itu, karena saya membicarakan ini bukan di wilayah Muslim. ”

Menyikapi pernyataan Trump, Khan mengatakan: “Donald Trump, Anda minta memercayaimu untuk masa depan Amerika?. Saya bertanya, apakah Anda membaca konstitusi Amerika Serikat? (Kalau belum) Saya dengan senang hati meminjamkan salinannya. ”

Kemudian Khan menunjukkan edisi saku naskah konstitusi AS di tengah sorak-sorai massa. Ia menyuruh Trump membaca dokumen konstitusi. “Cari kata-kata ‘kebebasan’ dan ‘perlindungan hukum yang sama’,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Khan, “Apakah Anda pernah berkunjung ke pemakaman Arlington? Iihatlah makam para patriot yang berani mati membela Amerika. Anda akan melihat semua agama, jenis kelamin dan etnis. Sedang anda, tidak pernah mengorbankan apa pun.”

Menyimpang dari teks-nya, Khan menyimpulkan: “Saya minta setiap patriot Amerika, semua imigran Muslim, dan semua imigran, jangan sepelekan pemilu kali ini. Ini adalah pemilu bersejarah.”

Pemilu Presiden di Amerika Serikat kali ini menjadi ujian bagi warga negeri adi daya itu.  Apakah sebagian besar mereka benar-benar merupakan pemilih rasional, atau warga negara yang gampang termakan retorika yang ibarat ‘tong tanpa isi yang berbunyi nyaring’.

Editor: Roman Emsyair, Sumber: The Guardian




Fethullah Gulen: Tertuduh Di Balik Percobaan Kudeta Turki

Pensylvania –

Ulama karismatik asal Turki yang kini tinggal di Amerika, Fethullah Gulen, membantah terlibat dalam percobaan kudeta militer di Turki. The Alliance for Shared Values  atau Aliansi untuk Nilai-nilai Bersama – yang selama ini menjadi corong gagasan Gulen — mengatakan, “kami mengutuk intervensi politik oleh militer di dalam negeri Turki.”

Fathullah Gulen

Saat ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang melakukan kampanye luas melawan gerakan Gulennis baik di dalam negeri Turki maupun di luar negeri. Rezim Erdogan melakukan pembersihan terhadap pegawai pemerintah (PNS) yang diduga memiliki hubungan dengan gerakan Gulenis.

Beberapa perusahaan media atau aktivitas bisnis yang ditengarai terkait dengan Gulen ditutup. Tindakan ini menyusul setelah Fthullah Gulen didakwa pidana merencanakan menggulingkan pemerintah. Akan dilakukan pengadilan in absentia di Turki tahun ini.

Pengacara pemerintah Turki, Robert Amsterdam, mengatakan, “ada indikasi keterlibatan langsung” dalam percobaan kudeta oleh Fethullah Gulen. Ia mengklaim “telah berusaha berulang kali mengingatkan pemerintah AS dari ancaman yang ditimbulkan” oleh Gulen dan gerakannya. Sumber-sumber intelijen di Turki, mengutip pernyataan pengacara itu, “ada indikasi Gulen bekerja sama dengan beberapa pimpinan militer melawan pemerintahan sipil yang sah.”

Namun Presiden The Alliance for Shared Values, Y. Alp Aslandogan, kelompok  pendukung ide-ide Gulen, yang berbasis di New York membantah tuduhan.  “Kami tegas membantah,  tuduhan itu sangat tidak bertanggung jawab.”  Sebelumnya pihak Aliansi juga menegaskan, “kami mengutuk intervensi politik oleh militer di dalam negeri Turki.”

Sosok Fethullah Gulen

Gulen dikenal sebagai Imam karismatik Turki yang memiliki pengaruh luas di berbagai kalangan.  Sebagai Imam, atau pemimpin doa, Fethullah Gulen dikenal di Turki sejak 50 tahun yang lalu. Gerakannya menyebarluaskan filosofi  Islam dengan advokasi  setia demokrasi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan dialog antar agama.

Gulen mengendalikan 1.000 sekolah di lebih 100 negara, termasuk sekitar 150 sekolah dengan hak istemwa yang didanai pembayar pajak di seluruh Amerika Serikat.  Di Turki, kelompok  Gulenis juga mengelola universitas, rumah sakit, amal, bank dan kerajaan media besar dengan surat kabar dan radio dan stasiun TV.

Presiden Turki Recip Tayyip Erdogan telah lama menuduh Gulen bersekongkol menggulingkan pemerintah sekuler yang sah dari 26 are kompleks kediamannya yang terjaga ketat di Pegunungan Pocono Pennsylvania, Amerika.  Gulen jarang terlihat di depan umum, dan telah diadili in absentia setidaknya tiga kali di Turki.

Mengapa Amerika Tidak Mendeportasi

Memang AS mulai menunjukkan kecenderungan akan mendeportasi Gulen ke Turki. Departemen Kehakiman menolak mengomentari kasus Gulen. Dalam sebuah wawancara dengan AP awal tahun ini, dari pihak The Alliance for Shared Values, mengatakan: “(Gulen) mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki tradisi panjang demokrasi dan supremasi hukum …  dan mereka tidak akan membiarkan Erdogan untuk menekan Amerika Serikat. ”

Status Tuntutan Hukum Terhadap Gulen di AS

Bulan lalu, seorang pengacara yang mewakili pemerintah Turki mengatakan akan terus mengekspos “tindakan melawan hukum” Gulen. Sehari sebelumnya, hakim federal di Scranton, Pennsylvania, menolak gugatan melawan ulama.

“Meskipun ditolask, pesan sangat jelas telah dikirim ke Gulen dan rekan-konspirator di Poconos. Hari-hari kebal hukum sudah habis. Tindakan melawan hukum Anda aka nada titik terang,” kata pengacara Robert Amsterdam.

Gugatan itu menuduh Gulen memerintahkan polisi, simpatisan, jaksa dan hakim di Turki untuk memberontak melawan pemerintah yang sah. Tapi Hakim Distrik AS, Robert Mariani, menyatakan, hal itu tidak berlaku di pengadilan AS

Sekolah Yang Dkelola Gulenis

Beberapa sekolah AS tengah diselidiki FBI atas tuduhan penyalahgunaan keuangan dan penipuan visa. Salah satu tuduhan penting, bahwa sekolah (yang dikelola kelompok Gulenis) mendatangkan  guru dari Turki untuk mengindoktrinasi dan mempengaruhi siswa untuk mendukung gerakan Gulen. Indoktrinasi nilai-nilai itu disebut Hizmet, dalam bahasa Turki berarti “layanan.”

Pada bulan Mei, keluhan diajukan pejabat pendidikan Texas, yang menuduh jaringan sekolah dengan hak khusus yang terkait gerakan Gulen itu, menyalahgunakan program visa untuk mendatangkan guru dalam jumlah besar dariTurki. Kegiatan itu melanggar Undang-undang negara bagian dan federal, karena membayar guru lebih tinggi dari guru di Amerika.

Menanggapi Tuduhan

Menghadapi tuduhan itu, kalangan Aliansi seperti biasanya menyampaikan bantahan. Dalam pembelaan itu disampaikan, selama lebih dari 40 tahun, Fethullah Gulen dan Hizmet menganjurkan dan menunjukkan komitmen bagi perdamaian dan demokrasi

“Kami telah secara konsisten mengecam intervensi militer dalam politik dalam negeri ini. Kami mengutuk intervensi militer dalam politik dalam negeri Turki. Kami mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan warga negara Turki dan orang-orang di Turki sekarang. Komentar oleh kalangan pro-Erdogan tentang gerakan itu yang sangat tidak bertanggung jawab.” Pernyataan dari kalangan Aliansi.

Sehari-hari Kehidupan Gulen

Seorang wartawan AP pernah mendapat kesempatan mengunjungi kediaman Gulen di kompleks Pennsylvania Gulen tahun ini. Tapi ia tidak dapat diberi kesempatan melihat atau mewawancarainya.

Wartawan itu hanya memperoleh informasi, Gulen menghabiskan hari-hariya dengan berdoa dan meditasi dan jarang pergi keluar kediamannya. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memerika ke dokter untuk penyakit penyakit jantung dan diabetesnya. Tempat tinggal Gulen dipenuhi rak-rak buku. Ia hanya tampak memegang botol diisi dengan tanah yang dikirim dari berbagai daerah dari Turki.

Editor : Roman Emsyair (Sumber; The Associated Press Sabtu, Juli, 2016)




Ima Matul Maisaroh: Berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS

Pennsylvania, AS.

Seorang Srikandi Indonesia akan tampil di panggung politik Amerika Serikat. Dia adalah Ima Matul Maisaroh. Perempuan asal Desa Gondanglegi, Malang, Jawa Timur ini akan berpidato di depan puluhan ribu delegasi dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, AS.

maisaroh3maisaroh2

Bersama belasan senator dan pembicara bergengsi lainnya, Ima tampil di panggung utama Stadion Wells Fargo, pada hari Selasa 26 Juli 2006. ‘’Surat undangan resmi yang dikirim Komite Nasional Partai Demokrat baru saja saya terima Sabtu sore,’’  kata Ima dengan nada gembira. Di ajang itulah, Partai Demokrat AS secara resmi akan memilih Hillary Rodham Clinton sebagai kandidat utama dan Senator Tim Kaine sebagai wakil presiden, dalam Pemilihan Presiden AS November 2016 nanti.

’Selain menyampaikan pidato mengenai pengalaman saya sebagai korban perbudakan manusia, saya juga menyampaikan program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia yang telah dilakukan Hillary Clinton,’’ tutur Ima Matul. Perempuan bertubuh mungil itu diundang tampil di ajang politik AS, karena sejumlah jabatannya yang tak main-main.

Ima, yang sejak kecil bersekolah di Madrasah Tsyanawiyah di Gondanglegi, Malang itu, menjadi salah satu anggota Dewan Penasehat Perdagangan Manusia Presiden Barrack Obama. ‘’Maaf saya baru saja selesai menghadiri pertemuan rutin di Gedung Putih,’’ tutur Ima yang diangkat menjadi anggota Dewan Penasehat Gedung Putih bersama 10 anggota lainnya, Desember 2015 lalu.

Maisaroh1

Perempuan berusia 33 tahun, jebolan kelas 1 SMA Kh0irudin, Gondanglegi ini, diminta memberi saran dan masukan ke Presiden Obama untuk memberantas perdagangan manusia. Tercatat 40 ribu sampai 45 ribu menjadi korban perdagangan manusia di AS. Bersama tiga anggota lainnya, Ima Matul dipercaya menangani dua dari lima masalah utama. ‘’Yakni, soal pendanaan dan sosialisasi para korban perdagangan manusia,’’ tutur Ima. Kepercayaan itu diberikan ke pundak Ima, yang sejak tahun 2012 menjadi staf CAST, Coalition to Abolish Slavery & Trafficking. Ima menjabat sebagai organisator atau koordinator para korban Perbudakan dan Perdagangan Manusia CAST. Organisasi nirlaba ini yang menolongnya setelah melarikan diri dari siksaan bekas majikannya di Los Angeles.

Kisahnya dimulai tahun 1997, ketika Ima yang baru berusia 17 tahun, menerima tawaran bekerja sebagai pramuwisma seorang pengusaha interior disainer asal Indonesia yang bermukim di Los Angeles. ‘’Sejak sampai di Bandara LAX, paspor saya sudah ditahan oleh majikan saya,’’ tutur Ima yang enggan menyebut nama bekas majikannya itu.

Selama tiga tahun, Ima Matul harus bekerja lebih dari 12 jam. Hampir setiap hari, Ima menjalani siksaan dan pukulan dari majikannya, seorang warga keturunan yang menjadi interior designer. Untuk kesalahan kecil yang dibuatnya, Ima harus menerima pukulan dan tamparan berkali-kali. ‘’Sampai sekarang, bekas luka di kepala masih bisa dilihat,’’ ujar Ima seraya menekankan, waktu itu ia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

Setelah tiga tahun, Ima tidak tahan lagi. Pada tahun 2000, perempuan desa ini nekat menyisipkan sebuah notes kecil berisi ‘Permintaan Tolong’ kepada seorang penjaga bayi tetangganya. Tetangga inilah yang menolong Ima melarikan diri dari rumah majikannya dan mengantarkannya ke kantor CAST. ‘’Waktu itu saya tidak bawa paspor,’’ kata Ima melanjutkan. Setelah beberapa bulan tinggal di rumah penampungan kaum gelandangan, Ima pun akhirnya bisa tinggal di rumah layak dan bekerja di CAST.

Agar paspornya dikembalikan, Ima berpura-pura pulang ke Indonesia. Ditemani seorang agen FBI, Ima bertemu dengan majikannya di Bandara LAX. ‘’Saya juga dipasangi alat penyadap untuk merekam seluruh pembicaraan,’’ tutur Ima dengan bahasa Inggris yang rapi. Singkat cerita, majikannya memberinya tiket pesawat sekali jalan ke tanah air dan berjanji hendak mengirim uang gajinya, setelah Ima tiba di Malang, Jawa Timur.

Gaji itu tidak dibayarkan majikannya karena Ima tidak pulang ke Malang. ‘’Saya hanya masuk ke ruang dalam Bandara dan keluar lagi,’’ kata Ima yang akhirnya tidak mau menuntut majikannya yang berlaku kasar itu. Menurutnya, pihak FBI tidak bisa melakukan penahanan majikannya, karena tidak ada tuntutan dari Ima.

‘’Prosesnya cukup berbelit dan membutuhkan saksi mata yang jelas. Dan aksi kekerasan itu terjadi di dalam rumah tanpa diketahui banyak orang,’’ kata Ima menuturkan. ‘’Lagipula bekas-bekas luka saya dianggap kurang menunjukkan luka serius, meski terdapat bekas luka di kepala,’’ sambungnya, seraya enggan menyebut nama bekas majikannya itu. Kasus itu memang berhenti sampai di situ. Dan sebagai warga AS, bekas majikannya masih tinggal di Los Angeles.

Meski begitu, Ima Matul tetap tegar. Malah, sebaliknya, karirnya sebagai aktivis makin menanjak dan berhasil diundang ke berbagai pertemuan tingkat tinggi di Washington DC. Bagi Ima, bertemu dengan para pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri John Kerry, bahkan dengan Presiden Barrack Obama, sudah pernah dilakukannya.

Namun ada satu orang yang ingin ditemuinya. Yakni, Hillary Rodham Clinton yang kini menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat. ‘’Saya belum pernah bertemu dengan Hillary Clinton,’’ ujar Ima Mastul. Srikandi dari Jawa Timur ini berharap bisa bertemu dengan Hillary Clinton di acara

Nasional Partai Demokrat di Philadelphia.

’’Dia satu-satunya pejabat tinggi AS yang punya program membantu para korban perbudakan dan perdagangan manusia, dengan menyumbang dana lewat Clinton Foundation,’’ kata Ima, ibu 3 anak, bersuamikan orang Sunda itu. ‘’Saya hanya dua hari di Philadelphia, karena tidak ada yang nungguin anak-anak. Suami saya sedang pulang ke tanah air karena menunggu orang tuanya yang sedang sakit,’’ tutur Ima Matul Maisaroh menutup pembicaraan. DP

Posted in Uncategorized and tagged AS, CAST, Human Trafficking, Ima Matul Maisaroh, Indonesia, National Democratic Convention

(Sumber:  INDONESIAN LANTERN  The Voice of  Indonesia Community in America)




Presiden Edoran ‘Bersih-bersih’ Pasca Percobaan Kudeta; Ribuan Polisi Dipecat

EDORAN MENJURUS OTORITER

Lombokjurnal.com

Hampir 8.000 polisi di Turki dipecat.  Pembersihan besar-besaran elemen yang  diduga pendukung kudeta menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan, 8.777 orang dicopot dari jabatannya, termasuk 7.899 anggota polisi dan pasukan keamanan.  Kantor Berita Anadolu yang dikelola pemerintah melaporkan, hari Senin.

turki7
Presiden Erdogan berjanji pada pendukungnya, akan “membersihkan” lembaga negara “virus” kanker yang menggerogoti negara

Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji, “pembersihan” lembaga negara akan terus dilakukan, yang dikatakan seperti “viruus” kanker yang telah menyebar dan harus diberantas.

Di hadapan  pendukungnya pada hari Minggu, setelah menghadiri pemakaman dari warga sipil yang tewas,  Erdogan menegaskan bahwa pemerintahnya mempertimbangkan diberlakukannya kembali  hukuman mati di Turki, Tahun 2004, Turki menghapus hukuman mati sebagai bagian dari reformasi untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan hari Senin, lebih 7.500 tersangka telah ditahan. “Sejauh ini 7.543 tersangka telah ditahan. Jumlahnya bisa berubah. Ini termasuk 100 polisi, 6.038 tentara, 755 hakim dan  jaksa, serta 650 warga sipil,” kata Yildirim.

Komplotan kudeta militer yang ditahan termasuk 103 jenderal dan laksamana,  kata media pemerintah.  Hampir 3.000 hakim dan jaksa dipecat setelah peristiwa akhir pekan ini. Secara terpisah juga dibertakan, 30 gubernur dan lebih dari 50 pegawai negeri berpangkat tinggi juga dicopot dari jabatan mereka pada Senin.

‘Pembersihan’ Melebar

Langkah ‘pembersihan’ yang dilakukan Endorgan makin melebar. “Tanggapan pemerintah terhadap kudeta yang gagal melebar,”  kata  Zeina Khodr, koresponden  Al Jazeera dari Ankara.
parlementurki4

parlemturki5

Awalnya hanya perwira militer serta jenderal yang ditahan.  Selanjutnya ada hakim dan lembaga peradilan yang juga diciduk, termasuk Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, dan sekarang  ribuan polisi. “Mungkin pemerintah tidak ingin mengambil risiko,” kata Khodr.

Derasnya  operasi pembersihan terhadap hakim dan angkatan bersenjata, serta pemberhentian polisi, mendapat kritik dari di Brussels. Para pejabat Uni Eropa mendesak pemerintah Turki untuk menghormati aturan hukum.

Hukuman terhadap komplotan kudeta tidak harus mencakup “langkah-langkah yang dapat menyebabkan munculnya negara otoriter”,  ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault kepada wartawan, Senin.

Pandangannya senada disampaikan Johannes Hahn, Komisaris Eropa yang mengurus permohonan keanggotaan Uni Eropa dari pihak  Turki. Ia menyatakan keprihatinannya, pemerintah Turki telah mengeksploitasi kudeta gagal dengan menyingkirkan lawan-lawan poltiknya..

“Ini seolah-olah sesuatu yang sudah disiapkan. Daftar orang-orang yang akan dibersihkan sudah tersusun. Ini menunjukkan telah dipersiapkan dan akan digunakan pada momen yang tepat,” kata Hahn, Senin.

Di Turki, Partai Republik Rakyat (CHP) oposisi utama juga mengatakan, “pembersihan”  harus dilakukan sesuai aturan hukum. Komplotan dan mereka yang membantu kudeta harus diadili di pengadilan. Dalam pernyataannya  pada hari Senin, CHP juga menegaskan, militer tidak boleh digambarkan sebagai musuh.

Kudeta gagal

Upaya kudeta diketahui hari Jumat ketika tank tiba-tiba muncul memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat setidaknya di atas dua kota. Gedung parlemen dan markas besar intelijen diberondong tembakan dari helikopter.

turki9Memberikan angka baru, Yildirim mengatakan pada hari Senin, 208 orang tewas oleh tawaran kudeta, termasuk 145 warga sipil, 60 polisi dan tiga tentara. Dan yang terluka sebanyak 1.491 orang.

Erdogan menyalahkan mantan sekutu yang kini menjadi musuh utamanya,, Fethullah Gulen. Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania  di AS, membantah terlibat. Turki diperkirakan akan secara resmi meminta ekstradisi.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia tidak punya bukti bahwa Gulen berada di balik kudetsa, dan mendesak pemerintah Turki segera menyusun bukti secepat mungkin sehingga AS bisa memutuskan apakah Gulen harus dikirim kembali ke Turki.

Roman Emsyair

Source: Al Jazeera and agencies

 




TURKI ; Corong Masjid Menggerakkan Rakyat Turki Gagalkan Kudeta

Ribuan Masjid Melalui Serukan Lawan Kudeta Militer.

lombokjournal.com

ISTANBUL – Berdiri di atas bus di luar istana, Istanbul pada Sabtu malam, Presiden Recep Tayyip Erdogan, berhasil menumpas upaya kudeta oleh faksi-faksi pemberontak militer, mengatakan kepada para pengikutnya, “Kami hanya tunduk kepada Allah.”

turki1
Orang-orang menghentikan tank militer di Ankara. Kudeta gagal disebabkan para konspirator salah menilai tingkat dukungan publik untuk intervensi militer dalam politik. Turki terpolarisasi dengan sekitar setengah negara mendukung Erdogan dan setengah menentang. Penolakan terhadap kudeta menjadi salah satu pemersatu masyarakat Turki. Associated Press

Presiden Recep Tayyip Erdogan  dengan pidato simbolisme itu yang dingin, kembali ke hari-harinya sebagai pemimpin populis dan Islamis. Ia bicara dari atap bus. Dan pesannya, diselubungi dengan bahasa Islam, menggarisbawahi betapa Turki telah berubah dalam beberapa dekade terakhir.

Aparat militer —  setelah pengawal tradisi negara sekuler sukses menggagalkan tiga kudeta abad terakhir — dikumpulkan dan dijebloskan ke penjara. Dan elemen lainnya yang dianggap lawan dibersihkan dari birokrasi negara.  Kelompok Islam, merayakan kegembiraan di jalanan.

“Minggu ini penting,” katanya kepada massa yang berkumpul di Masjid Fatih di Istanbul untuk pemakaman orang yang tewas kerusuhan menyusul kudeta yang dilancarkan tentara, akhir pekan ini. “Kami tidak akan meninggalkan lapangan umum,” katanya.

turki3
Dekat Fatih Sultan Mehmet Bridge selama bentrokan massa dengan pasukan militer di Istanbul, Sabtu dini hari. Sebuah titik balik di malam hari adalah ketika Erdogan mampu berkomunikasi dengan publik, dan para pendukungnya menanggapi panggilan keluar di jalanan dan memprotes kudeta. Sepanjang malam, pengeras suara masjid yang mendesak warga untuk bangkit dan menentang kudeta. Gurcan Ozturk / Agence France-Presse – Getty Images

Upaya kudeta secara meyakinkan digagalkan. Hampir 6.000 personil militer dalam tahanan. Hari Minggu, berlangsung pemakaman bagi setidaknya 265 orang yang tewas dalam bentrokan dengan tentara yang terjadi sepnajang Sabtu di Turki.

Apa dampak abadi dari pemberontakan itu?

Erdogan telah menggagalkan kudeta, pertanyaan yang paling mendesak : Apakah dia muncul sebagai pemimpin yang lebih kuat, atau sekarang hanyalah pemimpin lemah yang harus mengakomodasi lawan-lawannya yang ikut menggagalkan kudeta?

Di banyak negara, termasuk kelompok yang menentang pemerintahnya, bangkit melawan kudeta militer karena melanggar demokrasi. Dan ini membangkitkan harapan bahwa Erdogan akan memanfaatkan momen ini untuk menyatukan Turki yang mempunyai banyak perbedaan politik .

Namun jelas di akhir pekan ini,  menjadi nyata bagi Erdogan dan kelompok agama konservatif,  kemenangan politik Islam lebih dari apa pun.

Kalangan sekuler dan liberal di Turki umumnya menentang kudeta. Pendukung Mr Erdogan membanjiri jalan-jalan dan berkumpul di bandara Istanbul, Sabtu pagi, untuk mendepak keluar tentara yang mengambilalih pemerintahan. Mereka meneriakkan slogan-slogan keagamaan dan nyanyian mendukung Erdogan. Jarang terdengar yel-yel atau nyanyian dukungan bagi demokrasi itu sendiri.

Setelah pidato Erdogan pada hari Sabtu, ribuan pendukungnya berbaris di Jalan Istiklal di alun-alun Istanbul Taksim, sebagian besar melambaikan bendera Turki dan meneriakkan dukungan bagi presiden mereka.

Itu terasa seperti karnaval beramai-ramai di jalan-jalan.  Perempuan berjilbab ikut memadati alun-alun, truk mendengarkan lagu tentang Erdogan, dan pengendara yang lewat membunyikan klakson dan melambaikan bendera.

Ketika kelompok lain, seperti gay dan organisasi lesbian atau serikat buruh, mencoba ikut berkumpul di ruang publik di pusat Istanbul, jalan-jalan ditutup. Kendaraan lapis baja dengan meriam air tiba-tiba muncul, seperti yang dilakukan polisi dengan gas air mata.

Peran masjid dalam menggalang warga untuk berkumpul di jalan-jalan menentang udeta sangat menentukan. Ribuan masjid yang ada di Istanbul, melalui corongnya menyerukan rakyat agar melawan kudeta militer.

turki2
Polisi Turki menangkap tentara Turki di Alun-alun Taksim, Sabtu. Para pejabat mengatakan komplotan utama adalah dari Gendarmerie, kekuatan polisi ala militer, angkatan udara dan beberapa elemen kekuatan darat. Beberapa jenderal dan kolonel ditangkap – tidak ada yang tokoh tingkat tinggi dikenalkan ke publik – dan ribuan petugas berbagai tingkatandan lain dan tentara ditangkap Sabtu dalam pembersihan yang mungkin berlangsung selama beberapa waktu. Sedat Suna / European Pressphoto Agency

“Sebagian orang mengatakan, agama Islam memainkan memainkan peran besar dalam kehidupan di Turki,” tambahnya. “Sebagian lainnya Islam dinilai tidak berperan.”

Pada hari Minggu, hampir 85.000 masjid di Turki, dari pengeras suara serempak menyiarkan pembacaan doa tradisional untuk martir yang tewas dalam perang dan menyerukan rakyat untuk terus menentang komplotan kudeta.

Namun itu menggelisahkan orang Turki yang sekuler. Mereka menyebutnya sebagai gerakan mengancam prinsip negara sekuler di Turki, yang memisahkan agama dari politik.

Bukan Bahasa Demokrasi

“Sebagian besar orang di jalanan yang menentang kudeta tidak menggunakan bahasa yang demokratis,” kata Ozgur Unluhisarcikli, direktur Kantor Ankara dari Jerman Marshall Fund dari Amerika Serikat, sebuah organisasi riset.

Sebagai besar orang Turki menunggu, ke arah mana pemimpin mereka mengarahkan negara itu setelah terjadinya upaya kudeta, Erdogan menyampaikan catatan damai pada hari Minggu. Namun, ia juga menegaskan kemungkinan Turki akan kembali memberlakukan hukuman mati. padahal hukuman mati telah dihapuskan sebagai bagian upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Nigar Goksel, Analis Senior Turki untuk International Crisis Group, mengatakan ada dua kemungkinan yang akan terjadi .

Namun sejarah Mr. Erdogan menunjukkan kemungkinan terakhir tidak. Tiap kali menghadapi tantangan untuk kekuasaannya, dari protes jalanan tiga tahun lalu untuk penyelidikan korupsi yang terjadi di lingkaran dalamnya, ia catat musuh-musuhnya dan perilakunya menjadi lebih otokratis.

“Jika mereka memiliki senjata dan tank, kita memiliki iman,” kata Erdogan, yang juga menghadiri pemakaman seorang temannya  yang terbunuh, dan terlihat menangis. “Kami tidak akan balas dendam. Jadi mari kita berpikir sebelum mengambil setiap langkah. Kami akan bertindak yang masuk akal dan belajar dari pengalaman. ”

“Hari ini aku beruntung,” kata Ali Tuysuz, 19, pemuda penjaja semangka hari Sabtu di Taksim. “Orang-orang bahagia dan membeli semangka. Nampan saya triga kali habis . Presiden Erdogan akan melindungi negara. ”

Mereka berkumpul meneriakkan dukungan yang sama, ini membuktikan bahwa Turki hari ini untuk Erdogan dan para pendukungnya.

“Bisa jadi Erdogan memanfaatkan kejadian ini untuk mendesain ulang lembaga di Ankara untuk keuntungan sendiri,” katanya. “Atau sebaliknya, ia mengambil kesempatan dengan solidaritas yang diperpanjang kepadanya baik dari segmen oposisi maupun elemen lainnya yang berbeda, dengan berinvestasi lebih benar dalam aturan hukum dan bentuk sah dari perbedaan pendapat.”

Meskipun pemerintah telah menangkap ribuan tentara dan perwira yang diduga terlibat dalam kudeta yang gagal, ada tanda-tanda hal itu dijadikan kesempatan memperluas tindakan keras terhadap musuh politik. Di samping militer, pemerintah juga akan memberhentikan ribuan hakim, meskipun tidak memiliki peran dalam pemberontakan militer

.”Sekarang pemerintah memiliki kebebasan merancang birokrasi yang mereka suka, ,” kata Mr Unluhisarcikli. “Berikutnya, Turki akan menjadi negara di mana kekuasaan yang lebih terkonsolidasi, dan perbedaan pendapat akan lebih sulit.”

Dalam pembersihan militer, Minggu, salah satu dari yang ditahan adalah Jenderal Bekir Ercan Van, Kepala Incirlik Air Base. Tokoh ini membuka peluang militer Amerika Serikat saat menjalankan misi di Irak dan Suriah terhadap Negara Islam. General Van mendekati pejabat Amerika untuk suaka namun ditolak.  Hal itu diungkapkan sumber secara anonim.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, mengatakan kepada Erdogan bahwa pemerintahnya siap membahas klaim suaka delapan petugas Turki yang melarikan diri dengan helikopter ke utara Yunani dan ditahan atas tuduhan masuk secara ilegal. Turki menuntut ekstradisi mereka.

 

Lolos Tanpa Sengaja

Drama kudeta berlangsung Jumat hingga Sabtu pagi, itu diketahui sesaat Erdogan akan digulingkan dari kekuasaan. Presiden berbicara melalui aplikasi FaceTime pada iPhone setelah ia lolos, nyaris ditangkap tentara pemberontak, yang tiba di dengan helikopter di sebuah hotel tepi pantai di mana ia berlibur. saat itu baru saja ia meninggalkan hotel.

Seorang wanita Turki yang terluka berbaring di tanah di Ankara. Perdana Menteri Binali Yildirim disebut pemberontakan "noda dalam sejarah demokrasi" dalam konferensi pers, Sabtu di Ankara, ibukota. Dikatakannya, korban tewas dari bentrokan untuk 265, dengan 1.440 orang terluka, dan 2.839 personil militer telah ditahan. Gokhan Sahin / Getty Images
Seorang wanita Turki yang terluka berbaring di tanah di Ankara. Perdana Menteri Binali Yildirim disebut pemberontakan “noda dalam sejarah demokrasi” dalam konferensi pers, Sabtu di Ankara, ibukota. Dikatakannya, korban tewas dari bentrokan untuk 265, dengan 1.440 orang terluka, dan 2.839 personil militer telah ditahan. Gokhan Sahin / Getty Images

Sekitar 03:30, ia mendarat di Istanbul setelah penerbangan berbahaya karena pemberontak memiliki jet tempur di udara. itu pertanda paling pasti bahwa pemberontakan itu gagal.

Kedatangannya yang dramatis di bandara Istanbul, pidato percaya diri pada hari Sabtu di atas bus, tampaknya tegas menyatakan bahwa ia lolos dari sergapan tentara pemberontak dan kembali memimpin.

Pendukungnya merayakan, Minggu, dengan banyak berpawai di jalanan Istanbul.

“Lihatlah di sekitar Anda,” kata salah satu pendukung, Eytan Karatas, 37, seorang mekanik, mengatakan. “Lihatlah orang-orang ini. Kami adalah tentara negara ini sesungguhnya, dan kami memiliki seorang kepala. ”

 

Roman Emsyair

(Sumber : New York Times)




Wagub Muhammad Amin Ikut Merayakan Lebaran Topat

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si beserta istri, Hj. Syamsiah Muh. Amin menghadiri acara perayaan “Lebaran Topat” yang digelar Pemkab Lombok Barat di Pantai Duduk, Sanggigi, Batu Layar, Lombok Barat, Rabu (13/07). Tradisi Lebaran Ketupat atau oleh masyarakat Sasak di Lombok biasa disebut “Lebaran Topat” berlangsung turun-temurun.

wagublebarantupat13juli2

Dalam perayaan “Lebaran Topat” untuk merayakan kemenangan puasa sunat di bulan Syawal itu, Wagub Muhammad Amin  diberikan kehormatan untuk menyantap pertama gunungan ketupat yang disiapkan panitia.

Perayaan Lebaran Topat tersebut dianggap sebagai rangkaian kegiatan merayakan Idul Fitri. Selain itu, dalam perayaan itu juga terkandung maksud mempertahankan tradisi bernuansa agama bagi masyarakat Sasak di Lombok.

Seperti diketahui, usai perayaan Idhul Fitri, masyoritas umat Islam di Lombok melanjutkan puasa seminggu setelah puasa Ramadan yang biasa disebut sebagai puasa Syawal. Untuk mensyukuri berakhirnya puasa sunah tersebut, masyarakat di Lombok melaksanakan lebaran kedua setelah Idul Fitri yang disebut dengan nama Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat.

Perayaan Lebaran Topat di Lombok sangat meriah, khususnya di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Kemeriahaan perayaan usai puasa sunat itu karena ada keutamaan puasa di bulan Syawal. Ritual keagamaan secara simbolik dalam tradisi Lebaran Topat, di antaranya mencukur rambut bayi yang biasa disebut ngurisan. Tradisi ini diyakini, kelak anak tersebut menjadi manusia yang saleh.

Selain itu, dalam perayaan Lebaran Topat umumnya dibarengi dengan kegiatan berziarah ke makam para wali /ulama yang berjasa membawa agama Islam ke Pulau Lombok. Di Kota Mataram, masyarakat biasanya akan datang merayakan Tradisi Lebaran Ketupat ke dua tempat bersejarah, yaitu Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq di Tanjung Karang.

loangbaloq2
Di makam Loang Baloq

loangbaloq1

Pada kegiatan perayaan Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berlokasi tepat di sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak penuh sesak oleh peziarah sejak pukul pagi hari hingga menjelang petang. Selain memanjatkan doa, mereka juga berebutan untuk mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat tersebut.

Suk. (Foto: Bro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)




Cerita Muslim di Tiongkok (4)

MUSLIM UIGHUR ‘TAK BERSAHABAT’ DENGAN PEMERINTAH CINA

lombokjournal.com

Suatu siang, bulan Mei 2014, bahan peledak dilemparkan dari dua kendaraan di tengah pasar yang sibuk, puluhan orang tewas di tempat kejadian. Pemerintah Cina mengutuk insiden yang dikatakan kekerasan dari teroris. Kementerian Luar Negeri Cina berang atas kekerasan yang disebut anti manusia, anti sosial dan anti peradaban yang dilakukan para ‘teroris’.

muslimchina5

Insiden itu terjadi di Provinsi Xinjiang di barat jauh China, wilayah minoritas muslim Uighur yang jumlahnya kini mencapai sekitar 45 persen dari keseluruhan populasi Xinjiang. Uighur, etnis Muslim yang berasal dari Turki, menganggap Xinjiang adalah tanah air mereka.

Insiden bom itu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya juga terjadi serangkaian serangan, dan pemerintah Cina menuding kelompok separatis di wilayah tersebut sebagai biang insiden. Namun saat itu, pihak Kongres Uighur Dunia (WUC) yang berbasis di Jerman mengeluarkan pernyataan, kelompoknya justru mengutuk serangan di tengah pasar itu.

Pemerintah Cina memang sudah menduga kalangan eparatis minoritas muslim Uighur menuntut kemerdekaan. Di antara banyak alasan, tuntutan kemerdekaan itu memang dipicu mengalirnya mayoritas etnis Han China ke wilayah Xinjian yang dianggap melemahkan kegiatan komersial (ekonomi), budaya dan agama mereka.

Di pihak lain, kebijakan pemerintah Cina memang memihak Han (juga memberi peran istimewa pada muslim Hui yang lebih dekat dengan orang Han, seperti disinggung dalam tulisan sebelumnya, pen).  Pemerintah Cina tidak berusaha mengatasi isu inti yang mendorong kerusuhan di Xinjiang. Adanya serangan baru itu justru mengeraskan tekad pemerintah Cina lebih menindas etnis Uighur.

Kecurigaan Beijing pada etnis Uighur punya akar sejarah lama. Mereka berasal dari wilayah yang semula merdeka tanpa tunduk pada kekuasaan mana pun, tapi berubah ketika ekspedisi militer Dinasti Qing tahun 1750 menguasai wilayah yang kemudian disebut Xinjiang (dalam bahasa Mandarin berarti ‘daerah kekuaasaan baru’).

Tidak seperti muslim Hui yang bisa ‘menjadi Cina’, sedang muslim Uighur, yang kulitnya putih, yang secara budaya lebih dekat dengan ras Turkistan, masih kuat membawa adat istiadatnya sendiri.

muslimcinaHUI14Juni2

Waktu pecah perang dunia II, penduduk Xinjiang lebih memihak ke Soviet. Kecenderungan ini membuat pasukan nasionalis kiriman Beijing memaksa warga Uighur bertahan dalam wilayah kedaulatan Tiongkok tahun 1949. Sejak saat itu cap terhadap muslim Uighur yang punya kecenderungan ‘memberontak’ selalu disematkan para petinggi Beijing.

Sikap paranoid pemerintah Tiongkok itu memunculkan diskriminasi bagi Uighur. Termasuk dalam pengurusan paspor bila warga Uighur hendak ke luar negeri. Mereka harus memberikan sampel DNA. Sejak bulan Juni, penduduk otonomi Yili Kazakh harus memberikan sampel DNA, sidik jari, sampel suara dan ‘foto tiga dimensi’ untuk mengurus dokumen keperluan perjalan tertentu.

Kebijakan baru itu ditetapkan menjelang memasuki bulan Ramadhan tahun ini, berlaku baik untukpengajuan baru maupun perpanjangan paspor, ijin masuk ke Taiwan, dan iji masuk dua arah ke Hongkong dan Macau. Bagi yang tidak memenuhi syarat itu pengajuannya tidak akan diproses. Prefektur Yili berbatasan dengan Mongolia, Rusia dan Kazakhtan. Prefektur tersebut bagian dari Xinjiang, dimana lebih 10 juta etnis Uighur ‘bertanah air’.

Jadi situasi ‘tidak bersahabat’ antara minoritas Uighur dan pemerintah Tiongkok sudah berlangsung lama. Semua tekanan pemerintah itu menimbulkan komplikasi, sehingga sejak lama sering terjadi serangan terhadap aparat dari etnis Han.  Pada tahun 2007, terjadi serangan, sebagai ganjarannya pemerintah Cina menembak mati 18 orang Uighur.

Tahun 2008 juga terjadi serangan serupa terhadap aparat etnis Han. Dipastikan 22 orang meninggal akibat bentrok yang dipicu pelarangan membangun masjid orang Uighur.  Bulan Juli 2009, bentrok antara etnis Uighur dan etnis Han di Urumqi, ibukota Xinjiang. Konflik itu menyebabkan 197 orang tewas, 1700 orang terluka dan 1434 muslim Uighur diculik dan dihukum pemerintah Cina.

Insiden yang membuat Negara-negara muslim protes adalah ekstradisi terhadap 100 imigran Uighur yang kabur dari Tiongkok ke Thailand, bulan Juli 2015. Pemerintah Thailand tidak bersedia memberikan suaka, dan 100 orang itu dideportasi ke Tiongkok.

Sikap Thailand itu memicu protes beberapa Negara Islam, dan hubungan dengan Turki memanas.

Tiongkok menuduh imigran itu kabur karena akan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Syria. Namun pihak Kongres Uighur Sedunia (WUC) membantah, imigran itu kabur karena mendapat tekanan selama bertahun-tahun. “Semua tudiangan bahwa para imigran itu akan bergabung dengan teroris adalah dusta. Kami kawatir 100 orang yang dipulangkan dari Thailan itu akan disiksa dan dieksekusi,” kata juru bicara WUC.

Tapi pihak Pemerintah Cina selalu membantah, bahkan menjelang puasa lalu pemerintah Cina menjami kebebasan beribadah yang dilakukan muslim di Tiongkok. Bahkan baru-baru ini pemerintah Ciba menerbitkan ‘surat putih’ terkait kebebasan menjalan ibadah sesuai agama yang dianut, termasuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Pemerintah Tiongkok menyatakan, sangat menghargai perbedaan keyakinan di wilayahnya, termasuk di Xinjiang. Penghormatan dan perlindungan kebebasan beragama dijadikan salah satu dasar kebijakan nasional jangka panjang oleh pemerintah Cina.

Konstitusi RRT menyatakan ,”RRT menjamin warga Negara memiliki kekebasan beragama.” Dan “tidak ada organ Negara, organisasi masyarakat atau oindividu dapat memaks warga untuk percaya pada agama atau tidak beragama, tidak mendiskriminasikan warga Negara beragama dengan warga negara yang tidak beragama.”

Memang di Beijing, memasuki bulan Ramadhan muslim di Cina memadati mesjid-masjid untuk melaksanakan sholattarawih. Saat ini ada sekitar 20 sampai 30 juta muslim di Tuiongkok, ada sekitar 30 ribu masjid, Cina juga memiliki sekitar 40 ribu imam dan guru agama Islam. Sejak tahun 1980 tercatat sekitar 40 ribu muslim Cina sudah menunaikan ibadah haji.

Tapi bagaimana dengan Xinjiang?

Sepanjang menyangkut kehidupan muslim Uighur,  Pemerintah Cina tidak bisa dipercaya. Sebab konstitusi yang berbunyi,” Negara melindungi agama secara baik, namun tidak bisa memanfaatkan agama untuk menggangu ketertiban umum, merusak ketentraman warga atau mengganggu system pendidikan Negara.”

Bunyi konstitusi itu memang membuka peluang menekan muslim Uighur yang cenderung menuntut kemerdekaan. – habis

Roman Emsyair

(dari berbagai sumber)

 




Cerita Muslim di Tiongkok (3)

LARANGAN BERPUASA MUSLIM UIGHUR DI XINJIANG

lombokjournal.com

Meski sama-sama beragama Islam, dan sama-sama etnis minoritas di daratan Tiongkok, namun ada perbedaan mencolok antara muslim Hui dan muslim Uighur yang banyak menetap di Turkistan Timur atau di Cina disebut Xinjiang.  Etnis Uighur merupakan suku bangsa Turki yang datang dari daerah Gunung Altai, di utara Mongolia sebelah barat.

muslimchina6

Kalau muslim Hui yang sejak awal sudah berasimilasi dengan suku Han,  dalam sehari-hari mereka malah ‘lebih Cina dari orang Han’. Namun berbeda dengan orang Uighur yang sehari-hari masih berbahasa Turki, dan kuat memegang teguh kebudayaannya sendiri.  Masjid-masjid orang Uighur dan adat istiadatnya masih kental bercorak Asia Tengah.

Umumnya orang Hui ulet dan pekerja keras, menggebu-gebu dalam perdagangan dan mengumpulkan uang.  Pedagang kaki lima Hui bisa berjaga di lapaknya mulai pagi hari hingga tengah malam.  Bahkan orang Han (asli Tiongkok) banyak mengekor rintisan perdagangan yang dilakukan muslim Hui.

Sangat berbeda dengan muslim Uighur yang lebih lemah lembut, santai, dan (sering dikatakan) kurang menghayati kerja sebagai kebajikan tersendiri. Orang Uighur lebih mirip dengan orang Tibet yang lebih menikmati hidup, dan umumnya kurang menyukai pekerjaan rutin. Mereka bukanlah keturunan pedagang yang bersemangat mengejar uang.

muslimchina3

Perbedaan sejarah, watak dan mensikapi hidup itu, belakangan  mengakibatkan timbulnya ketegangan sesama muslim.  Muslim Hui yang keturunan masyarakat yang menekuni perdagangan dan tentara bayaran, kerap menjelajah daerah-daerah baru. Termasuk ke Xinjiang, membuka rumah makan dan toko-toko sepanjang jalan, dan setelah diikuti warga mereka lainnya di tempat-tempat mana pun, kemudian orang Hui itu mendirikan masjid.  Mesjid itu sebenarnya bukan semata-mata tempat beribadah tapi lebih utama untuk tetap berkumpul sesama warga Hui.

Hal itu seperti itu menyulut kemarahan orang Uighur. Para pendatang Hui (juga diikuti orang Han) dianggap sebagai ancaman bagi kebudayaan masyarakat Uighur.  Dan limpahan orang-orang Hui itu juga merupakan ancaman dalam persaingan ekonomi. Sementara kebijakan pemerintah setempat cenderung lebih memihak orang Hui.

Dan ada perbedaan antara muslim Hui dan Uighur, yang berbuntut adanya perbedaan perlakuan penguasa Tiongkok terhadap kalangan muslim yang berbeda etnis itu. Kalau orang Uighur menuntut kemerdekaan (seperti halnya Tibet), untuk mempertahankan kebudayaan, agama dan bahasanya sendiri, serta limpahan pendatang Hui maupun Han. Sedang muslim Hui yang bersemangat dalam perdagangan dan uang, impian tentang sebuah negara merdeka tak pernah ada di benak mereka.

Meski pemerintah pusat di China sering membantah, sebenarnya tekanan terhadap muslim Uighur di Xinjiang memang fakta yang tak terbantahkan.  Dari tahun ke tahun kecurigaan terhadap muslim Uighur tak pernah pupus. Dan sekarang mendapat protes dari kalangan internasional adalah tekanan terhadap muslim Uighur dalam menjalankan ibadah puasa.

Bulan Ramadhan tahun lalu, protes diserukan oleh Imam Besar Al Azhar, Ahmed al-Tayeb karena larangan yang diberlakukan pemerintah Tiongkok terhadap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dan melakukan ritual keagamaan selama bulan Ramadhan di Xinjiang.

Pembatasan itu menimbulkan bentrokan etnis yang menewaskan ratusan orang. Tiongkok sendiri beralasan menghadapi ancaman teroris Xinjiang. Karena itu PNS, mahasiswa dan guru dilarang berpuasa, dan restoran diperintahkan tetap buka di siang hari.  Pembatasan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, meski pemerintah Tiongkok selalu membantahnya.

muslimchina7

Anak-anak sekolah, seperti tahun-tahun sebelumnya, diarahkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa, atau menjalankan ritual agama lainnya. Biro pendidikan kota Tarbaghatay, dikenal sebagai Tacheng dalam bahasa China, memerintahkan sekolah-sekolah untuk memberitahu siswanya dilarang menghadiiri kegiatan keagamaan.

Para pejabat di Kabupaten Qiemo bertemu dengan para pemimpin agama setempat, ada peningkatan inspeksi selama Ramadhan untuk menjaga ‘stabilitas sosial’.  Menjellang bulan Ramadhan, di salah satu desa di Yili, dekat perbatasan dengan Kazakhstan, masjid harus memeriksa kartu identitas siapa saja yang datang utuk beribadah selama bulan Ramdhan.

Pemerintah setempat juga menyiarkan pengakuan (yang dipropagandakan) dari salah seorang anggota Partai Komunis Uighur, Mahmet Talip, 90, yang bersumpah tidak berpuasa dan “tidak masuk masjid untuk sadar menolak ajaran keagamaan dan tahyul.” –bersambung-

Roman Emsyair

(dari berbagai sumber)




Cerita Muslim di Tiongkok (2)

MUSLIM HUI DAPAT PERLAKUAN ISTIMEWA

lombokjournal.com

Apa memang benar  muncul sebutan ‘teroris’ bagi (sebagian) muslim di China?  Apa benar ada tekanan-tekanan pemerintah di Tiongkok  terhadap praktik ibadah muslim, seperti  larangan berpuasa, pergi ke mesjid, atau setidaknya  tindakan-tindakan ‘tidak menyenangkan’ pemerintah setempat yang ditujukan kalangan muslim?

Nanti  akan diceritakan tentang muslim etnis Uighur yang nasibnya tidak seberuntung kalangan muslim etnis Hui.

muslimcinaHUI14Juni6
Admiral Cheng Ho, mewakili karakter etnis Hui, ketekunan seorang pedagang dan keberanian sebagai prajurit militer. Suka menenteng senjata dan dikenal gesit dalam permainan pisau.

Etnis Hui, memang berasal dari suku-suku bangsa yang beragam seperti Arab, Persia, Asia Tengah atau Mongol, tapi punya sejarah kedekatan dengan penguasa di Tiongkok.  Bahkan, pahlawan-pahlawan masa  pemerintahan Dinasti Ming,  banyak berasal dari etnis Hui. Salah satunya, yang juga sangat dikenal di Indonesia, adalah admiral atau Laksamana Cheng Ho.

Heng Ho merupakan keturunan Hui yang menjadi petinggi militer kepercayaan penguasa ketiga Dinasti Ming, yaitu Kaisar Yongle (berkuasa 1403-1424).

Riwayat Cheng Ho yang berasal dari Yunnan, semula adalah tawanan yang menderita ketika militer Ming menaklukkan penguasa Yunnan. Cheng Ho yang nama aslinya adalah Ma He, dikenal juga dengan sebutan Ma Sanbao, dalam penaklukan itu masih berusia muda dan ditangkap dan dijadikan seorang  kasim (abdi/budak) San Bao. Dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po.

Tentang nama Sampo itu, cukup dikenal di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.  Untuk diketahui, di Semarang, Jawa Tengah,  dalam inskripsi yang ditulis dalam bahasa Inggris, China dan Indonesia di klenteng Sam Poo Kong, laksamana kepercayaan Kaisar Yongle itu tercatat dua kali datang ke Semarang, yakni tahun 1406 dan 1416 M.

Klenteng Sampoo Kong di Semarang, berasal dari nama Cheng Ho. Orang-orang China perantauan di Semarang umumnya berasal dari Fujian atau Fukien. Dalam catata di klenteng itu Cheng Ho mendapat sebutan Sam Po Tay Djien atau Sampo Tao Lang, artinya Tuan besar Sampo.
Klenteng Sampoo Kong di Semarang, berasal dari nama Cheng Ho. Orang-orang China perantauan di Semarang umumnya berasal dari Fujian atau Fukien. Dalam catata di klenteng itu Cheng Ho mendapat sebutan Sam Po Tay Djien atau Sampo Tao Lang, artinya Tuan besar Sampo.

Klenteng Sampoo Kong itu berasal dari nama Cheng Ho. Orang-orang China perantauan di semarang umumnya berasal dari Fujian atau Fukien.  Dalam catata di klenteng itu Cheng Ho mendapat sebutan Sam Po Tay Djien atau Sampo Tao Lang, artinya Tuan besar Sampo.

Waktu datang ke Nusantara, Cheng Ho diiringi armada raksasa, terdiri 62 kapal besar dan belasan kapal kecil dengan mengangkut 27.800 awak kapal.

Orang kedua dalam pelayaran itu adalah Wang Jinghong, yang dalam pelayaran itu tiba-tiba sakit keras, akhirnya mendarat di pantai Simongan, Semarang, untuk menetap sementara.  Wang akhirnya menetap seterusnya dan menjadi cikal bakal warga Tionghoa di Semarang

Waktu Dinasti Yuan yang menguasai Yunnan ditaklukkan militer Dinasti Ming, usia Ma He atau Cheng Ho masih remaja baru 12 tahun.  Bersama pemuda lainnya ia ditawan dan dikebiri, kemudian dibawa ke Nanjing dan dijadikan kasim istana mengabdi pada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing). Ketika menginjak dewasa, Ceng Ho tumbuh menjadi prajurit hebat yang berhasil memenangkan pertempuran melawan pasukan Kaisar Yunwen, dan mendudukkan Zhu Di sebagai  kaisar baru di Tiongkok.

Barangkali, Cheng Ho bisa disebut mewakili karakter etnis Hui yang datang ke daratan Tiongkok sebagai pedagang dan prajurit wajib militer.  Mereka dikenal suka menenteng senjata dan dikenal gesit dalam permainan pisau.  Selain itu, orang Hui juga dikenal sebagai muslim pekerja keras, tak pernah kelihatan santai, dan berapi-api dalam urusan perdagangan dan uang.

Hingga kini muslim dari etnis Hui tak pernah mengalami tekanan dari pemerintah setempat. Mereka bebas beribadah dan mengembangkan Islam, yang ditandai banyaknya masjid dibangun di Ningxia. Bahkan orang Hui mendapat perlakuan istimewa dari penguasa Tiongkok. Kedudukannya lebih istimewa dari semua minoritas non etnis Han.

Perempuan hui bekerja di mesin bordir di pabrik pakaian jadi Wan Ti Ni, yang mengkhususkan diri memproduksi pakaian Hui dan Islam tradisional, di Wuzhong, Cina. (foto: Adam Dean/The New York Times)
Perempuan hui bekerja di mesin bordir di pabrik pakaian jadi Wan Ti Ni, yang mengkhususkan diri memproduksi pakaian Hui dan Islam tradisional, di Wuzhong, Cina. (foto: Adam Dean/The New York Times)

Orang Hui mendapat kebebasan dan hak-hak istimewa dalam perdagangan. Masjid-masjid baru bebas dibangun di China oleh muslim Hui.  Sebab mereka sangat kooperatif dengan pemerintah setempat, dan tetap mendapat tempat di era Ketua Mao karena kemampuannya berdiplomasi dari Maoisme dan Islam. – bersambung