Riziq Tak Datang, Tablig Tetap Khidmat

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rieziek Syibab batal hadir meski dinanti puluhan ribu ummat Islam dari berbagai Pulau Lombok dan Sumbawa yang memadati menghadiri Tabligh Akbar dengan tema Safari Dakwah 212 lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1).

PRAYA. lombokjournal.comBatalnya pentolan FPI, Habib Riziq Syihab hadir dan menjadi penceramah dalam tabligh akbar ini, tanpa alasan jelas. Bahkan hari Minggu pagi panitia belum menjelaskan apakah Riziek jadi datang atau tidak. Malah beberapa orang menginformasikan kalau Riziek masih ada di vila menunggu acara dimulai.

Namun, dari saluran telepon seluler, yang disambungkan dengan pengeras suara, terdengar suara Riziq menyampaikan permohonan maafnya kepada puluhan ribu jama’ah yang hadir. Ia menyatakan tak bisa hadir meski tak menjelaskan alasan yang pasti.

Riziek hanya berjanji akan menyapa langsung ummat Islam di Lombok usai Pilkada DKI Jakarta nanti.

“Mari kita semua sebagai umat muslim untuk tetap bersatu membela Agama Islam. Insya Allah saya akan datang ke Lombok setelah Pilkada DKI Jakarta selesai,’’ kata Rizieq saat menyapa ribuan jamaah yang memadati Alun-Alun Tatura melalui telepon selulernya yang disambungkan dengan pengeras suara.

Riziek menyerukan agar umat Islam bersatu, dan tetap dalam bingkai NKRI, serta bahu membahu melawan liberalisme dan neo komunis, yang saat ini mulai menyerang sendi-sendi negara di Indonesia.

hers




Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Jangan Simpan Kemarahan

Tiap orang pernah marah. Kemarahan benar-benar normal,  dan merupakan emosi manusia sehat.   Tapi seringkali kita berusaha menyembunyikannya.

Kemarahan muncul bisa disebabkan pengaruh eksternal, misalnya mengingat pengalaman buruk dengan orang lain, hubungan personal yang tidak lancar, kecewa pada seseorang, merasa dipermalukan, atau kita dikhianati seseorang.

Selain itu, kemarahan bisa disebabkan gangguan internal. Kemarahan itu kadang-kadang timbul dari tuntutan tidak masuk akal pada keadaan. Misalnya, hidup harus adil. Padahal ketidakadilan di hadapan kita. Keyakinan bahwa kita harus memperoleh perlakuan pantas, sebab kita merasa sebagai pribadi istimewa. Ketika tak terpenuhi bisa menimbulkan emosi kemarahan.

Perlu Ventilasi

Tahu cara mengelola kemarahan diperlukan agar emosi itu tidak menjadi penyakit.  Kemarahan yang tidak mendapatkan ventilasi bisa merusak kesehatan. Tanpa kita sadari bisa menciptakan masalah bagi hubungan dalam keluarga, bisa jadi menyebabkan seseorang berperilaku merusak (destruktif).

Adakah  alasan masuk akal yang membuat kita harus menyimpan kemarahan?.

Bisa jadi kita punya pengalaman masa anak-anak,  diajarkan menahan kemarahan, terutama bagi perempuan.  Saat kita mengekspresikan kemarahan dianggap bersalah atau tidak elok, bahkan ketika diperlakukan semena-mena.

Ada nasehat dari psykolog, memendam kemarahan bisa membuat masalah lain.  Ada penyakit jiwa yang timbul  karena kita menahan kemarahan. Misalnya perilaku pasif-agresif,  seperti  mengungkapkan emosi secara tidak langsung tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.  Atau bisa jadi menjelma kepribadian yang terus-menerus sinis dan bermusuhan.

Orang yang belum belajar bagaimana secara konstruktif mengekspresikan kemarahannya, bisa menjadi pribadi yang merendahkan orang lain, mengkritik segala sesuatu, dan membuat komentar sinis. Tidak mengherankan, mereka jarang bisa menjalin hubungan sosial yang sukses

Kemarahan yang tidak diekspresikan,  bisa keluar dengan cara lain seperti depresi, mengisolasi diri, makan berlebihan atau sebaliknya tidak makan.  Mungkin menyebabkan kita susah tidur,  dan anda mungkin segera membutuhkan psykolog yang membantu menangani kemarahan berakar dan terpendam

Mengekspresikan Kemarahan

Ketika seseorang dalam situasi menjengkelkan, kemarahan merupakan respon yang dibenarkan. Kemarahan tidak buruk bagi siapa pun.  Ketakutan mengekspresikan kemarahan memicu respon yang berbeda dari berbagai belahan otak. Karena itu, nyatakan kemarahan dan kemudian  beradaptasi  ari kemungkinan yang timbul dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Memang sering orang takut atas konsekuensi kemarahan.  Misalnya, setiap kali Anda mengekspresikan perasaan Anda khawatir berbuntut perkelahian? Bagaimana Anda tahu dengan pasti bahwa hal itu akan menyebabkan perkelahian?

Kalau kita memendam kemarahan, apakah bisa  dipastikan tidak ada hal buruk terjadi?

Kita bisa merasa berdaya saat bisa mengekspresikan kemarahan, dan belajar tidak menjadi korban lagi. Selanjutnya  emosi kemarahan bisa keluar lebih alami, tanpa rasa malu atau jijik.

Memaafkan

Tentu, memaafkan memang juga perlu. Cobalah mengatur nafas dan menghitung menghitung sampai 10. Melakukan hal ini akan memperlambat tekanan darah, dan menjaga Anda dari membuat kesalahan besar.

Mungkin kita mempunyai pengalaman buruk di jalan raya. Ketika  mengendarai kendaraan, tiba-tiba pengendara lain memotong jalan.  Hampir terjadi kecelakaan fatal.  Kalau orang itu mengaku salah dan tersenyum, kita bisa memaafkan  dan membiarkan kejengkelan kecil berlalu.

Jangan simpan kejengkelan sebab itu bisa mengganggu sistem pencernaan dan sistem jantung, bisa memicu gatal-gatal, migrain, nyeri keseluruhan, dan kecemasan.

Roman Emsyair

(sumber: Health Service)




Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota

Pertemuan antara Pihak Dishub, sopir angkot dan pihak Organda dilakukan untuk mencari solusi menguntungkan semua pihak. “Kita ingin angkot dan BRT segera ngaspal, kita atur lagi trayek agar sopir sejahtera,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs H Khalid di kantornya, Rabu (25/1).

MATARAM – lombokjournal.com    

H Khalid, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram

Hal itu diungkapkan Khalid menyusul pertemuan antara pihak Dishub Kota Mataram, representasi sopir dan Organda guna mencari solusi trayek antara BRT (Bus Rapid Transit) dan angkot.  Pertemuan yang berlangsung hari Selasa (24/1) di Aula Dishub Kota Mataram, membahas masalah feeder  dan rumusan kesepakatan tentang pengoperasian BRT.

Pertemuan itu telah menghasilkan beberapa kesepakatan, yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat bersama Dishub Provinsi NTB hari Rabu (25/1) siang.  “Kersepakatan itu dibawa ke otoritas regulasi,” kata Khalid.  Paling lambat hari Senin depan diharapkan baik angkot maupun BRT sudah mulai beroperasi.

Sesuai kesepakatan, BRT tetap beroperasi tapi  untuk sementara beroperasi di luar trayek A dan B dalam kota. BRT akan beroperasi melayani jalur pinggir. Namun pengaturan itu akan disesuaikan kembali setelah studi feeder selesai.

Studi atau kajian feeder yang akan menghasilkan trayek baru itu tengah dilakukan. Konsepnya, rute feeder adalah rute pengumpan dari kompleks perumahan dan sekolah yang dintegrasikan dengan rute BRT.

Kajian tersebut sekaligus menentukan bentuk subsidi, apakah model tarif atau trip. “Anak sekolah yang menggunakan angkot tidak ditarik ongkos alias gratis. Namun berlaku hanya pada jam-jam tertentu,” kata Khalid. Misalnya, pagi hari antara jam 06.30 sampai 08.00, dan siang hari antara jam 13.00 hinga 15.00.

Subsidi yang dimaksudkan untuk memastikan pendapatan sopir itu akan diatur secara cermat. “Perlu dipastikan nilai subsidi  yang rasional untuk kesejahteraan sopir,” pungkas Khalid.

Saat ini pemerintah telah memberikan subsidi transportasi anak sekolah melalui Damri dengan biaya  melalui pengoperasian BRT.

Ka-eS




Angkot Tak Diminati, Dicarikan Solusi

HL Wirajaya, ST, MSi. Kadis Angkutan Dishub Kota Mataram

Mudahnya kepemilikan kendaraan (khususnya roda dua),  membuat angkutan kota (angkot) ditinggalkan penumpang.  Pengaturan trayek baru di Kota Mataram diharapkan angkot kembali dibutuhkan.

MATARAM – lombokjournal.com

Minat masyarakat menggunakan angkot (angkutan kota) sebagai moda transportasi kota, mulai merosot sejak tahun 2012. Pihak Dishub Kota Mataram mengungkapkan, dari  survey tahun 2012 minat masyarakat hanya 28 persen. Penurunan itu berlanjut hingga sekarang.

“Mudahnya cara memiliki kendaraan roda dua, merupakan faktor paling menentukan merosotnya pemakai angkot,” kata Kabid Angkutan Dishub Kota Mataram, HL Lalu Wirajaya, ST MSi pada Lombok Journal di Kantor Dishub, Rabu (25/1) pagi.

Menurutnya, rasio jumlah kendaraan dan jumlah penduduk kota sangat tinggi.

Faktor turunnya minat menggunakan angkot itu, juga diduga membuat para sopir maupun pemilik angkot enggan memperpanjang ijin perpanjangan trayek.  Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), periode Januari – Desember 2016, perpanjangan trayek angkot yang tercatat hanya 32 angkot. Rinciannya, 16 Trayek A dan 16 Trayek B.

Sebelumnya pihak organda menglaim jumlah angkot mencapai 175. Sebenarnya masa ijin trayek itu berlaku 5 tahun, namun tiap satu tahun wajib diperpanjang. “Kami sudah klarifikasi dengan Organda. Data Dishub berdasarkan yang tercatat di perijinan (DPMPTSP),” jelas Wirjaya.

Sejauh pihak Dishub memberi berbagai kelonggaran agar angkot terus beroperasi. Namun karena jumlah penumpang terus merosot, kendaraan yang beroperasi pun makin berkurang. Memang di rute jalan yang dulu ramai dilewati angkot,sekarang jarang terlihat.

(Baca : Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota)

Meski demikian, Baik Pemprov maupun Pemkot/Pemkab Lobar tengah mencari solusi agar angkot dan angdes kembali diminati.  Salah satunya dengan pengaturan trayek yang mempertimbangkan lokasi yang merupakan feeder penumpang.

Ka-eS

 




Selamatkan Kangkung Lombok Varietas ‘Aini’ dan ‘Gomong’

Kangkung varietas ‘Aini’ dan ‘Gomong’ asli Lombok sudah dipatenkan melalui SK Menteri Partanian sejak bulan April 2002. Seiring makin sempitnya lahan menanam Kangkung di Kota Mataram, dikhawatirkan varietas itu akan hilang.

MATARAM – lombokjournal.com

Dinas Pertanian Kota Mataram meninjau tanaman kangkung sistem hidroponik; harus ada solusi menyelamatkan kangkung super asal Lombok (foto; Chairul Anwar)

Haji Masbuhin, 50, yang saat ini menekuni  tanaman kangkung Lombok di Bengkaung Desa Sandik, Lombok Barat, mengaku prihatin makin sempitnya  lahan perkotaan yang membuat Kangkung super asal Lombok varietas Aini dan Gomong akan punah.  Semula lahan pertanian di perkotaan yang 8 hektare sekarang tinggal sekitar 2 hektare.

Kangkung Lombok itu kualitas super, dan tidak ada di daerah mana pun. “Kalau tidak ada lagi yang nanam Kangkung, varietas unggul sayuran yang kita miliki juga akan hilang,” kata Masbuhin, Selasa (17/1).

Keprihatinan itu yang membuatnya tergerak bercocok tanam sayuran Kangkung.  Semula ia menanam Sawi, Selada atau Bayam. Tapi kemudian ia menyadari konsumen Kangkung di pasar tradisional di Lombok cukup besar, akhirnya  ia fokus menanam Kangkung.  Sayuran lainnya tetap ditanam, meski jumlahnya terbatas.

“Kangkung Lombok sudah sangat dikenal. Bahkan sampai ke mancanegara. Kita harus menyelamatkan varietas kangkung Lombok yang terkenal super. Pemda mestinya punya solusi, jangan sampai varietas kangkung Lombok punah,” katannya.

Tapi tidak seperti umumnya petani kangkung tradisional, menanam Kangkung dengan sistem hidroponik memberikan hasil yang jauh lebih menguntungkan.  Menurutnya, ini kesempatan emas bagi masyarakat untuk menambah penghasilan.

Saat ini, Masbuhin siap memanen 5 kolam Kangkung, masing-masing kolam ukuran 1 x 10 meter, yang dipanen tiap 15 hari bisa menghasilkan sekitar 1 ton. Kalau dihitung tiap ikat seharga Rp1.500, maka dalam  15 hari bisa menghasilkan Rp10 juta lebih.

“Itu perhitungan paling rendah. Saat ini harga per ikat di pasar sudah Rp4.000,-,” tutur Masbuhin.

Ka-eS

 




Tanam Kangkung Sistem Hidroponik, Menguntungkan dan Tidak Mahal

Menanam kangkung sistem hidroponik, hasilnya berlipat dan bisa dilakukan masyarakat kota.  “Bercocok tanam sistem hidroponik tidak mahal,” kata Haji Masbuhin.

MATARAM – lombokjournal.com   

Haji Masbuhi di kolam kangkung hidroponik (foto: Chairul Anwar)

Menanam sayuran daun dan sayuran buah sistem  hidroponik tidak mahal, dan bisa dilakukan masyarakat untuk menambah penghasilan.  Selama ini, menanam sistem hidroponik (menanam tanpa media tanah) hanya dimonopoli pemodal yang bermain di industri pertanian.

“Kalangan industri pertanian memberi kesan, seolah-olah hanya dengan modal besar bisa bercocok tanam sistem itu,” kata Haji Masbuhin pada Lombok Journal, , Selasa (17/1) di Mataram. Ia sudah dua kali memanen kangkung dengan bertanam cara hidroponik dengan biaya murah.

Menurutnya,  menanam sayuran cara itu selama ini memang dikelola dengan teknologi cocok tanam yang mahal.  Dan itu membuat harganya mahal dan tidak bisa memasok pasar lokal.

Masbuhin, 50,  mengaku bisa mensederhanakan bercocok tanam sistem hidroponik. Setidaknya  ada tiga hal yang mempengaruhi  biaya produksinya. Yaitu pemberian nutrisi, pembuatan green house, serta perlengkapan maupun peralatan yang digunakannya .

Karena itu, ia merencanakan untuk memberi pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam berbiaya murah dan hasilnya lebih tinggi. Terutama untuk mengembangkan urban farming yang menghadapi kendala sempitnya lahan.

“Setidaknya masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” ujar Masbuhin.

Ka-eS

 




Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pandan Duri Bangun Polindes

LOTIM – lombokjournal.com

Baru tiga tahun mekar, Desa Pandan Duri, Kecamatan Terara, Lombok Timur, sudah membangun polindes. Fasilitas layanan kesehatan itu merupakan salah satu misi Pemdes Pandan Duri menjadikan desanya sebagai salah satu desa sehat.

“Sejak terpilih, komitmen kami memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat. Harus ada prasarana kesehatan yang layak dan dekat dengan warga,” kata Kepala Desa Pandan Duri H. M. Nasruddin, saat peresmian Polindes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur drg. Asrul Sani, yang hadur dalam peresmian itu didaulat memotong pita sebagai tanda mulai beroperasinya pusat layanan kesehatan warga desa itu.

Menurutnya Asrul Sani, ia bangga Pemdes Pandan Duri berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Pembangunan Polindes ini adalah wujud kongkritnya

“Kita harus bangga dan mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah desa, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar ,” kata Asrul

Dalam kesempatan sama, Camat Terara dalam sambutannya mengatakan, Polindes Pandan Duri terbaik dari aspek fisiknya bangunannya se-Kecamatan Terara. “Kualitas bangunan Polindes ini cukup baik,” ungkapnya.

Camat berharap, kualitas fisik yang baik, dapat diikuti makin membaiknya kualitas pelayanan bagi masyarakat. Dengan masyarakat yang sehat, program pembangunan di desa dapat berjalan sesuai rencana karena mendapat dukungan masyarakat.

Hadir dalam peresmmian itu, Koramil, Kapolsek, Kepala Desa Se-Kecamatan Terara, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan perwakilan warga dari 3 dusun yang ada di Desa Pandan Duri. 

Jay

 




Semangat Berbagi Mahasiswa Universitas 45

MATARAM – lombokjournal.com

Ikut merasakan penderitaan orang lain, tak perlu dimulai tindakan-tindakan besar. Perhatian kecil pun untuk meringankan penderitaan orang yang butuh bantuan, sangat berarti. Semangat itu ditumbuhkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mataram, saat memberi bantuan Rizki Pratama, penderita tumor di kemaluannya.

Riri Cunda Girinati, anggota polisi yang saat ini bertugas di Mapolda NTB yang masih semester I di Fakultas Hukum Universitas 45, memprakarsai memprakarsai pengumpulan donasi untuk meringankan pasien tidak mampu Rizki Pratama, anak dari Adrian saputra dan Asti dari Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaye Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

“Kita menggugah kalangan kampus untuk peduli penderitaan orang lain,” kata Girinata.

Gerakan peduli kemanusiaan itu tentu bukan yang pertama dilakukan hop over to here. Sebelumnya, mahasiswa Universitas 45 juga melakukan aksi sosial sunatan massal di Dusun Bentek, Kecamatan Ganggi Lombok Utara. Termsuk pengumpulan pakaian bekas dan bantuan kursi roda bagi yang membutuhkan.

“Kami juga melakukan aksi pengumpulan donasi untuk korban banjir bandang di Bima,” tutur Girinata. Ini juga aksi untuk menunjukkan betapa indahnya aksi berbagi, tambahnya. Ia akan terus mengetuk kalangan kampus, termasuk pihak dosen, dan melibatkan berbagai instansi di Kota Mataram agar segera mengatasi penderitaan orang yang membutuhkan.

Glg