Gubernur NTB Kunjungi Pekerja Kelapa Sawit di Malaysia

Para pekerja kelapa sawit di Pulau Carey, Malaysia yang dikunjungi Gubernur NTB mendapat perumahan

MALAYSIA.LombokJournal.com ~ Para pekerja NTB yang bekerja di perkebunan kelapa sawit, di Pulau Carey Malaysia, dikunjungi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Rabu (24/05/23).

BACA JUGA: Bang Zul Bertemu Manajemen Sime Darby Plantations

Gubernur NTB meninjau perumahan yang dihuni pekerja kelapa sawit

Bang Zul tampak gembira melihat kondisi para pekerja perkebunan kelapa sawit yang tampak sehat dan bersemangat.

“Alhamdulillah semua kompak, semua sehat dan bersemangat,” ungkap Bang Zul.

Di tengah ladang perkebunan kelapa sawit yang ribuan hektar luasnya, terdapat perumahan yang diperuntukkan kepada para pekerja NTB. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bertemu Menteri Pendidikan Malaysia

Satu rumah tersebut dihuni sekitar empat orang pekerja. Hampir di semua ladang sawit, yang piawai dan punya talenta untuk panen sawit kebanyakan tenaga kerja dari Lombok.

“Suasananya sangat meriah,” tutur Bang Zul.

Dalam kunjungan tersebut, Bang Zul juga mencoba secara langsung memetik kelapa sawit. Ia mengakui, bekerja di perkebunan kelapa sawit ternyata tidak sesederhana yang dilihat selama ini.

Pada kunjungan silaturahmi itu Bang Zul juga mengobrol dengan Pak Supriyadi, pekerja asal Lotim yang sudah belasan tahun bekerja di perkebunan. Sekarang per bulan ia bisa menghasilkan hingga 15 jutaan rupiah dengan bekerja di perkebunan sawit.

BACA JUGA: Pengiriman Ternak dari Pulau Sumbawa Meningkat

Masukan-masukan maupun keluhan yang disampaikan oleh para pekerja akan menjadi perhatian Pemerintah NTB bersama perusahaan. *** 

 




Inovasi Layanan untuk Jemaah (Calon) Haji 1444 H 

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah siapkan inovasi layanan, termasuk membantu jemaah lansia

MADINAH.LombokJournal.com ~ Petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah telah bersiap menyambut jemaah calon haji Indonesia 1444 H yang mulai mendarat di Madinah pada 24 Mei 2023, marhaban dluyufurrahman.

Para jemaaah calon haji yang tiba di Madinah ditempatkan di 91 hotel yang tersebar di lima sektor sekitar Masjid Nabawi (Markaziyah). 

BACA JUGA: Petugas Haji 1444 H/2023 M Diberangkatkan Lebih Awal

Sektor hotel jemaah haji berada di wilayah Syamaliah (Timur Nabawi), Gharbiyah (Barat Nabawi), dan Junubiyah (Selatan Nabawi). Jarak terjauh dari Nabawi sekitar 600 meter.

Menurut Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin, Kementerian Agama tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia“. 

Kuota dasar Indonesia berjumlah 221.000, lalu ditambah 8.000. Sehingga totalnya menjadi 229.000 jemah. Dari jumlah itu, ada sekitar 67ribu jemaah lanjut usia (lansia).

Menurut Zaenal Muttaqin, petugas Daker Madinah telah menyiapkan sejumlah inovasi layanan, termasuk dalam membantu jemaah lansia. 

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Walikota Mataram Sehati Sukseskan MXGP

Pertama, kursi roda dan fasilitas lainnya untuk lansia. Data yang masuk, diperkirakan ada 4.000 jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini dan menggunakan kursi roda.

“Kami upayakan semaksimal mungkin layanan ini. Ini akan dikoordinasikan dengan pihak majmuah, agar minimal disiapkan kursi roda dengan proporsi berapa persen dari jumlah jemaah yang mendiami hotel tersebut,” ujar Zainal Muttaqin seperti dikutip dari laman kemenag ri.go.id.  

Ia mengatakan itu usai memimpin Rapat Koordinasi Petugas Daker Madinah, di Madinah, Senin (22/05/23) malam.

Jumlah jemaah setiap hotel sangat variatif. Ada yang dihuni 500-600 orang, bahkan ada juga yang mencapai 2000-3000 jemaah untuk satu hotel. Kedatangan mereka juga tidak bersamaan.

“Bisa jadi satu hotel dalam satu fase kedatangan hanya ditempati 1 kloter atau 2 kloter. Minimal hotel menyiapkan beberapa kursi roda untuk antisipasi jemaah haji lansia,” sebut Zaenal.

Inovasi kedua, layanan antar obat ke sektor. Inovasi ini dimaksudkan untuk semakin memudahkan jemaah dan juga petugas dalam mendapatkan akses obat-obatan.

“Kami minta kepada tim kesehatan untuk mensuplay obat, dengan empat hari sekali akan mengirimkan obat ke kantor sektor,” imbuhnya.

Terkait persiapan penyambutan jemaah, Zaenal memastikan, hampir 90 persen hotel sudah siap. Hal sama juga untuk layanan transportasi dan konsumsi. 

BACA JUGA: Sekda NTB Ajak Masyarakat Promosikan Event di NTB

Di Madinah, jemaah akan tinggal selama lebih kurang delapan sampai sembilan hari. Mereka akan mendapat layanan tiga kali makan sehari. Layanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah juga sudah siap.

Tasreh Raudah

Pemerintah Arab Saudi tahun ini kembali menerapkan aturan tasreh (izin) untuk masuk Raudah. Aturan ini sudah diberlakukan sejak 2022.

“Kita sudah koordinasikan dengan Wakil Menteri Haji Arab Saudi, sejauh ini kebijakan Kementerian Haji Arab Saudi, jemaah haji yang memasuki Raudah harus menggunakan Tasreh. Sehingga Jemaah yang masuk harus mendapatkan surat izn terlebih dahulu,” sebutnya.

“Jika surat izin keluar baru bisa masuk Raudah. Ada jadwalnya, dan harus sesuai jadwal tersebut, kecuali jemaah yang sakit, jadwal bisa dicancel,” sambungnya.

BACA JUGA: Sekda NTB Tekankan ASN Tetap Junjung Netralitas

Akses izin masuk Raudah juga bisa diproses melalui aplikasi Nusuk. Namun, apakah nantinya terintegrasi antara surat tasreh yang terbit dengan akses melalui aplikasi Nusuk, ini masih dikoordinasikan. ***




Petugas Haji 1444 H/2023 M Diberangkatkan Lebih Awal

Pemberangkatan para petugas Haji dilakukan lebih awal untuk memastikan kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Sebanyak 492 petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah  diberangkatkan hari Sabtu (20/05/23). 

Mereka akan ditempatkan di Daerah Kerja Bandara, Daerah Kerja Madinah, serta Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah.

BACA juga: Inovasi Layanan Petugas PPIH Daerah Kerja Madinah 

Arsyad Hidayat mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023, petugas haji diberangkatkan lebih awal
Arsad Hidayat

Para petugas haji itu diberangkatkan lebih awal, untuk memastikan seluruh layanan yang akan diberikan kepada jemaah haji telah siap.

Hal itu disampaikan Bina Haji, Arsad Hidayat saat pembekalan akhir petugas, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (19/05/23) malam.

Kepastian layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan penting. Meskipun sudah ada kontrak, namun harus tetap ditinjau dan dipastikan semua sudah siap.

Misalnya pada layanan akomodasi, petugas harus memeriksa hotel mana saja yang akan dipakai. Satu persatu kamar, lift, harus dicek, pastikan sudah siap.

“Selain itu harus memastikan semua izin operasional telah terbit. Ini penting, karena jika izin operasional belum terbit, maka ini dianggap ilegal. Pastikan semua izin layanan sudah siap,” harap Arsad.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Pelihara Silaturahim dan Saling Memaafkan

Pada layanan konsumsi pun demikian, bahan baku makanan juga harus dicek pastikan semua masih dalam masa aman digunakan. Hotel-hotel berbintang harus dipastikan bisa menerima katering yang disediakan dapur yang telah dikontrak, jelasnya.

Tugas kedua yang harus dilakukan petugas adalah jika dilapangan dijumpai ada hal yang tidak seharusnya, maka petugas harus melaporkan dan berkoordinasi kepada penanggung jawab layanan untuk segera ditindak lanjuti. 

“Sebelum kedatangan jemaah sudah harus selesai,” tegasnya.

Ketiga, petugas harus berkoordinasi dengan stakeholder di Arab Saudi. Di Madinah Muasasah adilla, Naqobah dan Baladiyah. 

Termasuk di bandara, petugas melakukan koordinasi dengan maktab yang ada di bandara. Kemudian petugas Linjam (Perlindungan Jemaah) pun melakukan silaturahim dengan kantor keamanan di Bandara dan Madinah.

Hal terakhir, terkait pembagian tugas pada Daker dan Sektor masing-masing, sudah dibagi berdasar sektor masing-masing.

Keseluruhan pelayanan ini dilakukan untuk memberikan kepuasan bagi Jemaah haji, sehingga diharapkan Zero Accident.

“Semua harus siap, karena ini yang menentukan kesan pertama jemaah haji, yang akan berpengaruh terhadap persepsi jemaah terhadap layanan kita,” pungkasnya.

Para petugas dihimbau dapat mendengarkan keluh kesah jemaah. Jemaah berhak untuk mengeluh, dan mendapatkan layanan terbaik. 

Berikan solusi kepada jemaah, karena ini adalah kunci dalam meningkatkan Indeks Kepuasan Haji tahun ini. Petugas harus menerapkan prinsip 3S dalam melayani Jemaah haji, yakni Senyum, Salam, dan Sapa.

BACA JUGA: Wamenag Ajak Elit Bangsa Jadi Negarawan

“Terapkan prinsip 3S, Jangan cuek. Layani dengan tulus seperti melayani orang tua kita sendiri. Buat para tamu Allah senyaman mungkin. Kalau itu yang dilakukan jemaah akan puas dan senang, IKJH minimal sama dan bahkan bisa meningkat,” pungkasnya.

Operasional penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M akan dimulai pada 24 Mei 2023. 

Ini ditandai dengan pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 1 yang akan diterbangkan dari Indonesia menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. ***

 




Gubernur NTB Ajak Pelihara Silaturahim dan Saling Memaafkan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zukieflimansyah becerita pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram. 

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Gubernur NTB meneritakan pengalamannya menjadi imam sholat di Masjidil Haram
Gubernur Zulkiefimansyah

Itu terjadi saat ia masih kuliah di inggris bersama rombongan mahasiswa saat melaksanakan ibadah haji. Banyak yang tidak menduga Bang Zul jadi Imam Sholat di Masjidil Haram.

Cerita Gubernur NTB itu disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal dan pelepasan Jamaah Calon Haji Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok, di auditorium UIN Mataram, Kamis (18/05/23)

Bang Zul mengatakan ketika di NTB, ia menceriakan pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram kepada Tuan Guru. 

BACA JUGA: Wagub NTB Minta Wagub Gunakan Timbangan Digital

“Banyak Tuan Guru kita bertanya bagaimana Pak Gubernur bisa menjadi Iman sholat di Masjidil Haram, saya jawab, saat kuliah di inggirs kami rombongan mahasiswa Indonesia menunaikan ibadah haji sejumlah 30 orang Mahasiswa saat itu,” katanya

Saat itu ia melaksanakan Ibadah Haji bersama rombongan Mahasiswa.

“Kami berangkat dengan sekedarnya, tidak ada pelepasan haji, tidak menyewa penginapan dan tidur dimana saja selama proses ibadah haji. Suatu saat kami rombongan terlambat bangun saat sholat berjamaah di Masjidil Haram, akhirnya kami rombongan mahasiswa memutuskan untuk sholat berjamaah di Masjidil Haram. Dan saat itu saya sebagi ketua rombongan diberi kesempatan untuk menjadi Imam, suatu kebanggaan pernah menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram,” tuturnya.

Selain menghibur peserta Halal Bi Halal RKB dengan cerita pengalamannya saat melaksankan Ibadah Haji sewaktu kuliah di Inggris, Gubernur NTB menyampaikan pentingnya menjaga silturahim dan kebesaran hati, jiwa untuk saling memaafkan.

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

Anak-muda kepada sesepuh dan senior-senior kita di RKB, selain manfaat dari silaturahim dan memafkan adalah adanya akumulasi pengetahuan dan pengalaman, untuk kehidupan lebih baik kedepannya. 

 “Penting punya kebesaran hati, kebesaran jiwa untuk saling memaafkan, bagi anak-anak muda untuk terus memelihara silaturahim pada senior dan sesepuh kita ini, Karna dengan silatiahim dan memafkan ada akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa kita timba untuk menghadirkan kehidupan dan langkah kita depan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur NTB meminta kepada senior,  para Tetuah Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok agar senantiasa membuka pintu rumah seluas mungkin

Khususnya, kepada anak-anaknya, dan adik-adik pemuda yang ada di Mataram untuk bersilaturahim dan saling memafkan jika ada interaksi yang tidak berkenaan pada sesepuh RKB. 

“Pada kesempatan ini, kami juga meminta kepada sesepuh-sesepuh kita, agar supaya kami anak-anak muda dapat bersilatuhim dan minta maaf atas segala kekeliriuan, jika ada interaksi yang kurang berkenan,” katanya.

Ketua RKB, Dr. Muhammad Irwan menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB, dan menyampaikan selamat hari lahir untuk bapak Gubernur NTB Ke 51 Tahun. 

“Suatu kebanggaan bagi kami Rukun Keluarga Bima yang ada di Pulau Lombok atas kesempatan Gubernur NTB untuk menghadiri undangan kami, dan selamat Ulang Tahun ke 51, senantiasa berkhidmat untuk NTB Gemilang” 

Turut hadir Qori Internasional Ustadz Syamsuri Firdaus, Walikota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kadis DPM_PTSP, Kadis PUPR NTB. ***

 




Bang Zul Ingatkan Pentingnya Cinta dan Kasih Sayang

Saat menhadiri acara halalbihalal yang diselenggaraka Ikatan Keluarga Samawa (IKS), Bang Zul menyampaikan, ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Momentum Halalbihalal ymerupakan semangat dalam melestarikan budaya orang-orang terdahulu. Sehingga buah manis ketakwaan dari kewajiban berpuasa, dapat dinikmati. 

BACA JUGA; Gubernur NTB ajak Pelihara Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Bang Zul meghadiri acara halalbihalal ikatan keluarga samawa bersama istri

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menghadiri Acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Samawa (IKS) di Islamic Center (IC) di Mataram, Kamis (18/05/23).

Bang Zul menyampaikan, salah satu ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

“Tiba-tiba saja di Ramadan, hati kita begitu jernih, karena puasa menghilangkan iri hati hasad dan dengki,” katanya.

Diingatkan, berpuasa bukan sekedar menjalani diet. Yang lebih penting yaitu menjinakkan batin untuk tenang, dalam menyikapi dinamika hidup. 

Dengan kata lain, Ramadan adalah madrasah untuk menghadirkan rasa cinta kepada hati semua pihak.

“Kalau bahasa spanduknya ini, ramadan itu mestinya mampu melahirkan orang orang yang merasa ‘Basai Ate’. Hatinya satu dan itu hanya mungkin kalau ada cinta dan kasih sayang di dalam hati kita. Tanpa itu, hati kita tidak mungkin saling terpaut,” imbuhnya.

Menurut Bang Zul, semangat Ramadan dalam momentu ini, adalah munculnya rasa syukur. Bukan I Will Be Happy When atau bahagia jika ada kata ‘kalau’. 

BACA JUGA; Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Tapi mensyukuri apa yang dimiliki saat ini akan menentramkan bathin, katanya.

Kata Bang Zul bahwa kebahagian tidak akan dapat disyukuri, kalau tersandera banyak keinginan. Seperti jabatan, karier, kekayaan. Padahal, berbagai kenikmatan yang dihadirkan, tanpa maksud dan tujuan.

“Mungkin ada yang uangnya lebih banyak dan jabatannya lebih tinggi, tapi anaknya terkena narkoba misalnya. Tidak ada gunanya jabatan tinggi dan uang yang banyak, kalau sakit-sakitan. Bapak-bapak dapat jabatan eselon ll atau eselon lll tapi bapak-bapak harus cuci darah tiap hari,” terangnya.

Karena itu mensyukuri nikmat yang ada merupakan substansi ramadhan yang kita peringati lewat halal Bi halal hari ini. 

“Mungkin allah belum memberikan eselon II, tapi kesehatan kita tetap terjaga. Mungkin Allah belum memberikan rumah besar, tapi Allah menganugerahkan persahabatan dan persaudaraan kita,” kata Bang Zul mengingatkan.

Ramadan dan halalbihalal, mendidik umat muslim untuk legowo dan saling memaafkan. Terkadang selama bertahun-tahun tidak saling tegur sapa akibat persoalan yang sederhana dan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Padahal hanya dengan langkah pertama untuk saling memaafkan, akan memulai hubungan yang selama ini terputus.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat Bagikan Kursi Roda Adaptif

“Saling memohon maaf akan mencairkan banyak hal. Kerendahan hati untuk meminta maaf terlebih dahulu, demi menyambung silaturahmi, nilai spritualnya lebih tinggi dari uang ratusan juta,” pesannya. ***

 

 




Kepala OPD NTB Diingatkan Fokus ke Masalah dan Kolaborasi

Wagub NTB ingatkan para Kepala OPD fokus mengidentifikasi masalah seperti stunting, angka putus sekolah dan angka harapan hidup

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penyelesaian masalah dengan berbagai kompleksitasnya tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. 

Perlu kepekaan, kerja keras serta rasa kepedulian bersama, guna mencari jalan keluar mengataso permasalahan.

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima kasih pada Pemprov NTB

Wagub ingatkan para Kepala OPD NTB bisa mengidentifikasi masalah
Wagub Ummi Rohmi

“Dalam menghadapi permasalahan, langkah pertama yang harus dilakukan yakni dengan mengenali objek permasalahan. Sehingga menentukan langkah atau tindakan yang akan diambil selanjutnya dalam mengurai masalah yang ada,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah.

Ia menyampaikannya saat rapat evaluasi pembangunan bersama para Kepala OPD lingkup Pemrov NTB di kantor Bappeda Provinsi NTB, Jum’at (12/05/23).

Ia minta para Kepala OPD terlebih dahulu fokus mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi, seperti stunting, angka putus sekolah dan angka harapan hidup dan lainnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Beri Arahan pada Jajaran Dikbud NTB

Sehingga harapannya, masalah dapat dipetakan kemudian mengambil tindakan pencegahan atau penyelesaian tepat sasaran.

“Pahami objek masalah, baru kemudian mengintervensi dan fokus ke tindakan penyelesainnya yang  harus inovatif, terukur dan tepat sasaran. Jangan hanya bekerja biasa biasa saja by as ussual,” jelas Wagub. 

Wagub yamg biasa disapa Ummi Rohmi mengungkapkan, upaya memajukan pembangunan daerah seperti indeks pembangunan manusia (IPM) tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. 

Pesannya, para Kepala OPD agar tidak berpuas diri dengan apa yang dihasilkan sampai saat ini. 

“Tidak usah berpuas diri dengan apa yangg sudah diraih, harus lebih gigih dan semua kekurangan dijadikan pelajaran kedepannya,” jelas Ummi Rohmi.

Sebelumnya Kepala Bappeda NTB, Iswandi dalam laporannya menyebut, capaian indikator kinerja utama RPJMD 2019-2023 hingga tahun 2022 mencapai 26 indikator utama atau 70,27 persen.

Dengan kolaborasi bersama, Iswandi optimis dan yakin semua indikator kinerja akan memenuhi target.

BACA JUGA: Bappenda NTB Dorong Implementasi Transaksi Digital

“Sejauh ini capaian program sudah ada yang mencapai bahkan melewati target semua sedang on the track,  fokus kita tahun 2023 ini, kita harus kompak dan bekerja keras untuk mengejar target kinerja yang belum tercapai,” kata Iswandi. ***

 

 




Wagub NTB Jelaskan Upaya untuk Capai Desa Gemilang

Capai Desa Gemilang, kata Wagub NTB, perlu jalinan kolaborasi semua pihak yang terlibat pembangunan desa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Membangun kemajuan itu perlu kerjasama dan kolaborasi semua pihak, seperti halnya membangun Desa Gemilang, tentu kolaborasi dari Kepala Desa, Kepala Dusun, Kader Posyandu itu diperlukan. 

“Misalnya seperti masalah Bank Sampah, Dinas Desa harus berkolaborasi dan bekerjasama dengan DLHK,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmidjalillah, saat rapat di Dinas DPMPD Dukcapil NTB. Jum’at, (12/05/23). 

BACA JUGA: Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini juga berharap, agar Desa harus memiliki identitas atau sesuatu yang bisa dijual seperti kebersihan atau kebudayaan supaya desa di NTB bisa terkenal. 

Begitu juga dengan kader Posyandu yang harus terus diberikan pembinaan supaya memiliki kualitas, karena Posyandu akan menjadi pintu masuk permulaan dan lahirnya Desa Gemilang 

“Sedangkan pada BUMDES, mereka harus diberikan pembinaan yang produktif kemudian dibesarkan, tapi yang dibesarkan ini adalah mereka yang mau besar bukan BumDes yang tidak mau besar,” kata Umi Rohmi  

Modal BUMDES

Sementara itu. Kadis DPMPD Dukcapil NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, hasil update tahun 2023 jumlah penduduk di NTB itu sebanyak 5.534.58 juta jiwa, yang Wajib KTP 3.854.86 jiwa dan perekaman 3.795.906 jiwa. 

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival

“Dalam internal desa tentu masih ada masalah-masalah yang dihadapi, seperti masalah yang dihadapi 1005 BumDes di NTB, baik itu kurangnya modal dan sumberdaya yang terampil dalam mengelola BUMDES, kurangnya pemahaman tentang pengelolaan bisnis, kurangnya jaringan Kerjasama dan akses pasar,” ujarnya.

Ditambahkan, pada Posyandu juga masih ada masalah yang dihadapi, seperti sarana prasarana Posyandu/alat Posyandu belum memadai.

“Kompetensi SDM Kader masih kurang dan kerjasama lintas program dan lintas sektor belum optimal,” kata Ahmad Nur Aulia. 

Terakhir ia mengungkapkan, ada 262 desa yang akan melakukan Pilkades pada tahun 2023 dan 2024. 

Rinciannya, pada Pilkades tahun 2023, di Lombok Timur terdapat 53 desa melakukan Pilkades pada pulan Maret 2023, Lombok Utara 5 Desa pada Bulan September 2023, Lombok Barat 18 Desa pada Bulan Mei 2023, Dompu 33 Desa pada Bulan November 2023.

BACA JUGA: Orang Sasak Dibilang Punya ‘Semangat Jurakan’

Sedang pada Pilkades 2024, di Lombok Tengah terdapat 97 Desa yang melaksanakan Pilkades pada bulan Juni 2024, Sumbawa Barat terdapat 18 Desa pada bulan Desember 2024, Sumbawa 18 Desa pada Bulan Desember 2024, Bima, 53 Desa pada Desember 2024.***

 

 

 




Gubernur NTB Membuka Kegiatan PORSENI FKPPMS 2023

Dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porseni), Gubernur NTB menekankan kebersamaan dan persahabatan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Seluruh peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porseni) selalu mengedepankan kebersamaan dan persahabatan antar pemain.

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp25 Ribu

Pesan Gubernur NTB saat buka PORSENI, jaga persaudaraan dan kebersamaan

Pesan itu Gubernur NTB, Zulkieflimansyah disampaikan saat menghadiri acara pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSENI) oleh Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa (FKPPMS) 2023, di Gelanggang Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Selasa (09/05/23).

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menekankan kepada seluruh peserta, tidak perlu mengejar juara 1 kalau untuk itu harus mengorbankan persahabatan dan persaudaraan. 

BACA JUGA: Sirkuit MXGP Selaparang Dikelilingi Pemandangan Indah

“Tidak apa-apa kita juara dua, tidak apa-apa juara empat, tapi ketemu sahabat baru, syukur-syukur ketemu pasangan hidup di masa yang akan datang,” jelasnya. 

Gubernur berharap, agar Porseni berjalan dengan lancar dan persaudaraan terjalin semakin kuat. ***

BACA JUGA: Pejabat Eselon II NTB Membuat Orang Sasak Tersinggung

 




Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat 

Gubernur NTB, Bang Zul membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang 2023 Provinsi NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam perencanaan dan penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB tahun 2024, penguatan industrialisasi dan transformasi ekonomi melalui SDM diharapkan lebih diperkuat.

BACA JUGA: NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis Sirkular Ekonomi 

Gubernur NTB berharap. Musrenbang 2023 ada penguatan industrialisasi dan transformasi ekonomi melalui SDM
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan harapan itu saat sambutan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB tahun 2024, di Lombok Raya Hotel, Mataram, Kamis (04/05/23).

Tujuannya  untuk menggerakkan masyarakat memiliki gagasan dan inovasi ke depan.

Musrenbang 2023 itu dengan tema “Peningkatan produktivitas daerah untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui sumber daya manusia dan lingkungan yang berkualitas.” 

“Industrialisasi akan memberikan nilai tambah pada produk UMKM-UMKM kita. Masyarakat tidak lagi menjual bahan baku keluar tapi harus mampu diolah untuk mendapatkan keuntungan yang besar,” ungkap Bang Zul Sapaan akrabnya Gubernur NTB.

Bang Zul menegaskan, tidak sedikit orang-orang menyinyir tentang program industrialisasi. Sebenarnya mereka tidak tahu, program ini merupakan perjuangan merubah mindset.

BACA JUGA: Wamenag Sampaikan Imbauan Pascapenembakan Kantor MUI

Untuk menikmati hasilnya ke depan, butuh waktu yang panjang dan kesabaran yang intens.

Selain itu, Program 1000 cendekia yang dikirim untuk kuliah di luar negeri merupakan aset yang akan dinikmati pada 10-25 tahun mendatang.  

“Kita berharap anak-anak ini tidak usah dipaksa pulang ke NTB karena  kalau dipaksa-paksa melawan biarkan mereka tinggal di luar negeri. Biarkan mereka menguasai kota-kota besar di Indonesia ini,” harap Bang Zul.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Bullying di Sekolah

Senada dengan Itu, Kepala Bappeda NTB H Iswandi mengatakan, penyusunan  RKPD tahun 2024 telah berjalan dengan baik. 

Evaluasi RPJMD tahun 2018-2023 yang dilaksanakan dengan 37 indikator telah berhasil dapat diselesaikan dan dituntaskan. Sebanyak 27 indikator dengan capaian sebanyak 73 persen indikator.

“Masih ada waktu satu tahun untuk menuntaskan program pembangunan yang lain,” ungkapnya.

Penyusunan rencana pembangunan daerah untuk tahun 2024-2028 berfokus pada upaya membangun manusia, lingkungan, dan kesejahteraan. Serta didukung dengan pembangunan tata kelola pemerintahan daerah, pembangunan yang berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama. 

BACA JUGA: Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Diharapkan, semua sektor yang produktif diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya untuk memastikan yang ada mengalami peningkatan produktivitas. ***

 




Wamenag Sampaikan Imbauan Pascapenembakan Kantor MUI

Setelah perisriwa penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wamenag  Zainul Tauhid Sa’adi, imbau masyarakat agar belajar agama pada ulama yang benar

JAKARTA.LombokJournal ~ Penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terjadi pada Selasa tanggal 2 Mei 2023, yang diduga dilakukan orang yang sebelumnya mengaku sebagai nabi. 

Peristiwa penembakan yang mengakibatkan kaca kantor MUI pecah serta staf resepsionis dan security terluka itu, dinilai adanya pemahaman agama yang salah.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Wamenag mengimbau masyarakat agar belajar agama pada ulama yang mempunyai keilmuan memadai
Wamenag Zainul Tauhid Sa’adi

“Ini membuktikan bahwa pemahaman agama yang salah bisa menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa orang lain,” pesan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, seperti dikutip laman kemenag.go.id, Kamis (04/05/23).

Karena itu, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau masyarakat agar belajar agama kepada ulama atau orang yang memiliki otoritas keilmuan agama. Dan bersanad yakni silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah.

Menurutnya, ini untuk menghindari pemahaman keagamaan yang keliru. 

“Dalam belajar agama juga harus menggunakan metodologi belajar yang benar yaitu secara tersusun dan terstruktur untuk memperoleh ilmu agama,” ujar Zainul.

Dijelaskannya, problemnya banyak orang yang memiliki semangat belajar agama tapi menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum. 

Padahal itu justru bertentangan dengan kaidah-kaidah agama, sehingga mereka salah dalam memahami substansi ajaran agama.

BACA JUGA: Kontraktor Geram Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

“Sejatinya semua ajaran agama mengajarkan kasih sayang, persaudaraan dan perdamaian antarsesama umat manusia, bukan mengajarkan permusuhan, ancaman dan kekerasan yang menimbulkan mafsadat atau kerusakan bagi kehidupan umat manusia,” jelasnya.

Wamenag juga mengimbau para ulama dan pemimpin agama untuk terus menggelorakan moderasi beragama. Yakni cara memahami ajaran agama secara moderat, tawasut, dan jalan tengah. 

“Mari terus menghindari perilaku beragama yang ekstrim (tatharruf), berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam beragama (ghulluw). Sebab, hal tersebut dapat memunculkan sikap fanatisme, intoleransi, dan akuisme dalam beragama,” sebutnya.

Kemudian, Wamenag minta aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah, dan kantor serta tempat beraktivitas para pemimpin agama.

Terakhir, Wamenag mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk memfilter konten-konten yang bernuansa sentimen Suku, Antar golongan, Ras dan Agama (SARA), hoaks serta ujaran kebencian. 

BACA JUGA: Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional

“Termasuk perlu difilter juga konten yang bersumber dari ajaran agama yang menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama yang dianut oleh mayoritas umat beragama,” katanya. ***