Aliansi Jurnalis Menggugat Kecam “Pelecehan” Profesi Wartawan

Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Menggugat (AJM) menggelar unjukrasa aksi solidaritas, Kamis (27/4) di gedung DPRD Lombok Barat, NTB, mengecam dugaan “pelecehan profesi wartawan” yang dilakukan oknum anggota dewan setempat.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Para jurnalis terdiri dari sejumlah organisasi wartawan di NTB, seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Forum Pers Independen Indonesia (FPII), dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI).

Aksi solidaritas ini dipicu ucapan Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat berinisial HZ, yang menyatakan fungsi kontrol pers terhadap sebuah Dinas di Lombok Barat menjadi lemah karena sejumlah wartawan di sana sudah “dibungkam” dengan uang ratusan ribu rupiah oleh oknum Dinas terkait. Tudingan itu dilontarkan HZ dalam sebuah rapat paripurna di DPRD Lobar beberapa hari lalu.

Dalam aksi itu, AJM mendesak agar oknum anggota DPRD Lombok Barat yang mengeluarkan pernyataan yang melecehkan profesi wartawan, untuk mengklarifikasi ucapannya itu.

“Kami dari AJM sangat keberatan terhadap pernyataan oknum DPRD Lobar yang sudah melecehkan profesi wartawan. Aksi ini menuntut agar dia mengklarifikasi  ucapannya itu,” kata Riadi Sulhi, Sekjen IJTI NTB, yang juga turun memimpin aksi.

Riadi menekankan, pernyataan HZ yang dilontarkan dalam sebuah rapat itu bisa membias dan menimbulkan multitafsir yang cenderung melecehkan profesi wartawan secara keseluruhan.

“Harus diklarifikasi sejelas- jelasnya agar tidak menimbulkan fitnah di mata masyarakat. Kami juga menuntut HZ agar meminta maaf kepada seluruh insan pers secara terbuka melalui media massa,” katanya.

AJM juga mengecam dan menolak segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi para jurnalis, khususnya di kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, Ketua FPII NTB, Ahmad Sahib mengatakan, selain tuntutan klarifikasi dan permintaan maaf dari oknum yang diduga melakukan pelecehan profesi wartawan, AJM juga menuntut agar pihak Badan Kehormatan di DPRD Lobar segera menjalankan fungsinya mengklarifikasi dan memberi tindakan tegas kepada HZ.

“BK juga kami minta untuk mengimbau  seluruh anggota dewan agar santun dalam bersikap dan bertutur kata, agar bisa menjadi contoh yang baik dan memberi teladan bagi masyarakat,”katanya.

Sahib menegaskan, seluruh insan pers merasa keberatan dan mengecam ucapan HZ yang tidak mendasar dan cenderung melecehkan profesi wartawan.

“Kalau harga diri pribadi yang dilecehkan mungkin belum seberapa. Tapi ini harga diri profesi kita yang dilecehkan, jelas harus kita lawan sampai di mana pun,” tegas Sahib yang juga pimpinan media online Lombokini.com.

Aksi AJM di DPRD Lombok Barat juga diwarnai aksi peletakan bersama peralatan liputan dan kartu pers, yang kemudian ditaburi bunga.

Pihak DPRD Lombok Barat menemui massa aksi diwakili Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Multazam.

Di hadapan massa AJM, Multazam juga menyatakan permohonan maaf mewakili HZ atas kejadian tersebut.

“Saya mewakili pak HZ untuk meminta maaf,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Multazam sempat meminta perwakilan massa AJM  untuk masuk ke gedung DPRD Lombok Barat dan melakukan dialog. Namun tawaran itu ditolak.

“Kami hanya ingin oknum HZ yang menemui kami,” teriak massa AJM.

AYA




Muliati, TKW Yang Lompat Lantai Dua di Riyadh, Diupayakan Pulang

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berusaha mengurus kepulangan Muliati (21), tenaga kerja asal Lombok Barat, yang terluka cukup berat akibat melompat dari lantai dua rumah majikannya di Riyadh, Arab Saudi.

MATARAM.lombokjournal.com —  Pihak Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Mataram berkoordinasi dengan KBRI Riyadh untuk mengurus kepulangan Muliati.  KBRI di Riyadh sedang memfasilitasi kasus Muliati ini.

“Semua proses perawatan dan pemulangannya akan ditanggung pemerintah,” kata Kepala Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Mataram, Mucharom Ashadi, Kamis (27/4) di Mataram.

Sebelumnya, Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia (PBHMI) perwakilan NTB, melaporkan bahwa Muliati Binti Dahri Siatih (21),TKI asal Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, NTB,  melakukan aksi nekad melompat dari lantai dua rumah majikannya di Riyadh karena diduga menjadi korban percobaan perkosaan anak majikan.

Muliati berhasil lolos dari upaya perkosaan, namun menderita luka berat karena melompat dari lantai dua rumah majikan.

Mucharom menjelaskan, saat ini pemerintah berfokus pada perawatan kesehatan Muliati dan pemulangannya. Untuk dugaan pelecehan seksual yang memicu aksi nekad Muliati, masih dalam pemeriksaan di KBRI Riyadh.

“Informasi dari KBRI, sudah meminta keterangan majikan dan juga keterangan Muliati secara terpisah untuk memastikan apa yang sebenarnya dialami Muliati. Tapi saat ini kita fokus ke pemulangan dulu,”katanya.

Mucharom menjelaskan, Muliati Binti Dahri Siatih (21), tercatat bekerja di Riyadh Arab Saudi sejak Oktober 2016. Muliati bisa bekerja di sana dengan status TKI Re-Rentry, sehingga bisa tetap ke Arab Saudi, meski sejak 2015 Pemerintah Indonesia melarang pengiriman TKI non formal ke 21 negaraTimur Tengah termasuk Arab Saudi.

“Muliati ini TKI Re-Entry, atau TKI yang sudah bekerja di sana dan kembali lagi memperpanjang kontraknya. Memang ada larangan untuk 21 negara, tapi Kepmenaker No 260, memperbolehkan untuk TKI yang Re-Entry,” katanya.

Ia mengatakan, untuk kasus Muliati, BNP2TKI di Jakarta juga sedang meminta keterangan dari perusahaan PPTKIS yang memberangkatkannya. Sementara BP3TKI Mataram juga tengah meminta keterangan dari kantor cabang PPTKIS tersebut di Mataram.

Berdasarkan data BP3TKI Mataram, sepanjang 2017 hingga Maret tercatat sedikitnya 120 kasus menimpa TKI asal NTB. Sementara sepanjang tahun 2016 tercatat 573 kasus.

AYA




Mahasiswa Yogya Tewas Saat Mendaki Rinjani

Mahasiswa asal Bantul Yogyakarta,  Taufik Budi Prasetyo (23), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, setelah tenggelam di pemandian Aik Kalaq, di kawasan pendakian Gunung Rinjani Lombok. 

KTP milik Taufik Budi Prasetyo (23)

MATARAM.lombokjournal.com —  Apes yang menimpa Taufik terjadi pada hari Minggu (23/4) pukul 10.00 Wita. Saat itu  korban bersama dua rekannya, Muhammad Ali (20) dan Setyo Teguh (21) yang sebelumnya sudah sampai di kawasan Danau Segara Anak, kemudian menuju pemandian Aik Kalaq.

Korban bersama temannya kemudian mandi di Aik Kalaq usai berfoto bersama, namun korban tenggelam.

Data resmi pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyebutkan, korban bersama rekannya itu tercatat melakukan registrasi pendakian Gunung Rinjani pada Jumat (21/4) melalui pintu pendakian Sembalun, Lombok Timur.

“Korban dan dua rekannya tercatat dalam program pendakian yang direncanakan 3 hari 2 malam. Namun, korban meninggal dunia akibat tenggelam di Aik Kalaq,” kata Kepala Balai TNGR, Agus Budi Santoso, Selasa (25/4) di Mataram.

Dijelaskan, saat ini korban sedang dalam proses evakuasi dari Danau Segara Anak menuju Pos Resort Sembalun yang dilakukan oleh petugas Balai TNGR dan Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC).

“Rencana korban akan dilakukan Outopsi di RSUD Selong, Lombok Timur,” katanya.

AYA

 




Gubernur NTB Minta, Kasus Miss Indonesia 2017 Jangan Dibesar-Besarkan

Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi meminta kasus pencatutan nama NTB oleh Achintya Holte Nilsen, Miss Indonesia 2017 terpilih, agar tidak dibesar-besarkan.

MATARAM.lombokjournal.com — Namun Gubernur Zainul menekankan agar ke depan prinsip komunikasi ketika suatu pihak ingin mempresentasikan nama daerah tertentu, hendaknya dilakukan dengan baik.

“Ya  jangan dibesar- besarkan. Dalam artian, kejadian yang terjadi itu menjadi koreksi bagi kita semua, seluruh pihak,” kata Gubernur Zainul, Selasa (25/4) di Mataram.

Achintya Holte Nilsen, merupakan Miss Indonesia 2017 yang terpilih dalam ajang kontes Miss Indonesia, akhir pekan lalu di Jakarta. Gadis blasteran itu maju dengan mencatut sebagai Miss NTB, perwakilan Provinsi NTB, dalam kontes dengan 33 pesaing itu.

Gubernur Zainul mengatakan, pihaknya juga tidak tahu ada perwakilan NTB yang menang dalam ajang Miss Indonesia tersebut.

“Saya hanya mendengar sekilas saja, tapi intinya seperti tadi kita menghargai apa pun yang konsepnya bisa membangun daerah,”katanya.

Tapi, ia menambahkan, ke depan jika ada kegiatan yang merepresentasikan NTB, seharusnya ada pelibatan daerah.

“Harus jelas dimana sih yang mau kita bangun  ini. Seharusnya ada pelibatan daerah juga,” katanya.

Gubernur Zainul mengatakan, kalau selama ini ada kontes yang hanya mengedepankan kecantikan saja, seharusnya ada kontes yang mengedepankan kepada kecerdasan, kepedulian, ketanggapan, jadi bukan kontes kecantikan saja.

“Penyelenggara dari kontes Miss Indonesia atau apapun namanya, kalau memang ada nuansa untuk merepentasikan daerah menggunakan nama daerah hendaknya disepakati dulu, bicara dulu dengan pemerintah daerah. Kan ada Dinas Pariwisata juga, ada stekholder juga di dalam daerah NTB,” katanya.

AYA




Orasi Hari Bumi (Earth Day) di Artcoffeelago

Manusia saat ini hidup di era kematian pelan-pelan, karena perlakuannya yang semena-mena terhadap bumi. Perlakuan manusia yang menimbulkan masalah bumi misalnya boros energi, penggunaan plastik berlebihan yang menimbulkan problem lingkungan, atau penebangan hutan tanpa kendali.

Akustik dari Genggelang, Lombok Utara (foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com —  Peraih hadiah Ramon Magsasay 2011 di bidang lingkungan, TGH Hasanain Juaini, LC mengatakan itu dalam orasi bertepatan peringatan Hari Bumi (Earth Day) ke 47.   “Perlu melakukan aksi nyata, melakukan tindakan nyata meski kecil tapi bisa memberi perubahan besar bagi bumi dan lingkungan hidup,” katanya saat orasi  di Artcoffeelago (tempat minum ngopi), Jalan Amir Hamzah di Mataram, hari Jum’at (22/4) sore.

Hasanain sempat menyinggung tentang perubahan iklim yang mempengaruhi kenaikan harga cabe. Melambungnya harga cabe itu menyebabkan ibu-ibu membawa masalah dapur menjadi problem nasional.

Jingga (kiri) dan Biru (foto: Rr)

Padahal masalah itu bisa diselesaikan dengan tindakan kecil yang nyata.

“Coba masing-masing kita menanam lima bibit cabe di rumah. Itu akan menyelesaikan harga cabe yang kini sedang melambung,” kata Hasanaian, yang pada bulan Mei mendatang akan menerima penghargaan Mongabay ASEAN. Ia menerima penghargaan itu terkait terobosan-terobosan yang dilakukannya untuk meningkatkan minat pelestarian alam dan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan.

Seperti diketahui, Hasanain semula dikenal karena keberhasilannya menghijaukan kembali wilayah Lembah Sepaga, Keru, Lombok Barat yang semula kering meranggas akibat penggundulan hutan ilegal (Illegal loging).

Keberhasilan yang dilakukannya akhirnya diikuti masyarakat setempat yang semula menolak melakukan penghijauan. Selain prestasinya di bidang lingkungan, Hasanain Juaini, juga satu-satunya tokoh agama di Lombok yang menyuarakan kesetaraan perempuan.

Dengan peringatan Hari Bumi, harap Hasanain, bisa meningkatkan kecintaan manusia pada bumi. “Seperti halnya bumi telah memberikan cinta yang tak habis-habisnya pada manusia,” ujar Hasanain.

Artcoffeelago

Artcoffeelago yang dikelola anak-anak muda dari berbagai profesi itu digagas sebagai tempat bertemunya anak-anak muda (sambil minum kopi) dari berbagai kalangan.  Dari  pertemuan tersebut diharapkan bisa berlanjut dialog dan sharing gagasan.

Launching Artcoffeelago sore itu ramai dihadiri mahasiswa, tokoh-tokoh LSM, maupun seniman dan budayawan.  Acara itu makin meriah dengan tampilnya Biru dan Jingga, kakak beradik yang masing-masing masih duduk di bangku kelas 6 dan 3 SD tapi piawai bermain gitar dan biola.

Selain itu, kelompok anak muda dari beberapa desa di Lombok Utara juga bermain musik akustik dengan alat-alat yang unik. Seorang anak muda tampil dengan kepandaian memainkan genggong, jenis musik tradisi rakyat dari Lombok Utara.

Rr.

 




Ratusan KK di Pulau Bajo Merasa Merdeka, Bisa Nikmati Listrik

Lebih dari 120 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Bajo di utara pulau Sumbawa, merasa bahagia karena kini sudah bisa menikmati aliran listrik.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejak pertengahan April ,  PT PLN sudah berhasil membangun jaringan listrik menuju pulau Bajo yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Desa Kwangko, Syaiful mengatakan, ketersediaan listrik di pulau Bajo memang sangat dibutuhkan, apalagi dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

“Listrik sangat penting untuk meningkatkan perekonomian warga kami di Bajo. Kami sangat bersyukur dan masyarakat sangat bahagia sudah masuk listrik sekarang. Ya kami merasa merdeka, bukan hanya 100 persen, bahkan 1000 persen,” kata Saiful.

Menurut dia, dengan ketersedian listrik, maka para nelayan bisa menyimpan hasil tangkapannya di lemari pendingin, sebelum menjual ke pembeli. Ini akan membuat ikan hasil tangkapan lebih awet dan tidak rusak.

“Sekarang ikan hasil tangkapan yang tidak bisa langsung dijual, bisa disimpan di lemari es. Kemarin, tahu listrik akan dipasang, masyarakat sini langsung membeli lemari es,” ujar Syaiful.

Kebahagiaan dengan masuknya listrik PLN juga disampaikan Nabil (12), siswa kelas 5 SD Negeri 5 Manggalewa yang berlokasi di Pulau Bajo.

“Senang sekali, malam sudah tidak gelap lagi. Bisa belajar malam, nonton TV juga,” kata Nabil.

Dalam rilis yang diterima Lombok Journal, Kamis (20/4) di Mataram, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 120 KK di Pulau Bajo yang rumahnya teraliri listrik PLN.

“Saat ini sudah 120 KK, nanti secara bertahap semua KK di pulau Bajo pasti terlistriki, karena kapasitas yang kami sediakan bisa memenuhi semua keluarga di Bajo yag tercatat sekitar 450 KK,” kata Machnizon Masri.

Ia menjelaskan, melistriki Pulau Bajo merupakan program listrik desa yang mulai dikerjakan PLN sejak Oktober 2016.

PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kilovolt (kV) sepanjang 4,1 kilometer sirkuit (kms) untuk melistriki pulau tersebut, dimana 150 meter sirkuit (ms) diantaranya melintasi perairan Teluk Saleh yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Bajo.

“Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Kami bertekad seluruh masyarakat harus kita listriki,” tegas Machnizon.

Berdasarkan data PLN Wilayah NTB, pada tahun 2016 rasio elektrifikasi di Provinsi NTB mencapai 77,68 persen dari target 75,90 persen. Saat ini rasio elektrifikasi telah mencapai 78,92 persen. PLN menargetkan pada tahun 2020 rasio elektrifikasi dapat mencapai 92,75 persen.

Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTB, dalam beberapa tahun ke depan PLN akan membangun beberapa pembangkit baru, antara lain PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bima 50 MW, PLTU Lombok dan PLTU Lombok 2 masing-masing berkapasitas 2×50 MW

Selain itu, pada tahun 2017, PLN juga akan membangun jaringan kabel bawah laut untuk melistriki Gili Gede, Lombok Barat. Pembangunan kabel laut ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.

“Harapannya pada tahun 2020 rasio elektrifikasi bahkan sudah di atas 95 persen,” kata Machnizon Masri.

GRA




ITDC Serahkan Dana Kerohiman untuk 14 Penerima

ITDC sebagai pengelola KEK Mandalika, kembali menyalurkan dana kerohiman untuk 14 orang penggarap lahan milik negara, Kamis (20/4), di Gedung Sangkareang, kantor Gubernur NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Penyerahan uang kerohiman itu bagian dari tahap penyelesaian masalah lahan di KEK Mandalika yang sudah mencapai penyelesaian yang baik. Hal itu dikatakan Direktur Bidang Pengembangan ITDC, Edwin Darmasetyawan mengatakan, hari Kamis itu.

“Uang kerohiman sebesar Rp4,5 juta per are untuk penggarap lahan negara ini sudah melalui kesepakatan dan arahan dari Kementerian Perekonomian, dan Kemenko Kemaritiman yang ditindaklanjuti melalui SK Gubernur NTB,” jelas Edwin.

Menurutnya, SK Gubernur menunjukan pembayaran untuk 24 warga berhak menerima. Namun saat ini mpenyaluran baru dilakukan untuk 14 penerima itu.

Sementara 10 sisanya, akan disalurkan di tahap selanjutnya karena ada yang harus diselesaikan admistriasinya.

“Yang lain akan kita serahkan dalam tahap selanjutnya, karena masih ada yang dalam perbaikan syarat administrasi, dan ada juga yang sudah meninggal dunia sehingga harus diurus warisnya,” katanya.

Dijelaskan, untuk 24 penerima uang kerohiman itu jumlah keseluruhan dana yang sudah disiapkan mencapai Rp12,4 Miliar.

“Yang sudah dibayarkan hari ini 9, 7 miliar untuk 14 penerima,” katanya.

Dengan pembayaran dana kerohiman itu, diharapkan pembangunan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, bisa berjalan dengan baik dan lancar.

AYA




Siang Hari di Mataram, Lobar, KLU Aktivitas Petir Meningkat

MATARAM.lombokjournal.com — Aktivitas petir tercatat meningkat signifikan selama hujan, Rabu siang (19/4), di sejumlah wilayah di Lombok, NTB.

BMKG NTB mencatat aktivitas petir terjadi di sebagian wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara sejak pukul 14.00 Wita.

“Masyarakat kita imbau waspada,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Mataram, Semwilar, Rabu siang.

BMKG memperkirakan petir masih akan terjadi hingga usai hujan di Lombok Rabu malam.

AYA




Snorkling di Gili Air, Mahasiswa Ditemukan Tewas

Hilmy Andalan Syafriansyah, mahasiswa asal Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan tewas, Selasa siang (18/4) di perairan Gili Air, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

MATARAM.lombokjournal.com — Korban diduga kehabisan oksigen saat melakukan snorkling di kawasan wisata tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal Selasa siang di perairan Gili Air,” kata Humas Basarnas Mataram, I Putu Cakra Negara, Rabu (19/4) di Mataram.

Berdasarkan laporan yang diterima, kronologis kejadian bermula Selasa pagi sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama temannya Anika Kristin dan Frida Vhile (Warga Negara Asing) yang menginap di hotel Osion Vive berangkat menuju perairan Gili Air untuk snorkling.

“Saat snorkling sekitar pukul 12.00 Wita, korban tidak muncul lagi ke permukaan,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan berada di dalam air dengan kondisi telungkup dan sudah tidak bernyawa.

“Korban dinyatakan meninggal dunia berdasar pemeriksaan Puskesmas Pembantu di Gili Air, dan jenazahnya langsung dibawa ke RS Kemala Hikmah di Mataram,” kata Cakra.

AYA




IPM NTB Memang Naik, Tapi Masih Di Bawah Nasional

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB meningkat sebesar 0,95 persen.  Di tahun sebelumnya 65,19 point, menjadi 65,81 point di tahun 2016.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis kenaikan nilai IPM tersebut.  Berdasarkan data tahunan, secara umum IPM NTB terus mengalami kemajuan sejak periode 2010 hingga 2016.

“Ada peningkatan kemajuan IPM sebesar 0,95 persen pada 2016 dibanding tahun 2015,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS NTB, Ni Kadek Adi Mandri SE, dalam keterangan pers, Senin (17/4) di Mataram.

“IPM NTB meningkat dari 6 l,16 pada tahun 2010 menjadi 65,81 pada tahun 2016 dan masih berada pada kelompok IPM kategori sedang,” jelasnya.

Meski nilai IPM NTB masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 70,18 point, namun menurut Kadek, selama periode tersebut lPM NTB menunjukkan kemajuan yang besar dengan rata-rata pertumbuhan tumbuh sebesar 1,23 persen per tahun.

“Laju pertumbuhan IPM di NTB masih lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan IPM Nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, nilai IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran.

Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi menggunakan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

“Jadi, IPM ini merupakan indikator dampak yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang, sehingga untuk memaknainya perlu diperhatikan aspek kecepatan dan status pencapaian,” katanya.

AYA