Pemprov NTB Akan Bayar Rp116 Miliar Lebih Untuk TKD 13, Gaji 13 dan Gaji 14

Pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa tenggara Barat (NTB) segera terima TKD 13 dan Gaji 14 atau THR (Tunjangan Hari Raya)

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera menerima gaji 14 atau THR (tunjangan hari raya), yang akan dibayarkan Pemprov NTB tanggal 19 Juni 2017.

“Tunjangan Hari Raya (THR) akan segera keluar,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, H Supran, Di kantor Gubernur NTB, Jum’at (16/6)

Gaji 14 atau THR PNS dan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) 13 akan dibayarkan serentak tanggal 19 Juni. Pembayaran THR mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76 tahun 2017 tentang pembayaran THR atau Gaji 14 dan Nomor 74 tahun 2017 untuk pembayaran Gaji 13.

Karena untuk pembayaran itu disesuaikan dengan anggaran yang ada, maka yang akan didahulukan adalah pembayaran THR dan TKD. “Karena menjelang idul fitri pasti banyak kebutuhan yang harus dikelurkan oleh pegawai kita,” tutur Supran.

Sedang untuk Gaji 13 akan dibayarkan pada bulan Juli. Saat itu merupakan awal penerimaan siswa baru, jadi pengeluarannya anggaran itu disesuaikan kebutuhan biaya pendidikan untuk anak-Anak PNS.

Total anggaran yang disediakan Pemprov NTB untuk pembayaran THR, TKD 13 dan Gaji 13, serta Gaji 14 atau THR sebesar Rp 116,38 miliar. Dengan rincian untuk pembayaran gaji 13 atau THR Rp 48,63 miliar, TKD 13 sekitar Rp 9 miliar dan gaji 13 Rp 58,07.

“Sejumlah itu akan diterima sekitar 15 ribu lebih ASN di lingkup Pemprov NTB,” kata Supran.

AYA

 




Peringatan Nuzulul Qur’an; TGB dan Guru Besar Al Azhar Uraikan Kemuliaan Al Qur’an

Memperingati “Nuzulul Qur’an”  tiap tanggal 17 Ramadhan  merupakan  pengingat, sudahkah kita  mempelajari dan mengamalkan kandungan  Al Quran

MATARAM.lombokjournal.com —  Mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, menjadi pokok uraian Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi pada peringatan Nuzulul Qur’an di  Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Rabu (14/6).

Di hadapan Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani, yang menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an itu, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan, di dalam al Qur’an terkandung segala sumber apa pun yang diperlukan manusia.

“Mari kita jadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum mempelajari Al-Qur’an lebih baik lagi,” ajak TGB.

Menurutnya, firman Allah dalam Qur’an merupakan sumber yang sangat aplikatif, termasuk dalam hal berbangsa dan bernegara. Umat muslim penting mempelajari Al-Qur’an baik sebagai bangsa dengan keberagaman, baik sisi etnis, budaya, suku, dan agama.

Dalam Al-Qur’an telah diajarkan keberagaman sebagai potensi kekuatan bangsa untuk menjadi lebih kuat. Keberagam di dunia itu tidak boleh menjadi sebab menjauh satu sama lain.

“Keberagaman menjadi lahan yang sangat subur untuk saling mengisi dan belajar hal-hal yang baik satu sama lain,” jelas TGB.

Dalam kesempatan sama, Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani menegaskan hal senada. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dimuat dalam Al-Quran dan dapat menjadi solusi bagi setiap permasalahan umat manusia.

“Barang siapa yang berpegang teguh terhadap Al-Qur’an, maka akan diberikan petunjuk yang lurus,” paparnya dengan Bahasa Arab yang diterjemahkan.

Guru Besar Al Azhar itu mengaku beruntung dapat memperingati turunnya kitab suci umat islam bersama masyarakat pulau seribu masjid, Nusa Tenggara barat.

Peringatan Nuzulul Qur’an sebagai rangkaian dari Pesona Khazanah Ramadhan 1438 Hijriyah, juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik ibu kota, Bimbo dan Tausyiah dari Tuan Guru Fahrurrozi. Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH.,M.Si, Sekda NTB, Dr.H.Rosiady Sayuti bersama Forkopimda Provinsi NTB, serta Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roslikana.

AYA




Masih Ditemukan Pemasangan Instalasi Listrik Tidak Standar

Selama ini masih ada ditemukannya pemasangan instalasi yang kontraktor yang tidak sesuai dengan standar hingga bisa menyebabkan terjadi bahaya

Direktur Utama PT Jasa Kelistrikan Indonesia (JKI),Tumpal Gultom (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Keselamatan ketenagakerjaan listrik terlaksana baik apabila di laksanakan sesuai SOP, pemasangan instalasi listrik harus memenuhi standar termasuk bahan-bahan yang digunakan. Direktur Utama PT Jasa Kelistrikan Indonesia (JKI),Tumpal Gultom mengatakan itu di Mataram, di sela acara  uji kompetensi terhadap tenaga Tim Inspeksi dan Tim Pemeriksaan di Mataram, Rabu (14/6).

“Kita melakukan Sosialisasi tentang keamanan dan keselamatan pemanfatan tenaga listrik,” kata Gultom

PT JKI sebagai Lembaga Inspeksi Tehnik Tenaga Rendah (LIT-TR), melakukan pemeriksaan dan pengujian kesesuaian instalasi pemanfaatan tegangan rendah sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik serta Standar Nasional Indonesia (SNI). JKI juga melakukan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Sosialisasi itu terkait hak dan kewajiban konsumen sesuai dengan Undang-Undang Ketenagalistrikan No. 30 Tahun 2009 dan peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 05 Tahun 2014,

“Jika setelah diperiksa dan diuji itu kalau sudah terpasang secara baik memenuhi standar, baru dikeluarkan sertifikat SLO,” ujar Tumpal di tengah kegiatan  uji kompetensi terhadap tenaga yang disiapkan sebagai tim inspeksi dan tim pemeriksaan yang digelar disalah satu hotel di Kota Mataram,pada Rabu pagi

Tumpal Gultom menuturkan, untuk mendukung kinerja diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompeten.

Direktur PT JKI NTB,Sapri mengatakan untuk uji kompetensi diikuti oleh sekitar 31 orang peserta yang dipersiapkan khusus untuk enam rayon diwilayah pulau Lombok.

“Kehadiran JKI di NTB untuk menangani kecepatan pelayanan terhadap masyarakat,”ucapnya.

Tim inspeksi dan tim periksaan terus dilakukan penambahan dengan kualitas yang mumpuni. Tenaga tersebut harus melalui uji kompetensi dan akan dipersiapkan untuk wilayah pulau Sumbawa yaitu di Sumbawa dan Bima.

AYA

 




Pejabat Pemprov Serahkan Zakat ke Baznas NTB

Zakat hakekatnya bukan hanya berkaitan dengan orang miskin  atau pemberdayaan, tapi yang pertama adalah pembersihan.

MATARAM.lombokjournal.com — Pemberdayaan adalah menyangkut orang yang menerima, sedangkan  pembersihan,  menyangkut diri  sendiri sebagai pemberi zakat. Makna Zakat itu ditegaskan Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi, Selasa (13/6) pada acara Penyerahan zakat, infaq, sadaqah oleh jajaran Pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyerahan zakat diawali  oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Sekda  dan diikuti pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi NTB kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Masyarakat diajak merenungkan, zakat tidak hanya bagaimana memberdayakan, membantu orang, dan mengentaskan kemiskinan.

“Paling utama adalah kita menyadari dan mengingat, zakat adalah pembersihan. Mari momentum Ramadhan ini Kita jadikan  sebagai penanda dan pengingat untuk membayar zakat. Jangan kurang dari 2,5 persen tetapi  boleh lebih, jangan terlalu pas-pasan untuk mengeluarkan zakat,” katanya.

Sebab, pada akhirnya tak ada perantara yang bisa dimintai pertolongan, semua akan dipertanggungjawabkan segala sesuatunya sendiri.

Kepada Pengurus Baznas, Gubernur TGB berpesan  agar program-program yang dibuat oleh Baznas Provinsi NTB betul-betul dikoordinasikan dengan instansi yang terkait, utamanya  dari sisi siapa yang akan menerima bantuan/zakat.

Ke depan diharapkannya agar fasiltitas-fasilitas sosial  disediakan tempat persinggahan untuk para keluarga yang sedang berobat di Mataram, khususnya masyarakat yang berasal dari luar mataram.

Misalnya dialokasikan beberapa kamar dan disiapkan untuk keluarga yang menemani, tegasnya. Demikian juga untuk beasiswa, TGB meminta agar diperhatikan dari sisi siapa yang pas untuk diberikan bantuan Pendidikan.

“Benar-benar dilihat dari latar ekonomi dan prestasinya,”  ujar TGB.

Plt. Baznas Provinsi NTB, TGH Munajib Kholid melaporkan, tahun 2017 ini Baznas NTB menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp10 Miliar dan hingga 17 Mei 2017 sudah masuk sebesar Rp4,7 Miliar.

Hal ini mengalami perubahan yang signifikan setelah pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTB sehingga zakat para guru-guru SMA disalurkan melalui Baznas NTB.

Jumlah bantuan yang telah didistribusikan Baznas sampai bulan Juni 2017 sebesar Rp3,5 Miliar. Diantaranya disalurkan untuk Program NTB Cerdas sebesar Rp 2,5 Miliar, NTB Makmur Rp 3,3 M, Baznas Peduli sebesar Rp2,5 M, NTB Sehat sebesar Rp450 Juta, Guru Tetap Honorer non Sertifikasi sudah ditargetkan sebanyak 1.600 orang (madrasah 800 dan Diknas 800 orang), Guru Ngaji 300 orang ditargetkan  Rp 300 Juta, Mahasiswa yang sedang penelitian S1, S2, S3 sekitar 300 orang, Siswa berprestasi 1000 orang.

“Mudahan-mudahan ini sebagai salah satu amal kita kepada Allah SWT agar NTB yang sudah terkenal destinasi syariahnya betul-betul bisa kita kembangkan dan pertahankan,” katanya.

AYA




Kepala Desa Diingatkan Kelola Dana Untuk Pembangunan Desa

Dana yang disalurkan Pemerintah Pusat harus dikeola sesuai kepentingan dan kebutuhan pemberdayaan masyarakat desa

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si mengingatkan  para Kepala Desa untuk mengelola dan memanfaatkan dana desa untuk pembangunan desa. “Desa merupakan kekuatan utama bangsa ini,” kata wagub saat Safari Ramadhan di Masjid Desa Gegerung Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (13/06/) malam.

Dana yang disalurkan ke desa-desa cukup besar, bahkan mencapai satu miliar lebih.  Dana besar itu harus dimanfaatkan sebaik-baikny untuk pembangunan desa.

Ditegaskan wagub, dana desa harus benar-benar untuk kepentingan pemberdayaan desa serta membangun kapasitas masyarakat, khususnya pemuda. Hal ini penting diingatkan, sebab sumber daya manusia perlu ditingkatkan untuk mengelola sumber daya alam yang dimiliki.

“Kalau pemuda kita tidak memiliki sumber daya, maka potensi sumber daya alam kita yang melimpah sulit dikelola,” ungkap Wagub yang hadir bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Dengan dana yang memadai, potensi pertanian, kehutanan, peternakan maupun pariwisata harus mendorong seluruh unsur masyarakat untuk menjaga sekaligus mempromosikan seluruh potensi yang ada di NTB.

“Potensi tersebut sepenuhnya dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga angka kemiskinan dan kesenjangan ada dapat diturunkan,” katanya..

Pada saat yang sama, Wagub menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan Pemerintah Lombok Barat sebesar Rp1.371. 500.000 untuk Program Bumi Sejuta Sapi, yang diterima Sekretaris Daerah Lombok barat.

Saat itu juga diserahkan bantuan 2 ton beras dan uang Rp20 juta rupiah. Untuk Paket Usaha Perikanan Budidaya, Wagub menyumbang dana senilai Rp5.980.000.000 serta bantuan pembuatan kolam ikan tawar sebesar Rp190.000.000.

Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil pertanian, Wagub menyerahkan 44 unit traktor roda dua, 14 unit pompa air, 2unit rice transplanter, 68 unit hand sprayer, 4 unit car planter, 2 unit mesin, perontok padi, 500 unit cangkul, 7 unit corn sheller dan 8 unit combine harvester serta bantuan mesin/peralatan industri sebanyak 17 paket senilai 208 juta rupiah.

Bantuan tersebut masing-masing diterima sejumlah kolompok tani di Lombok Barat. Untuk bantuan masijd, Wagub menyerahkan uang sebesar Rp15 juta rupiah

AYA

 

 

 




Cuaca Tidak Stabil, Curah Hujan Di Atas Normal Dan Drainase Buruk Sebabkan Banjir

Cuaca tidak stabil,  dan curah hujan di atas normal menyebabkan banjir di beberapa daerah Nusa Tenggara Barat (TB)

Kepala Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) NTB, Muhammad Rum (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Banjir yang melanda Beberapa Derah  di Nusa Tenggara Barat terus menjadi perhatian Pemerimtah Setempat. Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, situasi cuaca yang tidak stabil menyebabkan banjir di Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Tengah, kemarin, (Senin 13/6).

“Kalau kita lihat curah hujan di atas normal itu ada 159 ml per hari, sehingga terjadi banjir kemarin,” ujarnya

Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah saat ini adalah kesiapan dari sarana dan prasarana untuk mengatasai banjir, terutama drainase. Kondisi drainase banyak yang sempit  yang tidak bisa memadai, akurat off berlebihan akibat hujan di atas normal.

“Sungai-sungai kita mengalami pendangkalan, penyempitan, bahkan ada beberapa talut sudah mulai jebol. Ini yang jadi pikiuran,” kata Rum.

BMKG sudah memprediksi akan hujan lebat, pihak BPBD mengantisipasinya dengan meneyediakan TRC (Tim Reaksi Cepat), dan mengkoordinasikan masing-masing BPBD kabupaten/kota agar mengntisipasi secepatnya.

“Karena sudah ada Tim TRC nya, kami sudah menyiapkan segalanya,”jawabnya.

Untuk wilayah Kekalik di Mataram, banjir terjadi lantaran drainase tidak mampu menampung debit air yang datang dari luapan Sungai Ancar dan Sungai Jangkuk.  Di wilayah itu drainasenya tidak bagus.

“Karena daerah perkotaan jadi cepat surut,” katanya.

AYA




BKKBN NTB Targetkan 7. 166 Kampung KB Di Seluruh Kecamatan

Tahun 2017, BKKBN NTB melakukan penguatan kampung KB menjadi satu Kampung KB per kecamatan.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak 104 pilot project kampung KB tahun lalu dinyatakan berhasil  oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB.  “Target kita tahun ini sebanyak 7.166 kampung KB di seluruh kecamatan di NTB,”ujar Samsul Anam, Kabid Adpin BKKBN NTB.

Target tahun lalu, pilot project satu Kampung KB baru di tingkat kabupaten/kota. Namun tahun ini ditingkatkan menjadi satu kampung KB per satu kecamatan. Bahkan ke depannya, program Kampung KB akan menjadi satu kampung KB per desa.

Kampung KB ini sendiri tak hanya ditangani BKKBN NTB. Penanganannya juga melibatkan instansi lainnya. Sebab penetapan kampung KB sendiri berdasarkan kriteria capaian semua program yang rendah. Misalnya, seperti akses jalan yang rusak menuju puskesmas akan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masing-masing daerah.

“Kita akan libatkan PUPR di masing-masing daerah nantinya, karena bukan Hanya Tugas dari BKKBN saja. Perlu kita keroyok atau dientaskan bersama. Jika dilakukan bersama kan lebih ringan,” ungkapnya.

Kegiatan kampung BKKBN tak akan berakhir sampai menjadi pilot project saja. Setelah sukses akan berpindah pada kampung lainnya. Kegiatan kampung KB ini tidak akan berakhir. Mana yang capaian programnya rendah dikeroyok bersama, agar semunya bisa tercapai.

Untuk tahun ini, ada 54 kecamatan di tiga kabupaten menjadi pilot project kampung KB. Di Lombok Barat sebanyak 10 kampung KB, Lombok Timur 20 Kampung KB, dan Sumbawa sebanyak 24 kampung KB.

Walaupun berjalan sekitar 6 bulan kerja, kegiatan kampung KB dinilai berhasil dengan ditetapkannya Sumbawa sebagai kampung KB tingkat nasional oleh kepala BKKBN RI. Artinya NTB menjadi salah satu percontohan Kampung KB di Indonesia.

“Banyak kota yang lebih bagus tapi itu dengan jangka waktu kerja lebih lama. Beda dengan kita yang waktunya sediki namun bisa menjadi contoh untuk daerah lain,” tandas Syamsul Anam.

AYA




Kekeringan Wilayah NTB Jadi Perhatian BPBD

Masalah Kekeringan yang tiap tahun masih terjadi di beberapa kawasan di Nusa Tenggara Barat menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang jadi perhatian BPBD.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) NTB, Muhammad Rum (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) NTB, Muhammad Rum mengatakan,  kekeringan di beberapa derah di Lombok Seperti di kawasan Jerowaru Lombok Timur (Lotim), Kayangan, Lombok Utara, tiap tahun terjadi.

“BPBD mengatasi kekeringan itu dengan droping Air bersih,” katanya, Senin (12/6).

Selain droping air bersih, pihak BPBD mengusulkan penanganana permanen, misalnya dibuatkan sumur bor. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, kegiatan itu masih dipending.

“Ya mudahan tahun 2018 bisa dieksekusi perencanaanya,” ungkapnya.

Di pihak lain Rum mengakui, di Jerowaru pembuatan Sumur Bor dirasa masih sulit. Lokasinya dianggap susah melakukan pengeboran, selain itu memang tidak ada titik pengenoran.

“Sumut bor di Jerowaru Susah,” katanya.

Pihak BPBD pernah survei di tiga lokasi sumber mata air yang bisa ditarik melalui pipanisasi. Untuk mengatasai kekeringan, BPBD NTB mengusulkan segera dianggarkan.

“Agar tidak perlu lagi melakukan droping air bersih tiap tahunnya,” ucap Rum

Sedangkan Untuk di Kawasan Sumbawa, Dompu   Bima hingga saat ini BPBD belum menerima laporan kekeringan tersebut. Dengan demikian, kekeringan belum terlalu serius.

Namun pertengahan 2017  hingga saat ini (Juni, red),  kekeringan hanya tidak menyeluruh. Meski demikian pihaknya segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kotase NTB.

Rencananya, setelah lebaran, akan dilakukan koordinasi dengan BPBD se Kabupaten/Kota terkait siaga darurat bencana kekeringan. “Untuk memetakan mana yang akan menjadi wilayah yang bisa dicover kabupaten/kota, sehingga provinsi bisa masuk,” kata Rum.

AYA

 




Perbedaan Harus Dimaknai Sebagai Kekuatan Membangun Daerah

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH,M. Si mengajak seluruh warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memaknai perbedaan sebagai kekuatan membangun daerah untuk kemajuan yang lebih besar.

Wagub H Muhammad Amin menyerahkan sejumlah bantuan di tiap kabupaten dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov NTB(foto: Dok Humas NTB)

SUMBAWA BARAT,lombokjournal.com —  “Perbedaan kita jadikan sebagai suatu rahmat, jangan sampai  menjadi penyebab terjadinya konflik di antara kita,” kata Wagub Amin, saat Safari Ramadahan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Baburrahman, Desa Senteluk Tengah, Kecamatan Senteluk, KSB, Kamis (8/6).

Wagub dan rombongan disambut Bupati KSB Dr. Ir. W. Musyafirin, MM bersama Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST, anggota Forkopimda KSB, dan seluruh camat se-KSB, serta para tokoh masyarakat dan ulama. Kegiatan safari diawali berbuka bersama warga dengan santapan kuliner khas KSB yang lezat nan sederhana.

“Ini merupakan momen kesyukuran saya dan rombongan bisa bersilaturrahmi ke KSB setelah sebelumnya melaksanaka kunjungan serupa di Kota Bima, kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu,”ungkap Wagub Amin hadir beserta istri, HJ. Syamsiah M. Amin.

Dalam kunjungannya di KSB, Wagub Amin menyerahkan sejumlah bantuan untuk menstimulan usaha masyarakat. Di antaranya  bantuan kepada Pemerintah KSB untuk mendukung program Bumi Sejuta Sapi, sebesar Rp475 Juta.  Bantuan peralatan industri berupa 2 buah Spiner Abon dan 1 buah Vacuum Power Pack.

Selain itu, diserahkan  peralatan pertanian berupa 16 unit Hand Tractor, 15 unit pompa air, 3 unit Rice Transplanter dan 20 unit Hand Sprayer yang akan dibagikan kepada kelompok tani.

Pemerintah Provinsi NTB juga  menyalurkan  bantuan 100.000 batang bibit tanaman hutan senilai kepada 4 kelompok tani hutan di KSB untuk mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Selain itu, pengusaha budidaya madu diberikan bantuan 100 buah peralatan madu trigona kepada KTH Lestari Otak Keris, Desa Maluk Dan penyerahan izinusaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan Iak Buak Desa Tepas kepada Bapak Irmansyah.

Khusus untuk Masjid Baburrahman, Desa Senteluk Tengah, diberikan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta dan 100 lembar sarung untuk kaum duafa.

Bupati KSB, H Musyafirin mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah provinsi kepada masyarakat KSB. Namun, Musyafirin mengingatkan bahwa masyarakat penerima bantuan harus mengikuti ketentuan yang telah diregulasi oleh pemerintah KSB dengan melaporkan setiap bantuan yang diterima agar pemanfaatan bantuan dapat diaudit lebih optimal.

“Semua jenis bantuan yang masuk ke KSB, harus tunduk aturan. Kami ingin mendidik masyarakat untuk mengelola bantuan agar lebih bertanggung jawab,” ungkapnya.

AYA




Ceramah Tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta, TGB Ingatkan Wasiat Al Qur’an

Taqwa merupakan pembicaraan inti dalam Islam, taqwa  merupakan wasiat Allah  yang berulang-ulang disebut dalam Al Qur’an

TGH M Zainul Majdi

JAKARTA.lombokjournal.com –  Di hadapan jamaah shalat tarawih di mesjid Istiqlal Jakarta, Kamis (8/6) malam, Gubernur TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB (Tuan Guru Bajang) menekan pentingnya taqwa.

“Pembicaraan tentang taqwa adalah pembicaraan yang paling inti dalam Islam. Karena taqwa merupakan wasiat dari Allah yang berulang-ulang disebut dalam Al-Quran, dengan beragam konteks,” kata TGB di depan ribuan jamaah shalat tarawih yang memadati masjid terbesar di Indonesia itu.

Berkali-kali soal taqwa ini juga diingatkan Nabi Muhammad SAW  menjadi pedoman hidup kaum muslim.  Bahkan  ditegaskan TGB, buku-buku para ulama dan khotbah-khotbah dari guru-guru kita, penuh tentang bahasan-bahasan tentang taqwa kepada Allah SWT.

“Kita harus bisa memanfaatkan ketaqwaan agar bisa menjadi bekal untuk bahagia dunia dan akhirat. Karena sebaik-baik bekal adalah taqwa kepada Allah,” katanya.

TGB menggunakan ibarat pohon dan tumbuh-tumbuhan. Dikatakannya,  untuk  menghasilkan buah yang manis dan lezat, diperlukan dari tanah yang subur.

“Buah yang manis dan lezat itu adalah taqwa. Sedangkan tanah yang subur adalah hati seorang manusia yang dipenuhi keimanan,” katanya.

Berdasarkan ibarat yang sederhana ini, TGB mengingatkan unsur yang paling penting yang jadi perhatiann untuk mendapatkan buah taqwa adalah tanahnya (hati). Menurutnya, hati manusia telah dipenuhi iman oleh Allah, tinggal manusia harus merawatnya.

Memupuk iman dengan cara senantiasa bersyukur dan bersabar, apapun cobaan yang kita hadapi.

“Jangan terlalu senang atas nikmat, dan jangan pula terlalu susah atas sesuatu yang menimpa kita,” katanya.

Selain menegaskan pentingnya taqwa, TGB juga mengingatkjan agar umat Islam jangan berlebihan memuji diri sendiri. “Sebaliknya, juga berlebihan memuji orang lain,” ujar TGB.

Sebab Allah mengingatkan dalam Al Qur’an, janganlah kalian memuji-muji diri kalian, apalagi mengaku orang yang lebih baik dan bertaqwa dari orang lain.

“Dan juga jangan berlebihan memuji orang lain,” kata TGB.

Dalam ceramah itu TGB menyampaikan ungkapan, jika kita terlalu berlebihan memuji

orang lain, sesungguhnya kita telah memotong lehernya.  Allah mengajarkan kita untuk mengapresiasi semua mahluk, dengan meletakkan segala sesuatu pada proporsinya.

“Apa yang kita ketahui dan merupakan bagian dari diri kita, kita persaksikan. Sedangkan sesuatu yang bukan merupakan bagian dari diri kita dan tidak kita ketahui hakekatnya, jangan coba-coba untuk masuk di dalamnya,” katanya.

Menurut TGB, moderasi, proporsionalitas dan menghindari yang berlebih-lebihan dalah bentuk ketaqwaan.

Nabi Muhammad tidak hanya mengajarkan manusia  untuk tidak berlebih-lebihan dalam hal beribadah. Tapi juga dalam menghadapi kehidupan yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat.

“Dinamika sosial budaya merupakan bagian dari masyarakat yang luas dan majemuk,” kataTGB.

AYA

 

TGB memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta.(Foto/Humas Pemprov)