Rencana Kereta Gantung Ke Rinjani Hanya Untuk Ramaikan Medsos

Rencana pembangunan fasilitas kereta gantung menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah hanya meramaikan media sosial (medsos)

Mustafa Imam Lubis

MATARAM.lombokjournal.com – memang menarik rencana pembangunan fasilitas kereta gantung menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).  Kabarnya  Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bekerja sama dengan investor Tiongkok untuk mewujudkan mimpi itu.

Tapi sebenarnya, rencana itu hanya untuk meramaikan cerita atau perbincangan hangat masyarakat NTB di jejaring Media Sosial (medsos). Buktinya, sampai sekarang tidak ada langkah apa pun yang ditempuh Pemkab Lombok Tengah terkait rencana itu.

Saat dikonfirmasi, Kasubag TU TNGR, Mustafa Imam Lubis, belum menerima surat permohonan apa pun terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

“Kan hebohnya di medsos ya,” katanya saat ditemui di Dinas Pariwisata NTB, Senin (24/7).

Kalau memang serius, tentu ada pendekatan atau pembicaraan yang mengarah ke rencana itu. Tapi sampai saat ini pihak TNGR belum menerima permohonan atau surat apa pun terkait rencana itu.

Namun seandainya ada permohonan, belum tentu disetujui pihak TNGR. “Tidak langsung disetujui,” kata Imam Lubis. Masih perlu dilakukan beberapa kajian.

“Itu harus berproses dan kajiannya itu sampai ke Jakarta tidak di kita lagi. Nanti apakah akan di setujui atau tidak tergantung hasil kajian disana,” jelasnya.

Memang, memberi ijin kereta gantung tidak semudah memberi ijin angkot jurusan Ampenan-Bertais.

Tentang ijin kereta gantung itu, Imam Lubis mengatakan, selain harus dikaji dari berbagai aspek dampak baik dan buruknya, juga prosesnya membutuhkan waktu panjang.

Dikaji dulu mulai dari lingkungannya, ekosistemnya dan sosial masyarakatnya. Kajiannya banyak menyeluruh. Imam malah memberi saran, sebaiknya rencana tersebut dikaji ulang.

“Jika rencana tersebut terealisas,i dikhawatirkan berdampak buruk pada ekosistem dan lingkungan sekitar TNGR,” pungkas Imam.

AYA




Perusahaan Cat JOTUN, Beri Latihan Mengecat Sekaligus Ngecat Bangunan Sekolah

Memperingati Hari Anak Indonesia 2017, program Corporate Social Responsibility (CSR), melatih cara mengecat yang baik sekaligus ngecat sekolah

LOBAR.lombokjournal.com — Kali ini, PT Jotun Indonesia hadir di Yayasan Peduli Anak di Desa Langko Lombok Barat NTB, mengecat empat bangunan. Terdiri dua bangunan sekolah dasar, satu asrama anak perempuan dan juga satu asrama anak laki-laki. Selain itu, juga melakukan proses pengecatan di seluruh pagar yayasan.

Marketing Manager PT Jotun Indonesia, Leonard Bimbuain mengatakan, kegiatan ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap anak anak dalam Hari Anak Nasional. Merupakan tanggungjawab bersama memberikan kuakitas hidup yang baik bagi mereka, agar kelak dapat membawa perubahan bagi negara

“PT Jotun Indonesia ingin terus menunjukkan kontribusinya melalui program CSR bertajuk “Jotun Warnai Dunia” yang telah dimulai sejak tahun 2011 lalu,” ucapnya, Minggu (23/7) pagi

“Jotun Warnai Dunia” 2017 merupakan program CSR yang tahun ini difokuskan pada anak-anak. “Betapa senang kita bisa berbuat saat peringatan hari anak,”ungkap Leonard.

Dalam eksekusinya, proses pengecatan dilaksanakan dalam tiga tahap, mulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar lalu pengecatan lapisan luar. Kegiatan tersebut dilakukan simultan bersama komunitas masyarakat sekitar dan para penghuni yayasan.

Sebelumnya, PT Jotun Indonesia juga memberi pelatihan softskill cara mengecat dengan baik melalui program Jotun Paint School ke pihak Yayasan yang telah dilakukan pada 15-16 Juni 2017.  Kegiatan ini terdiri dari workshop, kemudian praktek pengecatan dimulai dari pengampelasan, pengecatan lapisan dasar dan pengecatan lapisan luar.

“Dengan program ini kami harapkan bisa menjadi bekal di kemudian hari bagi anak-anak di Yayasan Peduli Anak,” kata Leonard.

Pendiri  Yayasan Peduli Anak, Chaem Petter, mengapresiasi dipilihnya yayasan yang didirikannya  sejak 2005 itu menjadi sasaran program CSR PT Jotun Indonesia.

Warga Belanda ini berharap, lebih banyak lagi  perusahaan mempunyai program seperti dilakukan Jotun dengan berkontribusi lewat program CSR membantu anak anak di seluruh indonesia.

AYA

 




Karang Taruna Loteng Diminta Jadi Penggerak Masyarakat

Peran Karang Taruna di Lombok Tengah (Loteng) jangan cuma melibatkan diri kegiatan seremonial, tapi harus jadi peggerak masyarakat, menjadi pelaku dan memberi contoh

Kepala Dinas Sosial Baiq Sri Hastuti Handayani, SH (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com — Kepala Dinas Sosial Baiq Sri Hastuti Handayani, SH, mengatakan itu karena kehidupan Karang Taruna di Loteng dinilainya dinamis, meki di seluruh Indonesia Karang Taruna terkesan Hidup segan mati tak mau.

Salah satu contoh, Karang Taruna  “Urip Rahayu” Desa Montonggamang, Kecamatan Kopang, yang berhasil meraih juara satu tingkat Provinsi. Karang Taruna ‘Urip Rahayu” berkontribusi bagi kemajuan masyarakat wilayahnya.

“Mestinya bukan Karang Taruna Urip Rahayu saja jadi penggerak masyarakatnya, tapi seluruh karang Taruna se Kabupaten Loteng bisa berkontribusi lebih untuk masyarakatnya,” kata Sri hastuti, Senin (24/7), sambil berharap “Urip Rahayu” bisa lebih maju dan bisa jadi juara ditingkat nasional.

Sri mengaku bangga semua karang taruna, namun diingatkannya Karang taruna jangan sekedar jadi panitia acara seremonial, seperti acara PHBI, PHBN, atau Peringatan Maulid. Tapi diharapkan berperan aktif sebagai penggerak masyarakat.

Bergeraknya Karang taruna di Loteng tak lepas dari dukungan Kepala Desa yang saat ini menganggarkan untuk kegiatan organisasi pemuda di tingkat desa itu.

“Kalau mampu mengelola keuangan, pasti bisa berkembang,” katanya.

Saat ini Karang Taruna sudah mulai banyak melakukan kegiatan ekonomi, seperti budi daya jamur dan kegiatan ekonomi produktif lainnya. “Kreatifitas melalui kegiatan ekonomi ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” kata Sri

Gilang.

 




Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 di Praya, Kewajiban Menegakkan Hukum

Kejaksaan diminta mengarahkan pikiran untuk menegakkan hukum, salah satu kewajiban Adhyaksa saat ini dan masa akan datang.

Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Ferri Mufahir (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com  — Penegasan itu merupakan amanat jaksa Agung Republik Indonesia pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-57 yang dibacakan Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Ferri  Mufahir, di Kantor Kejaksaan Negeri Praya, Sabtu  (22/7)

Hari Bhakti Kejaksaan itu diperingati  Kejaksaan Negeri Lombok Tengah dengan mengangkat tema “Satu Tujuan, Satu Sikap, Satu Hati Untuk Negeri”.  Sebab amanat bagi Kejaksaan harus senantiasa menyatukan arah pikiran, sikap dan tindakan untuk berbuat terbaik melaksanakan tugas pengabdian bagi seluruh masyarakat, bangsa dan negara.

Selain itu, segenap insan Adhyaksa diingatkan betapa pentingnya keterpaduan antara pikiran, sikap dan tindakan saat mengemban amanah melaksanakan tugas kewenangan, tanggung jawab dan kewajiban saat berada ditengah masyarakat.

” Harapan kami semoga kedepannya kami semoga Kejaksaan makin dicintai dan dihargai masyarakat.  Bisa lebih maksimal dan optimal dalam menegakkan hukum, dan lebih banyak berkontribusi kepada negara khususnya Lombok Tengah,” ujar Ferri menjawab wartawan usai apel penghormatan di Makam Pahlawan Lombok Tengah.

Acara peringatan itu dimulai Apel bendera, diselenggarakan di halaman depan Kantor Kejaksaan Negeri Praya. Kemudian dilanjutkan ziarah ke Makam pahlawan, sebagai wujud mengenang jasa-jasa mereka.

“Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap pengabdian,” kata Ferri yang kemudian meanjutkan dengan acara ramah-tamah di Aula Kejaksaan Negeri Praya.

Gilang

 




Rusni Akan Ubah NTB Jadi ‘Nasib Tiada Banding’

Pengusaha properti, H Rusni siap menyingsingkan lengan baju meramaikan busa Pilgub 2018.

MATARAM.lombokjournal.com —  H Rusni, pengusaha muda yang sukses mengelola 12 perusahaan properti, mengaku sudah mengukur tingkat elektabilitasnya yang tinggi di NTB. Itu menjadi modalnya untuk meramaikan bursa Pilgub 2018.

“Saya sudah mengukur elektabilitas saya. Sudah puluhan tahun berdakwah, bergerak di masyarakat di bidang sosial ekonomi. Saya tak ingin menyombongkan diri, tapi saya berkomunikasi dengan ahli survey level nasional, elektabilitas saya di masyarakat tertinggi dibanding figur-figur yang selama ini tampil,” kata Rusni di Mataram, Kamis (20/7).

Sukses sebagai pelaku bisnis, kini ia menyingsingkan baju memasuki dunia politik. Meski ia tidak secara tegas menyatakan akan maju menjadi Cagub atau Cawagub, namun komunikasi dengan partai-partai Poros Tengah (PKB, Hanura, PPP dan PAN) sudsh dijalinnya.

“Nomor satu atau dua tidak masalah, terserah keputusan partai,” kata Rusni yakin.

Baginya, memasuki dunia politik merupakan jalan guna melakukan perubahan masyarakat ke arah kesejahteraan.  Sebagai putra daerah NTB, ia prihatin karena IPM (Indeks Pembangunan Manusia) NTB hingga saat ini belum beranjak dari papan bawah.

Ia meyakini, IPM NTB yang masih belum beranjak naik di bawah 30 menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat masih memprihatinkan. “IPM di NTB mestinya di bawah angka 20. Itu bisa dilakukan kalau kita bekerja keras untuk masyarakat,” katanya.

Rusni membantah SDM masyarakat NTB rendah, sebab faktanya NTB mempunyai banyak profesor dan pengusaha handal.  Persoalannya, selama ini masyarakat belum benar-benar diajak bersama-sama membangun daerahnya.

“Dalam bidang ekonomi, ekonomi keumatan harus benar-benar digerakkan, bukan hanya diucapkan. Sebab hanya dengan cara itu kesejahteraan bisa merata,” katanya.

Karena itu Rusni meyakini, jalan cepat merubah masyarakat kalau ia memegang kebijakan politik di pemerintahan.  Berapa pun kekayaan dimiliki seseorang, bila tidak mengendalikan kebijakan yang mengatur jalannyapemerintahan, sangat sedikit perubahan yang bisa dilakukan.

“Politik bisa jadi jalan makmurkan masyarakat. Kalau selama ini orang mengatakan NTB  sebagai ‘Nasib Tidak Beruntung’. Saya akan merubah NTB menjadi ‘Nasibnya Tiada Banding’.  Itu bisa terwujud bila pemimpinnya bisa mewujudkan kebersamaan masyarakat,” tegas Rusni.

Keberhasilan membangun NTB, menurut Rusni, harus dimulai dengan menaikkan IPM masyarakat NTB. Itu indikator kesejahteraan masyarakat.

AYA

 




Masyarakat Pemukim di Areal Hutan, Jangan Sampai Miskin

Hutan harus dirawat dan dilestarikan, dan dimanfaatan secara maksimal untuk mensejahterakan masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur MTB H. Muh. Amin, SH, M. Si mengatakan itu saat menandatangani MOU antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan Pemerintah Provinsi NTB.

MOU tersebut tentang Percepatan Pengembangan Ekonomi Berbasis Masyarakat di Wilayah KPH Prov. NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/7).

“Jangan sampai masyarakat yang tinggal di areal hutan, hidup di bawah garis kemiskinan,” ujar wagub.

Diingatkannya, mengelola dan memanfaatkan hutan harus hati hati dan tidak boleh dilakukan ekspolitasi berlebihan. Itu mengakibatkan kerusakan hutan, kemudian mendatangkan bencana.

Dalam mengelola komoditas unggulan, memang pemerintah terus memacu agar terjadi peningkatan produksi dan kualitasnya. Tetapi sebagai batasan, pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan kelestariannya.

Pada kesempatan sama, Dirjen. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ida Bagus Putra Partama mengatakan Indonesia adalah negara yang memiliki luas hutan terbesar di dunia yang perlu disyukuri.

Fakta yang dihadapi sekarang, belum terwujudnya pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

“Pemanfaatab hutan belum mensejahterakan dan belum multi fungsi,” ujarnya.

ia mengungkapkan, pemerintah melalui berbagai kebijakan dan inovasi, berusaha memperbaiki pengelolaan hutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. “Salah satunya adalah dengan membentuk KPH-KPH,” tuturnya. Saat ini telah terbentuk sekitar 630 KPH  di seluruh Indonesia.

Kebijakan lain khusus untuk pengelolaan hutan produksi, adalah membentuk kluster-kluster industri. Tujuannya me-migrasi-kan industri hilir,  agar KPH bisa beroperasi secara mandiri dan dapat mengelola potensi-potensi yang ada di areal hutan produksi.

Adanya MoU ini, akan menjadi payung hukum mengakselerasi terwujudnya KPH di NTB sehingga menjadi kontributor bagi pembangunan daerah. NTB merupakan provinsi terdepan dalam pengelolaan KPH dan penerapan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian LHK RI.

Saat itu, Kementerian LHK RI juga menyerahkan sarana dan prasarana berupa 2 unit kendaraan roda 4 dan 2 unit kendaraan roda 2 kepada KPH Ropang dan KPH Rinjani.

AYA

 

 

 

 




Ada Yang Belum Tahu, Kalau e-KTP Berlaku Seumur Hidup

Ternyata masih banyaknya warga yang masih belum paham tetang masa berlaku e-KTP atau Kartu Tanda Penduduk elektronik.

Lale Anis Fajriani

LOTENG.lombokjournal.com —  Tidak jarang ada warga yang masih bertanya,  sampai kapan berlaku KTP elektronnik miliknya. Karena itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Catatan Sipil Dinas Dukcapil Lombok Tengah,  Lale Anis Fajriani, perlu menyampaikan UU yang mengaturnya.

“Jadi  namanya e-KTP itu berlaku seumur hidup,” jelasnya, Kamis (20/7),  sambil menyinggung surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang KTP Elektronik ( KTP-el) berlaku seumur Hidup.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam pasal 101 huruf c Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013, diamanatkan bahwa e-KTP yang sudah diterbitkan sebelum UU itu juga ditetapkan berlaku seumur hidup.

“e-KTP- yang diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup, dan tidak perlu diperpanjang,” tegasnya.

Selain itu,  Lale Anis Fajriani  menghimbau, agar masyarakat Lombok Tengah sebaiknya mengurus sendiri segala keperluan yang terkait dengan Dinas Kependudukan.

“Kalau ragu-ragu datang ke Kantor Dukcapil, ajak aparat desa untuk menemani, tapi yang bersangkutan harus ikut datang aga tahu sendiri urusannya. “ kata Lale Anis

Gilang

 




Job Fair NTB, Hampir Tiga Ribu Pelamar Dapat Tawaran Kerja

38 perusahaan dengan jenis perusahaan di bidang jasa, Perhotelan, Keuangan, Media, Transportasi dan Perdagangan, yang menyediakan sekitar 30 jenis lowongan kerja, menawarkan pekerjaan untuk 2.952  pelamar

Wagub NTB, H Muhammad Amin di tengah-tengah kegiatan Bursa Kerja NTB yang berlangsung di LCC, Rabu (19/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAm.lombokjournal.com —  Perusahaan-perusahaan bertaraf nasional itu menawarkan lowongan dalam Job Fair (Bursa Kerja) NTB yang berlangsung di LCC, Rabu (19/7).  Tawaran yang dikumpulkan pihak Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB itu,  mencapai mencapai angka 80 persen pencari kerja di NTB atau sebanyak  2.952 orang

Hal itu disampaikan Kepala Disnakertrans Provinsi NTB,  Drs. Wildan  dalam laporannya dalam pembukaan Busa Kerja yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H uhammad Amin.

Bursa kerja merupakan ikhtiar yang digelar untuk mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan pengguna tenaga kerja secara langsung, untuk mempermudah proses penempatan tenaga kerja.

“Tujuannya, untuk memfasilitasi pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan keterampilan. Serta membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja berkualitas dan profesional sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Wildan.

Selain itu, untuk mengetahui kecendrungan kualitas pencari kerja dan jenis pekerjaan, serta lowongan pekerjaan yang tersedia.  Bursa kerja dimaksudkan mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan penempatan tenaga kerja.

Wakil Gubernur NTB  . H. Muh. Amin saat menyampaikan sambutannya mengatakan, ketenagakerjaan di Provinsi NTB dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan yang cukup signifikan.

Masih terdapat banyak pengangguran terbuka yang tersebar di NTB.  Faktor penyebabnya, antara lain pertumbuhan angkatan kerja tinggi, pertumbuhan kesempatan kerja dan pendayagunaan tenaga kerja yang rendah.

“Serta tingkat pendidikan dan produktivitas tenaga kerja masih relatif rendah,” ujar wagub.

Mengingat masih tingginya angka pengangguran di NTB, penyelenggaraan Bursa Kerja  merupakan salah satu upaya mengurangi pengangguran.

Dalam Job Fair terpasang daftar perusahaan yang berpartisipasi, yang memberikan banyak manfaat baik bagi pelamar, perusahaan, maupun pemerintah. Bagi para pencari kerja, event ini kesempatan menemukan peluang kerja yang potensial.

“Pencari kerja dapat memasukkan lamaran langsung ke bagian rekruitmen dari masing-masing perusahaan,” kata wagub.

Informasi posisi pekerjaan yang dibutuhkan lebih akurat, dapat langsung direspon serta terdapat cukup banyak pilihan jenis posisi pekerjaan.

Perusahaan dapat menemukan banyak kandidat atau calon karyawan di perusahaan mereka. Bagi pemerintah, kegiatan tersebut membantu mengurangi pengangguran.

Wagub berharap, kegiatan Bursa Kerja ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pencari kerja di NTB. Pihak Disnakertrans diminta mengupayakan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.

“Banyak memberi manfaat langsung kepada pencari kerja di NTB,” kata Wagub Muhammad Amin, seraya berharap, perusahaan-perusahaan di NTB banyak berpartisipasi dalam kegiatan ini.

AYA




TGB Wakili Generasi Kepemimpinan Indonesia, Kata Ridwan Kamil

Walikota Bandung, Ridwal Kamil yang diakrab disapa Kang Emil, menyebut  Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai representasi pemuda Indonesia yang mampu memimpin bangsa.

MATARAM.lombokjournal.com —  Usai bertemu TGB di ruang kerjanya, Kang Emil mengagumi kapasitas keilmuan yang lengkap.Tak salah kalau TGB menjadi representasi pemuda yang berprestasi.

“TGB merupakan pemimpin muda yang ideal. Mampu menggerakkan dan mendukung para pemuda berkiprah membangun bangsa dan daerah,” kata Kang Emil.

Lebih jauh dikatakannya, TGB mewakili generasi kepemimpinan Indonesia, usianya masih muda. “Mirip-mirip kaya saya. Ini menunjukkan anak muda bisa berprestasi,” ungkap katanya, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (13/07).

Kang Emil menemui TGB bersilaturrahim sekaligus melaporkan kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bima, untuk pengembangan Program Smart City (Kota Pintar), E- Government,  Pariwisata dan akan dikembangkan pada sektor lain, sesuai kebutuhan dan perkembangan daerah masing-masing

Selain itu, sejumlah inovasi yang telah berhasil dikembangkannya di Bandung, antara lain pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, promosi usaha mikro kecil dan menengah, industri, perdagangan dan investasi.

Ia menegaskan sangat senang  bila  pengalaman tersebut diadopsi dan diterapkan di daerah lain. Seperti yang dikerjasamakan dengan  Pemkot Bima,  Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara saat ini.

Didampingi Walikota Bima, H. Qurais H.Abidin dan rombongan, Kang Emil menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan dan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB).

NTB dikarunai tanah yang subur, makmur dan memiliki keindahan alam yang luar biasa. Tinggal butuh perhatian dan kerja keras masyarakat NTB untuk memanfaatkan potensi yang ada.

“Di NTB ini kan emas semua tanahnya. Tinggal memperkuat SDM saja, insya Allah NTB akan jadi provinsi yang makmur,” pungkasnya.

Kepada Gubernur TGB, Kang Emil menyatakan keinginannya untuk menjadikan NTB sebagai rumah kedua. Ia juga mengungkap ketertarikannya untuk berinvestasi bidang peternakan di NTB.  Ia berjanji mengajak warga Bandung berinvestasi di NTB.

Sebaliknya, ia mengundang putra-putri NTB untuk kuliah di Bandung. “Kami punya 50 universitas, silahkan bagi putra putri NTB yang kuliah di Bandung nanti saya beri perlakuan istimewa,” katanya.

Gubernur TGB  pada perbincangan hangat saat menerima kunjungan Walikota Bandung itu, menyatakan sangat mendukung niat pengusaha Bandung berinvestasi di NTB.

Menurut TGB, masih banyak sektor di NTB yang membutuhkan sentuhan investasi dari pihak luar daerah. Gubernur berharap, dengan silaturrrahim yang baik, dapat memperkuat hubungan pendidikan NTB -Bandung .

“Saya titip anak-anak NTB yang sekolah di Bandung,” pesan Gubernur.

AYA

 

 




Gubernur NTB Dukung Munas Alim Ulama NU di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB

Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung tanggal 14 – 26 November mendatang yang akan didigelar di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, didukung penuh Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) NTB, TGH. Turmuzi B bersama anggota NU lainnya bersilaturahim dengan gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi, d iruang kerjanya, Senin (10/7).

Kunjungan PB NU ke gubernur itu selain bersilaturahmi, sekaligus melaporkan kesiapan rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdatul Ulama yang dijadwalkan akan mulai digelar pada tanggal 24-26 November 2017 mendatang.

Pembukaan kegiatan Munas dan Mubes NU  akan dihadiri ratusan alim ulama NU dari seluruh Indonesia tersebut. Ketua PB NU NTB,  TGH Turmuzi B, mohon ijin sekaligus mohon dukungan kepada Gubernur NTB, untuk menyukseskan seluruh rangkaian acara Munas.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam silaturahim tersebut menyatakan dukungan penuh atas rencana Munas/Mubes NU tersebut. Bahkan Gubernur  yang biasa dipanggil TGB itu menegaskan, hajat para ulama ini akan disiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Apalagi NTB jadi tuan rumah, maka kita semua mempunyai tanggung jawab penuh atas berlangsungnya Munas ini,” tegas TGB.

Menurutnya, termasuk paling penting untuk disiapkan dan diperhatikan, adalah kehadiran ulama-ulama yang sudah sepuh, sehingga perlu mendapat pelayanan yang sebaik baiknya.

AYA