NTB Rentan Bencana, Masyarakatnya Harus Tangguh Bencana

Nusa Tenggara Barat (NTB) tergolong rentan bencaana, dari 14 jenis potensi bencana di Indonesia, 11 di antaranya terdapat di NTB

MATARAM.lombokjounal.com — Kondisi geologis NTB terutama di wilayah pegunungan dan pesisir pantai, mulai dari barat sampai timur rawan bencana.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH., M.Si mengungkapkann itu dalam pembukaan Rakor (rapat koordinasi) Peningkatan Kapasitas Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Penanganan Bencana Tahun 2017, di hotel Lombok Raya Mataram,  Selasa (8/8).

“Mengantipasi rengtan bencana, selain membutuhkan program  penanganan  komprehensif dan terintegrasi, juga penting menyiapkan masyarakat agar tangguh bencana,” katanya.

Menurutnya, bila bencana terjadi akan , melumpuhkan tingkat  produktivitas masyarakat.  Lahan pertanian dan infrastruktur rusak. “Semua pihak harus berperan ‘merecovery’ akibat bencana tersebut,” katanya.

Merujuk Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah Daerah. Dalam menjalankan amanah konstitusi tersebut, perlu disusun konsep penangulangan bencana yang  terencana, terkoordinasi dan menyeluruh.

Pemerintah daerah dan semua pihak terkait, untuk menyatukan langkah-langkah taktis yang cepat dan tepat untuk meminimalisir dampak bencana, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko bencana di masa depan.

“Sebagai langkah preventif,  saya minta BPBD NTB selaku leading sector penanggulangan bencana mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar menjadi masyarakat tangguh bencana,” pinta Wagub.

Di kesmepatan sama, Asdep Tanggap Cepat Bencana, Kemenko PMK, Joko Yuwono mengatakan, hasil Rakor diharapkan dapat diperoleh masukan dan pemikiran serta komitmen lebih jauh, agar dapat mengantisipasi berbagai permasalahan kebencanaan. Selanjutnya dapat dirumuskan berbagai langkah penanggulangan melalui keterpaduan kebijakan dan perencanaan, khususnya dalam penguranga resiko bencana.

Herbin Manihuruk selaku Asdep PRB (Pengurangan Resiko Bencana) menambahkan, hasil indeks resiko bencana (database tahun 2014) dari 478 kabupaten/kota, 77 persen wilayah Indonesia merupakan resiko tinggi rawan bencana. Di NTB, 88 persen dari wilayah ini menjadi lokasi prioritas.

Herbin mengatakan, hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengungkapkan gagasannya tentang upaya mewujudkan ketangguhan bencana di setiap desa.

Artinya ketika terjadi bencana, maka pihak pertama yang bisa menyelamatkan masyarakat, bukan BPBD atau Tim SAR tetapi masyarakat sendiri.

“25 persen selamat karena diri sendiri, maka dari itu masyarakat harus kita internalisasikan bagaimana upaya-upaya penyelamatan diri,” tegasnya.  Program Desa Tangguh Bencana menjadi prioritas, tambahnya.

AYA




Data Desa Harus Diunggah ke Website Agar Mudah Diakses

Diharapkan data desa termasuk APBDes-nya diunggah ke website agar masyarakat bisa mengaksesnya

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi minta fasilitator desa menyusun literasi data desa, kemudian semua data itu ditayangkan di website desa sehingga mudah diakses masyarakat

“Ketersediaan data dibutuhkan sebagai modal strategixs di setikap lini pembangunan,” kata gubernur di depan peserta Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (RKMD) Angkatan VI Tahun 2017 di kantor UPTD Balai Latihan Masyarakat dan Transmigrasi  Provinsi NTB, Mataram (7/8).

Kehadiran Gubernur  NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu merupakan bagian akhir kegiatan inspeksi mendadak  (Sidak) ke sejumlah instansi penyelenggara pelayanan publik di Provinsi NTB.

Sebelumnya Gubernur TGB melakukan sidak di RSUP Provinsi NTB, kemudian dilanjutkan  di Kantor Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Penempatan dan Perlindungan TKI NTB dan terakhir di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kedatangan gubernur di lokasi pelatihan tersebut, sontak membuat kaget pengajar dan puluhan fasilitator peserta pelatihan yang sebagian besar berasal dari desa itu.  Saat itu, Gubernur menegaskan, selain pembangunan fisik, hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan data spasial tentang kondisi faktual desa.

Data itu harus mudah diakses sehingga pembangunan desa dapat lebih terarah dan dapat dikawal oleh seluruh masyarakat desa.

Dalam sesi dialog, Gubernur juga sempat bertanya kepada sejumlah peserta dari Kabupaten Dompu, Bima dan Sumbawa tentang permasalahan utama yang dihadapi di masing-masing desanya. Para peserta memanfaatkan kesempatan itu menyampaikan sejumlah keluhan dan permasalahan yang dihadapi di desanya.

Fastabiqul Khoirat dari Dompu mengeluhkan kondisi jalan di desanya yang rusak parah. Mereka mohon kepada gubernur untuk memberi perhatian.  Merespon keluhan keluhan itu, Gubernur berjanji akan segera menindaklanjutinya, seraya mengingatkan bahwa tugas mereka bukanlah sebagai penyelesai masalah, melainkan  sebagai fasilitaor  yang mampu mempertemukan stakeholder.

“Jadilah jembatan yang menghubungkan banyak titik. Diperlukan kerendahan hati membangun silaturrahmi untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ungkap gubernur.

Gubernur mengingatkan, pengabdian para fasilitator di desa sangat besar kontribusinya bagi kemajuan daerah. “Wajah desa juga ditentukan dedikasi anda semua,” pungkas Gubernur.

Kegiatan RKMD terlaksana atas kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pemerintah Provinsi NTB dan UPTP Balai Latihan Denpasar yang dilaksanakan dari 4 s.d 8 Agustus 2017.

AYA

 




Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD NTB Koordinasikan Pihak Terkait

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kekeringan

H Mohammad Rum (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com  –– Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Provinsi NTB) dalam waktu dekat, Rabu (09/08) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait kekeringan yang melanda sejumlah titik di daerah ini.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Mohammad Rum, mengungkapkan itu, Senin (07/08). “Insya Allah, kegiatannya kami pusatkan dikantor jam 9 pagi (BPBD NTB). Kemudian jam 11, kami akan gelar konferensi pers,” terangnya pada Lombok Journal.

Rakor tersebut sebagai upaya mengantisipasi situasi dan kondisi di Kabupaten/Kota dalam menghadapi musim kemarau yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampak musim kemarau mulai terasa, terutama di wilayah Bima, yang juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebanyak 10 Kepala BPBD yang tersebar di Kabupaten/Kota lingkup NTB ini dijadwalkan hadir. Tak hanya itu, pihak lain seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial dan PDAM juga turut serta dilibatkan.

BPBD bersama pihak terkait lainnya akan membahas terkait kekeringan terutama sulitnya akses air bersih. Kemudian, secara bersama dirancang segala sesuatunya untuk dicarikan solusi bersifat jangka panjang, seperti contoh pembuatan sumur bor dan sebagainya.

“Selain membahas masalah kekeringan, kita juga akan menyesuaikan data. Sehingga data yang kita miliki seragam dengan data yang ada di Kabupaten/Kota lainnya,” demikian Haji Rum menambahkan.

AYA

 




Mayat Dikubur Puluhan Tahun, Tapi Jasadnya Masih Utuh

Penggali kubur sering menemukan mayat, tapi tak pernah ada mayat diperkirakan puluhan tahun dikubur tapi masih utuh

Penggali kubur melihatkan mayat yang hanya menyusut, jasad lainnya masih utuh (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com –  Masyarakat Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, (2 /8) sore, dikejutkan ditemukannya Jenazah yang diperkirakan sudah dikubur puluhan tahun, tapi jasadnya masih utuh.

Bapen Arip, penggali kubur di Pekuburan Serumbung, Desa Durian, saat tengah menggali kubur salah satu warga yang meninggal, menemukan mayat lain dari yang lain.

Temuan mayat itu merupakan pengalaman luar biasa bagi Baen Arip.  Menurut pengakuannya, ia seperti halnya para penggali kubur mengaku sering menemukan mayat di dalam makam yang diperkirakan sudah tidak diziarahi namun kali ini berbeda

“Sebelumnya saya pernah temukan hal seperti ini (mayat di kuburan,red), namun baru kali ini jenazahnya masih utuh. Hanya mengalami penyusutan dagingnya,” jelas Bapen Cin, penggali kubur lainnya yang juga ikut menggali.

Warga yang masih kental berbau mitos, menganggap orang yang meninggal itu Husnul Khotimah.

Belum diketahui identitas jenazah tersebut.  Belum bisa dipastikan, meski ada yang mengaku jenazah saudarinya yang meninggal puluhan tahun lalu.

“Mungkin itu jenazah almarhum saudari saya yang meninggal puluhan tahun, saat saya masih kecil,” pengakuan salah seorang warga yang kini sudah bercucu 3 orang.

Bapen Arip menjelaskan, lokasi kubur yang digalinya memang sudah bisa dipakai mengubur jenazah lain,mengingat batu misannya sudah tak jelas. “Menurut kebiasaan, kalau lokasi yang akan kita gunakan sudah rata dengan tanah, maka artinya ahli warisnya sudah lupa saking lamanya,” katanya.

Penggali kubur yang berjumlah puluhan orang itu tidak berani membuka kain kafan tersebut meski tali pocong di bagian tengah telah terbuka.

Dan jenazah tersebut kembali dimakamkan pada tempat yang sama dengan membuatkan lubang di sebelah jenazah yang baru.

GILANG




Cuaca Buruk, Pelabuhan di NTB Berlakukan Sistem Jalur Buka Tutup

Sistem jalur buka tutup hendaknya diberlakukan di semua pelabuhan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Himbauan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia kepada pelabuhan yang ada di NTB yakni pelabuhan Kayangan, pelabuhan Lembardan pelabuhan Pemenang ke tiga gili, terkait cuaca buruk berupa angin kencang yang beresiko bagi penyeberangan laut.

“Kita tidak mau mengambil resiko. Lebih baik tidak berangkat daripada berangkat tapi tidak sampai tujuan,” tegas Lalu Bayu di Mataram, Kamis (3/8)

Samapai tadi malam pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelabuhan Padang Bai terkait dibetlakukannya sistem buka tutup ini, terlebih lintasan atau penyebrangan dari Padang Bai-Lembar yang merupakan jalur pelabuhan terpanjang.

“Dari Padang Bai-Lembar kan penyebrangan terpanjang dibanding penyebrangan lain, makanya kita tetap intens komunikasi dengan pihak sana,” katanya.

Hal ini dilakukan agar penumpang tidak mengalami hal- hal yang tidak diinginkan selama penyeberangan.

“Penutupan ini untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan selama aktivitas penyeberangan berlangsung,” terangnya

Sepanjang penngamatan di lapangan, diberlakukannya sistem buka tutup itu aktivitas pelabuhan masih terbilang normal. Tidak ada antrean kendaraan hingga petang kemarin.

AYA




H. Iswandi Khairy Ramen, Sementara Tinggalkan Humas Loteng

H. Iswandi Khairy Ramen, selama ini sangat akrab dengan wartawan, membantu kerja-kerja jurnalistik terkait pemberitaan seputar pembangunan di Lombok Tengah.

LOTENG,lombokjournal.com – Mengemban tugas sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemberitaan di Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, wartawan tak melupakan sosok H. Iswandi Khairy Ramen.

“Humas jadi melek teknologi dan tidak tertinggal seperti adanya Lensa Humas dan lain-lain,” kata Agus Wahaji, Pemred salah satu koran harian di Loteng, menyampaikan testimoninya saat Jumpa Pers Humas sekaligus perpisahan di M2R Cafe Praya, Rabu (2/8).

Selama mengemban tugasnya,  Iswandi melakukan banyak inovasi dan kiprah yang sangat mendukung tugas wartawan. Selain supel, sederhana, ia penuh dedikasi atas tugas dan tanggung jawabnya.

Iswandi Khairy Ramen harus meninggalkan tugasnya yang diembannya karena mendapatkan beasiswa pendidikan S2-nya di universitas yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, di Bandung selama 1,5 tahun lamanya.

Ia menyisihkan PNS lainnnya yang ingin lolos mendapatkan beasiswa itu. Suasana jumpa pers diliputi suasana sedih meskipun berlangsung riang. Sedih karena harus ditinggalkan Iswandi yang menciptakan komunikasi kkondusif antara humas dan wartawan.

Tapi semua tampak senang karena Iswandi lulus mendapatkan beasiswa S2-nya. “Semoga kembainya jadi Kepala Bagian Humas dan Protokol, “ kata Agus yang diamini wartawan Lombok Tengah yang hadir di M2R Cafe Praya.

GILANG




Danlanud Rembiga Jadi Irup Penutupan TMMD ke 99

TNI Manunggal salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wiilayah

LOTENG.lombokjournal.com —  Danlanud Rembiga, Kolonel Pnb Dody Fernando menjadi inspektur Upacara dalam penutupan TMMD (TNI Manunggal Masyaraat Desa) ke-99 di di Lapangan Umum Desa Pengenjek  Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Rabu (2/8).

Dody membacakan sambutan KASAD mengungkapkan, kerjasama menyelesaikan berbagai kegiatan sasaran fisik maupun non fisik program dari kegiatan TMMD ke-99 tahun 2017 di Lombok Tengah. TMMD merupakan wujud kemanunggalan TNI Rakyat dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di daerah

Kegiatan ini juga merupakan upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wiilayah. “Utamanya upaya cegah dini dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI,” ungkapnnya.

Program TMMD di Lombok Tengah sasarannya pembangunan infrastruktur, di antaranya pembangunan jalan baru, peningkatan badan jalan, pembuatan talud dan gorong-gorong, pembangunan MCK, Poskamling, pembangunan tembok kuburan.

Meskipun pelaksanaannya hanya beberapa hari, namun target pembangunan dapat terselesaikan tepat waktu.

“Semuanya telah dibangun dengan hasil tercapai seratus persen,” kata Dody.

Karena terjalin kerjasama dan semangat gotong royong  yang tinggi antar Satgas TMMD dengan masyarakat dan instansi terkait. Melalui TMMD diharapkan dapat mempererat tali silaturahim dan membangun keakraban antar TNI dan seluruh eleman  masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim se Pulau Lombok,  Asisten III Sekda Loteng, Dadenpom Mataram, Wakapolres Loteng, Ketua Pengadilan Negeri Praya, Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Para Kasi Korem, Para Dan/Ka Disjan Korem 162/WB, SKPD Loteng, Kasat Pol PP Loteng, Kepala BUMN/BPMD Loteng, Camat Jonggat dan Kades se Keacamatan Jonggat, dan Toga, Toma dan Todat Desa Pengenjek.

Usai upacara dilanjutkan kegiatan pengobatan massal, penyerahan hadiah lomba Gendang Beleq dan kegiatan pasar murah.

AYA

 




Dana Desa Juga Untuk Tanggulangi Kemiskinan

Akan dilakukan pelatihan bagi Pemerintahan Desa agar APBDes program dan kegiatannya berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan.

MATARAM.lombokjournal.com –Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, akan melakukan pelatihan kepada para Kepala Desa dan seluruh Pendamping Desa, untuk memastikan merencanakan APBDes program dan kegiatannya berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan.

“Saya harapkan semua kepala Desa dan Pemerintah Desa untuk bersama-sama memahami potret kemiskinan di Desa,” kata Kepala Bappeda Provinsi NTB Ir. Ridwan Syah, MSc,.MM,MTp di Mataram, Selasa (1/8).

Selain itu, pemerintah akan mengintegrasikan program antara Provinsi dengan Kabupaten. Saat ini sudah dimulai antara SKPD dengan pendekatan desa berbasis kawasan.

Irwansyah  mengatakan, untuk menurunkan angka kemiskinan Pemprov NTB akan melakukan berbasis Desa. Pemerintah sudah mempunyai data terintegrasi berbasis desa yang menjadi acuan dalam merencanakan program penanggulangan kemiskinan.

Kemiskinan juga sudah menjadi agenda rutin setiap tahapan pembangunan. Untuk mengatasinya, sudah banyak program dan kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.

Salah satunya dengan adanya dana desa yang akan diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan di NTB

“Dana Desa juga diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.

Irwansyah meilihat dalam struktur APBD yang ada,  hampir semua fokus untuk masalah penurunan angka kemiskinan.

AYA

 




NTB Terima Mobil Pelatihan Untuk Tenaga Konstruksi

Mobile Training Unit (MTU) akan mendukung peningkatan kualitas dan keterampilan SDM bidang konstruksi sampai pelosok

Wagub H Muhammad Amin bersama peserta workshop (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com — Satu unit Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling diserahkan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dari Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Yusid Toyib

Serah terima pinjam pakai MTU itu sesaat setelah Dirjen Bina Konstruksi Kemen PU PR membuka kegiatan workshop regulasi dan kebijakan pola pembiayaan investasi infrastruktur bidang PUPR, di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis, (27/7).

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H,Muh. Amin secara simbolis menerima 1 unit MTU itu didampingi kepala Dinas PU Prov. NTB, Wedha Magma Ardi dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Prov. NTB, Gusti Bagus Sugiartha.

MTU bisa dimanfaatkan memberi pelatihan on job training sampai ke pelosok, menghampiri tenaga konstruksi di lokasi pekerjaannya. Pelatihan keliling mendukung kebijakan Pemrov NTB dalam menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan generasi muda, termasuk di bidang usaha jasa konstruksi.

Dalam sambutannya, Wagub mengatakan pentingnya infrastruktur bagi NTB sebagai provinsi di wilayah timur yang menjadi pintu gerbang pariwisata dan penyangga pangan nasional. Infrastruktur yang memadai, makin membantu percepatan pembangunan.

“Target pemerintah berinvestasi di bidang infrastrukutur merupakan hal yang sangat urgent dan tidak beresiko,” kata wagub..

Layaknya di daerah lain, di NTB pun keterpenuhan Infrastruktur dasar menjadi tolak ukur  berhasil tidaknya penbangunan.

Terkait pemenuhan dasar. Wagub Amin menyambut baik niat Kementerian PUPR yang memberi hak pinjam pakai unit MTU. “Saya harap  MTU ini nantinya dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang bina konstruksi,” kata wagub.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen bina konstruksi Kemen PU PR, Ir Yusid Toyib mengatakan, pekerja terampil dan “qualified” menjamin kesuksesan dan keberhasilan. NTB sebagai salah satu Provinsi yang giat menggalakkan pembangunan infrastruktur, membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan bersertifikat yang memiliki pola kerja efektif.

MTU diharapkan untuk mengenalkan dan mengajarkan pola kerja efektif dan efisien pada tenaga kerja konstruksi.  Ini akan memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur.

“Pembinaan melalui MTU juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM generasi muda yang siap menghadapi tantangan kehidupan kerja,” kata Yusid Toyib..

Persaingan dunia kerja dengan dunia luar makin keta. Tenaga kerja yang datang ke Indonesia mereka adalah tenaga kerja yang terampil dan memiliki sertifikat atau telah diakui dalam suatu lembaga. “ari kita lawan dengan kompetensi, “ujar Yusid memberi semangat.

Sebelumnya, Ketua Panitia Workshop, Direktur Bina Investasi Infrastruktur Dr.Ir Masrianto MT, melaporkan,  penyerahan pinjam pakai MTU antara lain bertujuan memberikan stimulus bagi stakeholder untuk meningkatkan kompetensi SDM bidang konstruksi.

Workshop yang digagas Direktorat Bina Investasi Infrastruktur, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat RI, menghadirkan narasumber dari Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, Kemeterian PUPR dan Bappeda DKI Jakarta.

Peserta workshop terdiri dari Kepala Dinas PUPR kab/kota, penanaman modal se-NTB, unsur LPJK, Kadin dan Perguruan Tinggi.

AYA

 




Fahri Hamzah Bicara Tentang Duta NTB Di Pusat

Wakil Ketua DPR RI, H Fahri Hamzah, bicara tentang perlunya penyadaran nilai dasar Negara Republik Indonesia. Dan  mau jadi juru bicara NTB di pusat.

LOTENG.lombokjournal.com —  “Niat saya, saya ingin menjadi duta NTB di pusat,” kata Wakil Ketua DPR RI, H Fahri Hamzah.  Soal niat itu disampaikannya saat acara sosialisasi Undang-undang Dasar 1945, di Praya, Lombok Tengah, Selasa (25/7). .

Acara itu diselenggarakan wakil rakyat NTB di pusat  itu bekerja sama  dengan SMK ANAK BANGSA Praya Lombok Tengah.

Menurut Fahri, dalam sistem pemerintahan dan sistem keungan negara seperti sekarang, perhatian pusat sangat penting karena pendapatan asli daerah jauh dari data tranfer. “Logikanya, harus ada orang yang bisa melobi anggaran yang ada di pusat,” kata Fahri.

Karena itu, Ia menegaskan akan menjadi juru bicara masyarakat NTB di pusat.

“Biar orang pusat tau bahwa disitu ada orang NTB,” tambahnya

Kemudian, seperti menebak kalau ia identik wakil rakyat yang suka berulah, Fahri mengungkapkan dengan nada bergurau. “Biarlah saya ribut-ribut di pusat,” celetuknya.

Tidak seperti biasanya, Fahri Hamzah dalam acara itu tanpa menyampaikan mengkritik pemerintahan Jokowi-JK, atau menyampaikan ‘kegeraman’nya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fahri mengaku, warga Indonesia perlu penyadaran akan nilai dasar NKRI.

“Kkita perlu memperkokoh kembali pemahaman bahwa Kebhinekaan itu merupakan rahmat,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang menghadiri acara tersebut..

AYA

GILANG