Kabel di Gudang PLN Tanjung Karang Kebakaran

Listrik masih berfungsi normal lantaran memaksimalkan jaringan tegangan menengah.

MATARAM.lombokjournal.com  — Kabel-kabel yang ditaruh di gudang milik PLN di Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB, mengalami kebakaran Rabu (23/8) sekitar 17.00 wita. Humas PLN NTB Rahmawan menegaskan itu, menyusul pemadaman sementara transmisi, yang sempat terjadi pemadaman beberapa saat di beberapa wilayah Kota Mataram.

“Yang kebakar itu material kabel listrik. Material itu biasanya untuk kabel yang penyambung baru nah kabelnya kita taruh di sini dulu itu tumpukan kabel,” kata Rahmawan di Gudang PLN NTB, Rabu (23/8) sore.

Rahmawan menjelaskan, material kabel yang berupa karet membuat pemadaman berlangsung tidak mudah. Mengenai penyebab kebakaran, PLN NTB belum bisa mengemukakan lantaran masih fokus pada pemadaman.

Rahmawan menambahkan, karena di bawah lokasi terdapat jalur transmisi, maka sementara ini transmisi dipadamkan. Sedangkan untuk listrik masih berfungsi normal lantaran memaksimalkan jaringan tegangan menengah.

“Mudah-mudahan tidak sampai ada pemadaman,” ucap Rahmawan.

Rahmawan menegaskan, untuk pembangkit dan pasokan daya masih aman dan tidak terdampak dalam kebakaran ini.

AYA




Kelurahan dan Desa NTB Menangkan Lomba Desa Inovatif Tingkat Nasional

Salah satu kelurahan NTB, yaitu Kelurahan Banjar di Ampenan, mengembangkan sistem aplikasi Sistem Informasi Manajemen Keluaran (SIMKEL) yang dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

KELURAHAN BANJAR atau Kampung Banjar sebagai kawasan yang memiliki keunikan yang layak dijadikan kampung ekowisata.

MATARAM.lombokjournal.com — Sejarah baru bagi Provinsi NTB yang belum pernah meraih kelurahan dan desa predikat terbaik tingkat nasional.

Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan Kota Mataram dan Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, dinobatkan sebagai desa dan kelurahan terbaik di ajang Lomba Desa dan Keluaran Tingkat Nasional oleh Kementerian Dalam Negeri, jelang jelang perayaan Kemerdekaan RI  (16/08).

Lomba yang digelar pada tanggal 10-12 Agustus 2017 itu merupakan ajang tahunan untuk memilih desa atau kelularahan yang memiliki inovasi dan memenuhi kritaria yang telah ditetapkan Kementerian Dalam Negeri, khusus di regional IV.  NTB mengungguli Provinsi Papua, Maluku dan NTT.

Terpilihnya kedua desa dan kelurahan itu berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 410-5638 tahun 2017. Ini pertama kali terjadi, tahun lalu NTB hanya menempati urutan harapan untuk tingkat nasional.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Catatan Sipil, H. Rusman, selaku ketua Tim Pemilihan Kepala Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi NTB saat itu, menjelaskan Desa Lingsar dan Kelurahan Banjar telah mewakili NTB karena memiliki kelabihan dan keunggulan.

Desa Lingsar memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya desa tersebut sebagai juara tingkat nasional, yaitu memiliki radio konseling remaja, aplikasi system informasi desa dan pelayanan administrasi online, dimana masayakarat dapat mencetak (print) di rumah.

Selain itu, Desa Lingsar memiliki inovasi Web desa dengan jumlah pengunjung lebih dari 10.000, serta mengembangkan hot spot/internet gratis.

“Ini sudah melalui seleksi yang ketat di tingkat provinsi. Sehingga layak desa ini menjadi juara di tingkat nasional,” jelas H. Rusman yang saat ini menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB.

Kelurahan Banjar di Ampenan layak menjadi juara tingkat nasional mengingat keluaran ini sudah memiliki inovasi yang belum dimiliki kelurahan lain. Kelurahan ini mengembangkan sistem aplikasi yang dikenal Sistem Informasi Manajemen Keluaran (SIMKEL) yang dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Banjar juga memiliki program Ini Baru Banjar (IBRA) sebagai wadah yang dapat diimplementasikan dalam sebuah komunitas untuk peduli lingkungan dan kebersihan. Sistem ini juga menyedikan kursus Bahasa Inggris gratis bagi pemuda.

Selain itu, Keluaran Banjar juga mengenmbangkan program LIBRA (Lumbung Informasi Bagi Warga) yang merupakan komunitas atau wadah masyarakat dengan membentuk rumah baca. Komunitas ini bertujuan sebagai wadah untuk menkreasi sampah dan wadah pendidikan non formal.

“Kelurahan Banjar memiliki keunikan, dengan sampah mereka bisa juara nasional,” tutur H. Rusman.

Kelurahan Banjar saat ini menjadi pusat bank sampah Provinsi NTB, atau yang dikenal Bank Sampah NTB Mandiri. Komunitas ini memiliki peran untuk memilih dan memilah sampah organik dan non organik yang kemudian diolah menjadi barang yang bernilai jual.

Desa Lingsar dan Kelurahan Banjar mendapat hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar 50 juta dari Kementerian Dalam negeri.

“Prestasi ini, menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lain di NTB untuk berionvasi membangun desa dan kelurahan,” harap Rusman saat ditemui di ruang kerjanya.

AYA




Tasyakuran Hari Kemerdekaan, Mendorong Spirit Terus Maju

Pemerintah Provinsi NTB menggelar Malam tasyakuran dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (17/08) malam, syukur atas karunia kemerdekaan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com – tasyakuran itu nuansa seremonialnya tak terasa, karena tidak ada pidato  panjang dari para pejabat. Lebih kental nuansa kerakyatan dan kesyukuran atas karunia kemerdekaan Indonesia.

Acara tasyakuran itu lebih banyak diisi menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sebagai ungkapan kesyukuran, serta testimoni dari para sesepuh NTB dan Tokoh Veteran pejuang lintas jaman, mengenai kesan dan  pandangannya tentang Indonesia dan NTB saat ini.

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi ditemani Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si memimpin anggota Forkopimda NTB lainnya menyanyikan sejumlah lagu-lagu kebangsaan.

Sedangkan, istri Gubernur, Hj. Erica Zainul Majdi pada kelompok ibu-ibu juga memimpin menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ditemani istri Wakil Gubernur, Hj. Syamsyiah Muh. Amin bersama istri para anggota Forkopinda. Sehingga suasana tasyakuran itu benar-benar mengggambarkan semangat kebangsaan dan kesyukuran menjadi indonesia.

Testimoni tersebut disampaikan dua tokoh sentral, yaitu ; Drs. H.Lalu Mujitahid mantan Bupati Lombok Barat yang menjadi saksi sekaligus pelaku dalam sejarah pembangunan di NTB, dan  Ketua Legion Veteran NTB, Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir yang juga merupakan pelaku sejarah yang merasakan pahit manisnya pembangunan di NTB. Ia pernah menduduki beberapa jabatan strategis yang pernah beliau emban, seperti Ketua DPRD NTB, Bupati Lombok Timur, dan jabatan politik lainnya.

Intinya para tokoh ini menilai, Pembangunan NTB saat ini sudah mencapai kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang dan sektor. Namun agar kemajuan itu dapat memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat NTB itu sendiri, maka  spirit dan semangat masyarakat NTB untuk maju perlu terus ditingkatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya.

Caranya adalah dengan terus  berjuang semaksimal mungkin, terutama dalam mengisi berbagai peluang yang ada. Sebab bila tidak maka rakyat NTB akan tergusur dari persaingan, dan peluang itu akan diisi oleh masyarakat luar.

Seperti dituturkan H. Lalu Mujtahid dalam testimoninya, yang menilai NTB saat ini telah mengalami banyak perubahan. Berbagai kemajuan telah banyak diraih oleh pemerintah saat ini, tuturnya. Hal itu terlihat dari sejumlah infrastruktur dasar, seperti jalan, air dan listrik yang semakin membaik.

Terlebih, NTB saat ini tengah gencar mempromosikan dan melaksanakan program pembangunan yang menjadi fokus pemerintah NTB, yaitu Pertanian dan Pariwisata. Hanya saja, berbagai kemajuan yang dicapai NTB saat ini memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat.

Peran yang ia maksud adalah bagaimana masyarakat NTB menjadi pelaku pengembangan ekonomi yang ada di NTB. “Masyarakat kita perlu diberikan bimbingan bagaimana berwira usaha,”ungkapnya seraya memohon dukungan gubernur untuk memimbing dan membina masyarakat dalam berwirasusaha.

Ketua Legion Veteran NTB, Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir, dalam testimoninya tentang makna kemerdekaan, Ia mengajak seluruh anak bangsa, khsusunya pemuda NTB untuk melihat kemerdekaan itu dalam tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Masa lalu, sebagai sebuah sejarah yang tidak bisa lepas dengan nikmat kemerdekaan saat ini, telah mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah kegigihan para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, meski dengan mengorbankan nyawah sekalipun.

“Jiwa seperti inilah yang harus ditanamkan pada pemuda kita saat ini,” jelasnya. Karenanya, untuk menatap masa depan yang lebih baik, pemuda saat ini perlu ditanamkan nilai-nilai pancasila yang baik. Dengan nilai pancasila yang kuat menurutnya, pemuda akan mampu menjaga keutuhan NKRI dan terhindar dari paham-paham yang memecah belah bangsa. “Pemuda perlu dibekali pemahaman tentang pancasila,” ungkapnya

Ketua Panitia HUT ke-72 RI, Tingkat Provinsi NTB, Ir. H. Rosidy Sayuti, Ph.D menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan HUT yang berlangsung sukses. Hal ini berkat dukungan semua pihak yang tidak kenal lelah mempersiapkan kegiatan tersebut, terangnya.

Sebagai ungkapan syukur, Gubernur dan istri, ditemani Wagub dan Istri melakukan pemotongan tumpeng. Selain itu, Gubernur juga menandatangani Buku Pesona Khasanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid yang berisi dokumentasi kegiatan Pesona Khasanah Ramadhan beberapa waktu lalu.

AYA/Hms




Sebagai Tuan Rumah, NTB Siap Sukseskan MNEK (Naval Exercise Komodo) 2018

Pemerintah daerah dan Masyarakat NTB siap menjadi tuan rumah  Naval Exercise Komodo

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau TGB (Tuan Guru Bajang) menyatakan kesiapan pemerintah daerah dan Masyarakat NTB untuk menyukseskan program internasional Naval Exercise Komodo (MNEK). Bahkan, NTB sudah merancang sejumlah event kegiatan untuk memeriahkannya.

Hal itu dikatakan TGB saat menerima Komandan Gugus Tempur Laut, Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi yang melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturrahim di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (16/8).

Didampingi Dan Lanal Mataram, Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, pertemuan silaturahim tersebut dimanfaatkan untuk berkoordinasi mengenai kesiapan NTB menyongsong pelaksaan event

Multilateral, MNEK pada bulan Mei 2018 mendatang.

Pada event tersebut, NTB ditetapkan sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatangan ribuan peserta yang berasal dari 38 negara di dunia tersebut.

Saat menerima kunjungan silaturahim, TGB menyampaikan terima kasih dan rasa syukurnya atas  ditunjuknya NTB sebagai Tuan rumah dan diberi kehormatan menggelar  event multilateral tersebut.

Sambil menyatakan kesiapan pemerintah daerah dan Masyarakat NTB menyukseskan program internasional tersebut,  TGB mengungkapkan teah merancang sejumlah event untuk memeriahkan MNEK.

Sebagai tuan rumah yang baik, pemerintah daerah akan mengerahkan sejumlah potensi pariwisata untuk ditampilkan dan dipromosikan pada acara itu. Karenanya, partisipasi semua pihak sangat diperlukan.

“Pasti kita akan bantu, karena kegiatan militer ini melibatkan beberapa negara dan memang kita ingin supaya NTB kedepan orientasi kemaritimannya lebih kuat,” ungkap TGB.

AYA

 

 




Peringati Kemerdekaan, Danrem Ceramah Kebangsaan di Ponpes

Para santri perlu ditanamkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme serta patriotisme sejak dini

MATARAM.lombokjournal.com — Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., memberikan ceramah wawasan kebangsaan kepada 2500 orang santri, di Masjid Ponpes Al Aziziyah Kec. Gunung Sari Kab. Lobar, Rabu (16/8).

Kegiatan Wawasan kebangsaan yang dilaksanakan ini bertepatan dengan moment peringatan HUT ke72 RI yang akan kita peringatan besok pada tanggal 17 Aguatus 2017. “Kegiatan ini merupakan rangkaina menuju hut RI yangke 72 besok,” ujar Farid Makruf

Pra santri merupakan generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pahlawan menjaga keutuhan NKRI dan menjadikan negara ini lebih maju.

Menurut Danrem, menanamkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan jiwa nasionalisme serta patriotisme sejak dini pada para santri sangat perlu dilaksanakan. Di era globalisasi, kemajuan teknologi membawa banyak pengaruh bagi kehidupan masyarakat terutama para generasi muda.

“Menanamkan cinta tanah air menangkal berbagai pengaruh terutama pengaruh negatif yang ditimbulkan kemajuan teknologi ini,”ungkapnya

Selain menanamkan nilai-nilai  agama sejak dini, memberikan wawasan kebangsaan juga sangat diperlukan. Generasi muda yang memahami bangsanya akan lebih mencintai tanah airnya.

Pada kegiatan ceramah wawasan kebangsaan tersebut, Danrem 162/WB memberikan meteri mengenai  empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Kegiatan ini disambut baik oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Aziziyah, TGH Fathul Azis. Ia menghargai Danrem yang datang ke Ponpesnya untuk memberikan ceramah wawasan kebangsaan kepada para santri.

TGH Fathul Azis berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin. Para santri diharapkan dapat mengikuti kegiatan pendidikan Bela Negara.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut sangat positif untuk menghindarkan para generasi muda ini dari kegiatan negatif, melalui kegiatan ini juga akan lebih meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda terutama para santri yang ada di Ponpes Al Aziziyah.

Kegiatan tersebut dihadiri, Dandim 1606/Lobar, Ketua Yayasan Ponpes Al Aziziyah dan para santri, hadir juga Toga dan Tomas setempat.

AYA




Hadapi Kekeringan, TGB Minta Mobilisasi Air Bersih Ditingkatkan

Mengantisipasi ancaman kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta perkuat kapasitas, dan perbesar alokasi anggaran

TGH M Zainul Majdi (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) minta mobilisasi distribusi air bersih lebih ditingkatkan, khususnya bagi daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

TGB menyampaikan, cuaca saat ini terkadang tidak bisa diprediksi. “Kekeringan dari waktu ke waktu melanda termasuk perubahan cuaca ini kan kita tidak bisa kita prediksi, seminggu hujan, terus tiba-tiba kemarau,” ujar TGB di Mataram, NTB, Senin (14/8).

Pemprov NTB dan BPBD NTB memiliki jadwal penanganan rutin terhadap beberapa daerah yang kerap dilanda kekeringan. Namun, belum seluruh wilayah bisa diantisipasi dengan pembangunan sumur bor atau sarana irigasi yang baru.

“Kita tangani dengan melakukan mobilisasi mobil tangki ke daerah-daerah terdampak,” lanjut TGB.

Atas peningkatan intensitas kekeringan di NTB tiap tahunnya, BPBD NTB dimintanya lebih maksimal melakukan antisipasi.

“Saya harap BPBD NTB bisa memperkuat kapasitas, dan perbesar alokasi anggaran untuk ini,” kata TGB.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan rekapitulasi bencana kekeringan yang melanda NTB selama 2017. Kepala BPBD NTB Muhammad Rum menyampaikan, dari 10 kabupaten/kota di NTB, hanya Kota Mataram yang tidak terdampak kekeringan.

Tercatat bencana kekeringan selama tahun melanda 818 desa yang berada di 71 kecamatan di yang ada di 9 kabupaten/kota di NTB.

Rum mengatakan, dari hasil rekapitulasi tersebut, terdapat 640.048 jiwa dari 127.940 kepala keluarga yang ada di NTB  terdampak kekeringan.

Rum minta BPBD kabupaten/kota untuk melakukan upaya jangka pendek dengan droping air bersih.

“Tapi untuk program menengah dan panjang, cari langkah yang dibutuhkan untuk selesaikan masalah ini sehingga jangan setiap tahun kita droping air terus,” ujar Rum.

Rum menambahkan, BPBD kabupaten/kota meminta anggaran untuk membuat sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan pada masa mendatang. Menurut Rum, hal ini memungkinkan dilakukan dengan sinergitas antara BPBD kabupaten/kota, provinsi, dan juga pusat.

Langkah yang lain, kata Rum, memanfaatkan keberadaan bendungan-bendungan besar yang ada di NTB dengan menarik pipanisasi dan bekerja sama dengan PDAM. Nantinya, PDAM akan melakukan pengolahan ini untuk meneruskan air ke rumah-rumah penduduk.

Rum memaparkan, bencana kekeringan yang melanda NTB tidak lepas dari masifnya kerusakan hutan. Kondisi hutan di NTB dikatakannya sudah.

Saat musim kemarau, hutan berperan penting sebagai wadah menyimpan air. Namun, saat ini hal itu tidak berjalan maksimal. “Saat ini banyak sumber air yang debitnya terus menurun drastis bahkan sampai 40 persen akibat tidak terpeliharanya hutan,” ungkapnya.

Sekarang pohon-pohon di hutan sudah tumbang karena illegal loging. “Saat musim hujan kita kebanjiran, ketika kemarau kita kekeringan,” kata Rum.

AYA/hms




Lepas Jermaah Haji, TGB Ingatkan Pentingnya Menjaga Niat

Banyak jemaah calon haji lanjut usia, dianjurkan selalu patuhi arahan

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat melepas jemaah mengingatkan, agar calon haji menjaga niat dalam proses ibadah mulia memenuhi panggilan Allah. Ia juga mencontohkan, di antara rukun ibadah  hanya niat saja  yang selalu dijaga diawal sampai akhir.

“Kokohkan niatnya,  saat lemah ingat niat untuk penuhi panggilan Allah. Insyaallah langsung sehat,” kata TGB saat melepas secara simbolis 455 orang jemaah calon haji lainnya Kloter I Embarkasi Lombok  1438H/2017 di Asrama Haji NTB di Mataram, Jumat (11/8) malam.

TGB berpesan kepada  para jemaah calon Haji agar menjaga  Kelapangan hati, tetap bersabar dan mengikuti arahan yang ada. “Dengan melaksanakan petunjuk-petunjuk tersebut insyaallah selamat,” katanya.

Banyak di antara calon haji ini telah berusia lanjut.  Baiq Mariah, berusia 104 Tahun, tidak menyurutkan niatnya nenunaikan ibadah Haji. Nenek asal  Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat itu tercatat sebagai  jemaah calon haji tertua asal NTB tahun ini.

Jemaah calon haji yang tercatat termuda adalah  Zainul Islah (18 tahun) asal Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Pelepasan jemaah calon haji ditandai penyerahan secara simbolis bendera merah putih kepada perwakilan pimpinan rombongan. Kloter pertama yang dilepas secara simbolis tersebut berjumlah 455 orang dan akan langsung diterbangkan dari Lombok Internasional airport, pada hari Sabtu, 12/8-2017 pukul 08.00 Wita.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, H. Nasruddin, M.Pd melaporkan, jumlah calon jamaah Haji NTB tahun 2017 sebanyak 4.514 orang, gagal berangkat 4 orang karena 2 meninggal dan 2 sakit sehingga jumlah seluruhnya yang berangkat 4.510 orang yang dibagi dalam 11 Kloter.

Selama 24 Jam calon jamaah haji di tampung di Asrama Haji  untuk pemeriksaan kesehatan terakhir, pembinaan manasik  dan penyelesaian administrasi, ujarnya.

Hadir pada acara pelepasan, anggota DPD RI Dapil NTB, Diah Ratu Ganevi, Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahali Fikri, Ketua MUI NTB dan Ketua Ormas-ormas Islam seperti NU NTB, Muhammadiyah NTB, dan Nahdathul Wathan.

AYA




Dijamin Hewan Korban Bebas Antrax

Hewan yang diambil dari luar Lombok harus dikarantikan dulu

Daldiri Spt. Msi (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 1438 Hijriah, Dinas Peternakan Provinsi NTB meningkatkan pengawasan terhadap  hewan sapi dan kambing secara khusus.

“Peningkatan pengawasan dilakukan guna mengantisifasi agar hewan kurban yang benar-benar sehat dan tidak terjangkit penyakit antraks,’’ kata Daldiri Spt. Msi,Kasi Zoonosis dan Kesrawan  Dinas Pertenakan NTB di Mataram, Kamis (10/7).

Peningkatan pengawasan terhadap dua jenis hewan kurban tersebut dilaksanakan rutin tiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, saat ini hewan-hewan kurban, baik jenis sapi, kambing sudah mulai banyak di jual di pinggir-pinggir jalan. Namun sebelum dibawa ke masjid untuk disembelih wajib diperiksa oleh dokter hewan terlebih dahulu.

Insya Allah stok hewan kurban pada tahun ini dijamin cukup tersedia,’’ ujarnya, seraya memprediksi berdasarkan pengalaman tahun 2016 kebutuhan hewan kurban di NTB sebanyak 6.267 ekor sapi dan kambing sebanyak 11.105 ekor.

“Tahun lalu jumlah sapi sebanyak 6.267 ekor dan kambing sebnyak 11.105 ekor, dan kemungkinan ditahun ini jumlahnya akan bertambah” ucapnya

Lebih jauh dikemukakan, tidak ada hewan kurban yang didatangkan dari luar kota. NTB sebagai penghasil sapi bertekad tiidak akan mengambil hewan potong dari luar daerah.

“Tidak ada hewan kurban dari luar daerah. NTB sebagai penghasil sapi terbanyak dijamin gak akan ambil dari luar kota, ya paling jauh kita datangkan dari Sumbawa saja, gak dari luar NTB, ” tegasnya

Kalau pun harus mengambil hewan dari Sumbawa, setelah tiba di Mataram, Lombok selanjutnya ditempatkan di karantina. Phaknya akan melakukan pemeriksaan kembali kondisi dan kesehatan hewan kurban tersebut.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua hewan kurban diperiksa dulu kesehatannya biar tidak ditemukan penyakit,” pungkasnya.

BACA: Jelang Idhul Adha, Harga Sembako Stabil

AYA




Jelang Idhul Adha, Harga Sembako Stabil

Stok sembako dua bulan ke depan aman

Lalu Suparmo (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com – Hasil pantauan Tim Dinas Perdagangan  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  terhadap harga kebutuhan pokok pada pasar tradisional yakni Pasar Mandalika, Cakranegara, Pagesangan dan Pasar Kebon Roek, harga sembako masih stabil.  Pantauan itu dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah.

“Sampai saat ini harga sembako pada sejumlah pasar induk di NTB  masih stabil, belum tampak adanya lonjakan,” kata Lalu Suparno, Kasi Sarana Distribusi dan Logistik Dinas Perdagangan Provinsi NTB di Mataram, Kamis (10/7).

Menurutnya, stok untuk kebutuhan dua bulan kedepan sudah aman, pun demikian dengan sembakao dan bumbu nilainya stabil.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga daging sapi murni berkisar Rp100 ribu per kilogram  hingga Rp120 ribu pada waktu pagi.

“Pada waktu siang harga daging sapi bisa turun signifikan hingga Rp90 ribu per kilogram,” katanya.

Dengan stabilnya harga tersebut diharapkan masyarakat tidak panik menjelang Idul Adha. Jika masyarakat panik, bisa mempengaruhi lonjakan harga di pasar.  Padahal stok berbagai kebutuhan pokok di NTB aman hingga beberapa bulan ke depan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para distributor. Mereka menyebutkan berbagai stok kebutuhan sembako di NTB saat ini masih aman,” katanya.

Jika terjadi kenaikan yang dilakukan oknum-oknum tertentu, pihaknya akan melakukan tindakan dari instansi terkait.  “Namun, sampai saat ini belum pernah ditemukan adanya oknum yang nakal tersebut,” pungkasnya

BACA : Dijamin Hewan Korban Bebas Antrax

AYA




Desa di Lombok Tengah, Paling Tinggi Alami Kekeringan

Sebanyak 640.048 jiwa di NTB terkena dampak kekeringan

H. Mohammad Rum (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Data rekapitulasi wilayah terdampak kekeringan memasuki musim kemarau 2017, sebanyak 318 desa yang tersebar di 71 Kecamatan, Kabupaten Kota di NTB terdampak kekeringan.

Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum mengungkapkan otu di Mataram, Rabu (9/8)

“Ratusan Desa dari 71 Kecamatan yang tersebar di 8 Kabupaten dan satu Kota,  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai terkena dampak kekeringan, memasuki musim kemarau tahun 2017,” ungkapnya.

Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 127.940 KK, dengan total jumlah jiwa mencapai 640.048

Rum menjelaskan, Lombok Tengah termasuk Kabupaten dengan jumlah desa terdampak kekeringan paling tinggi dari keseluruhan Kabupaten/Kota di NTB.  “Sebanyak 82 desa yang tersebar di 9 Kecamatan mulai terdampak kekeringan, dengan 6 Kecamatan divantaranya paling masif terdampak kekeringan,” jelas Rum.

Urutan berikutnya Kabupaten Sumbawa, dengan jumlah desa terdampak kekeringan sebanyak 60 desa tersebar di 18 Kecamatan, Kabupaten Lombok Timur 48 Desa dengan 9 Kecamatan disusul Kabupaten lain

Terkait kondisi tersebut BPBD NTB telah melakukan melakukan Rakor yang dihadiri oleh seluruh BPBD kabupaten kota , PDAM Kabupaten Kota , TNI Polri Dinas PU Basarnas dan dinas terkait.

“Rakor tersebut merupkan langkah yang dilakukan guna penanganan masalah kekeringan,” katanya.

AYA