PANGDAM IX/Udayana; “Panglima Ke Depan Adalah Panglima Kedaulatan Pangan”

Kalau tidak ada tugas pokok Operasi Militer Perang (OMP), TNI berkosentrasi melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)

Pangdam IX/Udayana menyerahkan alat penyemprot dan baju lapangan petani

MATARAM.lombokjurnal.com – Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak menegaskan, ke depan TNI akan terus memaksimalkan perannya di bidang kedaulatan pangan.

“Panglima perang ke depan adalah panglima kedaulatan pangan, ” tegas Pangdam didampingi Wakil Gubernur NTB, H.Muh Amin, SH.,M.Si pada acara Panen Raya Padi di Desa Badrain, Narmada, Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, Kamis, (07/09).

Mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan nasional, aparat TNI secara konsisten mengambil peran maksimal untuk ikut mengawal proses peningkatan  produksi pertanian tersebut.

Menurut Pangdam, menjaga peningkatan produksi pangan untuk mewujudkan kadaulatan pangan, tidaklah terlalu sulit. “Itu tidak susah bagi Indonesia, karena kita adalah negara agraria,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan kemajuan teknologi dan SDM, petani Indonesia bisa menemukan bibit padi unggul yang kuat bertahan dalam kondisi apa pun.

“Bibit kita pernah diuji coba di negara Brunei Darussalam yang kondisi tanahnya memiliki derajat keasaman tinggi, bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan 12 ton per hektar. Padahal bibit dari negara lain tidak produktif, bahkan tidak bisa bertahan pada tanah seperti itu,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wagub H. Muh. Amin, SH. M.Si, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI yang konsisten mendukung kebijakan peningkatan produksi pertanian di Nusa Tenggara Barat.  Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan di Provinsi NTB.

Sektor ini merupakan penggerak utama perekonomian daerah bersama dengan sektor pariwisata. “Jadi, sektor pertanian bukan hanya berperan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi salah satu faktor dalam usaha mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Di hadapan ratusan masyarakat yang hadir pada panen raya, Wagub mengatakan dari 34 provinsi salah satu sentra pendukung kedaulatan pangan di Indonesia adalah Provinsi NTB.

Selain padi, NTB juga dikenal sebagai daerah produsen jagung. Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan produksi kedua komoditas unggulan NTB ini terbilang sangat menggembirakan.

Untuk dimaklumi, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat mempunyai dua tugas pokok yaitu OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang). Untuk Operasi Militer Selain Perang, salah satu tugas pokok yang diemban adalah mengimplementasikan pemberdayaan wilayah pertahanan dengan membantu pemerintah daerah.

Seperti dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif atau lahan tidur.  Kemudian lahan itu dikelola menjadi lahan pertanian, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah, mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional. Wagub beserta Pangdam IX/Udayana menyerahkan alat penyemprot dan baju lapangan petani, serta menyerahkan penghargaan dari PT. Talitha Cahaya Riau Utami kepada Korem 162/Wira Bhakti, atas kerjasamanya dalam peningkatan produktivitas tanaman padi di Lombok Barat.

AYA

 




Digagalkan, Penyelundupan 1.313 Burung Dilindungi

Satwa dilindungi yang ditangkap di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok yang akan diselundupkan ke Bali dan Jawa, digagalkan di Lembar

Kepala BKSDA NTB, Widada (Foto; AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI menggagalkan penyelundupan ratusan ekor burung berkicau, Selasa pagi (5/9) di pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Burung-burung yang termasuk satwa dilindungi itu diduga akan diselundupkan ke Bali dan Jawa melalui pelabuhan Lembar yang menghubungkan penyeberangan Lombok-Padangbai, Bali.

Jumlah burung yang akan diselundupkan itu sekitar 1.313 ekor, terdiri dari 11 species burung berkicau, termasuk jenis Kecial Kumbuk yang dilindungi, diangkut pakai truk.

“(Burung-burung itu) kami amankan di Lembar saat hendak menyeberang ke Bali,” kata Kepala BKSDA NTB, Widada, Selasa (5/9) di Mataram.

Dijelaskan, tim BKSDA NTB, Polres Lombok Barat, TNI, dan Balai Karantina Pertanian Mataram, sejak Selasa dinihari melakukan pemeriksaan kendaraan, dari Lembar ke Padangbai dan sebaliknya. Ini mengantisipasi peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) illegal di provinsi NTB yang makin marak melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Kegiatan ini difokuskan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan menuju atau menyeberang ke Pulau Bali. Ditemukan sebuah truk bernopol DK 9389 KL, yang ternyata mengangkut ratusan burung itu, tanpa dokumen izin yang sah,” katanya.

Ttruk pengangkut burung illegal itu diamankan di kantor BKSDA NTB di Mataram untuk proses hukum. Ratusan ekor burung yang disita akan dilepasliarkan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Senggigi, Lombok Barat, agar kembali ke habitat aslinya.

Berdasarkan  identifikasi, sekitar 1.313 burung yang berhasil diamankan terdiri dari 11 jenis burung Kemodong, Srigunting, Kelincer, Kecial Kumbuk, Cico Kopi Melayu, Bondol Haji, Gelatik Batu Alam, Burung Cabai, Kecial Kuning, Kepodang dan Branjangan Jawa.

“Dari 11 jenis burung tersebut 1 jenis burung yaitu Kecial Kumbuk merupakan jenis burung dilindungi,” katanya.

BKSDA NTB sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, untuk proses hukum lebih lanjut.

Dikatakan, temuan ini merupakan salah satu upaya intensif BKSDA NTB dengan dukungan stakeholders terkait dalam pengawasan dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TLS) di Provinsi NTB.

BKSDA NTB secara intensif melakukan konservasi satwa liar lain dengan kampanye dan sosialisasi perlindungan satwa liar, patroli rutin di dalam kawasan hutan, dan upaya penegakan hukum bidang Tumbuhan dan Satwa Liar.

Barang bukti berupa burung akan akan dilakukan habituasi (adaptasi habitat) di kandang, kemudian pelepasliaran di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan.

“Ini sebagai konservasi satwa liar melalui upaya mengembalikan satwa liar ke habitatnya dan upaya peningkatan populasi burung di alam,” katanya.

Hingga kini, sopir truk bermuatan burung illegal itu masih  menjalani pemeriksaan intensif oleh Penyidik  Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di kantor BKSDA NTB di Mataram.

Bulan Juni lalu, BKSDA juga mengamankan lebih dari 2.500 ekor burung illegal yang hendak di selundupkan ke Bali melalui pelabuhan Lembar.

AYA

 




TGB Sebut Militer Myanmar Gila

Di depan massa Aksi Peduli Rohingya, TGB sebut militer Myanmar bertindak gila dan kehilangan akal sehat

MATARAM.lombokjournal.com — Guberbur NTB, TGH M Zainul Majdi atau TGB (Tuan Guru Bajang) menemui massa Aksi Peduli Rohingya di Kantor Gubernur NTB, Senin (4/9).

TGB mengecam tindakan yang dilakukan militer Myanmar dalam membantai muslim Rohingya. Tindakan itu dikatakan sebagai kejahatan kemanusiaan yang tidak diajarkan agama mana pun.

Menurutnya, isu Rohingya tidak hanya terkait dengan umat Islam, tapi menyangkut kemanusiaan, sama dengan isu Palestina.

“Selama kita berundang-undang dasar yang di dalamnya dijelaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan, maka semua hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai itu adalah bertentangan dengan nilai kebangsaan kita,” ujarnya.

TGB menyerukan agar semua satu suara. “Hentikan penindasan terhadap saudara-saudara kita yang ada di Myanmar etnis Rohingya,” tegasnya.

Sontak saja orasi TGB disambut teriakan takbir oleh massa aksi. TGB juga mengatakan aksi kebrutalan militer Myanmar merupakan suatu tindakan yang gila dan hilang akal sehat.

“Satu suara kita ini menunjukan bahwa kita tahu persis yang kita lawan adalah kegilaan atas nama apa pun, kehilangan akal sehat. Sebagai umat beragama saya yakin tidak ada agama manapun yang membolehkan penindasan sebagaimana yang terjadi di Myanmar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu TGB menyerahkan donasi untuk Rohingya yang berhasil dikumpulkan dari setiap masjid dan ASN pada Jumat kemarin.

Total dana yang terkumpul pada Jumat (saat idul adha) kemarin mencapai Rp 80 juta. Dana tersebut diserahkan pada Perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB Lalu M. Alfian.

AYA

BACA : Aksi Peduli Rohingyia, Serukan Ang Suu Kyi Diadili Mahkamah Internasional




Aksi Peduli Rohingya, Serukan Aung San Suu Kyi Diadili Ke Mahkamah Internasional

Buntut kebrutalan atas etnis Rohingya di Myanmar, aksi massa tuntut peraih Nobel Perdamaian asal Myanmar, Aung San Suu Kyi diadili ke Mahkamah Internasional.

MATARAM.lombokjournal.com – Koordinator Umum Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya, M.Isnaini saat berorasi dalam aksi massa, minta kepada  pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomatik terhadap negara-negara ASEAN lainnya. Peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi dan Militer Myanmar untuk diadili Mahkamah Internasional atas kejahatan dan pembantaian yang dilakukan terhadap etnis muslim Rohingya.

Menurut M Isnaiani, pembantaian terhadap etnis muslim Rohingya merupakan upaya penghapusan sebuah etnis.

“Ini bukan lagi bicara tentang kelompok agama tertentu, bukan lagi bicara kepentingan suku atau bangsa tertentu tetapi semata-mata tentang dan demi penegakan nilai-nilai kemanusiaan secara uUniversal,” teriak Isnaini dalam aksi yang berlangsung damai.

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya menggelar aksi di Mataram, Senin (4/9). Massa bergerak dari KNPI NTB menuju Islamic Center (IC) Mataram.

Rasatuan massa kemudian bergerak ke  Perempatan Bank Indonesia (BI) Mataram, menggelar orasi yang di temui Wakil DPR Mori Hanafi. Usai menggelar aksi di simpang BI tersebut, massa bergerak menuju Kantor Gubernur NTB.

AYA

BACA: TGB Sebut Militer Myanmar Gila




Perayaan Idhul Adha, TGB Ingatkan Penderitaan Muslim Rohingya

Selain mengajak masyarakat muslim memberikan hartanya untuk berqurban, TGB (Tuan Guru Bajang) juga menyinggung penderitaan masyarakat muslim etnis Rohingya di Myanmar

Wagub NTB, H Muhammad Amin menyerahkan satu ekor sapi untuk diqurbankan di Masjid Hubbul Wathan, Jum’at (01/9). (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengingatkan peristiwa kemanusiaan yang menimpa masyarakat mulim Etnis Rohingya di Myanmar.

Menurut TGB, apa yang dialami masyarakat muslim di negara itu merupakan penderitaan masyarakat muslim di dunia, termasuk di NTB.

Sebagaimana pesan Rasulullah, muslim yang satu dengan muslim lainnya laksana satu tubuh, bila satu bagian tubuh sakit, maka seluruh bagian tubuh ikut merasakan sakit.

“Kalau ada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, maka kita wajib merasakannya. Tetapi tidak hanya sekedar mersakannya, kita ulurkan tangan untuk membantu mereka,” ungkap TGB di hadapan ribuan jama’ah sholat Idul Adha di di Masjd Hubbul Wathan, Islamic Center Nusa Tenggara Barat,Jum’at (01/9).

Menjelang sholat idhul Adha itu, TGB  minta keihlasan jama’ah yang hadir mensedeqahkan sebagian harta yang dimiliki untuk masyarakat muslim tersebut.

Sebagaimana umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang pada hari Jum’at (01/09) merayakan  Idul Adha 1438 Hijriyah yaitu Hari Raya Qurban, demikian juga seluruh masyarakat muslim NTB melakukan perayaan serupa.

TGB menyerukan, agar masyarakat muslim memberikan yang terbaik dari harta yang dimiliki dalam bentuk hewan qurban. Hewan yang diqurbankan tersebut kemudian disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berqurban merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena esensi kehidupan adalah mendekatkan diri kepada sang pencipta. “Hewan qurban yang dibagikan tersebut sebagian akan menjadi sedekah, hadiah serta dapat dimakan bersama keluarga yang berqurban,” kkata TGB.

Berkorban berarti memberikan yang terbaik dari harta yang dimiliki dalam bentuk hewan Qurban. Serta memaknai nilai-nilai berqurban sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Gubernur didampingi istri, Hj. Erica Zainul Majdi, datang bersama Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M. Si beserta istri, Hj. Syamsiah Muh. Amin.

Usai melaksanakan sholat, Gubernur dan Wagub menyerahkan seekor sapi, bantuan Presiden RI, Joko Widodo kepada masyarakat. Sapi dengan berat 960 kg tersebut diterima pengurus Masjid untuk diqurbankan dan dibagi ke masyarakat.

Selain itu, Gubernur dan Wagub serta Sekretaris Daerahb juga menyerahkan masing-masing satu ekor sapi untuk diqurbankan di Masjid Hubbul Wathan. Total sapi yang diqurbankan saat itu berjumlah 39 ekor dan kambing sebanyak 82 ekor

AYA/Hms

 




KPU NTB Cegah Rendahnya Partisipasi Pemilih

Mengajak tokoh menyampaikan pencerahan politik yang mendidik, agar Pilkada memberikan nilai pendidikan

 (Foto: AYA)
Lalu Akshar Anshori

MATARAM.lombokjournal.com  — Mencegah rendahnya partisipasi pemmilih, KPU NTB mensosialiasi pemilu dengan melibatkan tokoh agama, masyarakat, mahasiswa penyandang disabilitas dan pemilih pemula.

Ketua KPU NTB, L. Ashar Ansori memaparkan, sosialisasi yang diikuti Tokoh masyarakat ini dimaksutkan mengajak masyarakat mendukung pilkada 2018/2019.

“Dalam kegiatan ini kita ingin mendegar banyak masukan- masukan dari tokoh-tokoh, mendapatkan kritik dan saran. “Agar KPU bisa merespon kontruksi progman nyata yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya di Mataram, Rabu (30/8)

Pilkada dan pemilu adalah milik masyarakat dan KPU ingin mengajak para tokoh menghimbau dan memberikan pendidikan serta pencerahan politik yang mendidik, membangun  agar pilkada aman, lancar, damai sekaligus memberikan nilai-nilai pendidikan tinggi.

“Memilih pemimpin ini merupakan hak  kita, karena itu sangat penting dan serius,” tegasnya

Para tokoh masyarakan diharapkan menyebarkan informasi tentang Pemilu di NTB akan berjalan masif.  Agar mereka menggugah peningkatan partisipasi pemilih.

“Saat ini tinggkat partisipasi dalam memilih di masyarakat hanya 70 persen,” jelasnya.

Pilkada terakhir tingkat partisipasi pemilih masih 70 persen. Diharapkan dengan sosialisasi ini tingkat pemilih bisa ditingkatkan.

AYA

 

 




Pemuda Pancasila NTB Diminta Berperan Berantas Narkoba dan Berita Hoax

Peran penting Pemuda Pancasila bagi pembangunan daerah, diharapkan aktif memberantas penyalahgunaan narkoba yang mengancam masa depan generasi muda serta berita-berita hoax yang berkembang di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Pesan itu disampaikan  Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH. M.Si pada organisasi masyarakat Pemuda Pancasila saat membuka Musyawarah Wilayah V (lima) Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila, di Hotel Lombok Plaza, Senin (28/8).

Seluruh elemen dalam organisasi Pemuda Pancasila diminta bekerja keras memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara, seperti membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta ikut mendorong program pengentasan kemiskinan dan kebodohan.

“Pemuda Pancasila NTB harus dapat memberikan dampak positif dan kontribusi besar bagi pembangunan di Provinsi NTB, terutama dalam menjaga dan merawat stabilitas politik, ekonomi dan keamanan di NTB,” ungkap wagub.

Menurut Wagub, peran itu dibutuhkan untuk mengelola segala potensi serta sumber daya alam yang ada di NTB yang telah menjadi program unggulan pemerintah, seperti sektor pertanian, pariwisata dan sektor jasa lainnya

Wagub berharap Muswil Pemuda Pancasila harus mampu mengkonsolidasikan kepengurusan, serta mampu menggasilkan ide-ide dan gagasan strategis yang tatap bermuara pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasla, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai idiologi perekat dari segala perbedaan pendapat, perbedaan Suku dan perbedaan agama yang ada.

“Kesampingkan perbedaan dan keberagaman yang akan melemahkan perjuangan kita dalam mewujudkan Indonesia sejahtera. Berikan pengabdian terbaik sesuai dengan kemampuan dan kapasitas untuk Indonesia tercinta,” tegasnya

Sekjen Pemuda Pancasila Tengku Muhamad Nurdin, dalam sambutannya mengatakan, pemuda pacasila harus mampu menaungi organisasi-organisasi lain yang ada di Indonesia. Pemuda pancasila harus menjadi mitra strategis pemerintah di Indonesia khususnya di Provinsi NTB dalam merekatkan segala perbedaan sebagai potensi besar membangun Bangsa.

“Pemuda pancasila harus seperti air, mampu memberikan kesegaran dan kesejukan bagi semua elemen bangsa, pemuda pancasila seperti jalan setapak yang akan mampu menuntun siapa saja menuju jalan yang benar yakni kembali kepada pacasila sebagai idiologi bangsa kita,” katanya.

Musyawarah Wilayah V (lima) Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila itu dihadiri ratusan anggota Pemuda Pancasila NTB, termasuk Sekjen Pemuda Pancasila Tengku Muhamad Nurdin, Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Ibu Sari Maya, Ketua Majelis Adat Sasak Drs. H. L. Mujitahid, Forkominda Provinsi NTB serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Provinsi NTB.

AYA/Hms




Dukung Pariwisata NTB, PLN Siap Pasang SPLU

Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Kota Mataram sudah terpasang di Taman Sangkareang dan Udayana

MATARAM.lombokjournal.com — Keseriusan Pemerintah Provinsi NTB untuk membangun kawasan-kawasan wisata dengan konsep ramah lingkungan. Kawasan seperti Mandalika, Samota, Tiga Gili, dan Sekotong, direncanakan akan menggunakan konsep pembangunan hijau, termasuk pengembangan transportasi ramah lingkungan di Mataram.

Guna mendukung konsep wisata ramah lingkungan di NTB, PLN akan menyiapkan SPLU di beberapa titik.

Kawasan Tiga Gili bisa menjadi awal. Sebab di sana tidak boleh ada kendaraan berbahan bakar minyak, banyak yang menggunakan motor listrik, selanjutnya KEK Mandalika juga bisa.

“Kita akan koordinasi dengan pemerintah untuk lokasi dan izin pemasangannya. Intinya kami siap mendukung rencana Pemerintah Provinsi.” kata Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah NTB, Andy Adchaminoerdin.

Di Provinsi NTB sendiri, SPLU telah terpasang di Taman Sangkareang dan Taman Udayana, Kota Mataram, sejak Oktober 2016. Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin yang saat itu meresmikan SPLU, mengapresiasi keberadaan SPLU karena memudahkan masyarakat, khususnya pedagang kecil dalam memenuhi kebutuhan listriknya.

AYA

BACA : Era kendaraan Listri, PLN Pasang 875 Di Sejumlah Kota




Era Kendaraan Listrik, PLN Pasang 875 SPLU Di Sejumlah Kota

Ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW

STASIUN PENYEDIA LISTRIK UMUM (SPLU). Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi (Foto: Dok PLN)

MATARAM.lombokjournal.com —  Perkembangan teknologi ramah lingkungan — dengan maraknya  kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil listrik – saat ini mendapat dukungan Pemerintah.

Jauh sebelum itu, PLN melihat tantangan ini, dan mendukungnya dengan menyediakan infrastruktur yang diperlukan, salah satunya berupa Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Saat ini PLN sudah menyediakan sedikitnya 875 SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia.

“Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan di masa depan.” ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, dalam siaran pers yang diterima Lombok Journal, Senin (28/8).

Dijelaskan Suprateka, saat ini kendaraan listrik sudah banyak bermunculan. Ini tak hanya hemat energi, tapi juga ramah lingkungan. Untuk mengimbangi perkembangan teknologi ini, PLN sudah menyiapkan SPLU dari jauh-jauh hari.

“Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW,” katanya.

SPLU yang dikembangkan PLN sejak 2015 ini, antara lain dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, Mataram dan masih banyak lagi.

SPLU di Jakarta sendiri, sejak diluncurkan 4 Agustus 2016 sampai dengan akhir Juli 2017, telah terpasang di 542 titik. Keberadaan SPLU akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum.

Tahun ini ditargetkan sudah ada 1.000 unit SPLU khusus di Jakarta. Lokasi SPLU-SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.

Inovasi PLN sebagai infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL).

Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik. SPLU Beji Lintar mengadopsi sistem prabayar. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter.

Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500 –2.500 Watt.

Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir.

Selain SPLU, PLN juga mulai menggunakan kendaraan listrik, seperti motor listrik, untuk petugas ULC (Unit Layanan Cepat). Motor listrik merupakaan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan.

Kendaraan ini baru digunakan PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya). Selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan di Unit-unit pelayanan PLN lainnya karena sangat ramah lingkungan.

AYA/Hms

BACA : Dukung Pariwisata NTB, PLN Siap Pasang SPLU




Membangkitkan Badan Amil Zakat Nasional Dari NTB

TGB Mendapat BAZNAS Award dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) NTB meraih penghargaan sebagai lembaga Amil Zakat dengan pertumbuhan pengumpulan ZIS terbaik se Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi membangkitkan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dari NTB. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan penghargaan sebagai Kepala Daerah terbaik se Indonesia yang aktif mendukung kebangkitan Zakat Nasional  bersama Gubernur Banten.

Gubernur NTB menerima Baznas Award 2017 pada malam puncak di Aula KH. Muh. Rasyidi Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat (25/08/). Penghargaan tersebut diserahkan Sekjen  Kemendagri, Dr. Ir. Yuswandi A. Temenggung didampingi Ketua BAZNAS RI, Bambang Sudibyo.

Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan Gubernur NTB dua periode itu  dinilai mampu manjaga komitmen mendukung program Basnaz di daerah, khususnya dalam hal pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedeqah.

Selain Gubernur, Baznas Provinsi NTB juga meraih penghargaan sebagai lembaga Amil Zakat dengan pertumbuhan pengumpulan ZIS terbaik se Indonesia. Diterima oleh Ir. H. Subhan, Wakil Ketua III Basnaz NTB. Bupati Lombok Tengah, juga maraih penghargaan sebagai bupati terbaik yang mendukung kebangkitan Zakat Nasional.

Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Bambang Sudibyo mengatakan,  Festival Zakat dan Baznas Award, baru  kali pertama digelar dan merupakan rangkaian dari kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72 bertajuk ‘Zakat untuk Indonesia’.

Diharapkan, kegiatan berskala nasional ini memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung program kebangkitan zakat di Indonesia dan bahkan di dunia.

Mantan Mendiknas itu menegaskan, digelarnya Festival Zakat dan Baznas Award untuk mempererat tali silaturahim antar lembaga pemerintah dan nonpemerintah juga untuk meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi basnas sesuai visi dan misi baznas.

“Kegiatan ini juga diharapkan memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global,” tegas Bambang Sudibyo.

Ketua Panitia Festival Zakat dan Baznas Award, H. Jaja Jaelani menyampaikan, penganugerahan Baznas Award ini merupakan program untuk terus mendukung mewujudkan kebangkitan zakat nasional.

Hadir saat itu sejumlah perwakilan Kementerian dan Lembaga Republik Indonesia, Duta Besar negara asing. gubernur dan walikota se-indonesia yang menerima penghargaan. Pergelaran budaya reliji nusantara, seperti marawis, angklung serta Mars dan Jingle Zakat, mewarnai malam penganugerahan BAZNAS Award tersebut.

AYA/Hms