SPLU PLN Dukung Pariwisata Ramah Lingkungan

SPLU kini dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik.

MATARAM.lombokjournal.com – Perkembangan kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil listrik di Indonesia, serta keseriusan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membangun kawasan-kawasan wisata dengan konsep ramah lingkungan, mendorong PLN Wilayah NTB untuk terus mengembangkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Provinsi NTB.

Saat ini telah terpasang SPLU di beberapa titik di Pulau Lombok, antara lain di Taman Sangkareang, Taman Bumigora – Udayana, Islamic Center Mataram, Gili Trawangan, dan Pantai Ampenan. Selain itu di Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, Dompu, dan Kota Bima, SPLU juga telah terpasang.

SPLU yang merupakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL), seperti yang saat ini terpasang di Lapangan Sangkareang dan Taman Bumigora – Udayana. Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU kini dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik.

Kawasan seperti Mandalika, Samota, Tiga Gili, dan Sekotong, direncanakan akan menggunakan konsep pembangunan hijau, termasuk pengembangan transportasi ramah lingkungan di Mataram. Guna mendukung konsep wisata ramah lingkungan di NTB, PLN akan terus menambah SPLU di beberapa titik.

“Gili Trawangan sudah kita pasang SPLU. Di sana kan tidak boleh ada kendaraan berbahan bakar minyak, banyak yang menggunakan motor listrik, itu sudah kita pasang. Selanjutnya KEK Mandalika juga bisa. Kita akan koordinasi dengan pemerintah untuk lokasi dan izin pemasangannya. Intinya teknologi kami siap mendukung rencana Pemerintah Provinsi.” kata General Manager PLN Wilayah NTB, Mukhtar.

AYA/Hms




PLN NTB Luncurkan SPLU Mobile di Islamic Center NTB

Pengguna perlu mengisi pulsa KWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank, ATM, atau minimarket.

MATARAM.lombokjournal.com — PLN Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) Mobile, memanfaatkan teknologi telepon pintar berbasis android.

“SPLU mobile ini inovasi baru dari (PLN) NTB yang kita wujudkan, di tempat lain belum ada,” ujar General Manager PLN NTB Mukhtar saat meresmikan SPLU di Islamic Center NTB, Jumat (27/10).

Mukhtar menjelaskan, kehadiran SPLU Mobile memudahkan masyarakat NTB dalam mengakses aliran listrik di sejumlah SPLU yang ada di NTB. Dengan mengunduh aplikasi SPLU Mobile, para pengguna bisa juga menggunakan pulsa Kwh meter melalui fasilitas perbankan, dan pulsa telepon seluler yang dikonversikan menjadi KWh.

“Inovasi ini harapannya dapat memudahkan masyarakat dalam menggunakan SPLU, baik menggunakan model SPLU Beji Lontar atau SPLU Mobile keduanya sudah ada,” lanjut Mukhtar.

SPLU Beji Lintar, kata Mukhtar, sudah terpasang sebelumnya dengan sistem prabayar, di mana pengguna perlu mengisi pulsa kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank, ATM, atau minimarket.

Sejauh ini, PLN NTB telah memasang sejumlah SPLU yang tersebar di Lapangan Sangkareang sebanyak dua unit, Udayana dengan dua unit, Islamic Center NTB, Gili Trawangan, Pantai Ampenan masing-masing satu unit, dan di Pulau Sumbawa terdapat di Sumbawa Besar, Sumbawa Barat, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu masing-masing satu unit.

Aya/Hms




TNI Manunggal Membangun Desa Menghidupkan Gotong Royong

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke100 resmi berakhir

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017 resmi berakhir. Upacara penutupan berlangsung di  Lapangan Tioq Tata Tunaq Desa Tanjung Kec. Tanjung Kab. Lombok Utara, Kamis (26/10)

Kegiatan TMMD yang ke-100  berlangsung satu bulan dilaksanakan di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten  Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A bertindak sebagai  inspektur upacara.  Dalam kesempatan itu, Danrem 162/WB membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat RI.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota Satgas TMMD dan seluruh masyarakat serta pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait, yang membantu dan bekerjasama menyelesaikan berbagai program TMMD ke-100 baik sasaran fisik maupun sasaran non fisik.

Kegiatan fisik TMMD ke-100 berupa pembangunan jalan baru sepanjang 1500 meter dengan lebar 7 meter, pembangunan duiker plat beton tipe W1 di Desa Persiapan Menggala Kec. Pemenang. Di Desa Rempek berbagai sasaran fisik telah diselesaikan, seperti  pembangunan jalan dan pengerasan jalan sepanjang 415 meter dengan lebar 4 meter.

Selain itu, pembangunan talud pengaman badan jalan dengan tinggi 3 meter dan panjang 40 meter serta pembangunan kamar mandi di Ponpes Hidayaturrahman NW 2 yang berada di Desa Bentek juga telah selesai dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.

“Melalui kegiatan TMMD ini, kita bangkitkan kembali pembangunan Desa yang selaras dengan program dari Presiden yakni membangun melalui pinggiran,” ucap Danrem.

Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., juga menyampaikan, bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan yang cukup komplek. Seperti radikalisme, adanya upaya memecah belah masyarakat, sikap hedonisme, dan adanya keinginan dari golongan tertentu untuk mengganti ideologi Pancasila.

“Bila berbagai persoalan tersebut tidak segera kita atasi maka akan melumpuhkan  negara,” tegasnya.

Kegiatan TMMD diharapkan dapat membangkitkan kembali sistem imunitas bangsa dan rakyat. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat  menghidupkan kembali budaya gotong royong yang belakangan ini sudah mulai tergerus jaman.  Perkembangan globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi membuat masyarakat cenderung bersikap individualisme dan hedonisme.

Kegiatan TMMD ini juga merupakan perekat hubungan TNI dengan rakyat, karena pelaksanaan kegiatan TMMD Satgas TMMD diwajibkan untuk tinggal dan tidur dirumah masyarakat. Ini bertujuan lebih mendekatkan TNI dengan rakyat.

Selama mereka tinggal bersama warga maka para anggota Satgas TMMD ini akan berbaur dengan masyarakat,  dapat bertukar fikiran dan bertukar pengalaman.

Dengan kebersamaan dan bersatunya TNI dengan rakyat, maka pembangunan dapat terus dilaksanakan sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. “Bila rakyat sejahtera maka bangsa kita akan semakin kuat dan semakin maju,” katanya.

Pada kesempatan sama Bupati Kab. Lombok Utara, Najmul Ahyar apresiasi kepada TNI. Keberadaan TNI sungguh sangat membantu dalam mengatasi kesulitan masyarakat, bukan saja dalam kegiatan TMMD tetapi juga pada moment lain di keseharian.

Bupati berharap, kebersamaan ini akan tetap terjaga sehingga soliditas TNI dengan rakyat dapat terus berjalan terutama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Hadir dalam kegiatan upacara penutupan tersebut yaitu Danrem 162/WB, Dandim se Pulau Lombok,  Bupati Kab. Lombok Utara, FKPD dan SKPD Kab Lombok Utara , Para Kasirem 162/WB, Dan/Ka/Pa Satdisjan Rem 162/WB, Kapolres KLU, Para Asisten KLU, Kadis PU dan Pertanian KLU, Muspika Kec Pemenang dan Gangga, Kades se Kec Pemenang dan Gangga, Toga, Tomas, Todat dan Toda, Ketua Persit Koorcab Rem 162, Ketua Persit Cabang KLU.

AYA




Taksi Daring di NTB Diminta Ikuti Revisi Peraturan Menteri 26

Jumlah armada taksi online saat ini sudah mencapai 700 armada

MATARAM.lombokjournal.com  — Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Bayu Windia meminta perusahan taksi daring (online) di NTB mengikuti rancangan revisi Peraturan Menteri (PM) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“(Taksi) online sudah ada revisi dari PM 26, poin-poinnya sudah ada, kita harapkan pengguna taksi online mengikuti revisi itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia Rabu (25/10).

Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut bertujuan melindungi masyarakat, baik taksi online, taksi konvensional, dan konsumen. Seperti adanya tarif batas atas dan tarif batas bawah, di mana tarif batas bawah bertujuan melindungi para perusahaan. Sedangkan, tarif batas atas demi melindungi konsumen.

“Tarif batas atas agar melindungi konsumen. Jangan sampai (dari Mataram) ke Bandara Internasional Lombok itu Rp 500 ribu, jangan dong,” ujarnya.

Pelarangan taksi online yang sempat terjadi di sejumlah daerah, tak lepas dari adanya kekosongan hukum lantaran keputusan PM 26 dianulir demi menghindari gesekan yang terjadi di lapangan.

Untuk NTB, lanjut Bayu, jumlah armada taksi online saat ini sudah mencapai 700 armada. Dinas Perhubungan NTB sedang melakukan kajian untuk menetapkan besaran kuota armada agar mengatur keseimbangan antara taksi online dan taksi konvensional.

“(Kuota) kita mau hitung ulang, mungkin sampai 1.100 armada,” Pungkasnya

AYA




“Kawan Jokowi NTB” Segera Terbentuk

Gaya kepemimpinan, kesederhanaan dan kinerja Presiden RI, Ir. Joko Widodo menginspirasi sejumlah pihak di Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk wadah baru, yakni “Kawan Jokowi”.

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembentukan wadah atau lembaga “Kawan Jokowi” terinspirasi gaya yang ditampilkan Presiden Jokowi, terutama cara Presiden RI ke VII itu mendekatkan diri dengan masyarakat.

Koordinator persiapan pembentukan “Kawan Jokowi”, H.L. Winengan yang saat ini menjadi Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) NTB, mengaku menyukai gaya presiden.

“Kenapa secara pribadi saya tertarik dan suka dengan Jokowi akhir-akhir ini, bukan karena akan hadir di Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar) NU, tapi gayanya itu yang saya suka,” katanya, dalam jumpa pers kepada awak media, Selasa  (24/10).

Meskipun, bagi sebagian orang melihat Jokowi terkesan berlebihan dengan rakyat, tapi sebenarnya memang itulah kenyataannya. Jokowi dinilai sebagai sosok sangat dekat dengan masyarakat dipimpinnya dan tidak berjarak.

Winengan pun mencontohkan, bagaimana Presiden Jokowi berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, ada masyarakat yang ingin foto bersama Presiden tidak keberatan melayani.

Jokowi tidak berjarak dengan masyarakat, bahkan dengan anak-anak sekalipun.

“Ini figur yang dapat dikatakan sebagai pemersatu bangsa. Tidak memilih dan tidak membeda-bedakan orang,” tandas Winengan.

Dikatakan, dengan pembentukan “Kawan Jokowi”, bertujuan mensosialisasikan program-program Presiden Joko Widodo ke tengah-tengah masyarakat. Karena ada program seperti dalam Nawa Cita yang tidak dipahami oleh masyarakat.

Meski demikian, ia tak menepis dalam perkembangan ke depan “Kawan Jokowi” akan juga dihajatkan bagi agenda suksesi mendukung Jokowi di Pemilu Presiden 2019 mendatang.

” Semua itu sangat tergantung situasi dan dinamika politik ada,” ujar Wiinengan.

Sejalan dengan itu, Abudul Majid yang menjadi Bendahara pembentukan Kawan Jokowi mengungkapkan, pembentukan Kawan Jokowi ini akan dapat mengakselerasi program pemerintahan Jokowi dan kepentingan pembangunan di daerah.

“Ini bisa mengakselerasi program-program pusat dengan kepentingan pembangunan yang ada di NTB. Artinya, Kawan Jokowi ini ingin bergerak supaya bagaimana program Jokowi itu dapat diketahui di tiap masyarakat NTB,” ungkapnya.

Maka kepengurusan maupun keanggotaan nantinya bersifat plural. “Melibatkan semua elemen yang ada di NTB, lebih-lebih di sini telah mencerminkan ke-bhineka-an,” pungkasnya.

AYA




Sampai Agustus 2017, Sedikitnya 137 Kasus TKI Non Prosedural Ditangani BP3TKI.

TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI Mataram tahun ini mencapai 369 kasus.

MATARAM.lombokjournal.com — Maraknya Persoalan kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada hentinya. Padahal, pemerintah provinsi sudah membuat layanan terpadu satu pintu (LTSP) yang dihajatkan untuk mencegah terjadinya TKI non prosedural.

Noerman Adhiguna

Data kasus TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI hingga bulan Agustus 2017 mencapai 369 kasus. Kepala Bidang Perlindungan BP3TKI Mataram, Noerman Adhiguna menjelaskan, hingga Agustus 2017 tercatat sedikitnya 137 kasus TKI non prosedural ditangani BP3TKI.

“Jumlah itu merupakan jumlah kasus TKI nonprosedural yang kami tangani, baik yang berhasil digagalkan maupun yang tercatat dan bermasalah di negara tujuan,” katanya.

Menurutnya, dalam kurun yang sama jumlah total kasus TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI Mataram tahun ini mencapai 369 kasus.

” Tahun ini kita Tangani kasus TKI yang bermasah sebanyak 369 kasus ” tegasnya

Kasus non prosedural merupakan kasus tertinggi 137 kasus, disusul dengan kasus klaim asuransi 64 kasus, PHK sepihak di tempat kerja sebanyak 56 kasus, dan kasus gaji tidak sesuai kontrak 20 kasus.

Sementara dari data penyebarannya tercatat, 171 kasus dengan negara tujuan Malaysia, 124 kasus Arab Saudi, 24 kasus UEA, 9 kasus Qatar, dan 14 kasus Brunei Darusallam.

Dia menambahkan, data kasus tahun 2016 sebanyak 573 kasus. Yang bisa tertangani atau selesai sebanyak 352 kasus, masih proses hingga 2017 sebanyak 221 kasus. Kemudian yang meninggal dunia karena sakit sebanyak 28 kasus dan meninggal dunia akibat kasus sendiri sebanyak 36 orang.

“Kemungkinan untuk tahun 2017 bisa saja meningkat karena data itu sampai bulan Agustus, ” terangnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, H Wildan mengaku selalu mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak menggunakan jalur cepat atau non prosedur. Kalau begitu, namun selalu ada kasus.

“Saya yakin, sebentar lagi akan susah gunakan jalur cepat itu karena, akan ada UU perlindungan pekerja migran Indonesia (PPMI). Dimana, sebelumnya diatur UU perlindungan penempatan tenaga kerja Indonesia,” ujarnya

Dia menegaskan, Dinas bersama instansi lain terus sosialisasi. Bahkan, mempersilahkan, masyarakat berangkat karena hak mereka, namun jangan melalui jalur pintas.

“Saya berharap mudahan lounching LTSP di Loteng dan Lotim bisa untuk berantas calo TKI ilegal, dengan adanya proses diperketat oleh Disnaker Kabupaten,” Pugkasnya

AYA




Jelang Musda, IJTI NTB Bentuk Panitia

Agenda kegiatan untuk mensuport pelaksanaan Musda ketiga, yakni Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) dan seminar yang dirangkaikan dengan Musda pemilihan Ketua baru.

MATARAM.lombojournal.com — Sebagai langkah terus menghidupkan  organisasi serta proses regenerasi dalam tubuh organisasi insan pertelevisian di NTB,

IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) NTB sebagai salah satu wadah organisasi jurnalistik segera meregenerasi kepengurusannya, setelah kepengurusan periode kedua di bawah kepemimpinan Herman Zuhdi (periode 2015-2017), pungkas melaksanakan tugas selama tiga tahun.

Sebagai bentuk komitmen membangun organisasi yang sehat dan simultan,m usyawarah Daerah (Musda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah NTB akan segera digelar menyusul akan demisionernya kepengurusan lama pada 8 Nopember 2017 nanti.

Guna mensukseskan gawe besar organisasi IJTI tersebut forum kepanitiaan kecil pengurus IJTI NTB kembali dibentuk  dalam rapat perdana yang digelar di Caffe Mogen Gomong Mataram, baru-baru ini. Kepanitiaan ini direncanakan akan akan menghandel 2 item agenda kegiatan untuk mensuport pelaksanaan Musda ketiga, yakni Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) dan seminar yang dirangkaikan dengan Musda pemilihan Ketua baru.

Ketua IJTI NTB Herman Zuhdi mengatakan, Forum kecil ini akan difokuskan pada pembentukan panitia, dimana selanjutnya akan intens melakukan komunikasi dengan pengurus IJTI Pusat.

“Kesibukan kita nantinya selain fokus pada pembentukan panitia, kita juga akan intens melakukan komunikasi dengan IJTI Pusat. Koordinasi berupa surat mandat untuk pelaksanaan Musda sesuai juknis pelaksanaan Musda,” katanya.

Sebagai bentuk transparansi Herman menyampaikan, dalam pelaksanaan Musda dan UKJ nanti nilai dana yang telah tersedia sebesar 150 juta rupiah. Dana ini bersumber dari dana anggaran rutin Dishubkominfo NTB.

” Dana pelaksanaan Musda dan Uji Kempetensi, dana IJTI yang dititip dari Kominfo. Jadi seluruh pertanggungjawaban harus sesuai dengan pertanggungjawaban Kominfo.Teman – teman perlu dipahami bahwa dana ini selebihnya harus melalui kominfo. 150jt untuk dua kegiatan. Jadi setiap kegiatan anggaran ini akan terdata rapi dan erencana dari Kominfo,” jelasnya.

Anggota IJTI NTB Abdi Ananta berharap agar kepengurusan IJTI NTB yang baru tidak boleh lepas dari peranan Ketua dan Sekjen IJTI NTB lama. Menurutnya, kondisi yang ada saat ini keberadaan IJTI masih tetap dirasakan para anggota meski kegiatannya terkesan lengang.

“Teman – teman sejauh ini tetap merasakan keberadaan IJTI meski kegiatan yang dilaksanakan terbilang masih lengang namun tak tentu dikatakan vakum. Saat ini kita hanya butuh orang yang intens di kesekratariatan untuk kepengurusan. Harapan saya yang akan nyalon nanti senior maupun junior tidak masalah yang jelas mereka punya inovasi, visi dan misi untuk kemajuan iIJTI kedepannya,” harapnya.

Setelah melalui tahap seleksi dan diskusi forum, ditetapkan panitia untuk kegiatan Musda dan UKJ yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Berikut struktur pantia yang dibentuk:

Ketua Panitia                                   :  Abdi Ananta (Lombok Post TV)
Sekretaris                                        :  Hari Kasidi (iNews TV)
Bendahara                                       :  Andar (Antara TV)
Seksi Perlengkapan                         :  Idrus Jalmonadi (Sasambo TV)
Seksi Acara                                      :  Misbariyudin (Get! TV)
Publikasi dan Dokumentasi              :  Dani (NET TV)
AYA



NTB Cerminan Islam Moderat dan Toleran

Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Potret Umat Islam di NTB mencerminan Islam di Indonesia yang penuh moderasi dan toleransi. Selain itu, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia.

Tatanan kehidupan umat Islam di Bumi Seribu Masjid dapat meluruskan persepsi tentang Islam yang selama ini disalahpahami oleh banyak kalangan. Islam yang hidup rukun dan tolong menolong dengan umat agama lain.

Kehidupan Islam di NTB dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya, sekaligus menyerukan Ummat Islam dunia  untuk mencontoh kehidupan toleransi kehidupan beragama di NTB,  saat pembukaan Multaqa Nasional Alumni Mesir, di Ballroom Islamic Center Provinsi NTB, Rabu (18/10).

“Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab,” ungkap Wakil Ketua WOAG tersebut di hadapan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan ratusan alumni Al Azhar Mesir yang hadir.

Ditegaskannya, Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan  diri dengan umat lain.

Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh  umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW saat membangun Kota Madinah.

Hanya saja, ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. “Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB,” katanya.

Saat ini yang dibutuhkan umat Islam bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau di kertas-kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan, Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau sekadar teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata.

Hal ini tegas Tuan Guru Bajang (TGB) dengan dibukanya segmen baru Pariwisata di NTB. Yaitu, wisata halal atau  mouslem friendly tourism. Melalui segmen ini, disamping menambah segmen Pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan, ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Itu menunjukkan, ajaran Islam membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata,” ungkap Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Wisata halal ini, lanjut TGB, tidak hanya dapat dinikmati umat muslim. Namun seluruh masyarakat, baik muslim, Hindu, Budha, Kristen dan umat umat lainnya dapat MENGAMBIL manfaat dari pertumbuhan pariwisata tersebut.

“Ini adalah contoh bahwa Islam itu rahmatan Lil ‘alamiin,” tegas TGB.

Direktur OIAA, Dr. Muchlis melaporkan konferensi dan Multaqa akan berlangsung selama 3 hari, 18 hingga 20 Oktober 2017. Selama kegiatan tersebut akan dibahas tiga isu utama yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat muslim di dunia.

Pertama, peserta akan membahas batasan antara keislaman dan kekufuran. Kedua, tentang fatwa-fatwa yamg akhir akhir ini semakin tidak memiliki pedoman. Apalagi di era informasi dan teknologi saat ini, termahal media sosial.

Sehingga, fatwa yang beredar di media sosial saat ini menimbulkan kekacauan penafsiran dan membingungkan umat. Isu yang ketiga adalah metode dakwah kontemporer.

Hadir dalam kegiatan Multaqa Nasional Alumni Mesir tersebut, Ketua Alumni Kairo Indonesia, Prof. Dr. H. Qurais Shihab.

AYA




Pembangunan Infrastruktur Harus Didukung Informasi Badan Meteorologi

Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa bumi, tsunami dan freuensi petir

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Pusat Gempabumi dan Potensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhammad Riyadi mengatakan, kebutuhan data dan Informasi terkait gempabumi dan tsunami akan mengalami peningkatkan di masa mendatang.

Kata Riyadi,  Pemerintah Indonesia kini gencar membangun infrastuktur di hampir seluruh wilayah di Tanah Air. Riyadi menjelaskan, sebagian besar daerah di Indonesia merupakan wilayah yang memiliki potensi rawan bencana gempabumi dan tsunami.

“Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempabumi, tsunami, dan frekuensi petir yang cukup tinggi. Makanya pembangunan harus juga melihat kondisi informasi dari BMKG,” katanya, Senin (16/10) di Mataram

Tiap pembangunan infrastruktur wajib memperhitungkan aspek kebencanaan di lokasi setempat. Ini untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sebagai institusi yang menyediakan layanan data gempabumi dan tsunami, BMKG memiliki tantangan yang cukup berat di masa mendatang lantaran tuntutan publik akan layanan data dan informasi terkait gempa bumi dan tsunami agar lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami.

“Pelayanan data dan informasi yang prima akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap BMKG,” tegasnya

Hal ini juga diungkapkan Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Rianto.

Menurut Agus, data dan informasi terkait kebencanaan merupakan hal yang penting dalam mewujudkan pembangunan di NTB. Kantor Stasiun Geofisika sendiri baru berdiri pada 2016, di mana sebelumnya masih menginduk ke Bali.

Kehadiran Geofisika Mataram pada 2016 itu merupakan relokasi dari Bali, karena di pulau dewata itu sudah punya tiga padahal NTB belum ada.

“Karena NTB termasuk tinggi akan potensi gempabumi dan tsunami, sedangkan di Bali sudah ada tiga (kantor stasiun geofisika) maka didirikan juga di NTB,” katanya.

AYA




Musim Hujan Di NTB, Diprediksi Akhir Oktober

Meski sudah turun hujan, menurut Srasiun Metereologi NTB belum musim hujan

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok Oral Sem Wilar mengatakan, musim penghujan diperkirakan baru akan memasuki wilayah NTB pada akhir Oktober.

Wilar menyampaikan, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah di NTB akhir-akhir ini bukan lantaran sudah memasuki musim penghujan. Pasalnya, BMKG memiliki kriteria tertentu dalam memutuskan musim hujan.

Meski cuaca di NTB akhir-akhir ini sudah mulai hujan, namun pihak BMKG NTB menyebutnya bukan sebagai tanda masuknya musimhujan.

“Perkiraaan masih belum masuk musim penghujan. Ini masih kemarau,” ujar Wilar di Kantor Geofisika, BMKG NTB, Jalan Adi Sucipto, Mataram, NTB, Senin (16/10).

Wilar menjelaskan, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di NTB lantaran adanya pengaruh tekanan rendah di Australia. Dengan demikian, kata dia, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di NTB hingga saat ini masih dalam kategori hujan lokal.

“2-3 hari belakangan itu memang hujan, tapi hujan lokal,” kata Wilar menambahkan.

AYA